Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima – Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, merek memiliki peran penting sebagai identitas sekaligus aset berharga yang membedakan produk atau jasa Anda dari pesaing. Namun, tidak semua pengajuan pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dapat langsung diterima. Banyak permohonan yang ditolak karena berbagai alasan, mulai dari kesamaan dengan merek lain, kesalahan administrasi, hingga kurangnya pemahaman tentang prosedur yang benar. Oleh karena itu, memahami strategi dan tips agar daftar merek HKI diterima menjadi langkah penting bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi legalitas bisnisnya.

Melalui artikel ini, PERMATAMAS akan membahas secara komprehensif berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pendaftaran merek, mulai dari pemeriksaan nama, penentuan kelas merek, kelengkapan dokumen, hingga tahapan pemeriksaan substantif di DJKI. Dengan memahami langkah-langkah ini, Anda dapat meningkatkan peluang diterimanya permohonan merek sekaligus memperkuat posisi hukum bisnis Anda di pasar.

Mengapa Penting Memahami Prosedur Daftar Merek HKI Sejak Awal

Merek merupakan identitas hukum yang membedakan produk atau jasa satu pelaku usaha dengan yang lain. Pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk melindungi aset bisnis Anda dari risiko peniruan dan sengketa. Namun, banyak pengusaha — terutama pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM) — belum memahami prosedur dan persyaratan yang benar dalam mendaftarkan merek. Akibatnya, tidak sedikit pengajuan merek ditolak karena alasan administratif, kesamaan nama, atau kesalahan klasifikasi produk.

Sebelum mengajukan merek, penting memahami apa yang dimaksud dengan pendaftaran merek, mengapa penting dilakukan, siapa yang berhak mendaftar, kapan waktu terbaik mengajukan, di mana proses dilakukan, dan bagaimana langkah-langkahnya. Dengan pemahaman ini, peluang diterimanya merek Anda oleh DJKI akan jauh lebih besar.

Bagi Anda yang ingin memastikan proses pengajuan berjalan lancar dan sesuai aturan, Anda dapat memanfaatkan layanan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS profesional yang telah berpengalaman membantu ribuan pelaku usaha mendapatkan perlindungan merek resmi.

Cek Ketersediaan Nama Sebelum Daftar Merek HKI di DJKI

Langkah pertama sebelum mendaftarkan merek adalah melakukan pencarian atau pengecekan ketersediaan nama. Ini penting untuk memastikan bahwa merek yang akan diajukan belum terdaftar oleh pihak lain dalam kelas barang atau jasa yang sama. Pemeriksaan awal ini dapat dilakukan melalui situs resmi DJKI di pdki-indonesia.dgip.go.id, di mana Anda bisa mencari merek berdasarkan nama, nomor permohonan, atau nama pemilik.

Melalui proses ini, Anda dapat menghindari potensi penolakan karena kesamaan atau kemiripan merek. Misalnya, jika Anda berencana mendaftarkan merek sabun dengan nama “PERMATAMAS”, sementara sudah ada merek “PERMATA MAS”, maka DJKI bisa menolak permohonan Anda karena dianggap memiliki persamaan pada pokoknya.

Proses ini termasuk dalam tahap interest pada struktur AIDA — yaitu membangun ketertarikan untuk mempelajari langkah-langkah penting agar pendaftaran merek tidak sia-sia. Jika Anda ragu dalam tahap ini, layanan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS siap membantu melakukan riset menyeluruh sebelum pengajuan resmi.

Berikut Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Kelas merek menentukan ruang lingkup perlindungan hukum Anda. Dalam sistem internasional, klasifikasi merek dibagi ke dalam 45 kelas berdasarkan Nice Classification. Kesalahan dalam memilih kelas dapat membuat perlindungan hukum menjadi tidak relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Misalnya, jika Anda menjual kosmetik tetapi mendaftarkan merek di kelas minuman, maka perlindungan hukum tidak akan berlaku untuk produk Anda.

Penting bagi pelaku usaha untuk memahami perbedaan antara kelas barang (1–34) dan kelas jasa (35–45). Pilih kelas yang benar-benar menggambarkan produk atau jasa Anda di pasar. Jika bisnis Anda memiliki beragam produk, pertimbangkan untuk mendaftarkan merek di lebih dari satu kelas agar perlindungan hukum lebih luas.

Di sinilah peran jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS menjadi penting — karena konsultan yang berpengalaman akan membantu menentukan kelas yang paling tepat dan relevan sesuai karakter bisnis Anda.

Hindari Kesamaan dengan Merek Terdaftar agar Pengajuan Tidak Ditolak

Salah satu penyebab utama penolakan merek oleh DJKI adalah adanya kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar. Kesamaan tersebut bisa berupa bunyi, tampilan, atau arti kata. Contohnya, jika terdapat merek “PERMATAMAS” dan Anda mengajukan merek “PERMATA MAS”, maka DJKI bisa menilai kedua merek memiliki kemiripan fonetik dan visual sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Agar merek Anda diterima, buatlah merek yang unik, khas, dan tidak meniru unsur merek lain. Hindari pula penggunaan istilah generik seperti “Segar”, “Enak”, atau “Bersih” yang sulit mendapat perlindungan hukum. Gunakan nama yang memiliki karakter kuat, mudah diingat, dan tidak menyinggung pihak lain. Sebagai tambahan, sebaiknya lakukan pencarian banding menggunakan berbagai variasi ejaan atau bentuk singkatan.

Jika Anda bekerja sama dengan konsultan jasa pendaftaran merek HKI  tim ahli akan membantu melakukan analisis kesamaan dengan database DJKI untuk memperkecil risiko penolakan.

Lengkapi Dokumen dan Data Pengajuan Daftar Merek HKI Secara Benar

Tahapan administrasi menjadi faktor penentu dalam proses pendaftaran merek. Banyak permohonan yang gagal bukan karena nama merek bermasalah, tetapi karena dokumen tidak lengkap atau salah input data.

Adapun dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain:
1. Salinan identitas pemohon (KTP atau data perusahaan).
2. Etiket atau logo merek dalam format JPG/PNG.
3. Surat pernyataan kepemilikan merek.
4. Bukti pembayaran biaya permohonan.
5. Surat kuasa (jika diajukan melalui konsultan HKI).

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman resmi https://merek.dgip.go.id/login  dengan akun yang telah terverifikasi. Pastikan semua dokumen diunggah sesuai format yang ditentukan agar proses tidak tertunda.

TIPS AGAR DAFTAR MEREK HKI DI TERIMA
TIPS AGAR DAFTAR MEREK HKI DI TERIMA

Perhatikan Tahapan Pemeriksaan Substantif dalam Pendaftaran Merek HKI

Setelah pengajuan diterima, DJKI akan melakukan pemeriksaan administratif untuk memastikan kelengkapan dokumen, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan substantif selama kurang lebih 150 hari kerja. Pada tahap substantif inilah petugas DJKI akan menilai apakah merek Anda memenuhi unsur pendaftaran, tidak meniru merek lain, dan layak memperoleh perlindungan hukum.

Selain itu, sebelum sertifikat diterbitkan, merek akan diumumkan dalam Berita Resmi Merek selama 2 bulan untuk memberi kesempatan kepada pihak lain mengajukan keberatan. Jika tidak ada sanggahan, maka merek akan disetujui dan sertifikat resmi diterbitkan.

Pemantauan terhadap proses ini penting dilakukan secara berkala. Mengandalkan jasa pendaftaran merek HKI akan memudahkan Anda memonitor status permohonan dan menangani keberatan apabila muncul dari pihak ketiga.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Pengalaman

Mengurus pendaftaran merek sendiri memang bisa dilakukan, tetapi tidak semua pelaku usaha memiliki waktu, pemahaman hukum, dan strategi agar mereknya diterima. Di sinilah peran jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS profesional menjadi sangat membantu. Dengan pengalaman menangani ribuan pengajuan merek di seluruh Indonesia, tim ahli kami memahami setiap prosedur, risiko penolakan, hingga cara mengajukan sanggahan apabila merek mendapatkan keberatan dari pihak lain.

Selain itu, layanan ini tidak hanya terbatas pada pengajuan merek baru, tetapi juga mencakup pembaharuan merek, pengalihan hak merek, perpanjangan, hingga konsultasi hukum merek. Dengan dukungan sistem monitoring digital, Anda dapat mengetahui perkembangan permohonan secara transparan.

Jika Anda pelaku usaha yang serius ingin melindungi aset intelektual, jangan menunda. Segera hubungi jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS agar pengajuan merek Anda diterima oleh DJKI dan memiliki kekuatan hukum penuh di Indonesia.

Pentingnya Mendaftar Merek HKI

Mengetahui cara dan tips agar daftar merek HKI diterima adalah langkah awal untuk membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Mulai dari memahami prosedur, memeriksa ketersediaan nama, menentukan kelas barang atau jasa, hingga melengkapi dokumen dengan benar — semuanya berpengaruh terhadap keberhasilan pengajuan merek Anda.

Dengan dukungan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS yang berpengalaman, proses menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai peraturan. Lindungi merek Anda hari ini, karena merek bukan hanya nama — tetapi identitas dan kekuatan hukum yang menentukan nilai bisnis Anda di masa depan.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Syarat Mendaftar Merek HAKI

Syarat Mendaftar Merek HAKI – Dalam dunia bisnis modern yang semakin kompetitif, mendaftarkan merek HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) menjadi langkah penting untuk melindungi identitas dan reputasi usaha Anda. Banyak pelaku usaha yang masih menyepelekan pentingnya pendaftaran merek, padahal merek merupakan aset tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Artikel ini akan membahas secara informatif dan edukatif tentang syarat mendaftar merek HAKI, mulai dari biaya, tahapan, hingga manfaatnya bagi pemilik usaha.

Apa Saja Syarat Mendaftar HAKI?

Sebelum melakukan pendaftaran, penting untuk memahami syarat-syarat yang harus dipenuhi agar prosesnya berjalan lancar. Secara umum, pengajuan pendaftaran merek HAKI dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI.

Syarat Mendaftar Merek HKI

Bila Pemohonnya atas nama Pribadi yang harus disiapkan
1. Tulisan Merek dan Logo
2. KTP (kartu Tanda Penduduk)
3. No Hp dan Alamat Email
4. Contoh Tanda Tangan Digital
5. Kelas Merek yang akan didaftarkan

Pemohon Merek HAKI atas Nama Perusahaan
1. Tulisan Merek dan Logo
2. KTP (kartu Tanda Penduduk) Direktur
3. No Hp dan Alamat Email
4. Contoh Tanda Tangan Digital
5. Kelas Merek yang akan didaftarkan
6. Legalitas PT/CV Seperti Akta pendirian, SK Pengesahaan NPWP dan NIB

Pastikan merek yang akan didaftarkan belum digunakan atau mirip dengan merek lain. Anda dapat melakukan penelusuran merek terlebih dahulu di laman resmi DJKI untuk memastikan ketersediaannya.

Selanjutnya, pemohon wajib menyiapkan contoh merek dalam bentuk gambar atau tulisan yang jelas, beserta daftar jenis barang atau jasa yang akan dilindungi. Semua dokumen tersebut harus dilengkapi dengan surat pernyataan kepemilikan merek, serta tanda tangan pemohon atau kuasanya jika dikuasakan kepada pihak lain seperti konsultan HKI.

Daftar Merek HAKI Biaya Berapa?

Biaya pendaftaran merek HAKI tergantung pada status pemohon dan jumlah kelas barang atau jasa yang diajukan.

Berdasarkan ketentuan terbaru dari DJKI, rincian biaya resmi (PNBP) adalah sebagai berikut:
• UMKM: Rp500.000 per kelas barang/jasa.
• Non-UMKM / Perusahaan besar: Rp1.800.000 per kelas barang/jasa.
•Tempat pendaftaran: Melalui situs resmi DJKI 👉 https://merek.dgip.go.id/
• Keunggulan pendaftaran online: proses lebih mudah, cepat, dan transparan.
Biaya di atas hanya mencakup pungutan resmi negara.

Jika menggunakan jasa konsultan HKI profesional, akan ada tambahan biaya untuk:
• Pengurusan dan pengisian dokumen pendaftaran.
• Konsultasi hukum dan strategi perlindungan merek.
• Penelusuran merek (searching) untuk menghindari kesamaan dengan merek lain.
Penggunaan jasa ini sangat membantu karena proses pendaftaran bisa memakan waktu berbulan-bulan dan memerlukan pemahaman tentang regulasi kekayaan intelektual.
Investasi dalam pendaftaran merek sangat penting bagi kelangsungan usaha.

Meskipun biaya terlihat bervariasi, pendaftaran merek:
• Melindungi dari potensi pelanggaran merek dagang di masa depan.
• Meningkatkan nilai tambah bisnis dan kepercayaan konsumen.
• Memberikan hak eksklusif untuk menggunakan merek secara hukum selama 10 tahun (dapat diperpanjang).

Bagaimana Mendaftarkan Hak Merek ke HAKI?

Proses pendaftaran hak merek ke HAKI kini semakin mudah karena sudah dapat dilakukan secara online melalui website DJKI. Langkah pertama adalah membuat akun resmi di sistem e-merek. Setelah itu, Anda perlu mengisi formulir pendaftaran yang mencakup identitas pemohon, deskripsi merek, dan klasifikasi barang atau jasa.

Selanjutnya, Anda harus mengunggah dokumen pendukung, seperti logo atau desain merek, surat pernyataan kepemilikan, serta bukti pembayaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Setelah semua data lengkap, sistem akan mengeluarkan tanda terima permohonan pendaftaran.

Proses berikutnya adalah pemeriksaan formalitas dan substantif. Tahapan ini memastikan bahwa merek yang diajukan tidak melanggar ketentuan hukum atau menyerupai merek lain yang sudah terdaftar.

Bila tidak ada keberatan atau penolakan, DJKI akan menerbitkan sertifikat merek resmi yang berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang. Proses ini memakan waktu sekitar 8–12 bulan, tergantung kondisi administrasi dan antrian di DJKI.

Syarat Mendaftar Merek HAKI
Syarat Mendaftar Merek HAKI

Apakah Ada Jenis HAKI?

Ya, tentu saja. Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terbagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing memiliki fungsi dan perlindungan berbeda. Pertama, ada hak cipta (copyright) yang melindungi karya seni, tulisan, musik, film, dan desain grafis. Kedua, paten (patent) untuk melindungi penemuan atau inovasi teknologi yang memiliki nilai baru dan orisinal.

Ketiga, terdapat desain industri (industrial design) yang melindungi tampilan estetika produk, seperti bentuk, pola, atau warna. Keempat, indikasi geografis (GI) yang melindungi produk khas suatu daerah seperti kopi Gayo atau tenun ikat Sumba. Terakhir, yang paling sering digunakan oleh pelaku usaha adalah merek dagang (trademark) yang melindungi nama, logo, atau simbol bisnis.

Dengan memahami jenis-jenis HAKI tersebut, pelaku usaha dapat menentukan kategori perlindungan yang tepat sesuai dengan karakteristik produknya. Hal ini juga membantu menghindari konflik hukum di kemudian hari.

Komponen Apa Saja yang Harus Ada dalam Pengajuan HAKI?

Dalam pengajuan HAKI, terdapat beberapa komponen penting yang wajib dilengkapi agar permohonan diterima oleh DJKI. Pertama adalah identitas pemohon seperti KTP, NPWP, atau akta perusahaan. Kedua, contoh merek dalam format visual yang jelas (file PNG atau JPEG dengan ukuran maksimal 2MB).

Selain itu, Anda juga harus mencantumkan klasifikasi produk atau jasa berdasarkan daftar yang diatur oleh DJKI. Komponen berikutnya adalah surat pernyataan kepemilikan merek yang menyatakan bahwa merek tersebut adalah milik sah pemohon dan tidak meniru pihak lain. Terakhir, jangan lupa melampirkan bukti pembayaran biaya resmi pendaftaran.

Dengan menyiapkan semua komponen secara lengkap, proses pengajuan merek akan lebih cepat dan minim risiko penolakan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa ulang kelengkapan dokumen sebelum mengajukan permohonan ke sistem DJKI.

Apa Perbedaan antara Merek HAKI Produk dan Merek HAKI Pribadi?

Perbedaan utama antara merek HAKI produk dan merek HAKI pribadi terletak pada kepemilikan dan tujuan penggunaannya. Merek HAKI produk biasanya dimiliki oleh perusahaan, UMKM, atau badan usaha yang menjual barang atau jasa secara komersial. Tujuannya adalah untuk membangun identitas merek dan melindungi produk dari plagiarisme.

Sedangkan merek HAKI pribadi biasanya didaftarkan oleh perorangan, misalnya seniman, desainer, atau freelancer yang ingin melindungi hasil karya pribadinya. Meskipun secara hukum perlindungannya sama, namun perbedaan status ini dapat memengaruhi dokumen pendukung yang diperlukan saat mendaftar.

Mengetahui perbedaan ini sangat penting agar Anda dapat memilih jenis perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan cara ini, hak hukum atas merek dapat diakui secara sah dan tidak mudah diganggu pihak lain.

Kapan Seseorang Dapat Mendaftar HAKI?

Seseorang dapat mendaftarkan HAKI kapan saja, bahkan sebelum produk diluncurkan ke pasaran. Sebaiknya, proses pendaftaran dilakukan sejak tahap perencanaan merek agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari.

Namun, bila produk sudah beredar tanpa pendaftaran, sebaiknya segera lakukan pengajuan sebelum pihak lain menggunakan merek serupa. Dalam praktiknya, “siapa yang mendaftar lebih dulu” akan memiliki hak eksklusif atas merek tersebut di mata hukum. Oleh karena itu, waktu pendaftaran menjadi sangat krusial untuk menghindari klaim dari pihak lain.

Pendaftaran sejak dini juga memberikan jaminan hukum dan kepercayaan lebih besar bagi mitra bisnis dan konsumen. Dengan perlindungan merek, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan inovasi tanpa takut kehilangan identitas mereknya.

Jasa Pengurusan Pendaftaran Merek HAKI

Mengurus pendaftaran merek sendiri memang memungkinkan, tetapi sering kali rumit bagi yang belum familiar dengan prosedur DJKI. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha yang memilih menggunakan jasa pengurusan pendaftaran merek profesional seperti PERMATAMAS Indonesia, yang berpengalaman dalam menangani berbagai kategori merek dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut pengalaman kami, proses pendaftaran merek yang dilakukan dengan dokumen lengkap dan benar biasanya memakan waktu antara 8–12 bulan hingga sertifikat terbit. Tim kami membantu mulai dari pengecekan merek, penyusunan dokumen hukum, hingga pendaftaran resmi ke DJKI.

Jika Anda membutuhkan panduan profesional, PERMATAMAS Indonesia siap membantu Anda mendaftarkan merek dagang agar memiliki perlindungan hukum yang sah dan kuat. Segera lindungi merek Anda sebelum digunakan orang lain. Hubungi kami melalui situs resmi www.merekhki.com untuk mendapatkan konsultasi gratis dan informasi lengkap mengenai biaya serta prosedur pendaftaran merek HAKI.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

 

jasa urus izin edar pkrt

Cara Daftar Merek HKI Online

Cara Daftar Merek HKI Online
Cara Daftar Merek HKI Online

Apa Itu Merek HKI?

Merek HKI adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk identitas usaha berupa nama, logo, simbol, atau bentuk grafis lainnya. Dengan mendaftarkan merek HKI, pemilik usaha mendapatkan dokumen resmi berupa sertifikat hukum dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai bukti kepemilikan yang sah.

Mengapa Mendaftarkan Merek HKI itu Penting?

Bagi seorang pengusaha, memiliki merek HKI yang terdaftar memberikan perlindungan hukum serta berbagai keuntungan. Merek HKI memastikan usaha merekHKI.com terhindar dari pembajakan atau peniruan, meningkatkan kredibilitas, dan membuat brand lebih mudah dikenal oleh konsumen.
Selain itu, dengan memiliki hak eksklusif atas merek, merekHKI.com dapat memberikan lisensi kepada pihak lain yang ingin menggunakan merek HKI tersebut. Hal ini tidak hanya melindungi brand, tetapi juga bisa membuka peluang usaha baru melalui kerja sama bisnis.

Baca juga : Pentingnya merek dan logo untuk dilindungi

Manfaat Merek HKI?

✅ Melindungi Identitas Usaha
Terhindar dari pembajakan atau penggunaan tidak sah oleh pihak lain.
✅ Mempermudah Promosi
Merek HKI memberikan identitas yang jelas, membuat produk lebih mudah dikenali konsumen.
✅ Hak Eksklusif
Pemilik merek HKI memiliki kendali penuh atas distribusi atau pemberian lisensi merek ke pihak lain.
✅ Ciri Pembeda dari Kompetitor
Merek HKI yang unik menjadi elemen kunci pembeda dari produk atau layanan saingan.

Cara Daftar Merek HKI Online dengan mudah

Ingin melindungi identitas usaha kamu? Daftarkan merek HKI secara online melalui sistem resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Berikut panduannya:
Persiapkan Dokumen yang Diperlukan:
1. Desain etiket atau label merek
2. Tanda tangan pemilik atau kuasa
3. Surat keterangan/Rekomendasi UKM binaan (jika termasuk kategori UMKM)

Baca juga : Perbedaan Merek dan Logo HKI di Indonesia

Prosedur Pendaftaran Merek HKI via Online:

1. Buat akun terlebih dahulu di situs resmi DJKI: https://merek.dgip.go.id
2. Login dan klik “Permohonan Baru” untuk memulai proses pendaftaran
3. Isi data dengan lengkap, mulai dari informasi pemohon, deskripsi merek, hingga klasifikasi produk/jasa yang akan didaftarkan
4. Pesan kode billing melalui situs http://simpaki.dgip.go.id, lalu lakukan pembayaran via ATM atau mobile banking
5. Unggah dokumen persyaratan, pastikan semua informasi akurat dan sesuai
6. Setelah semua selesai, simpan bukti pendaftaran (tanda terima) untuk keperluan administrasi

Estimasi Proses Pendaftaran Merek HKI

Pendaftaran merek HKI secara online umumnya memakan waktu antara 9 hingga 12 bulan. Durasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat mempercepat atau memperlambat proses, seperti kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan substantif, dan adanya kemungkinan keberatan dari pihak ketiga. Namun, penting untuk memahami setiap tahapannya untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang waktu yang dibutuhkan

Pendaftaran merek HKI dikenakan biaya berdasarkan jenis pemohon dan jumlah kelas yang didaftarkan. Berikut rincian biayanya:
1. Umum (perorangan/badan usaha non-UMK): Rp 1.800.000 per kelas
2. UMKM (Usaha Mikro dan Kecil): Rp 500.000 per kelas
Catatan: UMKM wajib melampirkan Surat Keterangan UKM Binaan agar mendapatkan tarif khusus. Tanpa dokumen ini, biaya akan mengikuti tarif umum. Jika Anda ingin mendaftarkan lebih dari satu kelas, biaya akan dikalikan sesuai jumlah kelas yang dipilih.

Baca juga : Jasa Pengalihan Merek HKI Karena Jual Beli atau Waris

Cek Proses Secara Berkala

Proses pendaftaran tidak berhenti setelah pengajuan. Anda bisa memantau status permohonan melalui akun yang sudah dibuat. Setiap tahapan seperti pengumuman, pemeriksaan substantif, hingga penerbitan sertifikat akan ditampilkan dalam sistem secara berkala

Tips Agar Pendaftaran Merek HKI Lancar

1. Periksa Ketersediaan Merek Terlebih Dahulu: Sebelum mengajukan pendaftaran, pastikan merek yang Anda ajukan belum digunakan oleh pihak lain. Lakukan pengecekan melalui sistem Pangkalan Data Kekayaan Intelektual untuk memastikan merek Anda masih tersedia. Hal ini dapat menghindarkan Anda dari penolakan yang memperpanjang proses.
2. Siapkan Dokumen Secara Lengkap dan Akurat: Pastikan seluruh dokumen yang diperlukan, seperti label merek dan surat keterangan UKM (jika applicable), sudah disiapkan dengan baik. Kesalahan atau kelengkapan dokumen yang kurang dapat memperlambat proses pendaftaran.
3. Pertimbangkan Konsultasi dengan Ahli HKI: Jika Anda merasa kesulitan atau khawatir ada bagian yang terlewat, pertimbangkan untuk menggunakan jasa konsultan hukum atau penyedia layanan seperti PERMATAMAS yang dapat membantu mempercepat proses pendaftaran merek Anda.

Baca juga : Jasa Banding Merek HKI Pengalaman

Dengan memahami estimasi proses pendaftaran merek HKI dan faktor-faktor yang mempengaruhi, Anda akan lebih siap menghadapi setiap tahapannya. Pendaftaran merek HKI merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi identitas dan reputasi usaha Anda, sehingga penting untuk melakukan proses ini dengan tepat. Dengan bantuan profesional dari PERMATAMAS, Anda bisa memastikan bahwa merek Anda akan terdaftar dengan proses yang lebih cepat dan minim kendala.

Konsultasi Pendaftaran Merek HKI 

Telp/WA : 085777630555
Website : www.merekhki.com
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID