Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 41 untuk Kursus Keterampilan, Pelatihan Karyawan, dan Pengembangan Kompetensi Resmi DJKI

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 41 untuk Kursus Keterampilan, Pelatihan Karyawan, dan Pengembangan Kompetensi Resmi DJKI – Kebutuhan terhadap peningkatan keterampilan dan kompetensi terus berkembang seiring perubahan dunia kerja dan tuntutan industri. Perusahaan, lembaga pelatihan, penyedia kursus, hingga konsultan pengembangan sumber daya manusia semakin banyak menawarkan program pembelajaran untuk membantu peserta meningkatkan kemampuan profesional.

Di tengah persaingan tersebut, identitas merek menjadi salah satu aset penting bagi penyedia jasa pelatihan. Nama lembaga yang mudah dikenali dapat membantu membangun kepercayaan peserta, memperkuat reputasi, dan membedakan program pelatihan dari layanan kompetitor. Karena itu, perlindungan merek perlu dipertimbangkan sejak bisnis mulai dikembangkan.

Melalui jasa pengurusan merek HKI kelas 41, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan dalam mempersiapkan permohonan merek sesuai dengan jenis layanan kursus, pelatihan karyawan, dan pengembangan kompetensi yang ditawarkan. Pendaftaran merek di Indonesia dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sesuai prosedur yang berlaku.

Sebelum mengajukan permohonan, pemilik usaha perlu memastikan bahwa nama merek memiliki daya pembeda, melakukan pemeriksaan awal terhadap merek terdahulu, dan menentukan uraian jasa berdasarkan kegiatan yang sebenarnya. Persiapan tersebut membantu memperjelas ruang lingkup perlindungan merek yang dibutuhkan.

Mengenal Merek HKI Kelas 41 untuk Kursus dan Pelatihan

Kelas 41 dalam klasifikasi merek pada umumnya mencakup jasa pendidikan, pelatihan, hiburan, serta kegiatan olahraga dan budaya tertentu. Untuk bidang pengembangan sumber daya manusia, kelas ini dapat berkaitan dengan penyelenggaraan kursus keterampilan, pelatihan profesional, dan program pendidikan untuk meningkatkan kompetensi peserta.

Penyedia pelatihan dapat menawarkan program secara langsung, melalui kelas virtual, atau menggunakan metode pembelajaran campuran. Meskipun metode penyampaiannya berbeda, klasifikasi tetap perlu ditentukan berdasarkan karakteristik jasa yang diberikan.

Sebagai contoh, lembaga yang menyelenggarakan pelatihan komunikasi, kursus komputer, dan program peningkatan kemampuan manajerial perlu mengidentifikasi setiap layanan yang ingin dicakup dalam permohonan merek. Jika perusahaan juga menyediakan jasa konsultasi bisnis atau pengembangan perangkat lunak, klasifikasi untuk kegiatan tambahan tersebut perlu ditinjau secara terpisah.

Informasi mengenai prosedur pendaftaran dan klasifikasi dapat diperiksa melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Contoh kegiatan dalam artikel ini bersifat ilustratif dan bukan daftar resmi istilah klasifikasi. Uraian akhir harus disesuaikan dengan klasifikasi resmi yang berlaku.

Contoh Jasa Kursus Keterampilan yang Dapat Dipertimbangkan

Kursus keterampilan membantu peserta memperoleh kemampuan praktis yang dapat digunakan dalam pekerjaan, pendidikan, maupun pengembangan diri. Layanan ini dapat ditujukan kepada pelajar, mahasiswa, pencari kerja, karyawan, dan masyarakat umum.

Contoh kegiatan usaha yang dapat ditinjau antara lain:

  • Jasa kursus komputer dasar
  • Jasa kursus pengoperasian perangkat lunak perkantoran
  • Jasa kursus desain grafis
  • Jasa kursus desain digital
  • Jasa kursus pemrograman komputer
  • Jasa kursus pengembangan situs web
  • Jasa kursus pengolahan data
  • Jasa kursus penggunaan spreadsheet
  • Jasa kursus bahasa Inggris
  • Jasa kursus bahasa asing
  • Jasa kursus komunikasi profesional
  • Jasa kursus public speaking
  • Jasa kursus presentasi bisnis
  • Jasa kursus penulisan profesional
  • Jasa kursus administrasi perkantoran
  • Jasa kursus akuntansi dasar
  • Jasa kursus pembukuan
  • Jasa kursus pemasaran digital
  • Jasa kursus pengelolaan media sosial
  • Jasa kursus kewirausahaan
  • Jasa kursus manajemen proyek
  • Jasa kursus kepemimpinan
  • Jasa kursus pengelolaan waktu
  • Jasa kursus pelayanan pelanggan
  • Jasa kursus negosiasi bisnis
  • Jasa kursus keterampilan wawancara kerja
  • Jasa kursus persiapan memasuki dunia kerja
  • Jasa kursus keterampilan administrasi
  • Jasa kursus pengembangan kemampuan profesional
  • Jasa kursus keterampilan berbasis praktik

Jenis kursus sebaiknya dijelaskan sesuai program yang benar-benar diselenggarakan. Jika usaha juga menjual buku, modul, atau perangkat pembelajaran, klasifikasi untuk barang tersebut perlu diperiksa secara terpisah dari jasa kursus.

Contoh Jasa Pelatihan Karyawan untuk Perusahaan

Pelatihan karyawan merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kualitas kerja. Program dapat diselenggarakan untuk karyawan baru, staf berpengalaman, supervisor, manajer, maupun pimpinan perusahaan.

Contoh kegiatan pelatihan yang dapat ditinjau meliputi:

  • Jasa pelatihan orientasi karyawan
  • Jasa pelatihan komunikasi di tempat kerja
  • Jasa pelatihan kepemimpinan
  • Jasa pelatihan manajemen tim
  • Jasa pelatihan pelayanan pelanggan
  • Jasa pelatihan penjualan
  • Jasa pelatihan negosiasi
  • Jasa pelatihan pemasaran
  • Jasa pelatihan administrasi perkantoran
  • Jasa pelatihan pengelolaan dokumen
  • Jasa pelatihan penggunaan aplikasi perkantoran
  • Jasa pelatihan pengolahan data
  • Jasa pelatihan manajemen proyek
  • Jasa pelatihan pengelolaan waktu
  • Jasa pelatihan pemecahan masalah
  • Jasa pelatihan pengambilan keputusan
  • Jasa pelatihan kerja sama tim
  • Jasa pelatihan presentasi profesional
  • Jasa pelatihan komunikasi lintas departemen
  • Jasa pelatihan manajemen konflik
  • Jasa pelatihan pengembangan supervisor
  • Jasa pelatihan manajemen untuk pimpinan
  • Jasa pelatihan keterampilan negosiasi bisnis
  • Jasa pelatihan produktivitas karyawan
  • Jasa pelatihan etika profesional
  • Jasa pelatihan adaptasi lingkungan kerja
  • Jasa pelatihan kemampuan interpersonal
  • Jasa pelatihan keterampilan digital karyawan
  • Jasa pelatihan peningkatan kualitas layanan
  • Jasa pelatihan pengembangan karier karyawan
Baca Juga  Jasa Daftar Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall – Proses Cepat & Resmi DJKI

Penyedia jasa pelatihan perlu membedakan layanan pendidikan dari jasa konsultasi manajemen atau layanan lain yang mungkin memiliki klasifikasi berbeda. Apabila perusahaan menawarkan beberapa jenis kegiatan, setiap layanan sebaiknya ditinjau berdasarkan fungsi dan karakteristiknya.

Contoh Jasa Pengembangan Kompetensi dan Profesionalisme

Pengembangan kompetensi berfokus pada peningkatan pengetahuan, kemampuan teknis, dan keterampilan profesional. Program ini dapat membantu peserta mempersiapkan diri untuk tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar atau menyesuaikan kemampuan dengan kebutuhan industri.

Contoh kegiatan usaha yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Jasa pelatihan pengembangan kompetensi profesional
  • Jasa pelatihan peningkatan keterampilan kerja
  • Jasa pelatihan kompetensi administrasi
  • Jasa pelatihan keterampilan komunikasi
  • Jasa pelatihan kemampuan analitis
  • Jasa pelatihan pemecahan masalah
  • Jasa pelatihan pengembangan kepemimpinan
  • Jasa pelatihan kemampuan manajerial
  • Jasa pelatihan pengembangan supervisor
  • Jasa pelatihan persiapan promosi jabatan
  • Jasa pelatihan pengembangan karier
  • Jasa pelatihan keterampilan interpersonal
  • Jasa pelatihan manajemen waktu
  • Jasa pelatihan produktivitas kerja
  • Jasa pelatihan pengambilan keputusan
  • Jasa pelatihan pengelolaan proyek
  • Jasa pelatihan komunikasi bisnis
  • Jasa pelatihan keterampilan presentasi
  • Jasa pelatihan manajemen tim
  • Jasa pelatihan pengembangan potensi individu
  • Jasa pelatihan adaptasi terhadap perubahan
  • Jasa pelatihan keterampilan digital profesional
  • Jasa pelatihan literasi data
  • Jasa pelatihan kemampuan kolaborasi
  • Jasa pelatihan pelayanan profesional
  • Jasa pelatihan pengembangan kompetensi tenaga kerja
  • Jasa pelatihan peningkatan kemampuan kerja
  • Jasa pelatihan persiapan memasuki posisi manajerial
  • Jasa pelatihan keterampilan profesional berbasis praktik
  • Jasa penyelenggaraan program pengembangan kompetensi

Daftar tersebut merupakan contoh aktivitas usaha yang perlu disesuaikan dengan layanan nyata. Apabila program mencakup sertifikasi profesi atau penilaian kompetensi formal, persyaratan khusus yang relevan juga perlu diperiksa.

Mengapa Lembaga Kursus dan Pelatihan Perlu Mendaftarkan Merek?

Penyedia kursus dan pelatihan tidak hanya bersaing dalam hal harga, tetapi juga kualitas pengajar, metode pembelajaran, materi, dan pengalaman peserta. Identitas merek yang konsisten dapat membantu lembaga membangun reputasi dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.

Beberapa manfaat pendaftaran merek yang dapat dipertimbangkan meliputi:

  • Membangun identitas lembaga: membantu peserta dan perusahaan mengenali penyedia kursus atau pelatihan.
  • Mendukung perlindungan hukum: merek terdaftar memperoleh perlindungan sesuai ketentuan dan cakupan pendaftarannya.
  • Memperkuat konsistensi promosi: nama merek dapat digunakan secara konsisten dalam situs web, media sosial, materi pelatihan, dan dokumen kerja sama.
  • Mendukung pengembangan bisnis: identitas yang jelas membantu lembaga memperkenalkan program kepada calon peserta dan perusahaan.
  • Mengurangi risiko konflik merek: pemeriksaan awal membantu mengidentifikasi potensi persamaan dengan merek terdahulu.

Pendaftaran merek tidak otomatis menggantikan izin operasional, akreditasi, atau persyaratan sertifikasi yang mungkin diperlukan untuk program tertentu. Pemilik usaha tetap perlu memenuhi ketentuan yang berlaku sesuai karakteristik layanan.

Persiapan Sebelum Mengajukan Merek HKI Kelas 41

Sebelum mengajukan permohonan, pemilik lembaga perlu mempersiapkan identitas merek, informasi pemohon, dan uraian jasa yang ingin dilindungi. Persiapan ini membantu memastikan bahwa permohonan sesuai dengan kegiatan bisnis yang sebenarnya.

Hal-hal yang sebaiknya dipersiapkan meliputi:

  • Nama merek yang digunakan untuk lembaga atau program pelatihan.
  • Logo atau tampilan merek apabila ingin didaftarkan.
  • Identitas pemohon sesuai ketentuan.
  • Alamat dan informasi kontak pemohon.
  • Daftar layanan kursus keterampilan, pelatihan karyawan, atau pengembangan kompetensi.
  • Penentuan kelas dan uraian jasa berdasarkan klasifikasi yang berlaku.
  • Pemeriksaan awal terhadap merek yang sudah terdaftar atau diajukan.
  • Dokumen pendukung sesuai persyaratan permohonan.

Pemeriksaan awal perlu memperhatikan persamaan penulisan, pengucapan, unsur visual, dan kesan keseluruhan merek. Nama yang hanya berbeda sedikit belum tentu bebas dari potensi penolakan.

Tahapan Pendaftaran Merek HKI Kelas 41 di DJKI

Pendaftaran merek perlu mengikuti prosedur resmi yang berlaku. Pemilik usaha dapat mengurus permohonan secara mandiri atau menggunakan jasa pendampingan untuk membantu persiapan administrasi.

Baca Juga  Apakah Produk Alat Musik Harus Menggunakan Merek HAKI Kelas 15?

Secara umum, tahapan yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Menentukan nama atau logo yang akan didaftarkan.
  • Mengidentifikasi jenis jasa kursus dan pelatihan yang ingin dilindungi.
  • Memeriksa potensi persamaan dengan merek lain.
  • Memastikan kelas dan uraian jasa sesuai dengan klasifikasi resmi.
  • Menyiapkan identitas dan dokumen pendukung.
  • Mengajukan permohonan melalui kanal resmi yang berlaku.
  • Memantau perkembangan pemeriksaan dan menindaklanjuti pemberitahuan resmi jika diperlukan.

Waktu penyelesaian bergantung pada tahapan pemeriksaan dan kondisi permohonan. Waktu persiapan atau pengajuan tidak sama dengan waktu hingga keputusan akhir atau sertifikat merek diterbitkan.

Untuk membantu proses persiapan, pelaku usaha dapat mempertimbangkan jasa pendaftaran merek hanya 1 hari sebagai salah satu pilihan pendampingan. Namun, layanan persiapan atau pengajuan dalam satu hari tidak berarti sertifikat merek resmi terbit dalam waktu tersebut.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mendaftarkan Merek Kelas 41

Pendaftaran merek untuk kursus keterampilan, pelatihan karyawan, dan pengembangan kompetensi perlu dipersiapkan dengan cermat. Kesalahan dalam memilih kelas, menentukan nama merek, atau menyusun uraian layanan dapat menimbulkan kendala selama proses pemeriksaan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Tidak Memeriksa Kesamaan Merek Terlebih Dahulu

Sebelum mengajukan permohonan, lakukan penelusuran terhadap merek yang sudah terdaftar atau sedang diproses. Nama yang terlihat berbeda belum tentu cukup aman apabila memiliki kemiripan bunyi, susunan kata, atau unsur visual dengan merek lain pada layanan sejenis.

Pemeriksaan awal dapat membantu pemilik usaha menilai risiko dan mempertimbangkan alternatif nama sebelum mengeluarkan biaya pendaftaran.

Memilih Kelas Merek yang Tidak Sesuai

Kelas 41 umumnya mencakup jasa pendidikan, pelatihan, hiburan, olahraga, dan kegiatan kebudayaan. Karena itu, jasa kursus bahasa, pelatihan kepemimpinan, les privat, serta pengembangan kompetensi profesional dapat dipertimbangkan dalam kelas ini sesuai uraian layanan yang diajukan.

Namun, apabila bisnis juga menawarkan perangkat lunak, produk digital, atau barang fisik, kebutuhan kelas tambahan perlu dianalisis berdasarkan jenis barang dan jasa yang sebenarnya ditawarkan.

Menggunakan Nama Merek yang Terlalu Umum

Nama yang hanya menjelaskan jenis layanan, seperti kursus komputer atau pelatihan karyawan, dapat memiliki daya pembeda yang terbatas. Sebaiknya pilih nama yang memiliki karakter khas, mudah diingat, dan relevan dengan identitas bisnis.

Nama yang unik juga dapat membantu membangun citra profesional di mata peserta pelatihan, perusahaan klien, dan mitra bisnis.

Tidak Menyiapkan Dokumen dan Data dengan Benar

Data pemohon, identitas merek, serta uraian jasa harus disiapkan secara teliti. Ketidaksesuaian informasi atau dokumen yang belum lengkap dapat memperlambat persiapan pengajuan dan meningkatkan risiko kesalahan administratif.

Pastikan seluruh informasi diperiksa kembali sebelum permohonan disampaikan.

Manfaat Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 41

Mengurus pendaftaran merek secara mandiri dapat menjadi pilihan. Namun, bagi penyelenggara kursus, lembaga pelatihan, dan perusahaan pengembangan SDM yang ingin lebih fokus pada operasional, bantuan profesional dapat mempermudah persiapan administrasi dan strategi perlindungan merek.

Membantu Menentukan Kelas dan Uraian Jasa

Konsultan atau penyedia layanan yang berpengalaman dapat membantu meninjau jenis kegiatan usaha, menyusun uraian jasa yang relevan, serta mengidentifikasi kemungkinan kebutuhan kelas lain. Penentuan tetap harus disesuaikan dengan klasifikasi resmi dan ruang lingkup bisnis yang sebenarnya.

Membantu Pemeriksaan Awal Merek

Penelusuran merek dapat membantu mengidentifikasi nama yang berpotensi memiliki persamaan dengan merek lain. Hasil pemeriksaan awal bukan jaminan permohonan akan diterima, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan sebelum pengajuan dilakukan.

Membantu Persiapan Administrasi

Proses pendaftaran membutuhkan ketelitian dalam pengisian data dan penyusunan dokumen. Bantuan administrasi dapat mengurangi risiko kesalahan pengisian serta membantu pemohon memahami tahapan yang perlu dilalui.

Pemilik usaha yang membutuhkan dukungan dapat mempertimbangkan jasa pendaftaran merek hanya 1 hari untuk memperoleh informasi mengenai layanan persiapan dan pengajuan merek. Perlu dipahami bahwa istilah tersebut tidak berarti merek pasti terdaftar atau memperoleh sertifikat dalam satu hari karena pemeriksaan dan keputusan tetap mengikuti prosedur DJKI.

Mendukung Perlindungan dan Pengembangan Bisnis

Merek yang terdaftar memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi pemiliknya untuk menggunakan merek sesuai ruang lingkup pendaftarannya. Hal ini penting ketika lembaga pelatihan memperluas cabang, menawarkan program baru, menjalin kemitraan perusahaan, atau mengembangkan layanan pendidikan secara daring.

Baca Juga  Kapan Waktu yang Tepat untuk Mendaftarkan Merek HKI?

Untuk memahami prosedur dan ketentuan resmi, pemohon dapat mengunjungi situs Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Strategi Menjaga Perlindungan Merek Setelah Terdaftar

Pendaftaran merek bukan akhir dari pengelolaan identitas bisnis. Pemilik merek tetap perlu menjaga konsistensi penggunaan nama dan memantau perkembangan bisnisnya.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi penggunaan logo dan nama secara konsisten, penyimpanan dokumen pendaftaran, pemantauan penggunaan merek yang berpotensi menimbulkan kebingungan, serta pencatatan tanggal berakhirnya masa perlindungan.

Apabila terdapat perubahan kepemilikan merek, pemilik dapat mempelajari prosedur melalui jasa pengalihan merek HKI. Sementara itu, informasi mengenai pembaruan perlindungan dapat dicari melalui jasa perpanjang merek HAKI.

Jika permohonan menghadapi penolakan atau persoalan dalam proses pemeriksaan, pemohon dapat mempelajari opsi yang tersedia dan mempertimbangkan jasa banding merek HKI sesuai kondisi perkara. Setiap langkah harus disesuaikan dengan ketentuan, alasan penolakan, dan tenggat waktu yang berlaku.

Kesimpulan

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 41 untuk kursus keterampilan, pelatihan karyawan, dan pengembangan kompetensi merupakan salah satu kebutuhan penting bagi pelaku usaha pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Nama merek bukan hanya identitas pemasaran, tetapi juga aset bisnis yang perlu dipersiapkan dan dilindungi secara tepat.

Sebelum mengajukan permohonan, pastikan nama merek memiliki daya pembeda, lakukan penelusuran awal, siapkan dokumen dengan benar, dan pilih uraian jasa yang sesuai dengan kegiatan usaha. Periksa pula apakah bisnis memerlukan perlindungan pada kelas lain.

Dengan persiapan yang cermat dan pemahaman terhadap prosedur DJKI, pemilik usaha dapat membangun fondasi perlindungan merek yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan merek HKI Kelas 41?

Merek HKI Kelas 41 mencakup perlindungan merek untuk berbagai jasa pendidikan, pelatihan, hiburan, olahraga, dan kegiatan kebudayaan sesuai klasifikasi yang berlaku. Contohnya dapat meliputi kursus keterampilan dan pelatihan profesional.

2. Apakah jasa kursus keterampilan dapat didaftarkan pada Kelas 41?

Ya, jasa kursus keterampilan pada umumnya dapat dipertimbangkan dalam Kelas 41. Uraian jasa perlu disesuaikan dengan kegiatan yang benar-benar diselenggarakan dan klasifikasi resmi.

3. Apakah pelatihan karyawan termasuk Kelas 41?

Pelatihan karyawan umumnya termasuk jasa pelatihan dalam Kelas 41. Namun, layanan konsultasi bisnis atau manajemen yang terpisah dapat memerlukan analisis kelas tersendiri.

4. Apakah kursus online bisa menggunakan merek terdaftar Kelas 41?

Bisa, apabila layanan yang ditawarkan berupa jasa pendidikan atau pelatihan daring yang sesuai dengan klasifikasi Kelas 41. Jenis layanan teknologi yang mendukungnya perlu diperiksa secara terpisah apabila relevan.

5. Apa saja persyaratan pendaftaran merek Kelas 41?

Persiapan umumnya meliputi identitas pemohon, nama atau logo merek, uraian barang atau jasa, serta dokumen pendukung sesuai jenis pemohon dan ketentuan yang berlaku.

6. Berapa lama proses pendaftaran merek Kelas 41?

Proses pendaftaran tidak dapat dipastikan selesai dalam satu hari. Permohonan harus melalui tahapan sesuai prosedur DJKI, termasuk pemeriksaan yang berlaku, sehingga waktu penyelesaiannya dapat berbeda-beda.

7. Apakah nama kursus yang sudah digunakan otomatis terlindungi?

Tidak. Penggunaan nama dalam kegiatan bisnis tidak otomatis memberikan perlindungan merek terdaftar. Pemilik usaha perlu mengajukan permohonan dan mengikuti proses sesuai ketentuan yang berlaku.

8. Apakah satu merek dapat melindungi beberapa jenis layanan pendidikan?

Satu merek dapat diajukan untuk beberapa jenis jasa dalam kelas yang relevan sepanjang uraian jasanya sesuai dengan klasifikasi dan ketentuan yang berlaku. Cakupan perlindungan mengikuti permohonan yang diajukan dan disetujui.

9. Apakah pendaftaran merek dapat ditolak?

Ya. Permohonan dapat menghadapi penolakan, antara lain karena alasan yang berkaitan dengan persamaan dengan merek lain atau ketentuan substantif lainnya. Karena itu, pemeriksaan awal merek sangat disarankan.

10. Di mana saya dapat mengurus pendaftaran merek HKI Kelas 41?

Pemohon dapat mempelajari prosedur melalui situs resmi DJKI atau menggunakan bantuan penyedia jasa pendaftaran merek. Pastikan informasi layanan, biaya, dan ruang lingkup pendampingan dipahami sebelum memilih penyedia jasa.

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID