Kelas 19 Merek Produk untuk Batu, Beton, Kayu Bangunan, Ubin, dan Bahan Konstruksi Nonlogam Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI

Kelas 19 Merek Produk untuk Batu, Beton, Kayu Bangunan, Ubin, dan Bahan Konstruksi Nonlogam Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI

Kelas 19 Merek Produk untuk Batu, Beton, Kayu Bangunan, Ubin, dan Bahan Konstruksi Nonlogam Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI – Merek bukan hanya nama atau logo yang ditempel pada produk. Bagi produsen dan pelaku usaha bahan bangunan, merek menjadi identitas yang membedakan produk di tengah persaingan pasar. Produk seperti batu, beton, kayu bangunan, ubin, genteng, hingga material konstruksi nonlogam dapat dipasarkan dengan merek tertentu sehingga konsumen lebih mudah mengenali sumber produknya. Karena itu, pendaftaran merek perlu dipertimbangkan sejak bisnis mulai berkembang.

Kelas 19 merupakan salah satu kelas dalam klasifikasi merek yang berkaitan dengan berbagai bahan bangunan nonlogam dan produk konstruksi tertentu. Melalui jasa pendaftaran merek HKI Resmi DJKI, pemilik usaha dapat memperoleh pendampingan dalam menyiapkan data, menentukan uraian barang, melakukan pengajuan, serta memantau proses pendaftaran. PERMATAMAS membantu pelaku usaha agar proses administrasi pendaftaran merek dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan bisnis.

Apa Itu Merek HKI Kelas 19 untuk Batu, Beton, Kayu Bangunan, Ubin, dan Bahan Konstruksi Nonlogam?

Merek HKI Kelas 19 digunakan untuk kelompok barang tertentu yang berkaitan dengan bahan bangunan dan konstruksi nonlogam. Di dalamnya dapat ditemukan berbagai material seperti batu, beton, kayu bangunan, ubin, genteng, bahan konstruksi berbasis mineral, aspal, bitumen, pipa kaku nonlogam untuk konstruksi, serta sejumlah produk bangunan nonlogam lainnya. Penentuan kelas tetap harus melihat jenis dan fungsi barang secara spesifik.

Bagi perusahaan manufaktur, distributor, maupun UMKM yang menjual produk konstruksi, pendaftaran merek membantu membangun identitas produk sejak awal. Beberapa kelompok produk yang dapat menjadi perhatian antara lain:

  • Batu dan material bangunan berbahan mineral.
  • Beton, balok beton, panel beton, serta produk beton pracetak tertentu.
  • Kayu untuk kebutuhan konstruksi dan bangunan.
  • Ubin, genteng, material atap, dan bahan pelapis bangunan tertentu.
  • Aspal, bitumen, bahan bangunan nonlogam, serta produk konstruksi nonlogam tertentu.

Penting dipahami bahwa tidak semua barang yang digunakan dalam proyek konstruksi otomatis masuk Kelas 19. Misalnya, produk yang terbuat dari logam dapat berada pada kelas berbeda, sedangkan jasa pembangunan, renovasi, atau pemasangan juga bukan barang Kelas 19. Oleh karena itu, uraian barang harus diperiksa berdasarkan klasifikasi yang berlaku sebelum permohonan diajukan.

200 Contoh Produk Merek Kelas 19

Berikut contoh produk yang dapat menjadi referensi untuk pembahasan Merek Kelas 19. Daftar ini bersifat umum dan bukan penetapan klasifikasi final. Jenis barang, bahan, fungsi, serta uraian produk perlu diperiksa kembali berdasarkan klasifikasi Nice dan ketentuan DJKI yang berlaku.

200 Contoh Produk Merek Kelas 19

  1. Batu bangunan nonlogam
  2. Batu konstruksi nonlogam
  3. Batu alam untuk bangunan
  4. Batu potong untuk konstruksi
  5. Batu pecah untuk bangunan
  6. Batu dinding nonlogam
  7. Batu lantai nonlogam
  8. Batu dekorasi bangunan
  9. Batu paving nonlogam
  10. Batu fondasi nonlogam
  11. Batu kapur bangunan
  12. Batu granit bangunan
  13. Batu marmer bangunan
  14. Batu pasir untuk konstruksi
  15. Batu vulkanik untuk bangunan
  16. Batu andesit untuk konstruksi
  17. Batu basal untuk bangunan
  18. Batu alam untuk dinding
  19. Batu alam untuk lantai
  20. Batu alam untuk pelapis bangunan
  21. Beton bangunan
  22. Beton pracetak
  23. Beton siap pakai untuk konstruksi
  24. Balok beton
  25. Blok beton
  26. Bata beton
  27. Panel beton
  28. Lempengan beton
  29. Papan beton
  30. Tiang beton
  31. Kolom beton pracetak
  32. Fondasi beton pracetak
  33. Dinding beton pracetak
  34. Elemen beton konstruksi
  35. Komponen beton bangunan
  36. Beton untuk struktur bangunan
  37. Beton untuk dinding
  38. Beton untuk lantai
  39. Beton untuk konstruksi jalan
  40. Beton untuk konstruksi bangunan
  41. Semen untuk konstruksi
  42. Mortar untuk bangunan
  43. Adukan semen untuk konstruksi
  44. Bahan pengikat berbasis semen untuk bangunan
  45. Plester berbahan mineral untuk bangunan
  46. Bahan bangunan berbasis mineral
  47. Material konstruksi nonlogam
  48. Lembaran bahan bangunan nonlogam
  49. Panel konstruksi nonlogam
  50. Papan konstruksi nonlogam
  51. Kayu bangunan
  52. Kayu konstruksi
  53. Kayu struktural
  54. Kayu untuk rangka bangunan
  55. Kayu untuk struktur bangunan
  56. Balok kayu konstruksi
  57. Tiang kayu bangunan
  58. Papan kayu bangunan
  59. Papan kayu konstruksi
  60. Kayu untuk lantai bangunan
  61. Kayu untuk dinding bangunan
  62. Kayu untuk atap bangunan
  63. Kayu untuk rangka atap
  64. Kayu untuk kusen bangunan
  65. Kayu untuk kerangka pintu
  66. Kayu untuk kerangka jendela
  67. Kayu olahan untuk konstruksi
  68. Kayu laminasi untuk bangunan
  69. Kayu lapis untuk keperluan konstruksi tertentu
  70. Panel kayu konstruksi
  71. Papan kayu struktural
  72. Balok kayu struktural
  73. Tiang kayu struktural
  74. Rangka kayu bangunan
  75. Komponen kayu untuk konstruksi
  76. Pintu nonlogam untuk bangunan
  77. Pintu kayu bangunan
  78. Pintu kayu untuk konstruksi
  79. Pintu nonlogam untuk bangunan prefabrikasi
  80. Jendela nonlogam bangunan
  81. Jendela kayu bangunan
  82. Kusen pintu nonlogam
  83. Kusen jendela nonlogam
  84. Bingkai pintu nonlogam untuk bangunan
  85. Bingkai jendela nonlogam untuk bangunan
  86. Daun pintu kayu untuk bangunan
  87. Daun jendela kayu untuk bangunan
  88. Panel pintu nonlogam
  89. Panel jendela nonlogam
  90. Komponen bangunan kayu nonlogam
  91. Ubin nonlogam
  92. Ubin keramik untuk bangunan
  93. Ubin batu untuk bangunan
  94. Ubin beton
  95. Ubin lantai nonlogam
  96. Ubin dinding nonlogam
  97. Ubin teraso
  98. Ubin mosaik untuk bangunan
  99. Ubin porselen untuk bangunan
  100. Ubin mineral untuk bangunan
  101. Lantai batu nonlogam
  102. Lantai beton
  103. Lantai keramik untuk bangunan
  104. Pelapis lantai nonlogam
  105. Pelapis dinding nonlogam
  106. Panel dinding nonlogam
  107. Panel dinding berbahan mineral
  108. Panel dinding beton
  109. Panel dinding batu
  110. Panel dekoratif nonlogam untuk bangunan
  111. Genteng nonlogam
  112. Genteng keramik
  113. Genteng beton
  114. Genteng tanah liat
  115. Genteng batu
  116. Genteng nonlogam untuk atap
  117. Atap nonlogam
  118. Material atap nonlogam
  119. Lembaran atap nonlogam
  120. Panel atap nonlogam
  121. Penutup atap nonlogam
  122. Bahan pelapis atap nonlogam
  123. Elemen atap beton
  124. Elemen atap keramik
  125. Komponen atap nonlogam
  126. Papan atap nonlogam
  127. Material roofing nonlogam
  128. Batu tulis untuk atap
  129. Slate untuk konstruksi
  130. Lembaran slate bangunan
  131. Aspal untuk konstruksi
  132. Aspal jalan
  133. Aspal bangunan
  134. Bitumen untuk konstruksi
  135. Bitumen untuk jalan
  136. Bahan pelapis berbasis bitumen untuk bangunan
  137. Bahan pengikat aspal untuk konstruksi
  138. Pitch untuk konstruksi
  139. Bahan bitumen nonlogam untuk bangunan
  140. Material jalan berbasis aspal
  141. Pipa kaku nonlogam untuk konstruksi
  142. Pipa nonlogam untuk bangunan
  143. Pipa beton
  144. Pipa keramik untuk konstruksi
  145. Pipa tanah liat untuk bangunan
  146. Pipa semen untuk konstruksi
  147. Saluran air nonlogam untuk bangunan
  148. Saluran drainase nonlogam
  149. Talang air nonlogam untuk bangunan
  150. Saluran konstruksi berbahan nonlogam
  151. Balok bangunan nonlogam
  152. Tiang bangunan nonlogam
  153. Kolom bangunan nonlogam
  154. Lempengan bangunan nonlogam
  155. Pelat bangunan nonlogam
  156. Modul bangunan nonlogam
  157. Elemen struktur nonlogam
  158. Komponen konstruksi nonlogam
  159. Struktur bangunan nonlogam
  160. Material fondasi nonlogam
  161. Tangga nonlogam untuk bangunan
  162. Anak tangga nonlogam
  163. Struktur tangga nonlogam
  164. Partisi bangunan nonlogam
  165. Sekat bangunan nonlogam
  166. Panel partisi nonlogam
  167. Bahan pembatas bangunan nonlogam
  168. Material dinding nonlogam
  169. Material lantai nonlogam
  170. Material konstruksi berbahan batu
  171. Bangunan prefabrikasi nonlogam
  172. Rumah prefabrikasi nonlogam
  173. Bangunan modular nonlogam
  174. Struktur prefabrikasi nonlogam
  175. Kabin bangunan nonlogam
  176. Konstruksi portabel nonlogam
  177. Bangunan sementara nonlogam
  178. Modul bangunan prefabrikasi nonlogam
  179. Struktur hunian prefabrikasi nonlogam
  180. Unit bangunan nonlogam prefabrikasi
  181. Monumen nonlogam
  182. Monumen batu
  183. Monumen beton
  184. Patung monumen nonlogam untuk keperluan bangunan
  185. Prasasti batu untuk monumen
  186. Batu nisan nonlogam
  187. Pagar nonlogam untuk bangunan
  188. Pagar beton
  189. Pagar batu
  190. Panel pagar nonlogam
  191. Bahan pagar nonlogam untuk konstruksi
  192. Produk konstruksi berbahan tanah liat
  193. Produk bangunan berbahan keramik
  194. Produk konstruksi berbahan semen
  195. Produk konstruksi berbahan batu alam
  196. Produk konstruksi berbahan beton pracetak
  197. Produk bangunan mineral nonlogam
  198. Bahan bangunan tahan api nonlogam tertentu
  199. Material konstruksi prefabrikasi nonlogam
  200. Bahan bangunan nonlogam lainnya yang termasuk Kelas 19

    Kelas 19 Merek Produk untuk Batu, Beton, Kayu Bangunan, Ubin, dan Bahan Konstruksi Nonlogam Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI
    Kelas 19 Merek Produk untuk Batu, Beton, Kayu Bangunan, Ubin, dan Bahan Konstruksi Nonlogam Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI

Syarat Pendaftaran Merek HKI Kelas 19

Sebelum mengajukan permohonan merek untuk produk Kelas 19, pemilik usaha perlu menyiapkan identitas pemohon dan informasi merek secara lengkap. Merek dapat berupa nama, logo, kombinasi nama dan logo, atau bentuk lain yang memenuhi ketentuan. Uraian barang juga perlu dibuat secara jelas agar sesuai dengan produk yang benar-benar dipasarkan.

Dokumen dan informasi yang umumnya perlu disiapkan meliputi:

  1. Nama dan identitas pemohon sesuai dokumen resmi.
  2. Nama merek yang akan didaftarkan.
  3. Logo atau etiket merek apabila menggunakan logo.
  4. Daftar serta uraian barang yang akan dicantumkan dalam permohonan.
  5. Data alamat dan informasi pemohon.
  6. Dokumen pendukung sesuai status pemohon dan ketentuan pengajuan yang berlaku.

Sebelum permohonan diajukan, pemeriksaan awal terhadap merek juga penting dilakukan. Tujuannya untuk melihat apakah terdapat merek yang sama atau memiliki kemiripan pada barang atau kelas yang relevan. Pemeriksaan ini bukan jaminan permohonan akan diterima, karena keputusan akhir tetap berada pada DJKI berdasarkan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses Pendaftaran Merek Kelas 19 di DJKI

Pendaftaran merek untuk produk batu, beton, kayu bangunan, ubin, dan material konstruksi nonlogam dilakukan melalui tahapan administratif dan pemeriksaan sesuai prosedur DJKI. Kesalahan dalam penulisan nama pemohon, etiket, atau uraian barang dapat menyebabkan proses menjadi lebih rumit. Karena itu, persiapan sebelum pengajuan menjadi bagian penting dari proses.

Secara umum, alurnya dapat dipahami melalui tahapan berikut:

  1. Konsultasi mengenai merek dan jenis produk.
  2. Pemeriksaan awal nama atau logo merek.
  3. Penentuan kelas dan uraian barang yang sesuai.
  4. Persiapan dokumen serta data pemohon.
  5. Pengajuan permohonan merek melalui sistem DJKI.
  6. Pembayaran biaya resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
  7. Pemeriksaan administratif dan tahapan pemeriksaan substantif.
  8. Pengumuman serta proses lanjutan sesuai mekanisme pendaftaran.
  9. Penerbitan sertifikat apabila permohonan memenuhi persyaratan dan tidak terdapat alasan penolakan.

Perkiraan Biaya dan Lama Proses

Biaya pendaftaran merek terdiri dari biaya resmi yang ditetapkan pemerintah dan, apabila menggunakan konsultan, biaya jasa pendampingan. Tarif resmi DJKI dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku dan dapat berbeda berdasarkan kategori pemohon. Karena itu, calon pemohon sebaiknya memastikan tarif terbaru sebelum melakukan pembayaran.

Untuk waktu proses, pendaftaran merek tidak hanya bergantung pada pengajuan awal. Terdapat tahapan pemeriksaan dan pengumuman yang harus dilalui. PERMATAMAS dapat membantu menyiapkan dan mengajukan permohonan secara lebih terarah, termasuk membantu memeriksa kelengkapan data dan uraian barang sebelum proses pendaftaran dilakukan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Mendaftarkan Merek Kelas 19

Pendaftaran merek untuk produk konstruksi membutuhkan ketelitian karena uraian barang harus menggambarkan produk yang benar-benar digunakan atau dipasarkan. Kesalahan kecil pada tahap awal dapat membuat pemilik usaha perlu melakukan penyesuaian atau menghadapi kendala dalam proses pemeriksaan. Terlebih, istilah seperti batu, kayu, beton, ubin, dan bahan bangunan memiliki banyak variasi produk.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:

  1. Menganggap semua produk konstruksi otomatis termasuk Kelas 19.
  2. Tidak memeriksa persamaan merek sebelum mengajukan permohonan.
  3. Menuliskan uraian barang secara terlalu umum atau tidak sesuai produk.
  4. Menggunakan data pemohon yang tidak sesuai dengan dokumen resmi.
  5. Tidak memperhatikan status dan kelengkapan dokumen permohonan.
  6. Menganggap pengajuan merek berarti permohonan pasti diterima.

Pemilik usaha juga perlu membedakan barang dengan jasa. Misalnya, jasa kontraktor, pembangunan gedung, renovasi, atau pemasangan bukan merupakan barang Kelas 19 hanya karena menggunakan bahan bangunan Kelas 19. Begitu pula produk logam atau furnitur tertentu perlu diperiksa berdasarkan jenis barang dan kelasnya masing-masing.

Tips Memilih dan Mendaftarkan Merek untuk Produk Kelas 19

Merek untuk batu, beton, kayu bangunan, ubin, genteng, dan material konstruksi sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan penggunaan jangka panjang. Nama yang mudah dikenali dapat membantu membangun identitas produk, sedangkan pemeriksaan awal dapat membantu pemilik usaha memahami apakah terdapat merek lain yang memiliki kemiripan pada barang terkait.

Agar persiapan lebih terarah, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Tentukan terlebih dahulu produk yang benar-benar akan menggunakan merek.
  • Buat daftar uraian barang secara spesifik dan konsisten.
  • Periksa ketersediaan atau potensi kemiripan merek sebelum pengajuan.
  • Pastikan nama pemohon sesuai dengan dokumen identitas atau dokumen badan usaha.
  • Simpan bukti pengajuan dan dokumen pendaftaran dengan baik.
  • Perbarui strategi perlindungan merek apabila bisnis nantinya memperluas jenis produknya.

Untuk perusahaan bahan bangunan, pendaftaran merek juga dapat menjadi bagian dari strategi membangun reputasi produk. Ketika sebuah produk dipasarkan secara konsisten dengan satu merek, konsumen, distributor, toko bangunan, dan mitra usaha akan lebih mudah menghubungkan produk tersebut dengan pemilik atau sumber usahanya.

Manfaat Pendaftaran Merek Kelas 19 bagi Pelaku Usaha

Merek terdaftar memberikan dasar perlindungan hukum terhadap identitas merek sesuai ruang lingkup barang yang didaftarkan. Hal ini menjadi semakin relevan bagi produsen bahan bangunan yang memasarkan produk secara luas, baik melalui toko bangunan, distributor, proyek konstruksi, marketplace, maupun jaringan penjualan sendiri.

Beberapa manfaat yang dapat diperoleh melalui pendaftaran merek antara lain:

  1. Membantu membangun identitas produk di pasar.
  2. Memberikan dasar perlindungan hukum atas merek yang terdaftar.
  3. Meningkatkan kepercayaan ketika produk dipasarkan kepada distributor dan mitra bisnis.
  4. Mendukung pengembangan merek dalam jangka panjang.
  5. Memudahkan pemilik usaha mengelola portofolio produk dengan identitas yang konsisten.
  6. Menjadi salah satu aset tidak berwujud yang dapat memiliki nilai ekonomi bagi bisnis.

Namun, pendaftaran merek bukan berarti seluruh produk perusahaan otomatis mendapatkan perlindungan. Perlindungan berkaitan dengan merek dan barang atau jasa yang tercantum dalam pendaftaran. Karena itu, pemilihan kelas serta uraian barang harus diperhatikan sejak awal.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19 Resmi DJKI bersama PERMATAMAS

Mengurus merek sendiri memungkinkan dilakukan, tetapi bagi pemilik usaha yang belum terbiasa dengan proses administrasi merek, pendampingan profesional dapat membantu mengurangi kesalahan pada tahap persiapan. PERMATAMAS menyediakan jasa pendaftaran merek HKI untuk pelaku usaha yang memasarkan produk batu, beton, kayu bangunan, ubin, genteng, dan berbagai material konstruksi nonlogam yang relevan dengan Kelas 19.

Pendampingan dapat dimulai dari konsultasi mengenai produk dan merek, pemeriksaan awal, penyusunan uraian barang, persiapan data pemohon, hingga pengajuan permohonan. Setiap tahap tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme resmi DJKI.

PERMATAMAS juga membantu pemilik usaha memahami hal-hal penting sebelum permohonan diajukan, seperti:

  • Pemeriksaan awal nama atau logo merek.
  • Penyesuaian uraian barang dengan produk yang dipasarkan.
  • Persiapan dokumen dan data pemohon.
  • Pendampingan proses pengajuan merek.
  • Pemantauan perkembangan permohonan.
  • Konsultasi apabila terdapat kendala dalam proses.

PERMATAMAS berpengalaman mendampingi kebutuhan legalitas Kekayaan Intelektual sejak 2011. Layanan tersedia untuk pelaku usaha di seluruh Indonesia, sehingga pemilik merek tidak harus datang langsung untuk mendapatkan konsultasi awal.

Kesimpulan

Produk batu, beton, kayu bangunan, ubin, genteng, dan bahan konstruksi nonlogam tertentu dapat berkaitan dengan Merek Kelas 19. Bagi produsen, distributor, maupun pemilik usaha yang sedang membangun merek bahan bangunan, pendaftaran merek dapat menjadi langkah penting untuk memberikan dasar perlindungan terhadap identitas bisnis.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan jenis barang dan uraian barang sesuai dengan klasifikasi yang berlaku. Tidak semua produk yang digunakan dalam kegiatan konstruksi otomatis masuk Kelas 19. Pemeriksaan terhadap produk, merek, dan uraian barang sebelum pengajuan dapat membantu proses berjalan lebih tertata.

PERMATAMAS siap membantu proses pendaftaran merek HKI Kelas 19, mulai dari konsultasi, pemeriksaan awal, persiapan data, hingga pengajuan melalui prosedur resmi DJKI. Dengan pendampingan yang tepat, pemilik usaha dapat lebih fokus mengembangkan produk dan membangun mereknya di pasar.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

1. Apa saja produk yang dapat berkaitan dengan Merek Kelas 19?

Kelas 19 secara umum mencakup berbagai bahan bangunan nonlogam dan produk konstruksi tertentu, seperti batu, beton, kayu bangunan, ubin, genteng, aspal, dan material nonlogam tertentu.

2. Apakah semua produk kayu termasuk Kelas 19?

Tidak. Kayu untuk konstruksi dan bangunan dapat berkaitan dengan Kelas 19, tetapi produk kayu lainnya perlu diperiksa berdasarkan fungsi dan jenis barangnya.

3. Apakah produk beton dapat didaftarkan dengan merek?

Ya, produk beton tertentu dapat menggunakan merek dan didaftarkan sesuai uraian barang yang relevan. Penentuan klasifikasi perlu disesuaikan dengan produk sebenarnya.

4. Apakah jasa kontraktor termasuk Kelas 19?

Tidak. Kelas 19 berkaitan dengan barang, sedangkan jasa konstruksi atau kontraktor perlu diperiksa pada kelas jasa yang sesuai.

5. Apakah ubin dapat didaftarkan pada Kelas 19?

Ubin tertentu untuk keperluan bangunan dapat berkaitan dengan Kelas 19. Jenis dan bahan ubin perlu diperiksa untuk memastikan uraian barang yang tepat.

6. Berapa biaya pendaftaran merek Kelas 19?

Biaya terdiri dari tarif resmi pendaftaran yang berlaku serta, apabila digunakan, biaya jasa pendampingan. Tarif resmi dapat berubah sehingga perlu dikonfirmasi berdasarkan ketentuan terbaru.

7. Berapa lama proses pendaftaran merek Kelas 19?

Proses pendaftaran melalui beberapa tahapan resmi sehingga waktunya tidak hanya ditentukan oleh waktu pengajuan. Lama proses dapat dipengaruhi oleh pemeriksaan dan tahapan lain sesuai mekanisme DJKI.

8. Apakah pemeriksaan merek menjamin permohonan diterima?

Tidak. Pemeriksaan awal membantu mengidentifikasi potensi persamaan atau kemiripan, tetapi keputusan akhir atas permohonan tetap mengikuti proses pemeriksaan DJKI.

9. Apakah UMKM dapat mendaftarkan merek Kelas 19?

Ya, pelaku UMKM dapat mengajukan pendaftaran merek selama memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

10. Mengapa perlu menggunakan jasa pendaftaran merek?

Pendampingan dapat membantu pemilik usaha menyiapkan data, memeriksa uraian barang, memahami tahapan pengajuan, dan mengurangi kesalahan administratif.

11. Apakah satu merek bisa digunakan untuk beberapa produk Kelas 19?

Bisa, selama produk tersebut dicantumkan dalam uraian barang yang sesuai dan memenuhi ketentuan pendaftaran. Ruang lingkup perlindungannya mengikuti barang yang didaftarkan.

12. Apakah merek batu dan beton harus didaftarkan terpisah?

Tidak selalu. Hal tersebut bergantung pada merek, jenis barang, serta strategi perlindungan yang digunakan. Uraian barang perlu disusun sesuai kebutuhan usaha.

13. Apakah nama dan logo bisa didaftarkan?

Nama dan logo dapat diajukan sebagai merek sesuai bentuk permohonan yang dipilih. Pemilik usaha perlu memastikan data dan etiket yang diajukan sudah benar.

14. Apakah PERMATAMAS melayani pendaftaran merek Kelas 19?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan pendaftaran merek HKI untuk kebutuhan usaha di Kelas 19 dan kelas lainnya.

15. Apakah konsultasi pendaftaran merek tersedia untuk seluruh Indonesia?

PERMATAMAS melayani konsultasi dan pendampingan untuk pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19 untuk Kayu Bangunan, Papan, Pintu, dan Jendela Nonlogam Resmi DJKI

Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19 untuk Kayu Bangunan, Papan, Pintu, dan Jendela Nonlogam Resmi DJKI

Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19 untuk Kayu Bangunan, Papan, Pintu, dan Jendela Nonlogam Resmi DJKI – Dalam bisnis bahan bangunan, merek menjadi identitas penting yang membedakan produk satu produsen dengan produk lainnya. Kayu bangunan, papan, pintu, jendela, serta berbagai material konstruksi nonlogam dapat dipasarkan menggunakan brand yang menjadi bagian dari strategi bisnis. Ketika produk berkembang dan memiliki pelanggan tetap, pendaftaran merek menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk memberikan perlindungan terhadap identitas tersebut.

Jasa pendaftaran merek HKI Kelas 19 membantu pemilik usaha mempersiapkan proses pengajuan merek secara lebih terarah. Mulai dari pemeriksaan awal, penentuan barang, penyiapan data, hingga pengajuan dapat didampingi sesuai kebutuhan. Namun, klasifikasi harus tetap ditentukan berdasarkan jenis dan karakteristik barang karena tidak semua produk berbahan kayu atau semua jenis pintu dan jendela otomatis termasuk Kelas 19.

Apa Itu Merek HKI Kelas 19 untuk Kayu, Papan, Pintu, dan Jendela?

Kelas 19 merupakan salah satu kelas dalam klasifikasi merek yang mencakup berbagai bahan bangunan nonlogam dan barang konstruksi tertentu. Dalam konteks usaha material bangunan, kelompok produk seperti kayu untuk konstruksi, papan tertentu, serta elemen bangunan nonlogam dapat perlu diperiksa kaitannya dengan Kelas 19.

Hal penting yang perlu dipahami adalah bahan dasar bukan satu-satunya penentu klasifikasi. Produk kayu yang digunakan sebagai furnitur, misalnya, dapat memiliki klasifikasi berbeda dari kayu yang dipasarkan sebagai bahan konstruksi. Begitu pula pintu dan jendela perlu dilihat berdasarkan bahan dan karakteristik produknya.

Beberapa kelompok barang yang dapat menjadi referensi awal meliputi:

  • Kayu yang digunakan untuk kebutuhan konstruksi.
  • Papan dan panel bangunan nonlogam tertentu.
  • Pintu nonlogam untuk bangunan.
  • Jendela nonlogam untuk bangunan.
  • Komponen konstruksi nonlogam tertentu.
  • Material bangunan berbasis kayu yang sesuai dengan klasifikasi.

Karena klasifikasi dapat bergantung pada uraian barang yang spesifik, pemilik usaha sebaiknya melakukan pemeriksaan terhadap daftar produk sebelum mengajukan permohonan. Daftar contoh dalam artikel ini merupakan referensi awal, bukan pengganti pemeriksaan klasifikasi Nice/DJKI yang berlaku.

200 Contoh Produk Merek Kelas 19 untuk Kayu Bangunan, Papan, Pintu, dan Jendela

Berikut contoh produk yang dapat menjadi referensi ketika pemilik usaha menyusun daftar barang untuk pendaftaran merek Kelas 19. Setiap produk tetap perlu diperiksa kembali berdasarkan fungsi, bahan, dan penggunaan sebenarnya.

  1. Kayu bangunan
  2. Kayu konstruksi
  3. Kayu untuk konstruksi
  4. Kayu struktural
  5. Kayu untuk rangka bangunan
  6. Kayu untuk struktur bangunan
  7. Kayu untuk balok bangunan
  8. Kayu untuk tiang bangunan
  9. Kayu untuk konstruksi rumah
  10. Kayu untuk konstruksi gedung
  11. Kayu untuk konstruksi jembatan
  12. Kayu untuk konstruksi atap
  13. Kayu untuk konstruksi dinding
  14. Kayu untuk konstruksi lantai
  15. Kayu untuk konstruksi tangga
  16. Kayu konstruksi prefabrikasi
  17. Kayu konstruksi olahan
  18. Kayu struktural olahan
  19. Kayu laminasi konstruksi
  20. Kayu balok konstruksi
  21. Balok kayu bangunan
  22. Balok kayu konstruksi
  23. Balok kayu struktural
  24. Tiang kayu bangunan
  25. Tiang kayu konstruksi
  26. Tiang kayu struktural
  27. Rangka kayu bangunan
  28. Rangka atap kayu
  29. Rangka dinding kayu
  30. Rangka konstruksi kayu
  31. Papan bangunan
  32. Papan konstruksi
  33. Papan kayu konstruksi
  34. Papan kayu bangunan
  35. Papan untuk bangunan
  36. Papan untuk konstruksi
  37. Papan struktural
  38. Papan kayu struktural
  39. Papan konstruksi kayu
  40. Papan dinding kayu
  41. Papan lantai kayu konstruksi
  42. Papan atap kayu
  43. Papan penutup bangunan
  44. Papan panel bangunan
  45. Papan konstruksi prefabrikasi
  46. Panel kayu bangunan
  47. Panel kayu konstruksi
  48. Panel kayu struktural
  49. Panel dinding kayu
  50. Panel konstruksi kayu
  51. Panel bangunan nonlogam
  52. Panel dinding nonlogam
  53. Panel konstruksi nonlogam
  54. Panel bangunan berbasis kayu
  55. Panel konstruksi berbasis kayu
  56. Lembaran kayu untuk konstruksi
  57. Lembaran bangunan nonlogam
  58. Lembaran konstruksi nonlogam
  59. Lembaran dinding nonlogam
  60. Lembaran bangunan berbasis kayu
  61. Pintu kayu
  62. Pintu kayu bangunan
  63. Pintu kayu konstruksi
  64. Pintu nonlogam
  65. Pintu bangunan nonlogam
  66. Pintu konstruksi nonlogam
  67. Pintu interior nonlogam
  68. Pintu eksterior nonlogam
  69. Pintu kayu solid
  70. Pintu kayu panel
  71. Pintu kayu konstruksi
  72. Pintu kayu bangunan rumah
  73. Pintu kayu bangunan gedung
  74. Pintu kayu prefabrikasi
  75. Pintu nonlogam prefabrikasi
  76. Pintu bangunan berbahan kayu
  77. Pintu konstruksi berbahan kayu
  78. Pintu panel kayu bangunan
  79. Pintu kayu untuk bangunan
  80. Pintu kayu untuk konstruksi
  81. Daun pintu kayu
  82. Daun pintu nonlogam
  83. Daun pintu untuk bangunan
  84. Daun pintu konstruksi nonlogam
  85. Komponen pintu nonlogam untuk bangunan
  86. Bingkai pintu nonlogam
  87. Kusen pintu kayu
  88. Kusen pintu nonlogam
  89. Kusen bangunan nonlogam
  90. Kusen kayu konstruksi
  91. Jendela kayu
  92. Jendela kayu bangunan
  93. Jendela kayu konstruksi
  94. Jendela nonlogam
  95. Jendela bangunan nonlogam
  96. Jendela konstruksi nonlogam
  97. Jendela kayu solid
  98. Jendela kayu panel
  99. Jendela kayu untuk rumah
  100. Jendela kayu untuk gedung
  101. Jendela kayu prefabrikasi
  102. Jendela nonlogam prefabrikasi
  103. Jendela berbahan kayu
  104. Jendela konstruksi berbahan kayu
  105. Jendela bangunan berbahan kayu
  106. Jendela kayu untuk bangunan
  107. Jendela kayu untuk konstruksi
  108. Daun jendela kayu
  109. Daun jendela nonlogam
  110. Daun jendela bangunan
  111. Bingkai jendela nonlogam
  112. Bingkai jendela kayu
  113. Kusen jendela kayu
  114. Kusen jendela nonlogam
  115. Kusen bangunan berbahan kayu
  116. Kusen konstruksi nonlogam
  117. Komponen jendela nonlogam
  118. Komponen jendela kayu
  119. Elemen jendela bangunan
  120. Elemen jendela konstruksi
  121. Tangga kayu konstruksi
  122. Tangga bangunan nonlogam
  123. Tangga konstruksi kayu
  124. Tangga kayu prefabrikasi
  125. Struktur tangga kayu
  126. Anak tangga kayu konstruksi
  127. Elemen tangga kayu bangunan
  128. Komponen tangga nonlogam
  129. Pegangan tangga nonlogam untuk konstruksi
  130. Struktur tangga nonlogam
  131. Lantai kayu konstruksi
  132. Papan lantai konstruksi
  133. Panel lantai kayu
  134. Elemen lantai kayu bangunan
  135. Material lantai kayu konstruksi
  136. Komponen lantai nonlogam
  137. Material lantai bangunan nonlogam
  138. Panel lantai nonlogam
  139. Papan lantai bangunan
  140. Elemen lantai konstruksi
  141. Atap kayu konstruksi
  142. Elemen atap kayu
  143. Panel atap kayu
  144. Papan atap konstruksi
  145. Struktur atap kayu
  146. Rangka atap nonlogam
  147. Komponen atap kayu bangunan
  148. Elemen konstruksi atap nonlogam
  149. Material atap nonlogam
  150. Produk atap konstruksi nonlogam
  151. Dinding kayu konstruksi
  152. Panel dinding kayu
  153. Papan dinding konstruksi
  154. Elemen dinding kayu
  155. Struktur dinding kayu
  156. Panel dinding nonlogam
  157. Papan dinding nonlogam
  158. Material dinding bangunan nonlogam
  159. Komponen dinding konstruksi
  160. Elemen dinding konstruksi nonlogam
  161. Bangunan prefabrikasi kayu
  162. Bangunan kayu prefabrikasi
  163. Struktur bangunan kayu
  164. Struktur konstruksi kayu
  165. Modul bangunan kayu
  166. Unit bangunan kayu prefabrikasi
  167. Komponen bangunan kayu
  168. Elemen bangunan kayu
  169. Bangunan portabel berbahan kayu
  170. Struktur portabel nonlogam
  171. Panel prefabrikasi kayu
  172. Dinding prefabrikasi kayu
  173. Lantai prefabrikasi kayu
  174. Atap prefabrikasi kayu
  175. Elemen prefabrikasi nonlogam
  176. Material konstruksi kayu
  177. Material bangunan berbasis kayu
  178. Bahan konstruksi kayu
  179. Bahan bangunan kayu
  180. Produk konstruksi berbahan kayu
  181. Komponen konstruksi kayu
  182. Elemen konstruksi kayu
  183. Material struktur kayu
  184. Produk struktur kayu
  185. Komponen struktur bangunan kayu
  186. Material konstruksi nonlogam
  187. Bahan bangunan nonlogam
  188. Produk bangunan nonlogam
  189. Komponen bangunan nonlogam
  190. Elemen bangunan nonlogam
  191. Struktur bangunan nonlogam
  192. Produk konstruksi nonlogam
  193. Material konstruksi prefabrikasi nonlogam
  194. Komponen konstruksi prefabrikasi
  195. Panel konstruksi prefabrikasi
  196. Elemen konstruksi prefabrikasi
  197. Bahan bangunan untuk konstruksi
  198. Material bangunan untuk konstruksi
  199. Produk bahan bangunan nonlogam
  200. Produk konstruksi berbahan nonlogam

    Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19 untuk Kayu Bangunan, Papan, Pintu, dan Jendela Nonlogam Resmi DJKI
    Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19 untuk Kayu Bangunan, Papan, Pintu, dan Jendela Nonlogam Resmi DJKI

Syarat Pendaftaran Merek HKI Kelas 19

Pemilik usaha yang ingin mendaftarkan merek perlu mempersiapkan identitas pemohon, merek yang akan digunakan, serta daftar barang yang hendak dilindungi. Data tersebut harus disusun secara konsisten agar tidak menimbulkan masalah administratif dalam proses pengajuan.

Beberapa data yang umumnya perlu dipersiapkan meliputi:

  1. Nama dan identitas pemohon.
  2. Nama atau logo merek yang akan didaftarkan.
  3. Daftar barang yang menggunakan merek.
  4. Alamat pemohon.
  5. Dokumen pendukung sesuai jenis pemohon.
  6. Data lain yang diperlukan dalam permohonan.

Bagi badan usaha, data perusahaan perlu disesuaikan dengan dokumen legalitas yang digunakan. Sementara itu, pemohon perorangan perlu memastikan identitas yang dicantumkan sudah benar dan konsisten.

Selain kelengkapan administrasi, uraian barang juga perlu mendapat perhatian. Produsen yang menjual kayu konstruksi, papan bangunan, pintu nonlogam, atau jendela nonlogam sebaiknya menjelaskan produk secara spesifik. Jika suatu produk ternyata memiliki fungsi yang berbeda, klasifikasinya perlu diperiksa kembali sebelum permohonan diajukan.

Proses Pendaftaran Merek Kelas 19 di DJKI

Proses pendaftaran diawali dengan menentukan merek dan produk yang akan dilindungi. Pemilik usaha kemudian dapat melakukan pemeriksaan awal terhadap merek untuk melihat kemungkinan adanya merek yang memiliki persamaan atau kemiripan.

Secara umum, proses persiapan dapat dilakukan melalui beberapa tahapan:

  1. Menentukan nama atau logo merek.
  2. Menentukan produk yang akan menggunakan merek.
  3. Memeriksa klasifikasi barang.
  4. Menyusun uraian barang secara tepat.
  5. Melakukan pemeriksaan awal merek.
  6. Menyiapkan data dan dokumen pemohon.
  7. Mengajukan permohonan melalui sistem yang berlaku.
  8. Memantau tahapan pemeriksaan DJKI.

Setelah permohonan diajukan, terdapat tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, pengajuan merek bukan sekadar mengisi formulir, tetapi juga membutuhkan ketelitian dalam menentukan identitas merek dan barang yang dimohonkan perlindungannya.

Perkiraan Biaya dan Lama Proses

Biaya pendaftaran merek mengikuti tarif resmi DJKI yang berlaku pada saat permohonan diajukan. Tarif dapat berbeda berdasarkan kategori pemohon, termasuk ketentuan khusus yang berlaku bagi UMKM. Biaya jasa pendampingan, jika digunakan, merupakan komponen terpisah dari tarif resmi pemerintah.

Lama proses juga tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan waktu pengajuan. Permohonan harus melalui tahapan administratif dan pemeriksaan sesuai mekanisme DJKI. Pendampingan profesional dapat membantu persiapan dan pemantauan proses, tetapi tidak dapat menjamin suatu permohonan pasti diterima atau selesai dalam waktu tertentu.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mendaftarkan Merek Kelas 19

Mendaftarkan merek untuk produk kayu bangunan, papan, pintu, dan jendela nonlogam membutuhkan ketelitian dalam menentukan barang yang benar-benar ingin dilindungi. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua produk berbahan kayu otomatis masuk Kelas 19. Padahal, klasifikasi merek ditentukan berdasarkan jenis, fungsi, dan karakteristik barang.

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah:

  1. Tidak melakukan pemeriksaan awal terhadap nama atau logo merek.
  2. Menentukan kelas hanya berdasarkan bahan utama produk.
  3. Menggunakan uraian barang yang terlalu umum.
  4. Tidak membedakan produk konstruksi dengan produk rumah tangga atau furnitur.
  5. Mengajukan daftar barang yang tidak sesuai dengan kegiatan usaha.

Selain klasifikasi, data pemohon juga perlu diperiksa. Kesalahan nama, alamat, identitas, atau dokumen dapat menghambat proses administratif. Karena itu, seluruh data sebaiknya diperiksa sebelum permohonan diajukan kepada DJKI.

Tips Agar Pendaftaran Merek Kelas 19 Berjalan Lancar

Persiapan yang baik dapat membantu pemilik usaha memahami kebutuhan perlindungan mereknya. Langkah pertama adalah membuat daftar produk secara spesifik, misalnya kayu untuk konstruksi, papan bangunan, pintu nonlogam, atau jendela nonlogam. Setelah itu, masing-masing produk dapat diperiksa berdasarkan karakteristiknya.

Beberapa tips yang dapat diterapkan antara lain:

  1. Tentukan nama atau logo yang akan didaftarkan.
  2. Buat daftar produk secara spesifik dan aktual.
  3. Periksa kemungkinan persamaan atau kemiripan merek.
  4. Pastikan klasifikasi dan uraian barang telah diperiksa.
  5. Periksa kembali seluruh data pemohon sebelum pengajuan.

Pelaku usaha juga sebaiknya memikirkan perkembangan bisnis dalam jangka panjang. Jika brand digunakan untuk beberapa kelompok produk yang berbeda, masing-masing produk perlu diperiksa klasifikasinya. Dengan begitu, strategi pendaftaran merek dapat disusun berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan sekadar mengikuti nama bidang usaha.

Manfaat Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19

Pendaftaran merek dapat dilakukan sendiri, tetapi pemilik usaha perlu memahami proses administratif, klasifikasi barang, uraian barang, dan tahapan pemeriksaan. Bagi produsen material bangunan atau perusahaan yang memiliki banyak jenis produk, pendampingan profesional dapat membantu proses persiapan menjadi lebih sistematis.

Beberapa manfaat menggunakan jasa pendaftaran merek antara lain:

  1. Membantu memahami tahapan pendaftaran merek.
  2. Membantu melakukan pemeriksaan awal terhadap nama atau logo.
  3. Membantu memeriksa klasifikasi dan uraian barang.
  4. Membantu menyiapkan data dan dokumen permohonan.
  5. Membantu proses pengajuan dan pemantauan permohonan.

Pendampingan profesional bukan berarti permohonan pasti disetujui. Keputusan atas pendaftaran merek tetap berada pada DJKI berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Peran jasa adalah membantu pemohon mempersiapkan dan menjalankan proses secara lebih tertib.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 19 Resmi DJKI

PERMATAMAS menyediakan jasa pendaftaran merek HKI Kelas 19 bagi pemilik brand bahan bangunan dan material konstruksi yang membutuhkan pendampingan. Layanan dapat digunakan oleh produsen, distributor, pemilik usaha material bangunan, maupun pelaku usaha yang memasarkan produk dengan merek sendiri.

Pendampingan dapat dimulai dengan konsultasi mengenai produk yang akan didaftarkan. Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai dasar untuk memeriksa klasifikasi dan uraian barang sebelum proses pengajuan dilakukan.

Layanan PERMATAMAS meliputi:

  • Konsultasi pendaftaran merek Kelas 19.
  • Pemeriksaan awal nama dan logo.
  • Konsultasi klasifikasi barang.
  • Pemeriksaan uraian barang.
  • Persiapan data permohonan.
  • Pengajuan pendaftaran merek.
  • Pendampingan proses pemeriksaan.
  • Pemantauan status permohonan.

Bagi pemilik brand kayu konstruksi, papan bangunan, pintu nonlogam, jendela nonlogam, dan produk konstruksi lainnya, konsultasi sejak awal dapat membantu menentukan kebutuhan pendaftaran dengan lebih terarah. Setiap produk tetap perlu diperiksa secara spesifik karena tidak semua barang berbahan kayu atau digunakan dalam bangunan otomatis berada dalam Kelas 19.

Kesimpulan

Kelas 19 dapat berkaitan dengan berbagai bahan bangunan nonlogam dan barang konstruksi tertentu, termasuk kelompok kayu bangunan, papan atau panel konstruksi tertentu, serta pintu dan jendela nonlogam yang sesuai dengan cakupan klasifikasi. Namun, penentuan kelas tidak hanya berdasarkan bahan produk.

Pemilik usaha perlu memperhatikan jenis, fungsi, penggunaan, dan karakteristik barang sebelum menentukan uraian produk dalam permohonan. Pemeriksaan awal merek, kelengkapan data, dan ketepatan klasifikasi juga menjadi bagian penting dari persiapan pendaftaran.

Dengan menggunakan jasa pendaftaran merek HKI Kelas 19, PERMATAMAS membantu pemilik usaha mempersiapkan proses pendaftaran secara lebih terarah, mulai dari konsultasi, pemeriksaan awal, persiapan dokumen, pengajuan, hingga pemantauan proses sesuai prosedur yang berlaku.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan merek Kelas 19?

Kelas 19 merupakan klasifikasi merek yang mencakup berbagai bahan bangunan nonlogam dan barang konstruksi tertentu, seperti kelompok material bangunan, beton, batu, dan produk konstruksi nonlogam tertentu.

2. Apakah kayu bangunan termasuk Kelas 19?

Kayu yang digunakan sebagai bahan bangunan atau konstruksi tertentu dapat termasuk Kelas 19. Penentuan akhir tetap bergantung pada jenis dan fungsi barang yang didaftarkan.

3. Apakah semua produk berbahan kayu masuk Kelas 19?

Tidak. Produk kayu seperti furnitur atau barang rumah tangga dapat memiliki klasifikasi berbeda. Pemeriksaan harus dilakukan berdasarkan jenis dan fungsi barang.

4. Apakah pintu kayu dapat didaftarkan sebagai merek Kelas 19?

Pintu nonlogam tertentu untuk bangunan dapat termasuk Kelas 19. Jenis dan spesifikasi produk perlu diperiksa sebelum permohonan diajukan.

5. Apakah jendela nonlogam termasuk Kelas 19?

Jendela nonlogam tertentu untuk bangunan termasuk kelompok barang yang dapat berada dalam Kelas 19, sesuai klasifikasi yang berlaku.

6. Apakah papan bangunan dapat menggunakan merek Kelas 19?

Papan atau panel yang digunakan sebagai bahan konstruksi tertentu dapat termasuk Kelas 19. Uraian barang harus disesuaikan dengan produk sebenarnya.

7. Berapa biaya pendaftaran merek Kelas 19?

Biaya mengikuti tarif resmi DJKI yang berlaku pada saat permohonan diajukan. Tarif dapat berbeda berdasarkan kategori pemohon.

8. Berapa lama proses pendaftaran merek Kelas 19?

Pendaftaran merek melalui beberapa tahapan pemeriksaan sehingga waktu penyelesaian tidak dapat dipastikan sama untuk setiap permohonan.

9. Apakah UMKM dapat mendaftarkan merek Kelas 19?

Ya. UMKM dapat mengajukan pendaftaran merek sepanjang memenuhi persyaratan yang berlaku. Ketentuan tarif UMKM mengikuti aturan resmi pada saat pengajuan.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa pendaftaran merek Kelas 19?

Ya. PERMATAMAS menyediakan pendampingan untuk konsultasi, pemeriksaan awal, persiapan data, pengajuan, dan pemantauan proses pendaftaran merek Kelas 19.

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID