Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10 untuk Alat Bantu Medis, Prostetik, Ortopedi, dan Peralatan Terapi Resmi DJKI

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10 untuk Alat Bantu Medis, Prostetik, Ortopedi, dan Peralatan Terapi Resmi DJKI

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10 untuk Alat Bantu Medis, Prostetik, Ortopedi, dan Peralatan Terapi Resmi DJKI – Produk alat bantu medis, prostetik, ortopedi, dan peralatan terapi memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan pasien serta tenaga kesehatan. Bagi produsen, distributor, maupun perusahaan yang mengembangkan produk tersebut dengan merek sendiri, identitas merek menjadi bagian penting dari bisnis. Karena itu, pendaftaran merek perlu dipertimbangkan sejak produk mulai dikembangkan dan dipasarkan.

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10 dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan permohonan merek untuk produk yang berkaitan dengan perangkat medis tertentu. Prosesnya mencakup pemeriksaan awal merek, penentuan kelas dan uraian barang, persiapan dokumen, hingga pengajuan melalui prosedur resmi DJKI. Dengan persiapan yang tepat, pemilik usaha dapat membangun perlindungan terhadap identitas merek sekaligus meningkatkan kredibilitas produk di pasar.

Pengertian Merek HKI Kelas 10 dan 200 Contoh Alat Bantu Medis, Prostetik, Ortopedi, serta Peralatan Terapi

Merek HKI Kelas 10 pada dasarnya berkaitan dengan berbagai barang untuk keperluan medis, kedokteran, kedokteran gigi, dan kedokteran hewan, termasuk sejumlah alat bantu, perangkat ortopedi, prostetik, serta peralatan terapi. Namun, tidak semua produk yang berhubungan dengan kesehatan otomatis masuk Kelas 10. Klasifikasi perlu diperiksa berdasarkan fungsi, karakteristik, dan penggunaan barang sesuai ketentuan klasifikasi merek yang berlaku.

Berikut contoh produk yang dapat menjadi referensi dalam memahami cakupan produk medis Kelas 10. Daftar ini bukan penetapan klasifikasi secara otomatis karena penentuan akhir tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik barang:

  1. Tongkat bantu jalan medis
  2. Kruk medis
  3. Walker medis
  4. Alat bantu berdiri
  5. Alat bantu transfer pasien
  6. Kursi roda manual
  7. Kursi roda elektrik
  8. Kursi roda untuk pasien
  9. Kursi roda ortopedi
  10. Kursi roda terapi
  11. Prostesis kaki
  12. Prostesis tangan
  13. Prostesis lengan
  14. Prostesis tungkai
  15. Prostesis lutut
  16. Prostesis siku
  17. Prostesis jari
  18. Prostesis telapak kaki
  19. Prostesis bahu
  20. Prostesis anggota tubuh
  21. Kaki palsu medis
  22. Tangan palsu medis
  23. Lengan palsu medis
  24. Tungkai palsu medis
  25. Jari palsu medis
  26. Mata prostetik
  27. Gigi prostetik
  28. Sendi prostetik
  29. Pinggul prostetik
  30. Lutut prostetik
  31. Bahu prostetik
  32. Siku prostetik
  33. Pergelangan tangan prostetik
  34. Pergelangan kaki prostetik
  35. Implan ortopedi
  36. Perangkat ortopedi
  37. Penyangga lutut medis
  38. Penyangga siku medis
  39. Penyangga pergelangan tangan
  40. Penyangga pergelangan kaki
  41. Penyangga bahu medis
  42. Penyangga punggung medis
  43. Penyangga pinggang medis
  44. Penyangga leher medis
  45. Penyangga tulang belakang
  46. Korset ortopedi
  47. Sabuk ortopedi medis
  48. Alat penyangga kaki
  49. Alat penyangga tangan
  50. Alat penyangga jari
  51. Splint jari
  52. Splint tangan
  53. Splint kaki
  54. Splint pergelangan tangan
  55. Splint pergelangan kaki
  56. Splint lutut
  57. Splint siku
  58. Bidai medis
  59. Bidai kaki
  60. Bidai tangan
  61. Bidai lengan
  62. Bidai tungkai
  63. Bidai jari
  64. Bidai lutut
  65. Bidai leher
  66. Cervical collar medis
  67. Penyangga tulang belakang medis
  68. Alat imobilisasi medis
  69. Alat fiksasi ortopedi
  70. Perangkat stabilisasi tulang
  71. Alat terapi fisik
  72. Alat fisioterapi
  73. Perangkat rehabilitasi medis
  74. Alat rehabilitasi anggota tubuh
  75. Peralatan terapi gerak
  76. Peralatan latihan berjalan medis
  77. Peralatan latihan tangan
  78. Peralatan latihan kaki
  79. Peralatan latihan lutut
  80. Peralatan latihan bahu
  81. Peralatan latihan siku
  82. Peralatan latihan pergelangan tangan
  83. Peralatan latihan pergelangan kaki
  84. Perangkat terapi okupasi
  85. Perangkat rehabilitasi tangan
  86. Perangkat rehabilitasi kaki
  87. Perangkat rehabilitasi lutut
  88. Perangkat rehabilitasi bahu
  89. Perangkat rehabilitasi siku
  90. Perangkat rehabilitasi tulang belakang
  91. Alat latihan pasif medis
  92. Alat latihan aktif medis
  93. Perangkat latihan mobilitas
  94. Perangkat latihan keseimbangan
  95. Alat latihan koordinasi
  96. Perangkat terapi gerak pasif
  97. Perangkat terapi gerak aktif
  98. Alat terapi anggota tubuh
  99. Alat rehabilitasi pasien
  100. Peralatan terapi medis
  101. Perangkat terapi panas medis
  102. Perangkat terapi dingin medis
  103. Perangkat terapi kompres medis
  104. Perangkat terapi fisik elektrik
  105. Perangkat stimulasi terapi
  106. Perangkat terapi otot
  107. Perangkat terapi saraf
  108. Perangkat rehabilitasi otot
  109. Perangkat rehabilitasi saraf
  110. Perangkat terapi sendi
  111. Alat terapi lutut
  112. Alat terapi bahu
  113. Alat terapi siku
  114. Alat terapi tangan
  115. Alat terapi kaki
  116. Alat terapi pergelangan tangan
  117. Alat terapi pergelangan kaki
  118. Alat terapi punggung
  119. Alat terapi leher
  120. Alat terapi pinggang
  121. Alat latihan jari medis
  122. Alat latihan genggam medis
  123. Alat latihan pernapasan medis
  124. Perangkat rehabilitasi pernapasan
  125. Alat bantu pernapasan medis
  126. Perangkat terapi pernapasan
  127. Peralatan terapi tidur medis
  128. Perangkat rehabilitasi neurologis
  129. Perangkat terapi neurologis
  130. Perangkat latihan motorik
  131. Alat bantu mobilitas pasien
  132. Alat bantu berjalan pasien
  133. Alat bantu berdiri pasien
  134. Alat bantu duduk pasien
  135. Alat bantu berpindah pasien
  136. Alat bantu keseimbangan pasien
  137. Alat bantu postur medis
  138. Perangkat koreksi postur
  139. Alat koreksi tulang belakang
  140. Perangkat koreksi kaki
  141. Perangkat koreksi tangan
  142. Perangkat koreksi jari
  143. Alat koreksi lutut
  144. Alat koreksi bahu
  145. Alat koreksi siku
  146. Alat koreksi pergelangan
  147. Perangkat pendukung ortopedi
  148. Peralatan ortopedi medis
  149. Alat rehabilitasi ortopedi
  150. Perangkat terapi ortopedi
  151. Alat bantu dengar
  152. Perangkat bantu pendengaran
  153. Alat bantu komunikasi medis
  154. Perangkat assistive medis
  155. Perangkat bantuan aktivitas pasien
  156. Alat bantu aktivitas harian medis
  157. Perangkat bantuan gerak
  158. Perangkat bantuan mobilitas
  159. Alat bantu transfer tempat tidur
  160. Alat bantu transfer kursi roda
  161. Perangkat terapi tangan
  162. Perangkat terapi kaki
  163. Perangkat terapi lengan
  164. Perangkat terapi tungkai
  165. Perangkat terapi jari
  166. Perangkat terapi sendi
  167. Perangkat terapi tulang
  168. Perangkat rehabilitasi sendi
  169. Perangkat rehabilitasi tulang
  170. Perangkat rehabilitasi tungkai
  171. Perangkat rehabilitasi lengan
  172. Perangkat rehabilitasi jari
  173. Perangkat rehabilitasi pinggul
  174. Perangkat rehabilitasi lutut
  175. Perangkat rehabilitasi pergelangan
  176. Alat latihan rentang gerak
  177. Perangkat latihan rentang gerak sendi
  178. Alat terapi fleksibilitas medis
  179. Perangkat latihan fleksibilitas
  180. Alat terapi kekuatan otot
  181. Perangkat latihan kekuatan otot
  182. Alat terapi keseimbangan
  183. Perangkat latihan keseimbangan pasien
  184. Alat terapi koordinasi gerak
  185. Perangkat latihan koordinasi
  186. Alat rehabilitasi pascaoperasi
  187. Perangkat rehabilitasi pascatrauma
  188. Alat bantu pemulihan medis
  189. Perangkat pemulihan fungsi gerak
  190. Alat terapi pemulihan anggota tubuh
  191. Perangkat pendukung pemulihan pasien
  192. Alat bantu rehabilitasi pasien
  193. Peralatan rehabilitasi fisik
  194. Peralatan terapi gerak pasien
  195. Perangkat latihan fisik medis
  196. Alat bantu terapi pasien
  197. Perangkat terapi rehabilitasi
  198. Perangkat pendukung terapi medis
  199. Alat bantu terapi fisik
  200. Peralatan pendukung rehabilitasi medis

Daftar tersebut dapat digunakan sebagai gambaran awal ketika menyusun inventaris produk. Pemilik merek tetap perlu memastikan istilah yang digunakan dalam permohonan sesuai dengan barang yang sebenarnya diproduksi atau dipasarkan. Hal ini penting karena uraian barang menjadi bagian dari permohonan dan berkaitan dengan ruang lingkup perlindungan merek.

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10 untuk Alat Bantu Medis, Prostetik, Ortopedi, dan Peralatan Terapi Resmi DJKI
Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10 untuk Alat Bantu Medis, Prostetik, Ortopedi, dan Peralatan Terapi Resmi DJKI

Persyaratan Pendaftaran Merek HKI Kelas 10 untuk Produk Medis dan Alat Bantu Kesehatan

Sebelum mengajukan merek, pemilik usaha perlu menyiapkan data yang benar dan konsisten. Nama pemohon, alamat, identitas usaha, nama merek, logo, serta uraian produk sebaiknya diperiksa kembali. Untuk perusahaan dengan banyak produk medis, daftar barang yang akan menggunakan merek juga perlu disiapkan agar proses konsultasi dan pengajuan menjadi lebih terarah.

Beberapa persyaratan yang perlu dipersiapkan antara lain:

  1. Nama merek yang akan didaftarkan.
  2. Logo merek apabila menggunakan merek bergambar.
  3. Identitas pemohon.
  4. Alamat pemohon.
  5. Data badan usaha apabila pemohon merupakan perusahaan.
  6. Daftar produk yang akan menggunakan merek.
  7. Kelas merek yang sesuai.
  8. Uraian barang secara jelas dan relevan.
  9. Dokumen pendukung sesuai kebutuhan permohonan.
  10. Surat kuasa apabila proses pengurusan menggunakan jasa profesional.

Data tersebut harus diperiksa dengan teliti sebelum permohonan diajukan. Kesalahan penulisan identitas atau uraian barang dapat menimbulkan persoalan administratif dan membuat proses menjadi kurang efisien. Selain itu, pemilik usaha sebaiknya membedakan antara pendaftaran merek dengan perizinan atau persyaratan lain yang mungkin berlaku untuk produk alat kesehatan. Pendaftaran merek memberikan perlindungan terhadap identitas merek, bukan otomatis menggantikan kewajiban perizinan produk.

Proses Pengurusan Merek Kelas 10 serta Estimasi Biaya dan Waktu

Proses pengurusan merek Kelas 10 dimulai dari identifikasi produk dan pemeriksaan nama merek. Pada tahap awal, pemilik usaha perlu memastikan bahwa merek yang dipilih memang akan digunakan untuk produk yang relevan. Pemeriksaan awal juga penting untuk mengetahui apakah terdapat merek terdahulu yang berpotensi memiliki persamaan atau kemiripan.

Secara umum, tahapan yang perlu dipersiapkan meliputi:

  1. Konsultasi mengenai merek dan produk.
  2. Identifikasi alat bantu medis, prostetik, ortopedi, atau perangkat terapi.
  3. Pemeriksaan awal terhadap merek.
  4. Penentuan kelas dan uraian barang yang relevan.
  5. Pengumpulan serta pemeriksaan dokumen.
  6. Penyusunan data permohonan.
  7. Pengajuan permohonan melalui sistem resmi DJKI.
  8. Pemeriksaan administratif.
  9. Tahap pengumuman dan pemeriksaan substantif sesuai prosedur.
  10. Penyelesaian permohonan berdasarkan hasil pemeriksaan DJKI.

Mengenai biaya, pemilik merek perlu membedakan antara tarif resmi pendaftaran yang ditetapkan DJKI dan biaya jasa profesional apabila menggunakan pendampingan. Tarif resmi dapat berubah sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga sebaiknya diperiksa kembali ketika permohonan akan diajukan. Untuk waktu, tahap persiapan dokumen dan pengajuan dapat dilakukan setelah data lengkap, sedangkan keseluruhan proses sampai hasil akhir membutuhkan waktu lebih panjang karena terdapat beberapa tahapan pemeriksaan resmi. Penggunaan jasa profesional dapat membantu mempercepat persiapan administratif, tetapi tidak berarti seluruh proses pemeriksaan DJKI dapat dipastikan selesai dalam waktu tertentu.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mendaftarkan Merek Kelas 10

Pendaftaran merek untuk alat bantu medis, prostetik, produk ortopedi, dan peralatan terapi membutuhkan ketelitian sejak tahap awal. Kesalahan dalam menentukan uraian barang, identitas pemohon, atau memilih merek yang memiliki kemiripan dengan merek terdahulu dapat membuat proses menjadi lebih rumit. Pemilik usaha sebaiknya tidak hanya berfokus pada nama merek, tetapi juga memastikan seluruh informasi permohonan sudah sesuai dengan kondisi bisnis.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Tidak melakukan pemeriksaan awal terhadap merek.
  • Memilih nama yang terlalu mirip dengan merek terdahulu.
  • Tidak memahami karakteristik produk yang akan didaftarkan.
  • Menggunakan uraian barang yang terlalu umum atau tidak sesuai.
  • Data pemohon berbeda dengan dokumen pendukung.
  • Tidak mencantumkan produk secara tepat dalam permohonan.
  • Menganggap pendaftaran merek sama dengan izin edar produk.
  • Tidak memantau perkembangan permohonan setelah diajukan.

Kesalahan tersebut dapat diminimalkan dengan melakukan persiapan secara sistematis. Pemilik usaha sebaiknya membuat daftar produk yang benar-benar menggunakan merek, kemudian mendiskusikan klasifikasi dan uraian barang sebelum permohonan diajukan. Perlu dipahami pula bahwa pendaftaran merek memberikan perlindungan terhadap identitas merek, sedangkan izin atau persyaratan teknis produk medis merupakan hal yang berbeda dan dapat memiliki ketentuan tersendiri.

Tips Agar Pengurusan Merek Kelas 10 Berjalan Lancar

Merek untuk produk alat bantu medis dan peralatan terapi sebaiknya dipersiapkan sebelum produk dipasarkan secara luas. Nama merek dapat menjadi aset bisnis yang digunakan pada kemasan, katalog, website, media sosial, dokumen penawaran, hingga kegiatan pemasaran. Semakin awal aspek merek diperhatikan, semakin mudah pemilik usaha menyusun strategi perlindungannya.

Beberapa tips yang dapat diterapkan adalah:

  1. Tentukan nama merek yang memiliki daya pembeda.
  2. Lakukan pemeriksaan awal sebelum mengajukan permohonan.
  3. Inventarisasi semua produk yang akan menggunakan merek.
  4. Pastikan uraian barang sesuai dengan produk sebenarnya.
  5. Periksa kembali identitas pemohon dan data badan usaha.
  6. Gunakan nama serta logo secara konsisten.
  7. Simpan bukti penggunaan dan dokumen terkait merek.
  8. Pantau proses permohonan setelah pengajuan dilakukan.

Bagi perusahaan yang mempunyai rencana menambah produk baru, strategi merek sebaiknya disusun bersamaan dengan pengembangan produk. Jangan langsung menganggap seluruh alat kesehatan atau perangkat terapi berada dalam satu cakupan yang sama. Klasifikasi perlu diperiksa berdasarkan karakteristik barang, fungsi, dan ketentuan klasifikasi yang berlaku. Dengan demikian, pemilik usaha dapat menentukan kebutuhan perlindungan merek secara lebih tepat.

Manfaat Menggunakan Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10

Mengurus pendaftaran merek membutuhkan ketelitian dalam menyiapkan data dan memahami tahapan permohonan. Bagi produsen atau perusahaan yang memiliki berbagai jenis alat bantu medis, prostetik, ortopedi, dan peralatan terapi, penyusunan uraian barang dapat menjadi salah satu bagian yang perlu mendapatkan perhatian. Jasa profesional dapat membantu proses persiapan agar lebih terstruktur.

Manfaat pendampingan profesional antara lain:

  • Membantu pemeriksaan awal nama merek.
  • Membantu mengidentifikasi kebutuhan kelas merek.
  • Membantu menyusun dan memeriksa uraian barang.
  • Membantu menyiapkan dokumen permohonan.
  • Membantu mengecek konsistensi data pemohon.
  • Membantu proses pengajuan melalui prosedur resmi.
  • Membantu memantau perkembangan permohonan.
  • Memberikan konsultasi apabila terdapat kendala dalam proses.

Pendampingan jasa pengurusan tidak berarti menjamin merek pasti diterima. Keputusan mengenai diterima atau tidaknya permohonan tetap mengikuti pemeriksaan dan kewenangan DJKI. Nilai utama jasa profesional adalah membantu pemilik usaha mempersiapkan permohonan dengan lebih tertib serta memahami tahapan yang harus dilalui.

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10 untuk Perlindungan Produk Medis

Alat bantu medis, prostetik, produk ortopedi, dan peralatan terapi dapat menjadi bagian penting dari portofolio sebuah perusahaan. Ketika produk mulai dikenal oleh rumah sakit, klinik, distributor, tenaga kesehatan, atau pengguna, nama merek dapat memiliki nilai komersial yang semakin besar. Pendaftaran merek menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk melindungi identitas bisnis tersebut.

PERMATAMAS – Konsultan Legalitas Kekayaan Intelektual membantu pelaku usaha dalam proses Jasa Daftar Merek, mulai dari konsultasi, pemeriksaan awal merek, pemeriksaan dokumen, penentuan kelas dan uraian barang, hingga proses pengajuan melalui prosedur resmi DJKI. Pendampingan ditujukan untuk membantu pemilik usaha memahami proses pendaftaran dan mempersiapkan dokumen dengan lebih baik.

Bagi produsen, distributor, importir, maupun perusahaan yang menggunakan merek sendiri untuk produk medis, persiapan legalitas merek sebaiknya dilakukan secara terencana. Informasi mengenai layanan dapat diperoleh melalui website www.merekhki.com. PERMATAMAS berpengalaman mendampingi kebutuhan legalitas kekayaan intelektual sejak 2011, dengan proses yang disesuaikan dengan kebutuhan pemohon.

Kesimpulan

Merek merupakan salah satu aset penting bagi produsen alat bantu medis, prostetik, ortopedi, dan peralatan terapi. Pendaftaran merek Kelas 10 dapat menjadi bagian dari strategi untuk membangun identitas produk dan memperoleh perlindungan hukum atas merek sesuai ruang lingkup yang didaftarkan. Persiapan nama merek, pemeriksaan awal, uraian barang, serta dokumen pemohon perlu dilakukan secara cermat.

Melalui Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 10, PERMATAMAS membantu pelaku usaha mempersiapkan proses pendaftaran secara profesional. Konsultasi dapat dimulai dengan mengidentifikasi merek dan produk yang digunakan, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan serta pengurusan dokumen hingga pengajuan melalui prosedur resmi DJKI.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

  1. Apa yang dimaksud dengan Merek HKI Kelas 10?
    Merek Kelas 10 berkaitan dengan berbagai barang untuk keperluan medis, kedokteran, kedokteran gigi, dan kedokteran hewan, termasuk sejumlah alat bantu medis, perangkat ortopedi, prostetik, dan peralatan terapi.
  2. Apakah alat bantu medis dapat didaftarkan dalam Kelas 10?
    Sejumlah alat bantu medis dapat berkaitan dengan Kelas 10. Namun, klasifikasi akhir perlu diperiksa berdasarkan jenis, fungsi, dan karakteristik barang yang akan menggunakan merek.
  3. Apakah produk prostetik termasuk Kelas 10?
    Berbagai produk prostetik dapat berkaitan dengan Kelas 10. Pemilik usaha sebaiknya menjelaskan jenis produk secara spesifik agar penentuan uraian barang dapat dilakukan dengan tepat.
  4. Apakah produk ortopedi bisa menggunakan merek yang terdaftar?
    Ya, produk ortopedi yang memenuhi ketentuan dapat diajukan untuk pendaftaran merek. Uraian barang perlu disesuaikan dengan produk yang benar-benar diproduksi atau dipasarkan.
  5. Apa pentingnya melakukan pemeriksaan merek sebelum mendaftar?
    Pemeriksaan awal membantu mengetahui apakah terdapat merek terdahulu yang memiliki persamaan atau kemiripan sehingga pemilik usaha dapat mempertimbangkan risiko sebelum mengajukan permohonan.
  6. Apa saja dokumen yang diperlukan untuk pengurusan merek Kelas 10?
    Dokumen dapat mencakup identitas pemohon, data badan usaha jika ada, nama dan logo merek, alamat, uraian barang, kelas merek, serta dokumen lain sesuai kebutuhan permohonan.
  7. Apakah pendaftaran merek sama dengan izin edar alat kesehatan?
    Tidak. Pendaftaran merek berkaitan dengan perlindungan identitas merek, sedangkan izin edar dan persyaratan teknis produk merupakan aspek yang berbeda.
  8. Berapa biaya pengurusan merek Kelas 10?
    Biaya terdiri dari tarif resmi sesuai ketentuan DJKI dan, apabila menggunakan pendampingan, biaya jasa profesional. Tarif resmi dapat berubah sehingga perlu diperiksa kembali saat pengajuan.
  9. Berapa lama proses pendaftaran merek Kelas 10?
    Waktu keseluruhan mengikuti tahapan resmi DJKI, mulai dari pemeriksaan administratif hingga pemeriksaan substantif. Waktu persiapan dan pengajuan dokumen dapat berbeda dengan waktu penyelesaian keseluruhan permohonan.
  10. Bagaimana cara menggunakan jasa pengurusan merek Kelas 10?
    Pemilik usaha dapat memulai dengan konsultasi mengenai merek dan produk, pemeriksaan awal merek, persiapan dokumen, penentuan kelas serta uraian barang, kemudian melanjutkan proses pengajuan sesuai prosedur yang berlaku.

Langkah Mengurus Izin Distribusi Alat Kesehatan dari Awal Sampai TerbitLangkah Mengurus Izin Distribusi Alat Kesehatan dari Awal Sampai Terbit

 

 

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID