Cara Mengajukan Merek HAKI Kelas 24 untuk Produk Kain – Memiliki produk kain dengan nama brand sendiri merupakan langkah penting untuk membangun identitas bisnis. Namun, penggunaan nama pada label, kemasan, katalog, atau marketplace belum otomatis membuatnya terlindungi sebagai merek terdaftar. Bagi pelaku usaha kain, batik, tenun, sprei, dan produk tekstil lainnya, pemilihan Kelas 24 perlu diperhatikan sejak awal. Dalam klasifikasi DJKI, Kelas 24 mencakup kain dan penutup kain untuk keperluan rumah tangga, dengan berbagai uraian barang tekstil yang dapat disesuaikan dengan produk yang dipasarkan.
Mengajukan merek bukan sekadar mengisi formulir dan membayar biaya pendaftaran. Pemohon perlu melakukan pemeriksaan merek, menentukan uraian barang, menyiapkan dokumen, serta memahami tahapan pemeriksaan di DJKI. Terlebih lagi, regulasi pendaftaran merek terus diperbarui. Pada 2026, Peraturan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pendaftaran Merek tercatat berstatus berlaku. Karena itu, memahami alur yang benar sejak awal dapat membantu pemilik usaha kain mengurangi kesalahan dan mempersiapkan brand untuk berkembang lebih aman.
Apa Itu Merek HAKI Kelas 24 untuk Produk Kain?
Merek HAKI Kelas 24 merupakan klasifikasi yang digunakan untuk barang tertentu di bidang kain dan tekstil. Kelas ini penting bagi produsen atau pemilik brand yang menjual kain sebagai produk utama maupun berbagai barang tekstil yang termasuk dalam cakupan kelas tersebut. Dalam data resmi DJKI, terdapat permohonan Kelas 24 untuk kain batik, kain tenun, kain katun, sprei, sarung bantal, handuk, selimut, gorden tekstil, dan berbagai barang tekstil lainnya.
Contoh produk yang dapat berkaitan dengan Kelas 24 antara lain:
- Kain batik
- Kain tenun
- Kain katun
- Kain linen
- Kain sutra
- Kain denim
- Kain rayon
- Kain poliester
- Kain satin
- Kain bordir
- Kain bermotif
- Kain cetak
- Sprei
- Sarung bantal
- Sarung guling
- Selimut tekstil
- Handuk tekstil
- Taplak meja tekstil
- Gorden atau tirai tekstil
- Kain tekstil untuk kebutuhan rumah tangga
Namun, daftar tersebut bukan berarti setiap produk yang menggunakan bahan kain otomatis berada di Kelas 24. Klasifikasi merek bergantung pada jenis dan fungsi barang yang didaftarkan. Misalnya, kain yang dijual sebagai bahan tekstil perlu dibedakan dari pakaian jadi yang pada umumnya berkaitan dengan kelas lain. Oleh sebab itu, uraian barang harus disusun secara cermat berdasarkan produk sebenarnya.
Bagi pemilik usaha kain, langkah pertama yang ideal adalah membuat daftar seluruh produk yang akan menggunakan merek. Setelah itu, lakukan pemeriksaan klasifikasi dan penelusuran merek sebelum permohonan dikirim. Pendekatan ini membantu pemohon menghindari situasi ketika merek sudah digunakan untuk pemasaran tetapi ternyata menghadapi kendala saat hendak didaftarkan.

Persyaratan Mengajukan Merek HAKI Kelas 24
Setelah mengetahui produk yang akan dilindungi, tahap berikutnya adalah menyiapkan persyaratan. Pengajuan merek membutuhkan data pemohon, identitas merek, serta uraian barang yang akan dicantumkan dalam permohonan. Ketepatan data menjadi penting karena kesalahan administratif dapat membuat proses menjadi lebih panjang atau membutuhkan perbaikan. Pemohon juga perlu memastikan bahwa merek yang diajukan tidak sekadar menarik secara visual, tetapi memiliki peluang yang baik untuk diterima berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum pengajuan antara lain:
- Identitas pemohon, baik atas nama perseorangan maupun badan usaha.
- Nama atau logo merek yang akan digunakan pada produk kain.
- Etiket merek dalam format yang sesuai dengan ketentuan pengajuan.
- Daftar dan uraian barang yang akan dimasukkan dalam Kelas 24.
- Dokumen pendukung pemohon sesuai status dan jenis pengajuan.
- Dokumen UMK, apabila pemohon memenuhi persyaratan untuk memperoleh tarif khusus.
- Surat pernyataan atau dokumen pendukung lain apabila diwajibkan berdasarkan kondisi pemohon.
Selain dokumen, pemohon perlu melakukan pemeriksaan awal terhadap merek. Jangan hanya mencari nama yang benar-benar identik. Pemeriksaan sebaiknya juga mempertimbangkan kemiripan unsur kata, bunyi, tampilan, maupun konsep dengan merek yang telah lebih dahulu terdaftar atau diajukan pada barang terkait. Tahap ini penting karena memilih nama yang unik sejak awal dapat membantu mengurangi potensi konflik dalam proses pemeriksaan.
Khusus pelaku usaha kain yang memiliki beberapa lini produk, persyaratan juga sebaiknya disiapkan berdasarkan rencana bisnis. Jika brand akan digunakan untuk kain batik, kain tenun, sprei, dan barang tekstil lainnya, pemohon perlu memastikan uraian barang yang dipilih memang relevan. Jangan memasukkan daftar barang secara sembarangan hanya demi membuat perlindungan terlihat luas. Uraian yang tepat justru membantu merek memiliki cakupan yang lebih sesuai dengan kegiatan usaha.
Langkah-Langkah Mengajukan Merek Kelas 24 ke DJKI
Pengajuan merek dilakukan melalui sistem administrasi DJKI dan melibatkan beberapa tahapan. Sebelum masuk ke sistem, pemohon sebaiknya menyelesaikan pemeriksaan merek serta menentukan klasifikasi barang. Setelah data siap, proses dilanjutkan dengan pembuatan permohonan, pengunggahan dokumen, pembayaran PNBP, dan tahapan pemeriksaan. DJKI juga menyediakan layanan dan informasi mengenai proses permohonan pendaftaran merek untuk membantu masyarakat memahami mekanismenya.
Secara umum, alur pengajuan dapat dipahami melalui tahapan berikut:
- Menentukan nama atau logo merek yang akan digunakan.
- Melakukan penelusuran merek untuk mengetahui potensi kemiripan.
- Menentukan Kelas 24 dan uraian barang yang sesuai.
- Menyiapkan identitas serta dokumen pendukung pemohon.
- Membuat dan mengisi permohonan melalui sistem DJKI.
- Mengunggah etiket dan dokumen yang dipersyaratkan.
- Melakukan pembayaran PNBP sesuai jumlah kelas.
- Memantau proses pemeriksaan sampai permohonan memperoleh keputusan.
Setelah permohonan diajukan, proses tidak langsung berarti sertifikat merek akan terbit. Permohonan masih melewati tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan. Karena itu, pemilik brand kain sebaiknya menyimpan bukti permohonan dan memantau status secara berkala. Standar pelayanan DJKI juga mencantumkan tahapan pemeriksaan formalitas dan ketentuan waktu pelayanan untuk proses administrasi merek.
Dari sisi biaya, PNBP pendaftaran merek dihitung berdasarkan jumlah kelas. Data resmi DJKI mencantumkan tarif umum sebesar Rp1.800.000 per kelas dan tarif khusus Rp500.000 per kelas bagi UMK serta kategori tertentu yang memenuhi persyaratan. Artinya, apabila sebuah brand kain hanya mengajukan satu kelas, biaya resmi PNBP dihitung untuk satu kelas tersebut. Biaya jasa pendampingan, apabila menggunakan penyedia jasa profesional, merupakan komponen yang berbeda dari PNBP resmi DJKI.
Estimasi Biaya dan Waktu Pengajuan Merek Kelas 24
Setelah permohonan disiapkan dengan benar, salah satu hal yang perlu diperhatikan pelaku usaha adalah biaya dan waktu proses. Untuk pendaftaran merek, biaya resmi berupa PNBP dihitung berdasarkan jumlah kelas yang diajukan. Pada tarif DJKI yang berlaku, pemohon umum dikenakan Rp1.800.000 per kelas, sedangkan pemohon yang memenuhi kriteria UMK dapat memperoleh tarif Rp500.000 per kelas. Biaya tersebut merupakan biaya resmi negara dan berbeda dari biaya jasa apabila pemohon menggunakan pendamping profesional.
Beberapa komponen yang perlu diperhitungkan antara lain:
- PNBP pendaftaran merek sesuai jumlah kelas.
- Biaya penelusuran atau konsultasi, apabila menggunakan layanan profesional.
- Biaya pendampingan administrasi, jika menggunakan jasa pendaftaran merek.
- Biaya tambahan lain apabila pada kemudian hari diperlukan layanan terkait merek.
- Jumlah kelas tambahan, apabila brand memang digunakan untuk barang atau jasa dalam kelas berbeda.
Untuk waktu, pengajuan merek tidak dapat dipastikan selesai dalam jumlah hari yang sama untuk setiap pemohon. Permohonan harus melewati pemeriksaan formalitas, masa pengumuman, pemeriksaan substantif, hingga tahap penyelesaian administrasi. Karena itu, pemilik brand kain sebaiknya tidak menjadikan tanggal tertentu sebagai patokan mutlak terbitnya sertifikat. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh data benar sejak awal dan memantau status permohonan secara berkala.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mengajukan Merek Produk Kain
Kesalahan paling umum biasanya terjadi sebelum permohonan dikirim. Pemilik usaha terkadang langsung mengajukan nama yang sudah digunakan dalam bisnis tanpa melakukan penelusuran terlebih dahulu. Padahal, sebuah merek dapat menghadapi kendala apabila memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang telah lebih dahulu terdaftar atau diajukan untuk barang sejenis. Kesalahan lainnya adalah memasukkan uraian barang yang tidak sesuai dengan produk sebenarnya.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:
- Tidak melakukan pengecekan merek terlebih dahulu.
- Menganggap nama yang tersedia di media sosial pasti dapat didaftarkan.
- Memilih Kelas 24 hanya berdasarkan kata “kain” tanpa memeriksa karakter produk.
- Memasukkan uraian barang secara sembarangan agar terlihat lebih luas.
- Data pemohon berbeda dengan dokumen pendukung.
- Tidak memantau proses setelah permohonan diajukan.
- Menganggap pembayaran PNBP berarti merek otomatis diterima.
Pemilik brand juga perlu memahami bahwa pendaftaran merek bukan hanya soal nama. Logo, kombinasi kata, tampilan, dan keseluruhan identitas yang diajukan harus diperiksa secara cermat. Karena itu, sebelum memproduksi label dalam jumlah besar, mencetak kemasan, atau melakukan promosi secara masif, sebaiknya lakukan pemeriksaan merek terlebih dahulu.
Tips Agar Pengajuan Merek Kelas 24 Berjalan Lancar
Pengajuan merek akan lebih terarah apabila dilakukan berdasarkan perencanaan. Pemilik usaha sebaiknya menentukan terlebih dahulu identitas brand yang benar-benar ingin digunakan dalam jangka panjang. Jangan terlalu sering mengganti nama karena proses branding, pemasaran, kemasan, dan legalitas dapat menjadi tidak efisien. Setelah nama dipilih, lakukan penelusuran dan tentukan uraian barang yang sesuai.
Agar proses lebih tertata, perhatikan beberapa tips berikut:
- Pilih merek yang memiliki karakter pembeda dan tidak terlalu deskriptif.
- Lakukan penelusuran merek sebelum membayar dan mengajukan permohonan.
- Buat daftar produk kain yang benar-benar akan menggunakan merek.
- Pastikan Kelas 24 sesuai dengan jenis barang yang akan dilindungi.
- Periksa kembali identitas dan dokumen sebelum dikirim.
- Simpan bukti permohonan dan pembayaran untuk keperluan administrasi.
- Pantau status permohonan selama proses berlangsung.
Untuk pemilik usaha yang baru membangun brand, langkah tersebut dapat mengurangi risiko melakukan investasi branding pada nama yang ternyata sulit didaftarkan. Selain itu, konsultasi dengan pihak yang memahami pendaftaran merek dapat membantu ketika produk memiliki banyak variasi atau membutuhkan penentuan kelas yang lebih kompleks.
Alasan Menggunakan Jasa Profesional untuk Pengajuan Merek Kelas 24
Pendaftaran merek memang dapat dilakukan sendiri, tetapi prosesnya membutuhkan ketelitian. Pemilik usaha kain yang harus menangani produksi, pemasaran, stok, marketplace, reseller, dan pelanggan sering kali tidak memiliki cukup waktu untuk mempelajari seluruh detail administrasi merek. Jasa profesional dapat membantu membuat proses lebih terstruktur, terutama dalam pemeriksaan awal dan persiapan dokumen.
Beberapa manfaat menggunakan jasa profesional meliputi:
- Membantu menentukan klasifikasi berdasarkan jenis produk.
- Melakukan pemeriksaan awal merek sebelum permohonan diajukan.
- Membantu menyiapkan dokumen agar lebih tertata.
- Mendampingi proses pengajuan sesuai prosedur yang berlaku.
- Membantu memantau status permohonan selama proses berjalan.
- Memberikan konsultasi ketika pemilik usaha memiliki beberapa jenis produk.
Pendampingan profesional bukan berarti menjamin merek pasti disetujui. Keputusan akhir tetap berada pada DJKI berdasarkan pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku. Namun, persiapan yang lebih baik dapat membantu mengurangi kesalahan administratif dan membuat pemilik usaha memahami risiko sejak awal.
Kesimpulan
Cara mengajukan merek HAKI Kelas 24 untuk produk kain dimulai dari pemilihan merek, penelusuran, penentuan klasifikasi, persiapan dokumen, pengajuan melalui sistem DJKI, pembayaran PNBP, hingga mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan. Kunci utamanya adalah tidak terburu-buru mengajukan sebelum nama dan uraian barang diperiksa dengan baik.
Bagi pemilik brand kain, batik, tenun, sprei, selimut, dan produk tekstil lain yang sesuai, perlindungan merek sebaiknya dipersiapkan sejak bisnis mulai berkembang. PERMATAMAS menyediakan Jasa Daftar Merek untuk membantu konsultasi, pemeriksaan awal, persiapan dokumen, pengajuan, dan pemantauan proses secara profesional.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ
1. Bagaimana cara mengajukan merek HAKI Kelas 24?
Pengajuan dimulai dengan memilih merek, melakukan penelusuran, menentukan barang yang sesuai Kelas 24, menyiapkan dokumen, mengajukan permohonan melalui sistem DJKI, membayar PNBP, kemudian mengikuti tahapan pemeriksaan.
2. Apakah produk kain dapat didaftarkan dalam Kelas 24?
Ya, berbagai jenis kain dan barang tekstil tertentu dapat diajukan dalam Kelas 24 selama sesuai dengan daftar klasifikasi dan karakter barang yang berlaku.
3. Apakah kain batik termasuk Kelas 24?
Kain batik sebagai produk tekstil dapat termasuk Kelas 24. Namun, uraian barang tetap perlu disesuaikan dengan bentuk dan fungsi produk yang sebenarnya.
4. Berapa biaya pendaftaran merek Kelas 24?
Tarif PNBP yang tercantum DJKI adalah Rp1.800.000 per kelas untuk pemohon umum dan Rp500.000 per kelas untuk UMK atau kategori tertentu yang memenuhi persyaratan.
5. Apakah pendaftaran merek Kelas 24 bisa dilakukan secara online?
Ya. Permohonan merek dapat dilakukan melalui sistem layanan online DJKI dengan mengikuti prosedur dan persyaratan yang ditetapkan.
6. Apakah nama merek harus dicek sebelum didaftarkan?
Sangat dianjurkan. Penelusuran dapat membantu mengetahui apakah terdapat merek yang sama atau memiliki kemiripan yang berpotensi menjadi kendala dalam pemeriksaan.
7. Apakah satu merek bisa digunakan untuk beberapa produk tekstil?
Bisa, selama produk-produk tersebut sesuai dengan klasifikasi dan uraian barang yang dicantumkan dalam permohonan.
8. Apakah pembayaran biaya pendaftaran menjamin merek diterima?
Tidak. Pembayaran PNBP hanya merupakan bagian dari proses permohonan. Merek tetap harus melalui pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
9. Berapa lama proses pendaftaran merek sampai sertifikat terbit?
Waktu penyelesaian bergantung pada tahapan pemeriksaan dan kondisi setiap permohonan. Karena itu, tidak tepat menjanjikan waktu terbit yang sama untuk semua permohonan.
10. Apakah pemilik usaha kain perlu menggunakan jasa profesional?
Tidak wajib, tetapi jasa profesional dapat membantu dalam pemeriksaan awal, penentuan klasifikasi, persiapan dokumen, pengajuan, dan pemantauan proses.
Permalink:
cara-mengajukan-merek-haki-kelas-24-produk-kain
Meta Description:
Focus Keyword:
cara mengajukan merek HAKI Kelas 24
Tags:
Keyword Tautan Internal:

