Apakah Produk Benang Harus Menggunakan Merek HAKI Kelas 23? – Bagi pelaku usaha tekstil, pertanyaan apakah produk benang harus menggunakan Merek HAKI Kelas 23 cukup penting untuk dijawab sebelum bisnis berkembang lebih jauh. Benang yang dipasarkan dengan nama atau identitas tertentu dapat menggunakan merek sebagai pembeda dari produk kompetitor. Kelas 23 sendiri berkaitan dengan benang untuk tekstil. Namun, kewajiban atau kebutuhan pendaftaran merek perlu dibedakan dari kewajiban memenuhi standar atau legalitas produk lainnya. Pendaftaran merek pada dasarnya berkaitan dengan perlindungan identitas bisnis, sehingga keputusan mendaftarkan merek sebaiknya menjadi bagian dari strategi perlindungan usaha.
Bagi produsen, distributor, dan pemilik brand benang, mendaftarkan merek sejak awal memberikan kesempatan untuk membangun identitas produk dengan lebih aman. Nama yang sudah digunakan untuk kemasan, katalog, marketplace, promosi, dan jaringan distributor dapat memiliki nilai ekonomi yang semakin besar. Karena itu, sebelum melakukan investasi pemasaran secara luas, pemilik usaha sebaiknya memeriksa ketersediaan merek, menentukan kelas yang sesuai, menyiapkan dokumen, dan memahami proses pengajuan kepada DJKI.
Apakah Produk Benang Harus Menggunakan Merek HAKI Kelas 23?
Produk benang tidak serta-merta wajib memiliki merek terdaftar hanya karena termasuk dalam Kelas 23. Kelas 23 merupakan klasifikasi untuk benang tekstil dalam sistem pendaftaran merek. Artinya, ketika produsen atau pemilik usaha ingin memperoleh perlindungan atas nama brand yang digunakan untuk produk benang, Kelas 23 menjadi salah satu kelas yang perlu dipertimbangkan. Pendaftaran memberikan perlindungan terhadap merek yang diajukan sesuai kelas dan uraian barangnya.
Contoh produk benang yang dapat berkaitan dengan Kelas 23 antara lain:
- Benang jahit.
- Benang rajut.
- Benang wol.
- Benang katun.
- Benang poliester.
- Benang nilon.
- Benang sutera.
- Benang bordir.
- Benang chenille.
- Benang angora.
- Benang alpaka.
- Benang elastis untuk tekstil.
- Benang serat sintetis.
- Benang serat regenerasi.
- Benang pintal.
- Benang campuran tekstil.
- Benang untuk rajutan tangan.
- Benang untuk keperluan tenun.
- Benang karet untuk tekstil.
- Benang fiberglass untuk penggunaan tekstil.
Yang perlu diperhatikan, tidak semua produk yang berhubungan dengan tekstil berada di Kelas 23. Kain, pakaian, dan produk tekstil jadi dapat mempunyai klasifikasi berbeda. Karena itu, apabila perusahaan menjual benang sekaligus produk tekstil lainnya, kebutuhan perlindungan mereknya perlu dipetakan berdasarkan barang yang dipasarkan. Langkah ini membantu menghindari anggapan bahwa satu pendaftaran otomatis melindungi seluruh lini produk.

Mengapa Produk Benang Sebaiknya Segera Didaftarkan Mereknya?
Merek mungkin terlihat sederhana karena hanya berupa nama, logo, atau kombinasi unsur tertentu. Namun, setelah digunakan secara konsisten dalam kegiatan bisnis, merek dapat menjadi identitas yang dikenal pelanggan. Produsen benang yang sudah mempunyai pasar, distributor, dan pelanggan tetap tentu memiliki kepentingan untuk menjaga agar identitas produknya tidak digunakan secara tidak semestinya oleh pihak lain. Pendaftaran merek menjadi salah satu langkah untuk memberikan dasar perlindungan hukum terhadap identitas tersebut.
Beberapa manfaat mendaftarkan merek produk benang antara lain:
- Memberikan perlindungan hukum terhadap merek sesuai kelas yang didaftarkan.
- Membantu membedakan produk dari kompetitor.
- Meningkatkan kredibilitas brand di mata pelanggan dan mitra bisnis.
- Menjadikan merek sebagai aset tidak berwujud perusahaan.
- Mendukung pengembangan jaringan distribusi.
- Memperkuat strategi pemasaran dan branding.
- Mendukung rencana ekspansi usaha dalam jangka panjang.
Semakin besar investasi yang ditanamkan pada sebuah brand, semakin penting pula perlindungan identitasnya. Bayangkan sebuah merek benang sudah dikenal selama bertahun-tahun, tetapi kemudian pemilik usaha menghadapi persoalan karena identitas tersebut ternyata memiliki kemiripan dengan merek lain. Risiko seperti ini dapat diminimalkan dengan melakukan pemeriksaan merek sejak awal dan mempertimbangkan pendaftaran sebelum brand digunakan secara luas.
Kapan Waktu yang Tepat Mendaftarkan Merek Produk Benang?
Tidak ada alasan untuk menunggu produk menjadi terkenal terlebih dahulu baru memikirkan perlindungan merek. Justru, pemeriksaan dan pendaftaran sebaiknya dipertimbangkan sejak tahap perencanaan brand. Sebelum mencetak kemasan dalam jumlah besar, membuat katalog, memasang iklan, atau masuk ke marketplace, pemilik usaha dapat melakukan penelusuran merek terlebih dahulu. Langkah tersebut membantu memastikan strategi branding tidak dibangun di atas identitas yang berpotensi bermasalah.
Hal yang sebaiknya dilakukan sebelum peluncuran brand antara lain:
- Menentukan nama dan identitas merek.
- Melakukan pemeriksaan awal terhadap merek.
- Mengidentifikasi jenis produk yang akan dijual.
- Menentukan kelas dan uraian barang yang relevan.
- Menyiapkan dokumen pemohon.
- Mempertimbangkan pengajuan merek sebelum pemasaran diperluas.
Mendaftarkan merek lebih awal juga memberi ruang bagi pemilik usaha untuk melakukan evaluasi apabila ditemukan potensi konflik. Jika pemeriksaan menunjukkan adanya merek yang sangat mirip, pemilik bisnis masih dapat mempertimbangkan alternatif nama sebelum menghabiskan banyak biaya untuk desain kemasan dan promosi. Dengan demikian, pendaftaran merek bukan hanya persoalan legalitas, tetapi juga bagian dari manajemen risiko bisnis.
Apa Risiko Jika Produk Benang Tidak Segera Didaftarkan Mereknya?
Tidak mendaftarkan merek bukan berarti produk benang tidak boleh dipasarkan. Namun, pemilik usaha perlu memahami bahwa penggunaan nama brand dalam kegiatan komersial tidak sama dengan memiliki perlindungan merek terdaftar. Ketika sebuah brand mulai dikenal, risiko persaingan dan penggunaan nama yang serupa juga dapat meningkat. Karena itu, produsen benang sebaiknya tidak menunggu sampai terjadi masalah baru mulai memikirkan perlindungan merek.
Beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan adalah:
- Nama brand berpotensi digunakan atau didaftarkan pihak lain.
- Pemilik usaha dapat menghadapi perselisihan mengenai identitas merek.
- Investasi pada kemasan dan promosi dapat menjadi kurang aman.
- Pengembangan distributor dan jaringan pemasaran dapat menghadapi risiko perubahan brand.
- Nilai merek sebagai aset bisnis belum memiliki perlindungan yang optimal.
- Ekspansi usaha dapat menjadi lebih rumit apabila identitas brand bermasalah.
Risiko tersebut bukan berarti setiap merek yang belum terdaftar pasti akan mengalami sengketa. Namun, semakin lama sebuah brand digunakan tanpa strategi perlindungan, semakin besar pula nilai investasi yang melekat pada nama tersebut. Oleh sebab itu, pemeriksaan dan pendaftaran merek sebaiknya menjadi bagian dari perencanaan bisnis sejak awal.
Bagaimana Proses Mendaftarkan Merek Produk Benang di Kelas 23?
Proses pendaftaran dimulai dengan menentukan merek yang akan digunakan dan memastikan produk yang hendak dilindungi memang sesuai dengan Kelas 23. Setelah itu, pemilik usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan awal terhadap merek untuk melihat potensi persamaan dengan merek terdahulu. Jika sudah siap, dokumen pemohon, etiket merek, kelas, dan uraian barang disiapkan sebelum permohonan diajukan kepada DJKI.
Tahapan yang perlu dipersiapkan antara lain:
- Menentukan nama atau logo merek.
- Melakukan penelusuran merek.
- Menentukan Kelas 23 dan uraian barang.
- Menyiapkan identitas serta dokumen pemohon.
- Mengajukan permohonan pendaftaran.
- Membayar PNBP sesuai tarif yang berlaku.
- Mengikuti tahapan pemeriksaan DJKI.
- Memantau status permohonan sampai selesai.
Pemilik usaha juga perlu memahami bahwa pembayaran biaya pendaftaran tidak berarti merek otomatis diterima. Permohonan tetap melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan. Karena itu, ketelitian pada tahap awal sangat penting. Untuk produsen yang menjual benang sekaligus kain, pakaian, atau produk tekstil lainnya, kebutuhan perlindungan pada kelas berbeda juga perlu dianalisis agar strategi mereknya tidak terlalu sempit.
Berapa Biaya dan Lama Pendaftaran Merek Kelas 23?
Biaya pendaftaran merek terdiri dari PNBP yang dibayarkan kepada negara dan, apabila digunakan, biaya jasa profesional. Tarif PNBP perlu dibedakan berdasarkan kategori pemohon. Berdasarkan ketentuan tarif yang berlaku mulai 1 Agustus 2026, pendaftaran merek dikenakan Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum dan Rp500.000 per kelas untuk pemohon UMK yang memenuhi persyaratan. Biaya tersebut merupakan tarif resmi per kelas, sedangkan jasa pendampingan berada di luar PNBP.
Beberapa komponen yang perlu diperhitungkan adalah:
- PNBP pendaftaran merek per kelas.
- Biaya jasa profesional jika menggunakan konsultan.
- Biaya pendaftaran kelas tambahan jika diperlukan.
- Biaya pendukung lain sesuai kebutuhan pengajuan.
- Kebutuhan pemeriksaan merek sebelum pengajuan.
Untuk lama proses, pemilik usaha tidak sebaiknya menganggap pendaftaran selesai hanya dalam hitungan beberapa hari. Setelah permohonan diajukan, terdapat tahapan pemeriksaan administratif dan substantif sesuai prosedur. Durasi dapat berbeda bergantung pada kondisi permohonan, hasil pemeriksaan, serta ada atau tidaknya keberatan. Karena itu, pendaftaran sebaiknya dilakukan sedini mungkin, terutama sebelum brand digunakan secara masif.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemilik Brand Benang
Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap bahwa karena produk sudah lama dijual, nama brand otomatis aman. Padahal, penggunaan komersial tidak sama dengan perlindungan merek terdaftar. Kesalahan lain adalah tidak melakukan pemeriksaan merek dan langsung mencetak kemasan dalam jumlah besar. Jika kemudian ditemukan masalah pada identitas merek, biaya untuk mengganti kemasan, label, katalog, dan materi promosi dapat menjadi cukup besar.
Kesalahan yang sebaiknya dihindari meliputi:
- Tidak melakukan pengecekan merek sebelum pengajuan.
- Memilih nama yang terlalu mirip dengan merek terdahulu.
- Menganggap semua produk tekstil masuk Kelas 23.
- Tidak mencantumkan uraian barang secara tepat.
- Menggunakan data pemohon yang tidak sesuai.
- Mengabaikan rencana pengembangan produk.
- Menganggap pembayaran PNBP menjamin merek pasti diterima.
Solusi paling sederhana adalah mempersiapkan strategi merek sebelum melakukan investasi pemasaran. Buat daftar produk, tentukan identitas brand, lakukan pemeriksaan awal, kemudian tentukan kelas yang relevan. Jika masih terdapat keraguan mengenai klasifikasi atau dokumen, konsultasi dengan pihak yang memahami pendaftaran merek dapat membantu pemilik usaha mengambil keputusan dengan lebih terukur.
Manfaat Menggunakan Jasa Profesional untuk Merek Benang
Bagi produsen yang belum terbiasa dengan prosedur pendaftaran merek, menggunakan jasa profesional dapat membuat proses lebih praktis. Pendampingan dapat dimulai dari pemeriksaan merek, konsultasi klasifikasi, penyusunan uraian barang, pemeriksaan dokumen, pengajuan, hingga pemantauan status permohonan. Dengan demikian, pemilik bisnis dapat tetap fokus menjalankan produksi dan pemasaran tanpa harus mempelajari seluruh aspek administratif secara mandiri.
Manfaat pendampingan profesional antara lain:
- Membantu memeriksa potensi kemiripan merek.
- Membantu menentukan kelas dan uraian barang.
- Membantu menyiapkan dokumen pengajuan.
- Membantu proses administrasi pendaftaran.
- Membantu memantau perkembangan permohonan.
- Membantu menjelaskan tahapan yang perlu dilakukan pemohon.
Namun, jasa profesional tidak dapat memberikan jaminan bahwa suatu merek pasti disetujui. Keputusan penerimaan tetap merupakan kewenangan DJKI. Nilai pendampingan terletak pada proses persiapan yang lebih terstruktur dan upaya mengurangi kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari.
Kesimpulan
Produk benang tidak otomatis wajib memiliki merek terdaftar hanya karena termasuk dalam Kelas 23. Namun, bagi produsen atau pemilik brand yang ingin membangun bisnis jangka panjang, pendaftaran merek sangat layak dipertimbangkan. Perlindungan merek dapat membantu menjaga identitas produk, memperkuat posisi bisnis, dan mendukung pengembangan brand di pasar.
Kelas 23 perlu dipahami sebagai klasifikasi untuk benang tekstil, bukan sebagai kewajiban umum bagi seluruh produk tekstil. Karena itu, pemilik usaha perlu memastikan jenis barang, uraian produk, dan kelas yang dipilih benar-benar sesuai dengan kegiatan bisnis.
PERMATAMAS siap membantu Jasa Daftar Merek untuk produk benang, mulai dari konsultasi, pemeriksaan merek, penentuan kelas, persiapan dokumen, hingga pendampingan proses pengajuan kepada DJKI.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
FAQ
1. Apakah produk benang wajib memiliki Merek HAKI Kelas 23?
Tidak otomatis wajib. Kelas 23 merupakan klasifikasi untuk benang tekstil, sedangkan pendaftaran merek berkaitan dengan perlindungan identitas brand yang digunakan pada produk.
2. Apa manfaat mendaftarkan merek produk benang?
Pendaftaran membantu memberikan perlindungan hukum terhadap merek sesuai kelas dan uraian barang yang didaftarkan serta mendukung pengembangan identitas bisnis.
3. Apakah benang jahit termasuk Kelas 23?
Benang jahit dapat berkaitan dengan Kelas 23 karena kelas tersebut mencakup benang untuk tekstil.
4. Apakah benang rajut termasuk Kelas 23?
Ya, benang rajut dapat termasuk dalam Kelas 23 sesuai uraian barang yang diajukan.
5. Apakah kain juga terlindungi jika merek benang sudah terdaftar di Kelas 23?
Tidak otomatis. Kain merupakan produk berbeda sehingga klasifikasinya perlu ditentukan berdasarkan jenis barang yang ingin dilindungi.
6. Kapan sebaiknya merek produk benang didaftarkan?
Sebaiknya sedini mungkin, terutama sebelum brand digunakan secara luas dan sebelum pemilik usaha mengeluarkan investasi besar untuk kemasan, promosi, serta distribusi.
7. Apa risiko menggunakan merek benang tanpa mendaftarkannya?
Pemilik usaha tidak memperoleh perlindungan merek terdaftar untuk identitas tersebut dan dapat menghadapi risiko perselisihan atau penggunaan nama yang serupa oleh pihak lain.
8. Berapa biaya pendaftaran Merek Kelas 23 pada 2026?
Mulai 1 Agustus 2026, tarif PNBP adalah Rp2.800.000 per kelas untuk pemohon umum dan Rp500.000 per kelas untuk pemohon UMK sesuai ketentuan yang berlaku.
9. Apakah menggunakan jasa profesional membuat merek pasti diterima?
Tidak. Keputusan akhir tetap berada pada DJKI. Jasa profesional membantu proses pemeriksaan awal, persiapan, administrasi, dan pendampingan.
10. Mengapa perlu mengecek merek sebelum mendaftarkannya?
Pengecekan membantu mengidentifikasi potensi persamaan atau kemiripan dengan merek terdahulu sehingga pemilik usaha dapat mempertimbangkan strategi sebelum mengajukan permohonan.



