Apa Itu Merek Dagang? Pengertian, Fungsi, dan Cara Daftarnya

Apa Itu Merek Dagang? Pengertian, Fungsi, dan Cara Daftarnya – Merek dagang merupakan salah satu elemen penting dalam dunia bisnis modern. Ketika sebuah usaha mulai dikenal, yang pertama kali melekat di benak konsumen biasanya adalah nama atau logo produknya. Di sinilah merek dagang berperan sebagai identitas yang memberikan pembeda antara satu produk atau layanan dengan pesaing di pasar. Dalam konteks persaingan bisnis yang semakin kompetitif, merek tidak hanya berfungsi sebagai penanda produk, tetapi juga sebagai representasi kualitas, reputasi, dan nilai perusahaan.

Selain memiliki nilai strategis, merek dagang juga berperan sebagai instrumen perlindungan hukum. Ketika sebuah merek terdaftar, pemiliknya memiliki hak eksklusif untuk menggunakannya dan mencegah pihak lain memakai merek serupa yang dapat menimbulkan kebingungan di pasar. Banyak kasus bisnis menunjukkan bahwa merek yang terdaftar dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, terutama pada era digital ketika pembelian produk sering dilakukan tanpa bertemu penjual secara langsung.

Di Indonesia, kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya merek dagang semakin meningkat. Hal ini dapat terlihat dari jumlah pendaftaran merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) yang terus bertambah setiap tahun. Merek tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga aset bisnis yang dapat dilisensikan, dijual, diwariskan, bahkan menjadi bagian dari valuasi perusahaan. Oleh karena itu, memahami pengertian, fungsi, dan tata cara pendaftaran merek merupakan langkah penting bagi siapa pun yang ingin membangun bisnis berkelanjutan.

Pengertian Merek Dagang

Secara sederhana, merek dagang adalah tanda atau simbol yang digunakan oleh pelaku usaha untuk membedakan produk atau jasa yang mereka tawarkan dari produk lain di pasaran. Bentuknya dapat berupa nama, kata, angka, tulisan, logo, warna, suara, hologram, atau kombinasi dari beberapa unsur tersebut. Merek menjadi identitas yang dikenali oleh konsumen, bahkan sebelum mereka mencoba produknya.

Berikut beberapa bentuk elemen yang dapat dikategorikan sebagai merek dagang:
• Nama atau kata yang unik seperti merek minuman, kosmetik, atau makanan.
• Logo, simbol, atau gambar yang mencerminkan karakter produk.
• Kombinasi warna, bentuk, atau desain yang tidak dapat ditemukan pada produk lain.

Dalam perspektif hukum, merek dagang adalah objek perlindungan kekayaan intelektual yang diatur melalui undang-undang. Di Indonesia, perlindungan ini diberikan oleh negara melalui DJKI setelah merek resmi diajukan dan dinyatakan memenuhi syarat. Dengan memiliki merek yang sah, pelaku usaha memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan merek tersebut dan mengambil langkah hukum jika terjadi pelanggaran.

Fungsi Merek Dagang

Merek dagang tidak hanya berfungsi sebagai identitas visual, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun keberlanjutan bisnis. Merek yang kuat dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan menciptakan hubungan emosional antara produk dan konsumennya. Tidak jarang, konsumen membeli sebuah produk bukan hanya karena kualitasnya, tetapi karena kepercayaan pada namanya.

Fungsi merek dagang meliputi:
1. Sebagai pembeda agar konsumen mudah mengenali produk tertentu di antara banyak pilihan.
2. Sebagai alat pemasaran karena merek dapat dijadikan strategi komunikasi dan branding.
3. Sebagai jaminan kualitas yang menimbulkan kepercayaan publik terhadap produk.
4. Sebagai aset legal yang mendapatkan perlindungan hukum dan dapat digunakan dalam proses bisnis.
5. Sebagai aset bisnis bernilai ekonomi, karena merek dapat dilisensikan, diwariskan, atau dijual.

Dengan demikian, merek dagang memiliki nilai komersial yang besar. Banyak merek global memiliki nilai jauh lebih tinggi dibandingkan aset fisik perusahaan. Hal inilah yang menjadikan merek sebagai investasi penting bagi pelaku usaha.

Cara Daftar Merek Dagang

Pendaftaran merek dagang di Indonesia saat ini dilakukan melalui sistem online DJKI, sehingga prosesnya lebih mudah dibanding beberapa tahun lalu. Namun, pelaku usaha tetap perlu memahami tahapan agar permohonan tidak ditolak. Salah satu langkah penting adalah memastikan merek tidak memiliki persamaan dengan merek lain yang sudah lebih dulu terdaftar.

Berikut tahapan pendaftaran merek dagang:
1. Melakukan pengecekan merek melalui PDKI untuk memastikan belum ada yang menggunakan.
2. Menentukan kelas merek berdasarkan produk atau layanan yang akan didaftarkan.
3. Mengisi formulir permohonan secara online melalui sistem DJKI.
4. Membayar biaya PNBP sesuai ketentuan pendaftaran.
5. Menunggu proses pemeriksaan formalitas, substantif, hingga diterbitkan sertifikat.

Jika seluruh proses berjalan tanpa keberatan pihak ketiga atau pelanggaran aturan, sertifikat merek akan terbit dan berlaku selama 10 tahun dengan opsi perpanjangan. Dengan mendaftarkan merek sejak awal, pelaku usaha dapat menghindari sengketa hukum dan memperkuat posisi komersial di pasar.

Contoh Merek Dagang

Untuk memahami merek dagang secara lebih praktis, penting melihat contoh nyata di pasar. Merek dagang dapat ditemukan di berbagai sektor industri mulai dari makanan, fashion, teknologi, hingga layanan digital. Setiap merek memiliki ciri khas yang membedakannya, baik dari segi nama, suara, warna, maupun desain visual. Bahkan banyak merek yang sudah menjadi ikon dan menimbulkan asosiasi emosional kuat ketika disebutkan namanya.

Beberapa contoh kategori merek dagang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Merek produk barang, seperti minuman, sabun, elektronik, hingga produk rumah tangga. Contohnya merek sabun pencuci piring, deterjen, atau kosmetik yang sudah dikenal luas.

2. Merek jasa, seperti bisnis transportasi, marketplace, konsultan, atau lembaga pendidikan. Biasanya berupa nama usaha atau frasa yang mudah diingat pelanggan.

3. Merek kombinasi, yaitu gabungan elemen grafis dan tulisan seperti logo, simbol, warna khusus, dan tagline yang digunakan bersamaan sebagai identitas visual.

Merek dagang bukan hanya sekadar nama yang dicetak dalam kemasan produk. Lebih jauh dari itu, ia bisa menjadi aset berharga yang memengaruhi persepsi publik terhadap kualitas dan reputasi bisnis. Inilah alasan mengapa perusahaan besar rela menghabiskan miliaran rupiah untuk membangun, mempromosikan, dan melindungi mereknya dari pelanggaran atau penjiplakan pihak lain. Semakin kuat dan dikenal sebuah merek, semakin besar nilai ekonominya.

Biaya Merek Dagang

Bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan mereknya, memahami struktur biaya merupakan langkah penting agar dapat menyiapkan anggaran dengan tepat. Di Indonesia, biaya pendaftaran merek dagang diatur melalui ketentuan resmi pemerintah dan dapat berbeda tergantung jenis pemohon, apakah usaha besar atau pelaku UMK. Pendaftaran juga dilakukan secara online melalui DJKI sehingga tidak ada biaya tambahan di luar ketentuan resmi.

Secara garis besar, biaya pendaftaran merek meliputi:
• Biaya permohonan merek Resmi UMKM Rp. 500.000 per kelas
• Biaya permohonan merek Resmi NON UMKM Rp. 1.800.000 per kelas

Investasi dalam pendaftaran merek ini tidak hanya sekadar membayar biaya legalitas, tetapi juga memberikan perlindungan hukum, peluang komersialisasi, serta meningkatkan kepercayaan pasar. Jika dibandingkan dengan risiko sengketa atau kehilangan nama merek karena didaftarkan pihak lain, biaya pendaftaran justru jauh lebih ringan. Karena itulah pelaku usaha sebaiknya tidak menunda proses pendaftaran.

Syarat Merek Dagang

Untuk dapat diterima dan mendapatkan perlindungan hukum, merek dagang harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan substantif. Persyaratan ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menilai kelayakan merek agar tidak bertentangan dengan peraturan maupun melanggar hak pihak lain. Pemohon juga harus memastikan merek yang diajukan tidak identik atau memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar sebelumnya.

Berikut syarat umum yang harus dipenuhi:
1. Merek tidak bersifat deskriptif dan tidak menjelaskan fungsi atau jenis barang.
2. Tidak menggunakan kata yang berkaitan dengan instansi pemerintah, negara, atau simbol resmi.
3. Tidak menyerupai atau meniru merek pihak lain yang sudah terdaftar.
4. Tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan norma agama, etika, atau hukum.
5. Disertai dokumen pendukung seperti identitas pemohon dan etiket merek.

Memahami syarat ini penting agar proses pemeriksaan substantif berjalan lancar dan terhindar dari penolakan. Jika masih ragu apakah merek memenuhi syarat atau berpotensi ditolak, pelaku usaha dapat melakukan riset terlebih dahulu melalui database PDKI atau berkonsultasi dengan konsultan HKI.

Masa Berlaku Merek Dagang

Setelah merek resmi terdaftar dan sertifikat diterbitkan, perlindungan hukum berlaku dalam jangka waktu tertentu. Di Indonesia, masa berlaku merek dagang adalah 10 tahun sejak tanggal pengajuan permohonan. Selama masa perlindungan ini, pemilik merek berhak penuh atas penggunaan merek dan dapat mengambil tindakan hukum apabila ditemukan pelanggaran atau peniruan.

Sebagai catatan penting terkait masa berlaku:
• Merek dapat diperpanjang sebelum masa berlakunya habis dengan mengajukan permohonan perpanjangan.
• Masa berlaku dapat diperpanjang terus setiap 10 tahun.
• Jika masa berlaku berakhir dan tidak diperpanjang, maka hak eksklusif terhadap merek akan hilang.

Karena merek merupakan aset bernilai ekonomi, perpanjangan sangat dianjurkan agar pemilik tetap memiliki kontrol penuh atas penggunaannya. Banyak pelaku usaha yang lupa memperpanjang mereknya, dan akhirnya kehilangan hak atas nama yang telah dibangun bertahun-tahun.

 

Apa Itu Merek Dagang? Pengertian, Fungsi, dan Cara Daftarnya
Apa Itu Merek Dagang? Pengertian, Fungsi, dan Cara Daftarnya

Berapa Lama Proses Daftar Merek Dagang

Proses pendaftaran merek tidak langsung selesai setelah permohonan diajukan. Ada beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilalui, mulai dari pemeriksaan formalitas hingga pemeriksaan substantif oleh DJKI. Pada fase ini, DJKI akan memastikan bahwa merek memenuhi ketentuan hukum dan tidak mengandung unsur pelanggaran atau kesamaan dengan merek lain.

Secara umum, durasi proses dapat diringkas menjadi:
• Pemeriksaan formalitas untuk kelengkapan dokumen.
• Pemeriksaan substantif yang lebih mendalam terhadap kelayakan merek.
• Tahap pengumuman untuk melihat kemungkinan keberatan dari pihak ketiga.

Estimasi waktu proses pendaftaran merek berkisar antara 12 hingga 18 bulan hingga sertifikat resmi diterbitkan. Namun, bukti pendaftaran sudah dapat digunakan sejak hari pertama untuk kebutuhan platform bisnis, marketplace, atau legalitas usaha lainnya. Semakin cepat merek didaftarkan, semakin kuat posisi hukum pemilik dalam mengembangkan brand ke depannya.

Cara Cek Merek Dagang

Sebelum mendaftarkan merek dagang, langkah paling penting adalah melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa merek tersebut belum digunakan atau didaftarkan oleh pihak lain. Proses ini dapat dilakukan secara online melalui database resmi Pemerintah Indonesia, sehingga pemohon dapat menilai peluang merek diterima sebelum mengajukan permohonan resmi. Banyak kasus penolakan terjadi karena pemohon tidak melakukan pengecekan terlebih dahulu, padahal ini merupakan langkah preventif yang sangat membantu.

Saat melakukan pengecekan, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan, seperti kemiripan nama, desain, atau kategori kelas merek. Platform resmi menyediakan kolom pencarian untuk membantu pengguna memeriksa potensi kesamaan.

Berikut cara cek merek dagang:
1. Klik cek merek
2. pilih merek
3. ketik merek
4. klik pencarian data

Dengan pengecekan yang tepat, pemohon dapat menentukan strategi terbaik, apakah tetap menggunakan nama yang sama, melakukan modifikasi, atau memilih alternatif nama lain yang lebih aman. Proses cek merek ini tidak membutuhkan biaya dan dapat dilakukan kapan saja. Semakin dini dilakukan, semakin besar peluang untuk menghindari kendala hukum maupun risiko sengketa di kemudian hari.

Siapa yang Menerbitkan Merek Dagang

Di Indonesia, sertifikat merek dagang diterbitkan oleh lembaga resmi pemerintah yang berwenang dalam pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual. Proses penerbitan ini melalui sejumlah tahapan yang meliputi pemeriksaan administrasi, pemeriksaan substantif, hingga pengumuman publik. Setelah melewati seluruh tahapan tersebut dan tidak ada keberatan pihak ketiga, merek akan mendapatkan perlindungan hukum.

Lembaga yang bertanggung jawab dalam penerbitan merek dagang adalah:

1. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) sebagai lembaga pusat yang mengelola sistem pendaftaran merek nasional.
2. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sebagai instansi pemegang otoritas hukum tertinggi untuk urusan HKI.
3. Unit pemeriksaan substantif DJKI yang bertugas menilai kesesuaian merek dengan hukum dan tujuan penggunaan.
4. Direktorat Merek dan Indikasi Geografis sebagai unit operasional yang menangani penerbitan sertifikat.

Karena prosesnya bersifat legal dan administratif, penerbitan sertifikat merek hanya dilakukan oleh institusi negara, bukan pihak swasta. Dengan demikian, sertifikat yang diterbitkan memberikan perlindungan hukum yang sah, dapat digunakan sebagai bukti hak eksklusif, bahkan menjadi dasar dalam penindakan pelanggaran oleh pihak yang tidak berwenang menggunakan merek tersebut.

Jasa Daftar Merek Dagang Berpengalaman

Bagi sebagian pelaku usaha, proses pendaftaran merek dagang mungkin terasa cukup rumit karena melibatkan dokumen, istilah hukum, dan tahapan pemeriksaan substantif yang cukup detail. Di sinilah layanan profesional seperti PERMATAMAS hadir untuk membantu.

Dengan pengalaman dalam pengurusan merek, PERMATAMAS membantu pelaku usaha memahami aturan, menyiapkan dokumen yang benar, serta menghindari kesalahan umum yang sering menyebabkan penolakan di DJKI.

Keunggulan menggunakan jasa profesional seperti PERMATAMAS antara lain:
• Pendampingan Lengkap: Mulai dari pengecekan ketersediaan (search merek), pemilihan kelas yang tepat, pengunggahan dokumen, hingga pemantauan status di sistem DJKI.
• Konsultasi Hukum & Strategi: PERMATAMAS membantu menentukan strategi kelas merek, memastikan merek tidak bertabrakan dengan merek lain, serta memberikan solusi jika diperlukan keberatan atau banding.
• Efisiensi & Minim Risiko: Dengan tim berpengalaman, proses menjadi lebih terarah, menghemat waktu, serta meminimalkan kesalahan administrasi atau teknis.

Dengan menggunakan jasa pengurusan merek yang berpengalaman dan resmi seperti PERMATAMAS, pelaku usaha dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis tanpa khawatir mengenai proses hukum dan teknis yang cukup kompleks. Pendaftaran merek sebaiknya dilakukan sejak awal agar identitas brand aman dari plagiarisme, klaim pihak lain, maupun potensi sengketa hukum di masa depan. Semakin cepat didaftarkan, semakin kuat perlindungannya.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu merek dagang?
Merek dagang adalah identitas berupa nama, logo, simbol, atau kombinasi yang membedakan produk atau jasa dari bisnis lain.

2. Apakah pendaftaran merek wajib?
Tidak wajib, namun sangat penting untuk mendapatkan perlindungan hukum dan hak eksklusif atas penggunaan merek.

3. Siapa yang berwenang menerbitkan sertifikat merek?
DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) di bawah Kemenkumham.

4. Berapa biaya daftar merek?
UMKM mulai Rp 500.000 dan non-UMKM reguler mulai Rp 1.800.000 tergantung jumlah kelas dan tipe permohonan.

5. Berapa lama proses daftar merek?
Estimasi 12 bulan hingga sertifikat terbit, namun bukti pendaftaran dapat diperoleh dalam 1 hari kerja.

6. Bagaimana cara cek merek sebelum daftar?
Pengecekan dilakukan secara online melalui database resmi DJKI untuk memastikan tidak ada merek serupa.

7. Berapa masa berlaku sertifikat merek?
Sertifikat berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang untuk periode berikutnya.

8. Apakah merek yang belum daftar dapat diklaim orang lain?
Ya. Jika belum terdaftar, pihak lain dapat mendaftarkan atau menggunakan merek yang sama atau mirip.

9. Apakah bisa mendaftarkan merek tanpa logo?
Bisa. Merek dapat berupa nama, kata, warna, atau kombinasi tanpa logo.

10. Apakah jasa pendaftaran merek diperlukan?
Ya betul, PERMATAMAS sangat membantu untuk menghindari kesalahan administrasi dan risiko penolakan.

 

jasa pengurusan sertifikasi halal

Panduan Pendaftaran Merek HKI

Panduan Pendaftaran Merek HKI – Mendaftarkan merek bukan hanya urusan legalitas, tetapi juga investasi jangka panjang bagi pelaku usaha. Di era digital dengan pertumbuhan merek yang semakin pesat, perlindungan identitas bisnis melalui pendaftaran merek HKI menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Tanpa perlindungan hukum, potensi sengketa, pembajakan merek, hingga larangan penjualan dapat terjadi tanpa peringatan. Itulah sebabnya memahami proses pendaftaran merek HKI menjadi langkah penting sebelum usaha berkembang lebih besar.

Banyak pelaku usaha yang awalnya menganggap proses pendaftaran merek itu sulit, mahal, atau memakan waktu lama. Namun faktanya, sistem pendaftaran merek di Indonesia saat ini sudah lebih transparan dan terstruktur melalui platform resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sayangnya, masih banyak yang belum memahami persyaratan, alur, hingga waktu proses yang diperlukan sehingga permohonan sering kali berakhir dengan penolakan. Ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai prosedur dan tata cara pendaftaran merek perlu dipahami sejak awal.

Dengan memahami langkah-langkah pendaftaran, pelaku usaha dapat memperkirakan biaya, waktu, dan dokumen yang dibutuhkan secara tepat. Panduan ini akan membantu Anda memahami setiap tahap pendaftaran merek secara sistematis mulai dari persyaratan, cara cek merek, hingga estimasi durasi penerbitan sertifikat. Dengan pendekatan informatif dan praktis, Anda akan lebih siap menentukan langkah terbaik dalam melindungi identitas merek bisnis Anda.

Apa Itu Merek HKI dan Mengapa Penting?

Merek HKI bukan sekadar nama atau logo suatu produk, tetapi merupakan identitas legal yang memberikan perlindungan hak atas kepemilikan. Ketika sebuah merek terdaftar, pemilik memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, memproduksi, serta melarang pihak lain menggunakan nama atau logo serupa. Inilah yang membuat pendaftaran merek sangat esensial dalam dunia bisnis modern. Tanpa perlindungan HKI, sebuah merek hanya menjadi nama tanpa kekuatan hukum.

Di tengah persaingan bisnis saat ini, nilai sebuah merek bisa menjadi aset yang sangat berharga. Beberapa perusahaan bahkan dinilai lebih tinggi bukan karena aset fisik, tetapi karena brand value yang melekat pada produknya.

Dalam perjalanan itu, merek memiliki beberapa peran penting, seperti:
• Meningkatkan kredibilitas bisnis
• Melindungi dari pembajakan atau klaim pihak lain
• Memperkuat kepercayaan konsumen

Selain itu, mendaftarkan merek juga merupakan langkah preventif untuk menghindari sengketa di masa depan. Banyak kasus di mana pemilik bisnis harus mengganti nama produk karena nama yang digunakan ternyata sudah dimiliki pihak lain. Dengan mendaftarkan merek sejak awal, risiko tersebut dapat diminimalkan dan Anda bisa fokus pada pengembangan bisnis, produksi, dan pemasaran, tanpa harus khawatir akan pelanggaran hukum.

Syarat-Syarat yang Harus Dipenuhi Sebelum Daftar Merek

Sebelum mengajukan permohonan pendaftaran merek, ada beberapa persyaratan yang harus dipersiapkan oleh pemohon. Persyaratan ini mencakup identitas pemohon, logo atau nama yang akan didaftarkan, serta daftar barang atau jasa sesuai dengan klasifikasi Nice Class. Dokumen pendukung ini akan menjadi dasar penilaian bagi DJKI dalam proses verifikasi. Jika persyaratan tidak lengkap, permohonan dapat tertunda atau bahkan ditolak.

Syarat dasar pendaftaran merek umumnya mencakup:
1. Identitas pemohon (perorangan atau badan usaha)
2. Contoh merek dalam format digital
3. Surat pernyataan kepemilikan merek
4. Daftar kelas dan jenis barang/jasa

Setelah semua persyaratan lengkap, pemohon dapat mengajukan permohonan melalui sistem daring DJKI. Proses ini relatif mudah diakses selama pemohon mengikuti alur dan mengunggah dokumen sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan memahami persyaratan sejak awal, pemohon dapat menghindari kesalahan administrasi yang dapat memperlambat proses legalisasi merek secara keseluruhan.

Cara Cek Ketersediaan Merek Sebelum Pendaftaran

Sebelum mendaftarkan merek, pemeriksaan ketersediaan merek atau searching menjadi langkah awal yang sangat penting. Tahap ini membantu memastikan apakah nama atau logo yang akan didaftarkan masih tersedia dan belum digunakan pihak lain. Melakukan pengecekan merek dapat menghindarkan Anda dari potensi penolakan karena kemiripan atau persamaan pada pokoknya dengan merek lain yang sudah terdaftar atau sedang dalam proses.

Cara pengecekan ini meliputi:
• klik https://pdki-indonesia.dgip.go.id/ ketik merek, lalu cari
• secara otomatis akan mengetahui semua merek
• semua kelas merek dan status merek serta kepemilikan merek

Jika hasil pengecekan menunjukkan bahwa merek masih unik dan tidak memiliki kemiripan dengan merek yang sudah ada, maka besar kemungkinan permohonan akan diterima. Namun, jika ditemukan kesamaan, langkah terbaik adalah memodifikasi nama atau desain logo sebelum pengajuan. Prosedur ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga biaya agar permohonan tidak berakhir dengan penolakan.

Panduan Pendaftaran Merek HKI
Panduan Pendaftaran Merek HKI

Langkah-Langkah Pendaftaran Merek HKI Secara Online

1. Membuat Akun di Platform DJKI

Proses dimulai dengan mendaftarkan akun pada sistem daring DJKI melalui situs resmi merek.dgip.go.id. Setelah halaman terbuka, pilih menu “Daftar” lalu masukkan informasi personal seperti nama lengkap, alamat email aktif, nomor identitas (KTP/NPWP), serta data lain yang diminta sistem.
Setelah formulir selesai diisi, sistem akan mengirimkan tautan aktivasi ke email yang terdaftar. Klik tautan tersebut untuk mengaktifkan akun agar bisa digunakan dalam proses pengajuan.

2. Mengisi Formulir Permohonan Merek

Setelah akun aktif, lakukan login dan masuk ke halaman dashboard. Pilih menu “Permohonan Baru” → “Merek”. Pada tahap ini, isi data secara lengkap, mulai dari identitas pemohon hingga detail merek yang ingin didaftarkan.
Masukkan juga keterangan kategori usaha, deskripsi barang atau jasa, serta tentukan kelas merek berdasarkan Klasifikasi Nice. Pastikan pemilihan kelas sesuai dengan jenis usaha agar tidak terjadi revisi atau penolakan di kemudian hari.

3. Pembuatan Billing & Pembayaran

Jika semua data sudah sesuai, lanjutkan dengan membuat kode billing untuk pembayaran. Sistem akan menampilkan besaran tarif sesuai kategori pemohon dan jumlah kelas yang didaftarkan.
Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM, mobile banking, internet banking, atau kanal pembayaran resmi lainnya. Pastikan pembayaran dilakukan sebelum masa berlaku kode billing berakhir.

4. Mengunggah Dokumen Pendukung

Setelah pembayaran berhasil dikonfirmasi oleh sistem, langkah selanjutnya adalah mengunggah seluruh dokumen yang diperlukan, seperti:
• Contoh/etiket merek dalam format digital
• Tanda tangan pemohon
• Identitas pribadi atau legalitas usaha
Jika pemohon berasal dari kategori UMKM, lampirkan juga surat pernyataan UMK dan dokumen pendukung status usaha sebagai syarat mendapatkan tarif UMKM.

5. Memantau Progres dan Status Permohonan

Sebelum dikirimkan secara final, periksa kembali seluruh data yang sudah dimasukkan. Jika sudah sesuai, klik submit.
Selanjutnya, pemohon dapat memonitor perkembangan permohonan melalui akun DJKI. Notifikasi perubahan status akan muncul secara otomatis melalui dashboard, mulai dari tahap pemeriksaan hingga pengumuman.

Berapa Biaya Pendaftaran Merek HKI Resmi di DJKI?

Biaya pendaftaran merek HKI menjadi salah satu hal yang sering dipertanyakan oleh pelaku usaha sebelum melakukan proses pendaftaran. Pemerintah telah menetapkan biaya resmi berdasarkan kategori pemohon, yaitu apakah pemilik usaha termasuk dalam kategori UMKM atau non-UMKM (reguler). Dengan adanya pembagian kategori ini, pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan kemudahan agar perlindungan merek dapat diakses secara lebih luas dan terjangkau.

Secara umum rincian biaya resmi pendaftaran merek HKI adalah sebagai berikut:
• UMKM: Rp 500.000
• Non UMKM (Reguler): Rp 1.800.000

Perbedaan tarif ini berlaku hanya jika pemohon dapat menunjukkan bukti legalitas usaha seperti NIB, SKU, atau sertifikat usaha lainnya. Dengan biaya pendaftaran ini, perlindungan merek akan berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang. Jika dibandingkan dengan potensi kerugian akibat penggunaan merek serupa oleh pihak lain, biaya ini tergolong kecil dan merupakan investasi jangka panjang. Mendaftarkan merek sejak awal adalah strategi bisnis yang bijak dan memberikan keamanan hukum.

Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek Sampai Sertifikat Terbit?

Banyak yang beranggapan bahwa proses pendaftaran merek membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun, sistem pendaftaran saat ini sudah jauh lebih cepat dan dapat diakses secara online. Setelah melakukan pengajuan, pemohon akan menerima bukti penerimaan permohonan dengan status resmi dalam sistem DJKI. Bukti ini dapat digunakan sebagai legal reference apabila ada pihak lain yang mencoba menggunakan merek serupa dalam masa proses.

Proses waktu pendaftaran merek biasanya melalui tahapan berikut:
• Bukti pendaftaran merek: ±1 hari
• Proses pemeriksaan sampai sertifikat terbit: Estimasi ±1 tahun

Selama masa proses pemeriksaan, merek akan melalui pengecekan formalitas, substantif, dan masa pengumuman. Jika tidak ada keberatan atau penolakan dari pihak lain, maka merek akan menuju tahap penerbitan sertifikat. Walaupun prosesnya cukup panjang, melindungi merek sedini mungkin sangat penting karena merek yang tidak didaftarkan akan sulit dipertahankan bila timbul sengketa.

Tips Agar Permohonan Merek Tidak Ditolak dan Cepat Disetujui

Agar pendaftaran merek berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan permohonan. Banyak pengajuan yang ditolak bukan karena kesalahan teknis, tetapi karena merek terlalu mirip dengan merek lain, bersifat deskriptif, atau menggunakan unsur yang dilarang. Melakukan pengecekan awal dan memahami ketentuan hukum akan sangat membantu memperlancar proses.

Berikut beberapa tips yang sangat direkomendasikan:
1. Pastikan merek tidak mirip dengan yang sudah terdaftar
2. Hindari penggunaan kata yang bersifat generik atau deskriptif
3. Pastikan desain logo tidak meniru simbol resmi, bendera, atau lembaga pemerintahan

Dengan mengikuti panduan ini, peluang disetujui akan lebih besar. Jika merasa kesulitan memahami alurnya, menggunakan pendamping profesional dapat menjadi solusi agar waktu dan biaya tidak terbuang karena penolakan berulang.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Berpengalaman dan Terpercaya

Tidak semua pelaku usaha memiliki waktu untuk mempelajari prosedur pendaftaran merek secara detail. Di sinilah peran layanan profesional pendaftaran merek sangat membantu. Dengan pendampingan, proses pengecekan merek, persiapan dokumen, hingga pengajuan dapat dilakukan dengan lebih rapi dan terstruktur. Selain itu, jasa profesional dapat membantu jika terjadi penolakan atau keberatan selama proses berlangsung.

Menggunakan layanan penyedia jasa resmi memberikan manfaat seperti:
• Proses lebih cepat karena dilakukan oleh tim berpengalaman
• Menghindari kegagalan akibat kesalahan administrasi
• Konsultasi yang jelas dari awal hingga sertifikat terbit

Jika Anda membutuhkan bantuan dalam pendaftaran merek, PERMATAMAS siap mendampingi secara profesional. Dengan pengalaman menangani berbagai bidang usaha dan ribuan konsultasi, kami membantu memastikan merek Anda terlindungi secara hukum sejak awal. Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan mulai amankan merek bisnis Anda hari ini.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apakah merek wajib didaftarkan?
Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Tanpa registrasi, pemilik tidak memiliki perlindungan hukum atas nama atau logo usahanya.

2. Berapa lama perlindungan merek HKI berlaku?
Sertifikat merek berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

3. Apakah bisa daftar merek tanpa perusahaan atau PT?
Ya, pendaftaran dapat dilakukan sebagai perorangan, UMKM, atau badan usaha.

4. Bagaimana cara cek merek sudah digunakan atau belum?
Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi DJKI pada menu Pencarian Merek sebelum melakukan pendaftaran.

5. Apakah biaya pendaftaran merek berbeda untuk UMKM?
Ya. Tarif resmi pemerintah:
• UMKM: Rp 500.000
• Reguler/non-UMKM: Rp 1.800.000

6. Apa yang menyebabkan pendaftaran merek ditolak?
Biasanya karena nama mirip dengan merek lain yang sudah terdaftar, bersifat deskriptif, atau menggunakan simbol negara/institusi.

7. Kapan bukti pendaftaran dapat diterima?
Bukti resmi biasanya keluar dalam 1 hari setelah pengajuan dan pembayaran diterima sistem.

8. Apakah bukti pendaftaran bisa dipakai untuk marketplace seperti Shopee atau Tokopedia?
Ya, sebagian marketplace menerima bukti pendaftaran sebagai validasi brand selama menunggu sertifikat terbit.

9. Apakah saya perlu ahli hukum untuk daftar merek?
Tidak wajib, tetapi menggunakan layanan profesional dapat menghindari kesalahan penulisan, klasifikasi, hingga penolakan.

10. Apa keuntungan menggunakan jasa pendaftaran merek?
PERMATAMAS Proses lebih cepat, dokumen rapi, pengecekan merek lebih akurat, dan pendampingan full sampai sertifikat terbit.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya

Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya – Dalam proses pendaftaran merek di Indonesia, banyak pemilik usaha mengalami kendala karena kurang memahami aturan, prosedur, dan kriteria pemeriksaan merek oleh DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Masalah seperti penolakan, kemiripan dengan merek lain, hingga ketidaklengkapan dokumen sering terjadi dan membuat proses menjadi lebih panjang.

Bahkan beberapa merek akhirnya gagal terdaftar dan harus melakukan banding atau mendaftar ulang. Masalah merek HKI umumnya terjadi karena kurangnya riset awal sebelum pendaftaran. Banyak pelaku usaha langsung mengajukan permohonan tanpa memeriksa apakah nama merek sudah digunakan, serupa, atau termasuk kategori yang tidak dapat didaftarkan. Di sisi lain, banyak juga yang mendaftarkan merek ke kelas yang tidak sesuai dengan kategori produk atau jasa yang dimiliki.

Beberapa penyebab umum masalah pendaftaran merek meliputi:
• Kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar
• Salah memilih kelas merek
• Unsur merek terlalu umum atau deskriptif
• Dokumen dan data pemohon tidak sesuai

Karena itu, memahami penyebab potensi penolakan sejak awal dapat membantu mempercepat proses dan mengurangi resiko gagal. Artikel ini membahas penyebab, cara mengecek status merek, dan solusi jika merek ditolak agar pelaku usaha dapat mengurus HKI dengan tepat.

Kenapa Banyak Merek HKI Mengalami Penolakan?

Penolakan dalam pendaftaran merek bukan hal baru. Banyak pelaku usaha mengira bahwa selama nama tersebut unik bagi mereka, maka otomatis dapat didaftarkan. Padahal DJKI memiliki standar penilaian hukum yang ketat untuk memastikan tidak terjadi tumpang tindih merek dan potensi sengketa.

Salah satu penyebab terbesar penolakan adalah kesamaan dengan merek lain. Meski tidak identik 100%, kemiripan fonetik, visual, atau konsep dapat dianggap menyesatkan atau membingungkan konsumen. Penolakan juga sering terjadi karena merek mengandung kata-kata umum atau deskriptif, misalnya “Sabun Wangi”, “Juice Fresh”, atau “Kopi Enak”.

Beberapa alasan penolakan merek antara lain:
1. Mirip atau sama dengan merek yang sudah terdaftar
2. Mengandung unsur deskriptif atau umum
3. Menggunakan simbol negara, institusi, atau kata yang dilarang
4. Tidak sesuai dengan kelas produk yang diajukan
Dengan memahami standar ini, pemohon dapat melakukan persiapan lebih matang sebelum mendaftarkan mereknya.

Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya
Masalah Merek HKI: Penyebab Penolakan, Cara Cek, dan Solusi Pendaftarannya

Penyebab Umum Penolakan Merek HKI oleh DJKI

Penolakan merek adalah bagian dari proses evaluasi resmi agar pendaftaran HKI tetap objektif dan melindungi hak pemilik merek lain. Banyak pemilik usaha baru mengetahui alasan penolakan setelah mendapatkan surat tertulis dari DJKI, padahal sebagian besar penyebabnya bisa dicegah sejak awal.

Salah satu kesalahan fatal adalah tidak melakukan pengecekan merek (searching) sebelum pendaftaran. Banyak pemilik usaha langsung mendaftarkan nama merek tanpa mengecek database resmi, sehingga kemungkinan besar bentrok dengan merek eksisting.

Penyebab umum penolakan antara lain:
• Nama merek terlalu generik atau deskriptif
• Mengandung unsur geografis tanpa ciri pembeda
• Mengandung kata yang menyesatkan konsumen
• Mirip dengan merek lain di kelas yang sama

Kesadaran untuk melakukan riset awal menjadi kunci agar proses berjalan lancar.

Cara Cek Status Pendaftaran Merek HKI Secara Online

Setelah mengajukan permohonan merek, pemohon dapat memantau perkembangan statusnya melalui platform digital yang disediakan DJKI. Ini penting untuk memastikan tidak ada pemberitahuan keberatan atau pemeriksaan substantif yang terlewat, karena beberapa tahap memiliki batas waktu tanggapan.

Cara cek status merek dapat dilakukan melalui:
1. Masuk ke website resmi DJKI
2. Pilih menu pencarian atau “tracking” merek
3. Masukkan nomor permohonan atau nama merek
4. Periksa detail status di menu pemeriksaan atau publikasi

Pemantauan status secara berkala membantu pemilik usaha mengetahui apakah permohonannya berjalan normal atau memerlukan tindakan lanjutan.

Solusi Mengatasi Penolakan Merek HKI

Jika merek mengalami penolakan, bukan berarti proses harus berhenti. Pemohon masih memiliki kesempatan memberikan sanggahan melalui jalur keberatan resmi sebelum dinyatakan gagal atau harus daftar ulang.

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:
• Mengajukan sanggahan dengan dasar hukum
• Memperbaiki unsur merek yang dianggap bermasalah
• Menambahkan argumentasi diferensiasi dan bukti penggunaan

Mengajukan banding membutuhkan argumentasi yang kuat dan pemahaman hukum merek. Karena itu, banyak pemilik usaha memilih menggunakan jasa konsultan HKI profesional agar proses tidak salah langkah dan tetap sesuai prosedur legal.
Bagaimana Jika Merek HKI Mirip atau Sama dengan Merek Lain?

Ketika DJKI menemukan bahwa merek yang diajukan memiliki kemiripan dengan merek lain, baik dari segi fonetik, tampilan visual, atau konsep, maka potensi penolakan sangat besar. Banyak pemilik usaha menganggap bahwa selama nama merek tidak sama persis, maka aman. Namun dalam praktiknya, merek yang mirip pun bisa ditolak apabila dianggap menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Contohnya, jika sudah ada merek “PERMATAMAS” lalu seseorang mendaftarkan “PERMATA EMAS” di kelas produk yang sama, DJKI dapat menyatakan kemiripan karena pengucapannya mendekati. Selain itu, kemiripan di kategori bisnis (kelas merek) juga berpengaruh meskipun desain logo berbeda.

Contoh kondisi yang dianggap mirip menurut DJKI:
1. Mirip bunyi atau pengucapan (fonetik)
2. Mirip bentuk penulisan, warna, atau elemen logo (visual)
3. Mirip konsep, arti, atau asosiasi (konseptual)

Pemohon biasanya harus memberikan argumentasi hukum, alasan pembeda, dan bukti penggunaan jika ingin melanjutkan proses. Jika langkah ini tidak dilakukan dengan tepat, pemohon bisa diwajibkan mengganti nama merek dan mengajukan pendaftaran ulang.

Tips Daftar Merek HKI agar Tidak Ditolak DJKI

Mendaftarkan merek bukan hanya soal menciptakan nama yang unik, tetapi memahami regulasi dan langkah teknis yang benar. Banyak pelaku usaha berhasil lolos hanya dengan mengikuti beberapa prinsip dasar dalam perencanaan merek.

Beberapa tips agar merek tidak ditolak DJKI:
• Pastikan nama merek tidak mirip dengan merek lain atau yang unik
• Hindari kata deskriptif seperti “Manis”, “Herbal”, atau “Segar”
• Pilih kelas merek sesuai produk dan peruntukan
• Gunakan kombinasi elemen yang membedakan (logo, tagline, font)

Selain itu, penting melakukan pengecekan merek sebelum diajukan agar menghindari risiko bentrok dengan pendaftaran lain. Dengan persiapan yang tepat, peluang merek lolos jauh lebih besar dan proses menjadi lebih singkat.

Jasa Pendampingan Merek HKI untuk Mengurus Keberatan dan Penolakan

Tidak semua pemohon memahami prosedur hukum, istilah regulasi, atau cara menanggapi keberatan DJKI. Karena itu, banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa konsultan profesional agar permohonan merek dapat berjalan dengan benar dari awal sampai selesai.

PERMATAMAS Indonesia telah berpengalaman menangani berbagai kasus, mulai dari pendaftaran merek baru, keberatan karena kemiripan, hingga permohonan banding akibat penolakan. Pendampingan yang tepat memberikan manfaat signifikan bagi pelaku usaha yang ingin menjalankan proses pendaftaran tanpa risiko kesalahan administratif.

Jika Anda:
• Sudah daftar merek tapi ditolak
• Belum menentukan kelas merek yang tepat
• Ingin daftar merek untuk syarat marketplace, BPOM, atau izin edar Kemenkes

Maka konsultasi dengan tim profesional akan membantu menghindari kesalahan yang merugikan waktu dan biaya. PERMATAMAS siap membantu proses pendaftaran hingga terbit sertifikat merek resmi dari DJKI.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Kenapa merek saya ditolak DJKI?
Karena dianggap mirip merek lain, mengandung kata umum, atau tidak memenuhi unsur pembeda.

2. Apa langkah pertama jika merek saya ditolak?
Ajukan keberatan resmi dengan argumen hukum dalam batas waktu yang diberikan DJKI.

3. Berapa lama proses pendaftaran merek?
Rata-rata 10–14 bulan hingga sertifikat terbit.

4. Apakah saya boleh mengganti nama setelah pengajuan?
Tidak. Jika ingin ganti nama, harus daftar ulang.

5. Apakah saya perlu menentukan kelas merek?
Ya, karena kelas merek menentukan perlindungan hukum produk atau jasa.

6. Bisakah merek yang mirip tetap lolos?
Bisa, jika dapat dibuktikan bahwa unsur pembeda kuat dan tidak menyesatkan publik.

7. Apakah logo perlu didaftarkan terpisah?
Jika ingin perlindungan khusus logo, ya.

8. Bagaimana cara cek status pendaftaran merek?
Melalui sistem resmi DJKI (INTELLECTUAL PROPERTY DATABASE).

9. Apakah pendaftaran merek bisa untuk Shopee Mall atau BPOM?
Ya, pendaftaran merek sering menjadi syarat verifikasi.

10. Apakah PERMATAMAS melayani pendaftaran merek?
Ya, PERMATAMAS menyediakan jasa konsultasi dan pendaftaran merek lengkap hingga terbit sertifikat.

jasa pengurusan sertifikasi halal

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID