Kelas 42 Merek Produk untuk Software, Pemrograman, Konsultasi Teknologi, dan Layanan Digital Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI

Kelas 42 Merek Produk untuk Software, Pemrograman, Konsultasi Teknologi, dan Layanan Digital Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI

Kelas 42 Merek Produk untuk Software, Pemrograman, Konsultasi Teknologi, dan Layanan Digital Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI – Bisnis berbasis teknologi berkembang sangat cepat. Software, aplikasi, layanan pemrograman, konsultasi teknologi, cloud computing, hingga berbagai layanan digital kini menjadi bagian penting dari aktivitas perusahaan dan masyarakat. Di balik setiap layanan tersebut, terdapat nama atau identitas bisnis yang digunakan untuk membangun kepercayaan pelanggan. Ketika sebuah nama mulai dikenal dan memiliki nilai komersial, perlindungan merek menjadi hal yang patut dipertimbangkan sejak awal.

Kelas 42 merupakan salah satu kelas merek yang relevan dengan berbagai layanan teknologi, termasuk pengembangan perangkat lunak, pemrograman komputer, desain dan pengembangan sistem, konsultasi teknologi, penelitian teknologi, serta layanan digital tertentu. Melalui Jasa Pendaftaran Merek HKI, pemilik usaha dapat mempersiapkan pengajuan merek dengan lebih terarah, mulai dari pemeriksaan merek, penentuan uraian jasa, kelengkapan dokumen, hingga proses pengajuan kepada DJKI. Ketelitian sejak awal penting karena tidak semua layanan yang menggunakan teknologi otomatis masuk dalam Kelas 42.

Pengertian Merek Kelas 42 dan 200 Contoh Layanan Software, Pemrograman, dan Teknologi

Merek Kelas 42 secara umum mencakup jasa ilmiah dan teknologi, penelitian dan desain yang berkaitan dengannya, analisis dan penelitian industri, desain serta pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, serta layanan teknologi tertentu. Karena perkembangan industri digital sangat luas, satu perusahaan dapat menjalankan beberapa jenis aktivitas sekaligus. Misalnya, sebuah perusahaan dapat mengembangkan aplikasi, menyediakan pemrograman, menawarkan konsultasi teknologi, sekaligus melakukan penelitian dan pengembangan sistem digital.

Berikut 200 contoh layanan atau aktivitas teknologi yang dapat menjadi referensi:

  1. Pengembangan software
  2. Pengembangan perangkat lunak
  3. Pemrograman komputer
  4. Pemrograman aplikasi
  5. Pemrograman website
  6. Pengembangan aplikasi mobile
  7. Pengembangan aplikasi web
  8. Pengembangan aplikasi desktop
  9. Pengembangan platform digital
  10. Pengembangan sistem informasi
  11. Pengembangan software bisnis
  12. Pengembangan software perusahaan
  13. Pengembangan software pendidikan
  14. Pengembangan software kesehatan
  15. Pengembangan software keuangan
  16. Pengembangan software retail
  17. Pengembangan software logistik
  18. Pengembangan software hospitality
  19. Pengembangan software manufaktur
  20. Pengembangan software akuntansi
  21. Desain perangkat lunak
  22. Perancangan aplikasi
  23. Perancangan sistem informasi
  24. Perancangan sistem komputer
  25. Desain arsitektur software
  26. Desain arsitektur sistem
  27. Desain database
  28. Desain aplikasi mobile
  29. Desain aplikasi web
  30. Desain platform digital
  31. Desain sistem digital
  32. Desain solusi teknologi
  33. Desain antarmuka perangkat lunak
  34. Desain UI aplikasi
  35. Desain UX aplikasi
  36. Desain UI/UX digital
  37. Pengembangan UI/UX
  38. Pengujian perangkat lunak
  39. Pengujian aplikasi
  40. Pengujian sistem komputer
  41. Pengujian website
  42. Pengujian sistem informasi
  43. Analisis perangkat lunak
  44. Analisis sistem komputer
  45. Analisis sistem informasi
  46. Analisis teknologi
  47. Analisis solusi digital
  48. Analisis kualitas software
  49. Pengujian kualitas software
  50. Pengendalian kualitas software
  51. Pemeliharaan software
  52. Perawatan perangkat lunak
  53. Pembaruan perangkat lunak
  54. Upgrade perangkat lunak
  55. Optimasi software
  56. Debugging perangkat lunak
  57. Perbaikan sistem software
  58. Integrasi software
  59. Integrasi sistem
  60. Integrasi aplikasi
  61. Integrasi platform digital
  62. Integrasi API
  63. Pengembangan API
  64. Konsultasi pemrograman
  65. Konsultasi software
  66. Konsultasi aplikasi
  67. Konsultasi sistem informasi
  68. Konsultasi teknologi informasi
  69. Konsultasi teknologi digital
  70. Konsultasi transformasi digital
  71. Konsultasi arsitektur teknologi
  72. Konsultasi arsitektur sistem
  73. Konsultasi pengembangan software
  74. Konsultasi pengembangan aplikasi
  75. Konsultasi teknologi komputer
  76. Konsultasi database
  77. Konsultasi jaringan komputer
  78. Konsultasi cloud computing
  79. Konsultasi keamanan teknologi
  80. Konsultasi keamanan siber
  81. Konsultasi integrasi sistem
  82. Konsultasi solusi digital
  83. Konsultasi inovasi teknologi
  84. Konsultasi teknologi perusahaan
  85. Konsultasi digitalisasi bisnis
  86. Riset teknologi
  87. Penelitian teknologi informasi
  88. Riset perangkat lunak
  89. Penelitian software
  90. Riset aplikasi digital
  91. Riset sistem informasi
  92. Riset teknologi komputer
  93. Riset teknologi cloud
  94. Riset keamanan siber
  95. Riset kecerdasan buatan
  96. Riset artificial intelligence
  97. Riset machine learning
  98. Riset Internet of Things
  99. Riset blockchain
  100. Riset robotika
  101. Penelitian algoritma komputer
  102. Pengembangan algoritma
  103. Pengembangan model komputer
  104. Pengembangan sistem kecerdasan buatan
  105. Pengembangan teknologi machine learning
  106. Pengembangan computer vision
  107. Pengembangan sistem rekomendasi
  108. Pengembangan sistem analitik
  109. Pengembangan chatbot teknologi
  110. Pengembangan sistem otomasi
  111. Pengembangan teknologi IoT
  112. Pengembangan sistem sensor digital
  113. Pengembangan teknologi blockchain
  114. Pengembangan teknologi cloud
  115. Pengembangan sistem big data
  116. Analisis data teknologi
  117. Analisis big data
  118. Data mining
  119. Penelitian data digital
  120. Pengembangan sistem pengolahan data
  121. Cloud computing
  122. Layanan komputasi awan
  123. Penyediaan cloud computing
  124. Penyimpanan data elektronik
  125. Penyimpanan data berbasis cloud
  126. Pengelolaan cloud system
  127. Pemantauan sistem cloud
  128. Pengembangan solusi cloud
  129. Desain sistem cloud
  130. Konsultasi infrastruktur cloud
  131. Hosting website
  132. Hosting aplikasi
  133. Hosting server
  134. Penyediaan server komputer
  135. Pengelolaan server
  136. Pemantauan server
  137. Pemeliharaan server
  138. Pengelolaan sistem komputer
  139. Pemantauan sistem komputer
  140. Pengelolaan jaringan komputer
  141. Pemantauan jaringan komputer
  142. Keamanan perangkat lunak
  143. Keamanan aplikasi
  144. Keamanan website
  145. Keamanan sistem komputer
  146. Pengujian keamanan sistem
  147. Analisis keamanan teknologi
  148. Audit keamanan sistem
  149. Audit teknologi informasi
  150. Pengembangan sistem autentikasi
  151. Pengembangan sistem enkripsi
  152. Pengembangan sistem keamanan digital
  153. Pengembangan sistem CRM
  154. Pengembangan sistem ERP
  155. Pengembangan sistem HR digital
  156. Pengembangan sistem inventori
  157. Pengembangan sistem reservasi
  158. Pengembangan sistem pembayaran digital
  159. Pengembangan marketplace digital
  160. Pengembangan platform e-commerce
  161. Pengembangan portal perusahaan
  162. Pengembangan portal pelanggan
  163. Pengembangan dashboard digital
  164. Pengembangan dashboard analitik
  165. Pengembangan sistem monitoring
  166. Pengembangan sistem pelaporan digital
  167. Pengembangan sistem administrasi digital
  168. Pengembangan sistem manajemen data
  169. Pengembangan sistem otomasi bisnis
  170. Pengembangan aplikasi bisnis
  171. Pengembangan aplikasi edukasi
  172. Pengembangan aplikasi kesehatan
  173. Pengembangan aplikasi finansial
  174. Pengembangan aplikasi transportasi
  175. Pengembangan aplikasi pariwisata
  176. Pengembangan aplikasi restoran
  177. Pengembangan aplikasi pemesanan
  178. Pengembangan aplikasi reservasi
  179. Pengembangan aplikasi pelanggan
  180. Pengembangan aplikasi perusahaan
  181. Layanan desain website
  182. Pengembangan website
  183. Pengembangan portal website
  184. Pengembangan web application
  185. Pengembangan sistem backend
  186. Pengembangan sistem frontend
  187. Pengembangan database aplikasi
  188. Optimasi sistem komputer
  189. Evaluasi sistem teknologi
  190. Evaluasi perangkat lunak
  191. Evaluasi aplikasi digital
  192. Evaluasi sistem informasi
  193. Penelitian sistem komputer
  194. Penelitian teknologi digital
  195. Penelitian inovasi teknologi
  196. Riset dan pengembangan software
  197. Riset dan pengembangan teknologi
  198. Pengembangan solusi teknologi digital
  199. Pengembangan layanan berbasis teknologi
  200. Pengembangan dan desain solusi digital

Daftar tersebut menunjukkan luasnya aktivitas yang berhubungan dengan teknologi. Namun, contoh di atas sebaiknya digunakan sebagai referensi awal, bukan sebagai penetapan otomatis bahwa seluruh layanan tersebut harus dimasukkan ke dalam satu permohonan. Uraian jasa perlu disesuaikan dengan aktivitas bisnis sebenarnya dan klasifikasi merek yang berlaku pada saat pengajuan. Beberapa aktivitas digital seperti perdagangan, periklanan, pendidikan, atau hiburan dapat memiliki kelas yang berbeda meskipun menggunakan software atau platform digital.

Kelas 42 Merek Produk untuk Software, Pemrograman, Konsultasi Teknologi, dan Layanan Digital Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI
Kelas 42 Merek Produk untuk Software, Pemrograman, Konsultasi Teknologi, dan Layanan Digital Resmi DJKI: Jasa Pendaftaran Merek HKI Resmi DJKI

Persyaratan Pendaftaran Merek Kelas 42 untuk Bisnis Teknologi

Pelaku usaha yang ingin mendaftarkan merek untuk layanan software, pemrograman, konsultasi teknologi, atau layanan digital perlu mempersiapkan data dan dokumen secara konsisten. Identitas pemohon harus sesuai dengan dokumen yang digunakan, sedangkan nama dan tampilan merek perlu dipastikan sebelum permohonan diajukan. Uraian jasa juga perlu menggambarkan layanan yang memang diberikan oleh perusahaan atau pemilik usaha.

Beberapa hal yang umumnya perlu disiapkan meliputi:

  • Nama atau identitas merek.
  • Logo apabila menggunakan merek dengan unsur gambar.
  • Identitas pemohon.
  • Alamat pemohon.
  • Uraian jasa teknologi yang akan didaftarkan.
  • Dokumen pendukung sesuai status pemohon.
  • Informasi kepemilikan merek.
  • Dokumen atau persyaratan tambahan sesuai ketentuan pengajuan.

Selain dokumen administratif, pemeriksaan awal terhadap merek merupakan bagian yang sangat penting. Nama software, aplikasi, dan platform digital sering dibuat singkat serta mudah diingat sehingga kemungkinan adanya nama yang mirip perlu diperhatikan. Pemeriksaan sebelum pengajuan dapat membantu pemilik usaha memahami potensi kendala lebih awal, meskipun hasil pemeriksaan bukan jaminan bahwa suatu permohonan pasti diterima.

Menentukan Uraian Jasa Teknologi yang Sesuai

Pemilik usaha sebaiknya membuat daftar aktivitas utama sebelum menentukan uraian jasa. Misalnya, perusahaan yang hanya mengembangkan software memiliki kebutuhan yang berbeda dengan perusahaan yang juga menyediakan konsultasi teknologi, cloud computing, riset teknologi, atau layanan desain dan pengembangan sistem.

Penentuan uraian yang tepat membantu permohonan menjadi lebih relevan dengan bisnis. Jangan memasukkan layanan hanya karena terdengar berhubungan dengan teknologi. Yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara aktivitas nyata perusahaan, jenis jasa, klasifikasi yang berlaku, dan strategi pengembangan merek dalam jangka panjang.

Proses Pengajuan, Estimasi Biaya, dan Waktu Pendaftaran Merek Kelas 42

Setelah merek dan uraian jasa dipersiapkan, tahap berikutnya adalah pemeriksaan kelengkapan dokumen dan pengajuan permohonan melalui sistem DJKI. Permohonan kemudian mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemilik usaha perlu membedakan antara waktu pengajuan dan waktu keseluruhan sampai permohonan memperoleh hasil akhir karena terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui.

Secara umum, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Konsultasi mengenai merek dan aktivitas bisnis teknologi.
  2. Pemeriksaan awal nama atau identitas merek.
  3. Analisis kelas dan uraian jasa.
  4. Persiapan serta pemeriksaan dokumen.
  5. Pengajuan permohonan merek.
  6. Pemeriksaan administrasi.
  7. Publikasi sesuai prosedur.
  8. Pemeriksaan substantif.
  9. Penyelesaian permohonan berdasarkan hasil pemeriksaan.

Mengenai biaya, pemohon perlu memperhitungkan biaya resmi pendaftaran yang ditetapkan pemerintah. Jika menggunakan jasa profesional, terdapat pula biaya pendampingan sesuai ruang lingkup layanan. Tarif resmi dapat berubah sehingga calon pemohon sebaiknya memastikan biaya terbaru pada saat akan mengajukan permohonan.

Untuk lama proses, tidak tepat jika memberikan jaminan bahwa seluruh pendaftaran selesai dalam waktu tertentu karena proses bergantung pada tahapan pemeriksaan DJKI. Kelengkapan dokumen, kondisi permohonan, pemeriksaan substantif, maupun kemungkinan adanya keberatan dapat memengaruhi durasi. Pendampingan profesional dapat membantu proses persiapan dan pemantauan agar setiap tahapan administratif dapat ditangani secara lebih terarah.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mendaftarkan Merek Kelas 42 dan Cara Menghindarinya

Bisnis software dan layanan digital sering berkembang dengan cepat. Nama yang awalnya digunakan untuk satu aplikasi dapat berkembang menjadi platform, layanan cloud, software perusahaan, atau berbagai solusi teknologi lainnya. Perubahan tersebut membuat pemilik usaha perlu berhati-hati ketika menentukan uraian jasa dalam pendaftaran merek. Kesalahan dalam memilih kelas, uraian jasa, maupun penggunaan nama yang ternyata memiliki kemiripan dengan merek lain dapat menimbulkan kendala dalam proses permohonan.

Beberapa kesalahan yang paling sering terjadi antara lain:

  • Tidak melakukan pemeriksaan awal terhadap nama merek.
  • Menganggap semua bisnis digital otomatis masuk Kelas 42.
  • Memilih uraian jasa hanya berdasarkan nama produk.
  • Mencantumkan layanan yang sebenarnya tidak dijalankan.
  • Tidak menyesuaikan uraian dengan model bisnis perusahaan.
  • Data pemohon tidak konsisten dengan dokumen pendukung.
  • Mengabaikan rencana pengembangan bisnis.
  • Tidak memantau proses setelah permohonan diajukan.

Cara menghindarinya adalah dengan melakukan persiapan sebelum pengajuan. Pemilik usaha sebaiknya membuat daftar layanan utama, memeriksa potensi persamaan merek, dan memastikan uraian jasa sesuai dengan kegiatan yang benar-benar dilakukan. Apabila perusahaan memiliki beberapa aktivitas, seperti pemrograman, konsultasi teknologi, pengembangan software, dan layanan cloud, masing-masing perlu dianalisis dengan cermat berdasarkan klasifikasi yang berlaku. Pemeriksaan awal bukan jaminan permohonan pasti diterima, tetapi dapat membantu mengidentifikasi potensi masalah lebih dini.

Tips Agar Pendaftaran Merek Kelas 42 Lebih Lancar

Pemilihan nama merek sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan apakah nama tersebut mudah diingat. Pemilik bisnis juga perlu memikirkan daya pembeda, penggunaan nama dalam jangka panjang, serta kemungkinan pengembangan layanan. Hal ini penting bagi startup teknologi karena produk digital dapat berubah mengikuti kebutuhan pasar.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:

  1. Tentukan layanan teknologi utama sebelum mengajukan merek.
  2. Lakukan pemeriksaan awal terhadap nama dan identitas merek.
  3. Pastikan uraian jasa sesuai dengan aktivitas bisnis.
  4. Periksa konsistensi seluruh data pemohon.
  5. Siapkan dokumen sejak awal agar tidak ada bagian yang terlewat.
  6. Hindari memasukkan layanan yang tidak relevan hanya untuk memperluas cakupan.
  7. Pantau perkembangan permohonan setelah pengajuan.
  8. Pertimbangkan strategi pendaftaran apabila bisnis memiliki beberapa lini layanan.

Dengan langkah tersebut, pemilik usaha dapat mempersiapkan permohonan secara lebih sistematis. Strategi yang baik juga membantu perusahaan memahami bahwa perlindungan merek tidak berhenti pada nama aplikasi saja, tetapi berkaitan dengan identitas bisnis yang digunakan untuk menawarkan jasa teknologi kepada pelanggan.

Mengapa Menggunakan Jasa Profesional untuk Pendaftaran Merek Kelas 42?

Mengurus pendaftaran merek untuk bisnis teknologi membutuhkan perhatian terhadap aspek administratif sekaligus klasifikasi jasa. Pemilik startup atau perusahaan software mungkin lebih banyak berfokus pada pengembangan produk, pemrograman, pemasaran, dan pelayanan pelanggan. Karena itu, pendampingan profesional dapat membantu ketika pemilik usaha membutuhkan bantuan untuk memahami tahapan pendaftaran dan menyiapkan kebutuhan administrasinya.

Pendampingan profesional dapat mencakup:

  • Konsultasi mengenai kebutuhan pendaftaran merek.
  • Pemeriksaan awal nama atau identitas merek.
  • Analisis kegiatan usaha teknologi.
  • Penentuan kelas dan uraian jasa yang relevan.
  • Pemeriksaan kelengkapan dokumen.
  • Persiapan administrasi pengajuan.
  • Pendampingan proses pendaftaran.
  • Pemantauan perkembangan permohonan.
  • Informasi mengenai tindak lanjut apabila muncul kendala.

Keuntungan lainnya adalah pemilik usaha dapat memperoleh perspektif yang lebih terstruktur dalam menentukan strategi merek. Contohnya, perusahaan yang awalnya hanya mengembangkan aplikasi mungkin kemudian menyediakan SaaS, cloud computing, konsultasi teknologi, atau layanan pengembangan sistem. Dengan memahami arah bisnis sejak awal, pemilik dapat mengevaluasi kebutuhan perlindungan mereknya secara lebih tepat.

Bagi perusahaan teknologi, merek dapat menjadi aset yang digunakan dalam berbagai titik kontak dengan pelanggan, mulai dari nama aplikasi, website, dashboard, platform, proposal bisnis, materi pemasaran, hingga layanan berlangganan. Karena itu, pengelolaan merek sebaiknya dilakukan secara serius dan tidak hanya ketika bisnis sudah besar. PERMATAMAS siap membantu proses mulai dari konsultasi, pemeriksaan dokumen, penyusunan persyaratan, hingga proses pengajuan secara profesional.

Kesimpulan

Kelas 42 memiliki kaitan erat dengan berbagai layanan teknologi seperti software, pemrograman, pengembangan aplikasi, konsultasi teknologi, riset teknologi, pengembangan sistem, serta layanan digital tertentu. Namun, tidak semua aktivitas yang menggunakan teknologi otomatis termasuk Kelas 42. Pemilik usaha perlu mencocokkan aktivitas bisnis dengan klasifikasi dan uraian jasa yang berlaku sebelum mengajukan permohonan.

Proses pendaftaran meliputi persiapan merek, pemeriksaan awal, penentuan uraian jasa, persiapan dokumen, pengajuan, pemeriksaan administrasi, publikasi, hingga pemeriksaan substantif. Biaya mengikuti ketentuan resmi yang berlaku dan dapat berubah, sedangkan waktu penyelesaian bergantung pada tahapan serta kondisi masing-masing permohonan.

Bagi pelaku usaha yang ingin memperoleh pendampingan, PERMATAMAS melalui layanan Jasa Daftar Merek dapat membantu mempersiapkan proses secara profesional. Mulai dari konsultasi dan pemeriksaan merek hingga pengajuan kepada DJKI, setiap tahap dapat dipersiapkan secara lebih terarah sehingga pemilik bisnis dapat tetap fokus mengembangkan software dan layanan teknologi mereka.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555

FAQ

  1. Apa yang dimaksud dengan merek Kelas 42?
    Merek Kelas 42 secara umum berkaitan dengan jasa ilmiah dan teknologi, penelitian, desain, pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras komputer, serta berbagai layanan teknologi tertentu.
  2. Apakah software dapat didaftarkan dengan merek Kelas 42?
    Merek yang digunakan untuk layanan pengembangan atau penyediaan jasa software dapat berkaitan dengan Kelas 42. Klasifikasi akhir perlu disesuaikan dengan aktivitas dan uraian jasa yang sebenarnya.
  3. Apakah jasa pemrograman termasuk Kelas 42?
    Jasa pemrograman komputer pada umumnya berkaitan dengan Kelas 42. Pemohon tetap perlu menentukan uraian jasa yang sesuai dengan layanan pemrograman yang dijalankan.
  4. Apakah konsultasi teknologi dapat menggunakan Kelas 42?
    Konsultasi teknologi tertentu dapat termasuk Kelas 42, tetapi jenis dan ruang lingkup konsultasinya perlu diperiksa agar sesuai dengan klasifikasi yang berlaku.
  5. Apakah layanan digital otomatis termasuk Kelas 42?
    Tidak. Klasifikasi ditentukan berdasarkan sifat dan aktivitas jasa. Layanan digital yang berkaitan dengan perdagangan, periklanan, pendidikan, hiburan, atau aktivitas lain dapat memiliki kelas yang berbeda.
  6. Mengapa perlu melakukan pemeriksaan merek sebelum mendaftar?
    Pemeriksaan awal membantu mengetahui kemungkinan adanya merek yang memiliki persamaan atau kemiripan sehingga pemilik usaha dapat mempertimbangkan strategi sebelum mengajukan permohonan.
  7. Berapa biaya pendaftaran merek Kelas 42?
    Biaya bergantung pada tarif resmi yang berlaku dan jumlah atau jenis permohonan. Jika menggunakan jasa profesional, terdapat pula biaya pendampingan sesuai layanan yang diberikan.
  8. Berapa lama pendaftaran merek Kelas 42 selesai?
    Waktu keseluruhan mengikuti tahapan pemeriksaan DJKI dan dapat berbeda pada setiap permohonan. Keberatan, kendala administratif, atau proses pemeriksaan dapat memengaruhi durasinya.
  9. Apakah startup teknologi sebaiknya mendaftarkan merek sejak awal?
    Pendaftaran merek dapat menjadi bagian dari strategi perlindungan identitas startup, terutama apabila nama tersebut akan digunakan untuk aplikasi, software, platform, atau layanan teknologi dalam jangka panjang.
  10. Apakah PERMATAMAS menyediakan jasa pendaftaran merek Kelas 42?
    PERMATAMAS dapat membantu proses pendaftaran mulai dari konsultasi, pemeriksaan merek dan dokumen, penyusunan persyaratan, hingga proses pengajuan kepada DJKI secara profesional.

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID