Cara Mendaftar Logo dan Merek Usaha di DJKI Online

Cara Mendaftar Logo dan Merek Usaha di DJKI Online – Mendaftarkan logo dan merek usaha di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) adalah langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum pada identitas bisnis, baik berupa nama brand, lambang/logo, warna, maupun unsur visual lainnya. Dengan memiliki sertifikat merek, pemilik usaha berhak penuh atas penggunaan dan perlindungan merek secara sah di seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini pendaftaran merek dapat dilakukan secara online melalui website resmi DJKI, sehingga pelaku usaha dapat melakukan proses dari mana saja tanpa perlu datang langsung ke kantor Kemenkumham.

Agar proses pengajuan berjalan cepat, tanpa revisi dan tanpa penolakan, penyiapan dokumen serta pengisian informasi harus dilakukan dengan tepat. Berikut panduan lengkapnya.

Persyaratan Umum dan Administratif untuk Mendaftar Logo dan Merek Usaha di DJKI Online

Sebelum memulai proses pendaftaran merek, pemohon wajib menyiapkan seluruh persyaratan administratif berikut agar proses berjalan lancar:

✔ Akun DJKI (merek.dgip.go.id) — pemohon harus memiliki akun resmi untuk mengajukan pendaftaran merek secara online.

✔ Identitas pemohon — KTP untuk perorangan atau dokumen legal usaha/NIB untuk badan usaha (PT, CV, UMKM, dll).

✔ Contoh logo atau desain merek dalam format JPG/PNG dengan resolusi yang jelas dan ukuran sesuai ketentuan sistem.

✔ Label merek / bukti penggunaan merek pada produk, kemasan, banner, atau visual lainnya untuk menunjukkan penggunaan komersial.

✔ Surat pernyataan kepemilikan merek yang menyatakan bahwa merek tidak meniru atau menyerupai merek yang telah terdaftar sebelumnya dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemohon.

Dokumen administratif yang lengkap akan mencegah revisi dan mempercepat pemeriksaan formalitas. Bantu proses daftar logo dan merek sekarang

 

Cara Mendaftar Logo dan Merek Usaha di DJKI Online
Cara Mendaftar Logo dan Merek Usaha di DJKI Online

Persyaratan Teknis dan Data Informasi Merek pada Sistem DJKI Online

Setelah seluruh dokumen administratif dinyatakan lengkap, pemohon wajib mengisi data teknis merek pada sistem DJKI. Tahapan ini sangat penting karena seluruh informasi yang diinput akan menjadi dasar pemeriksaan administratif dan pemeriksaan substantif oleh DJKI. Jika data teknis tidak sesuai atau terdapat kekeliruan, besar kemungkinan permohonan akan ditolak atau masuk dalam status keberatan.

Agar proses berjalan lancar, berikut komponen data teknis yang harus dipersiapkan sebelum mengisi formulir pendaftaran merek:

• Jenis Pemohon – Tentukan status pemohon apakah individu/perorangan atau badan usaha (PT, CV, Firma, Koperasi, Yayasan, UMKM). Pastikan sesuai dokumen legal yang dilampirkan.

• Kelas Barang/Jasa (Class Nice) – Pilih kelas berdasarkan kategori produk atau jasa yang akan dilindungi. Pemilihan kelas sangat krusial, karena kesalahan penentuan kelas dapat menyebabkan perlindungan merek menjadi tidak efektif.

• Deskripsi Merek – Jelaskan maksud penggunaan merek, arti nama merek, serta gambaran singkat produk atau jasa yang ditawarkan di bawah merek tersebut. Hindari deskripsi yang terlalu umum.

• Elemen Visual Logo – Sebutkan unsur pembentuk logo, seperti warna, font, bentuk gambar, garis, simbol, atau makna visual lainnya. Informasi ini diperlukan untuk membedakan logo dari logo lain yang mirip.

• Alamat dan Kontak Pemohon – Pastikan alamat dan nomor kontak yang diinput sama dengan yang tertera pada dokumen legal, termasuk KTP, NPWP, atau akta badan usaha. Ketidaksesuaian dapat memicu permintaan perbaikan dokumen dari DJKI.

Seluruh data teknis harus diisi secara detail, konsisten, dan tidak bertentangan dengan dokumen lampiran. Kesalahan pengisian data teknis sering menjadi penyebab permohonan merek ditolak pada tahap pemeriksaan substantif meskipun dokumen administratif sudah lengkap.

Jika diperlukan, disarankan melakukan pengecekan atau konsultasi terlebih dahulu sebelum mengirimkan permohonan agar proses pendaftaran berjalan efektif hingga sertifikat merek terbit.

Alur dan Langkah Praktis Cara Mendaftar Logo dan Merek Usaha di DJKI Online

Berikut langkah-langkah mengajukan pendaftaran logo dan merek resmi melalui sistem DJKI:
1. Buka website https://merek.dgip.go.id
2. Login menggunakan email dan password akun DJKI
3. Klik Permohonan Baru
4. Pilih Jenis Permohonan → Pendaftaran Merek
5. Masukkan nama merek / unggah logo merek
6. Pilih kelas barang/jasa (Class Nice) yang sesuai bidang usaha
7. Isi deskripsi merek & unsur logo secara lengkap dan jelas
8. Unggah semua dokumen persyaratan dalam format yang ditentukan
9. Periksa kembali seluruh data (review wajib dilakukan sebelum submit)
10. Klik Ajukan Permohonan
11. Sistem akan mengeluarkan kode billing pembayaran PNBP
12. Lakukan pembayaran sesuai tarif resmi DJKI
13. Progres permohonan dapat dipantau pada dashboard akun DJKI

Jika proses dan dokumen tidak bermasalah, pemeriksaan akan berlangsung hingga sertifikat merek diterbitkan.

Kesalahan Umum yang Menghambat atau Mengakibatkan Penolakan Pendaftaran Merek

Banyak pelaku usaha mengalami revisi bahkan penolakan karena masalah berikut:
❌ Merek identik atau mirip dengan merek yang sudah lebih dulu terdaftar
❌ Pemilihan kelas barang/jasa tidak sesuai kategori bisnis
❌ Deskripsi merek atau unsur logo dianggap menyesatkan/umum
❌ Dokumen bukti penggunaan merek tidak relevan
❌ Pengajuan atas nama perorangan padahal merek digunakan oleh perusahaan
❌ Nama logo berisi unsur klaim berlebihan (misalnya “terbaik”, “nomor satu”, dll)
📌 Solusi: lakukan pengecekan merek sebelum mengajukan permohonan untuk memastikan tidak ada persamaan dengan merek yang sudah eksis.

Jasa Profesional Cara Mendaftar Logo dan Merek Usaha di DJKI Online untuk Proses Cepat dan Aman

Jika Anda ingin proses lebih mudah dan terhindar dari revisi atau penolakan, Anda dapat menggunakan layanan profesional pendaftaran merek.

PERMATAMAS Indonesia menyediakan layanan:
🔹 Pengecekan persamaan merek sebelum pengajuan
🔹 Analisis kelas Nice yang paling tepat untuk perlindungan usaha
🔹 Penyusunan dokumen pendukung sesuai standar DJKI
🔹 Pengajuan dan monitoring sampai sertifikat merek terbit

Dengan pendampingan tenaga ahli hukum kekayaan intelektual, pelaku usaha tidak perlu khawatir terjadi kesalahan teknis saat proses pendaftaran.
📌 Konsultasi gratis & respon cepat:
👉 https://wa.me/6285777630555

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa manfaat mendaftarkan logo dan merek usaha di DJKI?

Dengan pendaftaran merek, pemilik usaha memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan logo dan nama merek secara sah, sehingga terlindungi dari peniruan dan plagiarisme.

2. Berapa biaya resmi pendaftaran merek di DJKI?

Untuk UMKM mulai ± Rp 500.000 per kelas, sedangkan untuk perusahaan/non-UMKM mulai ± Rp 1.800.000 per kelas sesuai tarif PNBP DJKI.

3. Berapa lama proses sertifikat merek terbit?

Proses biasanya memerlukan waktu 12–24 bulan tergantung pemeriksaan, keberatan, dan status dokumen.

4. Apakah bisa mendaftarkan logo dan merek tanpa konsultan HKI?

Bisa, namun harus memahami prosedur dan aturan agar pengajuan tidak ditolak atau bermasalah saat pemeriksaan substansi.

5. Bagaimana cara cek merek sebelum mendaftar?

Gunakan fitur pencarian merek melalui laman resmi merek.dgip.go.id untuk memastikan merek tidak sama atau mirip dengan merek terdaftar.

6. Apakah merek bisa ditolak?

Ya. Penolakan terjadi jika merek memiliki persamaan pada keseluruhan atau inti dengan merek lain, melanggar moralitas/aturan, atau dokumen permohonan tidak lengkap.

7. Apakah bisa menggunakan jasa untuk daftar merek?

Bisa. Menggunakan jasa konsultan HKI dapat membantu proses lebih cepat, meminimalkan kesalahan dokumen, dan meningkatkan peluang disetujui.

 

Langkah Daftar Merek HKI Online

Langkah Daftar Merek HKI Online – Memiliki merek terdaftar adalah langkah penting agar identitas bisnis memiliki perlindungan hukum. Di era digital saat ini, proses pendaftaran merek sudah semakin mudah karena dapat dilakukan secara online melalui sistem resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Namun, kurangnya pemahaman prosedur sering membuat pemohon melakukan kesalahan, menyebabkan permohonan ditolak atau tertunda. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai langkah daftar merek HKI online, syarat yang harus dipenuhi, biaya resmi, hingga rekomendasi jasa pendaftaran merek terpercaya.

Apa itu Merek HKI

Merek HKI adalah identitas berupa nama, logo, simbol, atau gabungan keduanya yang digunakan untuk membedakan produk atau jasa satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya. Merek bukan hanya sekadar label, tetapi menjadi representasi reputasi, kualitas, dan kepercayaan konsumen terhadap sebuah bisnis.

Dengan mendaftarkan merek ke DJKI, pemilik usaha mendapatkan perlindungan hukum atas mereknya, sehingga pihak lain tidak dapat menggunakan atau meniru merek tersebut tanpa izin. Bahkan, jika ada pihak yang melanggar, pemilik merek berhak mengambil langkah hukum seperti gugatan ganti rugi, penyitaan, atau pelaporan pidana.

Pendaftaran merek sangat penting dilakukan sedini mungkin, terutama untuk bisnis yang sedang berkembang atau berencana masuk marketplace. Dalam regulasi Indonesia, prinsip first to file berlaku — artinya, pihak yang pertama mendaftarkan merek adalah yang diakui sebagai pemilik sah, bukan pihak yang pertama menggunakan merek.

Syarat Daftar Merek HKI Online

Sebelum mengajukan permohonan, pemohon wajib mempersiapkan dokumen dan data berikut agar proses pendaftaran berjalan lancar:

1. Identitas Pemohon
Data pemilik merek harus jelas dan valid, baik pemohon perorangan maupun badan usaha:
1. Perorangan: KTP dan NPWP (jika ada).
2. Badan usaha (CV/PT): Akta pendirian, NPWP perusahaan, serta dokumen legalitas perusahaan seperti NIB atau SK pengesahan.

2. Informasi Detail Tentang Merek
Beberapa data teknis terkait merek wajib dipersiapkan:
1. Nama merek: Pastikan unik dan tidak menyerupai atau meniru merek lain.
2. Logo / Etiket merek: Format JPEG maksimal 2 MB.
3. Deskripsi produk/jasa: Jelaskan secara rinci penggunaan merek pada produk atau layanan.
4. Kelas merek: Pilih kelas sesuai kategori Nice Classification (tersedia total 45 kelas).

3. Dokumen Pendukung Tambahan
Beberapa dokumen tambahan yang diperlukan sesuai kondisi:
1. Surat pernyataan kepemilikan merek.
2. Surat kuasa, jika didaftarkan melalui konsultan HKI.
3. Surat UMK, jika mendaftar sebagai Usaha Mikro & Kecil untuk memperoleh tarif UMK.

Semua dokumen harus diunggah dalam kondisi jelas dan sesuai format agar tidak menjadi penyebab permohonan ditolak secara administratif.

 

Langkah Daftar Merek HKI Online
Langkah Daftar Merek HKI Online

Berikut Langkah Daftar Merek HKI Online

Proses pendaftaran merek HKI secara online dapat dilakukan melalui website DJKI. Berikut panduan langkah demi langkah yang diperbarui dan mudah dipahami:
1. Buat akun DJKI dan verifikasi
o Kunjungi website resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
o Lakukan registrasi akun dengan mengisi data diri dan email aktif, kemudian lakukan verifikasi.

2. Ajukan permohonan baru
o Login ke akun DJKI dan pilih menu untuk pendaftaran merek.
o Isi informasi pemohon dan data merek termasuk nama merek, logo, deskripsi, dan kelas merek.

3. Pesan kode billing
o Lakukan permintaan kode billing sebagai tagihan resmi biaya pendaftaran.
o Pembayaran dilakukan melalui kanal perbankan, ATM, teller, atau mobile banking.

4. Lakukan pembayaran sesuai biaya tagihan
o Pastikan pembayaran dilakukan sebelum masa berlaku kode billing berakhir agar permohonan tidak hangus.

5. Unggah dokumen persyaratan
o Unggah KTP, NPWP, surat pernyataan kepemilikan merek, logo merek, serta dokumen lainnya yang diperlukan.

6. Periksa data dan kirim permohonan
o Lakukan pengecekan akhir untuk memastikan data yang diisi sudah benar.
o Klik submit untuk mengirim permohonan resmi ke DJKI.

7. Pantau proses pemeriksaan
o Proses berlangsung melalui beberapa tahapan: pemeriksaan formalitas, pengumuman selama 2 bulan, pemeriksaan substantif, lalu penerbitan sertifikat.
o Durasi estimasi mulai dari 6 sampai 12 bulan.

Semua tahapan dapat dipantau melalui akun DJKI tanpa harus datang ke kantor secara langsung.

Biaya Daftar Merek HKI Online

Biaya pendaftaran merek sudah ditetapkan oleh pemerintah dan dapat dibayar secara digital melalui kode billing. Biayanya berbeda tergantung status pemohon apakah termasuk UMKM atau umum (reguler).

Secara umum, pendaftaran merek termasuk kategori biaya terjangkau mengingat perlindungan hukum yang diberikan sangat bernilai jangka panjang. Sertifikat merek berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang, sehingga sangat penting untuk menjaga aset bisnis melalui perlindungan atas merek.

Berikut daftar biaya resmi pendaftaran merek HKI online:
• UMKM : Rp 500.000 per kelas
• Reguler : Rp 1.800.000 per kelas

Biaya di atas tidak termasuk biaya jasa konsultan (opsional) apabila menggunakan layanan pihak ketiga.

Jasa Pengurusan Daftar Merek HKI Online

Tidak semua pelaku bisnis memiliki waktu atau pemahaman untuk mengurus pendaftaran merek secara mandiri. Banyak pemohon yang mengalami kendala seperti kesalahan pengisian, pemilihan kelas yang tidak tepat, dokumen kurang lengkap, hingga proses pendaftaran ditolak atau memerlukan perbaikan berkali-kali.

Di sinilah jasa konsultan HKI terpercaya sangat membantu.
PERMATAMAS hadir sebagai penyedia jasa pengurusan pendaftaran merek dengan tim ahli berlatar belakang hukum dan pengalaman panjang mengurus pendaftaran merek di seluruh Indonesia. Mulai dari pengecekan merek (search), analisis kelas, penyusunan dokumen, proses pendaftaran, monitoring status DJKI, hingga sertifikat keluar — semua ditangani secara profesional.

Keuntungan mengurus merek melalui PERMATAMAS:
• Analisis merek sebelum pendaftaran untuk menghindari potensi penolakan.
• Proses cepat karena ditangani tim profesional.
• Pemohon tidak perlu memikirkan administrasi dan teknis.
• Konsultasi gratis sampai tuntas.

Jika Anda ingin memastikan merek usaha terlindungi dan lolos pemeriksaan DJKI tanpa ribet, mengurus pendaftaran merek melalui PERMATAMAS adalah pilihan tepat.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu Merek HKI?

Merek HKI adalah identitas berupa logo, nama, simbol, atau kombinasi keduanya yang menjadi pembeda produk atau jasa suatu usaha dari usaha lain. Setelah terdaftar di DJKI, merek mendapatkan perlindungan hukum selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

2. Apa saja syarat daftar merek HKI online?

Syaratnya meliputi identitas pemilik (KTP/NPWP atau legalitas badan usaha), etiket/logo merek, deskripsi produk/jasa, pilihan kelas merek, serta dokumen pendukung seperti surat pernyataan kepemilikan atau surat kuasa jika dikuasakan ke konsultan.

3. Bagaimana langkah daftar merek HKI online secara resmi?

Prosesnya meliputi pembuatan akun DJKI, pengisian data permohonan baru, pemilihan kelas merek, pemesanan kode billing, pembayaran biaya, mengunggah dokumen persyaratan, lalu memantau proses melalui akun hingga sertifikat terbit.

4. Berapa biaya daftar merek HKI online?

Biayanya mengikuti ketetapan pemerintah:

  • UMKM: Rp 500.000 per kelas

  • Reguler: Rp 1.800.000 per kelas
    Biaya di luar jasa konsultan jika pemohon menggunakan pendamping profesional.

5. Bagaimana jika tidak punya waktu atau tidak paham proses daftar merek?

Pemohon dapat menggunakan jasa konsultan HKI profesional untuk memastikan pendaftaran berjalan lancar tanpa penolakan atau kesalahan teknis. PERMATAMAS dapat membantu mulai dari pengecekan merek, analisis kelas, pendaftaran, hingga sertifikat terbit.

Alasan Penolakan Merek HKI dan Cara Mengatasinya Agar Lolos

Alasan Penolakan Merek HKI dan Cara Mengatasinya Agar Lolos – Proses pendaftaran merek di Indonesia memang terlihat sederhana, tetapi pada kenyataannya banyak pemohon yang menerima surat penolakan dari DJKI karena berbagai faktor. Mulai dari kesamaan dengan merek lain, deskripsi merek yang tidak tepat, hingga penggunaan unsur yang tidak memenuhi syarat hukum.

Disini, akan membahas secara lengkap alasan penolakan merek, cara mengatasinya, serta strategi agar pengajuan merek Anda bisa lolos dan mendapatkan sertifikat.

Apa Itu Penolakan Merek HKI di DJKI?

Penolakan merek adalah keputusan resmi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) ketika merek yang diajukan dianggap tidak memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Penolakan ini bukan hanya terjadi pada merek-merek yang jelas mirip dengan merek terkenal, tetapi juga pada merek baru yang secara tidak sadar memiliki kemiripan unsur yang dapat membingungkan konsumen.

DJKI melakukan pemeriksaan substantif secara teliti mulai dari aspek visual, fonetik (pelafalan), konseptual (makna), hingga kelas barang/jasa yang diajukan. Jika terdapat kesamaan atau potensi tumpang tindih dengan merek yang sudah terdaftar, maka penolakan dapat terjadi.

👉 Kami bantu dari pengecekan, pendaftaran hingga sertifikat terbit.

Jenis–Jenis Penolakan Merek HKI yang Sering Terjadi

Tidak semua penolakan merek bersifat final. DJKI membagi penolakan menjadi beberapa kategori, yaitu:

1. Penolakan Substantif Sementara
Penolakan jenis ini biasanya diberikan ketika pemeriksa menemukan dugaan kemiripan dengan merek lain. Pemohon masih diberi kesempatan untuk melakukan keberatan secara resmi.

2. Penolakan Substantif Final
Penolakan final terjadi jika keberatan yang diajukan sebelumnya tidak diterima oleh pemeriksa. Pada tahap ini, pemohon dapat melanjutkan proses dengan mengajukan banding ke Komisi Banding Merek.

3. Penolakan Karena Administratif
Kesalahan pada dokumen, kesalahan pengisian data, atau ketidaksesuaian kelas merek juga dapat memicu penolakan.
Mengetahui jenis penolakan ini akan membantu Anda menentukan langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Alasan Umum Merek HKI Ditolak oleh DJKI

Berikut adalah alasan paling sering terjadi yang membuat merek gagal terdaftar:

1. Merek Mirip dengan Merek Terdaftar
Ini adalah penyebab utama penolakan. Kemiripan bisa terjadi pada:
• Bentuk tulisan
• Pelafalan
• Arti kata
• Warna atau gaya desain yang sangat menyerupai
• Unsur yang membingungkan konsumen
Contoh: PERMATAMAS vs PERMATA MAS dianggap mirip secara fonetik dan visual.

2. Mengandung Unsur yang Bersifat Deskriptif
Merek tidak boleh hanya menggambarkan jenis barang atau manfaat produk. Misalnya:
• “Manis”, “Enak”, “Wangi” untuk makanan
• “Putih”, “Bersih”, “Hero” untuk produk pembersih
Unsur deskriptif lemah dan tidak bisa dimonopoli.

3. Bertentangan dengan Moralitas atau Ketertiban Umum
Merek yang mengandung unsur SARA, kata kasar, pornografi, atau berpotensi menimbulkan gesekan sosial otomatis ditolak.

4. Mengandung Unsur Bendera, Lambang Negara, atau Organisasi Internasional Tanpa Izin
Contoh: Logo Garuda, Palang Merah, atau lambang PBB.

5. Merek Tidak Memiliki Daya Pembeda
Kata-kata umum seperti “TOP”, “BEST”, “BARU”, “SUPER” dinilai tidak punya kekuatan pembeda yang jelas.

6. Menggunakan Nama Orang Terkenal Tanpa Izin
Nama artis, tokoh publik, atau lembaga terkenal tidak boleh dipakai secara sembarangan.

7. Merek Menyerupai Merek Terkenal (Well-Known Mark)
Merek terkenal dilindungi meskipun tidak terdaftar di kelas yang sama.
Memahami alasan ini membantu Anda menghindari risiko penolakan sejak awal.

Cara Mengecek Penyebab Penolakan Merek HKI Anda

Bagi pemohon yang sudah menerima surat penolakan, langkah pertama adalah menganalisis alasan penolakannya. Berikut cara mengetahui penyebabnya:

1. Baca Surat Penolakan dari DJKI dengan Cermat
Di dalamnya tertulis dasar hukum dan pasal terkait alasan penolakan, seperti Pasal 20 atau Pasal 21 UU Merek.

2. Cek “Pembanding” yang Disebutkan
Biasanya DJKI mencantumkan merek pembanding yang dianggap mirip. Anda bisa mengeceknya di:
• PDKI: pdki-indonesia.dgip.go.id
• Data merek dagang milik kompetitor
• Database internasional (opsional)

3. Analisis Kesamaan Secara Visual, Fonetik, dan Konseptual
Misalnya:
• Visual: Logo, warna, bentuk huruf
• Fonetik: Cara pengucapan
• Konseptual: Makna atau kesan yang ditimbulkan

4. Periksa Kelas Barang/Jasa
Beberapa merek dapat mirip, tetapi tetap lolos jika berada di kelas berbeda dan tidak menimbulkan kebingungan.
Setelah mengetahui penyebabnya, Anda dapat menyiapkan argumen keberatan secara tepat.

 

Alasan Penolakan Merek HKI dan Cara Mengatasinya Agar Lolos
Alasan Penolakan Merek HKI dan Cara Mengatasinya Agar Lolos

Langkah-Langkah Mengatasi Penolakan Merek HKI Agar Bisa Lolos

Jika merek Anda ditolak, jangan panik. Penolakan masih bisa diperbaiki dengan langkah-langkah berikut:

1. Menyusun Surat Keberatan yang Kuat
Surat keberatan harus disusun dengan argumentasi hukum yang jelas. Isi surat biasanya mencakup:
• Penjelasan bahwa merek Anda memiliki perbedaan visual yang signifikan
• Penjelasan mengenai segmentasi pasar
• Perbedaan fonetik yang kuat
• Analisis bahwa konsumen tidak akan tertipu
• Dukungan bukti seperti desain ulang logo atau pernyataan penggunaan

2. Menyertakan Bukti Pemakaian Merek
Jika merek Anda sudah dipakai di pasaran, bukti pemakaian bisa memperkuat posisi Anda:
• Foto kemasan
• Nota penjualan
• Iklan digital atau media sosial
• Surat keterangan dari mitra usaha

3. Rebranding Parsial (Opsional)
Jika kemiripan sangat tinggi, Anda bisa memperbaiki unsur tertentu tanpa mengubah keseluruhan identitas merek. Misalnya:
• Menambah elemen unik
• Mempertegas font atau warna
• Menambahkan tagline pembeda

4. Mengajukan Banding ke Komisi Banding Merek
Jika keberatan ditolak, Anda masih bisa melakukan banding. Banding memiliki dasar hukum lebih kuat karena diputuskan oleh panel ahli.

5. Menggunakan Jasa Konsultan HKI Profesional
Konsultan berpengalaman dapat menyusun keberatan secara legal formal dengan argumen yang tepat sesuai praktik pemeriksaan DJKI.
Dengan strategi yang tepat, banyak merek yang awalnya ditolak akhirnya berhasil terdaftar.

Tips Agar Pengajuan Merek HKI Tidak Ditolak di Masa Pemeriksaan

Supaya merek Anda aman dari risiko penolakan, lakukan langkah-langkah berikut sejak awal:

1. Lakukan Pengecekan Ketersediaan Secara Menyeluruh
Gunakan:
• Pencarian umum di Google
• Pencarian di marketplace
• Pengecekan detail di PDKI
• Analisis merek mirip, bukan hanya merek identik
Kesalahan banyak pemohon adalah hanya mencari nama yang sama, padahal DJKI menilai juga merek yang mirip.

2. Pilih Nama yang Memiliki Daya Pembeda Tinggi
Nama unik jauh lebih mudah lolos pemeriksaan. Sebaiknya hindari:
• Kata sifat umum
• Nama generik
• Nama yang menjelaskan fungsi produk
Lebih bagus menggunakan kombinasi huruf, istilah asing, atau nama gabungan.

3. Buat Deskripsi Barang/Jasa dengan Tepat
Jangan hanya mengisi secara asal. Salah memilih kelas dapat membuat merek ditolak atau tidak terlindungi secara maksimal.

4. Hindari Unsur-Unsur Terlarang
Jangan memakai kata yang bersinggungan dengan:
• Lambang negara
• Nama tokoh publik
• Organisasi internasional
• Unsur agama
• Kata-kata sensitif

5. Perhatikan Desain Logo
Logo yang unik dan memiliki elemen pembeda akan memperkuat perlindungan merek Anda.

6. Simpan Bukti Pemakaian Merek Sejak Awal
Ini penting jika suatu hari Anda harus mengajukan keberatan.

7. Gunakan Bantuan Profesional Jika Anda Ingin Aman
Pengajuan merek tanpa konsultasi sering berisiko karena banyak unsur yang tidak disadari pemohon.

Kapan dan Bagaimana Mengajukan Keberatan Terhadap Penolakan Merek HKI

Setelah menerima Surat Penolakan, Anda harus bertindak cepat. Berikut mekanismenya:

1. Tenggat Waktu Pengajuan Keberatan
Keberatan harus diajukan maksimal 30 hari sejak tanggal penolakan diterbitkan. Lebih dari itu, sistem akan menutup akses.

2. Dokumen yang Harus Disiapkan
• Surat keberatan lengkap
• Analisis pembanding
• Bukti pemakaian
• Desain logo yang diperbaiki (jika ada)
• Surat kuasa (jika menggunakan konsultan)

3. Tempat Mengajukan Keberatan
Keberatan diajukan melalui:
• Akun DJKI Anda di aplikasi Merek
• Menu “Keberatan Penolakan”

4. Proses Setelah Keberatan Diajukan
• Pemeriksa akan meninjau ulang argumen Anda
• Anda akan menerima pemberitahuan diterima atau ditolak
• Jika ditolak, Anda dapat mengajukan Banding
• Jika diterima, merek langsung lanjut ke Pengumuman dan proses hingga sertifikat terbit

Keberatan bukan sekadar menjawab penolakan. Anda harus bisa membuktikan bahwa merek Anda layak mendapatkan perlindungan.

Jasa Pendaftaran Merek HKI yang Profesional dan Terpercaya

Mengurus pendaftaran merek hingga mengatasi penolakan sering membutuhkan pemahaman hukum dan strategi analisis yang kuat. Kesalahan sedikit saja dapat membuat merek Anda hilang kesempatan untuk mendapatkan perlindungan.

Di sinilah peran jasa profesional menjadi penting.
Konsultan yang berpengalaman akan membantu Anda:
• Melakukan pengecekan lengkap kemiripan merek
• Menganalisis risiko penolakan
• Menentukan kelas yang tepat
• Menyusun dokumen pengajuan
• Membuat surat keberatan yang kuat ketika terjadi penolakan
• Mendampingi proses hingga sertifikat merek terbit
PERMATAMAS Indonesia menjadi pilihan tepat bagi pemilik usaha karena memiliki tim hukum, tim pengalaman dalam bidang Merek HKI menangani berbagai kasus penolakan.

Jika Anda ingin memastikan merek usaha Anda aman dan terlindungi, menggunakan jasa profesional adalah langkah cerdas dan efisien.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ 

1. Apa penyebab utama merek ditolak DJKI?

Penyebab utamanya adalah kemiripan dengan merek lain, baik secara visual, fonetik, maupun makna. DJKI menilai apakah kemiripan dapat membingungkan konsumen.

2. Apakah merek yang deskriptif bisa ditolak?

Ya. Merek yang hanya menggambarkan fungsi, sifat, atau manfaat produk biasanya ditolak karena tidak memiliki daya pembeda.

3. Berapa lama proses penolakan merek diterbitkan?

Proses penolakan biasanya muncul pada pemeriksaan substantif yang berlangsung sekitar 6–9 bulan setelah pendaftaran diajukan.

4. Bagaimana cara mengatasi penolakan merek?

Anda bisa mengajukan surat keberatan dengan argumen hukum yang kuat dan dilampirkan bukti pendukung seperti desain logo atau bukti pemakaian.

5. Apakah keberatan merek selalu diterima?

Tidak selalu. Keberhasilan bergantung pada kekuatan argumen, bukti pembeda, serta analisis terhadap merek pembanding.

6. Apakah bisa mengajukan banding jika keberatan ditolak?

Ya. Anda dapat mengajukan banding ke Komisi Banding Merek untuk peninjauan lebih lanjut.

7. Berapa biaya pendaftaran merek resmi dari pemerintah?

UMK: Rp500.000 per kelas.
Non-UMK: Rp1.800.000 per kelas.
Biaya belum termasuk jasa konsultan.

8. Apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk keberatan merek?

Surat keberatan, bukti pemakaian, analisis pembanding, desain logo, dan surat kuasa jika menggunakan konsultan.

9. Apakah saya bisa memperbaiki logo untuk mengurangi risiko ditolak?

Bisa. Rebranding parsial seperti modifikasi elemen visual dapat membantu membedakan merek Anda dari merek pembanding.

10. Apakah menggunakan jasa merek penting?

Sangat penting bagi pemilik usaha yang ingin aman dari penolakan. Jasa  membantu analisis, penyusunan keberatan, dan pendampingan proses hingga sertifikat terbit.

Tahapan Pendaftaran Merek HAKI Tebaru

Tahapan Pendaftaran Merek HAKI Terbaru – Mendaftarkan merek merupakan langkah penting untuk melindungi identitas bisnis dan memastikan produk atau jasa Anda memiliki perlindungan hukum. Untuk mendaftarkan merek di Indonesia, permohonan dilakukan lewat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Proses ini terlihat sederhana, namun membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang tepat agar tidak terjadi penolakan atau revisi berulang.
Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan lengkap mengenai tahapan pendaftaran merek HKI mulai dari persiapan dokumen hingga diterbitkannya sertifikat.

Persiapan Sebelum Mengajukan Permohonan

Tahapan pertama yang harus dilakukan sebelum mendaftarkan merek adalah melakukan persiapan administratif. Persiapan ini bertujuan memastikan bahwa seluruh dokumen yang dibutuhkan lengkap dan sesuai ketentuan DJKI sehingga proses dapat berjalan lancar.

• Pemeriksaan Ketersediaan Merek

Sebelum mengajukan pendaftaran, sangat penting untuk melakukan pengecekan ketersediaan atau clearance search. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa merek Anda:
• Tidak memiliki kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar
• Tidak sedang dalam proses permohonan oleh pihak lain
• Tidak termasuk kategori yang dilarang oleh undang-undang
Pemeriksaan sederhana dapat dilakukan melalui fitur pencarian di situs resmi DJKI atau platform lain yang menyediakan layanan pengecekan merek. Apabila terdapat kesamaan, kemungkinan besar permohonan akan ditolak pada pemeriksaan substantif.

• Menyiapkan Dokumen Persyaratan

Secara umum, dokumen yang wajib dipersiapkan meliputi:
• Nama merek dan/atau logo
• KTP dan NPWP pemohon atau penanggung jawab
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Contoh etiket merek
• Daftar barang atau jasa yang akan dilindungi
• Bukti pembayaran biaya pendaftaran
Dokumen harus disiapkan dalam format digital yang sesuai agar dapat diunggah tanpa kendala.

• Menentukan Kelas Merek

Salah satu poin paling penting adalah menentukan kelas merek berdasarkan klasifikasi Nice (Nice Classification) yang terdiri dari 45 kelas:
• Kelas 1–34 untuk barang
• Kelas 35–45 untuk jasa
Pemilihan kelas harus dilakukan secara tepat karena kesalahan akan memengaruhi perlindungan hukum dan mungkin membutuhkan pendaftaran ulang.

 

Tahapan Pendaftaran Merek HAKI Tebaru
Tahapan Pendaftaran Merek HAKI Tebaru

Berikut Tahapan Pendaftaran Merek HAKI Tebaru

Setelah seluruh dokumen siap, tahap selanjutnya adalah melakukan pendaftaran secara online melalui sistem resmi DJKI. Proses online ini diberlakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

• Membuat Akun di Sistem DJKI

Langkah awal adalah membuat akun di situs resmi DJKI melalui:
👉 https://merek.dgip.go.id atau sistem pendukung seperti InfinID.
Setelah akun dibuat, lakukan verifikasi email agar akses dapat digunakan sepenuhnya.

• Mengisi Informasi Permohonan

Setelah masuk, pilih “Permohonan Baru” dan isi data berikut:
• Data pemohon
• Data kuasa (jika menggunakan konsultan HKI)
• Informasi merek (nama, logo, warna)
• Kelas barang/jasa
• Deskripsi barang/jasa
• Informasi hak prioritas (jika ada)
Pastikan seluruh informasi diisi dengan benar karena kesalahan dapat menyebabkan permohonan tertunda atau bahkan ditolak.

Proses Pembayaran Pendaftaran Merek

Pembayaran merupakan tahapan wajib yang menentukan apakah permohonan dapat diproses lebih lanjut atau tidak.

• Membuat Kode Billing

Kode billing pendaftaran merek dapat dibuat melalui sistem permohonan DJKI atau melalui situs resmi pembayaran:
👉 https://simpaki.dgip.go.id
Kode billing bersifat unik dan berlaku dalam jangka waktu tertentu.

• Melakukan Pembayaran

Pembayaran dilakukan melalui:
• ATM
• Mobile banking
• Internet banking
• Teller bank
Pastikan nominal yang dibayar sesuai dengan yang tercantum di kode billing.

• Besaran Biaya Resmi Pendaftaran Merek

Berdasarkan Peraturan Pemerintah terbaru, biaya PNBP yang berlaku adalah:
• Rp1.800.000 / kelas untuk kategori umum
• Rp500.000 / kelas untuk UMK yang dibuktikan dengan surat keterangan UMK
Setelah pembayaran berhasil, sistem akan memverifikasi secara otomatis dan Anda dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

Verifikasi dan Unggah Dokumen Persyaratan

Pada tahap ini, Anda perlu memastikan semua dokumen pendukung telah diunggah sesuai ketentuan.

• Unggah Dokumen yang Diminta

Dokumen yang perlu diunggah biasanya berupa:
• Etiket merek
• Surat pernyataan kepemilikan
• Identitas pemohon
• Bukti pembayaran
• Dokumen pendukung lainnya sesuai kebutuhan
Format dan ukuran file harus mengikuti ketentuan agar tidak terjadi error saat pengunggahan.

• Pemeriksaan Ulang Data Permohonan

Sebelum klik “Selesai” atau “Kirim”, pastikan Anda memeriksa kembali:
• Kelas barang/jasa
• Ejaan nama merek
• File dokumen
• Keterangan yang dimasukkan
Kesalahan kecil dapat berdampak besar dan menyebabkan revisi.

• Mengunduh Tanda Terima

Setelah permohonan dikirim, sistem akan menerbitkan tanda terima elektronik. Simpan tanda terima tersebut sebagai bukti sah bahwa permohonan Anda telah masuk ke sistem DJKI.

Pemeriksaan oleh DJKI dan Penerbitan Sertifikat

Inilah tahapan yang menentukan apakah merek Anda akan disetujui atau tidak.

• Pemeriksaan Formalitas (Maksimal 30 Hari)

Pada tahap ini, DJKI memeriksa:
• Kelengkapan dokumen
• Validitas data
• Kebenaran pembayaran
Jika ada kekurangan, pemohon akan diminta melakukan perbaikan.

• Masa Pengumuman Publik (2 Bulan)

Merek akan diumumkan selama dua bulan agar masyarakat dapat memberikan keberatan bila merasa ada kemiripan.
Jika tidak ada keberatan, proses akan lanjut ke tahap berikutnya.

• Pemeriksaan Substantif

DJKI melakukan pemeriksaan lebih dalam untuk melihat:
• Tingkat keunikan merek
• Potensi kemiripan dengan merek lain
• Kepatuhan terhadap UU Merek
Proses substantif dapat berlangsung beberapa bulan.

• Terbitnya Sertifikat Merek

Jika permohonan disetujui dan tidak ada kendala, sertifikat merek resmi akan diterbitkan secara digital dan dapat diunduh langsung melalui akun DJKI.
Sertifikat ini berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Terpercaya

Apabila Anda membutuhkan bantuan untuk mengurus pendaftaran merek tanpa kesalahan, cepat, dan sesuai prosedur, PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Pendaftaran Merek HKI dengan proses mudah, pendampingan lengkap, dan biaya transparan.

Kami didukung tim berpengalaman dan telah menangani ratusan permohonan dari berbagai sektor bisnis di seluruh Indonesia. Dengan dukungan konsultan profesional, proses Anda menjadi lebih cepat dan minim risiko penolakan.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ – Tahapan Pendaftaran Merek HKI

1. Berapa lama proses pendaftaran merek HKI?

Proses pendaftaran merek biasanya berlangsung antara 8–12 bulan, tergantung apakah terdapat keberatan dari pihak ketiga atau revisi dokumen. Lama proses terdiri dari pemeriksaan formalitas, masa pengumuman 2 bulan, pemeriksaan substantif, hingga penerbitan sertifikat.

2. Apa yang menyebabkan pendaftaran merek ditolak?

Penolakan terjadi jika merek mirip dengan merek terdaftar, mengandung unsur yang dilarang oleh undang-undang, deskripsi tidak jelas, atau pemilihan kelas tidak sesuai.

3. Apakah UMK mendapat biaya pendaftaran yang lebih murah?

Ya, UMK mendapatkan biaya lebih murah yaitu Rp500.000 per kelas, dengan syarat melampirkan Surat Keterangan UMK dan Surat Pernyataan UMK bermaterai.

4. Apakah pendaftaran merek bisa dilakukan secara online?

Bisa. Pendaftaran dilakukan melalui merek.dgip.go.id, mulai dari pembuatan akun, pengisian data, pembayaran kode billing, hingga mengunggah dokumen.

5. Apakah perlu melakukan pengecekan merek sebelum daftar?

Sangat perlu. Clearance search dilakukan untuk memastikan tidak ada merek yang sama atau mirip, agar peluang persetujuan lebih tinggi.

6. Apakah menggunakan konsultan HKI lebih aman?

Ya. Konsultan HKI membantu memilih kelas yang tepat, menyiapkan dokumen, menghindari kesalahan yang menyebabkan revisi, hingga memastikan proses berjalan sesuai aturan.

7. Apa yang harus disiapkan untuk daftar merek?

Pemohon perlu menyiapkan KTP/NPWP, nama atau logo merek, etiket, daftar kelas, surat pernyataan kepemilikan, dan bukti pembayaran.

8. Berapa lama sertifikat merek berlaku?

Sertifikat merek berlaku 10 tahun sejak tanggal pengajuan dan dapat diperpanjang tanpa batas selama masih digunakan.

9. Jika ada keberatan dari pihak lain, apa yang harus dilakukan?

Pemohon dapat memberikan tanggapan tertulis selama masa pengumuman. DJKI akan mempertimbangkannya sebelum memutuskan kelanjutan permohonan.

10. Apakah Permatamas bisa membantu pendaftaran merek?

Ya. PERMATAMAS menyediakan Jasa Pendaftaran Merek HKI Terpercaya, dengan pendampingan penuh, analisis ketersediaan merek, proses cepat, dan minim risiko penolakan.

Tahapan Pendaftaran Merek HKI

Tahapan Pendaftaran Merek HKI – Proses pendaftaran merek HKI adalah langkah fundamental bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi identitas bisnisnya secara hukum. Merek bukan hanya sekadar nama atau logo, tetapi merupakan aset penting yang menentukan nilai dan kredibilitas sebuah usaha di mata konsumen.

Karena itu, memahami setiap tahapan pendaftaran menjadi kunci untuk memastikan perlindungan hukum berjalan maksimal—terutama bagi pelaku usaha yang sedang mengurus struktur badan usaha maupun Jasa Pendirian PT sebagai fondasi legal bisnis mereka.

Banyak pemilik usaha yang belum memahami bahwa pendaftaran merek tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah prosedur yang telah ditetapkan oleh DJKI untuk memastikan bahwa merek yang didaftarkan benar-benar layak, tidak meniru, dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Proses ini mencakup pencarian awal, pengajuan permohonan, pemeriksaan formalitas, pemeriksaan substantif, hingga pengumuman terbuka.

Beberapa tahapan yang harus diketahui sebelum mendaftarkan merek meliputi:
• Melakukan pencarian merek untuk menghindari duplikasi
• Menyiapkan dokumen administrasi dan identitas pemohon
• Mengajukan permohonan resmi secara online melalui DJKI

Dengan memahami tahapan-tahapan tersebut, pelaku usaha dapat memastikan bahwa proses pendaftaran merek berjalan lebih cepat dan minim kendala. Proses yang tepat akan membantu merek mendapatkan perlindungan hukum selama 10 tahun dan bisa diperpanjang kembali. Tanpa perlindungan ini, risiko pembajakan merek, klaim pihak lain, dan hilangnya nilai usaha bisa semakin tinggi.

| baca juga : Penyebab Merek HKI Ditolak

Apa Itu Pendaftaran Merek HKI?

Pendaftaran merek HKI adalah proses resmi untuk memberikan perlindungan hukum terhadap sebuah nama, logo, simbol, desain, atau kombinasi dari semuanya yang digunakan dalam kegiatan perdagangan. Di Indonesia, pendaftaran dilakukan melalui DJKI di bawah Kementerian Hukum dan HAM.

Proses ini memastikan bahwa tidak ada pihak lain yang dapat menggunakan atau mengklaim identitas bisnis tersebut. Hal ini sangat penting terutama bagi industri yang memiliki persaingan tinggi, seperti kecantikan, di mana banyak pelaku usaha membutuhkan pendampingan Jasa Izin Kosmetik.

Pendaftaran merek bukan hanya prosedur administratif, tetapi sebuah mekanisme hukum untuk menjaga reputasi dan nilai komersial sebuah usaha. Merek yang terdaftar memberikan hak eksklusif bagi pemiliknya untuk menggunakan dan mengelola merek tersebut secara penuh. Ini termasuk hak untuk melarang pihak lain menggunakan merek yang identik atau mirip pada produk sejenis. Dengan demikian, pendaftaran menjadi benteng utama dalam menjaga keberlangsungan brand di tengah kompetisi pasar.

Lebih jauh lagi, pendaftaran merek memberikan nilai tambah yang besar bagi bisnis. Produk atau jasa yang memiliki merek terdaftar memiliki tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi karena dianggap profesional dan serius dalam menjalankan usaha. Perlindungan hukum ini dapat menjadi aset penting dalam proses ekspansi, kerja sama bisnis, hingga kebutuhan investor. Pelaku usaha yang tidak mendaftarkan mereknya berpotensi kehilangan hak atas nama yang telah mereka bangun dengan susah payah.

| baca juga : Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Pentingnya Mendaftarkan Merek HKI untuk Perlindungan Usaha

Mendaftarkan merek adalah langkah strategis untuk melindungi identitas dan investasi bisnis dalam jangka panjang. Dengan merek yang terdaftar, pemilik usaha memiliki hak eksklusif untuk menggunakan brand tersebut dalam kegiatan perdagangan. Hal ini menghindarkan dari risiko peniruan yang semakin marak di berbagai sektor, misalnya pada industri herbal yang sering memanfaatkan Jasa Izin Herbal untuk memastikan legalitas produknya.

Tanpa perlindungan hukum, merek dapat diklaim oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Dari sisi keamanan bisnis, pendaftaran merek juga menjadi bukti legal yang kuat apabila terjadi sengketa. Sertifikat merek dapat digunakan sebagai dasar hukum untuk menuntut pihak yang membajak atau menggunakan nama yang mirip.

Selain itu, kepemilikan merek yang sah dapat mencegah larangan penggunaan merek di kemudian hari akibat klaim dari pihak lain yang lebih dulu mendaftarkannya. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa usaha yang telah berkembang justru kehilangan mereknya karena tidak mengurus pendaftaran sejak awal.

Keuntungan lain dari pendaftaran merek adalah meningkatnya nilai komersial usaha. Merek yang terdaftar dapat dijadikan aset untuk lisensi, waralaba, atau investasi. Konsumen pun lebih percaya pada produk dengan identitas hukum yang jelas. Dengan demikian, pendaftaran merek bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang. Mengabaikan hal ini sama saja membiarkan risiko besar mengancam kelangsungan usaha.

| baca juga : Mengapa Merek HKI Perlu Dilindungi

Syarat Administratif Sebelum Mengajukan Pendaftaran Merek HKI

Sebelum mengajukan pendaftaran merek ke DJKI, pelaku usaha perlu memahami syarat administratif yang harus dipenuhi. Persiapan yang matang akan mempercepat proses pengajuan dan meminimalkan risiko penolakan. Banyak pelaku usaha yang mengurus berbagai legalitas sekaligus, seperti Jasa Izin Kosmetik, sehingga memahami persyaratan administrasi menjadi langkah penting.

Dokumen dan data yang disiapkan harus sesuai standar agar dapat diterima tanpa revisi.
Pada tahap awal, pemohon harus memastikan bahwa identitas pribadi atau badan usaha telah lengkap. Selain itu, merek yang akan didaftarkan tidak boleh meniru atau menyerupai merek pihak lain yang sudah terdaftar sebelumnya. Untuk memudahkan, DJKI menyediakan fasilitas pencarian merek sebagai pengecekan awal.

Beberapa syarat administratif yang wajib disiapkan meliputi:

• Identitas pemohon: KTP, NPWP, atau akta badan usaha
• Label merek dalam bentuk visual
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Kelas barang/jasa sesuai klasifikasi NICE

Dengan menyiapkan seluruh persyaratan tersebut, proses pengajuan akan berjalan lebih lancar. Dokumen yang lengkap mempercepat pemeriksaan formalitas dan mencegah penolakan oleh DJKI. Persiapan administratif yang baik adalah pondasi utama untuk memastikan keberhasilan pendaftaran merek.

| baca juga : Apa Itu Kelas Merek HKI

Cara Melakukan Pencarian Merek (Search) di DJKI

Melakukan pencarian merek atau search di DJKI adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum Anda mengajukan permohonan resmi. Proses ini bertujuan memastikan bahwa merek yang ingin didaftarkan belum digunakan atau diajukan oleh pihak lain. Banyak pelaku usaha yang tidak menyadari bahwa kekeliruan pada tahap ini dapat berujung pada penolakan permohonan.

Karena itu, proses pencarian harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari, terutama jika Anda juga mengurus izin yang bersinggungan dengan regulasi seperti Jasa Izin BPOM Makanan. Untuk membantu pemohon, DJKI menyediakan fitur pencarian resmi yang dapat diakses secara gratis melalui situs resminya. Fitur ini memungkinkan Anda melihat apakah terdapat kemiripan atau persamaan pada merek yang sudah didaftarkan sebelumnya.

Saat melakukan pencarian, pastikan Anda memeriksa beberapa variabel penting seperti ejaan, logo, kelas barang/jasa, dan bahkan unsur warna. Hal ini penting karena DJKI menilai kemiripan tidak hanya berdasarkan tulisan, tetapi juga keseluruhan identitas merek.

Di tahap ini, Anda juga bisa memperhatikan beberapa daftar pengecekan berikut:

• Pastikan tidak ada merek dengan nama yang sama
• Cek kemiripan logo atau elemen visual
• Pastikan kelas (Nice Classification) tidak tumpang tindih
• Telusuri merek yang mirip fonetik

Jika hasil pencarian menunjukkan bahwa tidak ada merek yang serupa, Anda dapat melanjutkan ke tahap pengajuan dengan lebih percaya diri. Namun, jika ditemukan kemiripan, sebaiknya lakukan modifikasi sebelum mendaftar. Kesalahan pada tahap awal akan berdampak besar selama proses pemeriksaan formalitas maupun substantif. Dengan mengikuti langkah pencarian ini secara menyeluruh, Anda akan lebih siap menghindari kemungkinan penolakan dan memperkuat peluang merek Anda diterima secara resmi.

| baca juga : Cara Cek Merek HKI yang Sudah Terdaftar di DJKI

Proses Pengajuan Permohonan Pendaftaran Merek HKI Secara Online

Pengajuan permohonan pendaftaran merek kini semakin mudah berkat sistem digital DJKI yang memungkinkan seluruh proses dilakukan secara online. Dengan adanya platform ini, pelaku usaha dari berbagai daerah dapat mengajukan permohonan tanpa harus datang ke kantor DJKI. Langkah awal yang harus dilakukan pemohon adalah membuat akun resmi di portal DJKI.

Setelah akun aktif, Anda dapat mengisi detail permohonan mulai dari identitas pemohon, contoh merek, hingga kelas barang atau jasa yang ingin dilindungi. Proses pengunggahan dokumen kini jauh lebih praktis sehingga memudahkan para pelaku usaha, termasuk yang berkaitan dengan layanan seperti Jasa Alat Kesehatan.

Agar proses pengajuan berjalan lancar, pastikan seluruh data dan dokumen telah sesuai persyaratan. Pada saat melakukan pendaftaran, ada beberapa komponen penting yang harus diperhatikan, seperti:
• Dokumen identitas pemohon
• Contoh merek (logo/tulisan)
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Bukti pembayaran PNBP

Dengan mengikuti seluruh prosedur tersebut, permohonan Anda akan masuk ke sistem DJKI dan siap memasuki tahap pemeriksaan formalitas. Kemudahan yang ditawarkan sistem online ini mempercepat proses pendaftaran merek sehingga lebih efisien bagi pelaku usaha modern.

| baca juga : 7 Alasan Merek Ditolak DJKI

Tahapan Pendaftaran Merek HKI
Tahapan Pendaftaran Merek HKI

Tahap Pemeriksaan Formalitas dalam Pendaftaran Merek

Tahap pemeriksaan formalitas adalah proses awal setelah permohonan dikirimkan ke DJKI. Pada tahap ini, petugas akan mengecek kelengkapan dokumen dan kesesuaian data yang diajukan. Pemeriksaan formalitas tidak menilai substansi merek, tetapi memastikan bahwa permohonan sudah memenuhi persyaratan administratif.

Proses ini sangat penting karena permohonan yang tidak lengkap atau tidak sesuai dapat langsung ditolak sebelum memasuki pemeriksaan substantif. Tahap ini sering disepelekan oleh pemohon, padahal kelalaian kecil seperti salah unggah dokumen dapat menyebabkan penundaan. Layanan seperti Jasa Sertifikasi Halal pun sering melalui prosedur administratif serupa.

Ada beberapa aspek yang diperiksa pada tahap formalitas, seperti:
• Identitas pemohon
• Kelengkapan dokumen
• Kesesuaian kelas

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, permohonan akan diteruskan ke tahap berikutnya yaitu pemeriksaan substantif. Dengan memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sejak awal, proses pendaftaran akan berjalan lebih cepat dan tanpa hambatan.

| baca juga : UMKM Wajib Tahu! Pentingnya Jasa Daftar Merek Untuk Perlindungan Usaha

Tahap Pemeriksaan Substantif Merek

Tahap pemeriksaan substantif merupakan tahap paling krusial dalam proses pendaftaran merek. Pada tahap ini, DJKI akan menilai apakah merek yang diajukan memenuhi unsur orisinalitas, tidak meniru merek terdaftar, dan tidak melanggar ketentuan hukum. Pemeriksaan substantif dilakukan secara menyeluruh mulai dari aspek visual, fonetik, konsep, hingga kesamaan kelas. Jika ditemukan kemiripan dengan merek lain, permohonan dapat ditolak.

Proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa merek benar-benar memiliki identitas unik. Banyak pelaku usaha yang berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli atau layanan seperti Jasa Hak Cipta DJKI untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Dalam pemeriksaan substantif, terdapat beberapa poin yang menjadi fokus utama DJKI, seperti:

1. Kemiripan tulisan atau bunyi
2. Kemiripan logo atau elemen visual
3. Kesesuaian dengan ketentuan perundang-undangan

Tahap ini membutuhkan waktu cukup panjang karena pemeriksa harus memastikan seluruh aspek sesuai dengan aturan HKI. Permohonan yang lolos pemeriksaan substantif akan melanjutkan proses hingga tahap pengumuman. Jika pada tahap ini tidak ada keberatan dari pihak lain, maka merek dapat melanjutkan ke proses penerbitan sertifikat.

Pada akhirnya, ketelitian dalam proses pemeriksaan substantif sangat menentukan apakah merek akan diterima atau tidak. Dengan memahami proses ini, pelaku usaha dapat mempersiapkan merek dengan lebih matang dan meningkatkan peluang diterima oleh DJKI.

| baca juga : Apa Itu Perpanjang Merek HKI

Pengumuman Merek dalam Berita Resmi HKI

Pengumuman merek dalam Berita Resmi HKI adalah tahap publikasi yang dilakukan setelah permohonan lolos pemeriksaan substantif awal. Pada tahap ini, DJKI akan menampilkan informasi mengenai merek yang diajukan agar publik dapat melihat dan memberikan tanggapan apabila merasa keberatan.

Masa pengumuman biasanya berlangsung beberapa bulan, dan selama periode tersebut, pemilik merek harus siap menghadapi potensi sanggahan. Tahap ini menjadi momen penting karena membuka ruang transparansi untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap merek yang sudah terdaftar sebelumnya maupun yang sedang dalam proses.

Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan layanan seperti Jasa Izin Halal untuk memastikan brand mereka memiliki fondasi legal yang kuat sejak awal. Di dalam masa pengumuman, pihak ketiga dapat memantau, mengawasi, dan menilai apakah merek tersebut berpotensi menimbulkan persamaan atau konflik dengan merek mereka. Pengumuman ini dilakukan secara terbuka untuk menjaga integritas dan keadilan dalam proses pendaftaran merek.

Agar pemohon memahami fokus yang harus diperhatikan, berikut beberapa poin penting dalam tahap pengumuman:

• Informasi merek yang dipublikasikan harus sesuai dengan permohonan yang diajukan
• Masa pengumuman memberi kesempatan bagi pihak lain untuk mengajukan keberatan
• Pemohon wajib memantau perkembangan secara berkala
• Pengumuman menjadi dasar sebelum proses penerbitan sertifikat

Setelah masa pengumuman selesai dan tidak ada keberatan, permohonan merek dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Namun, apabila ada sanggahan dari pihak ketiga, pemohon harus menyiapkan argumen yang kuat untuk mempertahankan mereknya. Oleh sebab itu, pemantauan aktif dan konsultasi yang tepat sangat diperlukan agar merek dapat melanjutkan proses tanpa hambatan. Tahap ini menegaskan pentingnya strategi dan persiapan matang sebelum merek diumumkan secara publik.

| baca juga : Apa Itu Pengalihan Merek

Proses Keberatan dan Sanggahan dari Pihak Ketiga

Proses keberatan atau sanggahan merupakan bagian penting dalam prosedur pendaftaran merek yang berfungsi menjaga keadilan dan menghindari konflik antar pemilik merek. Ketika permohonan memasuki masa pengumuman, pihak ketiga memiliki hak untuk mengajukan keberatan jika merasa bahwa merek yang diumumkan memiliki persamaan atau berpotensi menimbulkan kebingungan dengan merek mereka.

Proses ini dilakukan dengan mengajukan dokumen resmi ke DJKI beserta bukti yang menguatkan keberatan tersebut. Banyak pemilik usaha yang menggunakan layanan seperti Jasa Pendaftaran Merek agar argumen yang disampaikan kuat dan memenuhi standar hukum. Keberatan dapat diajukan dengan alasan yang beragam, mulai dari kemiripan fonetik, persamaan visual, hingga penggunaan kelas yang sama.

Ketika keberatan diterima oleh DJKI, pemohon akan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan resmi. Dalam tahap ini, bukti-bukti seperti desain asli, konsep, sejarah penggunaan merek, dan dokumen legal lainnya harus dipersiapkan secara detail.

Untuk memudahkan pemohon memahami aspek yang perlu diperhatikan, berikut beberapa poin penting dalam proses keberatan:

• Keberatan diajukan secara tertulis dengan alasan yang jelas
• DJKI memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk menyampaikan argumen
• Bukti yang kuat sangat berpengaruh dalam hasil keputusan
• Tanggapan pemohon harus diberikan dalam batas waktu yang ditentukan

Setelah kedua pihak menyampaikan argumen, DJKI akan menilai dan mengambil keputusan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Keputusan dapat berupa penolakan keberatan atau penolakan permohonan merek. Oleh karena itu, proses ini membutuhkan persiapan yang matang dan pemahaman menyeluruh tentang peraturan HKI. Pelaku usaha yang ingin memperkuat posisi mereknya biasanya memilih pendampingan profesional untuk memastikan keberhasilan dalam menghadapi sanggahan.

| baca juga : Cegah Duplikasi Merek dengan Bantuan Jasa Merek HKI

Jasa Pendaftaran Merek HKI Profesional

Mengurus pendaftaran merek membutuhkan ketelitian, strategi, dan pemahaman hukum yang memadai. Banyak pelaku usaha yang akhirnya memilih menggunakan layanan profesional untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa kesalahan administratif maupun substantif.

Jasa profesional pendaftaran merek membantu mulai dari pengecekan awal, penyusunan dokumen, pengajuan online, hingga pendampingan jika terjadi keberatan dari pihak ketiga. Dengan adanya dukungan tenaga ahli, pemohon dapat fokus pada pengembangan bisnis tanpa harus repot memahami semua prosedur teknis.

Beberapa keuntungan menggunakan layanan profesional meliputi:

• Pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit
• Analisis risiko dan pengecekan kemiripan merek
• Pengurusan dokumen dan pendaftaran dengan benar
• Konsultasi hukum dan strategi merek

Jika Anda ingin mengurus pendaftaran merek dengan aman, cepat, dan profesional, PERMATAMAS siap membantu. Segera amankan identitas bisnis Anda dan daftarkan merek Anda bersama tim ahli kami. Jangan menunda—urus pendaftaran merek Anda sekarang di PERMATAMAS untuk melindungi usaha Anda secara resmi dan berkelanjutan.

| baca juga : Merek Siap Bersaing Di Pasar Global Dengan Bantuan Jasa Merek HKI

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ Pendaftaran Merek HKI

1. Apa itu pendaftaran merek HKI?
Pendaftaran merek HKI adalah proses legal untuk melindungi identitas merek sebuah produk atau jasa agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Setelah terdaftar, pemilik merek mendapatkan hak eksklusif secara hukum.

2. Berapa lama proses pendaftaran merek di DJKI?
Rata-rata prosesnya berlangsung 12–18 bulan, tergantung kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan substantif, serta apakah ada keberatan dari pihak ketiga.

3. Apakah pendaftaran merek bisa ditolak?
Ya. Penolakan terjadi jika merek terlalu mirip dengan merek sebelumnya, deskriptif, menyinggung, atau tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Merek.

4. Apakah pencarian merek (search) wajib dilakukan?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk memastikan merek tidak mempunyai persamaan dengan merek lain yang sudah terdaftar sehingga mengurangi risiko penolakan.

5. Apakah merek harus diajukan oleh pemilik usaha?
Tidak harus. Merek dapat diajukan oleh individu, kuasa hukum, atau konsultan HKI resmi yang ditunjuk secara sah.

6. Apa manfaat utama memiliki merek terdaftar?
Merek terdaftar melindungi dari penjiplakan, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memberikan kekuatan hukum jika terjadi sengketa merek.

7. Apakah merek yang sudah digunakan bertahun-tahun otomatis terdaftar?
Tidak. Penggunaan lama tidak menjamin perlindungan hukum. Anda tetap harus mengajukan pendaftaran ke DJKI untuk mendapatkan status “terdaftar”.

8. Berapa biaya pendaftaran merek di Indonesia?
Biaya resmi berbeda untuk UMK dan Non-UMK, serta tergantung kelas yang diajukan. Rata-rata mulai dari Rp 500.000 – Rp 1.800.000 per kelas.

9. Apa yang terjadi jika ada keberatan dari pihak ketiga?
Pemohon harus memberi tanggapan resmi melalui DJKI. Proses akan dinilai dan diputuskan oleh pemeriksa berdasarkan bukti dan ketentuan hukum.

10. Apakah PERMATAMAS bisa membantu pendaftaran merek?
Ya. PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Pendaftaran Merek HKI Profesional mulai dari pengecekan, pengajuan, hingga pendampingan keberatan untuk memastikan merek Anda aman secara hukum.

Syarat Daftar Merek HKI Terbaru 2025

Syarat Daftar Merek HKI Terbaru 2025 – Mendaftarkan merek bukan sekadar formalitas—ini adalah tameng hukum yang melindungi identitas bisnis Anda dari penjiplakan dan persaingan tidak sehat. Di tahun 2025, kebutuhan akan perlindungan merek semakin mendesak karena pertumbuhan usaha digital dan e-commerce yang begitu cepat. Banyak pelaku usaha baru bermunculan, dan tanpa perlindungan hukum, nama usaha Anda bisa saja digunakan atau bahkan lebih dulu didaftarkan orang lain. DJKI kini telah mempermudah proses dengan sistem online, namun tetap ada aturan dan ketentuan yang harus dipahami agar pengajuan merek Anda berjalan mulus.

Sayangnya, tidak sedikit pelaku usaha yang terhambat karena mengabaikan detail teknis. Mulai dari dokumen yang kurang lengkap, salah memilih kelas, etiket tidak sesuai ketentuan, hingga penggunaan nama yang ternyata mirip dengan merek lain. Hal-hal kecil seperti ini seringkali menyebabkan proses menjadi berbulan-bulan atau bahkan berakhir pada penolakan resmi dari DJKI. Padahal, jika memahami syarat dan alur yang benar sejak awal, proses pendaftaran bisa berjalan dengan cepat dan efisien tanpa hambatan.

Melalui panduan lengkap Syarat Daftar Merek HKI Terbaru 2025 ini, Anda akan memahami secara menyeluruh dokumen yang diperlukan, biaya resmi, alur pendaftaran, hingga strategi agar merek Anda diterima tanpa revisi. Pembahasan ini disusun khusus untuk membantu pelaku UMKM, pemilik brand, hingga perusahaan besar memastikan mereknya aman selama 10 tahun penuh. Dengan pengetahuan yang tepat, Anda dapat menghindari kesalahan umum dan segera mengamankan identitas bisnis Anda sebelum digunakan pihak lain. Jangan menunggu sampai nama brand Anda diambil orang—pelajari langkahnya sekarang.

| baca juga : Penyebab Merek HKI Ditolak

Memahami Pentingnya Mendaftarkan Merek HKI

Mendaftarkan merek bukan hanya soal formalitas, tetapi memastikan identitas bisnis Anda memiliki perlindungan hukum yang kuat. Ketika merek sudah terdaftar di DJKI, Anda memiliki hak eksklusif untuk menggunakan nama atau logo tersebut dalam kegiatan usaha. Jika ada pihak lain yang meniru atau memakai merek yang mirip, Anda memiliki dasar hukum untuk menegurnya atau melakukan tindakan lebih lanjut. Banyak pengusaha baru belum memahami bahwa perlindungan ini menjadi benteng penting bagi keberlangsungan bisnis jangka panjang.

Pada tahap ini pula banyak pelaku usaha yang mulai sadar bahwa perlindungan merek tidak hanya bermanfaat untuk usaha besar. UMKM pun sangat dianjurkan mendaftarkan mereknya sejak awal. Hal ini akan mencegah potensi sengketa merek di kemudian hari. Misalnya, ketika suatu hari bisnis Anda berkembang dan ingin mengembangkan usaha melalui franchise, investor dan mitra akan selalu meminta bukti kepemilikan merek yang sah. Karena itu, memahami urgensi pendaftaran merek adalah fondasi awal sebelum masuk ke tahap teknis pengajuan.

Selain itu, manfaat lainnya adalah memberikan nilai tambah pada bisnis. Merek yang sudah terdaftar akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan calon mitra. Konsumen cenderung memilih produk atau layanan yang terlihat profesional dan memiliki perlindungan hukum jelas. Pada bagian ini kita juga menyinggung bahwa beberapa pelaku usaha sering membutuhkan layanan seperti Jasa Pendirian PT, sehingga saat mendirikan badan usaha, mereka langsung menyertakan proses pendaftaran merek agar lebih efisien dan terstruktur.

| baca juga : Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

 

Syarat Daftar Merek HKI Terbaru 2025
Syarat Daftar Merek HKI Terbaru 2025

Syarat Dokumen untuk Daftar Merek HKI 2025

Sebelum mengajukan permohonan merek, pelaku usaha wajib menyiapkan sejumlah dokumen pendukung. Dokumen-dokumen ini berguna untuk memastikan bahwa pemohon adalah pihak yang sah dan merek yang diajukan memiliki kejelasan identitas. Banyak permohonan ditolak bukan karena mereknya bermasalah, tetapi karena dokumennya kurang lengkap atau salah upload.

Sebagai pemohon, Anda harus menyiapkan dokumen identitas yang jelas, baik sebagai perorangan maupun badan usaha. Untuk perusahaan, pastikan dokumen seperti akta pendirian dan NPWP sudah sesuai dan masih berlaku. Selain itu, siapkan contoh merek dalam format gambar (logo atau tulisan) yang nantinya akan diunggah pada sistem DJKI. Pada tahap ini sering kali dibutuhkan konsultasi tambahan jika pemohon ingin mengurus dokumen legal lainnya seperti https://hakcipta.co.id/Jasa Hak Cipta DJKI, sehingga keseluruhan dokumen legalitas usahanya tertata dengan rapi.

Untuk memudahkan Anda memahami, berikut daftar syarat pendaftaran merek:
Persyaratan Dokumen Utama
• KTP pemohon (perorangan) atau akta & NPWP perusahaan
• Etiket merek (logo dalam format JPG/PNG 300×300 px)
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Daftar kelas barang/jasa yang akan didaftarkan
• Bukti prioritas (jika menggunakan prioritas luar negeri)
• Tanda tangan digital pemohon
• Alamat email aktif

Setelah semua dokumen lengkap, Anda baru bisa lanjut ke tahap pembuatan akun dan mengajukan permohonan melalui sistem online merek.dgip.go.id yang terintegrasi dengan pembayaran PNBP resmi.

| baca juga : Cara Cek Nama Merek yang Sudah Digunakan Orang Lain

Cara Daftar Merek HKI Secara Online Tahun 2025

Mendaftarkan merek secara online pada tahun 2025 semakin mudah, namun tetap perlu mengikuti alur yang benar agar permohonan tidak tertolak. Sistem DJKI saat ini menggunakan platform digital yang dapat diakses oleh siapa saja selama memiliki akun resmi. Meski mudah, banyak pelaku usaha yang kadang bingung saat memilih kelas, mengunggah gambar merek, atau mengisi keterangan spesifikasi barang/jasa.

Hal ini wajar, apalagi bagi pemula yang baru pertama kali mendaftar merek.
Untuk memudahkan proses, pastikan Anda memahami langkah-langkahnya secara runtut. Mulai dari membuat akun, memilih kelas, hingga mengunggah dokumen yang benar. Pada tahap tertentu, beberapa pelaku usaha sering meminta bantuan layanan perizinan seperti Jasa Sertifikasi Halal agar seluruh legalitas usaha dapat diurus secara bersamaan dan lebih efisien.

Berikut langkah-langkah daftar merek HKI online:

• Buat akun di situs https://merek.dgip.go.id
• Login dan pilih menu “Permohonan Baru”
• Isi identitas pemohon
• Upload etiket/logo merek sesuai ketentuan
• Pilih kelas barang/jasa sesuai produk
• Isi deskripsi spesifikasi produk
• Upload dokumen persyaratan
• Lanjutkan ke pembayaran PNBP
• Setelah berhasil, permohonan masuk tahap pemeriksaan formalitas

| baca juga : Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Biaya Resmi Pendaftaran Merek HKI 2025

Mengetahui biaya pendaftaran merek HKI adalah hal yang sangat penting agar pelaku usaha dapat menyiapkan anggaran sejak awal. Pada tahun 2025, pemerintah masih menerapkan dua skema biaya, yaitu biaya untuk UMKM dan biaya untuk non-UMKM atau reguler. Perbedaan biaya ini dibuat agar pelaku usaha mikro dan kecil dapat lebih mudah mengakses perlindungan hukum terhadap mereknya. Banyak UMKM yang semakin sadar pentingnya perlindungan merek, apalagi ketika bisnis sudah berjalan dan mulai dikenal masyarakat.

Secara umum, biaya pendaftaran tidak berubah secara drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, penting untuk memastikan status UMKM Anda sudah terverifikasi dalam sistem OSS atau memiliki NIB dengan keterangan usaha mikro/kecil. Jika tidak, maka Anda otomatis dikenakan tarif reguler. Pada proses ini sering kali pelaku usaha melakukan konsultasi tambahan, misalnya terkait legalitas usaha seperti Jasa Izin Kosmetik, terutama bila produknya juga membutuhkan perizinan lain selain merek.

Berikut adalah rincian biaya pendaftaran merek HKI 2025:

• Biaya Daftar Merek UMKM Rp. 500.000
• Biaya Non UMKM/Reguler Rp. 1.800.000

Memahami rincian biaya ini sangat membantu Anda dalam merencanakan anggaran pengurusan merek. Selain itu, biaya ini hanya dibayar sekali pada saat pengajuan awal, sehingga tidak ada tambahan biaya selama proses berlangsung sampai sertifikat terbit kecuali jika Anda melakukan keberatan atau banding. Dengan menyiapkan biaya dan dokumen secara lengkap, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan mengurangi risiko permohonan ditolak oleh DJKI.

| baca juga : Mengapa Merek HKI Perlu Dilindungi

Lama Proses dan Tahapan Pemeriksaan Merek HKI

Waktu proses pendaftaran merek HKI juga menjadi hal penting yang harus dipahami sejak awal. Banyak pelaku usaha yang sering menanyakan kapan sertifikat merek akan terbit setelah mengajukan. Pada umumnya, jika tidak ada kendala atau keberatan pihak ketiga, proses pendaftaran merek memakan waktu sekitar 8–12 bulan. Namun, waktu ini dapat berbeda tergantung antrian, kelengkapan berkas, dan apakah merek Anda memiliki kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar.

Dalam proses pendaftaran, DJKI melakukan beberapa tahapan penting yang tidak bisa dilewati. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan berkas hingga pemeriksaan substantif untuk memastikan merek yang diajukan tidak melanggar aturan. Pada tahapan tertentu, pelaku usaha yang menjalankan usaha pangan atau minuman sering berkonsultasi sekaligus terkait proses legal lain seperti Jasa Izin BPOM Makanan Minuman, terutama jika mereknya akan digunakan untuk kebutuhan pemasaran yang lebih luas.

Berikut urutan tahapan pendaftaran merek HKI:

1. Pemeriksaan formalitas (cek dokumen dan kelengkapan)
2. Pengumuman resmi merek selama 2 bulan
3. Pemeriksaan substantif oleh DJKI
4. Penerbitan sertifikat merek

Memahami alur ini penting agar Anda tidak panik jika proses tampak berjalan lama. Selama Anda sudah mengajukan dengan benar dan tidak ada keberatan dari pihak ketiga, maka sertifikat akan diterbitkan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh DJKI.

| baca juga : Apa Itu Kelas Merek HKI

Kesalahan Umum yang Membuat Pendaftaran Merek Ditolak

Banyak permohonan merek yang ditolak bukan karena prosesnya sulit, tetapi karena kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Salah satu kesalahan paling umum adalah memilih kelas yang tidak sesuai dengan produk atau jasa yang dijalankan. Banyak pemohon yang hanya menebak-nebak kelas merek tanpa memeriksa tabel kelas internasional (Nice Classification). Padahal, pemilihan kelas sangat berpengaruh terhadap perlindungan hukum merek Anda. Ketika kelasnya salah, maka merek Anda tidak akan terlindungi secara maksimal.

Kesalahan lainnya adalah kemiripan dengan merek lain, baik dari sisi nama maupun logo. DJKI akan menolak merek yang terlalu mirip dengan merek yang sudah terdaftar, terutama jika berada di kelas yang sama. Selain itu, penggunaan nama yang bersifat umum, deskriptif, atau mengandung unsur yang dilarang hukum juga menjadi alasan kuat penolakan. Pada tahap pemeriksaan ini, beberapa pelaku usaha sering membutuhkan bantuan layanan lain seperti Jasa Izin PKRT, terutama ketika mereka sekalian mengurus legalitas produk rumah tangga yang harus sesuai regulasi.

Berikut adalah kesalahan umum yang sering menyebabkan permohonan merek ditolak:

• Salah memilih kelas merek
• Logo atau nama mirip merek lain
• Dokumen tidak lengkap
• Nama terlalu generik atau deskriptif
• Etiket merek tidak sesuai ketentuan

Jika Anda menghindari kesalahan-kesalahan ini sejak awal, peluang merek Anda diterima oleh DJKI semakin besar. Perencanaan yang matang, pengecekan kelas, dan dokumen yang lengkap merupakan kunci utama agar pendaftaran berjalan lebih lancar.

| baca juga : Kenapa Pendaftaran Merek HKI Ditolak

Dokumen Wajib untuk Pengajuan Merek HKI Terbaru 2025

Sebelum mengajukan pendaftaran merek HKI di DJKI, pemohon perlu menyiapkan sejumlah dokumen penting yang wajib dilampirkan. Dokumen ini berfungsi sebagai bukti legalitas usaha, identitas pemilik, dan kejelasan penggunaan merek yang diajukan. Banyak pemohon yang mengalami penolakan hanya karena keliru atau kurang teliti dalam menyiapkan dokumen.

Oleh karena itu, memahami daftar dokumen yang dibutuhkan adalah langkah penting agar proses berjalan lebih cepat dan tidak mengulang pengajuan. Pada tahap awal ini, beberapa pelaku usaha juga biasanya beriringan mengurus legalitas lain seperti Jasa Izin Herbal, terutama bila mereknya akan digunakan pada produk jamu atau herbal yang membutuhkan regulasi tambahan.

Dokumen yang dibutuhkan oleh DJKI sebenarnya tidak terlalu banyak, namun harus benar, lengkap, dan sesuai format. Setiap dokumen memiliki fungsi masing-masing, baik sebagai identitas usaha maupun bukti penggunaan merek.

DJKI juga semakin ketat dalam melakukan verifikasi untuk menghindari sengketa, plagiarisme, dan klaim hak kekayaan intelektual yang tidak sah. Karena itu, memastikan seluruh dokumen lengkap sejak awal dapat mempercepat proses pendaftaran dan menghindari penolakan pada tahap formalitas.

| baca juga : Apa itu Banding Merek HKI

Berikut daftar dokumen wajib yang harus disiapkan oleh pemohon pada tahun 2025:

• Identitas pemohon (KTP atau paspor)
• NPWP pemohon atau perusahaan
• Etiket/logo merek berwarna
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Bukti UMKM (jika mengajukan tarif UMKM)

Dengan menyiapkan seluruh dokumen ini secara lengkap dan benar, proses pendaftaran akan berjalan lebih cepat tanpa perlu revisi di tengah jalan. Kelengkapan dokumen adalah faktor pertama yang dinilai oleh DJKI sebelum masuk ke tahapan pemeriksaan substantif. Jika semua persyaratan administratif terpenuhi, Anda bisa melanjutkan proses tanpa hambatan dan memperbesar peluang diterimanya merek Anda.

Pentingnya Memilih Kelas Merek yang Tepat

Menentukan kelas merek adalah salah satu langkah terpenting dalam proses pendaftaran merek HKI. Kesalahan dalam pemilihan kelas dapat menyebabkan merek Anda tidak terlindungi secara maksimal atau bahkan tidak dilindungi sama sekali pada produk atau jasa utama yang Anda jalankan.

Banyak pelaku usaha yang asal memilih kelas tanpa membaca Nice Classification yang terdiri dari 45 kelas. Padahal, setiap kelas memiliki deskripsi dan cakupan yang sangat berbeda. Pada tahap ini, beberapa pelaku usaha yang ingin memastikan legalitas usahanya sering berkonsultasi lebih lanjut dengan penyedia Jasa Hak Cipta DJKI, terutama ketika bisnisnya juga terkait karya digital atau produk kreatif.

Selain berfungsi sebagai identitas perlindungan hukum, pemilihan kelas merek juga menentukan posisi merek Anda dalam persaingan pasar. Semakin tepat kelas yang dipilih, semakin kuat perlindungan yang Anda dapatkan terhadap pesaing yang mencoba menggunakan nama serupa.

Untuk itu, wajib memahami jenis barang atau jasa yang Anda tawarkan dan memastikan kelas mereknya sesuai. Kesalahan memilih kelas bisa berakibat fatal, misalnya merek diterima namun tidak melindungi produk utama Anda.

Berikut langkah memilih kelas merek yang benar:

1. Tentukan apakah yang Anda daftarkan adalah barang, jasa, atau keduanya
2. Cocokkan kategori produk/jasa dengan daftar kelas Nice Classification
3. Hindari memilih kelas terlalu banyak jika tidak relevan
4. Pastikan kelas tersebut sesuai dengan rencana bisnis jangka panjang

Dengan menentukan kelas yang tepat sejak awal, Anda memastikan merek Anda benar-benar terlindungi sesuai kebutuhan usaha. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun identitas bisnis yang kuat dan sah secara hukum.

| baca juga : Cara Mendaftarkan Logo Dagang Secara Online

Jasa Pendaftaran Merek HKI Murah

Ketika bisnis mulai berkembang dan nama usaha semakin dikenal, mendaftarkan merek bukan lagi pilihan, tetapi kewajiban. Banyak pelaku UMKM maupun perusahaan besar yang menunda pendaftaran karena merasa prosesnya rumit atau biayanya mahal. Padahal, menunda hanya membuat risiko semakin besar: nama yang sama bisa lebih dulu dipakai orang lain.

Untuk memudahkan pelaku usaha, kini tersedia berbagai layanan profesional seperti Jasa Pendirian PT hingga layanan pendaftaran merek yang membantu proses lebih cepat dan aman. Menggunakan layanan pendaftaran merek membantu Anda terhindar dari kesalahan teknis yang sering terjadi, seperti salah kelas, dokumen kurang lengkap, atau etiket tidak sesuai ketentuan.

Selain itu, layanan profesional bisa melakukan pengecekan merek terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada merek serupa yang sudah terdaftar. Hal ini sangat penting untuk menghindari potensi penolakan di kemudian hari. Jika Anda tidak ingin mengalami revisi, penolakan, atau harus mengulang proses, maka menggunakan bantuan profesional adalah pilihan yang paling efisien.

Berikut alasan kenapa Anda sebaiknya segera mengurus merek HKI di PERMATAMAS:

• Perlindungan hukum lebih cepat dan profesional tanpa ribet
• Mengurangi risiko merek ditolak karena kesalahan teknis
• Konsultasi gratis sebelum pendaftaran agar lebih hemat

Dengan mengurus merek melalui PERMATAMAS, Anda bisa fokus menjalankan bisnis tanpa harus memikirkan prosedur yang rumit. Tim ahli akan membantu dari awal hingga sertifikat terbit, sehingga merek Anda aman dan terlindungi secara hukum. Jangan tunggu sampai nama usaha dipakai pihak lain—segera amankan merek Anda sebelum terlambat.

| baca juga : Perbedaan Merek dan Logo

FAQ – Syarat Daftar Merek HKI Terbaru 2025

1. Apa itu pendaftaran merek HKI?
Pendaftaran merek HKI adalah proses hukum untuk melindungi nama, logo, atau simbol usaha di DJKI.

2. Apa keuntungan mendaftarkan merek?
Perlindungan hukum, mencegah penjiplakan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

3. Siapa yang boleh daftar merek?
Perorangan, UMKM, perusahaan, maupun lembaga resmi.

4. Apa syarat utama daftar merek 2025?
KTP, NPWP, etiket logo, surat pernyataan, dan bukti UMKM (jika ada).

5. Berapa biaya daftar merek tahun 2025?
UMKM Rp500.000 dan Non-UMKM Rp1.800.000 per kelas.

6. Berapa lama proses pendaftaran merek?
Umumnya 8–12 bulan jika tidak ada keberatan atau revisi.

7. Apakah bisa daftar merek tanpa perusahaan?
Bisa, Anda bisa mendaftar sebagai perorangan.

8. Bagaimana cara memilih kelas merek yang benar?
Sesuaikan dengan jenis barang atau jasa sesuai Nice Classification.

9. Apa penyebab merek ditolak DJKI?
Nama mirip merek lain, salah kelas, dokumen kurang, atau nama terlalu umum.

10. Apakah etiket merek harus berwarna?
Ya, DJKI mewajibkan etiket/logo berwarna saat pengajuan.

11. Apakah merek bisa digunakan selama proses berjalan?
Bisa, tapi risikonya masih bisa ditolak jika ada keberatan.

12. Apakah saya bisa mendaftarkan lebih dari satu kelas?
Bisa, sesuai kebutuhan produk atau jasa.

13. Apakah boleh mendaftarkan nama merek yang sudah dipakai orang?
Boleh jika belum terdaftar dan tidak melanggar aturan.

14. Bagaimana cara cek merek yang sudah terdaftar?
Gunakan PDDI Merek di website DJKI.

15. Apakah warna logo dilindungi juga?
Jika didaftarkan berwarna, maka perlindungan mencakup warna tersebut.

16. Apakah ada masa berlaku sertifikat merek?
Iya, masa berlaku 10 tahun dan dapat diperpanjang.

17. Kapan waktu terbaik untuk daftar merek?
Segera sebelum nama dipakai atau didaftarkan pihak lain.

18. Apakah UMKM dapat keringanan biaya?
Ya, tarif UMKM lebih murah yaitu Rp500.000.

19. Apakah wajib melakukan pengecekan merek sebelum daftar?
Sangat dianjurkan untuk menghindari penolakan.

20. Bagaimana cara mendaftar merek melalui PERMATAMAS?
Hubungi tim PERMATAMAS, kirim identitas dan logo, lalu proses akan dibantu sampai sertifikat terbit.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Syarat dan Biaya Resmi Pendaftaran Merek HKI

Syarat dan Biaya Resmi Pendaftaran Merek HKIPendaftaran merek HKI merupakan langkah penting bagi pelaku usaha yang ingin melindungi identitas produk atau jasanya secara hukum. Dengan melakukan pendaftaran sejak awal, pelaku usaha dapat menghindari potensi sengketa merek, persaingan tidak sehat, hingga risiko penolakan ketika ingin memperluas usaha ke berbagai wilayah. Banyak bisnis yang telah berkembang pesat berawal dari perlindungan merek yang kuat dan terstruktur, sehingga proses ini menjadi pondasi penting dalam strategi branding jangka panjang.

Dalam konteks bisnis modern, pendaftaran merek bukan hanya formalitas administratif, tetapi juga investasi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Data menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih brand yang memiliki perlindungan hukum karena dianggap lebih profesional dan terpercaya. Oleh karena itu, memahami syarat dan biaya resmi pendaftaran merek HKI adalah langkah awal yang harus dipahami oleh setiap pelaku usaha yang ingin bertumbuh secara legal dan berkelanjutan. Di sinilah layanan jasa pendaftaran merek dapat membantu mempermudah proses serta memastikan legalitas berjalan dengan benar.

Biaya pendaftaran merek HKI diatur langsung oleh pemerintah melalui Permenkumham, sehingga besarnya biaya resmi bersifat tetap dan transparan. Namun, pelaku usaha juga sering menghadapi kebingungan mengenai prosedur, dokumen yang dibutuhkan, hingga tahapan pemeriksaannya. Oleh karena itu, artikel ini memberikan penjelasan dasar yang mudah dipahami agar pelaku usaha dapat mempersiapkan pendaftaran dengan baik sejak awal.

| baca juga : Cara Daftar Merek HKI Online Terbaru

Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek HKI

Lamanya proses pendaftaran merek HKI dapat berbeda-beda tergantung status dokumen, kesesuaian data, serta antrian pemeriksaan di DJKI. Secara umum, proses ini tidak bisa selesai dalam hitungan hari karena harus melalui berbagai tahap seperti pemeriksaan formalitas, pengumuman, hingga pemeriksaan substansi.

Setiap tahap memiliki fungsi penting untuk memastikan bahwa merek yang diajukan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku. Di sinilah sebagian pelaku usaha memilih menggunakan layanan jasa pendaftaran hak cipta karena terbiasa mengurus persiapan dokumen secara terstruktur dan cepat.

Proses waktu pendaftaran merek HKI umumnya melalui beberapa tahapan penting berikut:
• Pemeriksaan Formalitas: DJKI memeriksa kelengkapan dokumen permohonan
• Masa Pengumuman: Merek diumumkan kepada publik untuk menerima keberatan
• Pemeriksaan Substantif: DJKI menilai apakah merek layak mendapatkan perlindungan

Semua tahapan tersebut dirancang agar sistem perlindungan merek tetap objektif, transparan, dan tidak merugikan pihak lain. Durasi keseluruhan proses dapat memakan waktu lebih lama apabila terjadi keberatan dari pihak ketiga atau dokumen yang diajukan belum sesuai ketentuan.

Dalam praktiknya, pelaku usaha perlu memahami bahwa proses pendaftaran merek adalah prosedur hukum, bukan pendaftaran biasa yang langsung disetujui.

Karena itu, penting untuk menyiapkan dokumen dan informasi dengan tepat agar tidak memicu revisi atau penolakan yang dapat memperlambat waktu verifikasi.

| baca juga : Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Persyaratan Pendaftaran Merek HKI

Memahami persyaratan pendaftaran merek HKI adalah langkah awal yang penting sebelum masuk ke tahapan teknis pengajuan. Banyak pelaku usaha yang langsung terburu-buru mendaftar tanpa memahami konteks hukum, alur administratif, serta dokumen apa saja yang harus disiapkan. Padahal, persiapan inilah yang menentukan kelancaran seluruh proses.

Secara umum, persyaratan pendaftaran merek tidak hanya sekadar mengumpulkan berkas, tetapi juga memastikan bahwa identitas merek, deskripsi usaha, dan kategori barang/jasa yang dipilih sudah sesuai dengan klasifikasi internasional. Kesalahan kecil pada tahap ini sering memicu revisi atau bahkan penolakan permohonan, sehingga pemohon perlu melakukan pengecekan ulang secara detail.

Dalam praktiknya, banyak pelaku usaha belajar mengenai pentingnya penyusunan dokumen lewat pengalaman mengurus legalitas lain seperti layanan jasa izin kosmetik, yang juga memerlukan kejelian administrasi agar pengajuan berjalan lancar.

Selain itu, persyaratan pendaftaran merek HKI juga menuntut pemohon untuk memastikan bahwa merek yang diajukan tidak memiliki persamaan dengan merek terdaftar sebelumnya. Meskipun pemeriksaan substantif dilakukan oleh DJKI, pemohon tetap dianjurkan melakukan pencarian merek terlebih dahulu untuk mengurangi risiko penolakan. Penggalian informasi awal ini tidak hanya membantu mempercepat proses, tetapi juga melindungi pemohon dari potensi sengketa merek di kemudian hari.

Pemeriksaan mandiri juga dapat mencegah penggunaan nama merek yang berisiko atau tidak memenuhi ketentuan hukum. Di samping itu, bagi pelaku UMKM, ada persyaratan tambahan seperti surat rekomendasi UKM binaan dan pernyataan bermaterai untuk memperkuat status usaha. Semua persyaratan ini bersifat administratif, namun dampaknya besar dalam memastikan bahwa pendaftaran merek berjalan sesuai aturan dan diterima tanpa hambatan.

| baca juga : Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Syarat Pendaftaran Merek HKI

1. Dokumen Identitas Pemohon
• Perorangan: KTP atau identitas resmi pemohon
• Badan Hukum: Akta pendirian perusahaan, NPWP, dan dokumen legal lainnya

2. Desain/Etiket Merek
File logo atau etiket merek dalam format JPEG sesuai ketentuan.

3. Surat Pernyataan Pemilik Merek
Dokumen resmi yang menyatakan bahwa merek benar milik pemohon.

4. Daftar Produk atau Layanan
Daftar barang/jasa sesuai klasifikasi 1–45.

5. Surat Kuasa (bila melalui konsultan)
Dibutuhkan jika mendaftar melalui pihak ketiga.

Persyaratan Tambahan untuk UMKM:
• Surat rekomendasi UKM binaan
• Surat pernyataan UMKM bermaterai

Syarat dan Biaya Resmi Pendaftaran Merek HKI
Syarat dan Biaya Resmi Pendaftaran Merek HKI

Biaya Resmi Pendaftaran Merek HKI

Biaya resmi pendaftaran merek HKI telah ditetapkan pemerintah dan mengacu pada peraturan yang berlaku, sehingga besarnya biaya bersifat tetap dan transparan bagi seluruh pemohon. Meski begitu, banyak pelaku usaha sering kali belum memahami komponen biaya tersebut maupun perbedaannya antara UMKM dan non-UMKM. Pada tahap awal, yang terpenting adalah memahami bahwa biaya pendaftaran ini merupakan investasi jangka panjang karena perlindungan merek berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

Banyak pemilik usaha membandingkan proses ini dengan pengurusan legalitas lain seperti layanan jasa izin alat kesehatan yang sama-sama membutuhkan komitmen administratif untuk memperoleh perlindungan hukum yang jelas.

Selain biaya resmi yang ditentukan pemerintah, pemohon biasanya hanya menyiapkan anggaran tambahan jika menggunakan konsultan, namun hal tersebut bersifat opsional. Fokus utama dalam memahami biaya adalah mengetahui manfaat jangka panjang dari perlindungan merek dan bagaimana merek tersebut akan menjadi aset bisnis yang bernilai. Dengan pemahaman yang tepat, pelaku usaha dapat merencanakan pendaftaran tanpa hambatan sekaligus menjaga keberlanjutan identitas brand mereka di pasar.

 Rincian Biaya Pendaftaran:

• UMKM : Rp500.000 per kelas
• Reguler : Rp1.800.000 per kelas

| baca juga : Tata Cara Pengalihan Merek HKI

Cara Pendaftaran Merek HKI

Proses pendaftaran merek HKI dilakukan secara online melalui sistem yang telah disediakan pemerintah, sehingga pelaku usaha dapat mengurusnya dari mana saja dengan lebih praktis. Tahapan ini mencakup pembuatan akun, pengisian formulir, unggah dokumen, hingga pembayaran biaya resmi melalui kode billing. Setiap langkah memiliki ketentuan yang harus diikuti agar permohonan dapat diproses tanpa penolakan. Banyak pelaku usaha juga menyiapkan kelengkapan dokumen sejak awal dengan dukungan layanan profesional seperti jasa sertifikasi halal, terutama jika bisnis mereka memiliki produk yang perlu diurus legalitasnya secara bersamaan.

Tahapan Pendaftaran Merek ke HAKI

1. Membuat akun di portal DJKI
Akses situs resmi merek.dgip.go.id, pilih menu Daftar, isi identitas lengkap, lalu verifikasi melalui email.

2. Mengajukan permohonan merek baru
Login dan klik fitur Tambah Merek untuk memulai proses pengajuan.

3. Mengisi formulir permohonan
Masukkan data merek, deskripsi barang/jasa, dan pilih kelas merek sesuai kategori.

4. Mengunggah dokumen pendukung
Unggah logo/etiket (JPG, max 5MB, 1024×1024 px), identitas pemohon, dan dokumen lainnya.

5. Meminta kode billing
Setelah formulir lengkap, pesan kode billing untuk pembayaran biaya pendaftaran.

6. Melakukan pembayaran resmi
Bayarkan biaya melalui bank atau metode pembayaran yang tersedia.

7. Memantau selama proses permohonan
Pemantauan dilakukan melalui akun DJKI. Durasi pemeriksaan sekitar 6–12 bulan.

| baca juga : Apa Itu Kelas Merek HKI

Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek HKI

Lama waktu proses pendaftaran merek HKI dapat berbeda untuk setiap pemohon, tergantung kelengkapan dokumen, antrean pemeriksaan, hingga kompleksitas barang/jasa yang diajukan. Secara umum, proses ini dapat berlangsung antara 6 hingga 12 bulan, dimulai dari tahap pengajuan, pemeriksaan formalitas, publikasi, keberatan (jika ada), hingga pemeriksaan substantif. Banyak pelaku usaha mempersiapkan dokumen pendukung sejak awal, terutama yang juga mengurus legalitas usaha lain seperti melalui jasa izin herbal, agar seluruh proses administrasi berjalan lebih efisien dan tanpa revisi.

Beberapa faktor yang memengaruhi durasi pendaftaran meliputi:
• Kelengkapan dokumen permohonan
• Tidak adanya persamaan merek dengan pihak lain
• Jumlah antrean pemeriksaan di DJKI

Jika seluruh data sudah sesuai dan tidak ada keberatan dari pihak lain selama masa publikasi, proses biasanya berjalan lebih cepat. Namun, jika ditemukan persamaan merek dengan permohonan sebelumnya atau ada keberatan dari pihak ketiga, maka durasi pendaftaran dapat bertambah panjang. Oleh karena itu, pemohon dianjurkan melakukan pencarian merek terlebih dahulu sebelum mendaftar untuk mengurangi risiko penolakan.

Dalam beberapa kasus, pemeriksaan substantif juga memerlukan waktu lebih lama, terutama untuk merek yang berada dalam kategori barang/jasa yang luas atau memiliki kemungkinan tumpang tindih dengan merek terdaftar. Persiapan yang matang sejak awal sangat membantu mempercepat proses, termasuk penyusunan dokumen, pemilihan kelas merek yang tepat, dan kejelasan deskripsi barang/jasa. Dengan memahami tahapan serta estimasi waktu, pelaku usaha dapat menyesuaikan rencana bisnis dan strategi peluncuran produk secara lebih terukur.

| baca juga : Jasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall

Apa Saja Kendala Pendaftaran Merek HKI

Dalam proses pendaftaran merek HKI, pelaku usaha kerap menghadapi berbagai kendala administratif dan teknis yang dapat memperlambat atau bahkan menggagalkan pengajuan. Hambatan ini biasanya muncul karena kurangnya pemahaman mengenai ketentuan merek serta minimnya persiapan dokumen sejak awal.

Banyak pelaku usaha yang menyiapkan dokumen legalitas lain seperti melalui jasa izin BPOM makanan, namun kurang memberikan perhatian khusus pada detail unsur merek yang diajukan. Alhasil, proses di DJKI menjadi terhambat dan memerlukan revisi berulang.

Beberapa kendala umum dalam pengajuan pendaftaran merek antara lain:

1. Desain atau nama merek terlalu umum dan tidak memiliki daya pembeda
2. Dokumen identitas atau legalitas tidak sesuai format yang ditentukan
3. Penempatan kelas barang/jasa yang tidak tepat

Jika kendala tersebut tidak diantisipasi sejak awal, proses dapat berhenti di tahap pemeriksaan formalitas atau bahkan ditolak sebelum masuk tahapan substantif. Oleh sebab itu, pemohon dianjurkan memahami secara menyeluruh aturan merek, mulai dari ciri khas, kelas, hingga kemungkinan persamaan dengan merek lain. Dengan persiapan yang lebih matang, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar tanpa hambatan yang tidak perlu.

Selain masalah teknis, antrean pemeriksaan juga dapat memengaruhi durasi. Sistem DJKI memproses ribuan permohonan setiap hari, sehingga ketidaksesuaian kecil pun bisa membuat berkas menumpuk lebih lama. Untuk itu, melakukan pengecekan awal secara mandiri atau melalui konsultan sangat membantu mengurangi risiko penolakan. Pada akhirnya, persiapan dokumen dan pemahaman regulasi adalah kunci utama agar pendaftaran merek berlangsung cepat, tepat, dan tanpa revisi berulang.

| baca juga : UMKM Wajib Tahu! Pentingnya Jasa Daftar Merek Untuk Perlindungan Usaha

Kenapa Pendaftaran Merek HKI Ditolak

Penolakan pendaftaran merek HKI merupakan hal yang umum terjadi dan sering kali disebabkan oleh ketidaksesuaian antara merek yang diajukan dengan ketentuan yang berlaku. Banyak pelaku usaha tidak melakukan pemeriksaan awal terhadap potensi persamaan dengan merek lain, sehingga permohonannya otomatis ditolak ketika memasuki pemeriksaan substantif.

Dalam kondisi tertentu, persiapan legalitas usaha melalui layanan seperti jasa pendirian PT/CV sudah lengkap, namun unsur merek yang diajukan justru tidak memenuhi syarat perlindungan.

Beberapa alasan umum penolakan pendaftaran merek antara lain:

• Merek memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar
• Merek mengandung unsur deskriptif yang tidak memiliki daya pembeda
• Merek meniru nama tokoh, lembaga, atau simbol tertentu tanpa izin
• Merek berpotensi menyesatkan konsumen karena menunjukkan klaim yang tidak benar

Penolakan dapat muncul pada tahap awal maupun setelah masa publikasi. Jika ditemukan keberatan dari pihak ketiga yang merasa memiliki persamaan, DJKI akan meninjau ulang permohonan tersebut sebelum mengambil keputusan. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemohon untuk melakukan clearance search sebelum mendaftarkan merek dan memastikan bahwa unsur merek benar-benar unik serta tidak menyerupai merek lain.

Dalam beberapa kasus, penolakan juga terjadi karena kesalahan administratif, seperti dokumen yang tidak lengkap, klasifikasi barang/jasa yang keliru, atau desain logo yang tidak sesuai ketentuan teknis. Dengan memahami penyebab umum penolakan ini, pelaku usaha dapat mempersiapkan permohonan dengan lebih akurat dan mengurangi risiko kegagalan. Persiapan yang matang sebelum mengajukan permohonan adalah langkah penting untuk memastikan merek dapat diterima tanpa hambatan.

| baca juga : Cara Cek Merek Dagang Sudah Terdaftar atau Belum di DJKI

Jasa Pengurusan Pendaftaran Merek HKI

Bagi pelaku usaha yang ingin memastikan proses pendaftaran merek berjalan lebih cepat dan tanpa revisi, menggunakan layanan profesional dapat menjadi solusi yang sangat membantu. Dengan dukungan tim yang berpengalaman, proses mulai dari pengecekan merek, penyiapan dokumen, pengajuan permohonan, hingga pemantauan status dapat dilakukan secara lebih terarah. Hal ini sangat bermanfaat terutama bagi pelaku usaha yang juga mengurus legalitas usaha lain secara bersamaan.

Beberapa manfaat menggunakan layanan profesional dalam pengurusan merek antara lain:
• Pengecekan persamaan merek secara menyeluruh
• Penentuan kelas barang/jasa yang tepat
• Penyusunan dokumen yang sesuai standar DJKI

Menggunakan layanan profesional membuat proses administrasi jauh lebih efisien karena setiap tahap ditangani sesuai ketentuan. Anda tidak perlu khawatir mengenai kesalahan teknis yang berpotensi menyebabkan penolakan atau memanjang waktu pemeriksaan. Dengan demikian, Anda dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan strategi bisnis, sementara proses legalitas ditangani oleh tenaga ahli.

Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengurus pendaftaran merek HKI, PERMATAMAS siap membantu mulai dari pengecekan merek, penyusunan dokumen, hingga permohonan resmi ke DJKI. Dengan pengalaman panjang dalam legalitas usaha, PERMATAMAS menjadi mitra terbaik Anda untuk memastikan merek terlindungi secara hukum. Segera hubungi PERMATAMAS untuk mulai mengamankan merek bisnis Anda sebelum digunakan oleh pihak lain.

| baca juga : 7 Alasan Merek Ditolak DJKI

FAQ – Rincian Biaya Pendaftaran Merek HKI

1. Berapa biaya resmi pendaftaran merek HKI untuk UMK?

Biaya resmi untuk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) adalah Rp500.000 per kelas sesuai tarif pemerintah yang berlaku.

2. Berapa biaya pendaftaran merek untuk kategori umum atau non-UMK?

Untuk pemohon umum atau non-UMK, biaya pendaftaran merek ditetapkan sebesar Rp1.800.000 per kelas.

3. Apa yang dimaksud dengan “per kelas” dalam pendaftaran merek?

“Per kelas” berarti biaya dihitung berdasarkan jumlah kelas barang/jasa yang diajukan. Jika merek diajukan di dua kelas, maka biaya yang dibayar adalah dua kali tarif per kelas.

4. Bagaimana cara mengetahui apakah usaha saya termasuk UMK?

UMK ditentukan berdasarkan kriteria omset dan aset sesuai UU UMKM. Selain itu, pemohon biasanya diminta melampirkan Surat Pernyataan UMKM dan Surat Rekomendasi UMK Binaan sebagai bukti.

5. Apakah biaya pendaftaran merek HKI sudah termasuk biaya penggunaan konsultan?

Tidak. Biaya di atas hanya biaya resmi pemerintah. Jika menggunakan jasa konsultan atau biro pengurusan merek, maka ada biaya tambahan sesuai layanan yang diberikan.

6. Jika satu merek ingin didaftarkan untuk banyak produk, apakah biayanya bertambah?

Biaya bertambah hanya jika produk tersebut berasal dari kelas yang berbeda. Namun jika masih satu kelas, biayanya tetap satu tarif.

7. Apakah biaya akan hangus jika permohonan merek ditolak?

Ya, biaya pendaftaran merek tidak dapat dikembalikan meskipun permohonan ditolak oleh DJKI.

8. Apakah ada biaya tambahan selain biaya pendaftaran?

Biasanya tidak ada biaya tambahan dari DJKI, kecuali jika ada revisi tertentu atau permohonan dilakukan melalui pihak ketiga.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Cara Daftar Merek HKI Online Terbaru

Cara Daftar Merek HKI Online TerbaruMendaftarkan merek HKI secara online kini menjadi pilihan praktis bagi pelaku usaha yang ingin melindungi identitas merek mereka. Proses ini memungkinkan pemilik usaha mendaftarkan logo, nama, atau simbol dagang mereka melalui sistem DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) tanpa harus datang langsung ke kantor. Dengan daftar merek HKI online, usaha Anda tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga meningkatkan kredibilitas di mata konsumen.

Proses ini mencakup pembuatan akun di sistem DJKI, pengisian formulir pendaftaran, pengunggahan dokumen pendukung, serta pembayaran biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Artikel ini akan menjelaskan secara rinci langkah-langkah dan hal-hal yang perlu diperhatikan agar pendaftaran merek berjalan lancar.

Selain kemudahan, pendaftaran merek online juga memberikan akses real-time untuk memantau status permohonan. Sistem DJKI menampilkan status terkini, mulai dari tahap verifikasi, pemeriksaan formal, hingga penerbitan sertifikat. Dengan demikian, pemilik merek dapat lebih cepat menanggapi jika ada permintaan perbaikan dokumen atau klarifikasi dari petugas. Hal ini juga mengurangi risiko kesalahan administrasi yang sering terjadi pada pendaftaran manual.

Proses pendaftaran online juga memungkinkan integrasi dengan layanan lainnya, seperti pengecekan merek yang sudah terdaftar dan konsultasi terkait kategori barang atau jasa. Dengan memahami alur ini, pelaku usaha bisa menyiapkan dokumen lebih lengkap dan meminimalkan kemungkinan penolakan. Secara keseluruhan, daftar merek HKI online memberikan efisiensi waktu, transparansi proses, dan perlindungan hukum yang sah bagi setiap pemilik merek.

baca juga : Apa Itu Pengalihan Merek HKI

Apa Itu Daftar Merek HKI

Daftar merek HKI adalah proses resmi untuk mendaftarkan suatu merek dagang ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) agar mendapatkan perlindungan hukum. Merek dapat berupa nama, logo, simbol, atau kombinasi dari ketiganya yang digunakan untuk membedakan produk atau jasa dari pelaku usaha lain. Dengan mendaftarkan merek, pemilik memperoleh hak eksklusif atas penggunaan merek tersebut di wilayah Indonesia.

Proses pendaftaran merek HKI memerlukan beberapa tahapan. Pertama, pemohon membuat akun di sistem online DJKI dan mengisi formulir pendaftaran. Kedua, pemohon mengunggah dokumen pendukung seperti logo dalam format digital, identitas pemohon, serta bukti pembayaran biaya pendaftaran.

Ketiga, permohonan akan melalui pemeriksaan formal dan substantif oleh petugas DJKI untuk memastikan merek tidak identik atau mirip dengan merek yang sudah terdaftar. Keuntungan mendaftar merek HKI juga bersifat edukatif bagi pelaku usaha karena mendorong mereka memahami kategori barang/jasa berdasarkan klasifikasi internasional Nice.

Beberapa poin penting terkait daftar merek HKI:
• Memberikan perlindungan hukum terhadap penggunaan tidak sah oleh pihak lain.
• Meningkatkan nilai tambah merek di pasar nasional dan internasional.
• Membantu pemilik merek dalam strategi branding dan pemasaran produk secara legal.

baca juga : Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Pentingnya Daftar Merek HKI Online

Mendaftarkan merek HKI sangat penting untuk menjaga hak eksklusif atas identitas usaha. Tanpa pendaftaran, pemilik usaha berisiko menghadapi pelanggaran merek dari pihak lain yang menggunakan nama atau logo serupa. Dengan memiliki sertifikat resmi, merek Anda diakui secara hukum dan mendapat perlindungan jika terjadi sengketa.

Selain itu, pendaftaran merek HKI meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme perusahaan di mata konsumen, mitra bisnis, dan investor. Merek yang terdaftar juga mempermudah proses ekspansi usaha karena pihak ketiga dapat mengenali produk dengan jelas. Keamanan hukum yang diperoleh dari pendaftaran menjadi pondasi penting untuk membangun kepercayaan pasar.

Beberapa manfaat utama daftar merek HKI:
• Memberikan hak eksklusif untuk penggunaan merek secara legal.
• Melindungi merek dari peniruan dan pelanggaran pihak lain.
• Mempermudah pengembangan bisnis dan kemitraan.
• Menambah nilai jual dan daya saing produk di pasar.
• Menjadi bukti kepemilikan resmi ketika melakukan lisensi atau waralaba.

baca juga :Langkah-Langkah Cek Merek HKI di Website Resmi DJKI

Dasar Hukum Daftar Merek HKI Online

Pendaftaran merek HKI di Indonesia diatur melalui regulasi yang jelas untuk melindungi hak kekayaan intelektual pelaku usaha. Dasar hukum ini memastikan setiap pemohon dapat mendaftarkan merek secara legal dan memperoleh hak eksklusif yang sah.

Beberapa dasar hukum pendaftaran merek di Indonesia antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis yang menjelaskan hak dan kewajiban pemilik merek.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2007 tentang Pendaftaran Merek yang memberikan prosedur pendaftaran dan pemeriksaan merek.
3. Keputusan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual yang menetapkan mekanisme pembayaran biaya pendaftaran dan tata cara pengajuan online.

Dasar hukum ini juga menjamin kepastian hukum bagi pemilik merek, termasuk prosedur banding dan penolakan permohonan yang diatur secara formal. Selain itu, regulasi ini menekankan perlindungan terhadap merek terkenal dan larangan penggunaan merek yang menyesatkan konsumen. Dengan memahami dasar hukum, pemilik merek dapat mendaftar dengan tepat dan menghindari risiko sengketa di kemudian hari.

Syarat Daftar Merek HKI Online

Untuk dapat mendaftarkan merek HKI secara sah, terdapat beberapa syarat dan dokumen yang wajib dipenuhi. Pemilik usaha harus menyiapkan dokumen lengkap agar permohonan tidak ditolak atau mengalami proses perbaikan. Persiapan dokumen yang matang akan mempercepat proses pendaftaran serta mempermudah verifikasi oleh petugas DJKI. Pendaftaran merek HKI tidak hanya sebatas mengunggah logo atau nama merek, tetapi juga memastikan semua data pemohon dan dokumen pendukung sesuai ketentuan hukum.

Persyaratan Daftar Merek HKI Online:
1. Identitas Pemohon: Sertakan KTP bagi pemohon perorangan atau akta pendirian perusahaan jika pemohon berbadan hukum.
2. Label Merek: Unggah file digital merek atau logo dalam format JPG dengan ukuran maksimal 5 MB dan resolusi yang jelas.
3. Etiket/Label Merek: Sertakan juga versi digital etiket merek dalam format JPG agar proses verifikasi lebih mudah.
4. Formulir Permohonan: Isi seluruh kolom formulir secara lengkap dan sesuai petunjuk yang diberikan oleh DJKI.
5. Tanda Tangan Pemohon: Scan tanda tangan asli dan simpan dalam format JPG atau JPEG, lalu unggah bersama dokumen lainnya.
6. Bukti Pembayaran: Lampirkan bukti pembayaran resmi biaya pendaftaran untuk memvalidasi permohonan Anda.

Selain dokumen di atas, pastikan data yang diunggah sesuai dengan kondisi nyata perusahaan dan produk. Ketelitian dalam menyiapkan dokumen akan mengurangi kemungkinan penolakan dari DJKI. Pemilik merek juga dianjurkan untuk mengecek kesamaan atau kemiripan merek yang sudah terdaftar agar permohonan dapat diterima dengan cepat. Persiapan dokumen yang matang tidak hanya mempermudah proses administratif tetapi juga melindungi hak kekayaan intelektual pemohon secara optimal.

baca juga : 7 Alasan Merek Ditolak DJKI

Biaya Daftar Merek HKI Online

Biaya pendaftaran merek HKI merupakan salah satu aspek penting yang perlu diketahui oleh pemilik usaha sebelum melakukan pengajuan. Biaya ini bergantung pada jenis pendaftaran yang dipilih, apakah untuk UMKM atau pendaftaran reguler. Mengetahui besaran biaya akan membantu perencanaan anggaran dan menghindari keterlambatan pembayaran yang bisa mempengaruhi proses verifikasi permohonan.

Besaran Biaya resmi pendaftaran merek HKI di Indonesia dibedakan menjadi:
• Biaya resmi daftar merek UMKM: Rp. 500.000 per kelas.
• Biaya resmi daftar merek Reguler: Rp. 1.800.000 per kelas.

Pendaftaran untuk UMKM dirancang agar lebih terjangkau dan mendorong pelaku usaha mikro dan kecil untuk melindungi merek mereka. Sementara pendaftaran reguler biasanya digunakan oleh perusahaan skala menengah hingga besar yang membutuhkan perlindungan lebih luas. Semua biaya pendaftaran dibayarkan melalui sistem DJKI dengan metode pembayaran yang telah ditentukan, seperti transfer bank atau pembayaran online.

Selain biaya resmi, pelaku usaha juga dianjurkan menyiapkan dokumen pendukung lainnya agar proses pendaftaran berjalan lancar. Dengan memahami besaran biaya dan persyaratan pembayaran, pemilik usaha dapat merencanakan strategi pendaftaran merek dengan lebih baik. Transparansi biaya ini juga membantu mencegah praktik penipuan yang mengatasnamakan layanan pendaftaran merek HKI.

baca juga : Bangun Bisnis Jangka Panjang Dengan Jasa Merek HKI

 

Cara Daftar Merek HKI Online Terbaru
Cara Daftar Merek HKI Online Terbaru

Berikut Cara Daftar Merek HKI Online

Proses pendaftaran merek HKI online dapat dilakukan melalui sistem resmi DJKI yang menyediakan akses mudah bagi semua pelaku usaha. Sebelum memulai, pemohon sebaiknya menyiapkan dokumen lengkap dan memastikan data identitas perusahaan atau pribadi sudah valid. Hal ini penting untuk mempercepat proses verifikasi dan menghindari penolakan akibat kesalahan administrasi.

Langkah awal biasanya dimulai dengan membuat akun di portal DJKI, kemudian mengisi formulir permohonan secara online. Sistem ini memberikan panduan yang jelas terkait data yang perlu diisi, jenis kelas produk atau jasa, serta dokumen yang harus diunggah. Pemohon juga disarankan memeriksa kembali data sebelum mengirimkan permohonan agar semua informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tahapan Lengkap Mendaftar Merek HKI Online

1. Membuat akun DJKI:
Kunjungi situs resmi DJKI di merek.dgip.go.id dan pilih opsi “Daftar”.
Lengkapi formulir pendaftaran dengan data yang akurat dan valid. Setelah itu, lakukan verifikasi akun melalui tautan konfirmasi yang dikirimkan ke email Anda.

2. Mengisi formulir permohonan secara online:
Masuk ke akun Anda, kemudian pilih menu “Permohonan” → “Merek” → “Tambah”.
Isi semua data pemohon, termasuk informasi merek seperti etiket, logo, atau desain merek. Pastikan juga memilih kelas barang/jasa yang sesuai dengan klasifikasi Nice.
Selain itu, unggah dokumen pendukung yang dibutuhkan, misalnya tanda tangan pemohon, surat keterangan UMKM, atau dokumen resmi lainnya jika berlaku.

3. Membuat dan melakukan pembayaran billing:
Setelah seluruh formulir terisi dengan lengkap, sistem DJKI akan menghasilkan kode billing untuk pembayaran biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).
Lakukan pembayaran melalui berbagai kanal yang tersedia, seperti ATM, mobile banking, internet banking, atau kanal pembayaran resmi lainnya.

4. Memantau proses pendaftaran:
Begitu pembayaran berhasil, permohonan pendaftaran merek Anda akan mulai diproses oleh DJKI.
Pantau status pengajuan secara berkala melalui menu “Permohonan” atau “Inbox” di akun DJKI Anda untuk memastikan tidak ada dokumen yang perlu diperbaiki.

baca juga : Brand Aman dan Terdaftar, Percayakan Pada Jasa Merek HKI

Kenapa Pendaftaran Merek HKI di Tolak

Pendaftaran merek HKI tidak selalu diterima, dan ada beberapa alasan umum yang dapat menyebabkan permohonan ditolak oleh DJKI. Penolakan ini biasanya terkait dengan ketidaksesuaian dokumen, kesamaan merek, atau informasi yang tidak lengkap. Memahami penyebab penolakan membantu pemohon menyiapkan dokumen dan strategi pendaftaran dengan lebih baik di masa depan.

Beberapa penyebab penolakan pendaftaran merek HKI antara lain:
• Merek terlalu mirip dengan merek yang sudah terdaftar, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen.
• Dokumen identitas pemohon atau perusahaan tidak lengkap atau tidak sah.
• Etiket atau logo merek tidak sesuai dengan ketentuan format yang berlaku.
• Formulir permohonan tidak diisi lengkap atau terdapat kesalahan informasi.
• Bukti pembayaran biaya pendaftaran tidak sah atau tidak sesuai prosedur.

Selain faktor di atas, pendaftaran juga bisa ditolak jika merek yang diajukan bersifat deskriptif, menyesatkan, atau melanggar norma hukum dan etika yang berlaku. Pemohon disarankan untuk melakukan pengecekan merek terlebih dahulu serta memastikan semua dokumen sesuai standar agar peluang diterima semakin besar.

baca juga :Bagaimana Proses Pengalihan Merek HKI

Jasa Daftar Merek HKI Online Pengalaman

Mengurus pendaftaran merek HKI secara mandiri terkadang memerlukan waktu dan pemahaman prosedur yang cukup kompleks. Untuk mempermudah proses ini, banyak pelaku usaha menggunakan jasa pengurusan merek online, salah satunya melalui PERMATAMAS. Layanan ini membantu pemohon menyiapkan dokumen, mengisi formulir, dan memantau status pendaftaran agar lebih efisien.

Keunggulan menggunakan jasa pendaftaran merek online antara lain:
• Bantuan persiapan dokumen lengkap sesuai persyaratan DJKI.
• Panduan pengisian formulir permohonan agar tidak terjadi kesalahan.
• Pemantauan status permohonan secara real-time hingga sertifikat diterbitkan.

Dengan dukungan jasa profesional, Anda dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa khawatir proses pendaftaran tertunda. Segera manfaatkan layanan PERMATAMAS untuk mendaftarkan merek Anda secara cepat, aman, dan sesuai prosedur resmi DJKI.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Apa Itu Jasa Merek HKI

Apa Itu Jasa Merek HKI – Merek bukan sekadar nama atau logo produk; ia adalah identitas dan aset berharga yang membedakan usaha Anda dari kompetitor, membangun kepercayaan konsumen, dan meningkatkan nilai jual bisnis. Namun, proses mendaftarkan merek agar memiliki perlindungan hukum yang sah di Indonesia bisa rumit dan memakan waktu, terutama bagi pelaku usaha baru atau UMKM.

Inilah peran jasa merek HKI. Layanan ini membantu pelaku usaha memastikan nama, logo, dan identitas bisnis terlindungi secara resmi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Jasa ini menangani seluruh proses, mulai dari pengecekan ketersediaan merek, persiapan dokumen, hingga penerbitan sertifikat resmi.

Panduan berikut akan membahas secara lengkap mengenai apa itu jasa merek HKI, mengapa penting bagi pelaku usaha, jenis layanan yang tersedia, biaya, serta tips memilih penyedia jasa yang tepat. Dengan panduan ini, Anda akan memahami manfaat dan langkah praktis untuk mengamankan merek bisnis agar terlindungi secara hukum.

Pengertian Jasa Merek HKI

Jasa Pendaftaran Merek HKI adalah layanan profesional yang membantu pelaku usaha untuk mendaftarkan merek secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Layanan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengecekan ketersediaan merek, persiapan dokumen, hingga pengajuan dan pemantauan status permohonan. Dengan menggunakan jasa pendaftaran merek ini, proses pendaftaran merek menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pelaku usaha dapat memastikan merek mereka terlindungi dari penggunaan pihak lain secara ilegal.

Selain itu, jasa pendaftaran merek HKI juga memberikan konsultasi terkait strategi perlindungan merek, termasuk pemilihan kelas produk yang tepat sesuai dengan sistem klasifikasi internasional (Nice Classification). Layanan ini penting untuk menghindari konflik hukum di kemudian hari, terutama bila merek yang ingin didaftarkan memiliki kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar.

Secara keseluruhan, jasa pendaftaran merek membantu pelaku usaha untuk mengurangi risiko kesalahan administrasi, mempercepat proses pendaftaran, dan memberikan perlindungan hukum bagi merek yang dimiliki. Menggunakan jasa profesional juga memungkinkan pelaku usaha fokus pada pengembangan produk dan strategi pemasaran, sementara urusan pendaftaran merek ditangani oleh pihak yang berkompeten.

baca juga : apa itu banding merek HKI

Kenapa Pelaku Usaha Butuh Jasa Merek HKI

Pelaku usaha membutuhkan jasa daftar merek HKI karena pendaftaran merek merupakan proses yang rumit dan penuh prosedur hukum. Tanpa bantuan profesional, banyak pelaku usaha yang menghadapi risiko penolakan atau kesalahan administrasi yang berujung pada tertundanya penerbitan sertifikat merek. Jasa Merek HKI memberikan panduan step-by-step mulai dari pengecekan nama merek hingga pengajuan resmi ke DJKI.

Selain itu, pendaftaran merek bukan hanya soal legalitas, tapi juga strategi perlindungan bisnis jangka panjang. Dengan merek yang terdaftar secara resmi, pelaku usaha dapat mengklaim hak eksklusif atas logo, nama, atau simbol dagang mereka, sehingga mencegah kompetitor meniru atau memanfaatkan merek secara ilegal. Jasa profesional membantu memastikan semua dokumen lengkap, sesuai format DJKI, dan memperhitungkan potensi konflik dengan merek lain.

Terakhir, jasa daftar merek HKI juga mempercepat proses pengurusan. Tanpa jasa, pemilik usaha harus memahami aturan hukum yang kompleks, mengikuti alur administrasi DJKI, dan melakukan monitoring sendiri. Dengan bantuan jasa profesional, pelaku usaha dapat fokus pada pengembangan produk, sementara seluruh proses hukum dan administrasi ditangani secara sistematis oleh konsultan berpengalaman.

Jenis Jenis Layanan Jasa Merek HKI

Jasa Merek HKI menawarkan beragam layanan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam mendaftarkan dan mengelola merek. Layanan ini biasanya mencakup seluruh tahap, dari awal hingga sertifikasi resmi.

Beberapa layanan utama antara lain:
• Pengecekan Ketersediaan Merek: Memastikan nama atau logo yang ingin didaftarkan belum terpakai.
• Pendaftaran Merek Baru: Menyusun dokumen, mengisi formulir resmi, dan mengajukan ke DJKI.
• Perpanjangan Merek: Mengurus renewal atau perpanjangan masa berlaku sertifikat.
• Perubahan atau Pengalihan Merek: Membantu proses perubahan nama, logo, atau kepemilikan merek.
• Konsultasi Strategi Merek: Memberikan saran tentang kelas produk, branding, dan perlindungan hukum.

Selain di atas, jasa ini juga memberikan pendampingan lengkap untuk menghadapi potensi penolakan, keberatan pihak ketiga, atau masalah administratif. Pelaku usaha dapat memperoleh arahan praktis dan solusi atas kendala yang muncul selama proses pendaftaran.
Dengan adanya berbagai layanan ini, pelaku usaha dapat memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan—baik untuk pendaftaran tunggal, perpanjangan, atau manajemen portofolio merek. Hal ini membuat jasa merek HKI menjadi investasi penting dalam menjaga legalitas dan keberlangsungan bisnis.

baca juga : apa itu pengalihan merek HKI

Bagaimana Proses Kerja Jasa Pendaftaran Merek HKI

Proses kerja jasa pendaftaran merek HKI dimulai dari konsultasi awal antara pelaku usaha dan konsultan. Pada tahap ini, pihak jasa akan mengecek ketersediaan nama atau logo, menentukan kelas produk, dan memberikan arahan terkait dokumen yang harus disiapkan. Konsultasi awal memastikan langkah selanjutnya lebih cepat dan minim risiko penolakan.

Tahap berikutnya adalah persiapan dan pengajuan dokumen ke DJKI. Jasa profesional akan menyiapkan formulir, akta perusahaan, surat pernyataan, serta dokumen pendukung lain sesuai ketentuan resmi. Dokumen kemudian diajukan melalui sistem online DJKI atau manual sesuai prosedur. Selama tahap ini, konsultan memantau setiap langkah untuk memastikan tidak ada dokumen yang kurang atau salah format.
Terakhir, setelah pengajuan dilakukan, jasa pendaftaran merek HKI memantau status permohonan sampai sertifikat diterbitkan. Bila terjadi kendala, seperti keberatan pihak ketiga atau revisi dokumen, jasa akan memberikan bimbingan untuk menyelesaikannya. Dengan proses ini, pelaku usaha tidak perlu khawatir dengan birokrasi kompleks, karena seluruh alur pendaftaran ditangani secara profesional dan sistematis.

Biaya Umum untuk Jasa Daftar Merek di Indonesia HKI

Biaya pendaftaran merek di Indonesia tergantung pada jenis pelaku usaha dan paket layanan yang digunakan. Untuk UMKM, biaya resmi pendaftaran merek Rp 500.000 per kelas, sedangkan untuk pendaftaran reguler sebesar Rp 1.800.000 per kelas.

Biaya ini mencakup pengajuan resmi ke DJKI, pemeriksaan formalitas dokumen, dan publikasi merek dalam Berita Resmi Merek. Selain biaya resmi, penyedia jasa merek HKI biasanya menawarkan biaya jasa tambahan untuk mempermudah proses pengajuan.

Beberapa layanan yang biasanya termasuk:
• Konsultasi awal terkait kelas produk dan strategi pendaftaran
• Penyusunan dokumen administrasi dan formulir pengajuan
• Pemantauan status permohonan hingga sertifikat diterbitkan
• Pendampingan jika terjadi keberatan atau revisi dokumen

Pelaku usaha perlu memahami perbedaan antara biaya resmi DJKI dan biaya jasa konsultan. Dengan mengetahui rincian biaya, pelaku usaha bisa menyiapkan anggaran secara tepat dan menghindari pembayaran berlebih. Biaya tambahan ini biasanya sebanding dengan kemudahan dan efisiensi waktu yang diperoleh.

Secara keseluruhan, memahami biaya umum pendaftaran merek membantu pelaku usaha membuat keputusan yang tepat. Dengan menggunakan jasa profesional, proses pendaftaran menjadi lebih cepat, aman, dan terhindar dari kesalahan administrasi yang berpotensi menyebabkan penolakan.

baca juga : apa itu penolakan merek HKI

Kriteria Memilih Penyedia Jasa Merek HKI yang Tepat

Memilih penyedia jasa merek HKI yang tepat sangat penting agar proses pendaftaran berjalan lancar dan aman. Tidak semua jasa memiliki pengalaman atau reputasi yang sama, sehingga pelaku usaha harus mempertimbangkan beberapa faktor.

Beberapa kriteria penting dalam memilih jasa merek HKI antara lain:
• Pengalaman dan rekam jejak dalam mengurus pendaftaran merek di DJKI
• Transparansi biaya antara biaya resmi DJKI dan jasa layanan
• Layanan lengkap mulai dari konsultasi, pengurusan dokumen, hingga monitoring permohonan
• Kemudahan komunikasi dan update informasi proses pendaftaran

Selain itu, pastikan penyedia jasa memiliki tim profesional yang memahami aturan hukum HKI dan prosedur pendaftaran. Pilihan yang tepat akan membantu pelaku usaha mengurangi risiko penolakan dan mempercepat penerbitan sertifikat merek.
Dengan kriteria tersebut, pelaku usaha bisa memilih penyedia jasa yang tepercaya, responsif, dan efisien, sehingga proses pendaftaran merek menjadi lebih terstruktur dan aman.

Pertanyaan Umum Tentang Jasa Merek HKI

Banyak pelaku usaha yang baru pertama kali mendaftarkan merek sering memiliki pertanyaan seputar proses dan layanan jasa merek HKI. Menjawab pertanyaan ini penting agar pemilik usaha memahami hak, kewajiban, dan prosedur pendaftaran.

Beberapa pertanyaan umum meliputi:
• Apa perbedaan biaya UMKM dan reguler? Biaya UMKM lebih rendah, sedangkan reguler mengikuti tarif resmi DJKI.
• Berapa lama proses pendaftaran merek? Biasanya 12–18 bulan tergantung kelas dan kelengkapan dokumen.
• Apakah bisa menggunakan nama atau logo yang mirip merek lain? Tidak, harus dicek ketersediaannya untuk menghindari penolakan.
• Apakah jasa merek HKI juga menangani keberatan pihak ketiga? Ya, penyedia jasa profesional memberikan pendampingan penuh.

Selain itu, penting juga mengetahui bahwa sertifikat HKI berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang, sehingga pertanyaan tentang masa berlaku dan perpanjangan juga sering muncul.
Dengan memahami pertanyaan umum ini, pelaku usaha lebih siap menghadapi proses pendaftaran dan memilih jasa merek HKI yang sesuai kebutuhan.

baca juga : cara mengecek merek HKI yang suda terdaftar

Risiko Jika Mengurus Merek Tanpa Jasa Profesional HKI

Mengurus pendaftaran merek tanpa bantuan jasa profesional memiliki risiko yang cukup tinggi. Banyak pelaku usaha yang mengalami penolakan, kesalahan administrasi, atau keterlambatan sertifikat karena kurang memahami prosedur DJKI.

Beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan:
• Kesalahan pengisian dokumen, seperti formulir tidak lengkap atau salah format, yang bisa menyebabkan penolakan.
• Pemilihan kelas produk yang salah, sehingga merek tidak terlindungi sesuai jenis produk yang dimaksud.
• Keterlambatan proses pendaftaran, karena pelaku usaha harus belajar prosedur sendiri dan memantau status permohonan secara manual.
• Konflik dengan merek lain, bila tidak melakukan pengecekan ketersediaan secara menyeluruh.

Tanpa pendampingan profesional, pelaku usaha juga akan kesulitan menghadapi keberatan pihak ketiga atau revisi dokumen yang diminta DJKI. Akibatnya, proses pendaftaran bisa memakan waktu lebih lama dan menimbulkan biaya tambahan yang tidak perlu.

Dengan memahami risiko ini, pelaku usaha akan lebih bijak untuk menggunakan jasa profesional, sehingga proses pendaftaran menjadi lebih aman, cepat, dan sesuai regulasi HKI.

Manfaat Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HKI

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI memberikmerekan manfaat jangka panjang yang signifikan bagi pelaku usaha. Perlindungan hukum yang diberikan oleh sertifikat HKI memastikan bahwa merek, logo, dan identitas bisnis Anda aman dari penggunaan pihak lain tanpa izin. Hal ini sangat penting untuk menjaga reputasi dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Selain itu, jasa profesional membantu pelaku usaha mengoptimalkan strategi merek.

Beberapa manfaat jangka panjang antara lain:
1. Perlindungan Eksklusif – Merek terdaftar memberikan hak eksklusif atas penggunaan nama, logo, atau simbol dagang, sehingga mencegah kompetitor meniru.
2. Nilai Tambah Bisnis – Merek terdaftar meningkatkan nilai brand, memudahkan penjualan lisensi atau franchise, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
3. Efisiensi Waktu dan Biaya – Dengan pendampingan profesional, proses pendaftaran lebih cepat, mengurangi risiko revisi dokumen dan penolakan.

Selain keuntungan hukum dan strategi, menggunakan jasa merek HKI juga memudahkan pelaku usaha mengelola portofolio merek dan melakukan perpanjangan atau perubahan bila diperlukan. Hal ini membuat bisnis tetap kompetitif, legal, dan siap berkembang dalam jangka panjang.

baca juga : cara daftar merek HKI secara online

Perbedaan Antara Jasa Daftar Merek atau Jasa Pendaftaran Merek HKI

Meskipun istilah “jasa daftar merek” dan “jasa pendaftaran merek” sering terdengar mirip dan digunakan secara bergantian, sebenarnya terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami oleh pelaku usaha. Memahami perbedaan ini penting agar proses pendaftaran merek berjalan lebih efisien, aman, dan sesuai dengan regulasi DJKI.

Beberapa perbedaan utama antara kedua layanan ini adalah:

Jasa Daftar Merek
• Fokus pada tahap awal pendaftaran merek, termasuk pengecekan ketersediaan nama atau logo.
• Membantu pelaku usaha menyiapkan dokumen yang diperlukan seperti formulir permohonan, surat pernyataan, dan dokumen pendukung lain.
• Mengajukan permohonan resmi ke DJKI agar merek mulai diproses secara formal.

Jasa Pendaftaran Merek
• Mencakup seluruh proses administrasi pendaftaran hingga merek resmi diterbitkan sertifikatnya.
• Memberikan pendampingan selama pemeriksaan formalitas dan substantif oleh DJKI, termasuk publikasi.
• Menawarkan layanan tambahan seperti perpanjangan masa berlaku merek, perubahan data, atau pengalihan hak merek jika diperlukan.

Lingkup Layanan Tambahan
• Konsultasi strategi merek agar perlindungan hukum lebih optimal.
• Pemantauan status permohonan untuk memastikan tidak ada kendala selama proses pemeriksaan.
• Bimbingan menghadapi keberatan pihak ketiga jika terjadi sengketa selama proses publikasi.
Perbedaan ini penting agar pelaku usaha memahami lingkup tanggung jawab penyedia jasa dan memilih layanan sesuai kebutuhan bisnis. Dengan layanan yang tepat, risiko kesalahan dokumen, penolakan, atau keterlambatan bisa diminimalkan.

Selain di atas, pelaku usaha juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting lainnya:
• Reputasi penyedia jasa: Pastikan jasa memiliki pengalaman dan rekam jejak yang terbukti.
• Transparansi biaya: Hindari biaya tersembunyi dan pastikan semua layanan dijelaskan secara jelas.
• Kompetensi dan kecepatan layanan: Pilih penyedia yang bisa menangani dokumen secara profesional dan memantau status permohonan secara berkala.

Dengan memperhatikan semua aspek ini, investasi pendaftaran merek melalui jasa profesional akan memberikan perlindungan hukum maksimal, memperkuat nilai brand, dan memastikan merek bisnis Anda aman dari risiko pelanggaran atau peniruan.

baca juga : tips agar daftar merek HKI diterima

Waktu yang Diperlukan untuk Proses Pendaftaran Merek HKI

Proses pendaftaran merek HKI tidak instan dan melibatkan beberapa tahapan pemeriksaan oleh DJKI. Secara umum, waktu yang diperlukan bisa berbeda tergantung kelengkapan dokumen, jumlah kelas produk, dan potensi keberatan pihak ketiga.

Beberapa estimasi waktu rata-rata meliputi:
• Pengecekan ketersediaan merek: 1–3 hari kerja
• Pengajuan dokumen ke DJKI: 1–2 minggu tergantung persiapan
• Pemeriksaan formalitas dan substantif: 6–12 bulan
• Publikasi dan penerbitan sertifikat: 1–2 bulan setelah pemeriksaan selesai

Selain itu, penggunaan jasa profesional membantu mempercepat proses karena:
• Dokumen sudah lengkap dan sesuai format
• Proses pengajuan dilakukan sesuai alur resmi DJKI
• Pendampingan tersedia jika ada revisi atau keberatan

Dengan memahami estimasi waktu ini, pelaku usaha bisa merencanakan strategi branding dan pemasaran sambil menunggu sertifikat diterbitkan.

baca jugaAlasan Logo Merek Wajib Didaftarkan ke HAKI

 

Apa Itu Jasa Merek HKI
Apa Itu Jasa Merek HKI

Kesalahan Umum dalam Pengajuan Merek dan Cara Menghindarinya

Banyak pelaku usaha baru melakukan kesalahan dalam proses pendaftaran merek HKI, yang bisa menyebabkan penolakan atau keterlambatan sertifikat. Kesalahan umum ini sebaiknya diantisipasi dengan strategi pendaftaran yang tepat.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
1. Dokumen tidak lengkap atau salah format – Pastikan semua dokumen pendukung tersedia dan sesuai standar DJKI.
2. Pemilihan kelas produk yang salah – Gunakan sistem klasifikasi internasional (Nice Classification) agar merek terlindungi secara tepat.
3. Tidak melakukan pengecekan ketersediaan merek – Selalu pastikan nama atau logo yang didaftarkan belum terdaftar pihak lain.

Selain itu, pelaku usaha harus memperhatikan:
• Revisi dokumen bila diminta DJKI
• Keberatan pihak ketiga yang mungkin muncul selama proses publikasi
• Masa berlaku sertifikat dan jadwal perpanjangan

Dengan memahami kesalahan umum ini, proses pendaftaran merek dapat berjalan lebih lancar, aman, dan efektif, terutama bila menggunakan jasa profesional.

baca jugaApa Itu Kelas Merek HKI

Pelaku Usaha yang Sukses Menggunakan Jasa Merek HKI

Banyak pelaku usaha berhasil mengembangkan bisnis mereka berkat bantuan jasa pendaftaran merek HKI. Dengan menggunakan jasa profesional, mereka dapat mengamankan hak eksklusif atas merek, logo, dan identitas bisnis, sehingga produk mereka terlindungi dari peniruan dan kompetitor yang tidak sah.

Beberapa contoh keberhasilan pelaku usaha yang menggunakan jasa merek HKI meliputi:
• UMKM lokal yang berhasil mendaftarkan produk makanan atau minuman khas daerah, sehingga bisa memperluas distribusi ke supermarket dan marketplace nasional.
• Perusahaan startup yang mendaftarkan logo dan brand mereka sejak awal, sehingga investasi branding menjadi lebih aman dan memiliki nilai jual tambahan saat menggaet investor.
• Perusahaan besar yang melakukan portofolio merek lengkap, termasuk perpanjangan dan perubahan, sehingga setiap sub-brand terlindungi secara hukum.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa menggunakan jasa merek HKI bukan hanya soal legalitas, tetapi juga strategi bisnis. Pelaku usaha bisa fokus mengembangkan produk dan pemasaran, sementara urusan administrasi dan hukum ditangani oleh pihak yang berpengalaman.

baca jugaKenapa Pendaftaran Merek HKI Ditolak

Bagaimana Jasa Merek HKI Membantu UMKM vs Perusahaan Besar

Jasa pendaftaran merek HKI memiliki peran berbeda untuk UMKM dan perusahaan besar, sesuai kebutuhan dan skala usaha. Untuk UMKM, jasa merek HKI membantu mengurangi beban administrasi dan memastikan pendaftaran merek berjalan sesuai prosedur resmi DJKI.
Beberapa layanan yang bermanfaat bagi UMKM dan perusahaan besar meliputi:

UMKM:
1. Pendaftaran merek produk lokal atau rumahan
2. Pendampingan lengkap agar tidak terjadi penolakan
3. Saran strategi kelas produk untuk perlindungan maksimum

Perusahaan:
1. Pengelolaan portofolio merek multi-produk dan sub-brand
2. Perpanjangan, perubahan, dan pengalihan merek secara sistematis
3. Konsultasi strategi perlindungan merek di tingkat nasional dan internasional

Dengan layanan ini, baik UMKM maupun perusahaan besar bisa memastikan merek mereka terlindungi secara hukum, menghindari konflik, dan memaksimalkan nilai brand di pasar.

baca jugaJasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall

Tips Hemat Biaya Saat Menggunakan Jasa Merek HKI

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI memang membutuhkan biaya, tetapi ada beberapa strategi untuk menghemat pengeluaran tanpa mengorbankan perlindungan hukum.
Pertama, pilih paket jasa yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak semua layanan harus lengkap, terutama bagi UMKM yang baru memulai. Fokus pada pembuatan dokumen dan pengajuan resmi ke DJKI terlebih dahulu, sementara layanan tambahan seperti pengalihan atau perpanjangan bisa dilakukan nanti.

Kedua, lakukan pengecekan ketersediaan merek secara mandiri sebelum menggunakan jasa profesional. Ini membantu menghindari penolakan akibat nama atau logo yang sudah terdaftar, sehingga biaya jasa tidak sia-sia.

Ketiga, manfaatkan program UMKM yang menawarkan tarif pendaftaran lebih rendah, yakni Rp 500.000 per kelas dibandingkan tarif reguler Rp 1.800.000. Dengan strategi ini, pelaku usaha bisa menghemat biaya pendaftaran sekaligus memastikan perlindungan hukum tetap maksimal.

baca jugaJasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall

Peraturan Hukum Terkait Pendaftaran Merek dan Jasa Merek HKI

Pendaftaran merek di Indonesia diatur oleh peraturan yang ketat untuk memastikan hak eksklusif pelaku usaha terlindungi. Jasa pendaftaran merek HKI membantu pelaku usaha mematuhi semua aturan tersebut sehingga proses menjadi lancar dan aman.

Beberapa peraturan utama meliputi:
• Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis
• Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual tentang Tata Cara Pendaftaran Merek
• Persyaratan dokumen resmi yang harus dipenuhi untuk pengajuan pendaftaran

Penyedia jasa merek HKI profesional akan memastikan semua dokumen dan prosedur sesuai peraturan, termasuk:
• Pengisian formulir dan dokumen pendukung yang lengkap
• Penentuan kelas produk sesuai klasifikasi internasional
• Pemantauan status permohonan hingga sertifikat diterbitkan

Dengan memahami dan mematuhi regulasi ini, pelaku usaha terhindar dari penolakan, sengketa, atau masalah hukum di kemudian hari. Jasa profesional menjadi kunci untuk memastikan pendaftaran merek berjalan sesuai hukum dan efektif.

baca jugaSyarat Mendaftar Merek HAKI

Bagaimana Mengecek Status Permohonan Merek Setelah Jasa Merek HKI Bekerja

Setelah jasa merek HKI mengajukan permohonan, pelaku usaha perlu mengetahui cara memantau status permohonan agar tetap up-to-date.

Pemantauan ini penting untuk memastikan tidak ada masalah atau keberatan yang tertunda.
1. Mengakses Sistem Online DJKI – Pelaku usaha dapat login ke situs resmi DJKI dan memasukkan nomor permohonan untuk melihat status. Ini memungkinkan pengecekan apakah dokumen sudah diterima, sedang diperiksa, atau sudah dipublikasikan.
2. Meminta Laporan dari Jasa Merek HKI – Jasa profesional biasanya memberikan update berkala, termasuk email atau notifikasi tentang setiap perubahan status. Dengan laporan ini, pelaku usaha tidak perlu memantau sendiri setiap hari.
3. Tindak Lanjut Bila Ada Keberatan atau Revisi – Jika DJKI meminta revisi dokumen atau ada keberatan pihak ketiga, pelaku usaha perlu segera bertindak. Dengan pendampingan jasa, semua langkah hukum dapat dilakukan tepat waktu dan sesuai prosedur.

Dengan mengetahui cara mengecek status permohonan, pelaku usaha dapat memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan mengantisipasi potensi hambatan sebelum sertifikat diterbitkan.

baca jugaMengapa Merek HKI Perlu Dilindungi

Peran Konsultan dalam Layanan Jasa Merek HKI

Konsultan berperan penting dalam layanan jasa merek HKI karena mereka memastikan seluruh proses pendaftaran sesuai hukum dan efisien. Konsultan membantu pelaku usaha memahami regulasi, menyiapkan dokumen, dan menghindari kesalahan administratif.

Beberapa peran konsultan dalam layanan jasa merek antara lain:
• Konsultasi awal: Membantu memilih nama, logo, dan kelas produk yang tepat.
• Persiapan dokumen: Menyusun formulir, surat pernyataan, dan dokumen pendukung.
• Pendampingan pengajuan: Mengajukan permohonan ke DJKI dan memantau status secara berkala.
• Mengatasi keberatan: Memberikan bimbingan bila ada penolakan atau keberatan pihak ketiga.
• Strategi perlindungan merek: Menyusun langkah untuk perpanjangan atau pengalihan hak merek.

Dengan konsultan, pelaku usaha tidak perlu menghadapi proses birokrasi sendiri, sehingga waktu dan risiko kesalahan dapat diminimalkan.

baca jugaBisnis Online Butuh Jasa Merek HKI Untuk Legalitas

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya Jika Anda Ingin Menggunakan Jasa Merek HKI

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI memberikan banyak keuntungan, mulai dari perlindungan hukum, efisiensi waktu, hingga strategi branding. Pelaku usaha dapat memastikan merek, logo, dan identitas bisnis terlindungi secara resmi, sehingga mengurangi risiko peniruan atau sengketa.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan menentukan paket jasa yang sesuai, apakah untuk pendaftaran awal, perpanjangan, atau pengalihan merek. Selanjutnya, pilih penyedia jasa yang berpengalaman dan transparan dalam biaya dan layanan.

Terakhir, setelah memilih jasa, pelaku usaha perlu memantau proses pendaftaran, menyiapkan dokumen dengan lengkap, dan menindaklanjuti setiap permintaan revisi atau keberatan dari DJKI. Dengan langkah-langkah ini, proses pendaftaran merek akan lebih lancar, aman, dan memberikan perlindungan jangka panjang bagi bisnis Anda.

baca jugaUMKM Wajib Tahu! Pentingnya Jasa Daftar Merek Untuk Perlindungan Usaha

Jasa Pengurusan Daftar Merek HKI

Jasa pengurusan daftar merek HKI adalah layanan profesional yang membantu pelaku usaha mengurus semua aspek pendaftaran merek resmi di DJKI. Layanan ini memastikan setiap langkah, dari pengecekan nama hingga penerbitan sertifikat, dilakukan sesuai prosedur hukum.

Beberapa layanan yang biasanya disediakan antara lain:
• Pengecekan ketersediaan merek: Menjamin nama atau logo belum digunakan pihak lain.
• Pengajuan dokumen ke DJKI: Meliputi formulir, surat pernyataan, dan dokumen pendukung.
• Monitoring status permohonan: Memastikan proses pendaftaran berjalan lancar.
• Pendampingan jika ada keberatan: Menyelesaikan masalah yang muncul selama proses publikasi.
• Perpanjangan atau pengalihan merek: Memberikan dukungan untuk manajemen portofolio merek.

Dengan menggunakan jasa pengurusan daftar merek HKI, pelaku usaha bisa fokus pada pengembangan produk dan pemasaran, sementara urusan administrasi dan hukum ditangani oleh konsultan profesional. Layanan ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memastikan keamanan hukum dan nilai brand tetap terjaga.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

 

Penyebab Merek HKI Ditolak

Penyebab Merek HKI DitolakMendaftarkan merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) merupakan langkah penting bagi pelaku usaha yang ingin melindungi identitas produk atau jasanya secara hukum. Namun, tidak semua pengajuan merek dapat diterima. Banyak pemohon yang mengalami penolakan karena merek yang diajukan tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penolakan ini sering kali disebabkan oleh faktor yang sebenarnya bisa dihindari jika pemohon memahami aturan dasar sebelum mengajukan pendaftaran.

Agar tidak mengalami hal serupa, pelaku usaha perlu mengetahui apa saja yang menjadi alasan umum penolakan merek oleh DJKI. Dengan memahami penyebab penolakan, pemohon dapat melakukan perbaikan sejak awal dan memastikan bahwa merek yang diajukan benar-benar memenuhi syarat perlindungan hukum. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara mendalam tujuh penyebab utama penolakan merek HKI beserta tips agar permohonan merek Anda tidak ditolak.

Merek Memiliki Kesamaan dengan Merek Terdaftar Sebelumnya

Salah satu penyebab paling umum mengapa merek HKI ditolak adalah karena memiliki kesamaan dengan merek lain yang sudah terdaftar lebih dulu di DJKI. Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Merek, DJKI berhak menolak permohonan apabila merek memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terdaftar. Persamaan ini bisa berupa nama, logo, bentuk tulisan, warna, atau kombinasi elemen lainnya.

Sebagai contoh, jika seseorang ingin mendaftarkan merek “PERMATAMAS” untuk produk pembersih rumah tangga, sedangkan sudah ada merek “PERMATAMAS” yang terdaftar di kelas yang sama, maka DJKI kemungkinan besar akan menolak permohonan tersebut karena dianggap memiliki kemiripan yang dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat. Untuk menghindarinya, pemohon perlu melakukan pencarian merek terlebih dahulu di database resmi DJKI sebelum mengajukan pendaftaran.

Dengan melakukan pencarian awal, pelaku usaha dapat memastikan bahwa merek yang diajukan benar-benar unik dan belum digunakan oleh pihak lain. Hal ini juga membantu menghindari potensi sengketa hukum di kemudian hari. Jika Anda merasa kesulitan melakukan riset merek, Anda bisa menggunakan bantuan jasa daftar merek berpengalaman yang akan membantu memastikan merek Anda aman dan layak didaftarkan.

Merek Mengandung Unsur yang Bersifat Umum atau Deskriptif

Merek yang bersifat deskriptif atau terlalu umum juga tidak dapat diterima oleh DJKI. Maksudnya, merek yang hanya menjelaskan fungsi, jenis, atau sifat dari barang dan jasa yang ditawarkan dianggap tidak memiliki daya pembeda. Misalnya, seseorang yang ingin mendaftarkan merek “SABUN BERSIH” untuk produk pembersih tidak akan diterima, karena nama tersebut hanya menggambarkan fungsi produknya, bukan identitas uniknya.

Merek yang terlalu deskriptif tidak dapat memberikan pembeda yang jelas antara satu produk dengan produk lain di pasar. DJKI menilai bahwa merek semacam ini tidak bisa menjadi indikator asal-usul komersial suatu produk. Oleh karena itu, penting bagi pemohon untuk memilih nama yang unik, kreatif, dan tidak langsung menggambarkan jenis barang atau jasanya.

Sebaiknya gunakan nama yang memiliki nilai khas dan mudah diingat oleh konsumen. Contohnya, merek “XXXXCLEAN” atau “CLEANXXXX” memiliki karakter unik dan daya pembeda yang kuat dibandingkan kata “SABUN BERSIH”. Untuk membantu memilih nama merek yang tepat dan memenuhi syarat hukum, pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan jasa pendaftaran merek profesional yang memahami strategi branding sekaligus regulasi DJKI.

Penyebab Merek HKI Ditolak
Penyebab Merek HKI Ditolak

Merek Mengandung Unsur yang Bertentangan dengan Moral dan Hukum

DJKI secara tegas menolak permohonan merek yang mengandung unsur yang bertentangan dengan kesusilaan, agama, dan ketertiban umum. Hal ini diatur dalam Pasal 20 huruf (a) Undang-Undang Merek. Contoh merek yang akan ditolak adalah merek yang mengandung kata-kata vulgar, simbol pornografi, hinaan terhadap kelompok tertentu, atau penggunaan nama agama secara tidak pantas.

Penolakan semacam ini bertujuan menjaga ketertiban sosial dan melindungi nilai-nilai moral masyarakat.

Merek merupakan elemen publik yang bisa dilihat dan digunakan oleh siapa saja, sehingga pemerintah berkewajiban memastikan tidak ada unsur yang menyinggung atau meresahkan.

Selain itu, DJKI juga menolak merek yang bertentangan dengan hukum atau digunakan untuk menutupi kegiatan ilegal. Oleh karena itu, penting bagi pemohon untuk memastikan nama dan logo mereknya sopan, etis, dan tidak menyinggung pihak mana pun. Langkah ini tidak hanya memperlancar proses pendaftaran, tetapi juga meningkatkan citra positif merek di mata konsumen.

Merek Mengandung Unsur Penipuan atau Menyesatkan Konsumen

Penyebab lain yang sering membuat pendaftaran merek ditolak adalah karena merek dianggap menyesatkan konsumen. Misalnya, sebuah merek yang mencantumkan kata “ORGANIC” padahal produknya tidak mengandung bahan organik, atau menggunakan nama “IMPORTED” padahal barang tersebut diproduksi di dalam negeri.

Merek seperti ini dianggap menipu masyarakat karena memberikan informasi yang tidak benar mengenai asal, kualitas, atau komposisi produk. DJKI bertugas melindungi konsumen dari tindakan yang menyesatkan, sehingga setiap merek harus mencerminkan kebenaran identitas produk yang diwakilinya.

Sebelum mengajukan permohonan, pastikan merek Anda tidak mengandung kata atau klaim yang berpotensi menyesatkan. Jika ingin menggunakan istilah tertentu, pastikan ada bukti atau dasar yang sahih. Konsultasi dengan konsultan HKI atau tim jasa daftar merek juga bisa membantu menilai apakah merek Anda aman dari penolakan karena unsur penipuan.

Merek Menyerupai Nama atau Simbol Lembaga Resmi

DJKI tidak akan menerima pendaftaran merek yang meniru atau menyerupai nama lembaga negara, bendera, simbol pemerintahan, atau organisasi internasional seperti PBB, WHO, atau UNESCO. Ketentuan ini bertujuan agar tidak terjadi penyalahgunaan simbol resmi yang dapat menyesatkan masyarakat atau merugikan institusi tertentu.

Sebagai contoh, pendaftaran merek dengan lambang Garuda Pancasila, bendera merah putih, atau tulisan “Republik Indonesia” jelas akan ditolak. Hal ini termasuk penggunaan logo, emblem, atau bentuk yang menyerupai simbol kenegaraan, meskipun dimodifikasi sedikit.

Agar aman, gunakan desain logo dan nama merek yang benar-benar orisinal serta tidak memiliki kemiripan dengan simbol lembaga resmi. Pelaku usaha juga disarankan melakukan pengecekan terlebih dahulu di database DJKI atau meminta bantuan konsultan jasa pendaftaran merek yang memahami larangan hukum terkait penggunaan elemen simbolik dalam merek.

Merek Tidak Memiliki Daya Pembeda yang Jelas

 Merek yang tidak memiliki daya pembeda juga akan ditolak oleh DJKI. Daya pembeda adalah kemampuan merek untuk membedakan produk atau jasa suatu perusahaan dari perusahaan lain. Contohnya, merek yang hanya terdiri dari huruf atau angka acak tanpa makna, seperti “123” atau “A.B.C.”, dianggap tidak memiliki daya pembeda yang cukup kuat.

DJKI menghendaki agar setiap merek memiliki unsur yang khas dan mudah dikenali oleh masyarakat. Merek yang terlalu sederhana atau umum akan sulit mendapatkan perlindungan hukum karena tidak dapat berfungsi sebagai identitas unik.

Untuk menghindarinya, buatlah merek dengan kombinasi nama, warna, atau desain logo yang menarik dan berbeda. Konsultasikan konsep merek Anda kepada ahli atau melalui layanan jasa daftar merek yang berpengalaman dalam menentukan strategi branding sesuai aturan hukum.

Dokumen Pendaftaran Merek Tidak Lengkap atau Tidak Valid

Selain faktor substantif, alasan administratif juga sering menjadi penyebab penolakan. Banyak pemohon gagal karena dokumen yang diajukan tidak lengkap, salah unggah file, atau data identitas tidak sesuai dengan akta usaha. Kesalahan umum lainnya termasuk tidak menyertakan bukti pembayaran PNBP atau surat pernyataan yang diperlukan.

Kesalahan administratif ini sebenarnya dapat dihindari dengan memeriksa kembali semua berkas sebelum pengajuan. Pastikan setiap data pemohon, bukti transfer, hingga contoh label merek sudah benar dan sesuai format yang diminta DJKI.

Untuk memastikan semua berjalan lancar, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan jasa pendaftaran merek yang profesional. Tim berpengalaman akan membantu menyiapkan dokumen, melakukan pengecekan awal, dan memastikan tidak ada kesalahan teknis yang menyebabkan penolakan. Dengan demikian, proses pendaftaran bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Jasa Daftar Merek HKI Profesional

Setelah memahami berbagai penyebab penolakan pendaftaran merek, tentu penting bagi pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam setiap langkah pengajuan merek ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Banyak pelaku usaha yang mengalami penolakan hanya karena kesalahan teknis kecil seperti kesamaan nama, kesalahan kelas barang/jasa, atau kurangnya dokumen pendukung. Oleh karena itu, menggunakan jasa daftar merek HKI profesional menjadi solusi cerdas agar proses pendaftaran berjalan lancar dan peluang diterima semakin besar.

PERMATAMAS Indonesia hadir sebagai konsultan HKI berpengalaman yang telah membantu berbagai pelaku usaha dari berbagai bidang dalam proses pendaftaran merek, mulai dari tahap persiapan dokumen, pengecekan merek, hingga pengajuan resmi ke DJKI. Tim kami terdiri dari tenaga ahli di bidang hukum dan kekayaan intelektual yang memahami secara mendalam prosedur serta regulasi DJKI. Dengan pendampingan profesional dari PERMATAMAS, Anda tidak perlu khawatir lagi terhadap kesalahan administratif maupun potensi penolakan yang dapat memperlambat proses perlindungan merek Anda.

Jika Anda sedang merencanakan untuk mendaftarkan merek produk atau jasa, jangan ragu untuk mempercayakannya kepada kami di PERMATAMAS yang fokus melayani jasa daftar merek HKI secara cepat, resmi, dan terpercaya. Dapatkan konsultasi gratis untuk memastikan merek Anda memenuhi seluruh persyaratan DJKI. Lindungi identitas bisnis Anda sejak dini, dan biarkan kami membantu Anda mendapatkan sertifikat merek resmi dengan proses yang efisien dan hasil yang pasti.

Kesimpulan Kenapa Merek Ditolak

Penolakan pendaftaran merek HKI sering kali disebabkan oleh hal-hal yang sebenarnya bisa diantisipasi. Mulai dari kesamaan dengan merek lain, unsur yang bersifat umum, hingga dokumen yang tidak lengkap. Dengan memahami ketujuh penyebab di atas, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan umum dan meningkatkan peluang mereknya diterima oleh DJKI.

Langkah terbaik sebelum mengajukan pendaftaran adalah melakukan riset merek, memahami regulasi, serta menyiapkan dokumen secara lengkap dan benar. Bila perlu, gunakan bantuan profesional seperti jasa daftar merek untuk memastikan seluruh proses sesuai dengan ketentuan hukum. Dengan merek yang terdaftar resmi, produk Anda tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga memiliki nilai kepercayaan yang tinggi di mata konsumen dan mitra bisnis.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID