Apakah Sertifikat Merek HKI Bisa Diwariskan?

Apakah Sertifikat Merek HKI Bisa Diwariskan? – Sertifikat Merek HKI bukan sekadar simbol atau logo; ia adalah aset hukum yang memiliki nilai ekonomi nyata. Saat pemilik sertifikat merek HKI meninggal dunia, banyak pihak bertanya-tanya apakah hak atas merek bisa diteruskan kepada ahli waris. Jawabannya ya, sertifikat merek HKI dapat diwariskan.

Namun, untuk memastikan kepemilikan ahli waris sah secara hukum, diperlukan prosedur administratif resmi melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Proses ini penting agar hak ekonomi atas merek tetap terlindungi dan penggunaan merek bisa berlanjut tanpa risiko hukum.

Meskipun secara hukum hak atas merek HKI secara otomatis beralih kepada ahli waris, ada beberapa langkah administratif yang wajib dilakukan. Dokumen seperti akta kematian pemilik, Surat Keterangan Ahli Waris, dan sertifikat merek HKI asli harus dipersiapkan. Selanjutnya, permohonan pencatatan pengalihan hak diajukan ke DJKI untuk memastikan legalitas dan kepastian hukum.

Beberapa langkah penting yang perlu diperhatikan ahli waris antara lain:
• Mengumpulkan dokumen legal yang membuktikan status pewarisan.
• Membuat akta pengalihan hak di hadapan notaris.
• Mengajukan permohonan pencatatan pengalihan hak ke DJKI.
• Memastikan seluruh dokumen diterima dan tercatat dalam daftar resmi DJKI.

Dengan mengikuti prosedur ini, ahli waris dapat melanjutkan penggunaan merek HKI secara sah, sekaligus menjaga hak ekonomi aset intelektual yang diwariskan. Pewarisan merek HKI yang dijalankan sesuai hukum menjadikan aset ini dapat dimanfaatkan lintas generasi dan tetap bernilai ekonomis.

Perlindungan Hukum terhadap Ahli Waris dalam Pengalihan Hak atas Merek HKI

Hukum Indonesia memberikan perlindungan kuat terhadap ahli waris yang menerima hak atas Merek HKI. Proses pengalihan hak harus dilakukan secara resmi agar kepemilikan diakui dan terhindar dari sengketa hukum.

Akta pengalihan hak yang dibuat di hadapan notaris memiliki kekuatan pembuktian sah, baik secara formal maupun materiil. Dokumen ini menjadi dasar hukum yang menjamin kepastian hak serta melindungi ahli waris dari klaim pihak ketiga.

Beberapa hal penting dalam perlindungan hukum bagi ahli waris:
1. Pengalihan hak atas Merek HKI wajib dilakukan melalui akta notaris.
2. Surat pernyataan ahli waris atau Akta Keterangan Hak Mewaris harus dilampirkan.
3. Dokumen pendukung lain seperti surat wasiat atau putusan pengadilan bisa menjadi bukti tambahan.
4. Pencatatan resmi di DJKI memastikan pengalihan hak diakui secara hukum dan publik.

Perlindungan hukum ini memastikan bahwa hak atas Merek HKI tidak dapat diganggu pihak lain. Akta notaris memberikan kepastian bahwa pengalihan hak dilakukan sah, jelas, dan transparan. Dengan demikian, ahli waris bisa melanjutkan penggunaan merek HKI dengan aman, sekaligus menjaga nilai ekonomi aset intelektual yang diwariskan.

Status Hukum Merek HKI sebagai Harta Warisan

Sertifikat Merek HKI adalah aset hukum yang termasuk dalam boedel warisan dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Setelah pemilik meninggal dunia, hak atas Merek HKI secara otomatis menjadi milik ahli waris.

Namun, untuk memastikan kepemilikan diakui secara resmi, prosedur administratif di DJKI harus dijalankan sesuai UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG).

Beberapa poin penting mengenai status hukum Merek HKI sebagai harta warisan:
• Merek HKI yang terdaftar dianggap aset bergerak dengan nilai ekonomi.
• Hak atas merek termasuk dalam boedel warisan dan bisa dialihkan ke ahli waris sah.
• Pewarisan dapat dilakukan melalui surat wasiat, hibah, atau perjanjian tertulis yang sah.
• Dokumen legal wajib dilampirkan untuk pencatatan resmi di DJKI agar hak eksklusif diakui.

Dengan pencatatan yang tepat, ahli waris tidak hanya mendapatkan hak hukum atas Merek HKI tetapi juga dapat melanjutkan penggunaan merek untuk kepentingan ekonomi. Kepastian hukum ini menjadikan Merek HKI sebagai aset jangka panjang yang bisa diwariskan lintas generasi dan tetap bernilai ekonomis.

jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki
jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki

Dasar Hukum Pengalihan Hak Merek HKI karena Pewarisan (Pasal 41 UU MIG)

Pengalihan hak atas Merek HKI karena pewarisan diatur secara jelas dalam Pasal 41 UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG). Pasal ini menegaskan bahwa hak atas merek yang telah terdaftar dapat dialihkan karena berbagai sebab, termasuk pewarisan, hibah, wasiat, atau perjanjian lain yang sah menurut hukum.

Dengan dasar hukum ini, ahli waris memiliki hak untuk melanjutkan kepemilikan dan penggunaan merek secara sah.

Beberapa poin penting dari dasar hukum pewarisan Merek HKI:
• Merek HKI dapat dialihkan melalui pewarisan secara otomatis setelah pemilik meninggal.
• Pengalihan hak juga dapat dilakukan melalui hibah atau surat wasiat yang sah.
• Perjanjian tertulis antara pemilik dan penerima hak sah secara hukum.
• Semua pengalihan hak wajib dicatat secara resmi di DJKI agar berlaku terhadap pihak ketiga.

Dasar hukum ini memberikan kepastian bahwa proses pewarisan Merek HKI diakui secara sah, baik secara hukum perdata maupun hukum kekayaan intelektual. Dengan memahami ketentuan Pasal 41 UU MIG, ahli waris dapat menyiapkan dokumen dan langkah-langkah administratif yang tepat untuk memastikan hak mereka terlindungi.

Peralihan Otomatis vs. Pencatatan Administratif di DJKI

Secara hukum, hak atas Merek HKI secara otomatis beralih kepada ahli waris ketika pemilik meninggal dunia. Namun, agar kepemilikan baru diakui secara resmi dan dapat digunakan secara sah dalam kegiatan ekonomi, pencatatan administratif di DJKI menjadi langkah wajib. Perbedaan antara peralihan otomatis dan pencatatan administratif ini sangat penting untuk dipahami agar tidak terjadi sengketa hukum.

Beberapa perbedaan utama meliputi:
• Peralihan otomatis: hak atas merek langsung menjadi milik ahli waris berdasarkan hukum perdata.
• Pencatatan administratif: pengakuan resmi dari DJKI untuk perubahan nama pemilik dalam sertifikat.
• Perlindungan hukum: pencatatan resmi mencegah pihak ketiga mengklaim hak atas merek.
• Transaksi sah: pencatatan memastikan transaksi atau penggunaan merek oleh ahli waris sah di mata hukum.

Dengan pencatatan resmi, ahli waris memiliki kepastian hukum yang kuat dan hak eksklusif mereka diakui publik. Hal ini juga menjadi dasar legal untuk melakukan transaksi bisnis atau melisensikan merek HKI kepada pihak lain, sehingga aset intelektual tetap bernilai ekonomis.

Dokumen Pendukung yang Diperlukan untuk Pengalihan Hak Merek HKI Waris

Agar pengalihan hak Merek HKI melalui pewarisan sah secara hukum, ahli waris perlu menyiapkan sejumlah dokumen pendukung. Dokumen ini menjadi syarat utama agar permohonan pencatatan pengalihan hak di DJKI diterima dan diproses dengan lancar.

Dokumen penting yang harus disiapkan antara lain:
1. Sertifikat Merek HKI asli.
2. Akta kematian pemilik merek.
3. Surat Keterangan Ahli Waris atau Akta Waris dari notaris/pengadilan.
4. KTP dan dokumen identitas ahli waris lainnya.

Selain dokumen utama tersebut, dokumen tambahan seperti surat wasiat atau putusan pengadilan juga dapat menjadi bukti pendukung. Persiapan dokumen yang lengkap dan sah akan mempercepat proses administrasi di DJKI dan memastikan kepemilikan hak atas merek diakui secara resmi, sekaligus melindungi ahli waris dari sengketa hukum.

Langkah-Langkah Prosedur Pengalihan Hak Merek HKI karena Pewarisan

Prosedur pengalihan hak Merek HKI karena pewarisan perlu dijalankan secara sistematis agar kepemilikan ahli waris sah secara hukum. Proses ini melibatkan beberapa tahapan mulai dari pengumpulan dokumen hingga pengajuan resmi ke DJKI.

Tahapan prosedur yang perlu diperhatikan meliputi:
• Mengumpulkan semua dokumen pendukung seperti sertifikat merek, akta kematian, KTP, dan Surat Keterangan Ahli Waris.
• Membuat akta pengalihan hak di hadapan notaris untuk memastikan kepastian hukum.
• Mengajukan permohonan pencatatan pengalihan hak ke DJKI beserta dokumen pendukung lengkap.
• Memantau proses pengajuan hingga DJKI menerbitkan surat resmi yang mencatat pengalihan hak atas nama ahli waris.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, ahli waris tidak hanya memperoleh kepastian hukum atas Merek HKI, tetapi juga dapat melanjutkan penggunaan atau transaksi merek secara sah. Proses yang tepat menjaga nilai ekonomi aset intelektual dan meminimalkan risiko sengketa hukum di masa depan.

Pentingnya Pencatatan Resmi di DJKI dan Perlindungan terhadap Pihak Ketiga

Pencatatan resmi pengalihan hak Merek HKI di DJKI menjadi langkah krusial untuk memastikan hak ahli waris diakui secara hukum dan terlindungi dari klaim pihak ketiga. Tanpa pencatatan, kepemilikan hak atas merek bisa dipertanyakan, terutama jika terjadi sengketa atau penggunaan oleh pihak lain.

Oleh karena itu, pencatatan administratif tidak hanya bersifat formalitas, tetapi juga strategi perlindungan hukum yang penting.

Beberapa alasan pencatatan resmi menjadi sangat penting:
• Memastikan perubahan nama pemilik tercatat secara sah di DJKI.
• Memberikan perlindungan hukum terhadap klaim pihak ketiga yang mungkin mengaku memiliki hak atas merek.
• Menjadi dasar sah dalam transaksi bisnis, lisensi, atau pengalihan hak berikutnya.
• Meningkatkan kepastian hukum dan nilai ekonomi merek di mata investor dan pihak bisnis lain.

Dengan melakukan pencatatan resmi, ahli waris tidak hanya melindungi hak mereka, tetapi juga memperkuat posisi hukum dalam menghadapi sengketa. Pencatatan ini memastikan bahwa merek HKI tetap dapat digunakan dan dimanfaatkan secara sah, serta hak eksklusifnya diakui oleh publik dan pihak ketiga.

Manfaat Ekonomi dan Perlindungan Jangka Panjang bagi Ahli Waris

Sertifikat Merek HKI yang diwariskan bukan hanya simbol legalitas, tetapi juga aset ekonomi yang memiliki potensi manfaat jangka panjang bagi ahli waris. Dengan pengelolaan yang tepat, merek dapat menjadi sumber pendapatan, alat branding, dan kekayaan intelektual yang bernilai lintas generasi. Kepastian hukum melalui pencatatan di DJKI menjadi kunci agar manfaat ini dapat dirasakan secara maksimal.

Beberapa manfaat ekonomi dan perlindungan jangka panjang bagi ahli waris:
1. Mempertahankan nilai ekonomi merek yang dapat digunakan untuk usaha atau lisensi.
2. Melindungi hak eksklusif agar tidak mudah disalahgunakan pihak ketiga.
3. Menjadi aset berkelanjutan yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya.
4. Memberikan peluang investasi atau kemitraan bisnis yang lebih aman dan sah.

Dengan pemahaman dan langkah hukum yang tepat, hak atas Merek HKI dapat dimanfaatkan sebagai aset strategis. Kepastian hukum dan pengelolaan profesional membantu ahli waris mendapatkan manfaat ekonomi maksimal dari aset intelektual ini, sekaligus memastikan perlindungan hukum jangka panjang.

Jasa Pengurusan Pengalihan Merek HKI Waris

Mengurus pengalihan hak Merek HKI karena pewarisan bisa menjadi proses yang kompleks bagi sebagian ahli waris, terutama jika melibatkan dokumen hukum dan pencatatan resmi di DJKI. Untuk memastikan proses berjalan lancar dan sah, jasa pengurusan profesional menjadi solusi praktis.

PERMATAMAS Indonesia menyediakan layanan pengurusan pengalihan Merek HKI waris dengan pengalaman tim hukum dan administrasi yang mumpuni.

Beberapa keuntungan menggunakan jasa pengurusan profesional:
• Membantu menyiapkan dokumen lengkap seperti akta kematian, Surat Keterangan Ahli Waris, dan sertifikat merek asli.
• Menyusun akta pengalihan hak di notaris sesuai ketentuan hukum.
• Mengajukan permohonan pencatatan pengalihan hak ke DJKI secara cepat dan aman.
• Memantau proses hingga surat resmi pengalihan hak diterbitkan, sehingga ahli waris tidak khawatir menghadapi hambatan administratif.

Dengan dukungan PERMATAMAS, proses pengalihan hak Merek HKI karena pewarisan menjadi lebih mudah dan aman. Ahli waris dapat fokus pada pengelolaan aset dan bisnis mereka, sementara tim profesional memastikan semua prosedur hukum terpenuhi dengan benar. Layanan ini memberikan kepastian hukum, efisiensi waktu, dan perlindungan hak atas Merek HKI secara maksimal.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apakah sertifikat Merek HKI bisa diwariskan kepada ahli waris?
Ya, hak atas Merek HKI dapat diwariskan secara otomatis kepada ahli waris sah, namun harus dicatat resmi di DJKI untuk kepastian hukum.

2. Dokumen apa saja yang diperlukan untuk pengalihan hak Merek HKI karena pewarisan?
Dokumen utama meliputi sertifikat Merek HKI asli, akta kematian pemilik, Surat Keterangan Ahli Waris/Akta Waris, dan identitas ahli waris seperti KTP.

3. Apakah pengalihan hak atas merek berlaku otomatis tanpa pencatatan di DJKI?
Secara hukum perdata hak atas merek otomatis beralih ke ahli waris, tetapi pencatatan di DJKI diperlukan agar berlaku sah terhadap pihak ketiga.

4. Bagaimana prosedur pengalihan hak Merek HKI waris?
Ahli waris harus mengumpulkan dokumen, membuat akta pengalihan hak di notaris, mengajukan permohonan ke DJKI, dan memantau proses hingga surat resmi diterbitkan.

5. Apa dasar hukum pengalihan hak Merek HKI karena pewarisan?
Dasar hukumnya adalah Pasal 41 UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (UU MIG), yang mengatur pengalihan hak termasuk pewarisan.

6. Mengapa pencatatan resmi di DJKI penting bagi ahli waris?
Pencatatan memastikan hak atas merek diakui secara publik, melindungi dari klaim pihak ketiga, dan menjadi dasar sah untuk transaksi atau lisensi.

7. Apa manfaat ekonomi bagi ahli waris dari pewarisan Merek HKI?
Ahli waris bisa melanjutkan penggunaan merek untuk usaha, lisensi, investasi, dan memastikan aset intelektual tetap bernilai lintas generasi.

8. Apakah ahli waris perlu bantuan profesional untuk pengalihan hak merek?
Disarankan, terutama jika melibatkan banyak dokumen dan prosedur DJKI. Jasa profesional seperti PERMATAMAS Indonesia dapat mempermudah proses.

9. Bisakah pengalihan hak dilakukan saat permohonan merek masih diproses di DJKI?
Ya, ahli waris dapat mengajukan pengalihan hak baik saat merek sudah terdaftar maupun masih dalam proses permohonan.

10. Apa risiko jika pengalihan hak tidak dicatat di DJKI?
Hak ahli waris bisa dipertanyakan, berisiko sengketa hukum, dan sulit menegakkan hak eksklusif terhadap pihak ketiga.

Solusi Cepat Jika Merek HKI Anda Dapat Usulan Penolakan

Solusi Cepat Jika Merek HKI Anda Dapat Usulan Penolakan – Menghadapi usulan penolakan pendaftaran merek HKI tentu membuat para pelaku usaha atau pemilik brand merasa cemas. Penolakan ini bisa muncul karena berbagai alasan, baik terkait sifat merek itu sendiri maupun kemiripan dengan merek lain. Namun, situasi ini bukanlah akhir dari proses pendaftaran. Dengan langkah yang tepat, tanggapan yang baik dapat meningkatkan peluang merek Anda diterima oleh DJKI.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami secara menyeluruh isi surat usulan penolakan. Surat tersebut akan memberi petunjuk apakah penolakan bersifat absolut—misalnya merek terlalu generik atau deskriptif—atau relatif, seperti kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar. Mengetahui jenis penolakan ini menjadi kunci dalam menyusun tanggapan yang efektif.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara cepat dan sistematis:
• Baca dengan teliti seluruh alasan yang disebutkan dalam surat usulan penolakan
• Tandai poin-poin kritis yang menjadi dasar pemeriksaan DJKI
• Catat dokumen atau bukti pendukung yang perlu dilampirkan
• Identifikasi bagian yang bisa diperkuat dengan argumen hukum atau bukti penggunaan merek
• Buat garis besar strategi tanggapan sebelum menulis secara lengkap

Dengan pendekatan yang sistematis, proses tanggapan tidak hanya lebih cepat tetapi juga lebih meyakinkan bagi pemeriksa merek, sehingga peluang merek Anda lolos pendaftaran meningkat secara signifikan.

Pahami Alasan Usulan Penolakan

Setiap surat usulan penolakan dari DJKI memiliki alasan spesifik yang menjadi dasar pertimbangan. Penolakan bisa bersifat absolut, yang biasanya terkait dengan merek yang deskriptif, terlalu umum, atau bertentangan dengan hukum, seperti mengandung kata-kata yang dilarang. Sedangkan penolakan relatif muncul jika merek yang diajukan dianggap mirip atau identik dengan merek yang sudah terdaftar sebelumnya, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen.

Memahami perbedaan antara alasan absolut dan relatif sangat penting agar tanggapan yang dibuat tepat sasaran. Kesalahan dalam membaca alasan penolakan sering membuat pemilik merek menyusun argumen yang kurang efektif.

Dalam tahap ini, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
• Identifikasi jenis penolakan secara jelas
• Catat referensi hukum atau peraturan yang relevan
• Tentukan dokumen pendukung yang perlu disiapkan
• Analisis poin-poin kritis yang bisa diperkuat dengan bukti penggunaan
• Rencanakan strategi argumen sebelum menulis tanggapan

Dengan mengetahui secara rinci alasan penolakan, pemilik merek dapat menyiapkan tanggapan yang lebih fokus dan sesuai kebutuhan. Strategi ini membantu memperbesar kemungkinan merek diterima, mengurangi risiko penolakan lanjutan, dan mempercepat proses pendaftaran.

Periksa Dokumen dan Data Pendukung Merek Anda

Sebelum menyusun tanggapan, langkah penting berikutnya adalah meninjau semua dokumen dan data pendukung merek yang sudah diajukan. Hal ini mencakup dokumen pendaftaran resmi, desain logo, deskripsi produk, serta bukti penggunaan merek jika ada. Dokumen yang lengkap dan sesuai standar DJKI akan memperkuat argumen dalam tanggapan dan memperkecil kemungkinan keberatan lebih lanjut.

Pengecekan dokumen perlu dilakukan secara sistematis untuk memastikan tidak ada kekurangan. Beberapa hal yang bisa diperiksa antara lain:
1. Apakah semua formulir pendaftaran telah diisi dengan benar
2. Apakah logo atau desain merek sudah sesuai ketentuan DJKI
3. Apakah deskripsi produk jelas dan sesuai kelas yang didaftarkan
4. Apakah bukti penggunaan merek tersedia dan valid
5. Apakah lampiran tambahan seperti gambar, brosur, atau publikasi pendukung sudah lengkap

Dengan melakukan pemeriksaan dokumen dan data pendukung secara menyeluruh, pemilik merek dapat menyusun tanggapan yang lebih kuat, lengkap, dan meyakinkan. Proses ini tidak hanya membantu menjawab alasan penolakan, tetapi juga menunjukkan profesionalisme pemilik merek di mata DJKI.

jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki
jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki

Susun Tanggapan Tertulis dengan Jelas

Menyusun tanggapan tertulis yang jelas dan persuasif menjadi kunci agar usulan penolakan merek HKI bisa ditangani dengan efektif. Tanggapan ini harus menjawab semua alasan penolakan yang tercantum dalam surat DJKI dan menekankan keunikan serta kekuatan merek Anda dibandingkan merek lain yang sudah terdaftar. Struktur tanggapan yang sistematis memudahkan pemeriksa merek memahami argumen yang diajukan dan menunjukkan profesionalisme pemilik merek.

Langkah-langkah penting dalam menyusun tanggapan tertulis meliputi:
1. Buka surat usulan penolakan dan catat semua poin yang perlu dijawab
2. Susun argumen secara logis, mulai dari identifikasi masalah hingga solusi
3. Gunakan bahasa yang formal namun mudah dipahami
4. Sertakan referensi hukum atau peraturan yang mendukung klaim
5. Akhiri dengan kesimpulan yang menegaskan keunikan merek dan permintaan agar pendaftaran diterima

Selain struktur, penting juga menekankan bukti konkret dalam tanggapan. Misalnya, jika penolakan terkait kemiripan dengan merek lain, tunjukkan perbedaan signifikan pada penulisan, produk, atau branding. Tanggapan yang disusun dengan matang meningkatkan peluang pemeriksa merek meninjau kembali dan memberikan keputusan yang lebih menguntungkan bagi pemilik merek.

Buat Perbandingan dengan Merek Lain yang Mirip

Saat usulan penolakan muncul karena kemiripan dengan merek lain, membuat perbandingan yang jelas menjadi strategi penting. Perbandingan ini bertujuan menunjukkan perbedaan nyata yang membedakan merek Anda dari merek lain, baik dari segi visual, fonetik, maupun konteks penggunaannya. Dengan cara ini, Anda bisa meyakinkan pemeriksa bahwa merek Anda tetap unik dan tidak membingungkan konsumen.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam perbandingan:
• Perbedaan penulisan merek atau logo
• Cara pengucapan atau penyebutan yang berbeda
• Perbedaan jenis atau kategori produk
• Perbedaan warna atau desain visual
• Elemen ciri khas lain yang membuat merek Anda unik

Dokumen perbandingan ini bisa ditulis dalam format narasi yang jelas, menjelaskan setiap perbedaan dengan rinci. Misalnya, jelaskan bagaimana logo atau warna berbeda dengan merek lain, atau bagaimana produk yang didaftarkan memiliki fungsi yang berbeda. Dengan perbandingan yang lengkap, tanggapan Anda menjadi lebih meyakinkan dan meminimalkan risiko usulan penolakan menjadi penolakan tetap.

Lampirkan Bukti Pendukung yang Relevan

Selain argumen tertulis dan perbandingan, bukti pendukung menjadi faktor penting dalam tanggapan usulan penolakan. Dokumen ini berfungsi untuk menguatkan klaim bahwa merek Anda unik, telah digunakan secara sah, dan memiliki hak eksklusif. Bukti yang lengkap akan memudahkan pemeriksa merek dalam menilai klaim Anda.

Beberapa jenis bukti pendukung yang bisa dilampirkan:
1. Bukti penggunaan merek, seperti faktur penjualan atau kemasan produk
2. Publikasi atau iklan yang menampilkan merek secara jelas
3. Gambar logo, desain produk, atau label merek
4. Dokumen resmi atau sertifikat sebelumnya yang relevan
5. Referensi hukum atau peraturan yang mendukung klaim keunikan merek

Pastikan semua bukti disusun secara rapi dan mudah dipahami. Lampiran yang lengkap tidak hanya memperkuat tanggapan, tetapi juga menunjukkan profesionalisme pemilik merek. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan pemeriksa merek meninjau kembali usulan penolakan dengan lebih positif dan meningkatkan peluang merek diterima.

Patuhi Batas Waktu Pengajuan Tanggapan

Batas waktu pengajuan tanggapan merupakan hal krusial yang harus diperhatikan pemilik merek HKI. DJKI memberikan 30 hari kerja sejak surat usulan penolakan diterima untuk menyampaikan tanggapan. Keterlambatan dalam pengajuan tanggapan dapat membuat peluang merek diterima menurun bahkan berisiko menjadi penolakan tetap. Oleh karena itu, pengelolaan waktu dan persiapan dokumen sejak awal sangat penting agar seluruh argumen dapat disampaikan tepat waktu.

Dalam proses ini, beberapa hal perlu diperhatikan agar pengajuan tanggapan efektif:
• Tandai tanggal surat usulan penolakan diterima
• Buat jadwal internal untuk menyiapkan dokumen dan argumen tanggapan
• Pastikan seluruh bukti pendukung telah dikumpulkan dan diperiksa
• Konsultasikan dengan tim atau profesional jika ada keraguan
• Segera kirimkan tanggapan sebelum batas akhir agar dipertimbangkan

Mematuhi batas waktu tidak hanya menjaga kesempatan merek diterima, tetapi juga menunjukkan keseriusan pemilik merek dalam proses pendaftaran. Kedisiplinan dalam pengajuan tanggapan memberikan kesan profesional kepada pemeriksa merek, sehingga argumen yang diajukan lebih diperhatikan.

Dengan perencanaan yang matang dan pengelolaan waktu yang baik, proses tanggapan dapat berjalan lancar dan meningkatkan peluang keberhasilan pendaftaran merek HKI Anda.

Jasa Pembuatan Tanggapan Merek HKI Pengalaman

Bagi pemilik merek yang ingin memastikan tanggapan terhadap usulan penolakan disusun secara profesional, layanan Jasa Pembuatan Tanggapan Merek HKI bisa menjadi solusi praktis. PERMATAMAS sebagai penyedia layanan berpengalaman menawarkan bantuan menyusun argumen tertulis, menyiapkan dokumen pendukung, dan memastikan semua langkah sesuai ketentuan DJKI. Dengan menggunakan jasa profesional, risiko kesalahan atau kekurangan dokumen dapat diminimalkan.

Beberapa keuntungan menggunakan jasa ini antara lain:
• Penyusunan tanggapan tertulis yang sistematis dan persuasif
• Pembuatan dokumen pendukung lengkap sesuai standar DJKI
• Analisis alasan penolakan untuk memperkuat argumen
• Strategi dan tips agar tanggapan lebih meyakinkan pemeriksa merek
• Konsultasi langsung dengan tim profesional yang berpengalaman

Dengan bimbingan PERMATAMAS, pemilik merek dapat lebih tenang karena seluruh proses tanggapan ditangani oleh profesional yang memahami prosedur dan regulasi. Layanan ini memastikan tanggapan dikirim tepat waktu, dokumen lengkap, dan argumen kuat, sehingga peluang merek diterima meningkat secara signifikan.

Menggunakan jasa profesional seperti PERMATAMAS menjadi langkah cerdas bagi pemilik merek yang ingin mengurangi risiko dan mempercepat proses pendaftaran.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu usulan penolakan merek HKI?
Usulan penolakan muncul ketika DJKI menemukan alasan absolut atau relatif yang membuat merek Anda belum bisa diterima.

2. Apa perbedaan penolakan absolut dan relatif?
Penolakan absolut terkait sifat merek yang deskriptif atau umum, sedangkan relatif muncul karena kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar.

3. Berapa lama waktu untuk mengajukan tanggapan?
Tanggapan harus diajukan dalam 30 hari kerja sejak surat usulan penolakan diterima.

4. Apa saja dokumen pendukung yang perlu dilampirkan?
Dokumen seperti bukti penggunaan merek, publikasi, gambar logo, brosur, atau referensi hukum yang mendukung klaim keunikan merek.

5. Bagaimana menyusun tanggapan tertulis yang efektif?
Susun argumen secara sistematis, jelas, persuasif, menyertakan bukti pendukung dan referensi hukum yang relevan.

6. Apakah saya perlu membuat perbandingan dengan merek lain yang mirip?
Ya, menunjukkan perbedaan nyata pada penulisan, penyebutan, produk, atau warna membantu meyakinkan pemeriksa merek.

7. Apa risiko jika tidak mengajukan tanggapan tepat waktu?
Keterlambatan bisa membuat peluang merek diterima menurun dan berpotensi menjadi penolakan tetap.

8. Apakah biaya pendaftaran merek dikembalikan jika ditolak?
Umumnya tidak, kecuali ada kesalahan administrasi pembayaran.

9. Bisakah saya menggunakan jasa profesional untuk membuat tanggapan?
Ya, PERMATAMAS menyediakan layanan profesional untuk menyusun tanggapan, menyiapkan dokumen, dan memastikan argumen kuat sesuai ketentuan DJKI.

10. Bagaimana cara meningkatkan peluang merek diterima setelah usulan penolakan?
Memahami alasan penolakan, menyusun tanggapan tertulis lengkap, melampirkan bukti pendukung, dan menggunakan jasa profesional seperti PERMATAMAS dapat meningkatkan peluang diterima.

Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya

Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya – Dalam proses pendaftaran merek di Indonesia, banyak pemilik usaha mengalami kendala karena kurang memahami aturan, prosedur, dan kriteria pemeriksaan merek oleh DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Masalah seperti penolakan, kemiripan dengan merek lain, hingga ketidaklengkapan dokumen sering terjadi dan membuat proses menjadi lebih panjang.

Bahkan beberapa merek akhirnya gagal terdaftar dan harus melakukan banding atau mendaftar ulang. Masalah merek HKI umumnya terjadi karena kurangnya riset awal sebelum pendaftaran. Banyak pelaku usaha langsung mengajukan permohonan tanpa memeriksa apakah nama merek sudah digunakan, serupa, atau termasuk kategori yang tidak dapat didaftarkan. Di sisi lain, banyak juga yang mendaftarkan merek ke kelas yang tidak sesuai dengan kategori produk atau jasa yang dimiliki.

Beberapa penyebab umum masalah pendaftaran merek meliputi:
• Kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar
• Salah memilih kelas merek
• Unsur merek terlalu umum atau deskriptif
• Dokumen dan data pemohon tidak sesuai

Karena itu, memahami penyebab potensi penolakan sejak awal dapat membantu mempercepat proses dan mengurangi resiko gagal. Artikel ini membahas penyebab, cara mengecek status merek, dan solusi jika merek ditolak agar pelaku usaha dapat mengurus HKI dengan tepat.

Kenapa Banyak Merek HKI Mengalami Penolakan?

Penolakan dalam pendaftaran merek bukan hal baru. Banyak pelaku usaha mengira bahwa selama nama tersebut unik bagi mereka, maka otomatis dapat didaftarkan. Padahal DJKI memiliki standar penilaian hukum yang ketat untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih merek dan potensi sengketa.

Salah satu penyebab terbesar penolakan adalah kesamaan dengan merek lain. Meski tidak identik 100%, kemiripan fonetik, visual, atau konsep dapat dianggap menyesatkan atau membingungkan konsumen. Penolakan juga sering terjadi karena merek mengandung kata-kata umum atau deskriptif, misalnya “Sabun Wangi”, “Juice Fresh”, atau “Kopi Enak”.

Beberapa alasan penolakan merek antara lain:
1. Mirip atau sama dengan merek yang sudah terdaftar
2. Mengandung unsur deskriptif atau umum
3. Menggunakan simbol negara, institusi, atau kata yang dilarang
4. Tidak sesuai dengan kelas produk yang diajukan
Dengan memahami standar ini, pemohon dapat melakukan persiapan lebih matang sebelum mendaftarkan mereknya.

Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya
Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya

Penyebab Umum Penolakan Merek HKI oleh DJKI

Penolakan merek adalah bagian dari proses evaluasi resmi agar pendaftaran HKI tetap objektif dan melindungi hak pemilik merek lain. Banyak pemilik usaha baru mengetahui alasan penolakan setelah mendapatkan surat tertulis dari DJKI, padahal sebagian besar penyebabnya bisa dicegah sejak awal.

Salah satu kesalahan fatal adalah tidak melakukan pengecekan merek (searching) sebelum pendaftaran. Banyak pemilik usaha langsung mendaftarkan nama merek tanpa mengecek database resmi, sehingga kemungkinan besar bentrok dengan merek eksisting.

Penyebab umum penolakan antara lain:
• Nama merek terlalu generik atau deskriptif
• Mengandung unsur geografis tanpa ciri pembeda
• Mengandung kata yang menyesatkan konsumen
• Mirip dengan merek lain di kelas yang sama

Kesadaran untuk melakukan riset awal menjadi kunci agar proses berjalan lancar.

Cara Cek Status Pendaftaran Merek HKI Secara Online

Setelah mengajukan permohonan merek, pemohon dapat memantau perkembangan statusnya melalui platform digital yang disediakan DJKI. Ini penting untuk memastikan tidak ada pemberitahuan keberatan atau pemeriksaan substantif yang terlewat, karena beberapa tahap memiliki batas waktu tanggapan.

Cara cek status merek dapat dilakukan melalui:
1. Masuk ke website resmi DJKI
2. Pilih menu pencarian atau “tracking” merek
3. Masukkan nomor permohonan atau nama merek
4. Periksa detail status di menu pemeriksaan atau publikasi

Pemantauan status secara berkala membantu pemilik usaha mengetahui apakah permohonannya berjalan normal atau memerlukan tindakan lanjutan.

Solusi Mengatasi Penolakan Merek HKI

Jika merek mengalami penolakan, bukan berarti proses harus berhenti. Pemohon masih memiliki kesempatan memberikan sanggahan melalui jalur keberatan resmi sebelum dinyatakan gagal atau harus daftar ulang.

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:
• Mengajukan sanggahan dengan dasar hukum
• Memperbaiki unsur merek yang dianggap bermasalah
• Menambahkan argumentasi diferensiasi dan bukti penggunaan

Mengajukan banding membutuhkan argumentasi yang kuat dan pemahaman hukum merek. Karena itu, banyak pemilik usaha memilih menggunakan jasa konsultan HKI profesional agar proses tidak salah langkah dan tetap sesuai prosedur legal.
Bagaimana Jika Merek HKI Mirip atau Sama dengan Merek Lain?

Ketika DJKI menemukan bahwa merek yang diajukan memiliki kemiripan dengan merek lain, baik dari segi fonetik, tampilan visual, atau konsep, maka potensi penolakan sangat besar. Banyak pemilik usaha menganggap bahwa selama nama merek tidak sama persis, maka aman. Namun dalam praktiknya, merek yang mirip pun bisa ditolak apabila dianggap menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Contohnya, jika sudah ada merek “PERMATAMAS” lalu seseorang mendaftarkan “PERMATA EMAS” di kelas produk yang sama, DJKI dapat menyatakan kemiripan karena pengucapannya mendekati. Selain itu, kemiripan di kategori bisnis (kelas merek) juga berpengaruh meskipun desain logo berbeda.

Contoh kondisi yang dianggap mirip menurut DJKI:
1. Mirip bunyi atau pengucapan (fonetik)
2. Mirip bentuk penulisan, warna, atau elemen logo (visual)
3. Mirip konsep, arti, atau asosiasi (konseptual)

Pemohon biasanya harus memberikan argumentasi hukum, alasan pembeda, dan bukti penggunaan jika ingin melanjutkan proses. Jika langkah ini tidak dilakukan dengan tepat, pemohon bisa diwajibkan mengganti nama merek dan mengajukan pendaftaran ulang.

Tips Daftar Merek HKI agar Tidak Ditolak DJKI

Mendaftarkan merek bukan hanya soal menciptakan nama yang unik, tetapi memahami regulasi dan langkah teknis yang benar. Banyak pelaku usaha berhasil lolos hanya dengan mengikuti beberapa prinsip dasar dalam perencanaan merek.

Beberapa tips agar merek tidak ditolak DJKI:
• Pastikan nama merek tidak mirip dengan merek lain atau yang unik
• Hindari kata deskriptif seperti “Manis”, “Herbal”, atau “Segar”
• Pilih kelas merek sesuai produk dan peruntukan
• Gunakan kombinasi elemen yang membedakan (logo, tagline, font)

Selain itu, penting melakukan pengecekan merek sebelum diajukan agar menghindari risiko bentrok dengan pendaftaran lain. Dengan persiapan yang tepat, peluang merek lolos jauh lebih besar dan proses menjadi lebih singkat.

Jasa Pendampingan Merek HKI untuk Mengurus Keberatan dan Penolakan

Tidak semua pemohon memahami prosedur hukum, istilah regulasi, atau cara menanggapi keberatan DJKI. Karena itu, banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa konsultan profesional agar permohonan merek dapat berjalan dengan benar dari awal sampai selesai.

PERMATAMAS Indonesia telah berpengalaman menangani berbagai kasus, mulai dari pendaftaran merek baru, keberatan karena kemiripan, hingga permohonan banding akibat penolakan. Pendampingan yang tepat memberikan manfaat signifikan bagi pelaku usaha yang ingin menjalankan proses pendaftaran tanpa risiko kesalahan administratif.

Jika Anda:
• Sudah daftar merek tapi ditolak
• Belum menentukan kelas merek yang tepat
• Ingin daftar merek untuk syarat marketplace, BPOM, atau izin edar Kemenkes

Maka konsultasi dengan tim profesional akan membantu menghindari kesalahan yang merugikan waktu dan biaya. PERMATAMAS siap membantu proses pendaftaran hingga terbit sertifikat merek resmi dari DJKI.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Kenapa merek saya ditolak DJKI?
Karena dianggap mirip merek lain, mengandung kata umum, atau tidak memenuhi unsur pembeda.

2. Apa langkah pertama jika merek saya ditolak?
Ajukan keberatan resmi dengan argumen hukum dalam batas waktu yang diberikan DJKI.

3. Berapa lama proses pendaftaran merek?
Rata-rata 10–14 bulan hingga sertifikat terbit.

4. Apakah saya boleh mengganti nama setelah pengajuan?
Tidak. Jika ingin ganti nama, harus daftar ulang.

5. Apakah saya perlu menentukan kelas merek?
Ya, karena kelas merek menentukan perlindungan hukum produk atau jasa.

6. Bisakah merek yang mirip tetap lolos?
Bisa, jika dapat dibuktikan bahwa unsur pembeda kuat dan tidak menyesatkan publik.

7. Apakah logo perlu didaftarkan terpisah?
Jika ingin perlindungan khusus logo, ya.

8. Bagaimana cara cek status pendaftaran merek?
Melalui sistem resmi DJKI (INTELLECTUAL PROPERTY DATABASE).

9. Apakah pendaftaran merek bisa untuk Shopee Mall atau BPOM?
Ya, pendaftaran merek sering menjadi syarat verifikasi.

10. Apakah PERMATAMAS melayani pendaftaran merek?
Ya, PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi dan pendaftaran merek lengkap hingga terbit sertifikat.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Jasa Daftar Merek Toko Online Kelas 35 Agar Bisa Masuk Shopee Mall

Jasa Daftar Merek Toko Online Kelas 35 Agar Bisa Masuk Shopee MallPersaingan bisnis online semakin ketat. Banyak penjual yang awalnya hanya berjualan biasa di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Lazada, hingga Blibli, kini ingin naik level ke kategori Mall atau Official Store. Namun ketika ingin mengajukan verifikasi, banyak yang terhenti di satu syarat yang sering dianggap sepele: sertifikat merek kelas 35.

Di Shopee Mall, Tokopedia Mall, TikTok Shop Mall, hingga marketplace premium lainnya, sertifikat merek adalah syarat wajib agar toko online diakui sebagai brand resmi, bukan hanya penjual biasa.
Banyak penjual baru menyadari hal ini setelah berjualan bertahun-tahun dan membangun reputasi besar. Ketika mengajukan ke Shopee Mall, baru terlihat bahwa nama toko belum terdaftar sebagai merek.

Bahkan tidak sedikit yang akhirnya harus ganti nama toko, kehilangan followers, reputasi, dan branding karena nama yang dipakai ternyata telah terdaftar oleh pihak lain. Karena itu, jika Anda serius menjalankan bisnis online, pendaftaran merek harus dilakukan sedini mungkin.

Apa Itu Merek HKI Kelas 35 untuk Marketplace?

Dalam klasifikasi merek internasional (Nice Classification), merek terbagi berdasarkan jenis usaha. Untuk toko online, reseller, distributor, retail digital, dan usaha jasa promosi penjualan, kategori yang digunakan adalah:
➡️ Kelas 35 – Jasa Perdagangan, Retail & Toko Online

Dengan mendaftarkan merek di kelas ini, status bisnis Anda diakui sebagai sebuah unit usaha yang sah dalam sektor perdagangan dan penjualan digital.

Jadi, bukan hanya produk yang dilindungi, tetapi nama toko, identitas bisnis, dan branding marketplace Anda juga terlindungi secara hukum.

Jasa Daftar Merek Toko Online Kelas 35 Agar Bisa Masuk Shopee Mall
Jasa Daftar Merek Toko Online Kelas 35 Agar Bisa Masuk Shopee Mall

Mengapa Marketplace Mewajibkan Sertifikat Merek HKI?

Ada beberapa alasan utama:
• Marketplace ingin memastikan penjual benar-benar pemilik merek, bukan penyalur yang menggunakan nama serupa.
• Sertifikat merek membantu marketplace mengurangi pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
• Sertifikat merek meningkatkan kepercayaan pembeli, sehingga marketplace terlihat profesional.
• Marketplace ingin mencegah toko palsu yang meniru brand terkenal dengan nama mirip.
Jadi bukan hanya syarat administratif, tetapi sebagai bentuk proteksi brand di ekosistem marketplace.

Risiko Berjualan Tanpa Merek HKI Resmi

Beberapa risiko serius jika tetap berjualan tanpa sertifikat merek:
• Nama toko bisa direbut oleh orang lain yang lebih dulu mendaftarkan merek.
• Toko bisa terkena takedown oleh marketplace karena pelanggaran HKI.
• Tidak dapat mengajukan verifikasi Shopee Mall, Tokopedia Mall, atau TikTok Shop Mall.
• Produk dapat diblokir jika merk dipermasalahkan pihak lain.
• Potensi tuntutan hukum atau gugatan karena penggunaan nama yang sama.

Selain itu, bayangkan Anda sudah memiliki ribuan follower, ribuan ulasan positif, dan branding kuat. Lalu satu hari marketplace meminta Anda ganti nama karena terbukti bukan pemilik legal merek. Itu bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga psikologis.

“Ingin cek apakah nama toko Anda masih bebas dan bisa didaftarkan? Konsultasi gratis dengan tim PERMATAMAS sekarang.”

Berapa Biaya Daftar Merek HKI Kelas 35

Biaya bergantung pada status usaha UMKM atau non-UMKM serta apakah menggunakan pendampingan profesional atau mandiri. Biaya resmi pemerintah dibayarkan melalui DJKI, dan biaya jasa pendampingan sifatnya opsional, namun sangat dianjurkan agar tidak terjadi kesalahan.

Karena jika permohonan ditolak akibat salah deskripsi, salah kelas, atau salah unggah dokumen, biaya pemerintah tidak dapat dikembalikan dan proses harus diajukan ulang dari awal. Itulah alasan banyak brand menggunakan layanan profesional seperti PERMATAMAS agar pengajuan lebih aman dan minim revisi.

Berapa Lama Proses Daftar Merek HKI ?

Proses pendaftaran merek berlangsung beberapa tahap, mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan substantif, masa pengumuman publik (oposisi), hingga penerbitan sertifikat.
Waktu proses dapat berkisar antara 12 hingga 24 bulan tergantung kondisi pemeriksaan DJKI.
Namun kabar baiknya adalah:

➡️ Sejak tanggal pengajuan, status hak prioritas sudah melekat.
Artinya, meskipun sertifikat belum terbit, nama merek Anda sudah dianggap “diklaim” secara hukum.

| Daftarkan merek toko online Anda sekarang melalui PERMATAMAS sebelum ada pihak lain yang lebih dulu mendaftarkan nama yang sama.

Mengapa Harus Menggunakan PERMATAMAS?

PERMATAMAS adalah layanan profesional yang fokus membantu pendaftaran merek, legalitas bisnis, sertifikasi, dan izin perdagangan di Indonesia.

Keunggulan layanan PERMATAMAS:
• Pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit
• Pengecekan merek sebelum daftar agar tidak bentrok dengan yang sudah ada
• Pengisian deskripsi kelas disesuaikan dengan kebutuhan marketplace
• Update status proses pengajuan secara berkala
• Mengurangi risiko permohonan gagal atau revisi

Dengan pengalaman menangani banyak pendaftaran merek untuk penjual marketplace di seluruh Indonesia, PERMATAMAS memahami pola, syarat, dan strategi agar permohonan lebih aman dan tepat sesuai kebutuhan.

| Nama toko Anda adalah aset bisnis. Jangan tunggu sampai ada orang lain yang mendaftarkannya lebih dulu. Amankan hak merek kelas 35 Anda hari ini bersama PERMATAMAS.

Saatnya Bertindak Sekarang

Jika Anda berencana masuk Shopee Mall, Tokopedia Mall, TikTok Shop Mall, atau ingin memperkuat brand toko online, maka mendaftarkan merek bukan lagi pilihan—tetapi langkah wajib untuk keberlangsungan bisnis.

Semakin cepat Anda mendaftarkan merek, semakin aman posisi branding Anda di marketplace.
Jika Anda ingin memulai proses sekarang atau sekadar konsultasi dulu, cukup kirim pesan:

“Saya ingin daftar merek kelas 35.”
Tim PERMATAMAS akan membantu mulai dari pengecekan nama hingga proses resmi registrasi merek.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ 

1. Apa itu Merek Kelas 35 untuk toko online?
Merek Kelas 35 adalah kategori dalam klasifikasi HKI untuk bisnis retail dan penjualan online. Kelas ini digunakan untuk melindungi nama toko marketplace, bukan hanya nama produk.

2. Kenapa penjual marketplace harus mendaftarkan Merek Kelas 35?
Karena marketplace seperti Shopee Mall, TikTok Shop Mall, dan Tokopedia Mall mensyaratkan legalitas merek toko, bukan hanya merek produk. Tanpa kelas 35, verifikasi dapat ditolak.

3. Apakah berbeda antara merek produk dan merek toko?
Ya. Merek produk terdaftar berdasarkan jenis barang (misalnya Kelas 3 kosmetik), sedangkan merek toko didaftarkan di Kelas 35 untuk melindungi identitas toko online.

4. Apakah saya wajib daftar merek kelas 35 kalau sudah punya merek produk?
Jika nama toko di marketplace berbeda dari nama produk, maka tetap wajib daftar kelas 35 agar toko memiliki perlindungan hukum dan dapat diverifikasi marketplace.

5. Berapa lama proses pendaftaran merek HKI Kelas 35 di Indonesia?
Proses resmi biasanya memakan waktu mulai dari 8–14 bulan hingga sertifikat terbit. Namun sejak diajukan dan mendapat nomor permohonan, status merek sudah tercatat sebagai pending protection.

6. Apakah bisa mendaftarkan merek kelas 35 tanpa dokumen perusahaan (PT/UMKM)?
Bisa. Perorangan boleh daftar dengan identitas pribadi (KTP). Legalitas usaha bukan syarat wajib, tapi lebih baik jika sudah ada.

7. Apa risiko jika nama toko tidak didaftarkan merek kelas 35?
Risikonya antara lain: akun marketplace tidak bisa naik level ke Mall/Official Store, terkena take down, kalah dalam sengketa HKI, atau dipaksa mengganti nama toko.

8. Apakah biaya pendaftaran merek kelas 35 sama dengan kelas lain?
Ya, biaya PNBP resmi sama. Yang membedakan biasanya hanya jasa profesional jika menggunakan pendampingan.

9. Apakah permohonan bisa ditolak?
Bisa, terutama jika nama toko mirip merek lain atau deskripsi kelas salah. Karena itu banyak penjual memilih pendamping profesional agar minim revisi.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan layanan jasa daftar merek kelas 35?
Ya, PERMATAMAS menyediakan layanan jasa pengurusan merek HKI kelas 35 untuk penjual toko online yang ingin masuk marketplace resmi, termasuk bantuan dokumen, konsultasi, dan monitoring sampai sertifikat terbit.

jasa pengurusan sertifikasi halal
jasa pengurusan sertifikasi halal

Tahapan Pendaftaran Merek HKI

Tahapan Pendaftaran Merek HKI – Proses pendaftaran merek HKI adalah langkah fundamental bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi identitas bisnisnya secara hukum. Merek bukan hanya sekadar nama atau logo, tetapi merupakan aset penting yang menentukan nilai dan kredibilitas sebuah usaha di mata konsumen.

Karena itu, memahami setiap tahapan pendaftaran menjadi kunci untuk memastikan perlindungan hukum berjalan maksimal—terutama bagi pelaku usaha yang sedang mengurus struktur badan usaha maupun Jasa Pendirian PT sebagai fondasi legal bisnis mereka.

Banyak pemilik usaha yang belum memahami bahwa pendaftaran merek tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah prosedur yang telah ditetapkan oleh DJKI untuk memastikan bahwa merek yang didaftarkan benar-benar layak, tidak meniru, dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Proses ini mencakup pencarian awal, pengajuan permohonan, pemeriksaan formalitas, pemeriksaan substantif, hingga pengumuman terbuka.

Beberapa tahapan yang harus diketahui sebelum mendaftarkan merek meliputi:
• Melakukan pencarian merek untuk menghindari duplikasi
• Menyiapkan dokumen administrasi dan identitas pemohon
• Mengajukan permohonan resmi secara online melalui DJKI

Dengan memahami tahapan-tahapan tersebut, pelaku usaha dapat memastikan bahwa proses pendaftaran merek berjalan lebih cepat dan minim kendala. Proses yang tepat akan membantu merek mendapatkan perlindungan hukum selama 10 tahun dan bisa diperpanjang kembali. Tanpa perlindungan ini, risiko pembajakan merek, klaim pihak lain, dan hilangnya nilai usaha bisa semakin tinggi.

| baca juga : Penyebab Merek HKI Ditolak

Apa Itu Pendaftaran Merek HKI?

Pendaftaran merek HKI adalah proses resmi untuk memberikan perlindungan hukum terhadap sebuah nama, logo, simbol, desain, atau kombinasi dari semuanya yang digunakan dalam kegiatan perdagangan. Di Indonesia, pendaftaran dilakukan melalui DJKI di bawah Kementerian Hukum dan HAM.

Proses ini memastikan bahwa tidak ada pihak lain yang dapat menggunakan atau mengklaim identitas bisnis tersebut. Hal ini sangat penting terutama bagi industri yang memiliki persaingan tinggi, seperti kecantikan, di mana banyak pelaku usaha membutuhkan pendampingan Jasa Izin Kosmetik.

Pendaftaran merek bukan hanya prosedur administratif, tetapi sebuah mekanisme hukum untuk menjaga reputasi dan nilai komersial sebuah usaha. Merek yang terdaftar memberikan hak eksklusif bagi pemiliknya untuk menggunakan dan mengelola merek tersebut secara penuh. Ini termasuk hak untuk melarang pihak lain menggunakan merek yang identik atau mirip pada produk sejenis. Dengan demikian, pendaftaran menjadi benteng utama dalam menjaga keberlangsungan brand di tengah kompetisi pasar.

Lebih jauh lagi, pendaftaran merek memberikan nilai tambah yang besar bagi bisnis. Produk atau jasa yang memiliki merek terdaftar memiliki tingkat kepercayaan publik yang lebih tinggi karena dianggap profesional dan serius dalam menjalankan usaha. Perlindungan hukum ini dapat menjadi aset penting dalam proses ekspansi, kerja sama bisnis, hingga kebutuhan investor. Pelaku usaha yang tidak mendaftarkan mereknya berpotensi kehilangan hak atas nama yang telah mereka bangun dengan susah payah.

| baca juga : Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Pentingnya Mendaftarkan Merek HKI untuk Perlindungan Usaha

Mendaftarkan merek adalah langkah strategis untuk melindungi identitas dan investasi bisnis dalam jangka panjang. Dengan merek yang terdaftar, pemilik usaha memiliki hak eksklusif untuk menggunakan brand tersebut dalam kegiatan perdagangan. Hal ini menghindarkan dari risiko peniruan yang semakin marak di berbagai sektor, misalnya pada industri herbal yang sering memanfaatkan Jasa Izin Herbal untuk memastikan legalitas produknya.

Tanpa perlindungan hukum, merek dapat diklaim oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Dari sisi keamanan bisnis, pendaftaran merek juga menjadi bukti legal yang kuat apabila terjadi sengketa. Sertifikat merek dapat digunakan sebagai dasar hukum untuk menuntut pihak yang membajak atau menggunakan nama yang mirip.

Selain itu, kepemilikan merek yang sah dapat mencegah larangan penggunaan merek di kemudian hari akibat klaim dari pihak lain yang lebih dulu mendaftarkannya. Banyak kasus yang menunjukkan bahwa usaha yang telah berkembang justru kehilangan mereknya karena tidak mengurus pendaftaran sejak awal.

Keuntungan lain dari pendaftaran merek adalah meningkatnya nilai komersial usaha. Merek yang terdaftar dapat dijadikan aset untuk lisensi, waralaba, atau investasi. Konsumen pun lebih percaya pada produk dengan identitas hukum yang jelas. Dengan demikian, pendaftaran merek bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang. Mengabaikan hal ini sama saja membiarkan risiko besar mengancam kelangsungan usaha.

| baca juga : Mengapa Merek HKI Perlu Dilindungi

Syarat Administratif Sebelum Mengajukan Pendaftaran Merek HKI

Sebelum mengajukan pendaftaran merek ke DJKI, pelaku usaha perlu memahami syarat administratif yang harus dipenuhi. Persiapan yang matang akan mempercepat proses pengajuan dan meminimalkan risiko penolakan. Banyak pelaku usaha yang mengurus berbagai legalitas sekaligus, seperti Jasa Izin Kosmetik, sehingga memahami persyaratan administrasi menjadi langkah penting.

Dokumen dan data yang disiapkan harus sesuai standar agar dapat diterima tanpa revisi.
Pada tahap awal, pemohon harus memastikan bahwa identitas pribadi atau badan usaha telah lengkap. Selain itu, merek yang akan didaftarkan tidak boleh meniru atau menyerupai merek pihak lain yang sudah terdaftar sebelumnya. Untuk memudahkan, DJKI menyediakan fasilitas pencarian merek sebagai pengecekan awal.

Beberapa syarat administratif yang wajib disiapkan meliputi:

• Identitas pemohon: KTP, NPWP, atau akta badan usaha
• Label merek dalam bentuk visual
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Kelas barang/jasa sesuai klasifikasi NICE

Dengan menyiapkan seluruh persyaratan tersebut, proses pengajuan akan berjalan lebih lancar. Dokumen yang lengkap mempercepat pemeriksaan formalitas dan mencegah penolakan oleh DJKI. Persiapan administratif yang baik adalah pondasi utama untuk memastikan keberhasilan pendaftaran merek.

| baca juga : Apa Itu Kelas Merek HKI

Cara Melakukan Pencarian Merek (Search) di DJKI

Melakukan pencarian merek atau search di DJKI adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan sebelum Anda mengajukan permohonan resmi. Proses ini bertujuan memastikan bahwa merek yang ingin didaftarkan belum digunakan atau diajukan oleh pihak lain. Banyak pelaku usaha yang tidak menyadari bahwa kekeliruan pada tahap ini dapat berujung pada penolakan permohonan.

Karena itu, proses pencarian harus dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari, terutama jika Anda juga mengurus izin yang bersinggungan dengan regulasi seperti Jasa Izin BPOM Makanan. Untuk membantu pemohon, DJKI menyediakan fitur pencarian resmi yang dapat diakses secara gratis melalui situs resminya. Fitur ini memungkinkan Anda melihat apakah terdapat kemiripan atau persamaan pada merek yang sudah didaftarkan sebelumnya.

Saat melakukan pencarian, pastikan Anda memeriksa beberapa variabel penting seperti ejaan, logo, kelas barang/jasa, dan bahkan unsur warna. Hal ini penting karena DJKI menilai kemiripan tidak hanya berdasarkan tulisan, tetapi juga keseluruhan identitas merek.

Di tahap ini, Anda juga bisa memperhatikan beberapa daftar pengecekan berikut:

• Pastikan tidak ada merek dengan nama yang sama
• Cek kemiripan logo atau elemen visual
• Pastikan kelas (Nice Classification) tidak tumpang tindih
• Telusuri merek yang mirip fonetik

Jika hasil pencarian menunjukkan bahwa tidak ada merek yang serupa, Anda dapat melanjutkan ke tahap pengajuan dengan lebih percaya diri. Namun, jika ditemukan kemiripan, sebaiknya lakukan modifikasi sebelum mendaftar. Kesalahan pada tahap awal akan berdampak besar selama proses pemeriksaan formalitas maupun substantif. Dengan mengikuti langkah pencarian ini secara menyeluruh, Anda akan lebih siap menghindari kemungkinan penolakan dan memperkuat peluang merek Anda diterima secara resmi.

| baca juga : Cara Cek Merek HKI yang Sudah Terdaftar di DJKI

Proses Pengajuan Permohonan Pendaftaran Merek HKI Secara Online

Pengajuan permohonan pendaftaran merek kini semakin mudah berkat sistem digital DJKI yang memungkinkan seluruh proses dilakukan secara online. Dengan adanya platform ini, pelaku usaha dari berbagai daerah dapat mengajukan permohonan tanpa harus datang ke kantor DJKI. Langkah awal yang harus dilakukan pemohon adalah membuat akun resmi di portal DJKI.

Setelah akun aktif, Anda dapat mengisi detail permohonan mulai dari identitas pemohon, contoh merek, hingga kelas barang atau jasa yang ingin dilindungi. Proses pengunggahan dokumen kini jauh lebih praktis sehingga memudahkan para pelaku usaha, termasuk yang berkaitan dengan layanan seperti Jasa Alat Kesehatan.

Agar proses pengajuan berjalan lancar, pastikan seluruh data dan dokumen telah sesuai persyaratan. Pada saat melakukan pendaftaran, ada beberapa komponen penting yang harus diperhatikan, seperti:
• Dokumen identitas pemohon
• Contoh merek (logo/tulisan)
• Surat pernyataan kepemilikan merek
• Bukti pembayaran PNBP

Dengan mengikuti seluruh prosedur tersebut, permohonan Anda akan masuk ke sistem DJKI dan siap memasuki tahap pemeriksaan formalitas. Kemudahan yang ditawarkan sistem online ini mempercepat proses pendaftaran merek sehingga lebih efisien bagi pelaku usaha modern.

| baca juga : 7 Alasan Merek Ditolak DJKI

Tahapan Pendaftaran Merek HKI
Tahapan Pendaftaran Merek HKI

Tahap Pemeriksaan Formalitas dalam Pendaftaran Merek

Tahap pemeriksaan formalitas adalah proses awal setelah permohonan dikirimkan ke DJKI. Pada tahap ini, petugas akan mengecek kelengkapan dokumen dan kesesuaian data yang diajukan. Pemeriksaan formalitas tidak menilai substansi merek, tetapi memastikan bahwa permohonan sudah memenuhi persyaratan administratif.

Proses ini sangat penting karena permohonan yang tidak lengkap atau tidak sesuai dapat langsung ditolak sebelum memasuki pemeriksaan substantif. Tahap ini sering disepelekan oleh pemohon, padahal kelalaian kecil seperti salah unggah dokumen dapat menyebabkan penundaan. Layanan seperti Jasa Sertifikasi Halal pun sering melalui prosedur administratif serupa.

Ada beberapa aspek yang diperiksa pada tahap formalitas, seperti:
• Identitas pemohon
• Kelengkapan dokumen
• Kesesuaian kelas

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, permohonan akan diteruskan ke tahap berikutnya yaitu pemeriksaan substantif. Dengan memastikan seluruh persyaratan terpenuhi sejak awal, proses pendaftaran akan berjalan lebih cepat dan tanpa hambatan.

| baca juga : UMKM Wajib Tahu! Pentingnya Jasa Daftar Merek Untuk Perlindungan Usaha

Tahap Pemeriksaan Substantif Merek

Tahap pemeriksaan substantif merupakan tahap paling krusial dalam proses pendaftaran merek. Pada tahap ini, DJKI akan menilai apakah merek yang diajukan memenuhi unsur orisinalitas, tidak meniru merek terdaftar, dan tidak melanggar ketentuan hukum. Pemeriksaan substantif dilakukan secara menyeluruh mulai dari aspek visual, fonetik, konsep, hingga kesamaan kelas. Jika ditemukan kemiripan dengan merek lain, permohonan dapat ditolak.

Proses ini sangat penting untuk memastikan bahwa merek benar-benar memiliki identitas unik. Banyak pelaku usaha yang berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli atau layanan seperti Jasa Hak Cipta DJKI untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Dalam pemeriksaan substantif, terdapat beberapa poin yang menjadi fokus utama DJKI, seperti:

1. Kemiripan tulisan atau bunyi
2. Kemiripan logo atau elemen visual
3. Kesesuaian dengan ketentuan perundang-undangan

Tahap ini membutuhkan waktu cukup panjang karena pemeriksa harus memastikan seluruh aspek sesuai dengan aturan HKI. Permohonan yang lolos pemeriksaan substantif akan melanjutkan proses hingga tahap pengumuman. Jika pada tahap ini tidak ada keberatan dari pihak lain, maka merek dapat melanjutkan ke proses penerbitan sertifikat.

Pada akhirnya, ketelitian dalam proses pemeriksaan substantif sangat menentukan apakah merek akan diterima atau tidak. Dengan memahami proses ini, pelaku usaha dapat mempersiapkan merek dengan lebih matang dan meningkatkan peluang diterima oleh DJKI.

| baca juga : Apa Itu Perpanjang Merek HKI

Pengumuman Merek dalam Berita Resmi HKI

Pengumuman merek dalam Berita Resmi HKI adalah tahap publikasi yang dilakukan setelah permohonan lolos pemeriksaan substantif awal. Pada tahap ini, DJKI akan menampilkan informasi mengenai merek yang diajukan agar publik dapat melihat dan memberikan tanggapan apabila merasa keberatan.

Masa pengumuman biasanya berlangsung beberapa bulan, dan selama periode tersebut, pemilik merek harus siap menghadapi potensi sanggahan. Tahap ini menjadi momen penting karena membuka ruang transparansi untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap merek yang sudah terdaftar sebelumnya maupun yang sedang dalam proses.

Banyak pelaku usaha yang memanfaatkan layanan seperti Jasa Izin Halal untuk memastikan brand mereka memiliki fondasi legal yang kuat sejak awal. Di dalam masa pengumuman, pihak ketiga dapat memantau, mengawasi, dan menilai apakah merek tersebut berpotensi menimbulkan persamaan atau konflik dengan merek mereka. Pengumuman ini dilakukan secara terbuka untuk menjaga integritas dan keadilan dalam proses pendaftaran merek.

Agar pemohon memahami fokus yang harus diperhatikan, berikut beberapa poin penting dalam tahap pengumuman:

• Informasi merek yang dipublikasikan harus sesuai dengan permohonan yang diajukan
• Masa pengumuman memberi kesempatan bagi pihak lain untuk mengajukan keberatan
• Pemohon wajib memantau perkembangan secara berkala
• Pengumuman menjadi dasar sebelum proses penerbitan sertifikat

Setelah masa pengumuman selesai dan tidak ada keberatan, permohonan merek dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Namun, apabila ada sanggahan dari pihak ketiga, pemohon harus menyiapkan argumen yang kuat untuk mempertahankan mereknya. Oleh sebab itu, pemantauan aktif dan konsultasi yang tepat sangat diperlukan agar merek dapat melanjutkan proses tanpa hambatan. Tahap ini menegaskan pentingnya strategi dan persiapan matang sebelum merek diumumkan secara publik.

| baca juga : Apa Itu Pengalihan Merek

Proses Keberatan dan Sanggahan dari Pihak Ketiga

Proses keberatan atau sanggahan merupakan bagian penting dalam prosedur pendaftaran merek yang berfungsi menjaga keadilan dan menghindari konflik antar pemilik merek. Ketika permohonan memasuki masa pengumuman, pihak ketiga memiliki hak untuk mengajukan keberatan jika merasa bahwa merek yang diumumkan memiliki persamaan atau berpotensi menimbulkan kebingungan dengan merek mereka.

Proses ini dilakukan dengan mengajukan dokumen resmi ke DJKI beserta bukti yang menguatkan keberatan tersebut. Banyak pemilik usaha yang menggunakan layanan seperti Jasa Pendaftaran Merek agar argumen yang disampaikan kuat dan memenuhi standar hukum. Keberatan dapat diajukan dengan alasan yang beragam, mulai dari kemiripan fonetik, persamaan visual, hingga penggunaan kelas yang sama.

Ketika keberatan diterima oleh DJKI, pemohon akan diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan resmi. Dalam tahap ini, bukti-bukti seperti desain asli, konsep, sejarah penggunaan merek, dan dokumen legal lainnya harus dipersiapkan secara detail.

Untuk memudahkan pemohon memahami aspek yang perlu diperhatikan, berikut beberapa poin penting dalam proses keberatan:

• Keberatan diajukan secara tertulis dengan alasan yang jelas
• DJKI memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk menyampaikan argumen
• Bukti yang kuat sangat berpengaruh dalam hasil keputusan
• Tanggapan pemohon harus diberikan dalam batas waktu yang ditentukan

Setelah kedua pihak menyampaikan argumen, DJKI akan menilai dan mengambil keputusan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Keputusan dapat berupa penolakan keberatan atau penolakan permohonan merek. Oleh karena itu, proses ini membutuhkan persiapan yang matang dan pemahaman menyeluruh tentang peraturan HKI. Pelaku usaha yang ingin memperkuat posisi mereknya biasanya memilih pendampingan profesional untuk memastikan keberhasilan dalam menghadapi sanggahan.

| baca juga : Cegah Duplikasi Merek dengan Bantuan Jasa Merek HKI

Jasa Pendaftaran Merek HKI Profesional

Mengurus pendaftaran merek membutuhkan ketelitian, strategi, dan pemahaman hukum yang memadai. Banyak pelaku usaha yang akhirnya memilih menggunakan layanan profesional untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar tanpa kesalahan administratif maupun substantif.

Jasa profesional pendaftaran merek membantu mulai dari pengecekan awal, penyusunan dokumen, pengajuan online, hingga pendampingan jika terjadi keberatan dari pihak ketiga. Dengan adanya dukungan tenaga ahli, pemohon dapat fokus pada pengembangan bisnis tanpa harus repot memahami semua prosedur teknis.

Beberapa keuntungan menggunakan layanan profesional meliputi:

• Pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit
• Analisis risiko dan pengecekan kemiripan merek
• Pengurusan dokumen dan pendaftaran dengan benar
• Konsultasi hukum dan strategi merek

Jika Anda ingin mengurus pendaftaran merek dengan aman, cepat, dan profesional, PERMATAMAS siap membantu. Segera amankan identitas bisnis Anda dan daftarkan merek Anda bersama tim ahli kami. Jangan menunda—urus pendaftaran merek Anda sekarang di PERMATAMAS untuk melindungi usaha Anda secara resmi dan berkelanjutan.

| baca juga : Merek Siap Bersaing Di Pasar Global Dengan Bantuan Jasa Merek HKI

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ Pendaftaran Merek HKI

1. Apa itu pendaftaran merek HKI?
Pendaftaran merek HKI adalah proses legal untuk melindungi identitas merek sebuah produk atau jasa agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Setelah terdaftar, pemilik merek mendapatkan hak eksklusif secara hukum.

2. Berapa lama proses pendaftaran merek di DJKI?
Rata-rata prosesnya berlangsung 12–18 bulan, tergantung kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan substantif, serta apakah ada keberatan dari pihak ketiga.

3. Apakah pendaftaran merek bisa ditolak?
Ya. Penolakan terjadi jika merek terlalu mirip dengan merek sebelumnya, deskriptif, menyinggung, atau tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Merek.

4. Apakah pencarian merek (search) wajib dilakukan?
Tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan untuk memastikan merek tidak mempunyai persamaan dengan merek lain yang sudah terdaftar sehingga mengurangi risiko penolakan.

5. Apakah merek harus diajukan oleh pemilik usaha?
Tidak harus. Merek dapat diajukan oleh individu, kuasa hukum, atau konsultan HKI resmi yang ditunjuk secara sah.

6. Apa manfaat utama memiliki merek terdaftar?
Merek terdaftar melindungi dari penjiplakan, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memberikan kekuatan hukum jika terjadi sengketa merek.

7. Apakah merek yang sudah digunakan bertahun-tahun otomatis terdaftar?
Tidak. Penggunaan lama tidak menjamin perlindungan hukum. Anda tetap harus mengajukan pendaftaran ke DJKI untuk mendapatkan status “terdaftar”.

8. Berapa biaya pendaftaran merek di Indonesia?
Biaya resmi berbeda untuk UMK dan Non-UMK, serta tergantung kelas yang diajukan. Rata-rata mulai dari Rp 500.000 – Rp 1.800.000 per kelas.

9. Apa yang terjadi jika ada keberatan dari pihak ketiga?
Pemohon harus memberi tanggapan resmi melalui DJKI. Proses akan dinilai dan diputuskan oleh pemeriksa berdasarkan bukti dan ketentuan hukum.

10. Apakah PERMATAMAS bisa membantu pendaftaran merek?
Ya. PERMATAMAS menyediakan layanan Jasa Pendaftaran Merek HKI Profesional mulai dari pengecekan, pengajuan, hingga pendampingan keberatan untuk memastikan merek Anda aman secara hukum.

Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima – Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, merek memiliki peran penting sebagai identitas sekaligus aset berharga yang membedakan produk atau jasa Anda dari pesaing. Namun, tidak semua pengajuan pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dapat langsung diterima. Banyak permohonan yang ditolak karena berbagai alasan, mulai dari kesamaan dengan merek lain, kesalahan administrasi, hingga kurangnya pemahaman tentang prosedur yang benar. Oleh karena itu, memahami strategi dan tips agar daftar merek HKI diterima menjadi langkah penting bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi legalitas bisnisnya.

Melalui artikel ini, PERMATAMAS akan membahas secara komprehensif berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pendaftaran merek, mulai dari pemeriksaan nama, penentuan kelas merek, kelengkapan dokumen, hingga tahapan pemeriksaan substantif di DJKI. Dengan memahami langkah-langkah ini, Anda dapat meningkatkan peluang diterimanya permohonan merek sekaligus memperkuat posisi hukum bisnis Anda di pasar.

Mengapa Penting Memahami Prosedur Daftar Merek HKI Sejak Awal

Merek merupakan identitas hukum yang membedakan produk atau jasa satu pelaku usaha dengan yang lain. Pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk melindungi aset bisnis Anda dari risiko peniruan dan sengketa. Namun, banyak pengusaha — terutama pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM) — belum memahami prosedur dan persyaratan yang benar dalam mendaftarkan merek. Akibatnya, tidak sedikit pengajuan merek ditolak karena alasan administratif, kesamaan nama, atau kesalahan klasifikasi produk.

Sebelum mengajukan merek, penting memahami apa yang dimaksud dengan pendaftaran merek, mengapa penting dilakukan, siapa yang berhak mendaftar, kapan waktu terbaik mengajukan, di mana proses dilakukan, dan bagaimana langkah-langkahnya. Dengan pemahaman ini, peluang diterimanya merek Anda oleh DJKI akan jauh lebih besar.

Bagi Anda yang ingin memastikan proses pengajuan berjalan lancar dan sesuai aturan, Anda dapat memanfaatkan layanan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS profesional yang telah berpengalaman membantu ribuan pelaku usaha mendapatkan perlindungan merek resmi.

Cek Ketersediaan Nama Sebelum Daftar Merek HKI di DJKI

Langkah pertama sebelum mendaftarkan merek adalah melakukan pencarian atau pengecekan ketersediaan nama. Ini penting untuk memastikan bahwa merek yang akan diajukan belum terdaftar oleh pihak lain dalam kelas barang atau jasa yang sama. Pemeriksaan awal ini dapat dilakukan melalui situs resmi DJKI di pdki-indonesia.dgip.go.id, di mana Anda bisa mencari merek berdasarkan nama, nomor permohonan, atau nama pemilik.

Melalui proses ini, Anda dapat menghindari potensi penolakan karena kesamaan atau kemiripan merek. Misalnya, jika Anda berencana mendaftarkan merek sabun dengan nama “PERMATAMAS”, sementara sudah ada merek “PERMATA MAS”, maka DJKI bisa menolak permohonan Anda karena dianggap memiliki persamaan pada pokoknya.

Proses ini termasuk dalam tahap interest pada struktur AIDA — yaitu membangun ketertarikan untuk mempelajari langkah-langkah penting agar pendaftaran merek tidak sia-sia. Jika Anda ragu dalam tahap ini, layanan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS siap membantu melakukan riset menyeluruh sebelum pengajuan resmi.

Berikut Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Kelas merek menentukan ruang lingkup perlindungan hukum Anda. Dalam sistem internasional, klasifikasi merek dibagi ke dalam 45 kelas berdasarkan Nice Classification. Kesalahan dalam memilih kelas dapat membuat perlindungan hukum menjadi tidak relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Misalnya, jika Anda menjual kosmetik tetapi mendaftarkan merek di kelas minuman, maka perlindungan hukum tidak akan berlaku untuk produk Anda.

Penting bagi pelaku usaha untuk memahami perbedaan antara kelas barang (1–34) dan kelas jasa (35–45). Pilih kelas yang benar-benar menggambarkan produk atau jasa Anda di pasar. Jika bisnis Anda memiliki beragam produk, pertimbangkan untuk mendaftarkan merek di lebih dari satu kelas agar perlindungan hukum lebih luas.

Di sinilah peran jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS menjadi penting — karena konsultan yang berpengalaman akan membantu menentukan kelas yang paling tepat dan relevan sesuai karakter bisnis Anda.

Hindari Kesamaan dengan Merek Terdaftar agar Pengajuan Tidak Ditolak

Salah satu penyebab utama penolakan merek oleh DJKI adalah adanya kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar. Kesamaan tersebut bisa berupa bunyi, tampilan, atau arti kata. Contohnya, jika terdapat merek “PERMATAMAS” dan Anda mengajukan merek “PERMATA MAS”, maka DJKI bisa menilai kedua merek memiliki kemiripan fonetik dan visual sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Agar merek Anda diterima, buatlah merek yang unik, khas, dan tidak meniru unsur merek lain. Hindari pula penggunaan istilah generik seperti “Segar”, “Enak”, atau “Bersih” yang sulit mendapat perlindungan hukum. Gunakan nama yang memiliki karakter kuat, mudah diingat, dan tidak menyinggung pihak lain. Sebagai tambahan, sebaiknya lakukan pencarian banding menggunakan berbagai variasi ejaan atau bentuk singkatan.

Jika Anda bekerja sama dengan konsultan jasa pendaftaran merek HKI  tim ahli akan membantu melakukan analisis kesamaan dengan database DJKI untuk memperkecil risiko penolakan.

Lengkapi Dokumen dan Data Pengajuan Daftar Merek HKI Secara Benar

Tahapan administrasi menjadi faktor penentu dalam proses pendaftaran merek. Banyak permohonan yang gagal bukan karena nama merek bermasalah, tetapi karena dokumen tidak lengkap atau salah input data.

Adapun dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain:
1. Salinan identitas pemohon (KTP atau data perusahaan).
2. Etiket atau logo merek dalam format JPG/PNG.
3. Surat pernyataan kepemilikan merek.
4. Bukti pembayaran biaya permohonan.
5. Surat kuasa (jika diajukan melalui konsultan HKI).

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman resmi https://merek.dgip.go.id/login  dengan akun yang telah terverifikasi. Pastikan semua dokumen diunggah sesuai format yang ditentukan agar proses tidak tertunda.

TIPS AGAR DAFTAR MEREK HKI DI TERIMA
TIPS AGAR DAFTAR MEREK HKI DI TERIMA

Perhatikan Tahapan Pemeriksaan Substantif dalam Pendaftaran Merek HKI

Setelah pengajuan diterima, DJKI akan melakukan pemeriksaan administratif untuk memastikan kelengkapan dokumen, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan substantif selama kurang lebih 150 hari kerja. Pada tahap substantif inilah petugas DJKI akan menilai apakah merek Anda memenuhi unsur pendaftaran, tidak meniru merek lain, dan layak memperoleh perlindungan hukum.

Selain itu, sebelum sertifikat diterbitkan, merek akan diumumkan dalam Berita Resmi Merek selama 2 bulan untuk memberi kesempatan kepada pihak lain mengajukan keberatan. Jika tidak ada sanggahan, maka merek akan disetujui dan sertifikat resmi diterbitkan.

Pemantauan terhadap proses ini penting dilakukan secara berkala. Mengandalkan jasa pendaftaran merek HKI akan memudahkan Anda memonitor status permohonan dan menangani keberatan apabila muncul dari pihak ketiga.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Pengalaman

Mengurus pendaftaran merek sendiri memang bisa dilakukan, tetapi tidak semua pelaku usaha memiliki waktu, pemahaman hukum, dan strategi agar mereknya diterima. Di sinilah peran jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS profesional menjadi sangat membantu. Dengan pengalaman menangani ribuan pengajuan merek di seluruh Indonesia, tim ahli kami memahami setiap prosedur, risiko penolakan, hingga cara mengajukan sanggahan apabila merek mendapatkan keberatan dari pihak lain.

Selain itu, layanan ini tidak hanya terbatas pada pengajuan merek baru, tetapi juga mencakup pembaharuan merek, pengalihan hak merek, perpanjangan, hingga konsultasi hukum merek. Dengan dukungan sistem monitoring digital, Anda dapat mengetahui perkembangan permohonan secara transparan.

Jika Anda pelaku usaha yang serius ingin melindungi aset intelektual, jangan menunda. Segera hubungi jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS agar pengajuan merek Anda diterima oleh DJKI dan memiliki kekuatan hukum penuh di Indonesia.

Pentingnya Mendaftar Merek HKI

Mengetahui cara dan tips agar daftar merek HKI diterima adalah langkah awal untuk membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Mulai dari memahami prosedur, memeriksa ketersediaan nama, menentukan kelas barang atau jasa, hingga melengkapi dokumen dengan benar — semuanya berpengaruh terhadap keberhasilan pengajuan merek Anda.

Dengan dukungan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS yang berpengalaman, proses menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai peraturan. Lindungi merek Anda hari ini, karena merek bukan hanya nama — tetapi identitas dan kekuatan hukum yang menentukan nilai bisnis Anda di masa depan.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI – Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan istilah yang luas mencakup semua bentuk perlindungan hukum terhadap karya intelektual, termasuk hak cipta, paten, merek, desain industri, dan lain-lain. HKI bertujuan untuk memberikan hak eksklusif kepada pencipta atau pemilik karya intelektual agar dapat mengontrol penggunaan, reproduksi, dan pemanfaatan karya tersebut. Dengan perlindungan HKI, inovasi dan kreativitas pemilik usaha maupun individu dapat dihargai secara adil dan terlindungi dari penggunaan pihak lain tanpa izin.

Sementara itu, HAKI adalah istilah yang lebih populer di Indonesia sebagai singkatan dari Hak Atas Kekayaan Intelektual. Secara praktik, HAKI merujuk pada hal yang sama dengan HKI, namun istilah ini lebih sering digunakan dalam konteks lokal. Pemahaman tentang istilah ini sangat penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, startup, maupun perusahaan besar, agar bisa mengambil langkah hukum yang tepat untuk melindungi merek, inovasi, atau karya kreatif mereka.

Artikel ini akan membahas perbedaan istilah HKI dan HAKI, menjelaskan fungsi DJKI, serta langkah-langkah cek merek secara online. Selain itu, artikel ini juga memberikan panduan praktis bagi pelaku usaha untuk melindungi merek mereka dengan bantuan jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman.

Pengertian HKI dan HAKI

HKI adalah hak hukum yang diberikan kepada pencipta atau pemilik karya intelektual agar dapat menguasai dan memanfaatkan karyanya secara eksklusif.

HKI mencakup berbagai jenis perlindungan, seperti:
1. Hak Cipta: Perlindungan terhadap karya seni, sastra, musik, film, software, dan karya intelektual lainnya. Dengan hak cipta, pencipta memiliki hak untuk memperbanyak, mendistribusikan, dan mengumumkan karyanya.
2. Paten: Perlindungan terhadap penemuan baru, teknologi, atau proses inovatif. Paten memberikan hak eksklusif untuk memproduksi, menggunakan, atau menjual penemuan tersebut dalam jangka waktu tertentu.
3. Merek: Perlindungan terhadap nama, logo, slogan, atau simbol yang digunakan dalam bisnis. Merek yang terdaftar secara resmi di DJKI memiliki kekuatan hukum untuk mencegah pihak lain menggunakan identitas serupa.
4. Desain Industri: Perlindungan terhadap tampilan visual produk, termasuk bentuk, pola, atau kombinasi warna yang unik.

HAKI di Indonesia sering digunakan secara bergantian dengan HKI. Namun secara praktik, istilah HAKI lebih menekankan perlindungan terhadap merek, desain, dan hak cipta dalam konteks lokal. Memahami istilah ini membantu pelaku usaha menentukan jenis perlindungan hukum yang paling sesuai dengan kebutuhan produk atau jasa mereka.

Misalnya, perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi mungkin lebih fokus pada paten dan hak cipta software, sementara bisnis kuliner lebih menekankan perlindungan merek dan kemasan produk.

Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI
Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Perbedaan HKI dan HAKI

Walaupun HKI dan HAKI terdengar mirip, terdapat beberapa perbedaan mendasar:
• Istilah Resmi: HKI merupakan istilah resmi internasional yang digunakan dalam hukum kekayaan intelektual global. Sementara itu, HAKI lebih populer di Indonesia sebagai istilah lokal yang sering dipakai dalam praktik pendaftaran merek dan hak cipta di tanah air.
• Ruang Lingkup: HKI mencakup semua jenis kekayaan intelektual, mulai dari hak cipta, paten, merek, hingga desain industri. HAKI, meskipun istilah yang sama, lebih sering digunakan dalam konteks perlindungan merek, paten, dan hak cipta di Indonesia.
• Penggunaan Dokumen: Sertifikat HKI bisa merujuk ke dokumen resmi baik global maupun lokal, sementara HAKI lebih mengacu pada dokumen pendaftaran di Indonesia.

Memahami perbedaan ini membantu pelaku usaha menentukan strategi pendaftaran yang tepat, apakah perlu perlindungan di tingkat nasional atau bahkan internasional. Misalnya, jika bisnis berpotensi ekspor, pendaftaran HKI internasional menjadi sangat penting.

Mengapa Merek Perlu Perlindungan HKI/HAKI

Merek yang terlindungi HKI atau HAKI memiliki nilai lebih bagi pemilik usaha, karena merek bukan sekadar logo atau nama, tetapi identitas yang mewakili kualitas dan reputasi bisnis.

Perlindungan HKI/HAKI memberikan hak eksklusif untuk:
1. Menggunakan nama, logo, atau simbol secara legal, sehingga tidak ada pihak lain yang dapat menirunya.
2. Melindungi merek dari penggunaan pihak lain tanpa izin, termasuk saingan bisnis yang mencoba meniru branding.
3. Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk atau jasa.
4. Menjadi aset bisnis yang dapat diperdagangkan, diwariskan, atau dijadikan lisensi.

Tanpa perlindungan HKI/HAKI, pemilik usaha berisiko menghadapi sengketa hukum, penolakan pendaftaran, atau penggunaan merek oleh pihak lain. Misalnya, bisnis kuliner yang sudah terkenal bisa mengalami kerugian besar jika mereknya ditiru oleh kompetitor tanpa izin.

Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah cek merek sebelum mendaftar untuk memastikan merek tersedia dan aman digunakan.

Apa itu DJKI dan Fungsinya

DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) adalah lembaga resmi pemerintah di Indonesia yang bertanggung jawab untuk:
• Menerbitkan sertifikat HKI, termasuk merek, paten, hak cipta, dan desain industri.
• Mengelola pendaftaran merek secara online melalui sistem e-Registration.
• Memberikan informasi publik terkait status dan legalitas merek, sehingga pemilik usaha dapat memantau apakah merek yang mereka gunakan telah resmi terdaftar.

Dengan menggunakan DJKI, pelaku usaha bisa memastikan bahwa merek, logo, atau inovasi mereka telah mendapat perlindungan hukum. Ini sangat penting untuk UMKM dan startup yang ingin mengembangkan bisnisnya secara aman tanpa risiko sengketa hukum di masa depan.

Cara Cek Merek di DJKI Secara Online

Cek merek di DJKI bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana berikut:
1. Kunjungi website resmi DJKI https://pdki-indonesia.dgip.go.id/
2. Pilih menu Pencarian Merek
3. Masukkan nama merek yang ingin dicek.
4. Klik pencarian data

Manfaat cek merek online:
• Mengetahui apakah merek sudah digunakan atau masih tersedia.
• Menghindari penolakan pendaftaran akibat kesamaan merek.
• Menentukan strategi branding yang aman dan efektif.
• Menghemat waktu dan biaya dibandingkan jika mendaftar tanpa pengecekan.

Melakukan pengecekan merek secara rutin juga membantu pelaku usaha untuk memantau potensi persaingan dan menyesuaikan strategi bisnis secara proaktif.

Tips Mengecek Merek yang Efektif

Untuk mendapatkan hasil cek merek yang optimal, beberapa tips berikut bisa diterapkan:
1. Gunakan kata kunci yang spesifik dan relevan dengan merek Anda.
2. Periksa ejaan dan variasi nama merek yang mirip agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.
3. Pastikan memeriksa kelas barang/jasa yang sesuai dengan produk atau layanan Anda.
4. Catat semua hasil pengecekan untuk referensi saat pendaftaran resmi.
5. Lakukan pengecekan berkala, terutama jika bisnis Anda berkembang atau ada produk baru.

Dengan langkah ini, risiko konflik hukum dapat diminimalkan, dan strategi branding menjadi lebih aman dan terarah.

Opsi Jika Merek Sudah Terdaftar

Jika hasil pengecekan menunjukkan bahwa merek yang ingin Anda daftarkan ternyata sudah terdaftar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari alternatif nama merek yang benar-benar unik. Pastikan nama tersebut belum digunakan oleh pihak lain agar risiko penolakan pendaftaran atau sengketa hukum dapat diminimalkan. Menciptakan nama yang khas dan mudah diingat juga akan membantu membangun identitas merek yang kuat di mata konsumen.

Selain itu, penting untuk memastikan bahwa merek baru tersebut sesuai dengan kelas barang atau jasa yang akan didaftarkan. Sistem klasifikasi DJKI menggunakan kategori tertentu untuk membedakan jenis produk dan layanan, sehingga pengecekan kelas yang tepat menjadi kunci agar pendaftaran merek berhasil dan legalitasnya terlindungi secara maksimal.

Manfaat Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HKI

Meski pengecekan bisa dilakukan sendiri, banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa pendaftaran merek HKI karena:
• Memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan sesuai prosedur DJKI.
• Mengurangi risiko kesalahan dokumen atau prosedur yang bisa menunda pendaftaran.
• Mendapatkan saran strategi branding dan pemilihan kelas merek yang tepat.
• Fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani urusan administratif.

Dengan dukungan profesional, proses pendaftaran menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Pentingnya Mengetahui Perbedaan HKI dan HAKI

Memahami perbedaan HKI dan HAKI penting agar pelaku usaha dapat memilih jenis perlindungan yang paling sesuai. Cek merek di DJKI merupakan langkah awal yang wajib dilakukan sebelum mendaftar agar terhindar dari risiko sengketa dan penolakan.

Dengan dukungan jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman, proses pendaftaran menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Pelaku usaha, UMKM, maupun startup bisa fokus mengembangkan bisnis dan strategi branding tanpa khawatir soal legalitas merek.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Berpengalaman

Memilih jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman memberikan berbagai keuntungan bagi pelaku usaha, termasuk:
• Proses pendaftaran lebih cepat dan tepat sesuai regulasi DJKI.
• Mengurangi risiko penolakan atau sengketa hukum.
• Panduan dalam memilih nama dan kelas merek yang aman.
• Dukungan untuk bisnis UMKM, startup, dan perusahaan skala besar.

Keuntungan utama:
• Mendapatkan panduan lengkap dari ahli HKI.
• Mempercepat pendaftaran merek dan sertifikasi resmi.
• Mendukung strategi perlindungan merek jangka panjang.
• Memberikan rasa aman karena semua proses legalitas ditangani profesional.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Jasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall

Jasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall – Kalau kamu punya toko online di Shopee dan berencana naik level ke Shopee Mall, ada satu hal penting yang wajib kamu miliki — sertifikat merek HKI kelas 35. Banyak penjual yang belum tahu, padahal inilah salah satu syarat utama untuk bisa bergabung ke Shopee Mall sebagai toko resmi. Kelas 35 ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk pengakuan hukum bahwa kamu adalah pemilik sah dari merek dan aktivitas jualan online yang kamu jalankan.

Melalui jasa pengurusan merek HKI kelas 35, kamu bisa memastikan nama toko onlinemu aman, terlindungi, dan memenuhi semua ketentuan Shopee Mall. Dengan memiliki merek terdaftar, reputasi toko kamu meningkat, peluang kerja sama dengan brand besar terbuka lebar, dan tentu saja kamu terlihat jauh lebih profesional di mata konsumen.

Apa Itu Merek Kelas 35 dan Kenapa Penting untuk Toko Online

Kalau kamu punya toko online di Shopee, Tokopedia, Lazada, atau marketplace lainnya, kamu pasti tahu betapa pentingnya kepercayaan konsumen. Semakin tinggi kepercayaan pelanggan, semakin mudah produkmu laku. Nah, salah satu cara paling efektif membangun kepercayaan itu adalah dengan mendaftarkan merek dagang, khususnya di kelas 35.

Kelas 35 adalah kelas merek yang digunakan untuk layanan penjualan, promosi, distribusi, dan manajemen bisnis, termasuk aktivitas jualan online di marketplace. Artinya, kalau tokomu menjual berbagai produk — baik buatan sendiri maupun dari brand lain — maka kelas 35 ini wajib banget dimiliki.

Dengan memiliki merek terdaftar di kelas 35, kamu mendapatkan perlindungan hukum penuh terhadap nama toko dan aktivitas bisnis onlinemu. Jadi, ketika kamu sudah punya sertifikat merek HKI, nama toko online kamu tidak bisa digunakan oleh pihak lain. Kamu pun bebas mengembangkan toko tanpa khawatir masalah duplikasi nama atau klaim kepemilikan merek.

Selain itu, merek kelas 35 juga menjadi aset bisnis yang bernilai ekonomi tinggi. Karena ketika brand kamu sudah terkenal di marketplace, sertifikat merek tersebut bisa menjadi bukti kepemilikan sah yang bisa dialihkan, diwariskan, atau bahkan dijadikan modal usaha.

| Sudah siap daftar Shopee Mall atau Tokopedia? Tidak perlu tunggu sertifikat merek HKI — Bukti Pendaftaran Merek HKI sudah bisa langsung dipakai. Chat admin sekarang!

Hubungan Merek Kelas 35 dengan Syarat Shopee Mall

Shopee Mall bukan sekadar tempat jualan biasa. Di sana hanya ada brand resmi dan penjual terpercaya yang sudah diverifikasi oleh Shopee. Tujuannya jelas — memberikan pengalaman belanja yang aman dan meyakinkan bagi konsumen.

Salah satu syarat utama untuk bisa bergabung ke Shopee Mall adalah memiliki sertifikat merek dagang yang terdaftar di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Dan untuk pelaku usaha online, Shopee secara spesifik menyarankan agar merek tersebut terdaftar di kelas 35, karena kelas ini melindungi kegiatan penjualan secara daring.

Kenapa Shopee Mall mewajibkan ini? Karena Shopee ingin memastikan bahwa setiap toko di dalam Mall adalah pemilik sah merek atau penjual resmi dari produk yang dijual. Dengan begitu, mereka bisa mencegah produk palsu, menghindari sengketa merek, dan meningkatkan kredibilitas seluruh ekosistem marketplace-nya.

| Sudah siap daftar Shopee Mall tapi belum punya sertifikat merek HKI? Dengan Bukti Pendaftaran Merek HKI, kamu bisa mulai mendaftar sekarang dan langsung chat admin untuk konsultasi!

Jadi kalau kamu ingin naik level dari toko reguler ke Shopee Mall, tapi belum memiliki sertifikat merek kelas 35, inilah saatnya kamu mulai mengurusnya. Dengan memiliki merek HKI kelas 35, kamu tidak hanya memenuhi syarat Shopee Mall, tapi juga memperkuat posisi hukum dan reputasi bisnismu di dunia digital.

Syarat Mengurus Merek HKI Kelas 35 untuk Shopee Mall

Sebelum mengajukan permohonan merek kelas 35, kamu perlu menyiapkan beberapa dokumen penting. Tahap ini penting banget karena jika dokumen tidak lengkap atau salah format, pengajuan kamu bisa tertunda atau bahkan ditolak oleh DJKI.

Berikut syarat umum yang perlu kamu siapkan:
• Identitas pemohon (KTP untuk perorangan, atau akta perusahaan + NPWP untuk badan usaha).
• Nama dan logo merek yang akan didaftarkan.
• Daftar barang/jasa yang masuk dalam kelas 35 (misalnya: layanan penjualan online, toko daring, promosi digital, manajemen bisnis).
• Contoh tanda tangan, No Hp, Email yang aktif.

Jika kamu menggunakan pihak ketiga atau konsultan hukum untuk membantu pengurusan, maka wajib menyertakan surat kuasa. Sementara untuk perusahaan besar, biasanya juga disarankan melampirkan akta notaris agar dokumen legalnya lebih kuat.
Dengan dokumen-dokumen ini, proses pengajuan akan berjalan lebih cepat dan risiko penolakan bisa diminimalkan.

 

Jasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall
Jasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall

Prosedur Pengajuan Merek HKI Kelas 35

Proses pengajuan merek ke DJKI bisa dilakukan secara online melalui laman https://merek.dgip.go.id. Berikut langkah-langkahnya secara umum:

1. Cek merek terlebih dahulu. Pastikan nama merek kamu belum digunakan atau terdaftar oleh pihak lain.
2. Buat akun di situs DJKI. Gunakan data resmi sesuai identitas atau akta perusahaan.
3. Isi formulir pendaftaran. Pilih kelas 35 dan lengkapi seluruh kolom yang diminta.
4. Unggah dokumen pendukung. Seperti logo merek, surat pernyataan, dan identitas pemohon.
5. Bayar biaya PNBP resmi. Setelah itu, sistem akan memberikan nomor permohonan sebagai bukti pengajuan.

| Mau lebih cepat dan aman? Dengan Bukti Pendaftaran Merek HKI, kamu bisa langsung dibimbing admin kami untuk mengurus pendaftaran kelas 35 toko online di Shopee Mall, Tokopedia, atau TikTok Shop. Chat sekarang!

Setelah permohonan masuk, DJKI akan melakukan pemeriksaan administratif dan substantif. Jika tidak ada masalah, maka merek kamu akan diumumkan selama 2 bulan di Berita Resmi Merek. Kalau tidak ada keberatan dari pihak lain, maka sertifikat merek HKI akan diterbitkan dan dikirimkan kepada pemohon.

Kesalahan Umum Saat Mengurus Merek untuk Shopee Mall

Banyak pelaku usaha toko online gagal mendapatkan sertifikat merek karena kurang teliti di awal. Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:

• Salah memilih kelas merek. Banyak yang mendaftarkan merek ke kelas produk (misalnya sabun atau pakaian), padahal untuk toko online harus ke kelas 35 (layanan penjualan online).
• Nama merek mirip dengan merek lain. Ini bisa menyebabkan penolakan karena dianggap tidak punya daya pembeda.
• Dokumen tidak lengkap. Kadang pemohon lupa menyertakan surat pernyataan atau bukti pembayaran resmi.

Kesalahan kecil seperti ini bisa bikin proses tertunda hingga berbulan-bulan, bahkan ditolak. Karena itu, sebaiknya gunakan pendamping profesional agar pengurusan merek lebih cepat, rapi, dan pasti diterima.

| Hindari kesalahan dan percepat proses pendaftaran Merek HKI kelas 35 untuk Shopee Mall, Tokopedia, atau TikTok Shop dengan bantuan Bukti Pendaftaran Merek HKI, Chat admin sekarang!

Keuntungan Memiliki Merek Kelas 35 untuk Toko Online

Memiliki merek terdaftar di kelas 35 memberikan perlindungan hukum terhadap nama toko online kamu. Artinya, nama tokomu nggak bisa digunakan sembarangan oleh pihak lain di marketplace mana pun. Perlindungan ini penting banget buat menjaga reputasi dan eksistensi bisnismu di dunia digital yang kompetitif.

Selain perlindungan hukum, merek kelas 35 juga membuat tokomu terlihat lebih profesional dan kredibel di mata konsumen. Banyak pembeli yang lebih percaya bertransaksi di toko dengan merek resmi karena dianggap lebih aman, berkualitas, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini juga bisa meningkatkan konversi penjualan secara signifikan.

Keuntungan lainnya, merek kelas 35 membuka peluang kolaborasi bisnis lebih luas. Brand besar, supplier, bahkan investor lebih percaya bekerja sama dengan toko online yang sudah punya merek terdaftar. Dengan begitu, kamu bukan hanya memenuhi syarat Shopee Mall, tapi juga membangun pondasi bisnis jangka panjang yang kuat.

Tips Agar Pengajuan Merek Kelas 35 Cepat Disetujui DJKI

Supaya proses pendaftaran merekmu berjalan lancar tanpa hambatan, penting banget untuk memperhatikan beberapa langkah strategis berikut. Banyak pelaku usaha gagal bukan karena sistem DJKI yang rumit, tapi karena kurang persiapan sejak awal.

Nah, biar kamu nggak ngalamin hal yang sama, ikuti tips ini:
1. Pastikan nama merek unik dan tidak mirip dengan merek lain.
Sebelum mengajukan pendaftaran, lakukan pencarian (searching) di database DJKI. Hindari nama yang terlalu umum atau sudah dipakai merek lain, karena bisa menyebabkan penolakan di tahap pemeriksaan substantif.
2. Tulis deskripsi jasa secara spesifik dan relevan.
Dalam pengisian formulir, pilih “layanan penjualan online” atau “pengelolaan toko daring” sebagai deskripsi utama di kelas 35. Deskripsi yang jelas membantu pemeriksa memahami fungsi merek kamu dengan tepat.
3. Gunakan jasa profesional yang berpengalaman.
Konsultan HKI bisa bantu menyiapkan dokumen dengan benar, meminimalkan kesalahan administrasi, dan memastikan pengajuanmu sesuai ketentuan DJKI. Ini penting kalau kamu ingin hasil cepat dan aman tanpa bolak-balik revisi.

| Ingin pendaftaran merek kelas 35 cepat disetujui untuk Shopee Mall, Tokopedia, atau TikTok Shop? Gunakan Bukti Pendaftaran Merek HKI dan chat admin sekarang untuk bimbingan profesional!

Dengan mengikuti tiga langkah di atas, peluang merek kelas 35 kamu disetujui akan jauh lebih besar. Kamu bisa fokus ke pengembangan bisnis, sementara proses legalitasnya ditangani secara profesional dan terarah.

Jasa Pengurusan Merek HKI Kelas 35 dari Merekhki.com

Kalau kamu ingin naik level jadi toko Shopee Mall tapi belum punya merek kelas 35, tenang bro — tim merekhki.com siap bantu dari awal sampai sertifikat terbit.

Kami sudah berpengalaman dalam pendaftaran merek HKI, termasuk untuk pelaku usaha toko online dan e-commerce. Layanan kami meliputi:

• Konsultasi gratis awal untuk menentukan kelas merek yang tepat.
• Pengecekan merek (searching) agar tidak tumpang tindih dengan merek lain.
• Pengisian dan pengajuan dokumen resmi ke DJKI.
• Pendampingan penuh sampai sertifikat merek HKI terbit.

Kelebihan kami: cepat, aman, dan semua dokumen dikerjakan langsung oleh tim yang paham hukum dan pengalaman lapangan.

Jadi, kalau kamu ingin merek toko onlinemu terdaftar resmi, memenuhi syarat Shopee Mall, dan terlindungi hukum, langsung aja hubungi kami di PERMATAMAS Jasa Pengurusan Merek HKI Profesional dan Terpercaya!

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu Merek HKI Kelas 35?
Merek HKI kelas 35 adalah kategori merek yang digunakan untuk layanan penjualan, promosi, distribusi, dan manajemen bisnis, termasuk aktivitas jualan online di marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.

2. Kenapa Merek Kelas 35 penting untuk toko online?
Karena memberikan perlindungan hukum atas nama toko dan aktivitas bisnis onlinemu, meningkatkan kredibilitas, serta menjadi syarat wajib untuk bergabung ke Shopee Mall atau marketplace resmi lainnya.

3. Apa syarat mengurus Merek HKI Kelas 35?
Syarat umum meliputi identitas pemohon (KTP/perusahaan + NPWP), nama dan logo merek, daftar jasa/layanan kelas 35, serta dokumen pendukung seperti surat kuasa jika menggunakan konsultan.

4. Bagaimana prosedur pengajuan Merek HKI Kelas 35 ke DJKI?
Proses dilakukan online di situs resmi DJKI: cek merek, buat akun, isi formulir kelas 35, unggah dokumen, bayar biaya PNBP, dan tunggu pemeriksaan administratif serta substantif sebelum sertifikat diterbitkan.

5. Apakah Bukti Pendaftaran Merek HKI bisa digunakan sebelum sertifikat terbit?
Ya, Bukti Pendaftaran Merek HKI sudah bisa digunakan untuk pendaftaran toko di Shopee Mall, Tokopedia, atau TikTok Shop, sehingga kamu bisa mulai daftar tanpa harus menunggu sertifikat resmi.

6. Kesalahan apa saja yang sering terjadi saat mengurus merek?
Kesalahan umum termasuk salah memilih kelas merek, nama merek mirip dengan merek lain, atau dokumen tidak lengkap, yang bisa menyebabkan penolakan atau proses tertunda.

7. Bagaimana cara memastikan nama merek unik sebelum mendaftar?
Lakukan pencarian di database DJKI (searching) untuk memastikan nama dan logo merek belum digunakan pihak lain, sehingga mengurangi risiko penolakan.

8. Berapa lama proses pengajuan Merek HKI Kelas 35 sampai sertifikat terbit?
Proses tergantung pemeriksaan DJKI dan keberatan dari pihak lain, tapi biasanya memakan waktu beberapa bulan sejak dokumen lengkap dan pembayaran PNBP diterima.

9. Apa keuntungan memiliki Merek HKI Kelas 35 untuk toko online?
Selain perlindungan hukum, merek terdaftar meningkatkan kredibilitas, menarik kerja sama dengan brand besar, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka peluang investasi atau kolaborasi.

10. Bisakah saya menggunakan jasa profesional untuk mengurus Merek HKI Kelas 35?
Ya, kamu bisa menggunakan jasa Merek HKI PERMATAMAS yang berpengalaman. Tim PERMATAMAS akan memastikan dokumen lengkap, prosedur sesuai aturan DJKI, mempercepat proses pengajuan, dan meminimalkan kesalahan administrasi sehingga pendaftaran merek kelas 35 kamu berjalan lancar

Referensi:
• Shopee Indonesia – Syarat & Cara Daftar Menjadi Penjual Shopee Mall
• Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) – merek.dgip.go.id

 

Mengapa Perpanjangan Merek HKI Itu Penting?

Mengapa Perpanjangan Merek HKI Itu Penting?

Merek HKI – Banyak orang berpikir bahwa merek hanyalah sekadar nama atau logo yang menempel pada produk. Padahal, merek jauh lebih dari itu. Merek adalah identitas bisnis, cerminan dari kualitas, kepercayaan, dan reputasi yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Ketika pelanggan melihat sebuah merek yang mereka kenal, ada rasa familiar yang membuat mereka lebih percaya untuk membeli produk tersebut.

Bayangkan jika merek yang sudah dikenal tiba-tiba hilang atau diganti karena tidak diperpanjang hak kekayaan intelektualnya (HKI). Ini bisa membuat konsumen bingung dan bahkan berpindah ke kompetitor. Oleh karena itu, perpanjangan merek HKI bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja.

Mengapa Perpanjangan Merek HKI Itu Penting?
Mengapa Perpanjangan Merek HKI Itu Penting?

Merek yang Tidak Diperpanjang = Risiko Kehilangan Hak

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan pemilik bisnis adalah lupa atau menunda-nunda perpanjangan merek HKI. Padahal, begitu masa perlindungan merek habis dan tidak diperpanjang, merek tersebut bisa diambil alih oleh pihak lain. Ini artinya, merek yang sudah susah payah dibangun bisa jatuh ke tangan orang lain, dan bisnis harus memulai dari nol lagi dengan nama baru.

Kasus seperti ini bukan hanya teori. Banyak bisnis besar maupun kecil yang pernah mengalami kehilangan merek mereka karena kelalaian dalam memperpanjang HKI. Ada perusahaan yang harus membayar mahal untuk mendapatkan kembali hak atas mereknya, dan ada juga yang akhirnya terpaksa meninggalkan merek tersebut dan memulai dari awal dengan identitas yang berbeda.

Perlindungan dari Penjiplakan dan Pesaing

Di dunia bisnis yang kompetitif, selalu ada pihak yang ingin meniru atau bahkan menjiplak merek yang sudah sukses. Jika merek HKI tidak diperpanjang, celah ini bisa dimanfaatkan oleh pesaing. Mereka bisa mendaftarkan merek yang sama atau mirip dan mengklaim hak eksklusif atas merek tersebut.

Ini bisa menjadi mimpi buruk bagi bisnis. Bayangkan jika suatu hari Anda tidak bisa lagi menggunakan nama merek yang sudah lama Anda bangun, hanya karena lupa memperpanjang perlindungannya. Produk Anda tetap ada, pelanggan masih ingin membeli, tapi Anda harus mengganti nama dan membangun ulang kepercayaan dari nol.

Merek yang Terdaftar Meningkatkan Kepercayaan Pasar

Pelanggan cenderung lebih percaya pada merek yang memiliki legalitas yang jelas. Merek yang terdaftar dan aktif diperpanjang menunjukkan bahwa bisnis tersebut serius dalam menjaga identitasnya. Hal ini juga menjadi nilai tambah dalam membangun loyalitas pelanggan.

Bagi perusahaan yang ingin berkembang lebih luas, misalnya menargetkan pasar internasional atau mencari investor, merek yang terdaftar dan terjaga dengan baik akan menjadi aset yang berharga. Investor lebih tertarik pada bisnis yang memiliki perlindungan hukum atas mereknya, karena ini menunjukkan profesionalisme dan kesiapan dalam menghadapi persaingan.

Proses Perpanjangan yang Mudah Tapi Sering Terlupakan

Sebenarnya, proses perpanjangan merek HKI tidaklah sulit. Pemilik merek hanya perlu mengajukan perpanjangan sebelum masa berlaku habis, membayar biaya administrasi, dan memastikan semua dokumen yang dibutuhkan lengkap.

Namun, yang sering terjadi adalah pemilik merek lupa atau menganggap remeh proses ini. Banyak yang baru sadar ketika masa perlindungan sudah habis, dan ketika ingin memperpanjang, ternyata merek tersebut sudah diambil oleh pihak lain. Oleh karena itu, penting untuk selalu mencatat tanggal jatuh tempo dan mengurus perpanjangan jauh sebelum batas waktu habis.

Jasa Perpanjangan Merek HKI

Perpanjangan merek HKI bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menjaga identitas bisnis, melindungi hak eksklusif, dan memastikan kepercayaan pelanggan tetap terjaga. Tanpa perpanjangan, merek yang sudah dibangun dengan susah payah bisa jatuh ke tangan pihak lain, mengakibatkan risiko besar bagi kelangsungan usaha.

Agar terhindar dari kendala hukum dan persaingan tidak sehat, penting bagi pemilik bisnis untuk memperpanjang merek HKI tepat waktu. Permatamas Indonesia, sebagai konsultan profesional di bidang legalitas usaha, siap membantu Anda dalam mengurus perpanjangan merek HKI dengan proses yang mudah, cepat, dan terpercaya.

Jangan biarkan merek Anda berisiko kehilangan haknya! Hubungi Permatamas Indonesia di Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No 61, Pejuang, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat atau melalui WhatsApp 085777630555 untuk mendapatkan layanan terbaik dalam pengurusan perpanjangan merek HKI Anda.

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID