Kelas Merek 22 HKI: Pengertian, Jenis Barang, dan Contoh Produknya – Pelaku usaha yang memproduksi tali tambang, jaring ikan, terpal, tenda, karung, atau bahan serat tertentu perlu memahami klasifikasi merek sebelum mengajukan permohonan perlindungan merek. Penentuan kelas yang sesuai membantu pemilik usaha mengidentifikasi barang yang ingin dicakup dalam permohonan.
Dalam sistem klasifikasi merek, Kelas Merek 22 HKI mencakup tali dan tambang, jaring, tenda, terpal, awning dari tekstil atau bahan sintetis, layar, karung untuk pengangkutan dan penyimpanan bahan dalam jumlah besar, bahan bantalan dan pengisi tertentu, serta serat tekstil mentah dan penggantinya.
Kelas ini relevan bagi produsen perlengkapan perikanan, pemasok tali industri, pengusaha terpal, produsen tenda, distributor karung, serta pelaku usaha bahan serat tekstil.
Memahami jenis barang dalam Kelas 22 dapat membantu pelaku usaha menyusun daftar produk secara lebih terarah. Untuk mendapatkan informasi resmi tentang pendaftaran merek dan kekayaan intelektual di Indonesia, kunjungi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Apa Itu Kelas Merek 22 HKI?
Kelas Merek 22 merupakan salah satu kelas barang dalam sistem klasifikasi Nice yang digunakan untuk mengelompokkan barang dalam proses pendaftaran merek. Secara umum, kelas ini mencakup barang berbahan tali, jaring, kain terpal, bahan tekstil tertentu, serat mentah, serta bahan pengisi dan bantalan yang tidak termasuk kelas lain.
Jenis barang dalam Kelas 22 antara lain:
- Tali dan tambang: tali nonlogam, tali sintetis, tali untuk keperluan laut, serta tali untuk mengikat atau mengamankan bundel.
- Jaring dan jala: jaring ikan komersial, jaring untuk makanan hewan, dan jaring tertentu untuk kebutuhan pertanian atau industri.
- Tenda dan terpal: tenda berkemah, terpal serbaguna, serta terpal untuk kebutuhan tertentu.
- Awning dan kanopi tekstil: penutup berbahan tekstil atau sintetis untuk memberikan perlindungan dari cuaca.
- Layar: layar kapal dan layar untuk jenis perahu atau papan layar tertentu.
- Karung dan kantong tertentu: karung untuk mengangkut atau menyimpan bahan curah serta kantong tekstil yang tidak diklasifikasikan di kelas lain berdasarkan fungsi khususnya.
- Bahan bantalan dan pengisi: bahan pengisi dari serat tertentu, kecuali bahan yang dikecualikan seperti karet, plastik, kertas, dan karton.
- Serat tekstil mentah: serat alami atau serat tekstil tertentu sebelum diolah menjadi produk akhir.
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua tali, kantong, terpal, atau serat otomatis masuk Kelas 22. Klasifikasi dapat berbeda berdasarkan bahan, fungsi, dan tujuan penggunaan barang.
Daftar Contoh Produk Kelas Merek 22 Beserta Keterangannya
Berikut contoh produk yang dikelompokkan menjadi lima kategori. Daftar ini merupakan panduan awal bagi pelaku usaha untuk memahami ragam barang yang dapat ditinjau dalam Kelas 22.
A. Tali, Tambang, dan Bahan Pengikat
1. Tali tambang
Tali berukuran besar yang digunakan untuk kebutuhan industri, pertanian, atau pekerjaan pengikatan. Jenis tali nonlogam tertentu dapat termasuk Kelas 22.
2. Tali nilon
Tali berbahan serat nilon yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pengikatan, penambatan, atau penggunaan luar ruangan sesuai spesifikasinya.
3. Tali polypropylene
Tali sintetis yang dapat digunakan untuk mengikat bundel, mengamankan barang, atau membantu kegiatan pengemasan tertentu.
4. Tali rami
Tali yang dibuat dari serat rami untuk keperluan pengikatan dan kebutuhan berbasis serat tertentu.
5. Tali kapas
Tali berbahan serat kapas yang dapat digunakan untuk pengikatan, kerajinan, atau kebutuhan tertentu sesuai fungsi produk.
6. Tali jangkar
Tali untuk menambatkan kapal atau perahu. Bahan dan fungsi produk perlu dicocokkan dengan uraian barang dalam klasifikasi.
7. Tali pengikat bundel
Tali nonlogam yang digunakan untuk mengikat beberapa barang menjadi satu bundel agar lebih mudah disimpan atau diangkut.
8. Tali pengepakan
Tali untuk mengikat barang, paket, atau bundel selama proses pengemasan dan pengiriman.
9. Tali tangga
Tali yang digunakan sebagai bagian dari tangga tali untuk kebutuhan tertentu, misalnya kegiatan luar ruangan atau penggunaan khusus.
10. Tali sintetis untuk kebutuhan laut
Tali berbahan sintetis yang dirancang untuk penggunaan maritim tertentu, misalnya untuk penambatan atau kebutuhan tali-temali.
B. Jaring, Jala, dan Produk Berbahan Jaring
11. Jaring ikan komersial
Jaring yang digunakan untuk menangkap ikan dalam kegiatan perikanan komersial.
12. Jala ikan
Jaring untuk menangkap ikan yang digunakan oleh nelayan atau pelaku usaha perikanan.
13. Jaring untuk makanan hewan
Jaring yang dirancang untuk menampung atau menyediakan pakan hewan sesuai kebutuhan pemeliharaan atau budidaya.
14. Jaring pengemasan
Jaring yang digunakan untuk mengemas atau menahan barang tertentu selama penyimpanan maupun pengiriman, sesuai karakteristik produknya.
15. Jaring kamuflase
Jaring yang digunakan untuk menyamarkan objek dalam kegiatan tertentu, termasuk penggunaan visual atau kebutuhan khusus lainnya.
16. Jaring peneduh tanaman
Jaring untuk membantu mengurangi paparan sinar matahari pada tanaman. Kesesuaian klasifikasi perlu diperiksa berdasarkan jenis dan fungsi produknya.
17. Jaring pelindung untuk berkebun
Jaring yang digunakan untuk membantu melindungi tanaman atau area kebun dari gangguan tertentu.
18. Jaring ikan berbahan sintetis
Jaring dari serat sintetis yang digunakan untuk kegiatan penangkapan ikan sesuai spesifikasi dan tujuan penggunaannya.
19. Jaring untuk pengangkutan barang
Jaring untuk menahan atau mengamankan barang dalam proses pengangkutan, selama sesuai dengan uraian Kelas 22.
20. Jaring serat tekstil
Jaring yang dibuat dari serat tekstil alami atau sintetis untuk penggunaan yang sesuai dengan cakupan kelas ini.

C. Tenda, Terpal, Awning, dan Kanopi
21. Tenda berkemah
Tenda portabel yang digunakan untuk berkemah dan kegiatan luar ruangan.
22. Tenda kegiatan luar ruangan
Tenda yang digunakan untuk acara, kegiatan komunitas, atau kebutuhan sementara di luar bangunan.
23. Tenda berbahan tekstil
Tenda yang menggunakan kain atau bahan tekstil sebagai bagian utama penutupnya.
24. Tenda untuk memancing
Tenda yang dirancang untuk mendukung kegiatan memancing, misalnya sebagai tempat berteduh sementara.
25. Terpal plastik serbaguna
Lembaran penutup berbahan plastik yang digunakan untuk melindungi barang atau material dari paparan lingkungan.
26. Terpal untuk kapal
Terpal yang digunakan untuk menutup bagian kapal atau barang tertentu di kapal sesuai spesifikasi produknya.
27. Terpal untuk penutup material
Terpal yang digunakan untuk menutup material selama penyimpanan atau pengangkutan, dengan klasifikasi yang ditentukan oleh fungsi dan karakteristik barang.
28. Awning berbahan tekstil
Penutup berbahan kain yang digunakan untuk membantu melindungi area tertentu dari sinar matahari atau hujan.
29. Awning berbahan sintetis
Penutup dari bahan sintetis untuk kebutuhan perlindungan cuaca atau penggunaan luar ruangan tertentu.
30. Kanopi tekstil
Struktur penutup berbahan tekstil atau sintetis yang digunakan untuk memberikan naungan pada area tertentu.
D. Karung, Kantong, dan Kemasan Berbahan Tekstil
31. Karung beras
Karung untuk mengangkut atau menyimpan beras. Klasifikasinya perlu diperiksa berdasarkan bahan, fungsi, dan uraian barang yang diajukan.
32. Karung pertanian
Karung yang digunakan untuk mengangkut atau menyimpan hasil panen dan bahan pertanian tertentu.
33. Karung bahan curah
Karung berkapasitas besar untuk mengangkut atau menyimpan material dalam jumlah banyak, misalnya bahan baku industri tertentu.
34. Karung goni
Karung yang dibuat dari serat goni untuk kebutuhan penyimpanan dan pengangkutan material tertentu.
35. Kantong tekstil untuk kemasan
Kantong berbahan tekstil yang digunakan untuk mengemas barang, selama tidak diklasifikasikan pada kelas lain berdasarkan fungsi khususnya.
36. Kantong jala
Kantong dengan struktur jaring untuk membawa atau menyimpan barang tertentu.
37. Kantong kain untuk penyimpanan
Kantong berbahan kain untuk menyimpan barang ketika tidak digunakan atau selama proses penyimpanan.
38. Kantong tekstil untuk kemasan barang dagangan
Kantong kain yang digunakan untuk mengemas barang dagangan sebelum didistribusikan atau diserahkan kepada konsumen.
39. Kantong kain untuk binatu
Kantong berbahan kain untuk menampung pakaian kotor sebelum dicuci atau selama pengangkutan menuju tempat pencucian.
40. Kantong penyimpanan tiang tenda
Kantong berbahan tekstil yang dirancang untuk menyimpan tiang tenda atau perlengkapan tertentu agar lebih mudah dibawa.
E. Bahan Pengisi, Serat Tekstil Mentah, dan Produk Serat Lainnya
41. Serat kapas mentah
Serat kapas yang belum diolah menjadi benang atau kain dan digunakan sebagai bahan baku industri tekstil.
42. Serat rami
Serat dari tanaman rami yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku produk tekstil atau produk berbasis serat tertentu.
43. Wol mentah
Serat wol sebelum diolah lebih lanjut menjadi benang atau bahan tekstil.
44. Serat sutra
Serat sutra yang digunakan sebagai bahan baku pengolahan tekstil, sesuai karakteristik dan tahap pengolahannya.
45. Serat kelapa
Serat dari sabut kelapa yang dapat dimanfaatkan untuk bahan pengisi atau aplikasi berbasis serat tertentu.
46. Serat hewani
Serat yang berasal dari hewan dan digunakan sebagai bahan baku atau bahan pengisi tertentu sesuai klasifikasinya.
47. Bulu hewan untuk bahan pengisi
Bulu hewan yang digunakan untuk mengisi atau memberi bantalan pada produk tertentu, sepanjang tidak termasuk pengecualian kelas.
48. Serat poliester untuk penggunaan tekstil
Serat poliester yang dipasarkan sebagai bahan baku tekstil, bukan sebagai produk jadi dengan fungsi yang berbeda.
49. Bahan pengisi berbasis serat
Bahan pengisi yang dibuat dari serat tertentu untuk bantalan atau isian, kecuali bahan yang dikecualikan dari Kelas 22.
50. Wol untuk isian jok
Wol atau bahan serat tertentu yang digunakan sebagai isian jok atau pelapis perabot, apabila sesuai dengan uraian barang pada klasifikasi.
Catatan klasifikasi: Contoh di atas merupakan referensi awal. Produk dengan nama serupa dapat memiliki kelas berbeda karena bahan, fungsi, atau tujuan penggunaan. Misalnya, kantong belanja yang diklasifikasikan berdasarkan fungsi sebagai tas dapat masuk kelas lain, sedangkan bahan pengisi dari karet atau plastik tidak termasuk kelompok bahan pengisi Kelas 22.
Perbedaan Kelas Merek 22 dengan Kelas Merek Lain
Salah satu langkah penting sebelum mengajukan pendaftaran merek adalah membedakan produk Kelas 22 dari barang yang memiliki bahan atau bentuk serupa tetapi digunakan untuk tujuan berbeda.
| Kelas merek | Ruang lingkup umum | Contoh produk |
|---|---|---|
| Kelas 17 | Karet, plastik setengah olahan, bahan penyekat, dan pipa fleksibel nonlogam tertentu | Lembaran karet, bahan isolasi |
| Kelas 18 | Kulit, tas tertentu, dompet, dan perlengkapan hewan | Tas tangan, dompet, tali kekang hewan |
| Kelas 22 | Tali, jaring, tenda, terpal, karung tertentu, bahan pengisi dan serat mentah | Tali nonlogam, jaring ikan, tenda |
| Kelas 23 | Benang dan benang jahit untuk tekstil | Benang jahit, benang bordir |
| Kelas 24 | Kain, linen rumah tangga, dan tirai tertentu | Kain katun, sprei, handuk |
Sebagai contoh, serat tekstil mentah dapat termasuk Kelas 22, sedangkan benang yang sudah diproses untuk penggunaan tekstil umumnya perlu ditinjau pada Kelas 23. Kain jadi umumnya berada pada Kelas 24.
Perbedaan ini penting karena pemilihan kelas harus sesuai dengan barang yang benar-benar dipasarkan, bukan hanya berdasarkan bahan pembuatannya.
Mengapa Klasifikasi Kelas Merek 22 Penting bagi Pelaku Usaha?
Bagi produsen dan distributor, klasifikasi merek membantu menentukan ruang lingkup barang yang ingin dicakup dalam permohonan. Memahami kelas yang sesuai juga mendukung persiapan administrasi dan perencanaan perlindungan merek.
1. Memperjelas jenis barang yang diajukan
Pemilik usaha dapat mengidentifikasi apakah produknya berupa tali, jaring, tenda, terpal, karung, atau serat mentah.
2. Membantu menyusun uraian barang
Nama produk dan uraian yang spesifik memudahkan pemohon menyampaikan jenis barang yang dimaksud dalam permohonan.
3. Mendukung pengembangan lini produk
Jika bisnis berkembang dari penjualan tali menjadi tenda atau bahan serat, pemilik usaha dapat meninjau apakah produk tambahan tersebut masih berada dalam kelas yang sama atau memerlukan kelas lain.
4. Mengurangi risiko kesalahan klasifikasi
Pemeriksaan awal membantu mengurangi risiko mencantumkan barang pada kelas yang tidak sesuai dengan fungsi atau karakteristiknya.
5. Mendukung strategi merek jangka panjang
Merek dapat menjadi bagian dari identitas bisnis dan strategi pemasaran. Perencanaan klasifikasi yang tepat membantu pelaku usaha mengelola kebutuhan perlindungan sesuai produk yang ditawarkan.
Meski demikian, pemilihan kelas yang tepat tidak menjamin permohonan akan disetujui. Permohonan tetap harus memenuhi persyaratan dan melalui pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Cara Mempersiapkan Pendaftaran Merek Kelas 22
Pelaku usaha dapat melakukan beberapa langkah sebelum mengajukan permohonan.
- Identifikasi produk secara spesifik. Catat nama barang, bahan utama, dan tujuan penggunaannya.
- Periksa daftar klasifikasi resmi. Cocokkan produk dengan uraian barang yang tersedia pada sistem DJKI.
- Bedakan bahan mentah dan barang jadi. Serat tekstil mentah, benang, dan kain jadi dapat masuk kelas berbeda.
- Lakukan penelusuran merek. Periksa apakah terdapat merek terdahulu yang sama atau memiliki kemiripan yang relevan.
- Siapkan data pemohon. Pastikan identitas dan dokumen yang diperlukan sesuai dengan persyaratan.
- Evaluasi kebutuhan kelas tambahan. Jika usaha mencakup beberapa kelompok barang, periksa apakah produk-produk tersebut memerlukan kelas berbeda.
- Periksa prosedur dan tarif terbaru. Gunakan informasi resmi dari DJKI sebelum mengajukan permohonan.
Informasi resmi dapat diperoleh melalui DJKI, sedangkan daftar barang dapat ditinjau melalui Sistem Klasifikasi Merek DJKI Kelas 22.
Jasa Daftar Merek HKI untuk Produk Tali, Jaring, dan Terpal
Bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mendaftarkan merek, proses persiapan dapat memerlukan perhatian khusus. Pemohon perlu mengidentifikasi produk, memilih kelas yang sesuai, menyiapkan uraian barang, dan memeriksa kemungkinan persamaan dengan merek terdahulu.
jasa daftar merek hki dapat dipertimbangkan bagi pengusaha yang membutuhkan pendampingan administratif dalam mempersiapkan permohonan. Sebelum memilih penyedia layanan, pastikan ruang lingkup pekerjaan, biaya, dokumen yang diperlukan, serta ketentuan layanan dijelaskan secara transparan.
PERMATAMAS INDONESIA menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan legalitas usaha. Pelaku usaha dapat mempelajari layanan berikut sesuai kebutuhan:
- Jasa Pendirian PT — untuk pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan pendirian badan usaha.
- Jasa Pendaftaran Merek — untuk konsultasi dan pendampingan proses pengajuan pendaftaran merek.
- Jasa Perpanjang Merek — untuk pemilik merek yang ingin memahami proses perpanjangan perlindungan merek.
Pendampingan dapat membantu pemohon memahami tahapan administratif, tetapi tidak menjamin permohonan pasti disetujui. Keputusan akhir tetap mengikuti ketentuan dan hasil pemeriksaan oleh otoritas yang berwenang.
Kesimpulan
Kelas Merek 22 HKI merupakan kelas yang relevan bagi pelaku usaha tali dan tambang, jaring, tenda, terpal, awning, layar, karung tertentu, bahan pengisi, serta serat tekstil mentah. Memahami ruang lingkupnya membantu pemilik usaha mengidentifikasi jenis barang yang sesuai sebelum mengajukan permohonan merek.
Sebelum mendaftar, periksa klasifikasi barang melalui sistem resmi DJKI, susun uraian produk secara spesifik, dan lakukan penelusuran merek terdahulu. Pemilihan kelas yang sesuai membantu mempersiapkan permohonan, tetapi tidak menjamin persetujuan.
Jika membutuhkan pendampingan administratif, jasa daftar merek hki dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan usaha. Pastikan layanan yang dipilih transparan dan jadikan informasi resmi DJKI sebagai acuan utama.
Mulai persiapkan perlindungan merek produk Anda. Identifikasi jenis barang, periksa klasifikasi yang sesuai, dan siapkan dokumen sebelum mengajukan permohonan.
KONSULTASI GRATIS
FAQ: Kelas Merek 22 HKI
1. Apa yang dimaksud dengan Kelas Merek 22 HKI?
Kelas Merek 22 merupakan kelompok barang yang mencakup tali dan tambang, jaring, tenda, terpal, awning tekstil atau sintetis, layar, karung tertentu, bahan pengisi, dan serat tekstil mentah.
2. Produk apa saja yang termasuk Kelas Merek 22?
Contohnya adalah tali tambang, tali nilon, jaring ikan komersial, tenda berkemah, terpal plastik, awning tekstil, karung beras, kantong tekstil untuk kemasan, serat kapas mentah, dan wol mentah.
3. Apakah semua jenis tali termasuk Kelas 22?
Tidak. Tali nonlogam tertentu termasuk Kelas 22, tetapi jenis tali dengan fungsi khusus dapat masuk kelas lain. Penentuan kelas harus memperhatikan bahan, fungsi, dan uraian barang.
4. Apakah terpal termasuk Kelas Merek 22?
Terpal pada umumnya termasuk dalam cakupan Kelas 22. Namun, terpal atau penutup yang dirancang untuk fungsi khusus perlu diperiksa berdasarkan uraian barang dan ketentuan klasifikasi.
5. Apakah karung beras termasuk Kelas 22?
Karung beras dapat termasuk Kelas 22 apabila bahan dan fungsi produknya sesuai dengan klasifikasi. Karung kertas atau kantong dengan fungsi khusus dapat masuk kelas lain.
6. Apakah jaring ikan termasuk Kelas 22?
Jaring ikan komersial dan jala ikan termasuk contoh barang dalam Kelas 22. Jaring yang dirancang untuk fungsi khusus, seperti keselamatan atau olahraga tertentu, dapat diklasifikasikan berbeda.
7. Apakah serat tekstil mentah termasuk Kelas 22?
Ya, serat tekstil mentah dan sejumlah bahan serat alami atau sintetis tertentu termasuk Kelas 22. Benang tekstil dan kain jadi umumnya perlu ditinjau pada Kelas 23 dan Kelas 24.
8. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk beberapa kelas?
Bisa. Jika sebuah usaha memiliki beberapa jenis barang yang termasuk kelas berbeda, pemilik merek dapat mempertimbangkan permohonan pada kelas-kelas yang relevan sesuai ketentuan yang berlaku.
9. Bagaimana cara memeriksa klasifikasi produk Kelas 22?
Gunakan Sistem Klasifikasi Merek DJKI Kelas 22, lalu cocokkan nama produk, bahan, dan fungsi barang dengan uraian yang tersedia.
10. Apakah menggunakan jasa daftar merek HKI menjamin merek disetujui?
Tidak. Layanan pendampingan dapat membantu persiapan administratif, tetapi persetujuan tetap bergantung pada persyaratan dan hasil pemeriksaan oleh otoritas yang berwenang.




