Apa Itu Jasa Merek HKI

Apa Itu Jasa Merek HKI – Merek bukan sekadar nama atau logo produk; ia adalah identitas dan aset berharga yang membedakan usaha Anda dari kompetitor, membangun kepercayaan konsumen, dan meningkatkan nilai jual bisnis. Namun, proses mendaftarkan merek agar memiliki perlindungan hukum yang sah di Indonesia bisa rumit dan memakan waktu, terutama bagi pelaku usaha baru atau UMKM.

Inilah peran jasa merek HKI. Layanan ini membantu pelaku usaha memastikan nama, logo, dan identitas bisnis terlindungi secara resmi oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Jasa ini menangani seluruh proses, mulai dari pengecekan ketersediaan merek, persiapan dokumen, hingga penerbitan sertifikat resmi.

Panduan berikut akan membahas secara lengkap mengenai apa itu jasa merek HKI, mengapa penting bagi pelaku usaha, jenis layanan yang tersedia, biaya, serta tips memilih penyedia jasa yang tepat. Dengan panduan ini, Anda akan memahami manfaat dan langkah praktis untuk mengamankan merek bisnis agar terlindungi secara hukum.

Pengertian Jasa Merek HKI

Jasa Pendaftaran Merek HKI adalah layanan profesional yang membantu pelaku usaha untuk mendaftarkan merek secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Layanan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengecekan ketersediaan merek, persiapan dokumen, hingga pengajuan dan pemantauan status permohonan. Dengan menggunakan jasa pendaftaran merek ini, proses pendaftaran merek menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Pelaku usaha dapat memastikan merek mereka terlindungi dari penggunaan pihak lain secara ilegal.

Selain itu, jasa pendaftaran merek HKI juga memberikan konsultasi terkait strategi perlindungan merek, termasuk pemilihan kelas produk yang tepat sesuai dengan sistem klasifikasi internasional (Nice Classification). Layanan ini penting untuk menghindari konflik hukum di kemudian hari, terutama bila merek yang ingin didaftarkan memiliki kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar.

Secara keseluruhan, jasa pendaftaran merek membantu pelaku usaha untuk mengurangi risiko kesalahan administrasi, mempercepat proses pendaftaran, dan memberikan perlindungan hukum bagi merek yang dimiliki. Menggunakan jasa profesional juga memungkinkan pelaku usaha fokus pada pengembangan produk dan strategi pemasaran, sementara urusan pendaftaran merek ditangani oleh pihak yang berkompeten.

baca juga : apa itu banding merek HKI

Kenapa Pelaku Usaha Butuh Jasa Merek HKI

Pelaku usaha membutuhkan jasa daftar merek HKI karena pendaftaran merek merupakan proses yang rumit dan penuh prosedur hukum. Tanpa bantuan profesional, banyak pelaku usaha yang menghadapi risiko penolakan atau kesalahan administrasi yang berujung pada tertundanya penerbitan sertifikat merek. Jasa Merek HKI memberikan panduan step-by-step mulai dari pengecekan nama merek hingga pengajuan resmi ke DJKI.

Selain itu, pendaftaran merek bukan hanya soal legalitas, tapi juga strategi perlindungan bisnis jangka panjang. Dengan merek yang terdaftar secara resmi, pelaku usaha dapat mengklaim hak eksklusif atas logo, nama, atau simbol dagang mereka, sehingga mencegah kompetitor meniru atau memanfaatkan merek secara ilegal. Jasa profesional membantu memastikan semua dokumen lengkap, sesuai format DJKI, dan memperhitungkan potensi konflik dengan merek lain.

Terakhir, jasa daftar merek HKI juga mempercepat proses pengurusan. Tanpa jasa, pemilik usaha harus memahami aturan hukum yang kompleks, mengikuti alur administrasi DJKI, dan melakukan monitoring sendiri. Dengan bantuan jasa profesional, pelaku usaha dapat fokus pada pengembangan produk, sementara seluruh proses hukum dan administrasi ditangani secara sistematis oleh konsultan berpengalaman.

Jenis Jenis Layanan Jasa Merek HKI

Jasa Merek HKI menawarkan beragam layanan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha dalam mendaftarkan dan mengelola merek. Layanan ini biasanya mencakup seluruh tahap, dari awal hingga sertifikasi resmi.

Beberapa layanan utama antara lain:
• Pengecekan Ketersediaan Merek: Memastikan nama atau logo yang ingin didaftarkan belum terpakai.
• Pendaftaran Merek Baru: Menyusun dokumen, mengisi formulir resmi, dan mengajukan ke DJKI.
• Perpanjangan Merek: Mengurus renewal atau perpanjangan masa berlaku sertifikat.
• Perubahan atau Pengalihan Merek: Membantu proses perubahan nama, logo, atau kepemilikan merek.
• Konsultasi Strategi Merek: Memberikan saran tentang kelas produk, branding, dan perlindungan hukum.

Selain di atas, jasa ini juga memberikan pendampingan lengkap untuk menghadapi potensi penolakan, keberatan pihak ketiga, atau masalah administratif. Pelaku usaha dapat memperoleh arahan praktis dan solusi atas kendala yang muncul selama proses pendaftaran.
Dengan adanya berbagai layanan ini, pelaku usaha dapat memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan—baik untuk pendaftaran tunggal, perpanjangan, atau manajemen portofolio merek. Hal ini membuat jasa merek HKI menjadi investasi penting dalam menjaga legalitas dan keberlangsungan bisnis.

baca juga : apa itu pengalihan merek HKI

Bagaimana Proses Kerja Jasa Pendaftaran Merek HKI

Proses kerja jasa pendaftaran merek HKI dimulai dari konsultasi awal antara pelaku usaha dan konsultan. Pada tahap ini, pihak jasa akan mengecek ketersediaan nama atau logo, menentukan kelas produk, dan memberikan arahan terkait dokumen yang harus disiapkan. Konsultasi awal memastikan langkah selanjutnya lebih cepat dan minim risiko penolakan.

Tahap berikutnya adalah persiapan dan pengajuan dokumen ke DJKI. Jasa profesional akan menyiapkan formulir, akta perusahaan, surat pernyataan, serta dokumen pendukung lain sesuai ketentuan resmi. Dokumen kemudian diajukan melalui sistem online DJKI atau manual sesuai prosedur. Selama tahap ini, konsultan memantau setiap langkah untuk memastikan tidak ada dokumen yang kurang atau salah format.
Terakhir, setelah pengajuan dilakukan, jasa pendaftaran merek HKI memantau status permohonan sampai sertifikat diterbitkan. Bila terjadi kendala, seperti keberatan pihak ketiga atau revisi dokumen, jasa akan memberikan bimbingan untuk menyelesaikannya. Dengan proses ini, pelaku usaha tidak perlu khawatir dengan birokrasi kompleks, karena seluruh alur pendaftaran ditangani secara profesional dan sistematis.

Biaya Umum untuk Jasa Daftar Merek di Indonesia HKI

Biaya pendaftaran merek di Indonesia tergantung pada jenis pelaku usaha dan paket layanan yang digunakan. Untuk UMKM, biaya resmi pendaftaran merek Rp 500.000 per kelas, sedangkan untuk pendaftaran reguler sebesar Rp 1.800.000 per kelas.

Biaya ini mencakup pengajuan resmi ke DJKI, pemeriksaan formalitas dokumen, dan publikasi merek dalam Berita Resmi Merek. Selain biaya resmi, penyedia jasa merek HKI biasanya menawarkan biaya jasa tambahan untuk mempermudah proses pengajuan.

Beberapa layanan yang biasanya termasuk:
• Konsultasi awal terkait kelas produk dan strategi pendaftaran
• Penyusunan dokumen administrasi dan formulir pengajuan
• Pemantauan status permohonan hingga sertifikat diterbitkan
• Pendampingan jika terjadi keberatan atau revisi dokumen

Pelaku usaha perlu memahami perbedaan antara biaya resmi DJKI dan biaya jasa konsultan. Dengan mengetahui rincian biaya, pelaku usaha bisa menyiapkan anggaran secara tepat dan menghindari pembayaran berlebih. Biaya tambahan ini biasanya sebanding dengan kemudahan dan efisiensi waktu yang diperoleh.

Secara keseluruhan, memahami biaya umum pendaftaran merek membantu pelaku usaha membuat keputusan yang tepat. Dengan menggunakan jasa profesional, proses pendaftaran menjadi lebih cepat, aman, dan terhindar dari kesalahan administrasi yang berpotensi menyebabkan penolakan.

baca juga : apa itu penolakan merek HKI

Kriteria Memilih Penyedia Jasa Merek HKI yang Tepat

Memilih penyedia jasa merek HKI yang tepat sangat penting agar proses pendaftaran berjalan lancar dan aman. Tidak semua jasa memiliki pengalaman atau reputasi yang sama, sehingga pelaku usaha harus mempertimbangkan beberapa faktor.

Beberapa kriteria penting dalam memilih jasa merek HKI antara lain:
• Pengalaman dan rekam jejak dalam mengurus pendaftaran merek di DJKI
• Transparansi biaya antara biaya resmi DJKI dan jasa layanan
• Layanan lengkap mulai dari konsultasi, pengurusan dokumen, hingga monitoring permohonan
• Kemudahan komunikasi dan update informasi proses pendaftaran

Selain itu, pastikan penyedia jasa memiliki tim profesional yang memahami aturan hukum HKI dan prosedur pendaftaran. Pilihan yang tepat akan membantu pelaku usaha mengurangi risiko penolakan dan mempercepat penerbitan sertifikat merek.
Dengan kriteria tersebut, pelaku usaha bisa memilih penyedia jasa yang tepercaya, responsif, dan efisien, sehingga proses pendaftaran merek menjadi lebih terstruktur dan aman.

Pertanyaan Umum Tentang Jasa Merek HKI

Banyak pelaku usaha yang baru pertama kali mendaftarkan merek sering memiliki pertanyaan seputar proses dan layanan jasa merek HKI. Menjawab pertanyaan ini penting agar pemilik usaha memahami hak, kewajiban, dan prosedur pendaftaran.

Beberapa pertanyaan umum meliputi:
• Apa perbedaan biaya UMKM dan reguler? Biaya UMKM lebih rendah, sedangkan reguler mengikuti tarif resmi DJKI.
• Berapa lama proses pendaftaran merek? Biasanya 12–18 bulan tergantung kelas dan kelengkapan dokumen.
• Apakah bisa menggunakan nama atau logo yang mirip merek lain? Tidak, harus dicek ketersediaannya untuk menghindari penolakan.
• Apakah jasa merek HKI juga menangani keberatan pihak ketiga? Ya, penyedia jasa profesional memberikan pendampingan penuh.

Selain itu, penting juga mengetahui bahwa sertifikat HKI berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang, sehingga pertanyaan tentang masa berlaku dan perpanjangan juga sering muncul.
Dengan memahami pertanyaan umum ini, pelaku usaha lebih siap menghadapi proses pendaftaran dan memilih jasa merek HKI yang sesuai kebutuhan.

baca juga : cara mengecek merek HKI yang suda terdaftar

Risiko Jika Mengurus Merek Tanpa Jasa Profesional HKI

Mengurus pendaftaran merek tanpa bantuan jasa profesional memiliki risiko yang cukup tinggi. Banyak pelaku usaha yang mengalami penolakan, kesalahan administrasi, atau keterlambatan sertifikat karena kurang memahami prosedur DJKI.

Beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan:
• Kesalahan pengisian dokumen, seperti formulir tidak lengkap atau salah format, yang bisa menyebabkan penolakan.
• Pemilihan kelas produk yang salah, sehingga merek tidak terlindungi sesuai jenis produk yang dimaksud.
• Keterlambatan proses pendaftaran, karena pelaku usaha harus belajar prosedur sendiri dan memantau status permohonan secara manual.
• Konflik dengan merek lain, bila tidak melakukan pengecekan ketersediaan secara menyeluruh.

Tanpa pendampingan profesional, pelaku usaha juga akan kesulitan menghadapi keberatan pihak ketiga atau revisi dokumen yang diminta DJKI. Akibatnya, proses pendaftaran bisa memakan waktu lebih lama dan menimbulkan biaya tambahan yang tidak perlu.

Dengan memahami risiko ini, pelaku usaha akan lebih bijak untuk menggunakan jasa profesional, sehingga proses pendaftaran menjadi lebih aman, cepat, dan sesuai regulasi HKI.

Manfaat Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HKI

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI memberikmerekan manfaat jangka panjang yang signifikan bagi pelaku usaha. Perlindungan hukum yang diberikan oleh sertifikat HKI memastikan bahwa merek, logo, dan identitas bisnis Anda aman dari penggunaan pihak lain tanpa izin. Hal ini sangat penting untuk menjaga reputasi dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Selain itu, jasa profesional membantu pelaku usaha mengoptimalkan strategi merek.

Beberapa manfaat jangka panjang antara lain:
1. Perlindungan Eksklusif – Merek terdaftar memberikan hak eksklusif atas penggunaan nama, logo, atau simbol dagang, sehingga mencegah kompetitor meniru.
2. Nilai Tambah Bisnis – Merek terdaftar meningkatkan nilai brand, memudahkan penjualan lisensi atau franchise, dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
3. Efisiensi Waktu dan Biaya – Dengan pendampingan profesional, proses pendaftaran lebih cepat, mengurangi risiko revisi dokumen dan penolakan.

Selain keuntungan hukum dan strategi, menggunakan jasa merek HKI juga memudahkan pelaku usaha mengelola portofolio merek dan melakukan perpanjangan atau perubahan bila diperlukan. Hal ini membuat bisnis tetap kompetitif, legal, dan siap berkembang dalam jangka panjang.

baca juga : cara daftar merek HKI secara online

Perbedaan Antara Jasa Daftar Merek atau Jasa Pendaftaran Merek HKI

Meskipun istilah “jasa daftar merek” dan “jasa pendaftaran merek” sering terdengar mirip dan digunakan secara bergantian, sebenarnya terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami oleh pelaku usaha. Memahami perbedaan ini penting agar proses pendaftaran merek berjalan lebih efisien, aman, dan sesuai dengan regulasi DJKI.

Beberapa perbedaan utama antara kedua layanan ini adalah:

Jasa Daftar Merek
• Fokus pada tahap awal pendaftaran merek, termasuk pengecekan ketersediaan nama atau logo.
• Membantu pelaku usaha menyiapkan dokumen yang diperlukan seperti formulir permohonan, surat pernyataan, dan dokumen pendukung lain.
• Mengajukan permohonan resmi ke DJKI agar merek mulai diproses secara formal.

Jasa Pendaftaran Merek
• Mencakup seluruh proses administrasi pendaftaran hingga merek resmi diterbitkan sertifikatnya.
• Memberikan pendampingan selama pemeriksaan formalitas dan substantif oleh DJKI, termasuk publikasi.
• Menawarkan layanan tambahan seperti perpanjangan masa berlaku merek, perubahan data, atau pengalihan hak merek jika diperlukan.

Lingkup Layanan Tambahan
• Konsultasi strategi merek agar perlindungan hukum lebih optimal.
• Pemantauan status permohonan untuk memastikan tidak ada kendala selama proses pemeriksaan.
• Bimbingan menghadapi keberatan pihak ketiga jika terjadi sengketa selama proses publikasi.
Perbedaan ini penting agar pelaku usaha memahami lingkup tanggung jawab penyedia jasa dan memilih layanan sesuai kebutuhan bisnis. Dengan layanan yang tepat, risiko kesalahan dokumen, penolakan, atau keterlambatan bisa diminimalkan.

Selain di atas, pelaku usaha juga perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting lainnya:
• Reputasi penyedia jasa: Pastikan jasa memiliki pengalaman dan rekam jejak yang terbukti.
• Transparansi biaya: Hindari biaya tersembunyi dan pastikan semua layanan dijelaskan secara jelas.
• Kompetensi dan kecepatan layanan: Pilih penyedia yang bisa menangani dokumen secara profesional dan memantau status permohonan secara berkala.

Dengan memperhatikan semua aspek ini, investasi pendaftaran merek melalui jasa profesional akan memberikan perlindungan hukum maksimal, memperkuat nilai brand, dan memastikan merek bisnis Anda aman dari risiko pelanggaran atau peniruan.

baca juga : tips agar daftar merek HKI diterima

Waktu yang Diperlukan untuk Proses Pendaftaran Merek HKI

Proses pendaftaran merek HKI tidak instan dan melibatkan beberapa tahapan pemeriksaan oleh DJKI. Secara umum, waktu yang diperlukan bisa berbeda tergantung kelengkapan dokumen, jumlah kelas produk, dan potensi keberatan pihak ketiga.

Beberapa estimasi waktu rata-rata meliputi:
• Pengecekan ketersediaan merek: 1–3 hari kerja
• Pengajuan dokumen ke DJKI: 1–2 minggu tergantung persiapan
• Pemeriksaan formalitas dan substantif: 6–12 bulan
• Publikasi dan penerbitan sertifikat: 1–2 bulan setelah pemeriksaan selesai

Selain itu, penggunaan jasa profesional membantu mempercepat proses karena:
• Dokumen sudah lengkap dan sesuai format
• Proses pengajuan dilakukan sesuai alur resmi DJKI
• Pendampingan tersedia jika ada revisi atau keberatan

Dengan memahami estimasi waktu ini, pelaku usaha bisa merencanakan strategi branding dan pemasaran sambil menunggu sertifikat diterbitkan.

baca jugaAlasan Logo Merek Wajib Didaftarkan ke HAKI

 

Apa Itu Jasa Merek HKI
Apa Itu Jasa Merek HKI

Kesalahan Umum dalam Pengajuan Merek dan Cara Menghindarinya

Banyak pelaku usaha baru melakukan kesalahan dalam proses pendaftaran merek HKI, yang bisa menyebabkan penolakan atau keterlambatan sertifikat. Kesalahan umum ini sebaiknya diantisipasi dengan strategi pendaftaran yang tepat.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
1. Dokumen tidak lengkap atau salah format – Pastikan semua dokumen pendukung tersedia dan sesuai standar DJKI.
2. Pemilihan kelas produk yang salah – Gunakan sistem klasifikasi internasional (Nice Classification) agar merek terlindungi secara tepat.
3. Tidak melakukan pengecekan ketersediaan merek – Selalu pastikan nama atau logo yang didaftarkan belum terdaftar pihak lain.

Selain itu, pelaku usaha harus memperhatikan:
• Revisi dokumen bila diminta DJKI
• Keberatan pihak ketiga yang mungkin muncul selama proses publikasi
• Masa berlaku sertifikat dan jadwal perpanjangan

Dengan memahami kesalahan umum ini, proses pendaftaran merek dapat berjalan lebih lancar, aman, dan efektif, terutama bila menggunakan jasa profesional.

baca jugaApa Itu Kelas Merek HKI

Pelaku Usaha yang Sukses Menggunakan Jasa Merek HKI

Banyak pelaku usaha berhasil mengembangkan bisnis mereka berkat bantuan jasa pendaftaran merek HKI. Dengan menggunakan jasa profesional, mereka dapat mengamankan hak eksklusif atas merek, logo, dan identitas bisnis, sehingga produk mereka terlindungi dari peniruan dan kompetitor yang tidak sah.

Beberapa contoh keberhasilan pelaku usaha yang menggunakan jasa merek HKI meliputi:
• UMKM lokal yang berhasil mendaftarkan produk makanan atau minuman khas daerah, sehingga bisa memperluas distribusi ke supermarket dan marketplace nasional.
• Perusahaan startup yang mendaftarkan logo dan brand mereka sejak awal, sehingga investasi branding menjadi lebih aman dan memiliki nilai jual tambahan saat menggaet investor.
• Perusahaan besar yang melakukan portofolio merek lengkap, termasuk perpanjangan dan perubahan, sehingga setiap sub-brand terlindungi secara hukum.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa menggunakan jasa merek HKI bukan hanya soal legalitas, tetapi juga strategi bisnis. Pelaku usaha bisa fokus mengembangkan produk dan pemasaran, sementara urusan administrasi dan hukum ditangani oleh pihak yang berpengalaman.

baca jugaKenapa Pendaftaran Merek HKI Ditolak

Bagaimana Jasa Merek HKI Membantu UMKM vs Perusahaan Besar

Jasa pendaftaran merek HKI memiliki peran berbeda untuk UMKM dan perusahaan besar, sesuai kebutuhan dan skala usaha. Untuk UMKM, jasa merek HKI membantu mengurangi beban administrasi dan memastikan pendaftaran merek berjalan sesuai prosedur resmi DJKI.
Beberapa layanan yang bermanfaat bagi UMKM dan perusahaan besar meliputi:

UMKM:
1. Pendaftaran merek produk lokal atau rumahan
2. Pendampingan lengkap agar tidak terjadi penolakan
3. Saran strategi kelas produk untuk perlindungan maksimum

Perusahaan:
1. Pengelolaan portofolio merek multi-produk dan sub-brand
2. Perpanjangan, perubahan, dan pengalihan merek secara sistematis
3. Konsultasi strategi perlindungan merek di tingkat nasional dan internasional

Dengan layanan ini, baik UMKM maupun perusahaan besar bisa memastikan merek mereka terlindungi secara hukum, menghindari konflik, dan memaksimalkan nilai brand di pasar.

baca jugaJasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall

Tips Hemat Biaya Saat Menggunakan Jasa Merek HKI

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI memang membutuhkan biaya, tetapi ada beberapa strategi untuk menghemat pengeluaran tanpa mengorbankan perlindungan hukum.
Pertama, pilih paket jasa yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak semua layanan harus lengkap, terutama bagi UMKM yang baru memulai. Fokus pada pembuatan dokumen dan pengajuan resmi ke DJKI terlebih dahulu, sementara layanan tambahan seperti pengalihan atau perpanjangan bisa dilakukan nanti.

Kedua, lakukan pengecekan ketersediaan merek secara mandiri sebelum menggunakan jasa profesional. Ini membantu menghindari penolakan akibat nama atau logo yang sudah terdaftar, sehingga biaya jasa tidak sia-sia.

Ketiga, manfaatkan program UMKM yang menawarkan tarif pendaftaran lebih rendah, yakni Rp 500.000 per kelas dibandingkan tarif reguler Rp 1.800.000. Dengan strategi ini, pelaku usaha bisa menghemat biaya pendaftaran sekaligus memastikan perlindungan hukum tetap maksimal.

baca jugaJasa Merek HKI Kelas 35 Syarat Shopee Mall

Peraturan Hukum Terkait Pendaftaran Merek dan Jasa Merek HKI

Pendaftaran merek di Indonesia diatur oleh peraturan yang ketat untuk memastikan hak eksklusif pelaku usaha terlindungi. Jasa pendaftaran merek HKI membantu pelaku usaha mematuhi semua aturan tersebut sehingga proses menjadi lancar dan aman.

Beberapa peraturan utama meliputi:
• Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis
• Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual tentang Tata Cara Pendaftaran Merek
• Persyaratan dokumen resmi yang harus dipenuhi untuk pengajuan pendaftaran

Penyedia jasa merek HKI profesional akan memastikan semua dokumen dan prosedur sesuai peraturan, termasuk:
• Pengisian formulir dan dokumen pendukung yang lengkap
• Penentuan kelas produk sesuai klasifikasi internasional
• Pemantauan status permohonan hingga sertifikat diterbitkan

Dengan memahami dan mematuhi regulasi ini, pelaku usaha terhindar dari penolakan, sengketa, atau masalah hukum di kemudian hari. Jasa profesional menjadi kunci untuk memastikan pendaftaran merek berjalan sesuai hukum dan efektif.

baca jugaSyarat Mendaftar Merek HAKI

Bagaimana Mengecek Status Permohonan Merek Setelah Jasa Merek HKI Bekerja

Setelah jasa merek HKI mengajukan permohonan, pelaku usaha perlu mengetahui cara memantau status permohonan agar tetap up-to-date.

Pemantauan ini penting untuk memastikan tidak ada masalah atau keberatan yang tertunda.
1. Mengakses Sistem Online DJKI – Pelaku usaha dapat login ke situs resmi DJKI dan memasukkan nomor permohonan untuk melihat status. Ini memungkinkan pengecekan apakah dokumen sudah diterima, sedang diperiksa, atau sudah dipublikasikan.
2. Meminta Laporan dari Jasa Merek HKI – Jasa profesional biasanya memberikan update berkala, termasuk email atau notifikasi tentang setiap perubahan status. Dengan laporan ini, pelaku usaha tidak perlu memantau sendiri setiap hari.
3. Tindak Lanjut Bila Ada Keberatan atau Revisi – Jika DJKI meminta revisi dokumen atau ada keberatan pihak ketiga, pelaku usaha perlu segera bertindak. Dengan pendampingan jasa, semua langkah hukum dapat dilakukan tepat waktu dan sesuai prosedur.

Dengan mengetahui cara mengecek status permohonan, pelaku usaha dapat memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan mengantisipasi potensi hambatan sebelum sertifikat diterbitkan.

baca jugaMengapa Merek HKI Perlu Dilindungi

Peran Konsultan dalam Layanan Jasa Merek HKI

Konsultan berperan penting dalam layanan jasa merek HKI karena mereka memastikan seluruh proses pendaftaran sesuai hukum dan efisien. Konsultan membantu pelaku usaha memahami regulasi, menyiapkan dokumen, dan menghindari kesalahan administratif.

Beberapa peran konsultan dalam layanan jasa merek antara lain:
• Konsultasi awal: Membantu memilih nama, logo, dan kelas produk yang tepat.
• Persiapan dokumen: Menyusun formulir, surat pernyataan, dan dokumen pendukung.
• Pendampingan pengajuan: Mengajukan permohonan ke DJKI dan memantau status secara berkala.
• Mengatasi keberatan: Memberikan bimbingan bila ada penolakan atau keberatan pihak ketiga.
• Strategi perlindungan merek: Menyusun langkah untuk perpanjangan atau pengalihan hak merek.

Dengan konsultan, pelaku usaha tidak perlu menghadapi proses birokrasi sendiri, sehingga waktu dan risiko kesalahan dapat diminimalkan.

baca jugaBisnis Online Butuh Jasa Merek HKI Untuk Legalitas

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya Jika Anda Ingin Menggunakan Jasa Merek HKI

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI memberikan banyak keuntungan, mulai dari perlindungan hukum, efisiensi waktu, hingga strategi branding. Pelaku usaha dapat memastikan merek, logo, dan identitas bisnis terlindungi secara resmi, sehingga mengurangi risiko peniruan atau sengketa.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi kebutuhan bisnis dan menentukan paket jasa yang sesuai, apakah untuk pendaftaran awal, perpanjangan, atau pengalihan merek. Selanjutnya, pilih penyedia jasa yang berpengalaman dan transparan dalam biaya dan layanan.

Terakhir, setelah memilih jasa, pelaku usaha perlu memantau proses pendaftaran, menyiapkan dokumen dengan lengkap, dan menindaklanjuti setiap permintaan revisi atau keberatan dari DJKI. Dengan langkah-langkah ini, proses pendaftaran merek akan lebih lancar, aman, dan memberikan perlindungan jangka panjang bagi bisnis Anda.

baca jugaUMKM Wajib Tahu! Pentingnya Jasa Daftar Merek Untuk Perlindungan Usaha

Jasa Pengurusan Daftar Merek HKI

Jasa pengurusan daftar merek HKI adalah layanan profesional yang membantu pelaku usaha mengurus semua aspek pendaftaran merek resmi di DJKI. Layanan ini memastikan setiap langkah, dari pengecekan nama hingga penerbitan sertifikat, dilakukan sesuai prosedur hukum.

Beberapa layanan yang biasanya disediakan antara lain:
• Pengecekan ketersediaan merek: Menjamin nama atau logo belum digunakan pihak lain.
• Pengajuan dokumen ke DJKI: Meliputi formulir, surat pernyataan, dan dokumen pendukung.
• Monitoring status permohonan: Memastikan proses pendaftaran berjalan lancar.
• Pendampingan jika ada keberatan: Menyelesaikan masalah yang muncul selama proses publikasi.
• Perpanjangan atau pengalihan merek: Memberikan dukungan untuk manajemen portofolio merek.

Dengan menggunakan jasa pengurusan daftar merek HKI, pelaku usaha bisa fokus pada pengembangan produk dan pemasaran, sementara urusan administrasi dan hukum ditangani oleh konsultan profesional. Layanan ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memastikan keamanan hukum dan nilai brand tetap terjaga.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

 

Penyebab Merek HKI Ditolak

Penyebab Merek HKI DitolakMendaftarkan merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) merupakan langkah penting bagi pelaku usaha yang ingin melindungi identitas produk atau jasanya secara hukum. Namun, tidak semua pengajuan merek dapat diterima. Banyak pemohon yang mengalami penolakan karena merek yang diajukan tidak memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Penolakan ini sering kali disebabkan oleh faktor yang sebenarnya bisa dihindari jika pemohon memahami aturan dasar sebelum mengajukan pendaftaran.

Agar tidak mengalami hal serupa, pelaku usaha perlu mengetahui apa saja yang menjadi alasan umum penolakan merek oleh DJKI. Dengan memahami penyebab penolakan, pemohon dapat melakukan perbaikan sejak awal dan memastikan bahwa merek yang diajukan benar-benar memenuhi syarat perlindungan hukum. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara mendalam tujuh penyebab utama penolakan merek HKI beserta tips agar permohonan merek Anda tidak ditolak.

Merek Memiliki Kesamaan dengan Merek Terdaftar Sebelumnya

Salah satu penyebab paling umum mengapa merek HKI ditolak adalah karena memiliki kesamaan dengan merek lain yang sudah terdaftar lebih dulu di DJKI. Berdasarkan Pasal 21 ayat (1) Undang-Undang Merek, DJKI berhak menolak permohonan apabila merek memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terdaftar. Persamaan ini bisa berupa nama, logo, bentuk tulisan, warna, atau kombinasi elemen lainnya.

Sebagai contoh, jika seseorang ingin mendaftarkan merek “PERMATAMAS” untuk produk pembersih rumah tangga, sedangkan sudah ada merek “PERMATAMAS” yang terdaftar di kelas yang sama, maka DJKI kemungkinan besar akan menolak permohonan tersebut karena dianggap memiliki kemiripan yang dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat. Untuk menghindarinya, pemohon perlu melakukan pencarian merek terlebih dahulu di database resmi DJKI sebelum mengajukan pendaftaran.

Dengan melakukan pencarian awal, pelaku usaha dapat memastikan bahwa merek yang diajukan benar-benar unik dan belum digunakan oleh pihak lain. Hal ini juga membantu menghindari potensi sengketa hukum di kemudian hari. Jika Anda merasa kesulitan melakukan riset merek, Anda bisa menggunakan bantuan jasa daftar merek berpengalaman yang akan membantu memastikan merek Anda aman dan layak didaftarkan.

Merek Mengandung Unsur yang Bersifat Umum atau Deskriptif

Merek yang bersifat deskriptif atau terlalu umum juga tidak dapat diterima oleh DJKI. Maksudnya, merek yang hanya menjelaskan fungsi, jenis, atau sifat dari barang dan jasa yang ditawarkan dianggap tidak memiliki daya pembeda. Misalnya, seseorang yang ingin mendaftarkan merek “SABUN BERSIH” untuk produk pembersih tidak akan diterima, karena nama tersebut hanya menggambarkan fungsi produknya, bukan identitas uniknya.

Merek yang terlalu deskriptif tidak dapat memberikan pembeda yang jelas antara satu produk dengan produk lain di pasar. DJKI menilai bahwa merek semacam ini tidak bisa menjadi indikator asal-usul komersial suatu produk. Oleh karena itu, penting bagi pemohon untuk memilih nama yang unik, kreatif, dan tidak langsung menggambarkan jenis barang atau jasanya.

Sebaiknya gunakan nama yang memiliki nilai khas dan mudah diingat oleh konsumen. Contohnya, merek “XXXXCLEAN” atau “CLEANXXXX” memiliki karakter unik dan daya pembeda yang kuat dibandingkan kata “SABUN BERSIH”. Untuk membantu memilih nama merek yang tepat dan memenuhi syarat hukum, pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan jasa pendaftaran merek profesional yang memahami strategi branding sekaligus regulasi DJKI.

Penyebab Merek HKI Ditolak
Penyebab Merek HKI Ditolak

Merek Mengandung Unsur yang Bertentangan dengan Moral dan Hukum

DJKI secara tegas menolak permohonan merek yang mengandung unsur yang bertentangan dengan kesusilaan, agama, dan ketertiban umum. Hal ini diatur dalam Pasal 20 huruf (a) Undang-Undang Merek. Contoh merek yang akan ditolak adalah merek yang mengandung kata-kata vulgar, simbol pornografi, hinaan terhadap kelompok tertentu, atau penggunaan nama agama secara tidak pantas.

Penolakan semacam ini bertujuan menjaga ketertiban sosial dan melindungi nilai-nilai moral masyarakat.

Merek merupakan elemen publik yang bisa dilihat dan digunakan oleh siapa saja, sehingga pemerintah berkewajiban memastikan tidak ada unsur yang menyinggung atau meresahkan.

Selain itu, DJKI juga menolak merek yang bertentangan dengan hukum atau digunakan untuk menutupi kegiatan ilegal. Oleh karena itu, penting bagi pemohon untuk memastikan nama dan logo mereknya sopan, etis, dan tidak menyinggung pihak mana pun. Langkah ini tidak hanya memperlancar proses pendaftaran, tetapi juga meningkatkan citra positif merek di mata konsumen.

Merek Mengandung Unsur Penipuan atau Menyesatkan Konsumen

Penyebab lain yang sering membuat pendaftaran merek ditolak adalah karena merek dianggap menyesatkan konsumen. Misalnya, sebuah merek yang mencantumkan kata “ORGANIC” padahal produknya tidak mengandung bahan organik, atau menggunakan nama “IMPORTED” padahal barang tersebut diproduksi di dalam negeri.

Merek seperti ini dianggap menipu masyarakat karena memberikan informasi yang tidak benar mengenai asal, kualitas, atau komposisi produk. DJKI bertugas melindungi konsumen dari tindakan yang menyesatkan, sehingga setiap merek harus mencerminkan kebenaran identitas produk yang diwakilinya.

Sebelum mengajukan permohonan, pastikan merek Anda tidak mengandung kata atau klaim yang berpotensi menyesatkan. Jika ingin menggunakan istilah tertentu, pastikan ada bukti atau dasar yang sahih. Konsultasi dengan konsultan HKI atau tim jasa daftar merek juga bisa membantu menilai apakah merek Anda aman dari penolakan karena unsur penipuan.

Merek Menyerupai Nama atau Simbol Lembaga Resmi

DJKI tidak akan menerima pendaftaran merek yang meniru atau menyerupai nama lembaga negara, bendera, simbol pemerintahan, atau organisasi internasional seperti PBB, WHO, atau UNESCO. Ketentuan ini bertujuan agar tidak terjadi penyalahgunaan simbol resmi yang dapat menyesatkan masyarakat atau merugikan institusi tertentu.

Sebagai contoh, pendaftaran merek dengan lambang Garuda Pancasila, bendera merah putih, atau tulisan “Republik Indonesia” jelas akan ditolak. Hal ini termasuk penggunaan logo, emblem, atau bentuk yang menyerupai simbol kenegaraan, meskipun dimodifikasi sedikit.

Agar aman, gunakan desain logo dan nama merek yang benar-benar orisinal serta tidak memiliki kemiripan dengan simbol lembaga resmi. Pelaku usaha juga disarankan melakukan pengecekan terlebih dahulu di database DJKI atau meminta bantuan konsultan jasa pendaftaran merek yang memahami larangan hukum terkait penggunaan elemen simbolik dalam merek.

Merek Tidak Memiliki Daya Pembeda yang Jelas

 Merek yang tidak memiliki daya pembeda juga akan ditolak oleh DJKI. Daya pembeda adalah kemampuan merek untuk membedakan produk atau jasa suatu perusahaan dari perusahaan lain. Contohnya, merek yang hanya terdiri dari huruf atau angka acak tanpa makna, seperti “123” atau “A.B.C.”, dianggap tidak memiliki daya pembeda yang cukup kuat.

DJKI menghendaki agar setiap merek memiliki unsur yang khas dan mudah dikenali oleh masyarakat. Merek yang terlalu sederhana atau umum akan sulit mendapatkan perlindungan hukum karena tidak dapat berfungsi sebagai identitas unik.

Untuk menghindarinya, buatlah merek dengan kombinasi nama, warna, atau desain logo yang menarik dan berbeda. Konsultasikan konsep merek Anda kepada ahli atau melalui layanan jasa daftar merek yang berpengalaman dalam menentukan strategi branding sesuai aturan hukum.

Dokumen Pendaftaran Merek Tidak Lengkap atau Tidak Valid

Selain faktor substantif, alasan administratif juga sering menjadi penyebab penolakan. Banyak pemohon gagal karena dokumen yang diajukan tidak lengkap, salah unggah file, atau data identitas tidak sesuai dengan akta usaha. Kesalahan umum lainnya termasuk tidak menyertakan bukti pembayaran PNBP atau surat pernyataan yang diperlukan.

Kesalahan administratif ini sebenarnya dapat dihindari dengan memeriksa kembali semua berkas sebelum pengajuan. Pastikan setiap data pemohon, bukti transfer, hingga contoh label merek sudah benar dan sesuai format yang diminta DJKI.

Untuk memastikan semua berjalan lancar, pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan jasa pendaftaran merek yang profesional. Tim berpengalaman akan membantu menyiapkan dokumen, melakukan pengecekan awal, dan memastikan tidak ada kesalahan teknis yang menyebabkan penolakan. Dengan demikian, proses pendaftaran bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Jasa Daftar Merek HKI Profesional

Setelah memahami berbagai penyebab penolakan pendaftaran merek, tentu penting bagi pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam setiap langkah pengajuan merek ke DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Banyak pelaku usaha yang mengalami penolakan hanya karena kesalahan teknis kecil seperti kesamaan nama, kesalahan kelas barang/jasa, atau kurangnya dokumen pendukung. Oleh karena itu, menggunakan jasa daftar merek HKI profesional menjadi solusi cerdas agar proses pendaftaran berjalan lancar dan peluang diterima semakin besar.

PERMATAMAS Indonesia hadir sebagai konsultan HKI berpengalaman yang telah membantu berbagai pelaku usaha dari berbagai bidang dalam proses pendaftaran merek, mulai dari tahap persiapan dokumen, pengecekan merek, hingga pengajuan resmi ke DJKI. Tim kami terdiri dari tenaga ahli di bidang hukum dan kekayaan intelektual yang memahami secara mendalam prosedur serta regulasi DJKI. Dengan pendampingan profesional dari PERMATAMAS, Anda tidak perlu khawatir lagi terhadap kesalahan administratif maupun potensi penolakan yang dapat memperlambat proses perlindungan merek Anda.

Jika Anda sedang merencanakan untuk mendaftarkan merek produk atau jasa, jangan ragu untuk mempercayakannya kepada kami di PERMATAMAS yang fokus melayani jasa daftar merek HKI secara cepat, resmi, dan terpercaya. Dapatkan konsultasi gratis untuk memastikan merek Anda memenuhi seluruh persyaratan DJKI. Lindungi identitas bisnis Anda sejak dini, dan biarkan kami membantu Anda mendapatkan sertifikat merek resmi dengan proses yang efisien dan hasil yang pasti.

Kesimpulan Kenapa Merek Ditolak

Penolakan pendaftaran merek HKI sering kali disebabkan oleh hal-hal yang sebenarnya bisa diantisipasi. Mulai dari kesamaan dengan merek lain, unsur yang bersifat umum, hingga dokumen yang tidak lengkap. Dengan memahami ketujuh penyebab di atas, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan umum dan meningkatkan peluang mereknya diterima oleh DJKI.

Langkah terbaik sebelum mengajukan pendaftaran adalah melakukan riset merek, memahami regulasi, serta menyiapkan dokumen secara lengkap dan benar. Bila perlu, gunakan bantuan profesional seperti jasa daftar merek untuk memastikan seluruh proses sesuai dengan ketentuan hukum. Dengan merek yang terdaftar resmi, produk Anda tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga memiliki nilai kepercayaan yang tinggi di mata konsumen dan mitra bisnis.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima – Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, merek memiliki peran penting sebagai identitas sekaligus aset berharga yang membedakan produk atau jasa Anda dari pesaing. Namun, tidak semua pengajuan pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dapat langsung diterima. Banyak permohonan yang ditolak karena berbagai alasan, mulai dari kesamaan dengan merek lain, kesalahan administrasi, hingga kurangnya pemahaman tentang prosedur yang benar. Oleh karena itu, memahami strategi dan tips agar daftar merek HKI diterima menjadi langkah penting bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi legalitas bisnisnya.

Melalui artikel ini, PERMATAMAS akan membahas secara komprehensif berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan pendaftaran merek, mulai dari pemeriksaan nama, penentuan kelas merek, kelengkapan dokumen, hingga tahapan pemeriksaan substantif di DJKI. Dengan memahami langkah-langkah ini, Anda dapat meningkatkan peluang diterimanya permohonan merek sekaligus memperkuat posisi hukum bisnis Anda di pasar.

Mengapa Penting Memahami Prosedur Daftar Merek HKI Sejak Awal

Merek merupakan identitas hukum yang membedakan produk atau jasa satu pelaku usaha dengan yang lain. Pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bukan sekadar formalitas, tetapi langkah strategis untuk melindungi aset bisnis Anda dari risiko peniruan dan sengketa. Namun, banyak pengusaha — terutama pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM) — belum memahami prosedur dan persyaratan yang benar dalam mendaftarkan merek. Akibatnya, tidak sedikit pengajuan merek ditolak karena alasan administratif, kesamaan nama, atau kesalahan klasifikasi produk.

Sebelum mengajukan merek, penting memahami apa yang dimaksud dengan pendaftaran merek, mengapa penting dilakukan, siapa yang berhak mendaftar, kapan waktu terbaik mengajukan, di mana proses dilakukan, dan bagaimana langkah-langkahnya. Dengan pemahaman ini, peluang diterimanya merek Anda oleh DJKI akan jauh lebih besar.

Bagi Anda yang ingin memastikan proses pengajuan berjalan lancar dan sesuai aturan, Anda dapat memanfaatkan layanan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS profesional yang telah berpengalaman membantu ribuan pelaku usaha mendapatkan perlindungan merek resmi.

Cek Ketersediaan Nama Sebelum Daftar Merek HKI di DJKI

Langkah pertama sebelum mendaftarkan merek adalah melakukan pencarian atau pengecekan ketersediaan nama. Ini penting untuk memastikan bahwa merek yang akan diajukan belum terdaftar oleh pihak lain dalam kelas barang atau jasa yang sama. Pemeriksaan awal ini dapat dilakukan melalui situs resmi DJKI di pdki-indonesia.dgip.go.id, di mana Anda bisa mencari merek berdasarkan nama, nomor permohonan, atau nama pemilik.

Melalui proses ini, Anda dapat menghindari potensi penolakan karena kesamaan atau kemiripan merek. Misalnya, jika Anda berencana mendaftarkan merek sabun dengan nama “PERMATAMAS”, sementara sudah ada merek “PERMATA MAS”, maka DJKI bisa menolak permohonan Anda karena dianggap memiliki persamaan pada pokoknya.

Proses ini termasuk dalam tahap interest pada struktur AIDA — yaitu membangun ketertarikan untuk mempelajari langkah-langkah penting agar pendaftaran merek tidak sia-sia. Jika Anda ragu dalam tahap ini, layanan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS siap membantu melakukan riset menyeluruh sebelum pengajuan resmi.

Berikut Tips Agar Daftar Merek HKI di Terima

Kelas merek menentukan ruang lingkup perlindungan hukum Anda. Dalam sistem internasional, klasifikasi merek dibagi ke dalam 45 kelas berdasarkan Nice Classification. Kesalahan dalam memilih kelas dapat membuat perlindungan hukum menjadi tidak relevan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Misalnya, jika Anda menjual kosmetik tetapi mendaftarkan merek di kelas minuman, maka perlindungan hukum tidak akan berlaku untuk produk Anda.

Penting bagi pelaku usaha untuk memahami perbedaan antara kelas barang (1–34) dan kelas jasa (35–45). Pilih kelas yang benar-benar menggambarkan produk atau jasa Anda di pasar. Jika bisnis Anda memiliki beragam produk, pertimbangkan untuk mendaftarkan merek di lebih dari satu kelas agar perlindungan hukum lebih luas.

Di sinilah peran jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS menjadi penting — karena konsultan yang berpengalaman akan membantu menentukan kelas yang paling tepat dan relevan sesuai karakter bisnis Anda.

Hindari Kesamaan dengan Merek Terdaftar agar Pengajuan Tidak Ditolak

Salah satu penyebab utama penolakan merek oleh DJKI adalah adanya kemiripan dengan merek lain yang sudah terdaftar. Kesamaan tersebut bisa berupa bunyi, tampilan, atau arti kata. Contohnya, jika terdapat merek “PERMATAMAS” dan Anda mengajukan merek “PERMATA MAS”, maka DJKI bisa menilai kedua merek memiliki kemiripan fonetik dan visual sehingga menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Agar merek Anda diterima, buatlah merek yang unik, khas, dan tidak meniru unsur merek lain. Hindari pula penggunaan istilah generik seperti “Segar”, “Enak”, atau “Bersih” yang sulit mendapat perlindungan hukum. Gunakan nama yang memiliki karakter kuat, mudah diingat, dan tidak menyinggung pihak lain. Sebagai tambahan, sebaiknya lakukan pencarian banding menggunakan berbagai variasi ejaan atau bentuk singkatan.

Jika Anda bekerja sama dengan konsultan jasa pendaftaran merek HKI  tim ahli akan membantu melakukan analisis kesamaan dengan database DJKI untuk memperkecil risiko penolakan.

Lengkapi Dokumen dan Data Pengajuan Daftar Merek HKI Secara Benar

Tahapan administrasi menjadi faktor penentu dalam proses pendaftaran merek. Banyak permohonan yang gagal bukan karena nama merek bermasalah, tetapi karena dokumen tidak lengkap atau salah input data.

Adapun dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain:
1. Salinan identitas pemohon (KTP atau data perusahaan).
2. Etiket atau logo merek dalam format JPG/PNG.
3. Surat pernyataan kepemilikan merek.
4. Bukti pembayaran biaya permohonan.
5. Surat kuasa (jika diajukan melalui konsultan HKI).

Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui laman resmi https://merek.dgip.go.id/login  dengan akun yang telah terverifikasi. Pastikan semua dokumen diunggah sesuai format yang ditentukan agar proses tidak tertunda.

TIPS AGAR DAFTAR MEREK HKI DI TERIMA
TIPS AGAR DAFTAR MEREK HKI DI TERIMA

Perhatikan Tahapan Pemeriksaan Substantif dalam Pendaftaran Merek HKI

Setelah pengajuan diterima, DJKI akan melakukan pemeriksaan administratif untuk memastikan kelengkapan dokumen, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan substantif selama kurang lebih 150 hari kerja. Pada tahap substantif inilah petugas DJKI akan menilai apakah merek Anda memenuhi unsur pendaftaran, tidak meniru merek lain, dan layak memperoleh perlindungan hukum.

Selain itu, sebelum sertifikat diterbitkan, merek akan diumumkan dalam Berita Resmi Merek selama 2 bulan untuk memberi kesempatan kepada pihak lain mengajukan keberatan. Jika tidak ada sanggahan, maka merek akan disetujui dan sertifikat resmi diterbitkan.

Pemantauan terhadap proses ini penting dilakukan secara berkala. Mengandalkan jasa pendaftaran merek HKI akan memudahkan Anda memonitor status permohonan dan menangani keberatan apabila muncul dari pihak ketiga.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Pengalaman

Mengurus pendaftaran merek sendiri memang bisa dilakukan, tetapi tidak semua pelaku usaha memiliki waktu, pemahaman hukum, dan strategi agar mereknya diterima. Di sinilah peran jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS profesional menjadi sangat membantu. Dengan pengalaman menangani ribuan pengajuan merek di seluruh Indonesia, tim ahli kami memahami setiap prosedur, risiko penolakan, hingga cara mengajukan sanggahan apabila merek mendapatkan keberatan dari pihak lain.

Selain itu, layanan ini tidak hanya terbatas pada pengajuan merek baru, tetapi juga mencakup pembaharuan merek, pengalihan hak merek, perpanjangan, hingga konsultasi hukum merek. Dengan dukungan sistem monitoring digital, Anda dapat mengetahui perkembangan permohonan secara transparan.

Jika Anda pelaku usaha yang serius ingin melindungi aset intelektual, jangan menunda. Segera hubungi jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS agar pengajuan merek Anda diterima oleh DJKI dan memiliki kekuatan hukum penuh di Indonesia.

Pentingnya Mendaftar Merek HKI

Mengetahui cara dan tips agar daftar merek HKI diterima adalah langkah awal untuk membangun fondasi bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Mulai dari memahami prosedur, memeriksa ketersediaan nama, menentukan kelas barang atau jasa, hingga melengkapi dokumen dengan benar — semuanya berpengaruh terhadap keberhasilan pengajuan merek Anda.

Dengan dukungan jasa pendaftaran merek HKI PERMATAMAS yang berpengalaman, proses menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai peraturan. Lindungi merek Anda hari ini, karena merek bukan hanya nama — tetapi identitas dan kekuatan hukum yang menentukan nilai bisnis Anda di masa depan.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Bagaimana Proses Pengalihan Merek HKI

Bagaimana Proses Pengalihan Merek HKI – Proses pengalihan merek HKI (Hak Kekayaan Intelektual) merupakan langkah hukum yang dilakukan ketika hak kepemilikan atas suatu merek dialihkan dari pemilik sebelumnya kepada pihak lain. Pengalihan ini bisa terjadi karena berbagai alasan seperti jual beli, pewarisan, hibah, merger, atau perjanjian kerja sama bisnis. Dalam konteks hukum, pengalihan merek harus dilakukan secara sah dan dicatat di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) agar memiliki kekuatan hukum yang tetap dan diakui secara nasional.

Bagi pelaku usaha, pengalihan merek menjadi bagian penting dari strategi pengembangan bisnis. Misalnya, ketika perusahaan mengakuisisi merek lain yang sudah memiliki reputasi pasar, maka hak penggunaan dan perlindungan merek tersebut otomatis berpindah tangan setelah proses pengalihan disahkan. Hal ini memberikan nilai tambah terhadap ekspansi usaha dan memperkuat posisi kompetitif di industri.

Dalam prosesnya, pengalihan merek juga membutuhkan kelengkapan dokumen hukum seperti akta perjanjian pengalihan, surat kuasa, serta bukti kepemilikan merek terdaftar. Oleh karena itu, setiap tahapan perlu dilakukan dengan cermat dan mengikuti prosedur resmi DJKI agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Pengertian dan Tujuan Pengalihan Merek HKI

Pengalihan merek HKI adalah proses pemindahan hak atas merek terdaftar dari satu pihak ke pihak lain berdasarkan dasar hukum tertentu. Tujuan utamanya adalah memberikan perlindungan hukum yang sah terhadap kepemilikan baru atas suatu merek.

Pengalihan ini memastikan bahwa pihak penerima hak memiliki wewenang penuh untuk menggunakan, memperpanjang, dan melindungi merek tersebut dari pelanggaran.
• Pengalihan dapat terjadi karena jual beli merek antara dua perusahaan.
• Bisa juga karena pewarisan atau hibah dari pemilik lama ke pihak lain.
• Dalam kasus merger, hak atas merek berpindah secara otomatis ke entitas hasil penggabungan.
• Pengalihan juga dapat dilakukan melalui kontrak lisensi dengan ketentuan tertentu.
• Tujuan utama dari semua bentuk pengalihan ini adalah menjaga legalitas dan kontinuitas merek secara sah di bawah hukum HKI.

Dasar Hukum Pengalihan Merek HKI

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis menjadi dasar hukum utama yang mengatur proses pengalihan merek di Indonesia.
2. Pasal-pasal dalam undang-undang tersebut menjelaskan bahwa pengalihan merek harus dilakukan secara tertulis dan dicatatkan pada DJKI agar sah di mata hukum.
3. Selain itu, peraturan pelaksana dari Kementerian Hukum dan HAM memberikan pedoman administratif mengenai tata cara pencatatan pengalihan.
4. Tidak hanya itu, dokumen perjanjian pengalihan juga harus dibuat dengan notaris agar memiliki kekuatan pembuktian hukum yang kuat.
5. Dengan memahami dasar hukum ini, pelaku usaha dapat memastikan bahwa proses pengalihan berjalan aman dan tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Jenis-Jenis Pengalihan Merek HKI

Terdapat beberapa jenis pengalihan merek yang umum dilakukan oleh pelaku usaha, di antaranya:
• Jual beli merek: Terjadi ketika pemilik lama menjual hak atas mereknya kepada pihak lain.
• Hibah atau warisan: Diberikan secara cuma-cuma atau melalui proses hukum warisan.
• Merger dan akuisisi: Merek berpindah ke perusahaan hasil penggabungan.
• Lisensi jangka panjang: Meski tidak sepenuhnya berpindah, penerima lisensi memiliki hak pakai atas merek selama periode tertentu.
• Pengalihan karena sengketa atau perjanjian kerja sama bisnis.

Setiap jenis pengalihan memiliki prosedur administratif berbeda, namun semuanya wajib dicatat di DJKI agar sah secara hukum.

Bagaimana Proses Pengalihan Merek HKI
Bagaimana Proses Pengalihan Merek HKI

Syarat Dokumen Pengalihan Merek HKI

Agar proses pengalihan merek disetujui oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), diperlukan sejumlah dokumen penting yang harus dipersiapkan secara benar dan lengkap. Dokumen-dokumen ini berfungsi sebagai bukti hukum bahwa pemindahan hak atas merek dilakukan secara sah serta disetujui oleh kedua belah pihak.

Berikut beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi dalam pengalihan merek:

1. Sertifikat Merek
Merupakan dokumen utama yang menunjukkan bahwa merek telah terdaftar secara resmi atas nama pemilik sebelumnya. Tanpa adanya sertifikat ini, proses pengalihan tidak dapat diproses oleh DJKI.

2. Akta Notaris Pengalihan Merek
Dokumen ini menjadi bukti tertulis bahwa pemilik lama menyetujui pemindahan hak atas merek kepada pihak penerima. Pembuatan akta wajib dilakukan oleh notaris yang memiliki kewenangan hukum.

3. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemohon
Diperlukan untuk memverifikasi identitas pihak penerima hak merek agar sesuai dengan data yang tercantum dalam akta notaris.

4. Dokumen Legalitas Perusahaan (bagi pemohon berbentuk badan hukum)
Meliputi akta pendirian, NPWP, serta dokumen legal lain yang membuktikan bahwa perusahaan memiliki status hukum yang sah.

Selain dokumen-dokumen di atas, pastikan semua berkas telah dipindai (scan) dengan jelas dan diunggah melalui akun DJKI. Berkas yang tidak terbaca, tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan data dapat menyebabkan proses pengajuan ditolak atau diminta perbaikan. Oleh karena itu, ketelitian administrasi sangat penting agar proses pengalihan merek berjalan tanpa hambatan.

Sebagai catatan tambahan, seluruh dokumen harus memuat nama pemilik yang konsisten antara sertifikat merek dan akta notaris. Ketidaksesuaian sekecil apa pun dapat menghambat proses pencatatan pengalihan di sistem DJKI.

Langkah-Langkah Proses Pengalihan Merek HKI

Proses pengalihan merek merupakan tahapan penting yang harus dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan hukum agar hak atas merek dapat berpindah secara sah dari pemilik lama kepada pihak penerima. Setiap langkahnya melibatkan proses administratif di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), mulai dari penyusunan perjanjian pengalihan, legalisasi dokumen, hingga pencatatan resmi dalam database merek nasional. Dengan memahami setiap tahap secara benar, pelaku usaha dapat memastikan bahwa pengalihan merek berjalan lancar, memiliki kekuatan hukum, dan diakui secara resmi oleh negara.

Langkah-langkah pengalihan merek dapat dijelaskan sebagai berikut:
• Menyiapkan semua dokumen yang dibutuhkan seperti perjanjian pengalihan dan sertifikat merek.
• Melakukan pengecekan status merek melalui sistem DJKI.
• Mengajukan permohonan pengalihan secara online melalui akun resmi.
• Menunggu verifikasi dari petugas DJKI.
• Menerima sertifikat pengalihan sebagai bukti resmi bahwa hak atas merek telah berpindah tangan.

Dengan mengikuti tahapan tersebut secara benar, proses pengalihan merek dapat berjalan lancar dan sah di mata hukum.

Estimasi Waktu dan Biaya Pengalihan Merek HKI

1. Proses administrasi pengalihan merek umumnya memakan waktu antara 2–3 bulan tergantung kelengkapan dokumen.
2. Biaya resmi pencatatan pengalihan merek di DJKI resminya Rp700.000.
3. Jika menggunakan jasa konsultan HKI profesional, biaya tambahan dapat bervariasi sesuai kompleksitas kasus.
4. Pengurusan yang dilakukan dengan tepat dapat menghindarkan penundaan akibat revisi atau kekurangan data.
5. Disarankan bekerja sama dengan pihak yang berpengalaman seperti konsultan merek agar proses lebih efisien.

Kesalahan Umum dalam Pengalihan Merek HKI

Banyak pelaku usaha yang masih melakukan kesalahan administratif dalam proses pengalihan merek, seperti tidak mencatatkan pengalihan di DJKI atau hanya membuat perjanjian sederhana tanpa legalisasi notaris. Padahal, pencatatan di DJKI merupakan syarat mutlak agar pengalihan tersebut diakui secara hukum. Tanpa pencatatan resmi, pemilik baru tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk melindungi mereknya jika terjadi sengketa atau pelanggaran.

Selain itu, kesalahan lain yang sering terjadi adalah kelalaian dalam menyiapkan dokumen pendukung seperti surat kuasa, perjanjian pengalihan, dan sertifikat merek asli. Banyak juga yang tidak melakukan pengecekan status merek sebelum proses pengalihan, sehingga muncul kendala administratif di tengah jalan. Untuk menghindari risiko tersebut, pelaku usaha disarankan menggunakan Jasa Daftar Merek HKI profesional agar setiap tahap pengalihan sesuai dengan prosedur resmi dan memiliki kekuatan hukum yang sah.

Pentingnya Pencatatan Pengalihan di DJKI

Pencatatan pengalihan merek di DJKI adalah langkah wajib agar perubahan kepemilikan memiliki kekuatan hukum tetap. Tanpa pencatatan, pemilik baru tidak dapat menuntut haknya jika terjadi pelanggaran merek. Selain itu, pencatatan membantu memperbarui data publik agar konsumen dan pihak lain mengetahui status hukum terbaru dari merek tersebut.

Manfaat Pengalihan Merek bagi Pelaku Usaha:
• Memperluas portofolio bisnis melalui akuisisi merek yang sudah dikenal.
• Memberi peluang ekspansi pasar tanpa harus membangun merek baru dari nol.
• Menambah nilai aset perusahaan karena merek adalah bagian dari kekayaan intelektual.
• Meningkatkan kredibilitas di mata investor dan mitra bisnis.
• Memberikan perlindungan hukum yang sah atas kepemilikan baru.

Layanan Jasa Pengalihan Merek HKI

PERMATAMAS merupakan penyedia layanan profesional yang membantu pelaku usaha dalam mengurus seluruh proses administrasi dan legalitas pemindahan hak merek secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Dengan dukungan tim ahli berpengalaman yang memahami regulasi hukum merek, PERMATAMAS memastikan setiap proses pengalihan dilakukan dengan cepat, aman, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Melalui layanan pengalihan merek HKI dari PERMATAMAS, pelaku usaha memperoleh kemudahan dalam penyusunan dokumen, pencatatan pengalihan, hingga penerbitan sertifikat resmi. Selain itu, layanan ini juga memberikan kepastian hukum atas kepemilikan merek yang dialihkan, sehingga pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan bisnis dengan tenang dan legalitas yang terjamin.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

 

Cara Cek Nama Merek yang Sudah Digunakan Orang Lain

Cara Cek Nama Merek yang Sudah Digunakan Orang Lain – Menentukan nama merek merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun identitas dan citra bisnis. Namun, sebelum meluncurkan produk dengan nama tersebut, Anda perlu memastikan bahwa nama merek itu belum digunakan atau didaftarkan oleh pihak lain. Langkah ini penting untuk menghindari potensi sengketa hukum atau keharusan mengganti nama setelah melakukan promosi besar-besaran.

Proses pengecekan nama merek kini dapat dilakukan dengan mudah melalui situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Dengan memahami cara cek merek yang benar, Anda dapat memastikan bahwa merek Anda benar-benar unik, tidak melanggar hak pihak lain, dan sah secara hukum. Artikel ini akan membahas panduan lengkap cara cek nama merek yang sudah digunakan orang lain, serta menjelaskan pentingnya bekerja sama dengan jasa pendaftaran merek profesional agar bisnis Anda terlindungi secara maksimal sejak awal.

Mengapa Penting Mengecek Nama Merek Sebelum Digunakan

Banyak pelaku usaha terburu-buru meluncurkan produk tanpa mengecek status merek terlebih dahulu. Padahal, langkah ini bisa berakibat fatal. Jika ternyata nama yang digunakan sudah terdaftar, maka penggunaan nama tersebut bisa dianggap pelanggaran hukum, dan Anda berpotensi dituntut secara perdata maupun pidana.

Selain itu, merek yang tidak terdaftar juga tidak memiliki perlindungan hukum. Artinya, jika ada pihak lain yang mendaftarkan nama yang sama lebih dulu, maka Anda bisa kehilangan hak untuk menggunakan merek tersebut. Oleh karena itu, melakukan pengecekan terlebih dahulu menjadi langkah wajib sebelum Anda mengajukan pendaftaran melalui jasa pendaftaran merek resmi.

Langkah-Langkah Cara Cek Nama Merek yang Sudah Terdaftar di DJKI

Berikut panduan lengkap untuk mengecek apakah nama merek yang ingin Anda gunakan sudah dipakai atau belum:

1. Kunjungi situs resmi DJKI
Buka laman https://pdki-indonesia.dgip.go.id. Situs ini merupakan basis data resmi yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di bawah Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

2. Pilih menu pencarian merek dagang
Setelah masuk ke halaman utama, pilih kategori “Merek” untuk memfilter hasil pencarian sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Masukkan nama merek yang ingin dicek
Ketik nama merek Anda pada kolom pencarian, misalnya “PERMATAMAS”. Hasil pencarian akan menampilkan merek-merek yang sudah terdaftar dan mirip dengan nama tersebut.

4. Analisis hasil pencarian
Jika muncul hasil dengan status “Terdaftar”, artinya merek tersebut sudah digunakan orang lain. Namun, jika tidak ada hasil, maka Anda dapat melanjutkan proses pendaftaran. Di tahap ini, menggunakan jasa daftar merek sangat disarankan agar bisa mendapatkan pendampingan analisis kesamaan merek dengan lebih akurat.

5. Lanjutkan ke tahap pendaftaran
Setelah yakin nama merek belum digunakan, segera daftarkan melalui DJKI atau konsultan resmi seperti PERMATAMAS agar merek Anda terlindungi secara hukum.

Contoh Cek Merek Terdaftar

Sebagai contoh, merek PERMATAMAS dengan Nomor Registrasi IDM001301979 adalah salah satu merek yang telah terdaftar secara resmi di DJKI. Artinya, merek tersebut sudah memiliki perlindungan hukum penuh dan tidak dapat digunakan oleh pihak lain tanpa izin pemiliknya. Contoh ini menunjukkan pentingnya melakukan pendaftaran merek sejak awal, karena status “Terdaftar” memberikan kekuatan hukum atas identitas bisnis Anda.

Dengan menggunakan jasa pendaftaran merek profesional, Anda tidak hanya memastikan nama merek aman dari peniruan, tetapi juga meminimalkan risiko penolakan saat proses pendaftaran berlangsung.

Cara Cek Nama Merek yang Sudah Digunakan Orang Lain
Cara Cek Nama Merek yang Sudah Digunakan Orang Lain

Kesalahan Umum Saat Mengecek Nama Merek

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pelaku usaha saat melakukan pengecekan merek di antaranya:

– Tidak menggunakan ejaan yang benar saat mencari merek.
– Hanya mengecek sebagian kata, bukan keseluruhan nama merek.
– Tidak memperhatikan kelas barang atau jasa (karena setiap merek terdaftar berdasarkan kategori tertentu).
– Mengabaikan kemiripan visual atau fonetik yang juga bisa menyebabkan penolakan saat pendaftaran.

Agar tidak salah langkah, pelaku usaha sebaiknya menggunakan jasa daftar merek yang sudah berpengalaman. Konsultan berlisensi biasanya memahami pola penolakan di DJKI dan bisa memberikan saran modifikasi agar merek Anda lolos pemeriksaan formal maupun substantif.

Kelebihan Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek

1. Menghemat waktu dan tenaga
Proses pendaftaran merek di DJKI bisa memakan waktu lama jika dilakukan sendiri. Dengan bantuan jasa pendaftaran merek, semua proses administratif dapat diurus lebih cepat dan efisien.

2. Mengurangi risiko penolakan
Konsultan berpengalaman memahami aturan hukum dan klasifikasi merek. Mereka bisa membantu memilih kelas produk yang sesuai dan memastikan nama merek tidak menyalahi ketentuan DJKI.

3. Pendampingan hingga sertifikat terbit
Layanan jasa daftar merek biasanya mencakup pemantauan status pendaftaran hingga sertifikat merek resmi diterbitkan.

Dengan bantuan profesional seperti PERMATAMAS, Anda tidak perlu khawatir terhadap kesalahan teknis atau kendala birokrasi karena semua proses akan dijalankan sesuai prosedur hukum.

Tips Memilih Nama Merek yang Aman dan Unik

– Gunakan nama yang belum pernah dipakai atau mirip dengan merek terkenal.
– Hindari penggunaan kata yang terlalu umum atau deskriptif.
– Pastikan nama mudah diucapkan, diingat, dan relevan dengan produk.
– Gunakan alat bantu seperti Google Search dan database DJKI untuk memastikan tidak ada kesamaan.

Nama yang unik akan memperkuat branding bisnis Anda sekaligus mempermudah proses pendaftaran merek di DJKI.

Jasa Pendaftaran Merek HKI

Bagi pelaku usaha yang ingin memastikan mereknya terlindungi secara hukum, menggunakan layanan jasa pendaftaran merek HKI adalah langkah cerdas. Melalui layanan ini, seluruh proses mulai dari pengecekan nama merek, analisis kesamaan, pengisian dokumen, hingga pengajuan ke DJKI bisa dilakukan dengan cepat dan aman.

PERMATAMAS Indonesia merupakan salah satu konsultan profesional yang berpengalaman dalam bidang jasa daftar merek dan pengurusan HKI. Dengan tim ahli yang memahami regulasi serta sistem DJKI, proses pendaftaran dapat berjalan tanpa kendala dan hasilnya valid sesuai hukum yang berlaku.

Jadi, sebelum memasarkan produk atau memperluas usaha, pastikan nama merek Anda sudah dicek dan didaftarkan secara resmi. Dengan menggunakan jasa pendaftaran merek, Anda tidak hanya mengamankan identitas bisnis dari potensi sengketa, tapi juga memperkuat reputasi merek di mata konsumen dan mitra bisnis.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Cara Cek Merek Dagang Sudah Terdaftar atau Belum di DJKI

Cara Cek Merek Dagang Sudah Terdaftar atau Belum di DJKI – Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, merek menjadi identitas utama sebuah produk atau layanan. Melalui merek, konsumen mengenali kualitas, kepercayaan, dan reputasi suatu usaha. Namun, tahukah kamu bahwa tidak cukup hanya memiliki merek yang menarik—merek juga harus terdaftar secara resmi di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) agar mendapatkan perlindungan hukum.
Bagi pelaku usaha yang ingin memastikan legalitas mereknya, penting mengetahui cara cek merek dagang sudah terdaftar atau belum di DJKI. Proses ini sederhana, bisa dilakukan secara online, dan sangat penting sebelum kamu mengajukan pendaftaran merek baru.

Mengapa Harus Mengecek Merek Sebelum Didaftarkan?

Cek merek dagang merupakan langkah awal yang wajib dilakukan sebelum melakukan pendaftaran ke DJKI. Tujuannya untuk memastikan bahwa nama atau logo yang kamu pilih belum digunakan atau didaftarkan pihak lain. Jika merek yang kamu gunakan ternyata sudah terdaftar, maka permohonanmu bisa ditolak, dan hal ini akan menghambat rencana branding bisnismu.

Bayangkan kamu sudah mengeluarkan biaya besar untuk desain logo, kemasan, hingga promosi, tapi ternyata merek yang kamu gunakan sudah dimiliki orang lain. Di sinilah pentingnya melakukan pengecekan terlebih dahulu melalui database resmi DJKI. Banyak pelaku usaha kini juga menggunakan bantuan jasa pendaftaran merek untuk memastikan bahwa setiap proses verifikasi dilakukan secara benar dan efisien tanpa risiko duplikasi merek.

Langkah-Langkah Cara Cek Merek di Website Resmi DJKI

DJKI menyediakan fasilitas Pencarian Merek (Trademark Search) yang bisa diakses secara gratis oleh publik. Berikut langkah-langkahnya:

1. Kunjungi situs resmi DJKI: Buka https://pdki-indonesia.dgip.go.id. Ini adalah portal resmi untuk semua data Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Indonesia.
2. Pilih menu “Merek” pada halaman utama: Di bagian kiri halaman, pilih menu “Merek” untuk menelusuri merek dagang yang telah didaftarkan.
3. Masukkan nama merek yang ingin dicek: Ketik nama merek yang ingin kamu cari. Misalnya kamu ingin mengecek apakah merek PERMATAMAS sudah terdaftar atau belum.
4. Lihat hasil pencarian: Setelah klik “Cari,” sistem akan menampilkan daftar hasil yang relevan. Jika merek sudah terdaftar, kamu bisa melihat nomor registrasi, status, pemilik, dan tanggal pengajuan.

Sebagai contoh, merek PERMATAMAS dengan Nomor Registrasi IDM001301979 tercatat di database DJKI sebagai merek terdaftar dan aktif. Ini berarti merek tersebut telah melewati proses pemeriksaan formalitas, pemeriksaan substantif, dan telah resmi mendapat perlindungan hukum.

Langkah ini menjadi bukti penting bahwa melakukan pengecekan lebih awal dapat menghindarkan kamu dari potensi konflik hukum atau penolakan merek di kemudian hari.

Cek Merek Melalui e-Status DJKI

Selain melalui fitur Pencarian Merek, kamu juga bisa memanfaatkan layanan e-Status DJKI. Layanan ini membantu pelaku usaha yang sedang mendaftarkan merek untuk memantau sejauh mana progres permohonannya.

Caranya cukup mudah:
– Kunjungi laman https://e-status.dgip.go.id
– Masukkan nomor permohonan pendaftaran merek
– Klik “Cari” dan sistem akan menampilkan posisi terakhir permohonan (misalnya: dalam pemeriksaan formalitas, substantif, atau sudah terbit sertifikat)

Banyak pengguna jasa daftar merek memanfaatkan fitur ini untuk memantau perkembangan merek klien mereka tanpa harus datang langsung ke kantor DJKI. Proses ini sangat membantu, terutama untuk pelaku UMKM yang ingin semua urusan hukum dilakukan secara praktis.

Cara Cek Merek Dagang Sudah Terdaftar atau Belum di DJKI
Cara Cek Merek Dagang Sudah Terdaftar atau Belum di DJKI

Mengapa Hasil Cek Merek di DJKI Bisa Berbeda?

Terkadang hasil pencarian di DJKI menampilkan beberapa merek yang mirip namun berbeda ejaan atau desain. Misalnya, “Permatamas,” “PermaTamas,” dan “PermaTama’s” bisa muncul secara terpisah, meskipun pengucapannya serupa. Inilah pentingnya analisis mendalam sebelum mendaftar merek, agar tidak terbentur pada persamaan pada pokoknya dengan merek yang sudah ada.

Konsultan profesional dalam bidang jasa pendaftaran merek biasanya melakukan analisis komparatif, mencakup aspek visual, fonetik, dan konseptual. Tujuannya agar merek yang diajukan tidak dianggap meniru atau memiliki kemiripan yang dapat menimbulkan potensi penolakan oleh DJKI.

Manfaat Melakukan Cek Merek Sebelum Daftar HKI

Melakukan pengecekan merek sebelum mendaftar bukan sekadar formalitas, tetapi investasi untuk keamanan bisnis jangka panjang. Berikut manfaat utamanya:

1. Mencegah Penolakan Merek: Kamu dapat menghindari biaya dan waktu yang terbuang karena merek sudah digunakan pihak lain.
2. Mengetahui Status Hukum: Dengan fitur DJKI, kamu bisa tahu apakah merek tersebut aktif, sedang diperiksa, atau sudah habis masa perlindungan.
3. Membangun Strategi Branding yang Aman: Mengetahui lebih awal status merek memungkinkan kamu menyiapkan strategi branding yang legal dan kuat.
4. Melindungi Investasi Usaha: Dengan bantuan jasa daftar merek, pelaku usaha dapat memastikan bahwa mereknya benar-benar terlindungi dari klaim pihak lain.

Cek Merek untuk Merek Sendiri atau Kompetitor

Selain digunakan untuk memeriksa merek sendiri, fitur pencarian DJKI juga bermanfaat untuk memantau merek kompetitor. Misalnya, kamu ingin mengetahui apakah merek pesaing di bidang produk serupa sudah memiliki perlindungan hukum atau belum. Dengan cara ini, kamu dapat menghindari risiko pelanggaran sekaligus mendapatkan inspirasi dalam membangun identitas merek yang lebih kuat.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki merek PERMATAMAS dan ingin memastikan tidak ada merek yang serupa di bidang sejenis, kamu bisa secara rutin memeriksa daftar merek baru yang diajukan ke DJKI. Langkah ini banyak dilakukan oleh perusahaan yang serius membangun reputasi dan menjaga orisinalitas merek dagangnya.

Tips Jika Merek Kamu Belum Terdaftar

Jika setelah dicek ternyata merek kamu belum terdaftar, segera lakukan pendaftaran sebelum didahului pihak lain. Pendaftaran merek dapat dilakukan secara online melalui laman resmi DJKI, atau kamu bisa menggunakan jasa pendaftaran merek yang berpengalaman agar proses berjalan lebih cepat dan aman.

Langkah-langkah umumnya meliputi:
1. Menyiapkan dokumen identitas dan contoh merek
2. Mengajukan permohonan melalui sistem online DJKI
3. Membayar biaya pendaftaran
4. Menunggu proses pemeriksaan formalitas dan substantif
5. Mendapatkan sertifikat merek setelah disetujui

Dengan menggunakan jasa daftar merek, kamu juga akan mendapatkan pendampingan selama proses berjalan, termasuk dalam hal pengecekan dokumen, tanggapan keberatan, dan pengumuman merek.

Mengetahui cara cek merek dagang sudah terdaftar atau belum di DJKI merupakan langkah penting bagi siapa pun yang ingin melindungi identitas usahanya. Dengan fitur pencarian online DJKI, proses ini kini menjadi lebih mudah dan transparan. Melalui contoh nyata seperti merek PERMATAMAS (Nomor Registrasi IDM001301979), kita bisa melihat pentingnya pendaftaran yang sah agar merek mendapat perlindungan penuh di mata hukum.

Bagi pelaku usaha yang ingin lebih praktis, menggunakan jasa pendaftaran merek adalah solusi cerdas untuk memastikan seluruh proses berjalan cepat, aman, dan sesuai prosedur. Dengan begitu, merek bisnismu tidak hanya dikenal, tapi juga diakui dan dilindungi secara hukum di Indonesia.

Jasa Pendaftaran Merek Pengalaman Permatamas

Jika kamu membutuhkan pendampingan profesional dalam proses pendaftaran merek, PERMATAMAS Indonesia dapat menjadi pilihan yang tepat. Sebagai salah satu lembaga berpengalaman di bidang jasa daftar merek dan jasa pendaftaran merek, Permatamas telah menangani berbagai klien dari sektor UMKM hingga perusahaan nasional.

Merek PERMATAMAS sendiri sudah resmi terdaftar di DJKI dengan Nomor Registrasi IDM001301979, yang menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga legalitas dan profesionalisme layanan.

Dengan tim hukum dan konsultan berpengalaman, Permatamas memberikan layanan yang mencakup:

Cek merek sebelum pengajuan (pencarian di database DJKI).
– Pendaftaran merek baru untuk produk atau jasa.
– Pendampingan sanggah atau banding merek.
– Perpanjangan masa berlaku merek dagang.

Layanan Permatamas berfokus membantu pelaku usaha agar mendapatkan perlindungan hukum atas merek mereka, sekaligus memperkuat posisi bisnis di pasar. Dengan pengalaman panjang dalam pengurusan legalitas merek, Permatamas selalu mengedepankan akurasi, kecepatan, dan kepastian hukum.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Jasa Pendaftaran Merek HAKI

Jasa Pendaftaran Merek HAKI – Pendaftaran merek HKI (Hak Kekayaan Intelektual) adalah langkah penting bagi setiap pelaku usaha, UMKM, startup, maupun perusahaan besar. Dengan merek yang terdaftar secara resmi, Anda mendapatkan perlindungan hukum terhadap nama, logo, atau simbol bisnis. Hal ini tidak hanya melindungi bisnis dari penggunaan pihak lain tanpa izin, tetapi juga meningkatkan kredibilitas,
kepercayaan konsumen, dan nilai aset bisnis Anda.

Permatamas hadir sebagai penyedia jasa pendaftaran merek HKI profesional yang memudahkan proses ini bagi berbagai jenis usaha. Dengan pengalaman dan pengetahuan mendalam mengenai regulasi DJKI, Permatamas memastikan setiap langkah pendaftaran dilakukan dengan tepat dan aman.

Pembahasan berikut menjelaskan secara lengkap jasa pendaftaran merek HKI, manfaatnya, langkah-langkah pendaftaran, tips memilih jasa yang tepat, serta estimasi biaya dan waktu yang diperlukan.

Mengapa Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HAKI Itu Penting

Meskipun pendaftaran merek HAKI bisa dilakukan sendiri, menggunakan jasa profesional memiliki berbagai keuntungan. Pertama, memastikan proses pendaftaran berjalan sesuai prosedur. Ahli HKI memahami regulasi DJKI, dokumen yang diperlukan, serta tata cara pengajuan sehingga risiko kesalahan dapat diminimalkan. Kesalahan dokumen atau langkah prosedural yang salah bisa menunda proses atau membuat permohonan ditolak.

Kedua, mengurangi risiko sengketa hukum. Konsultan atau biro jasa pendaftaran merek akan melakukan pengecekan mendalam untuk memastikan merek yang diajukan belum digunakan pihak lain. Hal ini penting agar bisnis Anda terlindungi dari potensi konflik hukum di masa depan.

Ketiga, memberikan strategi branding yang tepat. Ahli HKI dapat memberikan masukan mengenai nama merek, kelas barang/jasa, dan aspek legal lainnya agar merek lebih aman digunakan secara komersial. Strategi yang tepat membantu merek Anda dikenal luas sekaligus menghindari kesamaan dengan merek lain.

Keempat, memudahkan pelaku usaha fokus pada bisnis. Dengan menggunakan jasa profesional, Anda dapat memusatkan energi pada pengembangan produk atau layanan tanpa terganggu urusan administratif dan legalitas.

Keuntungan menggunakan jasa pendaftaran merek HAKI:
• Memastikan dokumen lengkap dan prosedur sesuai DJKI.
• Meminimalisir risiko penolakan atau sengketa hukum.
• Mendapat panduan strategi branding dan pemilihan kelas merek yang tepat.
• Menghemat waktu dan fokus pada pengembangan bisnis.

Langkah-Langkah Proses Pendaftaran Merek HAKI

Proses pendaftaran merek HAKI bisa tampak rumit jika dilakukan sendiri. Berikut langkah-langkah yang biasanya dilakukan oleh jasa profesional seperti Permatamas:

1. Pengecekan Merek di DJKI
Sebelum mendaftar, dilakukan pengecekan untuk memastikan merek belum digunakan pihak lain. Hal ini penting agar permohonan diterima dan menghindari penolakan.

2. Menentukan Kelas Barang/Jasa
Setiap merek harus didaftarkan sesuai kelas barang atau jasa. Konsultan akan membantu menentukan kelas yang sesuai dengan produk atau layanan bisnis Anda agar sesuai dengan standar internasional dan lokal.

3. Persiapan Dokumen Pendukung
Dokumen biasanya meliputi formulir permohonan, surat kuasa (jika menggunakan jasa), identitas pemohon, dan desain merek yang jelas. Semua dokumen harus lengkap agar proses pendaftaran berjalan lancar.

4. Pengajuan Permohonan ke DJKI
Jasa profesional mengajukan dokumen secara online melalui sistem e-Registration DJKI atau secara manual sesuai kebutuhan. Dengan pengalaman mereka, proses ini menjadi lebih cepat dan aman.

5. Monitoring Proses Pendaftaran
Setelah pengajuan, jasa pendaftaran akan memantau status permohonan dan memberikan update kepada pemilik usaha secara berkala.

6. Sertifikat Merek HAKI
Jika permohonan diterima, DJKI akan menerbitkan sertifikat resmi sebagai bukti kepemilikan merek, memberikan perlindungan hukum eksklusif terhadap merek Anda.

 

Jasa Pendaftaran Merek HAKI
Jasa Pendaftaran Merek HAKI

Manfaat Memilih Jasa Pendaftaran Merek HAKI Berpengalaman

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman seperti Permatamas membawa banyak manfaat tambahan:

Pertama, proses lebih cepat dan tepat. Ahli HKI sudah terbiasa dengan alur DJKI, sehingga permohonan lebih efisien dan terstruktur.

Kedua, panduan pemilihan nama dan kelas merek aman. Pengalaman jasa profesional membantu menghindari nama merek yang berpotensi konflik atau mirip dengan merek lain, sehingga peluang diterima lebih besar.

Ketiga, dukungan untuk semua jenis usaha, mulai dari UMKM, startup, hingga perusahaan besar. Setiap jenis usaha memiliki kebutuhan berbeda, dan jasa profesional dapat menyesuaikan strategi pendaftaran sesuai kapasitas dan target bisnis.

Keempat, mengurangi risiko penolakan. Dengan bantuan jasa profesional, dokumen dan prosedur diperiksa secara detail sehingga kemungkinan penolakan sangat kecil.

Manfaat menggunakan jasa:
• Proses pendaftaran lebih cepat dan akurat.
• Panduan pemilihan nama dan kelas merek aman.
• Dukungan untuk UMKM, startup, dan perusahaan besar.
• Mengurangi risiko penolakan dan konflik hukum.

Tips Memilih Penyedia Jasa Pendaftaran Merek HAKI yang Tepat

Memilih jasa pendaftaran merek HKI yang tepat adalah kunci keberhasilan pendaftaran. Berikut tips memilih penyedia jasa yang handal:
1. Cek Pengalaman dan Portofolio
Pastikan jasa tersebut memiliki pengalaman menangani berbagai jenis pendaftaran merek, dari UMKM hingga perusahaan besar.

2. Periksa Reputasi dan Testimoni
Cari review atau testimoni dari klien sebelumnya untuk mengetahui kualitas layanan dan profesionalisme.

3. Pastikan Transparansi Biaya
Jasa profesional akan memberikan estimasi biaya secara jelas, termasuk biaya tambahan jika ada pengalihan atau banding.

4. Kemudahan Komunikasi
Pilih jasa yang responsif dan siap memberikan update selama proses pendaftaran agar Anda tidak ketinggalan informasi penting.

5. Layanan Lengkap
Idealnya, jasa tidak hanya membantu pendaftaran, tetapi juga pengecekan merek, banding, sanggah, dan pengalihan merek jika diperlukan.

Biaya dan Estimasi Waktu Pendaftaran Merek HAKI

Biaya pendaftaran merek HKI di Indonesia bervariasi tergantung jenis usaha dan jasa yang digunakan:
• Biaya Resmi DJKI: Setiap permohonan dikenakan biaya dasar sesuai kelas barang/jasa.
• Biaya Jasa Profesional: Menyesuaikan layanan, biasanya mencakup pengecekan, pengajuan, dan monitoring permohonan.

Estimasi waktu pendaftaran merek HKI:
• 3–6 bulan untuk proses pemeriksaan formal dan substantif.
• Bisa lebih cepat jika dokumen lengkap dan tidak ada konflik merek.

Menggunakan jasa pendaftaran profesional membantu mempercepat proses, mengurangi risiko penolakan, dan memberikan panduan strategi legalitas merek jangka panjang.

Solusi Mudah Pendaftaran Merek HAKI dengan Permatamas

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI dari Permatamas adalah solusi praktis bagi pelaku usaha yang ingin memastikan merek mereka aman, terlindungi secara hukum, dan dapat digunakan secara eksklusif. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, menggunakan jasa berpengalaman, serta memahami perbedaan kelas dan regulasi DJKI, proses pendaftaran merek menjadi lebih cepat, aman, dan efektif.

Pemilik usaha, UMKM, maupun startup dapat fokus mengembangkan strategi bisnis dan branding tanpa khawatir mengenai legalitas merek.

Dengan dukungan jasa pendaftaran merek HKI profesional dari Permatamas, setiap langkah mulai dari pengecekan hingga sertifikasi resmi menjadi mudah, terstruktur, dan memberikan keamanan hukum jangka panjang bagi bisnis Anda.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Jasa Daftar Merek HAKI

Jasa Daftar Merek HAKI – Mendaftarkan merek HKI (Hak Kekayaan Intelektual) adalah langkah krusial bagi semua pelaku usaha, UMKM, startup, maupun perusahaan besar. Dengan memiliki merek resmi, Anda memperoleh perlindungan hukum terhadap nama, logo, atau simbol bisnis. Ini tidak hanya mencegah pihak lain menggunakan merek tanpa izin, tetapi juga meningkatkan kredibilitas, membangun kepercayaan pelanggan, serta menambah nilai aset perusahaan.

Meskipun pendaftaran merek bisa dilakukan secara mandiri, menggunakan jasa profesional memberikan banyak keuntungan, mulai dari percepatan proses hingga meminimalkan risiko penolakan.

Berikut pembahasan lengkap mengenai pentingnya pendaftaran merek, manfaat jasa profesional, langkah-langkah pendaftaran, tips memilih penyedia jasa, estimasi biaya dan waktu, serta solusi mudah dari Permatamas.

Mengapa Mendaftarkan Merek HAKI Itu Penting

Mendaftarkan merek HKI bukan sekadar formalitas, tetapi strategi hukum dan bisnis yang penting. Dengan merek resmi, Anda memperoleh beberapa keuntungan:

1. Perlindungan Hukum
Merek terdaftar memberikan hak eksklusif bagi pemilik untuk menggunakan nama, logo, atau simbol tertentu dalam kegiatan bisnis. Tanpa pendaftaran, pihak lain bisa meniru atau menggunakan merek serupa, yang berpotensi menimbulkan sengketa hukum.

2. Nilai Bisnis yang Lebih Tinggi
Merek resmi menjadi aset perusahaan yang bisa diperjualbelikan, dilisensikan, atau diwariskan. Hal ini sangat bermanfaat bagi UMKM dan startup yang ingin berkembang atau mencari investor.

3. Mengurangi Risiko Penolakan Pendaftaran
Dengan melakukan pengecekan dan pendaftaran secara resmi, Anda mengurangi kemungkinan permohonan ditolak karena konflik dengan merek lain yang sudah terdaftar.

4. Strategi Branding yang Kuat
Merek yang terdaftar membantu pelaku usaha membangun identitas brand yang aman, efektif, dan mudah dikenali konsumen.

Manfaat Menggunakan Jasa Profesional Pendaftaran Merek HAKI

Walaupun pendaftaran bisa dilakukan sendiri, memakai jasa profesional menawarkan sejumlah keuntungan signifikan:
1. Proses Lebih Efisien dan Tepat
Konsultan HKI paham alur regulasi DJKI dan dokumen yang diperlukan sehingga pendaftaran lebih cepat dan minim kesalahan dibandingkan dilakukan sendiri.
2. Risiko Penolakan Minimal
Dokumen diperiksa secara rinci, dan prosedur dijalankan sesuai aturan, sehingga peluang permohonan ditolak sangat kecil.
3. Strategi Branding Aman
Konsultan memberi saran terkait pemilihan nama, logo, dan kelas barang/jasa agar tidak bertabrakan dengan merek lain.
4. Fokus pada Pengembangan Bisnis
Dengan urusan legalitas ditangani jasa profesional, pemilik usaha bisa fokus mengembangkan produk, layanan, dan strategi pemasaran.

Keuntungan utama menggunakan jasa profesional:
• Dokumen lengkap dan prosedur sesuai regulasi DJKI
• Panduan strategi branding dan pemilihan kelas merek tepat
• Menghemat waktu dan tenaga
• Meminimalkan risiko sengketa hukum

Proses Pendaftaran Merek HAKI

Pendaftaran merek HKI memiliki beberapa tahap penting yang sebaiknya diikuti:
1. Pengecekan Merek di DJKI
Sebelum mendaftar, cek terlebih dahulu di sistem DJKI untuk memastikan merek belum digunakan pihak lain. Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara online melalui situs resmi DJKI.
2. Menentukan Kelas Barang/Jasa
DJKI menggunakan klasifikasi internasional (Nice Classification). Pemilihan kelas yang tepat memastikan merek terdaftar sesuai jenis produk atau layanan.
3. Persiapan Dokumen Pendukung
Dokumen yang dibutuhkan biasanya meliputi formulir permohonan, surat kuasa (jika menggunakan jasa), identitas pemohon, dan desain/logo merek.
4. Pengajuan Permohonan ke DJKI
Dokumen diajukan melalui sistem e-Registration DJKI atau secara manual sesuai kebutuhan.
5. Monitoring Proses Pendaftaran
Jasa profesional akan memantau status permohonan dan memberikan update berkala kepada pemilik usaha.
6. Penerbitan Sertifikat Merek
Jika permohonan diterima, DJKI menerbitkan sertifikat resmi sebagai bukti kepemilikan merek, memberikan hak eksklusif atas penggunaan nama, logo, atau simbol tersebut.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini dan memakai jasa berpengalaman, proses pendaftaran merek menjadi lebih lancar, cepat, dan aman.

Tips Memilih Jasa Pendaftaran Merek HAKI yang Tepat

Memilih penyedia jasa yang tepat adalah kunci sukses pendaftaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Cek Pengalaman dan Portofolio
Pastikan penyedia jasa telah menangani berbagai jenis usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.
2. Periksa Reputasi dan Testimoni
Review dan testimoni klien sebelumnya bisa menjadi indikator kualitas layanan.
3. Transparansi Biaya
Jasa profesional biasanya memberikan estimasi biaya yang jelas, termasuk biaya tambahan jika ada pengalihan atau banding.
4. Kemudahan Komunikasi
Pilih penyedia jasa yang responsif dan selalu memberikan update terkait status pendaftaran.
5. Layanan Lengkap
Idealnya, jasa tidak hanya membantu pendaftaran, tetapi juga pengecekan merek, banding, sanggah, dan pengalihan merek.

Jasa Daftar Merek HAKI
Jasa Daftar Merek HAKI

Estimasi Biaya dan Waktu Pendaftaran Merek HAKI

Biaya yang perlu disiapkan untuk mendaftarkan merek HKI di Indonesia meliputi:
• Biaya Resmi DJKI: Disesuaikan dengan kelas produk/jasa dan kategori usaha.
• Biaya Layanan Profesional: Tergantung paket layanan, biasanya termasuk pengecekan ketersediaan merek, pengajuan permohonan, dan pemantauan status hingga diterbitkannya sertifikat.

Perkiraan Waktu Pendaftaran:
• Sekitar 3–6 bulan untuk proses pemeriksaan formal dan substantif.
• Bisa lebih cepat apabila seluruh dokumen lengkap dan tidak terdapat konflik dengan merek yang sudah terdaftar.

Memakai jasa profesional mempercepat proses, mengurangi risiko penolakan, dan memberi panduan strategi legalitas jangka panjang.

Opsi Jika Merek HAKI Sudah Terdaftar

Jika merek yang diajukan ternyata sudah digunakan pihak lain, beberapa langkah bisa dilakukan:
1. Cari Nama Merek Unik
Pilih nama berbeda, kreatif, dan sesuai kelas barang/jasa yang ingin didaftarkan.
2. Cek Ketersediaan Kembali
Setelah menentukan nama baru, pastikan melakukan pengecekan ulang di DJKI.
3. Sanggah atau Banding
Jika ada indikasi pendaftaran merek tidak sah, ajukan sanggah atau banding sesuai prosedur DJKI.
4. Pengalihan Merek
Negosiasi atau kerja sama dengan pemilik merek yang sudah terdaftar bisa menjadi opsi jika ingin memakai merek tersebut.

Langkah-langkah ini membantu meminimalkan risiko konflik hukum dan menjaga strategi branding tetap aman.

Solusi Mudah Pendaftaran Merek HAKI Bersama Permatamas

Menggunakan jasa daftar merek HKI dari Permatamas adalah solusi praktis bagi pelaku usaha yang ingin memastikan merek aman, terlindungi hukum, dan bisa digunakan secara eksklusif.

Dengan dukungan tim berpengalaman:
• Setiap langkah dari pengecekan hingga sertifikasi resmi menjadi mudah dan terstruktur.
• Pemilik usaha, UMKM, maupun startup bisa fokus mengembangkan strategi bisnis tanpa khawatir legalitas merek.
• Proses lebih cepat, dokumen aman, dan risiko penolakan berkurang drastis.

Layanan lengkap Permatamas:
• Pengecekan Merek HKI
• Pendaftaran Merek
• Sanggah dan Banding
• Pengalihan Merek

Dengan layanan profesional, pendaftaran merek tidak hanya mudah tetapi juga memberikan keamanan hukum jangka panjang yang sangat penting bagi keberlanjutan bisnis.

Langkah Tepat Mendaftar Merek HAKI Sekarang

Pendaftaran merek HKI adalah strategi penting untuk melindungi bisnis, membangun kredibilitas, dan menambah nilai aset. Dengan menggunakan jasa daftar merek HKI profesional, proses menjadi lebih cepat, tepat, dan aman.

PERMATAMAS hadir sebagai solusi terpercaya bagi pelaku usaha, UMKM, maupun startup agar setiap langkah pendaftaran merek berjalan lancar, mulai dari pengecekan hingga sertifikasi resmi. Dengan pengalaman tim profesional dan layanan lengkap, pemilik usaha dapat fokus mengembangkan bisnis tanpa khawatir soal legalitas merek.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI – Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan istilah yang luas mencakup semua bentuk perlindungan hukum terhadap karya intelektual, termasuk hak cipta, paten, merek, desain industri, dan lain-lain. HKI bertujuan untuk memberikan hak eksklusif kepada pencipta atau pemilik karya intelektual agar dapat mengontrol penggunaan, reproduksi, dan pemanfaatan karya tersebut. Dengan perlindungan HKI, inovasi dan kreativitas pemilik usaha maupun individu dapat dihargai secara adil dan terlindungi dari penggunaan pihak lain tanpa izin.

Sementara itu, HAKI adalah istilah yang lebih populer di Indonesia sebagai singkatan dari Hak Atas Kekayaan Intelektual. Secara praktik, HAKI merujuk pada hal yang sama dengan HKI, namun istilah ini lebih sering digunakan dalam konteks lokal. Pemahaman tentang istilah ini sangat penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, startup, maupun perusahaan besar, agar bisa mengambil langkah hukum yang tepat untuk melindungi merek, inovasi, atau karya kreatif mereka.

Artikel ini akan membahas perbedaan istilah HKI dan HAKI, menjelaskan fungsi DJKI, serta langkah-langkah cek merek secara online. Selain itu, artikel ini juga memberikan panduan praktis bagi pelaku usaha untuk melindungi merek mereka dengan bantuan jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman.

Pengertian HKI dan HAKI

HKI adalah hak hukum yang diberikan kepada pencipta atau pemilik karya intelektual agar dapat menguasai dan memanfaatkan karyanya secara eksklusif.

HKI mencakup berbagai jenis perlindungan, seperti:
1. Hak Cipta: Perlindungan terhadap karya seni, sastra, musik, film, software, dan karya intelektual lainnya. Dengan hak cipta, pencipta memiliki hak untuk memperbanyak, mendistribusikan, dan mengumumkan karyanya.
2. Paten: Perlindungan terhadap penemuan baru, teknologi, atau proses inovatif. Paten memberikan hak eksklusif untuk memproduksi, menggunakan, atau menjual penemuan tersebut dalam jangka waktu tertentu.
3. Merek: Perlindungan terhadap nama, logo, slogan, atau simbol yang digunakan dalam bisnis. Merek yang terdaftar secara resmi di DJKI memiliki kekuatan hukum untuk mencegah pihak lain menggunakan identitas serupa.
4. Desain Industri: Perlindungan terhadap tampilan visual produk, termasuk bentuk, pola, atau kombinasi warna yang unik.

HAKI di Indonesia sering digunakan secara bergantian dengan HKI. Namun secara praktik, istilah HAKI lebih menekankan perlindungan terhadap merek, desain, dan hak cipta dalam konteks lokal. Memahami istilah ini membantu pelaku usaha menentukan jenis perlindungan hukum yang paling sesuai dengan kebutuhan produk atau jasa mereka.

Misalnya, perusahaan startup yang bergerak di bidang teknologi mungkin lebih fokus pada paten dan hak cipta software, sementara bisnis kuliner lebih menekankan perlindungan merek dan kemasan produk.

Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI
Perbedaan HKI dan HAKI serta Cara Cek Merek di DJKI

Perbedaan HKI dan HAKI

Walaupun HKI dan HAKI terdengar mirip, terdapat beberapa perbedaan mendasar:
• Istilah Resmi: HKI merupakan istilah resmi internasional yang digunakan dalam hukum kekayaan intelektual global. Sementara itu, HAKI lebih populer di Indonesia sebagai istilah lokal yang sering dipakai dalam praktik pendaftaran merek dan hak cipta di tanah air.
• Ruang Lingkup: HKI mencakup semua jenis kekayaan intelektual, mulai dari hak cipta, paten, merek, hingga desain industri. HAKI, meskipun istilah yang sama, lebih sering digunakan dalam konteks perlindungan merek, paten, dan hak cipta di Indonesia.
• Penggunaan Dokumen: Sertifikat HKI bisa merujuk ke dokumen resmi baik global maupun lokal, sementara HAKI lebih mengacu pada dokumen pendaftaran di Indonesia.

Memahami perbedaan ini membantu pelaku usaha menentukan strategi pendaftaran yang tepat, apakah perlu perlindungan di tingkat nasional atau bahkan internasional. Misalnya, jika bisnis berpotensi ekspor, pendaftaran HKI internasional menjadi sangat penting.

Mengapa Merek Perlu Perlindungan HKI/HAKI

Merek yang terlindungi HKI atau HAKI memiliki nilai lebih bagi pemilik usaha, karena merek bukan sekadar logo atau nama, tetapi identitas yang mewakili kualitas dan reputasi bisnis.

Perlindungan HKI/HAKI memberikan hak eksklusif untuk:
1. Menggunakan nama, logo, atau simbol secara legal, sehingga tidak ada pihak lain yang dapat menirunya.
2. Melindungi merek dari penggunaan pihak lain tanpa izin, termasuk saingan bisnis yang mencoba meniru branding.
3. Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk atau jasa.
4. Menjadi aset bisnis yang dapat diperdagangkan, diwariskan, atau dijadikan lisensi.

Tanpa perlindungan HKI/HAKI, pemilik usaha berisiko menghadapi sengketa hukum, penolakan pendaftaran, atau penggunaan merek oleh pihak lain. Misalnya, bisnis kuliner yang sudah terkenal bisa mengalami kerugian besar jika mereknya ditiru oleh kompetitor tanpa izin.

Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan adalah cek merek sebelum mendaftar untuk memastikan merek tersedia dan aman digunakan.

Apa itu DJKI dan Fungsinya

DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) adalah lembaga resmi pemerintah di Indonesia yang bertanggung jawab untuk:
• Menerbitkan sertifikat HKI, termasuk merek, paten, hak cipta, dan desain industri.
• Mengelola pendaftaran merek secara online melalui sistem e-Registration.
• Memberikan informasi publik terkait status dan legalitas merek, sehingga pemilik usaha dapat memantau apakah merek yang mereka gunakan telah resmi terdaftar.

Dengan menggunakan DJKI, pelaku usaha bisa memastikan bahwa merek, logo, atau inovasi mereka telah mendapat perlindungan hukum. Ini sangat penting untuk UMKM dan startup yang ingin mengembangkan bisnisnya secara aman tanpa risiko sengketa hukum di masa depan.

Cara Cek Merek di DJKI Secara Online

Cek merek di DJKI bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana berikut:
1. Kunjungi website resmi DJKI https://pdki-indonesia.dgip.go.id/
2. Pilih menu Pencarian Merek
3. Masukkan nama merek yang ingin dicek.
4. Klik pencarian data

Manfaat cek merek online:
• Mengetahui apakah merek sudah digunakan atau masih tersedia.
• Menghindari penolakan pendaftaran akibat kesamaan merek.
• Menentukan strategi branding yang aman dan efektif.
• Menghemat waktu dan biaya dibandingkan jika mendaftar tanpa pengecekan.

Melakukan pengecekan merek secara rutin juga membantu pelaku usaha untuk memantau potensi persaingan dan menyesuaikan strategi bisnis secara proaktif.

Tips Mengecek Merek yang Efektif

Untuk mendapatkan hasil cek merek yang optimal, beberapa tips berikut bisa diterapkan:
1. Gunakan kata kunci yang spesifik dan relevan dengan merek Anda.
2. Periksa ejaan dan variasi nama merek yang mirip agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.
3. Pastikan memeriksa kelas barang/jasa yang sesuai dengan produk atau layanan Anda.
4. Catat semua hasil pengecekan untuk referensi saat pendaftaran resmi.
5. Lakukan pengecekan berkala, terutama jika bisnis Anda berkembang atau ada produk baru.

Dengan langkah ini, risiko konflik hukum dapat diminimalkan, dan strategi branding menjadi lebih aman dan terarah.

Opsi Jika Merek Sudah Terdaftar

Jika hasil pengecekan menunjukkan bahwa merek yang ingin Anda daftarkan ternyata sudah terdaftar, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari alternatif nama merek yang benar-benar unik. Pastikan nama tersebut belum digunakan oleh pihak lain agar risiko penolakan pendaftaran atau sengketa hukum dapat diminimalkan. Menciptakan nama yang khas dan mudah diingat juga akan membantu membangun identitas merek yang kuat di mata konsumen.

Selain itu, penting untuk memastikan bahwa merek baru tersebut sesuai dengan kelas barang atau jasa yang akan didaftarkan. Sistem klasifikasi DJKI menggunakan kategori tertentu untuk membedakan jenis produk dan layanan, sehingga pengecekan kelas yang tepat menjadi kunci agar pendaftaran merek berhasil dan legalitasnya terlindungi secara maksimal.

Manfaat Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HKI

Meski pengecekan bisa dilakukan sendiri, banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa pendaftaran merek HKI karena:
• Memastikan proses pendaftaran berjalan lancar dan sesuai prosedur DJKI.
• Mengurangi risiko kesalahan dokumen atau prosedur yang bisa menunda pendaftaran.
• Mendapatkan saran strategi branding dan pemilihan kelas merek yang tepat.
• Fokus pada pengembangan bisnis tanpa terbebani urusan administratif.

Dengan dukungan profesional, proses pendaftaran menjadi lebih cepat, aman, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Pentingnya Mengetahui Perbedaan HKI dan HAKI

Memahami perbedaan HKI dan HAKI penting agar pelaku usaha dapat memilih jenis perlindungan yang paling sesuai. Cek merek di DJKI merupakan langkah awal yang wajib dilakukan sebelum mendaftar agar terhindar dari risiko sengketa dan penolakan.

Dengan dukungan jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman, proses pendaftaran menjadi lebih mudah, cepat, dan aman. Pelaku usaha, UMKM, maupun startup bisa fokus mengembangkan bisnis dan strategi branding tanpa khawatir soal legalitas merek.

Jasa Pendaftaran Merek HKI Berpengalaman

Memilih jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman memberikan berbagai keuntungan bagi pelaku usaha, termasuk:
• Proses pendaftaran lebih cepat dan tepat sesuai regulasi DJKI.
• Mengurangi risiko penolakan atau sengketa hukum.
• Panduan dalam memilih nama dan kelas merek yang aman.
• Dukungan untuk bisnis UMKM, startup, dan perusahaan skala besar.

Keuntungan utama:
• Mendapatkan panduan lengkap dari ahli HKI.
• Mempercepat pendaftaran merek dan sertifikasi resmi.
• Mendukung strategi perlindungan merek jangka panjang.
• Memberikan rasa aman karena semua proses legalitas ditangani profesional.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

Langkah-Langkah Cek Merek HKI di Website Resmi DJKI

Langkah-Langkah Cek Merek HKI di Website Resmi DJKI – Cek merek sebelum mendaftar adalah langkah penting bagi setiap pelaku usaha, UMKM, startup, atau perusahaan besar. Dengan mengetahui status merek secara online melalui DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual), Anda dapat memastikan bahwa merek yang ingin digunakan belum terdaftar, mengurangi risiko sengketa hukum, dan merencanakan strategi branding yang tepat.

Proses pengecekan merek ini bukan hanya untuk kepatuhan hukum, tetapi juga menjadi dasar bagi strategi bisnis jangka panjang. Dengan informasi yang tepat, pemilik usaha bisa menghindari risiko yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis.

Artikel ini akan membahas secara detail cara cek merek HKI di DJKI, langkah demi langkah, tips efektif, opsi jika merek sudah terdaftar, dan manfaat menggunakan jasa pendaftaran merek HKI.

Mengapa Mengecek Merek HKI Itu Penting

Sebelum memulai langkah teknis, penting memahami mengapa pengecekan merek HKI harus dilakukan. Ada beberapa alasan strategis dan praktis yang membuat langkah ini wajib dilakukan:

1. Menghindari Konflik Hukum
Jika Anda mendaftarkan merek yang sudah digunakan pihak lain, kemungkinan besar pendaftaran akan ditolak. Lebih buruk lagi, Anda bisa menghadapi tuntutan hukum. Dengan pengecekan di DJKI, Anda bisa memastikan merek aman digunakan dan menghindari risiko sengketa hukum.

2. Menentukan Strategi Branding
Pengecekan merek memungkinkan Anda merancang nama, logo, atau slogan yang unik dan mudah dikenali, sekaligus aman secara hukum. Data hasil pengecekan dapat membantu menentukan identitas merek yang kuat di pasar.

3. Efisiensi Biaya dan Waktu
Tanpa pengecekan, proses pendaftaran bisa gagal dan biaya yang sudah dikeluarkan menjadi sia-sia. Pengecekan sebelumnya membantu Anda merencanakan langkah pendaftaran dengan lebih efisien.

4. Mempermudah Proses Pendaftaran
Dengan mengetahui status merek lebih awal, proses pendaftaran menjadi lebih cepat dan terstruktur. Hal ini memudahkan Anda mengisi dokumen, memilih kelas barang/jasa yang sesuai, dan menyiapkan dokumen pendukung.

Apa Itu DJKI dan Fungsinya

DJKI adalah lembaga resmi pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab atas kekayaan intelektual. Fungsi utama DJKI terkait merek meliputi:
• Penerbitan Sertifikat HKI, termasuk merek, paten, hak cipta, dan desain industri.
• Pengelolaan Pendaftaran Merek Online melalui sistem e-Registration.
• Informasi Publik terkait status dan legalitas merek.

Melalui DJKI, pelaku usaha bisa memastikan bahwa merek yang mereka gunakan telah resmi terdaftar. Hal ini sangat penting agar merek memiliki kekuatan hukum yang sah, sekaligus meningkatkan kredibilitas bisnis di mata konsumen dan mitra usaha.

Persiapan Sebelum Mengecek Merek

Sebelum masuk ke website DJKI, ada beberapa persiapan penting yang sebaiknya dilakukan:

1. Tentukan Nama Merek
Pilih nama merek yang ingin dicek. Pastikan ejaan jelas, singkat, dan mudah diingat. Nama yang unik akan memudahkan pendaftaran dan branding.

2. Tentukan Kelas Barang/Jasa
Sistem DJKI menggunakan klasifikasi internasional (Nice Classification) untuk barang/jasa. Pastikan Anda mengetahui kelas yang sesuai produk atau jasa Anda agar pencarian lebih akurat.

3. Siapkan Variasi Nama
Catat variasi nama merek, seperti singkatan, huruf kapital, atau simbol tambahan. Hal ini penting untuk memastikan pengecekan lebih komprehensif, karena beberapa merek bisa memiliki ejaan atau simbol mirip yang bisa menimbulkan konflik.

Dengan persiapan yang matang, proses pengecekan akan lebih lancar dan memberikan hasil yang lebih akurat.

Langkah-Langkah Cek Merek HKI di Website Resmi DJKI
Langkah-Langkah Cek Merek HKI di Website Resmi DJKI

Langkah-Langkah Cek Merek HKI di Website Resmi DJKI

Berikut panduan lengkap untuk melakukan pengecekan:

1. Kunjungi Website Resmi DJKI
• Buka https://pdki-indonesia.dgip.go.id.
• Pastikan koneksi internet stabil agar proses pencarian berjalan lancar.

2. Pilih Menu Pencarian Merek
• Di halaman utama, klik menu Pencarian Merek atau e-Registration.
• Menu ini memungkinkan pencarian secara umum maupun spesifik berdasarkan nama dan kelas barang/jasa.

3. Masukkan Nama Merek
• Ketik nama merek yang ingin dicek.
• Gunakan tanda kutip untuk hasil pencarian lebih spesifik (misal: “GEMILANG”).
• Pastikan nama yang dimasukkan sama persis dengan yang akan digunakan.

4. Pilih Kelas Barang/Jasa
• Pilih kelas yang sesuai dengan produk atau jasa Anda.
• Sistem akan menampilkan hasil yang relevan dengan kelas yang dipilih.

5. Klik Cari dan Tinjau Hasil
• Klik Cari untuk menampilkan daftar merek yang sudah terdaftar.
• Periksa hasil secara detail: nama, logo, kelas, dan pemilik merek.
• Jika terdapat merek mirip, catat perbedaan detail agar bisa digunakan sebagai pertimbangan strategi.

Tips Mengecek Merek yang Efektif

Agar pengecekan lebih akurat, perhatikan tips berikut:
• Gunakan kata kunci spesifik sesuai merek dan produk.
• Periksa ejaan dan variasi nama merek yang mirip.
• Catat hasil pengecekan untuk referensi saat mendaftar.
• Lakukan pengecekan berkala jika bisnis Anda berkembang.
• Bandingkan hasil dengan merek sejenis agar strategi branding lebih efektif.

Dengan cara ini, pemilik usaha dapat meminimalkan risiko konflik merek dan mempersiapkan strategi branding yang lebih kuat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Merek Sudah Terdaftar?

Jika hasil pengecekan menunjukkan bahwa merek yang ingin diajukan ternyata sudah terdaftar, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mempertimbangkan untuk mengganti nama merek. Pemilihan nama baru harus tetap kreatif, unik, dan mudah diingat agar tetap bisa membangun identitas bisnis yang kuat. Selain itu, nama baru ini harus dicek kembali ketersediaannya melalui sistem DJKI agar memastikan tidak ada pihak lain yang telah mendaftarkan merek yang sama atau mirip.

Setelah memastikan nama baru merek belum terdaftar, pelaku usaha dapat melanjutkan proses pendaftaran merek secara resmi. Proses ini melibatkan pengisian dokumen, pemilihan kelas barang/jasa yang sesuai, dan pengajuan melalui sistem e-Registration DJKI. Dengan cara ini, risiko penolakan pendaftaran atau sengketa hukum di masa depan dapat diminimalisir, sekaligus memastikan merek siap digunakan secara legal untuk kegiatan bisnis.

Manfaat Menggunakan Jasa Pendaftaran Merek HKI

Bagi banyak pelaku usaha, menggunakan jasa profesional memudahkan proses pendaftaran:
• Proses Cepat dan Tepat
Ahli HKI membantu menyiapkan dokumen dan prosedur sesuai regulasi DJKI.
• Mengurangi Risiko Penolakan
Kesalahan dokumen atau prosedur bisa menyebabkan penolakan, tapi dengan jasa profesional, risiko ini minim.
• Saran Strategi Branding
Ahli dapat memberikan masukan tentang nama, logo, dan kelas barang/jasa agar aman dan efektif.
• Fokus pada Bisnis
Pelaku usaha bisa fokus mengembangkan produk tanpa terganggu urusan administratif.

Contoh Kasus Pengecekan Merek

• Kasus 1: UMKM Kuliner
Sebuah usaha minuman ingin menggunakan merek “ABCDEFGH.” Setelah pengecekan, nama tersebut sudah terdaftar. Pelaku usaha kemudian memilih variasi nama yang berbeda dan berhasil mendaftar.

• Kasus 2: Startup Teknologi
Startup aplikasi ingin menggunakan merek “ABCDEFGHPro.” Hasil pengecekan menunjukkan merek tersedia. Startup ini kemudian langsung mendaftarkan merek dengan bantuan jasa pendaftaran HKI.

• Kasus 3: Produk Kosmetik
Perusahaan kosmetik ingin mendaftarkan merek “ABCDEFGlow.” Merek sudah terdaftar, sehingga perusahaan memutuskan untuk melakukan pengalihan merek melalui negosiasi.

Pentingnya Cek Merek Sebelum Daftar

Cek merek HKI di DJKI merupakan langkah awal yang krusial sebelum mendaftarkan merek. Dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu, pelaku usaha dapat memastikan bahwa merek yang akan digunakan belum terdaftar, sehingga risiko penolakan pendaftaran maupun sengketa hukum dapat diminimalisir.

Selain itu, proses pengecekan ini membantu merencanakan strategi branding yang lebih matang, termasuk pemilihan nama, logo, dan kelas barang/jasa yang tepat, sehingga merek menjadi lebih aman dan profesional.

Mengikuti langkah-langkah pengecekan yang benar dan memanfaatkan jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman akan membuat proses pendaftaran menjadi lebih cepat, efisien, dan aman. Dengan begitu, pelaku usaha, UMKM, maupun startup dapat fokus pada pengembangan bisnis dan inovasi

Jasa Pendaftaran Merek HKI Berpengalaman

Menggunakan jasa pendaftaran merek HKI yang berpengalaman memberikan banyak keuntungan bagi pelaku usaha, baik UMKM, startup, maupun perusahaan besar. Dengan dukungan profesional, proses pendaftaran menjadi lebih cepat, tepat, dan sesuai dengan regulasi DJKI, sehingga risiko kesalahan dokumen atau prosedur yang dapat menunda pendaftaran bisa diminimalisir.

Selain itu, jasa berpengalaman juga membantu memandu pemilihan nama dan kelas merek yang aman, sehingga strategi branding Anda berjalan efektif dan terlindungi secara hukum.

Beberapa keuntungan menggunakan jasa pendaftaran merek HKI berpengalaman antara lain:
• Proses lebih cepat dan tepat sesuai regulasi DJKI.
• Mengurangi risiko sengketa hukum.
• Panduan memilih nama dan kelas merek yang aman.
• Dukungan untuk UMKM, startup, dan perusahaan besar.

Dengan adanya jasa profesional, pelaku usaha dapat fokus mengembangkan strategi bisnis dan inovasi produk tanpa terbebani urusan administratif, sehingga legalitas merek tetap terjamin dan bisnis berjalan lancar.

produk tanpa khawatir soal legalitas merek, sekaligus membangun kepercayaan konsumen melalui perlindungan hukum yang tepat.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID