Jasa Merek Terpercaya: Solusi Mudah Daftar Merek di DJKI

Jasa Merek Terpercaya: Solusi Mudah Daftar Merek di DJKI – Membangun bisnis yang sukses tidak hanya membutuhkan produk berkualitas, tetapi juga identitas yang jelas dan terlindungi. Salah satu cara paling efektif untuk menjaga eksklusivitas brand adalah dengan mendaftarkan merek secara resmi di DJKI. Proses pendaftaran merek memastikan nama, logo, atau simbol perusahaan tidak disalahgunakan oleh pihak lain, sekaligus memberikan perlindungan hukum yang sah. Namun, proses ini sering kali membingungkan bagi pelaku usaha, terutama bagi yang belum terbiasa dengan prosedur, dokumen, dan regulasi resmi.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, menggunakan jasa merek terpercaya menjadi solusi praktis dan efisien. Layanan profesional seperti PERMATAMAS membantu perusahaan dari awal hingga akhir proses pendaftaran, mulai dari pengecekan dokumen, pengisian formulir, hingga penerbitan sertifikat resmi. Dengan bantuan jasa berpengalaman, pemilik usaha bisa lebih fokus mengembangkan produk dan strategi bisnis tanpa khawatir dengan kerumitan administratif. Hasilnya, merek terdaftar dengan aman, proses lebih cepat, dan risiko penolakan atau revisi dokumen bisa diminimalkan.

Apa Itu Pendaftaran Merek dan Mengapa Penting

Pendaftaran merek adalah proses resmi untuk mendaftarkan identitas produk atau jasa perusahaan agar mendapatkan perlindungan hukum di Indonesia. Merek sendiri bisa berupa kata, logo, kombinasi kata dan logo, atau simbol yang membedakan produk dari pesaing.

Dengan mendaftarkan merek, pemilik memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan merek tersebut, sehingga orang lain tidak bisa meniru atau menggunakan identitas yang sama untuk produk serupa. Hal ini sangat penting untuk membangun brand recognition dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap bisnis.

Manfaat hukum dan bisnis dari pendaftaran merek sangat beragam, antara lain:
• Perlindungan hukum: Mengurangi risiko penyalahgunaan atau pembajakan merek oleh pihak lain.
• Hak eksklusif: Pemilik merek berhak menggunakan dan memasarkan produknya secara resmi.
• Nilai ekonomi: Merek yang terdaftar dapat menjadi aset perusahaan yang dapat dijual, diwariskan, atau dijadikan lisensi.
• Kredibilitas bisnis: Produk dengan merek terdaftar meningkatkan kepercayaan konsumen dan mitra bisnis.

Dengan memahami pentingnya pendaftaran merek, perusahaan bisa lebih proaktif dalam melindungi identitas produk. Mengabaikan pendaftaran dapat menimbulkan risiko sengketa hukum di masa depan dan merugikan reputasi brand. Oleh karena itu, menggunakan jasa pendaftaran merek profesional seperti PERMATAMAS bisa menjadi langkah tepat untuk memastikan proses pendaftaran cepat, aman, dan sesuai prosedur resmi DJKI.

Jenis-Jenis Merek yang Bisa Didaftarkan

Di Indonesia, HAKI atau Hak Kekayaan Intelektual memberikan perlindungan untuk berbagai jenis merek. Merek bisa berupa simbol visual atau kata yang membedakan produk atau jasa dari perusahaan lain. Memahami jenis merek yang bisa didaftarkan sangat penting sebelum mengajukan permohonan, karena setiap jenis merek memiliki persyaratan dan perlindungan hukum yang berbeda.

Berikut jenis-jenis merek yang bisa didaftarkan:
1. Merek Kata: Nama produk atau jasa yang berupa kata atau rangkaian kata tanpa simbol grafis.
2. Merek Logo: Simbol atau gambar yang digunakan untuk identitas produk.
3. Merek Kombinasi Kata dan Logo: Gabungan kata dan simbol grafis, memberikan identitas visual yang unik.
4. Merek Kolektif: Merek yang digunakan oleh kelompok atau asosiasi untuk produk tertentu.

Dengan mengetahui jenis merek, pemilik dapat menyesuaikan strategi branding dan perlindungan hukum. Setiap jenis memiliki manfaat tersendiri, misalnya merek kata mudah diingat, sedangkan kombinasi kata dan logo memberikan identitas visual yang kuat. Memahami jenis merek juga membantu menentukan dokumen dan prosedur pendaftaran yang sesuai dengan ketentuan DJKI, sehingga proses pendaftaran lebih cepat dan aman.

Menggunakan jasa profesional dalam pendaftaran merek membantu perusahaan memilih jenis merek yang tepat, memastikan dokumen lengkap, dan meminimalkan risiko penolakan atau sengketa hukum.

Keuntungan Menggunakan Jasa Merek Profesional

Mengurus pendaftaran merek secara mandiri memang memungkinkan, tetapi sering kali membutuhkan waktu, pengetahuan tentang regulasi DJKI, dan ketelitian dalam menyiapkan dokumen. Dengan menggunakan jasa merek profesional, perusahaan bisa mendapatkan berbagai keuntungan yang membuat proses lebih cepat, aman, dan minim risiko.

Beberapa manfaat menggunakan jasa merek profesional antara lain:
• Mempercepat proses pendaftaran: Tim berpengalaman tahu prosedur, formulir, dan dokumen yang tepat untuk diajukan.
• Mengurangi risiko penolakan: Dokumen dan formulir diperiksa secara teliti agar sesuai persyaratan DJKI.
• Pendampingan profesional: Perusahaan dibimbing mulai dari pengisian formulir, pengecekan desain/logo, hingga pembayaran PNBP.
• Efisiensi waktu dan tenaga: Pemilik usaha dapat fokus pada pengembangan bisnis tanpa repot mengurus proses teknis.

Selain itu, jasa profesional sering memiliki pengalaman menangani kasus penolakan atau sengketa merek, sehingga bisa memberikan solusi cepat jika ada masalah. Dengan bantuan jasa profesional seperti PERMATAMAS, perusahaan dapat memastikan pendaftaran merek dilakukan secara tepat, legal, dan aman, sekaligus meningkatkan kredibilitas produk di mata konsumen dan mitra bisnis.

Dokumen dan Persyaratan Pendaftaran Merek

Untuk mendaftarkan merek di DJKI, perusahaan harus menyiapkan dokumen secara lengkap agar proses verifikasi berjalan lancar. Dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai standar bisa menyebabkan penolakan atau revisi, sehingga proses menjadi lebih lama.

Berikut dokumen dan persyaratan utama untuk pendaftaran merek:
1. Formulir Permohonan: Diisi lengkap sesuai format DJKI, mencakup data pemohon dan identitas merek.
2. Logo atau Desain Merek: File grafis merek jika mendaftar merek logo atau kombinasi kata dan logo.
3. Identitas Pemohon: KTP, NPWP, dan dokumen perusahaan untuk membuktikan legalitas pemohon.
4. Surat Kuasa (jika menggunakan jasa profesional): Memberikan wewenang kepada pihak ketiga untuk mengurus pendaftaran.

Selain itu, dokumen tambahan bisa meliputi bukti penggunaan merek (jika sudah digunakan) dan dokumen pendukung lain sesuai jenis merek. Dengan menyiapkan dokumen lengkap dan benar, proses pendaftaran merek dapat berjalan lebih cepat dan meminimalkan risiko penolakan.
Menggunakan jasa profesional seperti PERMATAMAS membantu perusahaan menyiapkan semua dokumen sesuai persyaratan DJKI, sehingga pendaftaran merek lebih aman, legal, dan efisien.

jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki
jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki

Proses Pendaftaran Merek di DJKI

Pendaftaran merek di DJKI dilakukan melalui prosedur resmi yang bertujuan untuk memastikan bahwa setiap merek yang didaftarkan unik, sah, dan terlindungi secara hukum. Proses ini harus dilakukan dengan cermat agar permohonan tidak ditolak dan pemilik merek dapat memperoleh sertifikat resmi. Pemahaman tentang langkah-langkah pendaftaran membantu perusahaan mempersiapkan dokumen dengan tepat dan menghindari kesalahan.

Tahap awal dimulai dengan permohonan pendaftaran yang diisi secara lengkap, mencakup data pemohon, jenis merek, dan dokumen pendukung. Setelah permohonan diajukan, DJKI melakukan pemeriksaan formal untuk memastikan kelengkapan dokumen dan kesesuaian dengan peraturan. Bila terdapat kekurangan, DJKI akan meminta perbaikan.

Berikut proses pendaftaran merek di DJKI secara umum:
1. Pengajuan Permohonan: Mengisi formulir resmi dan mengunggah dokumen yang diperlukan melalui sistem DJKI.
2. Pemeriksaan Formal: DJKI mengecek kelengkapan dokumen dan persyaratan administratif.
3. Pemeriksaan Substantif: DJKI menilai apakah merek memenuhi syarat, termasuk aspek kebaruan dan tidak meniru merek lain.
4. Publikasi Merek: Merek yang lolos pemeriksaan dipublikasikan untuk memberi kesempatan pihak ketiga mengajukan keberatan.
5. Penerbitan Sertifikat: Jika tidak ada keberatan, DJKI menerbitkan sertifikat merek yang sah secara hukum.

Dengan memahami tahapan ini, perusahaan dapat menyiapkan dokumen lebih lengkap, mengurangi risiko revisi, dan mempercepat proses pendaftaran merek di DJKI.

Kendala Umum dalam Pendaftaran Merek dan Cara Mengatasinya

Mengurus pendaftaran merek memang terlihat sederhana, namun sering muncul kendala yang bisa menunda proses. Kendala ini biasanya terkait dokumen, kesamaan merek, atau kesalahan prosedur yang membuat DJKI menolak permohonan. Dengan memahami kendala umum dan cara mengatasinya, perusahaan dapat meminimalkan risiko penolakan.

Beberapa kendala umum yang sering ditemui antara lain:
• Dokumen tidak lengkap atau tidak sesuai format: Formulir, logo, atau bukti legalitas yang salah bisa menyebabkan permohonan ditunda.
• Kemiripan atau kesamaan merek: Merek yang terlalu mirip dengan merek terdaftar lain dapat ditolak.
• Kesalahan prosedur pendaftaran: Misalnya salah mengisi jenis merek atau kategori barang/jasa.
• Keberatan pihak ketiga: Munculnya pengaduan dari pemilik merek lain yang merasa dirugikan.
• Perubahan data perusahaan setelah pendaftaran: Bisa memerlukan revisi dokumen tambahan.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemohon harus memastikan dokumen lengkap dan benar, melakukan pengecekan kemiripan merek sebelum mendaftar, serta menggunakan panduan resmi DJKI atau bantuan jasa profesional. Dengan persiapan matang, proses pendaftaran menjadi lebih lancar, cepat, dan aman secara hukum.

Mengapa Memilih PERMATAMAS sebagai Jasa Merek Terpercaya

Dalam dunia bisnis, perlindungan merek menjadi hal penting agar brand tidak disalahgunakan atau ditiru pesaing. Mengurus pendaftaran merek sendiri membutuhkan waktu, ketelitian, dan pemahaman regulasi DJKI yang mendalam. Inilah alasan mengapa perusahaan perlu menggunakan jasa merek profesional dan terpercaya seperti PERMATAMAS.

Beberapa keunggulan menggunakan jasa PERMATAMAS antara lain:
• Pengalaman Profesional: Tim PERMATAMAS sudah berpengalaman membantu berbagai jenis perusahaan dalam pendaftaran merek.
• Proses Cepat dan Efisien: Dokumen dicek secara teliti sebelum diajukan sehingga meminimalkan risiko revisi atau penolakan.
• Pendampingan Lengkap: Mulai dari pengisian formulir, pengecekan logo dan desain, hingga penerbitan sertifikat.
• Legal dan Aman: Semua proses mengikuti regulasi DJKI, sehingga merek terlindungi secara hukum.

Dengan menggunakan PERMATAMAS, perusahaan bisa fokus pada pengembangan bisnis tanpa khawatir dengan kerumitan pendaftaran merek. Hasilnya, merek terdaftar secara resmi, aman dari sengketa, dan perusahaan mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen dan mitra bisnis.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu jasa merek terpercaya?
Jasa merek terpercaya adalah layanan profesional yang membantu pendaftaran merek agar cepat, aman, dan sesuai regulasi DJKI.

2. Mengapa perlu mendaftarkan merek di DJKI?
Pendaftaran merek memberikan hak eksklusif, perlindungan hukum, dan meningkatkan kredibilitas bisnis.

3. Jenis merek apa saja yang bisa didaftarkan?
Merek kata, merek logo, kombinasi kata dan logo, serta merek kolektif.

4. Dokumen apa saja yang diperlukan untuk pendaftaran merek?
Formulir permohonan, logo/desain merek, identitas pemohon (KTP, NPWP), dan surat kuasa jika menggunakan jasa pihak ketiga.

5. Berapa lama proses pendaftaran merek di DJKI?
Proses resmi DJKI biasanya memakan waktu ±12–18 bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan adanya keberatan pihak ketiga.

6. Apa keuntungan menggunakan jasa profesional seperti PERMATAMAS?
Mempercepat proses, mengurangi risiko penolakan, memastikan dokumen lengkap, dan pendampingan dari awal hingga sertifikat diterbitkan.

7. Bagaimana cara mengatasi kendala saat pendaftaran merek?
Pastikan dokumen lengkap, cek kemiripan merek, dan gunakan jasa profesional untuk panduan.

8. Apakah merek bisa ditolak oleh DJKI?
Ya, jika dokumen tidak lengkap, merek mirip dengan yang sudah terdaftar, atau tidak memenuhi persyaratan hukum.

9. Bisakah menggunakan jasa maklon untuk pendaftaran merek?
Ya, pemilik merek bisa memberikan surat kuasa kepada jasa profesional atau pihak ketiga untuk mengurus pendaftaran.

10. Apa yang membedakan PERMATAMAS dari penyedia jasa lain?
PERMATAMAS memiliki pengalaman bertahun-tahun, pendampingan lengkap, proses cepat, legal, dan aman sesuai regulasi DJKI.

 

Berapa Lama Proses Pengajuan HKI Merek

Berapa Lama Proses Pengajuan HKI Merek – Proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merek merupakan tahapan penting bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi identitas bisnisnya. Durasi proses ini sering menjadi pertanyaan utama, terutama bagi pelaku UMKM dan perusahaan yang membutuhkan legalitas cepat untuk keperluan marketplace, kerjasama bisnis, maupun ekspansi pasar. Meski prosesnya tidak instan, tahapan ini memberikan kepastian hukum agar merek tidak disalahgunakan pihak lain.

Secara umum, proses pengajuan merek di DJKI memerlukan waktu kurang lebih 12–24 bulan hingga sertifikat terbit. Namun, bukti pendaftaran atau tanda terima biasanya keluar dalam 1 hari kerja dan sudah bisa digunakan untuk beberapa kebutuhan administratif.

Setelah pendaftaran dilakukan, merek masuk ke tahap pemeriksaan formalitas, kemudian pengumuman selama 2 bulan, hingga akhirnya diperiksa secara substantif untuk memastikan tidak ada kesamaan dengan merek lain. Proses panjang ini memastikan bahwa setiap merek yang diterima benar-benar memiliki keunikan dan tidak melanggar hak pihak lain.

Durasi yang cukup panjang ini memberikan ruang bagi pemohon untuk mempersiapkan dokumen bisnis, menjaga reputasi merek, dan memastikan seluruh identitas brand siap dipasarkan dengan lebih profesional.

Perlindungan merek bukan sekadar administrasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha. Karena itulah memahami durasi proses HKI merek menjadi penting bagi semua pelaku usaha yang ingin melangkah lebih jauh.

Urutan Status Pendaftaran Merek di DJKI

Dalam proses pengajuan merek di DJKI, pemohon akan melalui beberapa status yang menandakan tahapan pemeriksaan dan validasi. Urutan status ini penting untuk dipahami agar pemilik merek mengetahui posisi permohonan serta langkah yang sedang diproses oleh DJKI. Setiap status memiliki fungsi dan durasi berbeda, sehingga pemohon dapat memantau jalannya pendaftaran dengan lebih terarah dan tidak salah paham terhadap progres yang berjalan.

Di bawah ini adalah status umum yang muncul pada sistem DJKI:
• Menunggu pemeriksaan formalitas: sistem memverifikasi dokumen administrasi pendaftaran.
• Pengumuman: merek ditayangkan selama 2 bulan untuk menerima keberatan dari pihak lain.
• Pemeriksaan substantif: tahap penilaian kesamaan, persamaan pada pokoknya, dan kelayakan hukum.
• Permohonan diterima / ditolak: hasil akhir proses setelah pemeriksaan substantif selesai.
• Sertifikat terbit: pemohon resmi mendapatkan sertifikat merek setelah dinyatakan diterima.

Pemahaman terhadap status ini memberikan kendali lebih besar bagi pemohon untuk memonitor perjalanan mereknya. Dalam praktiknya, perubahan status tidak selalu cepat, sehingga pemohon harus sabar dan rutin melakukan pengecekan mandiri melalui website DJKI. Dengan memahami alur status, pemohon juga dapat menghindari miskonsepsi seperti mengira proses terhenti padahal sebenarnya masih berjalan sesuai tahapan normal. Inilah alasan mengapa edukasi mengenai urutan status DJKI sangat penting bagi siapa pun yang ingin mendaftarkan merek.

Berapa Lama Proses Pengajuan HKI Merek

Berapa Lama Proses Pengajuan HKI Merek

Berapa Lama Masa Berlaku HKI Merek

Masa berlaku HKI merek merupakan salah satu aspek penting yang harus dipahami pemilik usaha. Di Indonesia, masa perlindungan merek berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan. Setelah masa berlaku hampir habis, pemilik merek dapat melakukan perpanjangan untuk periode 10 tahun berikutnya. Mekanisme ini memberikan perlindungan jangka panjang, sekaligus memastikan bahwa pemilik brand tetap memiliki hak eksklusif terhadap identitas usahanya.

Masa berlaku yang panjang ini memberi ruang luas bagi pemilik usaha untuk mengembangkan brand, meningkatkan reputasi, serta memperluas pangsa pasar. Perlindungan merek tidak hanya sekadar dokumen hukum, tetapi merupakan aset strategis yang memberikan nilai bagi bisnis. Dengan perlindungan merek yang sah, pelaku usaha dapat mencegah tindakan penjiplakan, penyalahgunaan identitas, atau pemakaian tanpa izin oleh pihak lain. Secara tidak langsung, hal ini meningkatkan kepercayaan konsumen dan stabilitas bisnis.

Namun pemilik usaha wajib memperhatikan tenggat waktu perpanjangan merek agar tidak kehilangan hak hukum atas brand yang dimiliki. Perpanjangan bisa dilakukan dalam jangka waktu 6 bulan sebelum masa berlaku habis. Jika telat, pemilik dapat mengajukan masa tenggang (grace period) dengan biaya tambahan. Memahami durasi dan mekanisme ini membantu pelaku usaha menjaga legalitas merek tetap aktif dan terhindar dari risiko kehilangan hak eksklusif.

Cara Cek Merek Sudah Terdaftar atau Belum

Mengecek apakah merek sudah terdaftar atau belum merupakan langkah penting sebelum mendaftarkan HKI merek ke DJKI. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa merek yang akan digunakan tidak memiliki kesamaan dengan merek lain yang sudah terdaftar sebelumnya. Jika proses pengecekan tidak dilakukan, risiko penolakan akan lebih tinggi karena salah satu alasan umum ditolaknya permohonan adalah persamaan pada pokoknya dengan merek lain. Itulah sebabnya pengecekan merek harus dilakukan secara cermat dan terstruktur.

Berikut ini langkah-langkah untuk mengecek merek secara online di DJKI:
1. Kunjungi situs PDDI DJKI di menu Pencarian Merek.
2. Ketik nama merek yang ingin dicek pada kolom pencarian.
3. Pilih kelas barang/jasa yang sesuai dengan jenis usaha Anda.
4. Periksa hasil pencarian untuk melihat merek yang sama atau mirip.
5. Analisis apakah nama tersebut aman untuk diajukan atau berisiko ditolak.

Proses pengecekan ini membantu pelaku usaha menghindari penolakan dan mengatur strategi menggunakan nama alternatif jika merek utama ternyata sudah digunakan pihak lain. Selain itu, pengecekan ini dapat dilakukan tanpa biaya dan bisa dilakukan kapan saja. Dengan mengecek merek terlebih dahulu, pemilik usaha dapat menentukan langkah yang lebih aman dan mengurangi risiko sengketa di kemudian hari. Proses ini juga menjadi bagian penting dari persiapan sebelum mendaftarkan HKI merek.

Bagaimana Prosedur Pendaftaran HKI Merek

Prosedur pendaftaran HKI merek di Indonesia pada dasarnya telah dibuat digital dan terpusat melalui platform resmi DJKI. Namun, banyak pelaku usaha masih bingung karena rangkaian prosesnya bersifat teknis dan membutuhkan ketelitian. Secara garis besar, pengajuan merek harus memastikan bahwa nama atau logo yang diajukan bebas dari kemiripan dengan merek lain, serta memenuhi persyaratan administratif yang telah ditetapkan.

Inilah alasan mengapa banyak pemilik usaha memilih menggunakan konsultan resmi sebagai pendamping. Pada tahap praktiknya, proses pengajuan dilakukan secara bertahap. Di fase inilah pemohon perlu memperhatikan beberapa langkah penting seperti pemeriksaan awal, unggah dokumen, serta pengecekan status secara berkala.

Untuk memudahkan, berikut urutan prosedur pendaftaran HKI merek:
1. Melakukan pencarian atau pengecekan merek sebelumnya di database DJKI.
2. Menyiapkan seluruh dokumen legal seperti KTP, NIB/akta perusahaan, dan label merek.
3. Mengisi formulir pendaftaran melalui laman resmi DJKI.
4. Membayar biaya PNBP sesuai kategori pemohon (UMKM atau non-UMKM).
5. Menunggu tahapan pemeriksaan hingga proses pengumuman dan penerbitan sertifikat.

Setelah semua langkah dilalui, pemohon hanya perlu memonitor status secara berkala. Apabila tidak ada penolakan atau keberatan, sertifikat merek akan diterbitkan sesuai estimasi waktu DJKI. Dengan prosedur yang jelas dan terstruktur, proses pengajuan merek kini lebih mudah dan dapat dilakukan dari mana saja.

Daftar HKI Merek Bayar Berapa

Biaya pendaftaran HKI merek merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pelaku usaha yang hendak mengamankan identitas brand mereka. Pemerintah telah menetapkan biaya resmi melalui mekanisme PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang berlaku untuk UMKM dan non-UMKM. Perbedaan kategori ini memungkinkan pelaku usaha kecil memperoleh tarif lebih terjangkau sehingga inklusif bagi sektor UMKM.

Dengan demikian, setiap pemilik bisnis dapat menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan sebelum mengajukan pendaftaran. Secara garis besar, struktur biaya tersebut dapat dirinci menjadi beberapa komponen utama yang tercantum dalam ketentuan DJKI.

Berikut rincian biaya pendaftaran HKI merek:
• Biaya pendaftaran untuk UMKM sesuai ketentuan tarif PNBP.
• Biaya pendaftaran non-UMKM dengan tarif reguler.
• Biaya tambahan apabila melakukan pengajuan keberatan atau banding.
• Biaya perpanjangan merek setelah masa perlindungan berakhir.

Transparansi biaya ini bertujuan memberikan kejelasan sejak awal sehingga pemohon bisa menghitung anggaran dengan tepat. Meski tarif resmi telah ditentukan pemerintah, tetap pastikan Anda memproses melalui jalur resmi DJKI atau menggunakan konsultan terpercaya agar tidak terkena biaya tidak jelas dari pihak yang tidak resmi.

Berapa Harga HKI Merek untuk UMKM dan Reguler

Perbedaan harga antara UMKM dan pemohon reguler adalah bentuk dukungan pemerintah untuk membantu pelaku usaha kecil agar mampu melindungi identitas bisnis mereka. Kebijakan ini memungkinkan UMKM mendaftarkan merek dengan biaya lebih rendah dibandingkan perusahaan skala menengah atau besar. Meski berbeda tarif, proses dan tingkat perlindungannya tetap sama karena sertifikat merek memiliki kekuatan hukum yang setara bagi seluruh pemohon.

Penyesuaian harga ini membantu banyak pelaku usaha menghindari risiko pembajakan merek yang marak terjadi, terutama di marketplace. Agar lebih jelas, berikut kategori harga yang berlaku dalam pendaftaran HKI merek:

• Tarif pendaftaran merek UMKM dengan biaya lebih terjangkau.
• Tarif non-UMKM atau reguler sesuai ketentuan PNBP.
• Tarif layanan tambahan seperti perpanjangan atau pengajuan keberatan.
• Tarif pengajuan secara online yang lebih murah dibandingkan jalur offline.

Dengan struktur harga tersebut, pendaftaran merek menjadi lebih mudah dijangkau oleh siapa pun. Pemohon hanya perlu memastikan kategori usahanya sesuai agar bisa mendapatkan tarif yang tepat. Perlindungan merek jangka panjang akan jauh lebih mahal nilainya dibanding biaya pendaftaran awal.

Apakah HKI Bersifat Permanen

Banyak pelaku usaha mengira bahwa HKI merek berlaku seumur hidup. Padahal, masa berlakunya memiliki batas waktu tertentu dan harus diperpanjang secara berkala agar perlindungan hukumnya tetap aktif. Meski tidak permanen, merek dapat bertahan tanpa batas selama pemilik rutin melakukan perpanjangan sebelum masa berlakunya berakhir. Hal ini merupakan mekanisme untuk memastikan merek tetap digunakan dan tidak dibiarkan pasif.
Untuk memahami lebih jelas,

berikut ketentuan dasar mengenai sifat keberlakuan HKI merek:
1. HKI merek memiliki masa berlaku awal selama 10 tahun.
2. Perlindungan dapat diperpanjang setiap 10 tahun berikutnya.
3. Tidak ada batas maksimal perpanjangan selama merek masih digunakan.
4. Jika tidak diperpanjang, perlindungan akan gugur dan dapat didaftarkan pihak lain.

Dengan sistem ini, merek tetap terlindungi sepanjang pemiliknya aktif mengurus perpanjangan. Inilah alasan mengapa pencatatan waktu dan pengawasan masa berlaku sangat penting agar merek tidak hilang atau diambil pihak lain. Perlindungan yang kontinu menjadi pondasi kuat dalam menjaga eksklusivitas sebuah brand.

Berapa Batas Waktu Perpanjangan Merek

Batas waktu perpanjangan merek adalah salah satu aspek penting yang wajib dipahami oleh setiap pemilik usaha agar hak perlindungan tidak gugur. Merek yang telah terdaftar di DJKI memiliki masa berlaku 10 tahun sejak tanggal penerimaan. Setelah periode tersebut, pemilik harus melakukan perpanjangan agar perlindungan hukum tetap aktif dan merek tidak dapat diklaim pihak lain. Keterlambatan mengurus perpanjangan sering kali menjadi penyebab utama hilangnya hak atas merek, sehingga perlu dilakukan pengawasan terhadap tanggal jatuh tempo.

Perpanjangan merek dapat diajukan jauh sebelum masa berlakunya habis. DJKI memberi waktu cukup panjang agar pemilik merek bisa mempersiapkan dokumen dan menghindari risiko melewati tenggat. Secara umum, pengajuan dapat dilakukan mulai 6 bulan sebelum masa berlaku berakhir sampai dengan 6 bulan setelah masa berlaku lewat, namun pengajuan setelah melewati masa berlaku akan dikenakan tambahan biaya sesuai ketentuan PNBP yang berlaku. Karena itu, strategi terbaik adalah melakukan perpanjangan lebih awal agar lebih aman dan efisien.

Memahami batas waktu perpanjangan bukan hanya soal kepatuhan administratif, tetapi juga investasi jangka panjang bagi keberlangsungan merek. Dengan perpanjangan yang tepat waktu, posisi merek di pasar tetap terlindungi, reputasi usaha tidak terganggu, dan risiko sengketa merek dapat diminimalkan. Kepemilikan yang terus aktif memberi kepastian hukum kepada pemilik bisnis dalam menjalankan operasional jangka panjang.

Tahap-Tahap Pendaftaran Merek di DJKI

Proses pendaftaran merek di DJKI telah dirancang berurutan agar setiap permohonan dapat diverifikasi secara legal dan substantif. Setiap tahap memiliki fungsi penting dalam memastikan bahwa merek yang didaftarkan layak mendapatkan perlindungan hukum. Pemilik usaha disarankan memahami alur ini agar bisa memantau proses secara mandiri dan mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi penolakan atau permohonan keberatan dari pihak ketiga.
Tahapan ini juga membantu pemohon menyiapkan dokumen yang diperlukan sejak awal.

Untuk memberikan gambaran yang jelas, berikut tahap-tahap pendaftaran merek di DJKI:
1. Pengajuan permohonan melalui website DJKI dan unggah seluruh dokumen.
2. Pemeriksaan formalitas untuk memastikan berkas lengkap dan benar.
3. Pengumuman merek dalam jangka waktu tertentu untuk menerima keberatan dari pihak lain.
4. Pemeriksaan substantif untuk menilai kesamaan atau persamaan pada pokoknya dengan merek lain.
5. Penerbitan sertifikat merek apabila dinyatakan lolos semua tahapan.

Setiap tahap berlangsung sesuai regulasi dan durasi proses ditentukan oleh DJKI. Selama masa tersebut, pemohon harus rutin memantau status permohonan melalui akun DJKI agar mengetahui perkembangan atau tanggapan yang harus diberikan. Dengan mengikuti alur ini, peluang memperoleh sertifikat merek akan jauh lebih besar.

Jasa Daftar Merek HAKI Resmi Berpengalaman

Mengurus pendaftaran merek bukan hanya soal mengisi formulir, tetapi juga memastikan setiap dokumen dan data sesuai dengan ketentuan DJKI. Banyak pelaku usaha merasa kewalahan karena prosesnya cukup panjang dan membutuhkan ketelitian tinggi. Di sinilah jasa konsultan resmi HKI menjadi solusi, terutama bagi pemilik usaha yang ingin memastikan permohonannya berjalan lancar, cepat, dan sesuai prosedur. Dengan pendampingan profesional, risiko penolakan dapat diminimalisir.

Sebagai gambaran, layanan jasa pendaftaran merek umumnya mencakup beberapa langkah penting seperti:
• Pengecekan merek untuk memastikan tidak ada kemiripan dengan merek terdaftar.
• Pengurusan dokumen legal hingga proses unggah di DJKI.
• Pemantauan status pendaftaran secara berkala.
• Pendampingan jika terjadi penolakan atau keberatan pihak lain.

PERMATAMAS sebagai konsultan berpengalaman dapat membantu Anda mengurus pendaftaran merek secara resmi dan profesional. Dengan tim yang memahami regulasi DJKI, proses pengajuan menjadi lebih aman, cepat, serta terarah. Jika Anda ingin melindungi brand dari risiko penjiplakan dan memastikan merek memiliki kekuatan hukum, segera daftar merek Anda melalui PERMATAMAS untuk pelayanan yang terpercaya dan pendampingan hingga sertifikat terbit.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Berapa lama proses pendaftaran merek?
Sekitar 12–14 bulan hingga sertifikat terbit.

2. Masa berlaku merek berapa tahun?
10 tahun sejak tanggal penerimaan.

3. Kapan bisa mengajukan perpanjangan merek?
Mulai 6 bulan sebelum masa berlaku habis.

4. Apakah perpanjangan bisa dilakukan setelah masa berlaku habis?
Bisa dalam waktu 6 bulan dengan biaya tambahan.

5. Berapa biaya daftar merek HKI?
Tergantung kategori UMKM atau non-UMKM sesuai tarif PNBP.

6. Apakah merek bisa ditolak DJKI?
Bisa, jika mirip dengan merek lain atau tidak memenuhi syarat.

7. Bagaimana cara cek merek terdaftar?
Melalui fitur Pencarian Merek di website DJKI.

8. Apakah HKI merek berlaku permanen?
Tidak, harus diperpanjang setiap 10 tahun.

9. Apa keuntungan mendaftarkan merek?
Perlindungan hukum, eksklusivitas, dan keamanan brand.

10. Apakah PERMATAMAS bisa membantu daftar merek?
Ya, PERMATAMAS menyediakan layanan resmi dan berpengalaman hingga sertifikat terbit.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Cara Daftar HKI Kelas 35 untuk Usaha Toko & Online Shop

Cara Daftar HKI Kelas 35 untuk Usaha Toko & Online Shop – Pendaftaran HKI Kelas 35 semakin menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha toko dan online shop. Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, perlindungan terhadap nama toko dan brand menjadi langkah strategis untuk menjaga citra bisnis dan menghindari potensi pelanggaran merek. Banyak pemilik usaha yang baru menyadari pentingnya pendaftaran merek setelah muncul kasus sengketa nama dagang, padahal proses ini dapat dilakukan jauh lebih awal untuk meminimalkan risiko.

Di tengah perkembangan e-commerce, marketplace mewajibkan pelaku usaha memiliki bukti pendaftaran merek sebelum dapat mengajukan berbagai fitur komersial. Hal ini membuat HKI Kelas 35 mendapat perhatian lebih, terutama bagi pemilik toko online yang ingin meningkatkan profesionalitas bisnis mereka.

• 1. Melindungi nama toko
• 2. Memenuhi syarat marketplace
• 3. Meningkatkan kredibilitas usaha

Karena itu, memahami alur pendaftaran, persyaratan, dan proses verifikasi menjadi sangat penting. Dengan mengetahui tahapan secara jelas, pelaku usaha dapat mempersiapkan dokumen dan strategi lebih efisien. Artikel ini disusun agar pelaku bisnis—baik UMKM maupun brand besar—dapat mengambil keputusan tepat dalam melakukan pendaftaran merek Kelas 35.

Apa Itu Kelas 35 dalam Pendaftaran Merek?

Kelas 35 merupakan kategori merek yang mencakup layanan periklanan, pemasaran, manajemen toko, retail, hingga jasa penjualan melalui marketplace. Bagi pemilik usaha toko dan online shop, kelas ini menjadi kategori wajib karena mencerminkan aktivitas komersial yang mereka lakukan. Tanpa perlindungan pada kelas yang tepat, merek dapat berisiko tidak memiliki cakupan hukum saat terjadi sengketa.

Relevansi Kelas 35 semakin meningkat karena hampir seluruh aktivitas penjualan online kini termasuk dalam kategori ini. Hal ini penting, terutama untuk bisnis yang berjalan di marketplace, website e-commerce, ataupun toko fisik yang menawarkan layanan promosi atau pemasaran.

1. Penjualan produk secara retail,
2. Pengelolaan toko online,
3. Aktivitas promosi digital,
4. Layanan manajemen pemasaran.

Dengan mendaftarkan merek pada Kelas 35, pelaku usaha mendapatkan legitimasi penuh dari pemerintah atas hak eksklusif penggunaan merek dalam aktivitas usaha retail. Ini juga memungkinkan brand untuk memperluas pasar tanpa khawatir akan klaim pihak lain. Kelas ini menjadi fondasi perlindungan hukum yang ideal bagi pelaku usaha yang ingin bisnisnya bertahan dalam jangka panjang.

Manfaat Melindungi Merek HKI Kelas 35 untuk Toko Serta Marketplace

Pendaftaran merek pada Kelas 35 memberikan dampak besar pada stabilitas dan perkembangan usaha. Salah satu manfaat utama adalah perlindungan hukum terhadap nama bisnis, sehingga pemilik toko tidak perlu khawatir jika brand mereka dipakai oleh pihak lain. Dalam dunia bisnis digital, keunikan identitas merek merupakan modal utama dalam membangun kepercayaan pelanggan.

Selain itu, banyak marketplace kini mensyaratkan pendaftaran merek sebagai bagian dari proses verifikasi atau pendaftaran program khusus. Tanpa bukti pendaftaran, toko tidak dapat mengakses fitur komersial seperti Shopee Mall, TikTok Shop Verified, atau Tokopedia Official Store.

1. Akses fitur premium marketplace,
2. Penguatan identitas brand,
3. Pencegahan penjiplakan merek,
4. Peningkatan nilai bisnis,
5. Keunggulan kompetitif dalam pasar online.

Manfaat lainnya, brand yang telah terdaftar lebih mudah mendapatkan kepercayaan investor atau mitra bisnis. Banyak perusahaan besar hanya bekerja sama dengan brand yang memiliki legalitas resmi. Dengan merek yang sah secara hukum, pelaku usaha dapat memperluas jaringan usaha dengan lebih percaya diri dan aman.

Syarat Dokumen Daftar HKI Kelas 35 Tahun 2025

Proses pendaftaran merek Kelas 35 membutuhkan beberapa dokumen administrasi yang perlu disiapkan dengan benar. Persiapan dokumen yang lengkap akan mempercepat proses verifikasi, terutama jika diajukan melalui mekanisme online di DJKI. Untuk pelaku usaha UMKM, pemerintah memberikan kemudahan berupa biaya pendaftaran yang lebih rendah, namun syarat dokumen tetap harus lengkap dan akurat.

Dokumen yang diminta tidak banyak, namun setiap berkas harus memenuhi format resmi. Kesalahan kecil seperti salah ketik nama brand atau logo yang tidak sesuai dapat menghambat proses pendaftaran.

1. Identitas pemohon (KTP atau NIB),
2. Contoh merek (logo atau tulisan),
3. Surat pernyataan kepemilikan merek,
4. Bukti UMKM jika ingin biaya lebih murah.

Dengan memahami syarat dokumen sejak awal, pelaku usaha dapat memastikan pengajuan berjalan lancar dan meminimalkan risiko penolakan. Persiapan yang baik akan sangat membantu, terutama bagi pemilik toko yang ingin segera menggunakan bukti pendaftaran untuk kebutuhan marketplace.

 

Cara Daftar HKI Kelas 35 untuk Usaha Toko & Online Shop
Cara Daftar HKI Kelas 35 untuk Usaha Toko & Online Shop

Langkah-Langkah Daftar Merek Kelas 35 Secara Online di DJKI

Proses pendaftaran merek Kelas 35 kini semakin mudah karena seluruh tahapan sudah dapat dilakukan secara online melalui platform resmi DJKI. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan dokumen sesuai persyaratan, kemudian melakukan proses unggah dan pembayaran melalui sistem digital tanpa harus datang ke kantor DJKI. Tahapan ini sangat membantu pelaku usaha toko dan online shop yang membutuhkan bukti pendaftaran merek untuk verifikasi marketplace.

Saat proses berlangsung, pemohon perlu mengikuti alur resmi yang meliputi pengecekan merek hingga pengajuan permohonan. Prosedur ini dibuat untuk memastikan bahwa merek yang didaftarkan tidak memiliki kesamaan dengan merek lain yang sudah terdaftar sebelumnya. Di tahap ini, pemohon wajib memastikan logo, nama merek, dan dokumen sesuai standar.

Panduan Praktis Mengajukan Merek Secara Online

1. Membuat Akun di Sistem DJKI
Mulailah dengan membuka situs resmi DJKI di merek.dgip.go.id. Pilih menu pendaftaran akun, kemudian isi identitas sesuai jenis pemohon, baik perorangan maupun badan usaha. Setelah mengunggah dokumen dasar seperti KTP atau akta pendirian, lakukan verifikasi melalui tautan yang dikirimkan ke email Anda agar akun aktif sepenuhnya.

2. Masuk dan Mengisi Formulir Permohonan
Setelah login, pilih menu Permohonan Merek untuk mulai mengisi data. Anda akan diminta mencantumkan identitas lengkap, bentuk merek (kata, logo, atau kombinasi), serta memilih kelas dan uraian barang/jasa berdasarkan klasifikasi Nice. Pastikan informasi yang dimasukkan sudah tepat agar proses tidak terhambat.

3. Mengajukan Billing dan Melakukan Pembayaran
Untuk melanjutkan, Anda perlu membuat kode billing melalui situs simpaki.dgip.go.id. Setelah kode muncul, lakukan pembayaran sesuai tarif resmi—UMKM dikenakan Rp500.000 per kelas, sedangkan non-UMKM sebesar Rp1.800.000 per kelas. Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM, mobile banking, atau kanal transaksi lainnya.

4. Mengunggah Kelengkapan Dokumen
Usai pembayaran, kembali ke akun DJKI dan unggah semua file yang diperlukan. Biasanya terdiri dari label merek berbentuk persegi, dokumen identitas (KTP atau akta perusahaan), serta surat pernyataan UMK apabila Anda mendaftarkan merek sebagai UMKM.

5. Mengirim Permohonan untuk Diproses
Sebelum mengirim, periksa lagi seluruh data pada halaman ringkasan. Jika sudah benar, klik Kirim/Submit untuk memulai proses pemeriksaan oleh DJKI.

6. Memantau Status Pendaftaran
Setelah permohonan terkirim, Anda dapat memantau setiap tahap melalui dashboard akun. Merek yang lolos pemeriksaan akan diumumkan untuk tahap keberatan masyarakat. Apabila tidak ada sanggahan atau keberatan dinyatakan tidak beralasan, DJKI akan menerbitkan sertifikat merek yang masa berlakunya 10 tahun.
Setelah semua langkah selesai, sistem akan menerbitkan bukti pendaftaran merek atau tanda terima elektronik. Dokumen ini dapat digunakan sebagai dasar legalitas awal, termasuk untuk kebutuhan verifikasi Shopee Mall atau marketplace lain.

Selanjutnya, pemohon hanya perlu menunggu proses pemeriksaan formalitas dan substantif dari DJKI. Waktu tunggu ini berbeda-beda, namun bukti pendaftaran sudah cukup untuk tahap awal legalitas usaha.

Estimasi Biaya dan Lama Proses Pendaftaran Merek Kelas 35

Besaran biaya pendaftaran merek Kelas 35 pada tahun 2025 dibedakan berdasarkan kategori UMKM dan non-UMKM. Pemerintah melalui DJKI memberikan keringanan signifikan bagi pelaku UMKM agar lebih mudah mendapatkan perlindungan hukum terhadap merek mereka. Penentuan kategori UMKM harus didukung dengan dokumen resmi seperti NIB atau bukti legalitas lain sesuai ketentuan perundang-undangan.

Dalam prosesnya, biaya yang dikeluarkan sudah mencakup seluruh tahapan mulai dari pengajuan hingga pemeriksaan. Pemohon hanya perlu memastikan bahwa data dan dokumen sudah benar karena kesalahan dapat menyebabkan penolakan atau pengajuan ulang yang memerlukan biaya tambahan.

1. Biaya UMKM Rp.500.000 (lima ratus ribu rupiah)
2. Biaya Non-UMKM Rp.1.800.000 (satu juta delapan ratus ribu rupiah)
3. Pembayaran dilakukan melalui virtual account DJKI,
4. Bukti pembayaran otomatis masuk ke sistem,
5. Pemohon akan menerima bukti pendaftaran setelah pembayaran diverifikasi.

Adapun lama proses pendaftaran merek biasanya memerlukan waktu panjang karena melewati serangkaian pemeriksaan. Meski begitu, bukti pendaftaran bisa didapatkan dalam hitungan jam atau hari setelah proses permohonan selesai.

Sertifikat merek resmi biasanya terbit sekitar satu tahun setelah pemeriksaan substantif dinyatakan lulus. Waktu proses dapat berubah mengikuti beban pemeriksaan di DJKI, namun legalitas awal sudah bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Jasa Pengurusan Merek Kelas 35 Proses Cepat

Tidak semua pelaku usaha memiliki waktu untuk mengurus pendaftaran merek secara mandiri. Banyak yang menghadapi kendala teknis, seperti kesalahan upload dokumen, ketidaksesuaian nama merek, hingga penolakan dari sistem DJKI.

Pada kondisi seperti ini, layanan jasa pengurusan merek menjadi solusi yang memberikan efisiensi dan kenyamanan. Pelaku usaha dapat fokus menjalankan bisnis, sementara seluruh proses pendaftaran ditangani oleh konsultan berpengalaman.

Penggunaan jasa profesional juga memungkinkan pemohon mendapatkan pendampingan mulai dari pengecekan merek, persiapan dokumen, hingga penyusunan klasifikasi yang tepat. Layanan ini membantu menghindari kesalahan teknis maupun administratif yang sering terjadi pada proses pendaftaran.

1. Konsultasi awal untuk menentukan kelayakan merek
2. Pengecekan kesamaan di PDKI
3. Penyusunan dokumen dan file merek siap unggah
4. Pendampingan proses pendaftaran hingga bukti terbit

Jasa pengurusan merek Kelas 35 sangat penting bagi pelaku usaha toko dan online shop yang membutuhkan proses cepat untuk keperluan marketplace seperti Shopee Mall, TikTok Shop, hingga Tokopedia OFS. Dengan pendampingan yang tepat, pendaftaran merek dapat selesai tanpa hambatan.

PERMATAMAS Indonesia siap membantu dengan layanan profesional, respons cepat, dan konsultasi gratis agar pelaku usaha lebih mudah memperoleh perlindungan merek yang sah.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu HKI Kelas 35?
Kelas 35 adalah kategori merek untuk layanan pemasaran, toko, online shop, distribusi, dan manajemen bisnis.

2. Siapa yang wajib mendaftarkan merek Kelas 35?
Pemilik toko fisik, online shop, reseller, distributor, dan jasa pemasaran digital wajib mengamankan mereknya di kelas ini.

3. Apa manfaat memiliki merek Kelas 35?
Merek lebih aman, bisnis lebih kredibel, dan bisa memenuhi syarat platform seperti Shopee Mall atau TikTok Shop.

4. Berapa biaya daftar HKI Kelas 35?
Biaya resmi Nom UMKM Rp 1.800.000 untuk dan untuk UMKM Rp. 500.000

5. Berapa lama proses daftar merek?
Bukti permohonan keluar 1 hari kerja, sementara sertifikat terbit sekitar 12–14 bulan.

6. Apa saja syarat dokumen HKI Kelas 35?
Logo merek, KTP atau NIB, surat pernyataan UMKM (jika ada), serta data pemohon sesuai format DJKI.

7. Bisakah daftar merek tanpa logo?
Bisa, namun disarankan memiliki logo agar perlindungan lebih kuat terhadap kompetitor.

8. Apakah Shopee Mall dan marketplace lain mewajibkan merek Kelas 35?
Benar. Banyak marketplace mensyaratkan bukti pendaftaran merek Kelas 35 agar toko diakui sebagai brand resmi.

9. Bagaimana jika merek saya ditolak DJKI?
Anda bisa mengajukan sanggahan resmi. Banyak kasus berhasil ketika argumentasi dan bukti pendukung kuat.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan layanan pengurusan merek Kelas 35?
Ya, PERMATAMAS menangani pengurusan merek dengan proses cepat, pendampingan lengkap, dan konsultasi gratis.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Jasa Daftar Merek Kelas 3 untuk Syarat Mengajukan Izin BPOM

Jasa Daftar Merek Kelas 3 untuk Syarat Mengajukan Izin BPOM – Mengurus izin BPOM untuk produk kosmetik, skincare, parfum, dan kebutuhan personal care tidak bisa dilakukan begitu saja tanpa persyaratan pendukung yang lengkap. Salah satu syarat utama yang sekarang diwajibkan adalah merek terdaftar atau minimal bukti pengajuan merek kelas 3 di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Banyak pelaku usaha, khususnya brand lokal dan UMKM, baru mengetahui syarat ini ketika proses izin BPOM hampir selesai. Akibatnya, pengajuan izin berhenti karena salah satu dokumen pendukung belum tersedia.

Di tengah meningkatnya jumlah brand skincare lokal dan tren manufaktur kosmetik dengan sistem maklon, kebutuhan akan pendaftaran merek kelas 3 semakin meningkat setiap tahun. Tidak sedikit pemilik usaha yang ingin mengamankan identitas brand sebelum masuk pasar yang lebih kompetitif, termasuk marketplace seperti Shopee Mall, TikTok Shop Mall, Watsons, Alfamart, dan ritel modern lainnya. Regulasi ini dimaksudkan untuk memastikan setiap produk yang beredar memiliki kepastian hukum dan perlindungan merek.

Melalui layanan Jasa Daftar Merek Kelas 3, proses yang biasanya memakan waktu bisa menjadi lebih mudah dan terarah. Dengan pendampingan administrasi, pengecekan merek (searching), penyusunan dokumen, hingga pengajuan resmi, pelaku usaha dapat fokus pada produksi dan pemasaran. Bukti pendaftaran merek dapat diterbitkan dalam waktu singkat dan sudah bisa digunakan untuk proses BPOM sejak hari pertama. Bagi brand yang ingin serius, memiliki merek terdaftar bukan hanya syarat regulasi, tetapi juga aset bisnis jangka panjang.

Apa Itu Merek Kelas 3 dalam Sistem HKI

Merek kelas 3 adalah kategori merek dalam klasifikasi NICE Classification yang digunakan oleh DJKI untuk mengelompokkan jenis barang dan jasa dalam pendaftaran HKI di Indonesia. Kelas ini secara khusus mencakup produk kosmetik, kecantikan, parfum, sabun cair, skincare, pewangi tubuh, dan produk personal care lainnya. Dengan kata lain, jika produk yang Anda jual termasuk kategori tersebut, maka pendaftaran merek harus dilakukan pada kelas ini agar mendapatkan perlindungan yang benar.

Dalam konteks bisnis, merek kelas 3 menjadi identitas yang melekat pada produk dan brand. Keberadaan merek yang terdaftar memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk menggunakan, memasarkan, melisensikan, atau menindak pelanggaran apabila terjadi penggunaan tanpa izin. Hal ini penting terutama bagi brand kosmetik yang berpotensi berkembang menjadi skala nasional atau bahkan internasional.

Beberapa contoh produk yang wajib menggunakan merek kelas 3:
• Kosmetik dan skincare
• Sabun cair dan sabun batang
• Handbody dan lotion
• Parfum, deodorant, dan body mist
• Masker wajah dan serum
• Hair care dan perawatan tubuh

Dengan memahami klasifikasi merek, pelaku usaha dapat mendaftarkan merek sesuai kategori yang benar sehingga proses perlindungan hukum berjalan optimal. Kesalahan memilih kelas dapat menyebabkan merek tidak terlindungi dengan baik meskipun sertifikat resmi diterbitkan. Karena itu, validasi kelas sebelum mendaftar sangat disarankan.

Jasa Daftar Merek Kelas 3 untuk Syarat Mengajukan Izin BPOM
Jasa Daftar Merek Kelas 3 untuk Syarat Mengajukan Izin BPOM

Kenapa Merek Kelas 3 Dibutuhkan untuk Pengajuan Izin BPOM

Salah satu alasan utama BPOM meminta bukti pendaftaran merek adalah untuk memastikan bahwa produk yang beredar di pasaran memiliki identitas resmi yang dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini juga menjadi bentuk perlindungan bagi konsumen agar produk yang mereka gunakan berasal dari pemilik merek yang sah.

Ada beberapa alasan mengapa BPOM mewajibkan merek terdaftar:
1. Sebagai bukti legalitas identitas produk
2. Menghindari konflik merek atau klaim pelanggaran di masa depan
3. Menjamin konsistensi nama produk sejak pengajuan hingga pemasaran

Aturan ini berlaku baik untuk perusahaan yang memproduksi sendiri, maupun yang menggunakan sistem maklon kosmetik. Bahkan beberapa pabrik kosmetik saat ini tidak mau memproduksi produk sebelum merek terdaftar di DJKI karena risiko legalitas.

Selain itu, marketplace besar seperti Shopee Mall, TikTok Shop Mall, Tokopedia Official Store, dan Lazada Mall, juga mulai mensyaratkan dokumen merek sebagai verifikasi brand resmi. Maka, mendaftarkan merek bukan hanya kewajiban legal, tetapi juga kebutuhan bisnis untuk akses distribusi lebih luas.

Syarat dan Dokumen untuk Daftar Merek Kelas 3

Mengajukan merek sebenarnya tidak sulit, namun tetap memerlukan kelengkapan dokumen dan penyesuaian format agar sesuai ketentuan DJKI. Proses yang benar sejak awal akan membantu mempercepat validasi dan mencegah penolakan atau keberatan dari pemilik merek sebelumnya.

Dokumen yang perlu disiapkan biasanya meliputi:
1. Identitas pemilik (KTP untuk perorangan atau NPWP/Legalitas untuk perusahaan)
2. Nama merek yang akan didaftarkan
3. Logo merek (opsional, namun sangat dianjurkan)
4. Surat pernyataan kepemilikan merek
5. Daftar barang yang dilindungi dalam kelas 3

Semua dokumen akan diunggah secara digital ke sistem DJKI dan proses akan dimulai setelah pembayaran PNBP dilakukan.

Selain dokumen, tahap analisa juga penting—termasuk pengecekan ketersediaan nama merek agar tidak terjadi duplikasi. Jika ada merek yang terlalu mirip, sistem dapat menolak permohonan atau pihak lain dapat mengajukan keberatan. Karena itu, riset awal sangat penting sebelum mendaftar.

Berapa Lama Proses dan Biaya Pendaftaran Merek Kelas 3

Waktu proses pendaftaran merek kelas 3 di Indonesia tidak bisa langsung selesai dalam hitungan hari karena harus melalui tahapan pemeriksaan administratif dan substansif. Namun, kabar baiknya, bukti pendaftaran merek dapat diperoleh dalam 1 hari kerja setelah dokumen lengkap dan pembayaran resmi dilakukan. Bukti ini sudah bisa digunakan untuk melanjutkan proses pengajuan izin BPOM, pendaftaran Shopee Mall, serta verifikasi marketplace lainnya.

Untuk proses penerbitan sertifikat merek, estimasi waktunya sekitar 12–18 bulan, tergantung antrian dan tidak adanya keberatan dari pihak lain. Meskipun sertifikat terbit lebih lama, yang paling penting bagi pemilik brand adalah bukti pengajuan karena sifatnya sudah memberikan perlindungan hukum awal dan dapat digunakan sebagai lampiran legal.

Estimasi biaya pendaftaran merek kelas 3 adalah sebagai berikut:
• Biaya resmi pemerintah (PNBP): Rp 1.800.000 untuk perorangan UMKM
• Biaya belum termasuk layanan jasa pengurusan profesional
• Biaya tambahan apabila ingin melakukan pembaruan, perpanjangan, atau banding

Memilih menggunakan jasa profesional dalam proses ini akan menghindarkan risiko kesalahan input, salah kelas merek, atau penolakan karena merek mirip milik pihak lain. Dengan pengalaman yang tepat, proses menjadi lebih terarah dan efisien, terutama bagi pelaku usaha yang ingin segera mendapat legalitas untuk izin BPOM dan pemasaran.

Jasa Daftar Merek Kelas 3 untuk Syarat Mengajukan Izin BPOM Pengalaman

Jika Anda sedang mempersiapkan brand kosmetik atau skincare dan membutuhkan legalitas resmi untuk pengajuan izin BPOM, maka mengurus pendaftaran merek kelas 3 adalah langkah awal yang wajib dilakukan. Proses ini mungkin terasa rumit bagi sebagian pelaku usaha, terutama yang belum memiliki pengalaman dalam pengajuan dokumen legal. Karena itulah layanan profesional menjadi solusi yang lebih praktis dan aman.

PERMATAMAS hadir sebagai penyedia layanan Jasa Pendaftaran Merek Kelas 3 khusus untuk kebutuhan regulasi BPOM dan legalitas pemasaran di marketplace premium seperti Shopee Mall, TikTok Shop Mall, dan platform resmi lainnya. Dengan pengalaman dalam menangani berbagai kasus merek—mulai dari pencarian nama yang aman, pengajuan resmi di DJKI, hingga pendampingan apabila terjadi keberatan—PERMATAMAS membantu proses Anda menjadi lebih mudah dan tidak memakan waktu.

Mengurus merek bukan hanya soal memenuhi persyaratan, tetapi juga membangun identitas brand dan melindunginya dari penyalahgunaan. Jangan menunggu sampai brand Anda besar baru mendaftarkan merek, karena risiko penolakan akan semakin tinggi jika nama serupa sudah dimiliki pihak lain. Jika Anda ingin mulai dari langkah yang tepat, konsultasi gratis tersedia melalui layanan resmi kami.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi 17131
No Telp : 021-89253417
Watshapp : 085777630555
Email : maspermatha@gmail.com

FAQ

1. Apa itu merek kelas 3?
Merek kelas 3 adalah kategori merek dalam klasifikasi DJKI untuk produk kosmetik, skincare, parfum, deodorant, sabun, dan personal care lainnya.

2. Apakah izin BPOM wajib memiliki merek terdaftar?
Ya, saat ini BPOM mewajibkan minimal bukti pengajuan merek sebagai dokumen pendukung legalitas produk.

3. Berapa lama proses pendaftaran merek kelas 3?
Bukti pengajuan bisa terbit dalam 1 hari kerja, sementara sertifikat resmi membutuhkan waktu sekitar 12–18 bulan.

4. Berapa biaya resmi daftar merek kelas 3?
Biaya resmi pemerintah (PNBP) adalah Rp 1.800.000 untuk UMKM. Belum termasuk biaya jasa pengurusan profesional.

5. Apakah merek harus memiliki logo?
Tidak wajib, namun sangat dianjurkan agar perlindungan hukum lebih kuat dan identitas brand lebih jelas.

6. Apakah satu merek bisa melindungi banyak produk kosmetik?
Ya, selama semua produk tersebut masih dalam cakupan kelas 3 berdasarkan kategori DJKI.

7. Bagaimana jika nama merek saya mirip dengan merek lain?
Merek berisiko ditolak. Karena itu perlu dilakukan searching atau pengecekan merek sebelum diajukan.

8. Apakah bukti pendaftaran merek bisa digunakan untuk Shopee Mall atau TikTok Shop Mall?
Ya, mayoritas marketplace premium menerima bukti pengajuan merek sebagai verifikasi brand resmi.

9. Apakah saya bisa daftar sendiri tanpa jasa?
Bisa, namun kesalahan input, salah memilih kelas, atau dokumen kurang dapat menyebabkan penolakan atau sengketa di kemudian hari.

10. Apakah PERMATAMAS melayani jasa pengurusan merek kelas 3 untuk BPOM?
Ya, PERMATAMAS berpengalaman membantu brand kosmetik dan skincare dalam proses pendaftaran merek untuk kebutuhan BPOM dan marketplace.

 

Cara Menentukan Kelas Merek HKI

Cara Menentukan Kelas Merek HKI – Menentukan kelas merek HKI merupakan langkah penting bagi setiap pelaku usaha yang ingin melindungi identitas produknya secara hukum. Kelas merek berfungsi sebagai kategori yang membedakan jenis barang atau jasa yang dilindungi, sehingga proses pendaftaran menjadi lebih terstruktur dan efektif. Kesalahan dalam menentukan kelas dapat berakibat pada penolakan pendaftaran atau perlindungan yang tidak maksimal terhadap merek Anda.

Dalam praktiknya, penentuan kelas merek harus mempertimbangkan jenis produk atau layanan yang ditawarkan. Misalnya, jika perusahaan bergerak di bidang sabun cuci piring, maka pendaftaran merek harus mengacu pada kelas yang relevan dengan produk pembersih rumah tangga. Hal ini akan mempermudah pengawasan terhadap pelanggaran hak merek serta memberikan kepastian hukum bagi pemilik merek.

Selain itu, penentuan kelas merek juga penting untuk strategi bisnis jangka panjang. Dengan menetapkan kelas yang tepat, pemilik merek dapat mengembangkan lini produk baru di kelas terkait tanpa mengalami konflik hukum. Sebaliknya, kesalahan memilih kelas dapat menimbulkan sengketa dan memerlukan biaya tambahan untuk memperbaiki pendaftaran. Oleh karena itu, pemahaman tentang kelas merek HKI menjadi langkah awal yang wajib bagi setiap pengusaha yang ingin merek mereka terlindungi secara optimal.

Apa itu Kelas Merek HKI

Kelas merek adalah sistem pengelompokan barang dan jasa yang digunakan untuk mempermudah proses pendaftaran merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Sistem ini mengikuti klasifikasi internasional Nice Classification, yang membagi produk dan jasa ke dalam 45 kelas, terdiri dari 34 kelas untuk barang dan 11 kelas untuk jasa.

Penting untuk memahami bahwa setiap kelas mencerminkan kategori tertentu, sehingga merek yang sama dapat didaftarkan di kelas berbeda untuk produk atau jasa berbeda.

Beberapa contoh kelas merek yang umum:
• Kelas 3: Produk perawatan dan pembersih rumah tangga, kosmetik, parfum
• Kelas 5: Produk obat-obatan, suplemen kesehatan
• Kelas 35: Jasa manajemen, konsultasi bisnis, dan perdagangan

Selain contoh di atas, masih banyak kelas lainnya yang disesuaikan dengan jenis produk atau jasa yang ditawarkan. Sistem ini mempermudah DJKI dalam mengidentifikasi apakah sebuah merek sudah ada atau belum di kelas yang sama, sehingga mengurangi risiko konflik hak cipta.
Dengan kata lain, kelas merek bukan hanya soal administrasi, tetapi juga strategi perlindungan hukum. Mengetahui kelas yang tepat memungkinkan pemilik merek untuk melindungi produk mereka secara spesifik dan mencegah pihak lain menggunakan merek serupa di kategori yang sama.

Pengertian Kelas Merek HKI

Secara sederhana, kelas merek adalah kategori resmi yang digunakan untuk mengelompokkan barang dan jasa dalam proses pendaftaran hak kekayaan intelektual. Klasifikasi ini penting karena setiap merek hanya dapat melindungi kategori barang atau jasa tertentu.

Setiap kelas memiliki deskripsi yang jelas mengenai jenis barang atau jasa yang termasuk di dalamnya. Misalnya, kelas 12 untuk kendaraan bermotor, kelas 25 untuk pakaian, dan kelas 43 untuk layanan restoran. Hal ini memastikan bahwa perlindungan merek bersifat spesifik dan sesuai dengan lingkup bisnis pemiliknya.

Penting untuk diperhatikan bahwa penentuan kelas bukan sekadar formalitas administratif, tetapi merupakan strategi hukum dan bisnis. Kesalahan memilih kelas dapat mengakibatkan:
• Penolakan pendaftaran merek oleh DJKI
• Risiko pelanggaran merek jika pihak lain menggunakan kategori yang sama
• Sulitnya mengembangkan produk baru yang relevan dalam kelas yang tepat

Oleh karena itu, pemilik merek sebaiknya melakukan riset menyeluruh dan mempertimbangkan jenis barang atau jasa yang dimiliki sebelum menentukan kelas. Pemahaman mendalam mengenai kelas merek akan membantu memastikan merek terlindungi secara optimal, mengurangi risiko sengketa, dan memperkuat posisi hukum serta bisnis.

Kenapa Harus Menentukan Kelas Merek HKI

Menentukan kelas merek adalah langkah strategis yang tidak boleh diabaikan dalam pendaftaran hak kekayaan intelektual. Dengan menetapkan kelas yang tepat, pemilik merek dapat memastikan perlindungan hukum yang sesuai dengan jenis produk atau jasa mereka.

Beberapa alasan utama mengapa penentuan kelas merek sangat penting:
• Menghindari konflik hukum dengan merek lain yang terdaftar di kelas sama
• Memastikan perlindungan spesifik sesuai jenis produk atau jasa
• Mempermudah pengawasan terhadap pelanggaran hak merek

Selain itu, menentukan kelas merek juga memberikan keuntungan dalam pengembangan bisnis. Merek yang terdaftar dengan kelas tepat memungkinkan ekspansi produk atau layanan di kategori yang relevan tanpa risiko pelanggaran hukum. Dengan kata lain, keputusan ini tidak hanya soal legalitas, tetapi juga strategi bisnis jangka panjang yang mempengaruhi pertumbuhan dan reputasi perusahaan. Proses Daftar Merek Sekarang

 

Cara Menentukan Kelas Merek HKI
Cara Menentukan Kelas Merek HKI

Pentingnya Menentukan Kelas Merek HKI

Menentukan kelas merek adalah langkah strategis yang krusial sebelum mendaftarkan merek di DJKI. Setiap merek hanya bisa mendapatkan perlindungan hukum untuk kategori barang atau jasa yang sesuai dengan kelasnya. Dengan menetapkan kelas yang tepat, pemilik merek memastikan bahwa hak kekayaan intelektualnya terlindungi secara optimal.

Penentuan kelas merek yang tepat memiliki beberapa manfaat praktis, antara lain:
• Menghindari konflik dengan merek lain yang sudah terdaftar di kelas sama
• Memastikan perlindungan hukum sesuai jenis produk atau jasa
• Memudahkan pengawasan terhadap pelanggaran merek
• Mendukung strategi ekspansi bisnis di masa depan

Selain itu, kelas merek menjadi pedoman penting untuk pertumbuhan bisnis. Produk atau jasa yang didaftarkan pada kelas yang relevan lebih mudah dikenali oleh konsumen dan memiliki keunggulan kompetitif di pasar. Kesalahan dalam memilih kelas bisa menimbulkan risiko hukum dan biaya tambahan untuk memperbaiki pendaftaran.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai klasifikasi merek sangat penting. Langkah ini bukan sekadar formalitas, tetapi strategi hukum dan bisnis yang menentukan keberhasilan perlindungan merek serta kelancaran pengembangan usaha ke depannya.

Kelas 1 Merek HKI – Bahan Kimia untuk Industri (Contoh Produk)

Kelas 1 merek HKI mencakup berbagai bahan kimia yang digunakan untuk keperluan industri, penelitian, dan laboratorium. Produk dalam kelas ini biasanya digunakan sebagai bahan baku, aditif, atau komponen dalam proses produksi barang lainnya. Penting bagi pelaku usaha untuk memahami kategori ini agar pendaftaran merek sesuai dengan jenis produk.

Contoh produk yang termasuk kelas 1 antara lain:
• Bahan kimia untuk keperluan industri dan laboratorium
• Asam, basa, garam, dan senyawa organik
• Perekat industri, pelarut, dan katalis
• Bahan pengawet dan pewarna kimia

Kelas 1 memiliki karakteristik khusus karena berhubungan langsung dengan proses produksi dan keamanan kerja. Oleh karena itu, pemilik merek harus memastikan deskripsi produk sesuai dengan klasifikasi yang berlaku. Kesalahan dalam menentukan kelas bisa mengakibatkan penolakan pendaftaran atau perlindungan hukum yang tidak maksimal.

Selain itu, penentuan kelas 1 menjadi penting untuk strategi pemasaran industri. Produk yang terdaftar dengan benar di kelas ini memiliki kredibilitas lebih tinggi, memudahkan kerjasama dengan mitra industri, dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Pemahaman detail mengenai kategori kelas 1 menjadi kunci untuk melindungi hak merek sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis industri kimia. Daftar Merek Kelas 1

Kelas 2 Merek HKI – Cat, Pelapis, dan Coating (Kategori Barang)

Kelas 2 HKI mencakup cat, pelapis, dan produk coating lainnya yang digunakan untuk melindungi dan memperindah permukaan barang. Kategori ini penting karena mencakup berbagai produk yang berinteraksi langsung dengan bahan bangunan, kendaraan, dan furnitur. Pemilik merek harus memahami kategori ini agar pendaftaran sesuai dengan jenis barang yang ditawarkan.

Contoh produk dalam kelas 2 meliputi:
• Cat minyak, cat air, cat semprot
• Pelapis anti karat, pelapis dekoratif, varnish
• Perekat khusus, primer, dan coating pelindung
• Pigmen dan pewarna untuk industri

Kelas 2 memiliki peran strategis bagi produsen cat dan pelapis, karena pendaftaran merek yang tepat dapat mencegah pelanggaran oleh kompetitor. Produk yang terdaftar di kelas ini memiliki perlindungan hukum yang spesifik, sehingga konsumen dan mitra industri dapat mengidentifikasi produk dengan lebih jelas.

Selain itu, memahami kelas 2 membantu perusahaan merencanakan inovasi produk. Misalnya, produsen cat dapat mengembangkan variasi warna, tekstur, atau fungsi tambahan tanpa risiko konflik merek. Dengan demikian, pengetahuan tentang kelas 2 tidak hanya mendukung aspek hukum, tetapi juga strategi bisnis dan ekspansi produk. Proses Pendaftaran Merek Kelas 2 Sekarang

Kelas 3 Merek HKI – Sabun, Kosmetik, dan Produk Kebersihan (Paling Banyak Didaftarkan)

Kelas 3 HKI merupakan salah satu kelas paling populer karena mencakup produk sabun, kosmetik, dan berbagai barang kebersihan yang digunakan sehari-hari. Banyak pelaku usaha mendaftarkan merek di kelas ini karena tingginya permintaan pasar dan potensi bisnis yang luas.

Beberapa contoh produk yang termasuk kelas 3 adalah:
• Sabun cuci tangan, sabun mandi, sabun cair
• Produk kosmetik, parfum, lipstik, bedak
• Pembersih rumah tangga, pembersih kaca, deterjen
• Sediaan pembersih untuk peralatan dapur

Karena banyaknya produk dalam kelas ini, penentuan kelas menjadi sangat penting untuk membedakan merek dari kompetitor. Merek yang terdaftar dengan tepat di kelas 3 memperoleh perlindungan hukum khusus terhadap produk serupa, sehingga mengurangi risiko pelanggaran dan sengketa.

Selain aspek hukum, kelas 3 juga penting untuk strategi pemasaran. Produk sabun, kosmetik, dan kebersihan memerlukan branding yang kuat, dan pendaftaran merek yang tepat membantu membangun identitas produk di mata konsumen. Dengan memahami kelas 3, pemilik merek dapat mengembangkan lini produk baru dengan lebih aman dan strategis. Klik Ajukan Merek Kelas 3 Sekarang

Kelas 4 Merek HKI – Minyak Pelumas, Bahan Bakar & Lilin

Kelas 4 HKI mencakup produk minyak pelumas, bahan bakar, lilin, dan produk sejenis yang digunakan untuk kendaraan, mesin, dan keperluan industri. Kategori ini sangat penting bagi sektor transportasi, manufaktur, dan energi, karena produk dalam kelas ini bersifat teknis dan memiliki standar keselamatan tertentu.

Contoh produk dalam kelas 4 meliputi:
• Minyak pelumas untuk kendaraan, mesin industri, dan peralatan mekanik
• Bahan bakar seperti bensin, solar, dan gas industri
• Lilin, termasuk lilin untuk keperluan rumah tangga dan industri
• Minyak industri dan aditif untuk pelumasan

Kelas 4 membutuhkan perhatian khusus karena produk yang termasuk di dalamnya memiliki karakteristik kimia dan keamanan tertentu. Pendaftaran merek di kelas ini memastikan perlindungan hukum bagi produsen dan memudahkan konsumen mengenali produk asli.

Selain itu, pemahaman kelas 4 membantu strategi pemasaran dan ekspansi bisnis. Perusahaan dapat mengembangkan produk baru dalam kategori pelumas, bahan bakar, atau lilin tanpa risiko konflik dengan merek lain. Dengan demikian, pendaftaran merek di kelas 4 menjadi kombinasi strategi hukum, teknis, dan bisnis yang efektif. Daftar Merek HKI Kelas 4

Kelas 5 Merek HKI – Produk Farmasi, Vitamin, dan Obat Tradisional

Kelas 5 mencakup produk farmasi, obat-obatan, suplemen kesehatan, dan obat tradisional. Kategori ini penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat dan standar keamanan yang ketat. Pemilik merek perlu memahami kelas ini agar pendaftaran merek sesuai dengan produk yang ditawarkan dan memperoleh perlindungan hukum maksimal.

Contoh produk dalam kelas 5 antara lain:
• Obat-obatan kimia, obat generik, dan obat paten
• Vitamin, suplemen makanan, dan nutrisi tambahan
• Obat tradisional, jamu, dan sediaan herbal
• Cairan infus, salep, dan produk farmasi lainnya

Pendaftaran merek di kelas 5 tidak hanya melindungi identitas produk tetapi juga meningkatkan kredibilitas di mata konsumen. Dengan merek terdaftar, konsumen dapat membedakan produk asli dari tiruan, sementara produsen memiliki dasar hukum untuk menindak pelanggaran merek.
Selain aspek hukum, pendaftaran di kelas 5 menjadi strategi bisnis penting.

Dengan perlindungan hukum yang tepat, perusahaan dapat mengembangkan lini produk baru seperti obat herbal, vitamin khusus, atau farmasi inovatif tanpa risiko konflik merek. Kelas ini menjadi kombinasi antara kepastian hukum, keamanan konsumen, dan strategi pemasaran yang efektif. Daftar Sekarang Merek Kelas 5

Kelas 6 Merek HKI – Barang dari Logam Non-Mulia

Kelas 6 mencakup barang-barang yang terbuat dari logam non-mulia. Produk dalam kategori ini digunakan untuk keperluan industri, konstruksi, dan peralatan rumah tangga. Penentuan kelas yang tepat penting untuk memastikan perlindungan hukum dan pengembangan bisnis yang terstruktur.

Contoh produk dalam kelas 6:
• Konstruksi logam seperti pipa, baut, dan engsel
• Peralatan rumah tangga berbahan logam, misalnya wajan dan rak
• Barang industri dari logam seperti panel, plat, dan profil
• Peralatan keamanan dan perlengkapan industri

Kelas 6 memiliki karakter khusus karena melibatkan bahan material yang beragam dan digunakan dalam banyak sektor industri. Perlindungan merek di kategori ini membantu perusahaan mencegah kompetitor meniru produk dan menjaga identitas merek.

Selain itu, memahami kelas 6 penting untuk strategi bisnis dan inovasi produk. Produsen dapat menambah variasi produk logam, memperluas pasar, atau memasuki sektor industri baru dengan aman. Dengan pendaftaran merek yang tepat, perusahaan memiliki fondasi hukum yang kuat untuk mengembangkan lini produk baru dan memperkuat posisi di pasar. Daftar Merek Kelas 6 Sekarang

Kelas 7 Merek HKI – Mesin Industri dan Sparepart

Kelas 7 mencakup mesin industri, peralatan mekanik, dan suku cadang. Kategori ini sangat strategis bagi pelaku usaha di sektor manufaktur dan otomotif karena produk dalam kelas ini biasanya kompleks dan bernilai tinggi. Pendaftaran merek di kelas 7 memastikan perlindungan hukum terhadap inovasi teknis dan desain mesin.

Contoh produk kelas 7 antara lain:
• Mesin industri untuk produksi, pengolahan, atau pengemasan
• Motor listrik, kompresor, dan pompa industri
• Sparepart atau suku cadang mesin
• Alat-alat mekanik khusus untuk manufaktur
Kelas 7 juga membantu produsen membedakan produk mereka dari pesaing. Merek yang terdaftar meningkatkan kepercayaan konsumen dan partner industri, karena produk terjamin kualitas dan keasliannya.
Selain aspek hukum, pemahaman kelas 7 menjadi strategi pengembangan produk. Produsen mesin dapat menambahkan variasi baru, memperluas lini suku cadang, dan mengembangkan teknologi inovatif tanpa risiko pelanggaran merek. Dengan demikian, pendaftaran merek kelas 7 berperan penting dalam keberhasilan bisnis industri. Proses Merek Kelas 7

Kelas 8 Merek HKI – Alat Perkakas Manual

Kelas 8 mencakup alat perkakas manual yang digunakan untuk pekerjaan rumah tangga, pertukangan, atau industri ringan. Merek di kelas ini melindungi identitas produk sekaligus memudahkan konsumen mengenali kualitas dan keaslian alat perkakas.

Contoh produk kelas 8:
• Palu, obeng, gergaji tangan
• Tang, kunci pas, dan alat ukur manual
• Peralatan tukang kayu atau besi
• Pisau dapur dan alat pemotong manual

Pendaftaran merek di kelas 8 memberikan perlindungan hukum yang spesifik, sehingga kompetitor tidak bisa menggunakan merek serupa pada kategori yang sama. Hal ini membantu menjaga reputasi produsen dan kualitas produk di mata konsumen.

Selain itu, kelas 8 juga relevan untuk strategi bisnis jangka panjang. Produsen dapat menambah variasi perkakas baru atau memasuki pasar alat pertukangan khusus dengan aman. Pendaftaran merek yang tepat memperkuat posisi produk di pasar dan mendukung inovasi yang berkelanjutan. Klik Proses Merek Kelas 8

Kelas 9 Merek HKI – Elektronik, Software, dan Perangkat Teknologi (Termasuk Aplikasi)

Kelas 9 mencakup perangkat elektronik, software, dan berbagai teknologi digital, termasuk aplikasi dan perangkat lunak. Kategori ini sangat penting di era digital karena perlindungan merek dapat melindungi inovasi teknologi dan memastikan konsumen dapat membedakan produk asli dari tiruan.

Contoh produk kelas 9:
• Komputer, laptop, smartphone, dan tablet
• Software aplikasi, sistem operasi, dan program komputer
• Perangkat elektronik konsumen seperti kamera, audio, dan televisi
• Alat teknologi industri, sensor, dan peralatan kontrol otomatis

Pendaftaran merek di kelas 9 tidak hanya melindungi identitas produk tetapi juga hak kekayaan intelektual di sektor teknologi. Merek terdaftar membantu mencegah pelanggaran oleh kompetitor dan menjaga nilai inovasi yang dikembangkan.

Selain aspek hukum, kelas 9 memiliki peran strategis untuk bisnis digital. Perusahaan teknologi dapat meluncurkan produk baru, memperbarui software, atau mengembangkan aplikasi dengan dasar hukum yang kuat. Dengan pendaftaran merek yang tepat, inovasi tetap aman dan dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar teknologi yang kompetitif. Mau Daftar Merek Kelas 9

Kelas 10 Merek HKI – Alat Kesehatan & Medis

Kelas 10 HKI mencakup alat kesehatan dan medis yang digunakan untuk diagnosis, perawatan, dan pencegahan penyakit. Kategori ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pendaftaran merek di kelas 10 memastikan perlindungan hukum terhadap inovasi alat medis dan memudahkan konsumen mengenali produk asli.

Contoh produk dalam kelas 10 antara lain:
• Alat bedah, instrumen medis, dan peralatan diagnostik
• Peralatan rehabilitasi, alat bantu jalan, dan kursi roda
• Masker medis, sarung tangan medis, dan peralatan steril
• Alat monitoring kesehatan seperti tensimeter, termometer, dan oksimeter

Pendaftaran merek di kelas ini juga berfungsi sebagai strategi bisnis. Produsen alat kesehatan yang memiliki merek terdaftar lebih mudah menjalin kerja sama dengan rumah sakit, klinik, dan distributor, karena produk memiliki kredibilitas hukum dan kualitas yang jelas.

Selain itu, pemahaman kelas 10 membantu inovasi produk medis. Perusahaan dapat mengembangkan alat baru atau memperbarui teknologi tanpa risiko konflik merek, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis dan perlindungan konsumen secara simultan. Saya Mau Daftar Merek Kelas 10 Sekarang

Kelas 11 Merek HKI – Lampu, Alat Pendingin, Heating, dan Water Filter

Kelas 11 mencakup produk-produk lampu, peralatan pendingin, pemanas, dan sistem filtrasi air. Kategori ini penting untuk sektor rumah tangga, industri, dan komersial, karena berhubungan dengan kenyamanan, keselamatan, dan efisiensi energi. Pendaftaran merek di kelas ini memberikan perlindungan hukum terhadap inovasi teknologi dan desain.

Contoh produk dalam kelas 11:
• Lampu listrik, LED, dan lampu dekoratif
• AC, kipas angin, dan sistem pendingin ruangan
• Pemanas air, water heater, dan radiator
• Filter air, sistem pemurnian, dan dispenser air

Dengan pendaftaran merek di kelas 11, produsen dapat memastikan perlindungan terhadap penggunaan merek oleh pihak lain. Hal ini juga membantu konsumen mengenali produk asli yang berkualitas dan sesuai standar.

Selain aspek hukum, kelas 11 berperan dalam strategi bisnis. Produsen dapat mengembangkan produk baru, seperti lampu hemat energi atau sistem filtrasi canggih, tanpa risiko pelanggaran merek. Pendaftaran merek di kelas ini mendukung inovasi, pemasaran, dan pertumbuhan bisnis jangka panjang. Daftar Merek Kelas 11

Kelas 12 Merek HKI – Kendaraan, Sparepart, dan Otomotif

Kelas 12 mencakup kendaraan bermotor, suku cadang, dan aksesori otomotif. Kategori ini sangat strategis karena sektor otomotif memiliki pasar yang luas dan kompetitif. Pendaftaran merek di kelas 12 membantu melindungi identitas produk dan memberikan dasar hukum untuk menindak pelanggaran merek.

Contoh produk kelas 12:
• Mobil, sepeda motor, dan kendaraan komersial
• Suku cadang kendaraan, rem, dan sistem suspensi
• Aksesori kendaraan seperti velg, kaca film, dan audio mobil
• Kendaraan khusus seperti forklift atau kendaraan industri

Pendaftaran merek di kelas 12 meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata konsumen dan mitra bisnis. Produk dengan merek terdaftar lebih mudah dikenal dan dipercaya, serta mencegah pihak lain meniru identitas produk.

Selain aspek hukum, memahami kelas 12 membantu strategi pengembangan bisnis otomotif. Produsen dapat meluncurkan varian kendaraan baru, memperluas lini sparepart, atau menambahkan aksesori inovatif dengan perlindungan hukum yang jelas, sehingga mendukung pertumbuhan dan daya saing di pasar. Ajukan Merek Kelas 12 Sekarang Juga

Kelas 13 Merek HKI – Senjata dan Amunisi

Kelas 13 HKI mencakup senjata api, senjata non-api, dan amunisi. Kategori ini bersifat sangat sensitif dan diatur ketat oleh hukum, sehingga pendaftaran merek menjadi bagian dari strategi perlindungan hukum yang penting bagi produsen atau distributor resmi.

Contoh produk kelas 13:
• Senjata api ringan dan berat
• Senjata non-api seperti pisau taktis, panah, atau senjata latihan
• Amunisi, peluru, dan tabung gas bertekanan
• Aksesori senjata, seperti sarung, magazine, atau scope

Pendaftaran merek di kelas 13 membantu memastikan hak eksklusif pemilik merek atas produk dan aksesori yang dihasilkan. Hal ini penting untuk menghindari peredaran produk ilegal atau tiruan yang dapat membahayakan masyarakat.

Selain itu, kelas 13 menjadi strategi bisnis dan legalitas. Produsen yang memiliki merek terdaftar dapat lebih mudah bekerja sama dengan pemerintah, militer, atau pasar legal, serta mengembangkan produk baru tanpa risiko sengketa hukum. Proses Merek Kelas 13

Kelas 14 Merek HKI – Perhiasan, Jam Tangan & Logam Mulia

Kelas 14 mencakup perhiasan, jam tangan, dan barang berbahan logam mulia. Kategori ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan memerlukan perlindungan hukum yang spesifik untuk menjaga eksklusivitas desain dan kualitas produk.

Contoh produk kelas 14:
• Cincin, gelang, kalung, dan anting-anting
• Jam tangan, termasuk smart watch dan klasik
• Perhiasan berbahan emas, perak, atau platinum
• Aksesori perhiasan dan ornamen logam mulia

Pendaftaran merek di kelas 14 membantu produsen melindungi desain eksklusif dan membedakan produk mereka dari tiruan. Konsumen dapat memastikan keaslian barang, sementara produsen memiliki dasar hukum untuk menindak pelanggaran.

Selain aspek hukum, kelas 14 juga penting untuk strategi pemasaran. Perusahaan dapat meluncurkan koleksi baru, menambahkan inovasi desain, atau memasuki pasar logam mulia dengan perlindungan merek yang kuat, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Lindungi Merekmu di Kelas 14 Sekarang

Kelas 15 Merek HKI – Alat Musik

Kelas 15 HKI mencakup berbagai alat musik dan aksesorinya, mulai dari alat musik tradisional hingga modern. Kategori ini penting karena produk dalam kelas ini memiliki nilai budaya, edukatif, dan komersial yang tinggi. Pendaftaran merek di kelas 15 membantu produsen dan distributor melindungi identitas alat musik serta meminimalkan risiko tiruan.

Contoh produk dalam kelas 15:
• Gitar, piano, drum, biola, dan alat musik tiup
• Aksesoris alat musik seperti senar, drumstick, dan pick gitar
• Peralatan musik elektronik dan digital
• Alat musik tradisional, termasuk gamelan, angklung, dan seruling

Pendaftaran merek di kelas 15 tidak hanya memberikan perlindungan hukum, tetapi juga meningkatkan kredibilitas produsen. Konsumen lebih mudah mengenali produk asli, sementara produsen memiliki dasar untuk menindak pihak yang meniru produk.

Selain aspek hukum, kelas 15 mendukung strategi bisnis dan inovasi. Produsen dapat mengembangkan alat musik baru, meluncurkan aksesoris inovatif, atau memperluas pasar global dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga mendukung pertumbuhan industri musik secara berkelanjutan. Proses Merek Kelas 15

Kelas 16 Merek HKI – ATK, Kertas, dan Stationery

Kelas 16 mencakup alat tulis kantor (ATK), kertas, dan berbagai kebutuhan stationery. Kategori ini penting karena berkaitan dengan kebutuhan pendidikan, perkantoran, dan administrasi sehari-hari. Merek yang terdaftar di kelas 16 memberikan perlindungan hukum terhadap produk stationery dan memudahkan konsumen membedakan kualitas.

Contoh produk dalam kelas 16:
• Pulpen, pensil, spidol, dan alat tulis lainnya
• Buku tulis, kertas, notebook, dan agenda
• Perlengkapan kantor seperti stapler, klip kertas, dan map
• Produk kreatif seperti kertas gambar, cat air, dan stiker

Pendaftaran merek di kelas 16 membantu produsen menjaga eksklusivitas produk dan menghindari tiruan dari pihak lain. Produk stationery yang terdaftar memberikan rasa aman bagi konsumen dalam hal kualitas dan keaslian.

Selain itu, kelas 16 juga menjadi strategi bisnis jangka panjang. Produsen dapat meluncurkan lini baru, memperkenalkan desain kreatif, atau menargetkan segmen pasar tertentu dengan perlindungan hukum yang jelas. Hal ini memungkinkan inovasi stationery tetap aman dan kompetitif. Ajukan Merek Kelas 16

Kelas 17 Merek HKI – Karet, Plastik, dan Material Insulasi

Kelas 17 mencakup produk dari karet, plastik, dan material isolasi atau insulasi. Kategori ini penting karena produk dalam kelas ini banyak digunakan di industri, konstruksi, dan rumah tangga. Pendaftaran merek di kelas 17 melindungi identitas produk serta mencegah kompetitor menggunakan merek serupa.

Contoh produk dalam kelas 17:
• Pipa, selang, dan gasket karet
• Plastik kemasan, film, dan lembaran plastik industri
• Material isolasi untuk listrik dan panas
• Produk karet dan plastik untuk keperluan rumah tangga atau industri

Pendaftaran merek di kelas 17 meningkatkan kredibilitas produsen dan memudahkan konsumen mengenali produk asli. Hal ini juga membantu produsen menegakkan hak hukum jika ada tiruan yang beredar di pasar.

Selain aspek hukum, kelas 17 mendukung strategi inovasi dan pengembangan produk. Produsen dapat menambahkan varian baru, memperluas pasar, atau membuat solusi material inovatif dengan dasar hukum yang kuat, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Proses Merek Kelas 17

Kelas 18 Merek HKI – Tas, Dompet, dan Produk Kulit

Kelas 18 mencakup tas, dompet, koper, dan produk berbahan kulit lainnya. Kategori ini penting karena produk kulit memiliki nilai estetika, kualitas, dan eksklusivitas tinggi. Pendaftaran merek di kelas 18 melindungi desain, kualitas, dan identitas produk, sekaligus memberi keamanan hukum bagi produsen.

Contoh produk dalam kelas 18:
• Tas tangan, ransel, koper, dan pouch
• Dompet, sabuk, dan aksesori kulit lainnya
• Barang perjalanan seperti tas selempang dan travel bag
• Produk fashion berbahan kulit eksklusif

Pendaftaran merek di kelas 18 memberikan dasar hukum untuk menindak tiruan, menjaga eksklusivitas, dan meningkatkan nilai merek di pasar. Konsumen pun lebih mudah mengenali produk asli berkualitas.

Selain aspek hukum, kelas 18 menjadi strategi bisnis penting. Produsen dapat meluncurkan koleksi baru, membuat desain eksklusif, atau menargetkan pasar premium dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Daftar Merek Kelas 18

Kelas 19 Merek HKI – Material Bangunan Non-Metal

Kelas 19 mencakup material bangunan non-logam, seperti kayu, beton, batu, dan bahan konstruksi lainnya. Kategori ini penting bagi sektor konstruksi, arsitektur, dan rumah tangga. Pendaftaran merek di kelas 19 membantu produsen melindungi identitas material bangunan dan membedakan produk mereka dari kompetitor.

Contoh produk dalam kelas 19:
• Kayu olahan, papan, dan panel bangunan
• Batu bata, semen, beton instan, dan paving
• Bahan bangunan dekoratif seperti keramik, marmer, dan batu alam
• Produk konstruksi lainnya yang bukan berbahan logam

Pendaftaran merek di kelas 19 memberikan perlindungan hukum yang jelas dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk. Produsen yang memiliki merek terdaftar dapat menjaga eksklusivitas material dan mencegah tiruan.

Selain itu, kelas 19 mendukung strategi pengembangan bisnis. Produsen dapat menambahkan varian baru, mengembangkan bahan inovatif, atau menargetkan pasar konstruksi premium dengan dasar hukum yang kuat, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Sekarang Daftar Kelas 19

Kelas 20 Merek HKI – Furniture, Kasur, dan Peralatan Rumah

Kelas 20 HKI mencakup furniture, kasur, dan berbagai peralatan rumah yang berbahan selain logam. Kategori ini penting karena produk dalam kelas ini berhubungan langsung dengan kenyamanan dan estetika rumah atau ruang kerja. Pendaftaran merek di kelas 20 membantu produsen melindungi desain dan identitas produk serta memudahkan konsumen mengenali produk asli.

Contoh produk dalam kelas 20:
• Sofa, kursi, meja, lemari, dan rak
• Kasur, bantal, dan tempat tidur
• Meja lipat, kursi taman, dan furnitur portabel
• Rak penyimpanan, rak buku, dan furniture dekoratif

Pendaftaran merek di kelas 20 memberikan perlindungan hukum terhadap tiruan dan menegaskan eksklusivitas desain. Hal ini sangat penting bagi produsen furniture dan peralatan rumah agar merek mereka tetap unik dan kompetitif.

Selain aspek hukum, kelas 20 juga menjadi strategi bisnis. Produsen dapat meluncurkan koleksi baru, mengembangkan desain ergonomis, atau memperluas pasar ke segmen premium dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis dan branding jangka panjang. Klik Proses Merek Kelas 20

Kelas 21 Merek HKI – Peralatan Rumah Tangga dan Dapur

Kelas 21 mencakup peralatan rumah tangga dan dapur, mulai dari yang sederhana hingga peralatan profesional. Kategori ini sangat populer karena berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari, sehingga pendaftaran merek menjadi langkah penting untuk melindungi identitas produk dan mencegah tiruan.

Contoh produk dalam kelas 21:
• Piring, gelas, mangkuk, dan peralatan makan lainnya
• Panci, wajan, blender, dan peralatan masak
• Alat kebersihan rumah tangga seperti sapu, ember, dan sikat
• Produk kaca, keramik, dan plastik untuk rumah tangga

Pendaftaran merek di kelas 21 membantu konsumen membedakan produk asli dari tiruan, sekaligus memberikan dasar hukum bagi produsen jika terjadi pelanggaran. Produk yang terdaftar juga meningkatkan citra merek di pasar.

Selain aspek hukum, kelas 21 mendukung strategi inovasi. Produsen dapat menambahkan produk baru, mengembangkan desain ergonomis atau multifunction, dan menargetkan pasar modern dengan perlindungan merek yang kuat, sehingga memperkuat daya saing bisnis. Ajukan Merek Kelas 21

Kelas 22 Merek HKI – Tali, Jaring, dan Serat Tekstil

Kelas 22 mencakup tali, jaring, kain penutup, dan berbagai serat tekstil yang digunakan di industri maupun rumah tangga. Kategori ini penting karena produk dalam kelas ini berperan dalam konstruksi, transportasi, serta kebutuhan sehari-hari. Pendaftaran merek di kelas 22 memastikan perlindungan hukum terhadap identitas produk.

Contoh produk dalam kelas 22:
• Tali, tali tambang, dan kabel pengikat
• Jaring nelayan, jaring olahraga, dan jaring konstruksi
• Karung, kantong, dan tas berbahan serat
• Material tekstil untuk industri atau keperluan rumah tangga

Pendaftaran merek di kelas 22 membantu produsen menjaga eksklusivitas produk dan meminimalkan risiko tiruan. Hal ini penting bagi industri yang menggunakan tali dan jaring secara profesional maupun konsumen sehari-hari.

Selain itu, kelas 22 mendukung strategi bisnis dan inovasi. Produsen dapat menambahkan variasi produk, mengembangkan bahan baru yang lebih kuat atau tahan lama, dan menargetkan pasar tertentu dengan perlindungan hukum yang jelas, sehingga mendukung pertumbuhan usaha. Proses Pendaftaran Merek Kelas 22 Sekarang

Kelas 23 Merek HKI – Benang dan Serat Tekstil

Kelas 23 mencakup benang, serat tekstil, dan produk pendukung industri tekstil. Kategori ini penting karena menjadi bahan baku utama dalam produksi pakaian, aksesori, dan berbagai produk tekstil lainnya. Pendaftaran merek di kelas 23 melindungi identitas benang atau serat dari tiruan.

Contoh produk dalam kelas 23:
• Benang katun, wol, sutra, atau sintetis
• Serat tekstil untuk pakaian, tas, dan kain industri
• Benang rajut atau sulam untuk industri fashion
• Benang multifungsi untuk keperluan rumah tangga atau industri

Pendaftaran merek di kelas 23 memberi produsen dasar hukum untuk melindungi inovasi dan kualitas produk. Konsumen dapat memastikan keaslian dan kualitas bahan yang digunakan.
Selain aspek hukum, kelas 23 juga penting bagi strategi bisnis. Produsen dapat mengembangkan benang dengan kualitas unggul, tekstur unik, atau serat khusus untuk pasar tertentu. Perlindungan merek mempermudah ekspansi produk ke segmen fashion atau industri kreatif dengan aman. Amankan Merek Kelas 23

Kelas 24 Merek HKI – Kain dan Bahan Tekstil

Kelas 24 mencakup kain, tekstil, dan bahan penutup yang digunakan untuk pakaian, dekorasi rumah, atau keperluan industri. Kategori ini penting karena produk tekstil memiliki nilai estetika dan fungsi yang tinggi. Pendaftaran merek di kelas 24 membantu produsen melindungi desain dan kualitas kain dari tiruan.

Contoh produk dalam kelas 24:
• Kain katun, linen, sutra, dan sintetis
• Bahan untuk gorden, taplak, dan dekorasi rumah
• Tekstil untuk pakaian, seragam, atau kostum
• Bahan tekstil khusus seperti waterproof, fireproof, atau antistatis

Pendaftaran merek di kelas 24 memberikan perlindungan hukum dan meningkatkan reputasi produsen. Konsumen dapat membedakan produk asli dari tiruan, sehingga menciptakan kepercayaan terhadap kualitas kain.

Selain aspek hukum, kelas 24 juga mendukung inovasi dan strategi pemasaran. Produsen dapat menciptakan bahan tekstil baru dengan motif unik, kualitas unggul, atau fungsi tambahan, serta memperluas pasar ke sektor fashion dan interior dengan dasar hukum yang kuat. Klik Jasa Merek Kelas 24

Kelas 25 – Fashion: Pakaian, Sepatu, dan Aksesoris

Kelas 25 HKI mencakup produk fashion seperti pakaian, sepatu, dan berbagai aksesoris yang melengkapi penampilan. Kategori ini sangat populer karena memiliki pasar luas dan tren yang cepat berubah. Pendaftaran merek di kelas 25 membantu produsen dan desainer melindungi identitas produk, desain, serta kualitasnya.

Contoh produk dalam kelas 25:
• Pakaian pria, wanita, dan anak-anak
• Sepatu, sandal, dan alas kaki lainnya
• Topi, syal, ikat pinggang, dan tas fashion
• Aksesoris mode seperti sarung tangan, jam tangan fashion, dan perhiasan costume

Pendaftaran merek di kelas 25 memberikan perlindungan hukum terhadap tiruan, sehingga desainer dan produsen dapat mempertahankan eksklusivitas produk mereka. Konsumen pun dapat lebih mudah mengenali produk asli dan berkualitas.

Selain aspek hukum, kelas 25 juga menjadi strategi bisnis. Produsen dapat meluncurkan koleksi baru, mengikuti tren fashion, dan memasuki pasar global dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan daya saing dan reputasi brand. Proses Merek Kelas 25 Sekarang

Kelas 26 – Kancing, Pita, Label, dan Aksesori Menjahit

Kelas 26 mencakup kancing, pita, label, dan berbagai aksesoris menjahit. Produk dalam kategori ini menjadi bahan penunjang penting bagi industri fashion, kerajinan, dan tekstil. Pendaftaran merek di kelas 26 membantu produsen menjaga identitas produk dan menghindari tiruan dari kompetitor.

Contoh produk dalam kelas 26:
• Kancing plastik, logam, atau bahan khusus
• Pita dekoratif, pita fungsional, dan tali serut
• Label kain, label bordir, dan tag produk
• Alat aksesori menjahit seperti jarum, benang khusus, dan pengikat kain

Pendaftaran merek di kelas 26 meningkatkan kredibilitas produsen dan memudahkan konsumen membedakan produk asli dari tiruan. Hal ini penting terutama bagi industri fashion yang menuntut kualitas dan konsistensi produk.

Selain aspek hukum, kelas 26 mendukung strategi bisnis dan inovasi. Produsen dapat mengembangkan aksesori baru, menambahkan variasi unik, atau memperluas distribusi ke industri fashion dan kerajinan dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat posisi di pasar. Mohon Merek Kelas 26 Sekarang

Kelas 27 Merek HKI – Karpet, Wallpaper, dan Penutup Lantai

Kelas 27 mencakup karpet, wallpaper, dan berbagai jenis penutup lantai. Kategori ini penting karena produk dalam kelas ini berperan dalam estetika, kenyamanan, dan keamanan ruang. Pendaftaran merek di kelas 27 membantu produsen melindungi desain dan kualitas produk serta memberikan dasar hukum untuk menindak tiruan.

Contoh produk dalam kelas 27:
• Karpet lantai, karpet dinding, dan permadani
• Wallpaper dekoratif, wallpaper dinding motif, dan stiker dinding
• Lantai vinyl, karpet tile, dan pelapis lantai sintetis
• Matras dan penutup lantai untuk rumah, kantor, atau industri

Pendaftaran merek di kelas 27 membantu konsumen membedakan produk asli dari tiruan serta menegaskan eksklusivitas desain produsen. Hal ini juga meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas produk.

Selain aspek hukum, kelas 27 berperan dalam strategi bisnis. Produsen dapat meluncurkan desain baru, menggunakan material inovatif, atau menargetkan segmen premium dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga mendukung pertumbuhan bisnis dan branding jangka panjang. Proses Merek

Kelas 28 Merek HKI – Mainan, Gym Equipment, dan Gaming

Kelas 28 mencakup mainan anak-anak, peralatan gym, dan produk gaming. Kategori ini populer karena memiliki pasar yang luas dan beragam usia pengguna. Pendaftaran merek di kelas 28 membantu produsen melindungi identitas produk, kualitas, dan keselamatan pengguna.

Contoh produk dalam kelas 28:
• Mainan edukatif, boneka, dan action figure
• Peralatan gym, dumbbell, matras olahraga, dan alat fitness lainnya
• Peralatan permainan indoor dan outdoor untuk anak-anak
• Konsol gaming, aksesoris game, dan alat permainan digital

Pendaftaran merek di kelas 28 memberikan dasar hukum untuk mencegah tiruan, sekaligus menjaga kualitas produk agar aman digunakan oleh konsumen. Hal ini penting bagi produsen yang menargetkan pasar anak-anak dan remaja.

Selain aspek hukum, kelas 28 menjadi strategi inovasi. Produsen dapat meluncurkan mainan baru, peralatan olahraga inovatif, atau perangkat gaming kreatif dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat posisi di pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Mohon Merek Sekarang Kelas 28

Kelas 29 Merek HKI – Makanan Olahan (Frozen Food, Daging, dll.)

Kelas 29 mencakup makanan olahan, termasuk produk hewani seperti daging, ikan, susu, dan produk beku (frozen food). Kategori ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan, keamanan pangan, dan preferensi konsumen. Pendaftaran merek di kelas 29 membantu produsen melindungi identitas produk serta meningkatkan kepercayaan konsumen.

Contoh produk dalam kelas 29:
• Daging olahan, ayam, sapi, dan seafood beku
• Produk susu, yogurt, keju, dan mentega
• Sosis, nugget, dan makanan olahan siap saji
• Sayuran atau buah olahan yang diawetkan

Pendaftaran merek di kelas 29 tidak hanya memberikan perlindungan hukum tetapi juga meningkatkan kredibilitas produsen. Konsumen lebih mudah mengenali produk asli dan berkualitas, terutama untuk produk makanan olahan yang memerlukan standar keamanan tinggi.

Selain aspek hukum, kelas 29 mendukung strategi bisnis. Produsen dapat memperluas lini produk, meluncurkan inovasi pangan, atau menargetkan pasar premium dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan daya saing dan pertumbuhan usaha. Proses Ajukan Merek Kelas 29

Kelas 30 Merek HKI – Makanan Siap Saji & Minuman Non-Alkohol

Kelas 30 HKI mencakup makanan siap saji, makanan ringan, serta minuman non-alkohol. Kategori ini sangat luas karena mencakup produk konsumsi sehari-hari yang menjadi kebutuhan masyarakat modern. Pendaftaran merek di kelas 30 membantu produsen melindungi identitas produk, kualitas, dan keamanannya.

Contoh produk dalam kelas 30:
• Nasi siap saji, mie instan, dan pasta
• Roti, kue, biskuit, dan snack ringan
• Kopi, teh, cokelat, dan minuman serbuk
• Permen, es krim, dan makanan olahan non-alkohol lainnya

Pendaftaran merek di kelas 30 memberikan perlindungan hukum untuk mencegah tiruan, sekaligus menjaga kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan rasa produk. Hal ini penting karena produk makanan dan minuman sangat sensitif terhadap standar kualitas dan keamanan.

Selain aspek hukum, kelas 30 mendukung strategi inovasi. Produsen dapat meluncurkan produk baru, memperluas varian rasa atau kemasan, dan menargetkan segmen konsumen tertentu dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan daya saing dan penetrasi pasar. Daftar HKI Merek Kelas 30 

Kelas 31 Merek HKI – Produk Pertanian, Hewan dan Hasil Panen

Kelas 31 mencakup produk pertanian, hewan, dan hasil panen yang belum diolah. Kategori ini penting karena menjadi dasar bagi industri makanan, pertanian, dan peternakan. Pendaftaran merek di kelas 31 membantu petani, peternak, dan distributor melindungi identitas produk serta meningkatkan kepercayaan pasar.

Contoh produk dalam kelas 31:
• Buah-buahan, sayuran, dan tanaman hortikultura
• Hasil peternakan seperti telur, susu segar, dan madu
• Biji-bijian, padi, jagung, dan kacang-kacangan
• Produk pertanian lain seperti bunga potong, tanaman hias, dan herbal

Pendaftaran merek di kelas 31 memberikan dasar hukum untuk melindungi produk asli dari tiruan atau peredaran ilegal, sehingga membantu produsen mendapatkan nilai tambah dari keaslian produk.

Selain aspek hukum, kelas 31 juga mendukung strategi bisnis dan inovasi. Petani dan produsen dapat memperkenalkan varietas unggul baru, menargetkan pasar ekspor, atau membangun brand agribisnis yang kuat dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan keuntungan dan reputasi usaha. Sekarang Juga Proses Merek Kelas 31

Kelas 32 – Minuman Non-Alkohol dan Bir

Kelas 32 mencakup minuman non-alkohol, seperti jus, soda, air mineral, dan bir ringan. Kategori ini penting karena produk minuman menjadi kebutuhan sehari-hari dan memiliki pasar luas. Pendaftaran merek di kelas 32 membantu produsen melindungi identitas produk dan membedakannya dari pesaing.

Contoh produk dalam kelas 32:
• Air mineral, air kemasan, dan minuman bersoda
• Jus buah, minuman energi, dan teh kemasan
• Minuman isotonik dan minuman kesehatan non-alkohol
• Bir ringan (non-alkohol) untuk pasar khusus

Pendaftaran merek di kelas 32 memberikan perlindungan hukum terhadap tiruan dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk. Hal ini penting karena kualitas dan rasa menjadi faktor utama dalam memilih minuman.

Selain aspek hukum, kelas 32 mendukung strategi bisnis. Produsen dapat memperkenalkan varian rasa baru, inovasi kemasan, dan strategi distribusi yang lebih luas, sehingga memperkuat brand dan meningkatkan penetrasi pasar. Klik Daftar Kelas 32 Merek

Kelas 33 Merek HKI – Minuman Beralkohol

Kelas 33 mencakup berbagai minuman beralkohol, mulai dari anggur, wine, bir, hingga minuman keras. Kategori ini diatur secara ketat oleh hukum karena berkaitan dengan konsumsi dewasa dan regulasi pajak. Pendaftaran merek di kelas 33 membantu produsen melindungi identitas produk dan mencegah tiruan.

Contoh produk dalam kelas 33:
• Anggur, wine, champagne, dan sparkling wine
• Minuman keras seperti whiskey, vodka, gin, dan rum
• Bir dan cider untuk pasar dewasa
• Minuman campuran atau ready-to-drink beralkohol

Pendaftaran merek di kelas 33 memberikan dasar hukum untuk melindungi produk dari peredaran ilegal dan tiruan. Hal ini juga meningkatkan kredibilitas produsen di mata konsumen dan mitra bisnis.
Selain aspek hukum, kelas 33 mendukung strategi pemasaran dan inovasi.

Produsen dapat meluncurkan varian baru, memperluas distribusi ke pasar premium, dan membangun branding yang kuat dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan daya saing di industri minuman beralkohol. Pendaftaran Sekarang Juga Kelas 33

Kelas 34 Merek HKI – Rokok, Vape, dan Tembakau

Kelas 34 mencakup rokok, tembakau, dan produk alternatif seperti vape. Kategori ini sangat diatur karena berkaitan dengan kesehatan dan regulasi konsumsi dewasa. Pendaftaran merek di kelas 34 membantu produsen melindungi identitas produk dan mencegah tiruan yang ilegal.

Contoh produk dalam kelas 34:
• Rokok konvensional dan rokok elektrik
• Vape, liquid, dan aksesoris vaping
• Tembakau olahan, cerutu, dan tembakau pipa
• Filter, alat penggulung, dan produk pendukung tembakau

Pendaftaran merek di kelas 34 penting untuk memberikan dasar hukum melindungi produk dari peredaran ilegal atau tiruan, sehingga produsen dapat mengamankan brand dan konsumen dapat lebih mudah mengenali produk asli.

Selain aspek hukum, kelas 34 mendukung strategi bisnis dan inovasi. Produsen dapat meluncurkan produk baru sesuai regulasi, menambahkan varian rasa atau desain kemasan, dan menargetkan pasar dewasa dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan reputasi brand dan daya saing. Ajukan Merek Kelas 34 Sekarang

Kelas 35 Merek HKI – Jasa Retail, Toko Online, dan Advertising (Marketplace Termasuk)

Kelas 35 HKI mencakup jasa retail, toko online, dan layanan periklanan, termasuk marketplace. Kategori ini penting karena merek di sektor jasa memegang peranan utama dalam membangun kepercayaan konsumen dan daya saing bisnis. Pendaftaran merek di kelas 35 membantu pelaku usaha melindungi identitas bisnis mereka dan membedakan diri dari kompetitor.

Contoh jasa dalam kelas 35:
• Jasa retail offline seperti toko pakaian, elektronik, atau kebutuhan sehari-hari
• Toko online dan marketplace yang menjual berbagai produk
• Layanan advertising, promosi, dan pemasaran digital
• Konsultasi bisnis, manajemen toko, dan franchise

Pendaftaran merek di kelas 35 memberikan dasar hukum untuk melindungi nama dan brand dari tiruan, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat citra perusahaan di pasar.
Selain aspek hukum, kelas 35 juga menjadi strategi bisnis.

Pelaku usaha dapat memperluas jaringan penjualan, memanfaatkan platform digital, dan mengembangkan layanan tambahan dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan daya saing dan reputasi brand. Proses Merek Kelas 35

Kelas 36 Merek HKI – Keuangan, Asuransi, dan Properti

Kelas 36 mencakup jasa keuangan, asuransi, dan properti. Kategori ini krusial karena berhubungan dengan transaksi, investasi, dan keamanan aset masyarakat maupun perusahaan. Pendaftaran merek di kelas 36 membantu lembaga keuangan dan agen properti melindungi identitas layanan mereka dari kompetitor.

Contoh jasa dalam kelas 36:
• Layanan perbankan, pembayaran digital, dan investasi
• Asuransi jiwa, kesehatan, kendaraan, dan properti
• Agen properti, manajemen real estate, dan penyewaan gedung
• Konsultasi finansial, perencanaan pajak, dan audit

Pendaftaran merek di kelas 36 memberikan perlindungan hukum untuk nama, logo, dan brand layanan, sehingga konsumen lebih percaya terhadap keamanan dan kredibilitas perusahaan.
Selain aspek hukum, kelas 36 mendukung strategi bisnis dan inovasi. Perusahaan dapat meluncurkan produk keuangan baru, layanan asuransi digital, atau ekspansi properti dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat posisi di industri keuangan dan properti. Ajukan Merek Kelas 36

Kelas 37 Merek HKI – Jasa Bangunan dan Konstruksi

Kelas 37 HKI mencakup jasa bangunan dan konstruksi, termasuk renovasi, pembangunan gedung, dan infrastruktur. Kategori ini penting karena proyek konstruksi memerlukan reputasi dan kredibilitas tinggi. Pendaftaran merek di kelas 37 membantu kontraktor dan perusahaan konstruksi melindungi nama dan identitas bisnis.

Contoh jasa dalam kelas 37:
• Konstruksi gedung perkantoran, rumah, dan fasilitas umum
• Renovasi, perbaikan, dan pemeliharaan bangunan
• Pemasangan listrik, pipa, dan sistem mekanikal bangunan
• Konsultasi teknik sipil, arsitektur, dan manajemen proyek

Pendaftaran merek di kelas 37 memberikan dasar hukum untuk melindungi brand perusahaan dari tiruan, meningkatkan kredibilitas di mata klien, dan memperkuat daya saing di pasar.
Selain aspek hukum, kelas 37 juga mendukung strategi bisnis.

Perusahaan konstruksi dapat memperluas layanan, memperkenalkan metode bangunan inovatif, atau menjalin kemitraan strategis dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan reputasi dan pertumbuhan usaha. Mohon Sekarang Kelas 37

Kelas 38 Merek HKI – Telekomunikasi dan Broadcasting

Kelas 38 mencakup layanan telekomunikasi dan broadcasting, termasuk internet, jaringan data, dan siaran media. Kategori ini penting karena teknologi komunikasi menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dan bisnis. Pendaftaran merek di kelas 38 membantu perusahaan telekomunikasi melindungi identitas layanan mereka dan membedakan diri dari kompetitor.

Contoh jasa dalam kelas 38:
• Layanan telepon, internet, dan data seluler
• Siaran televisi, radio, dan streaming media digital
• Layanan komunikasi satelit dan jaringan nirkabel
• Konsultasi dan pengelolaan sistem telekomunikasi

Pendaftaran merek di kelas 38 memberikan perlindungan hukum terhadap nama dan logo layanan, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan memperkuat citra perusahaan.
Selain aspek hukum, kelas 38 mendukung strategi bisnis dan inovasi.

Perusahaan dapat meluncurkan layanan digital baru, meningkatkan infrastruktur jaringan, atau memperkenalkan teknologi komunikasi inovatif dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat posisi di pasar teknologi. Amankan Merek Kelas 38

Kelas 39 Merek HKI – Transportasi, Logistik, dan Cargo

Kelas 39 mencakup jasa transportasi, logistik, dan pengiriman barang. Kategori ini penting karena layanan ini mendukung rantai pasok dan distribusi barang secara efisien. Pendaftaran merek di kelas 39 membantu perusahaan transportasi dan logistik melindungi identitas layanan dan membedakan diri dari kompetitor.

Contoh jasa dalam kelas 39:
• Layanan transportasi darat, laut, dan udara
• Jasa pengiriman barang, kurir, dan cargo internasional
• Manajemen gudang, penyimpanan, dan distribusi logistik
• Konsultasi transportasi dan sistem logistik terintegrasi

Pendaftaran merek di kelas 39 memberikan dasar hukum untuk melindungi brand dari tiruan, meningkatkan kredibilitas di mata klien, dan memudahkan konsumen mengenali layanan asli.
Selain aspek hukum, kelas 39 mendukung strategi bisnis dan inovasi. Perusahaan dapat memperluas jaringan pengiriman, mengembangkan layanan logistik digital, atau menawarkan solusi transportasi inovatif dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat daya saing dan pertumbuhan bisnis. Lindungi Merek Kelas 39 Sekarang Juga

Kelas 40 Merek HKI – Jasa Produksi, Pengolahan & Percetakan

Kelas 40 HKI mencakup jasa produksi, pengolahan, dan percetakan yang berkaitan dengan industri manufaktur maupun kreatif. Kategori ini penting karena membantu produsen dan pengusaha jasa melindungi identitas brand saat menawarkan layanan produksi unik atau inovatif. Pendaftaran merek di kelas 40 menjaga keaslian produk dan reputasi perusahaan.

Contoh jasa dalam kelas 40:
• Produksi dan pengolahan makanan, minuman, atau bahan kimia
• Percetakan buku, brosur, kemasan, dan media promosi
• Pengolahan material industri, logam, plastik, dan kertas
• Jasa custom printing seperti sablon, digital printing, dan merchandise

Pendaftaran merek di kelas 40 memberikan perlindungan hukum untuk layanan produksi dan pengolahan, sehingga produsen dapat mencegah tiruan dan memastikan konsumen mengenali produk asli.

Selain aspek hukum, kelas 40 juga mendukung strategi inovasi. Perusahaan dapat menawarkan layanan custom, menciptakan metode produksi baru, atau memperluas lini produk dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan daya saing bisnis. Sekarang Juga Proses Merek Kelas 40

Kelas 41 – Pendidikan, Kursus & Hiburan

Kelas 41 mencakup jasa pendidikan, kursus, pelatihan, dan hiburan. Kategori ini penting karena layanan ini membentuk kualitas sumber daya manusia dan hiburan kreatif masyarakat. Pendaftaran merek di kelas 41 membantu lembaga pendidikan, kursus, dan penyelenggara hiburan melindungi identitas brand mereka.

Contoh jasa dalam kelas 41:
• Sekolah, universitas, dan kursus profesional
• Pelatihan vokasional, workshop, dan seminar
• Hiburan digital, pertunjukan seni, dan produksi media kreatif
• Platform edukasi online dan kursus daring

Pendaftaran merek di kelas 41 memberikan dasar hukum untuk melindungi brand dari tiruan, meningkatkan kredibilitas lembaga, dan memudahkan peserta mengenali layanan asli.
Selain aspek hukum, kelas 41 mendukung strategi bisnis dan inovasi.

Lembaga pendidikan dan penyelenggara hiburan dapat mengembangkan modul baru, platform interaktif, atau pertunjukan kreatif dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperluas jangkauan dan reputasi brand. Mohon Merek Kelas 41

Kelas 42 Merek HKI – Teknologi, Software, IT Services & R&D

Kelas 42 mencakup layanan teknologi, software, IT services, dan penelitian & pengembangan (R&D). Kategori ini sangat strategis karena teknologi menjadi dasar inovasi di berbagai sektor. Pendaftaran merek di kelas 42 membantu perusahaan IT dan R&D melindungi identitas produk digital dan layanan inovatif.

Contoh jasa dalam kelas 42:
• Pengembangan software, aplikasi, dan platform digital
• Konsultasi IT, cloud services, dan sistem keamanan jaringan
• Penelitian dan pengembangan produk teknologi dan inovasi industri
• Layanan hosting, domain, dan pemeliharaan sistem digital

Pendaftaran merek di kelas 42 memberikan perlindungan hukum terhadap software, teknologi, dan layanan digital, sehingga perusahaan dapat mempertahankan keunggulan kompetitif.
Selain aspek hukum, kelas 42 mendukung strategi inovasi dan ekspansi.

Perusahaan dapat meluncurkan aplikasi baru, sistem keamanan inovatif, atau layanan R&D untuk klien industri, dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat posisi di pasar teknologi global. Lindungi Merek Kelas 42 Sekarang

Kelas 43 Merek HKI – Restoran, Café & Akomodasi

Kelas 43 HKI mencakup restoran, café, bar, hotel, dan layanan akomodasi lainnya. Kategori ini penting karena merek di sektor hospitality menentukan pengalaman konsumen dan loyalitas pelanggan. Pendaftaran merek di kelas 43 membantu pemilik usaha melindungi identitas brand dan citra layanan.

Contoh jasa dalam kelas 43:
• Restoran, kafe, bar, dan layanan katering
• Hotel, penginapan, guesthouse, dan resort
• Jasa pengelolaan lounge, café, dan restoran cepat saji
• Penyedia layanan makanan dan minuman di lokasi khusus atau event

Pendaftaran merek di kelas 43 memberikan dasar hukum untuk melindungi brand dan reputasi layanan, sehingga konsumen dapat membedakan layanan asli dari tiruan.
Selain aspek hukum, kelas 43 mendukung strategi bisnis dan inovasi. Pemilik usaha dapat mengembangkan konsep restoran unik, meningkatkan kualitas layanan, atau memperluas jaringan hotel dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat posisi di pasar hospitality dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Amankan Merek Kelas 43

Kelas 44 Merek HKI – Klinik, Kecantikan & Layanan Kesehatan

Kelas 44 HKI mencakup layanan klinik, kesehatan, dan kecantikan. Kategori ini penting karena merek menjadi identitas kepercayaan konsumen terhadap kualitas layanan medis, estetika, maupun perawatan kesehatan. Pendaftaran merek di kelas 44 membantu klinik dan penyedia layanan melindungi nama, logo, dan reputasi layanan mereka.

Contoh jasa dalam kelas 44:
• Klinik kesehatan umum, spesialis, dan gigi
• Spa, salon, dan layanan perawatan kecantikan
• Layanan kesehatan alternatif dan terapi fisik
• Konsultasi kesehatan, nutrisi, dan perawatan kulit

Pendaftaran merek di kelas 44 memberikan perlindungan hukum untuk identitas layanan, sehingga konsumen dapat mengenali layanan asli dan terpercaya. Hal ini juga membantu perusahaan membedakan diri dari kompetitor dalam sektor kesehatan dan kecantikan.

Selain aspek hukum, kelas 44 mendukung strategi bisnis. Klinik dan penyedia layanan dapat meluncurkan program kesehatan baru, memperluas layanan kecantikan, atau membangun reputasi premium dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga meningkatkan loyalitas dan kepercayaan pasien. Proses Daftar Merek Kelas 44

Kelas 45 Merek HKI – Konsultan, Hukum, Notaris & Keamanan

Kelas 45 mencakup jasa konsultan, hukum, notaris, dan layanan keamanan. Kategori ini penting karena merek mencerminkan kredibilitas, profesionalisme, dan kepercayaan klien. Pendaftaran merek di kelas 45 membantu firma hukum, konsultan, dan penyedia jasa keamanan melindungi identitas dan reputasi bisnis.

Contoh jasa dalam kelas 45:
• Konsultan bisnis, manajemen, dan strategi
• Layanan hukum, notaris, dan mediasi
• Jasa keamanan, pengawasan, dan manajemen risiko
• Konsultasi kepatuhan, audit, dan legal compliance

Pendaftaran merek di kelas 45 memberikan dasar hukum untuk melindungi nama dan logo jasa profesional, meningkatkan kredibilitas, serta memudahkan klien mengenali layanan asli.
Selain aspek hukum, kelas 45 mendukung strategi ekspansi dan inovasi. Perusahaan dapat memperluas layanan, menawarkan konsultasi digital, atau membangun sistem keamanan inovatif dengan perlindungan merek yang jelas, sehingga memperkuat reputasi dan posisi di pasar. Ajukan Daftar Merek Kelas 45

Jasa Pendaftaran Merek Pengalaman

Mengurus pendaftaran merek kini lebih mudah dengan PERMATAMAS. Kami memahami betul setiap kelas merek HKI, dari kelas 1 hingga 45, sehingga Anda dapat yakin bahwa merek bisnis akan terdaftar dengan tepat dan aman.

Mengurus merek bersama PERMATAMAS memberikan keuntungan:
• Tim berpengalaman menangani seluruh proses pendaftaran
• Pemilihan kelas merek sesuai produk atau layanan Anda
• Perlindungan hukum untuk brand agar terhindar dari tiruan

Segera urus merek Anda bersama kami. Dengan pengalaman dan pemahaman mendalam, PERMATAMAS siap membantu merek Anda mendapat perlindungan penuh, menjaga identitas, serta memperkuat reputasi bisnis di pasar. Jangan tunggu sampai merek Anda dipakai orang lain — segera daftar dan lindungi merek Anda sekarang juga!

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu kelas merek HKI?
Kelas merek HKI adalah kategori yang membagi barang atau jasa untuk pendaftaran merek agar lebih spesifik dan terstruktur. Setiap kelas memiliki jenis produk atau layanan tertentu yang dilindungi secara hukum.

2. Berapa jumlah kelas merek HKI?
Secara internasional, ada 45 kelas merek HKI. Kelas 1–34 untuk barang, sedangkan kelas 35–45 untuk jasa.

3. Kenapa penting menentukan kelas merek?
Menentukan kelas merek penting agar pendaftaran sesuai dengan produk atau jasa, melindungi brand dari tiruan, dan menghindari konflik hukum di masa depan.

4. Bagaimana cara menentukan kelas merek?
Tentukan kelas dengan melihat jenis produk atau jasa yang ditawarkan, lalu cocokan dengan daftar kelas HKI resmi di DJKI atau konsultasikan dengan jasa pendaftaran merek seperti PERMATAMAS.

5. Apa saja contoh kelas merek HKI?
Contoh:
• Kelas 3: sabun, kosmetik, produk kebersihan
• Kelas 30: makanan siap saji & minuman non-alkohol
• Kelas 35: retail, toko online, advertising

6. Apakah bisa mendaftar lebih dari satu kelas?
Ya, perusahaan atau individu bisa mendaftarkan merek pada lebih dari satu kelas jika produk atau jasa mencakup kategori berbeda.

7. Berapa lama proses pendaftaran merek HKI?
Proses normal pendaftaran merek HKI di DJKI memakan waktu sekitar 12–18 bulan, tergantung pemeriksaan formalitas dan substantif.

8. Apa keuntungan menggunakan jasa pendaftaran merek?
Keuntungan:
• Memastikan pemilihan kelas tepat
• Mengurangi risiko penolakan
• Mendapatkan bimbingan dari ahli HKI

9. Apa peran PERMATAMAS dalam pendaftaran merek?
PERMATAMAS membantu proses pendaftaran merek dari pemilihan kelas hingga pengurusan dokumen, memastikan perlindungan hukum maksimal bagi brand Anda.

10. Bisakah merek didaftarkan untuk produk dan jasa sekaligus?
Ya, merek bisa didaftarkan untuk kategori barang dan jasa berbeda, selama masing-masing kategori diajukan dalam kelas yang sesuai.

 

jasa pengurusan sertifikasi halaljasa pengurusan sertifikasi halal

Cara Cek HAKI Merek di Indonesia

Cara Cek HAKI Merek di Indonesia – Setiap pelaku usaha yang ingin melindungi merek dagang atau jasa wajib mengetahui cara cek HAKI merek sebelum mendaftarkan merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Proses pengecekan ini penting agar merek yang ingin digunakan belum dimiliki pihak lain, menghindari sengketa hukum, dan memastikan perlindungan hak eksklusif.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu HAKI, cara cek HAKI merek, tips pengecekan online, perbedaan merek dagang dan jasa, serta bagaimana PERMATAMAS dapat membantu proses pendaftaran dan validasi HAKI merek secara profesional.

Apa Itu HAKI Merek?

HAKI atau Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak hukum yang diberikan kepada individu atau badan usaha atas hasil karya intelektualnya. Dalam konteks merek, HAKI memberikan perlindungan eksklusif terhadap penggunaan merek dagang atau jasa.

Merek yang terdaftar di DJKI akan mendapatkan sertifikat HAKI, yang menjadi bukti kepemilikan resmi dan melindungi pemilik dari penggunaan merek oleh pihak lain tanpa izin. Perlindungan ini berlaku sesuai kelas barang atau jasa yang dipilih saat pendaftaran.

Selain sebagai alat perlindungan hukum, HAKI merek juga meningkatkan nilai bisnis karena memberikan legitimasi, membangun kepercayaan konsumen, dan memudahkan ekspansi bisnis.

Mengapa Perlu Cek HAKI Merek?

Sebelum mendaftarkan merek, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah cek HAKI merek. Hal ini penting karena:
1. Menghindari Konflik Hukum: Merek yang sudah didaftarkan di kelas yang sama tidak bisa digunakan lagi.
2. Menentukan Kelas yang Tepat: Setiap merek hanya berlaku untuk kelas tertentu. Pengecekan memastikan merek masuk kelas yang sesuai.
3. Mempercepat Proses Pendaftaran: Dengan mengetahui status merek, Anda bisa menyiapkan dokumen dan strategi pendaftaran lebih efisien.
4. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen: Merek yang terdaftar resmi menunjukkan profesionalisme dan kualitas produk atau jasa.

Cara Cek HAKI Merek Online

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk cek HAKI merek secara cepat dan aman:

1. Melalui Website DJKI:
Akses portal resmi DJKI di https://www.dgip.go.id Masukkan nama merek yang ingin dicek, kemudian sistem akan menampilkan daftar merek yang sudah terdaftar beserta kelasnya.

2. Pengecekan Nama dan Kelas Merek:
Pastikan nama merek yang ingin didaftarkan tidak sama atau mirip dengan merek lain di kelas yang sama. Ini mengurangi risiko penolakan pendaftaran.

3. Konsultasi Profesional:
Gunakan layanan PERMATAMAS untuk pengecekan lebih detail, termasuk rekomendasi variasi nama, kelas yang tepat, dan strategi pendaftaran.

4. Pencatatan dan Dokumentasi:
Simpan hasil pengecekan sebagai bukti validasi sebelum mendaftar. Hal ini berguna jika terjadi perselisihan di kemudian hari.

Perbedaan HAKI Merek Dagang dan Jasa

Perbedaan menjadi aspek penting yang perlu dipahami sebelum mendaftarkan merek. HAKI merek dibagi menjadi dua kategori utama:

• Merek Dagang (Barang): Melindungi produk fisik yang dijual di pasaran, seperti sabun, kosmetik, makanan, minuman, pakaian, dan berbagai barang konsumen lainnya. Perlindungan ini memastikan pemilik merek memiliki hak eksklusif atas nama dan logo produk di kelas barang yang sama.

• Merek Jasa: Melindungi layanan atau aktivitas bisnis, termasuk jasa konsultasi, periklanan, restoran, perhotelan, layanan kesehatan, dan layanan profesional lainnya. Dengan perlindungan ini, pihak lain tidak dapat menggunakan merek serupa untuk layanan yang sama, menjaga reputasi dan eksklusivitas bisnis.

Memahami perbedaan kedua kategori tersebut membantu pemilik merek menentukan kelas yang tepat saat pendaftaran. Pemilihan kelas yang sesuai membuat perlindungan hukum lebih optimal, meminimalkan risiko sengketa, dan memastikan merek aman digunakan di pasar sesuai ketentuan DJKI.

 

Cara Cek HAKI Merek di Indonesia
Cara Cek HAKI Merek di Indonesia

Contoh Pengecekan HAKI Merek

Sebelum mendaftarkan merek, penting untuk melakukan pengecekan HAKI agar mengetahui status penggunaan nama merek di kelas tertentu. Contohnya:

• Jika ingin mendaftarkan merek sabun cuci piring, lakukan pengecekan HAKI untuk kelas 3, yang mencakup produk pembersih dan kosmetik.

• Jika ingin mendaftarkan merek untuk jasa konsultasi bisnis, cek HAKI pada kelas 35, yang meliputi

layanan manajemen bisnis dan periklanan.
Hasil pengecekan akan menampilkan informasi penting, seperti nama merek, pemilik, kelas, status aktif, dan tanggal berlaku. Dengan data ini, pemilik usaha dapat menentukan strategi pendaftaran, apakah memilih kelas lain, menyesuaikan nama merek, atau melanjutkan proses pendaftaran untuk perlindungan HAKI yang lebih optimal.

Jasa Daftar Merek Berdasarkan Kelas – PERMATAMAS

Melakukan pendaftaran HAKI merek sendiri sering memakan waktu dan berisiko jika dokumen kurang lengkap.

PERMATAMAS hadir sebagai solusi profesional untuk:
1. Konsultasi Penentuan Kelas: Tim PERMATAMAS membantu memilih kelas yang tepat sesuai produk atau jasa Anda.
2. Cek Ketersediaan Merek: Memastikan merek belum digunakan di kelas yang sama, mengurangi risiko penolakan.
3. Pendampingan Dokumen: Menyiapkan dokumen resmi seperti NIB, akta pendirian, formulir permohonan, dan surat kuasa.
4. Proses Pengajuan Resmi: Mengunggah dokumen ke DJKI dan memastikan seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi.
5. Monitoring & Update Status: Memantau status pendaftaran hingga sertifikat HAKI diterbitkan.

Dengan layanan ini, proses pendaftaran merek menjadi lebih cepat, aman, dan rapi, sudah pengalaman mengurus HAKI merek terbit melalui PERMATAMAS.

Pentinya Cek HAKI Sebelum Mendaftar

Melakukan cek HAKI merek sebelum mendaftar adalah langkah krusial untuk menghindari konflik hukum dan memastikan perlindungan merek sesuai kelas yang tepat.
• HAKI merek dagang melindungi produk fisik.
• HAKI merek jasa melindungi layanan atau aktivitas bisnis.
• Layanan profesional seperti PERMATAMAS membantu proses cek HAKI, pendaftaran, dan validasi dokumen agar proses lebih cepat dan aman.

Untuk memulai proses pendaftaran HAKI merek dengan cepat dan aman, hubungi PERMATAMAS sekarang

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu HAKI merek?
HAKI merek adalah hak hukum untuk melindungi merek dagang atau jasa agar tidak digunakan pihak lain tanpa izin.

2. Mengapa perlu cek HAKI merek?
Agar mengetahui status merek dan menghindari konflik hukum sebelum mendaftar.

3. Berapa jumlah kelas merek di Indonesia?
Terdapat 45 kelas: 1–34 untuk barang, 35–45 untuk jasa.

4. Bagaimana cara cek HAKI merek online?
Melalui portal DJKI di https://www.dgip.go.id atau dengan bantuan jasa profesional seperti PERMATAMAS.

5. Apa perbedaan HAKI merek dagang dan jasa?
Dagang melindungi produk fisik, jasa melindungi layanan atau aktivitas bisnis.

6. Apakah satu merek bisa didaftarkan di beberapa kelas?
Ya, satu merek bisa didaftarkan di beberapa kelas sesuai produk atau layanan berbeda.

7. Bagaimana PERMATAMAS membantu cek HAKI merek?
PERMATAMAS membantu pengecekan ketersediaan, pemilihan kelas, validasi dokumen, dan pendampingan pengajuan resmi.

8. Berapa lama proses pendaftaran HAKI merek?
Umumnya 6–12 bulan tergantung kelengkapan dokumen dan tidak adanya keberatan dari pihak lain.

9. Apakah cek HAKI merek wajib sebelum mendaftar?
Sangat dianjurkan agar menghindari risiko penolakan atau sengketa di kemudian hari.

10. Apakah pendaftaran HAKI merek berbeda untuk barang dan jasa?
Ya, dokumen dan prosedurnya berbeda sesuai kategori barang atau jasa yang didaftarkan.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Cara Cek Kelas Merek Terbaru

Cara Cek Kelas Merek Terbaru – Bagi pelaku usaha atau calon pemilik merek, memahami kelas merek adalah hal penting sebelum mendaftarkan merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Pemilihan kelas yang tepat akan menentukan perlindungan hukum yang diperoleh serta memastikan bahwa merek Anda legal dan aman digunakan dalam bisnis.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu kelas merek, jumlah kelas, perbedaan antara kelas merek barang dan jasa, contoh kelas merek, serta bagaimana layanan Jasa Daftar Merek Berdasarkan Kelas dari PERMATAMAS dapat membantu Anda mempercepat proses pendaftaran.

Apa Itu Kelas Merek?

Kelas merek adalah kategori pengelompokan barang atau jasa yang ditetapkan secara internasional melalui Nice Classification. Sistem ini digunakan oleh DJKI Indonesia untuk mengelompokkan produk dan jasa agar memudahkan pendaftaran merek, menghindari konflik hak, dan memberikan perlindungan hukum yang jelas bagi pemilik merek.

Setiap merek yang didaftarkan harus masuk dalam satu atau lebih kelas sesuai dengan jenis barang atau jasa yang ditawarkan. Misalnya, jika Anda memproduksi sabun cuci piring, maka merek Anda termasuk dalam kelas 3 yang mencakup produk pembersih dan kosmetik. Sementara jika Anda menawarkan layanan konsultasi bisnis, maka merek Anda termasuk dalam kelas jasa, misalnya kelas 35.

Pemahaman tentang kelas merek sangat penting karena pendaftaran merek hanya berlaku untuk kelas yang dipilih. Jika merek Anda digunakan untuk produk di kelas lain tanpa pendaftaran, maka hak hukum Anda tidak terlindungi.
Selain itu, pemahaman kelas merek juga membantu memudahkan proses cek kelas merek untuk memastikan bahwa merek yang ingin digunakan belum digunakan pihak lain di kelas yang sama. Dengan demikian, risiko penolakan pendaftaran atau sengketa di kemudian hari bisa diminimalkan. Proses Merek Sekarang

Ada Berapa Kelas Merek?

Secara global dan sesuai dengan sistem Nice Classification, terdapat 45 kelas merek, yang terbagi menjadi dua kategori besar:
1. Kelas 1–34: Khusus untuk barang/barang dagangan.
o Contohnya: kosmetik, sabun, deterjen, obat-obatan, pakaian, makanan, minuman, bahan kimia, dan sebagainya.
2. Kelas 35–45: Khusus untuk jasa/layanan.
o Contohnya: jasa konsultasi bisnis, jasa keuangan, jasa hukum, jasa periklanan, jasa perhotelan, dan jasa keamanan.

Jumlah total kelas yang tersedia adalah 45 kelas, dan setiap pendaftaran merek harus memilih kelas yang relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Memilih kelas yang salah atau tidak relevan bisa menyebabkan merek tidak terlindungi secara hukum, sehingga penting untuk melakukan cek kelas merek sebelum mendaftar. Layanan profesional seperti PERMATAMAS dapat membantu Anda menentukan kelas yang tepat agar pendaftaran berjalan lancar. Ajukan Daftar Merek Sekarang

Cara Cek Kelas Merek Tebaru

Untuk cek kelas merek, langkah-langkahnya antara lain:
1. Kunjungi Situs DJKI:
Akses laman resmi DJKI di https://www.dgip.go.id atau sistem pencarian merek online.
2. Masukkan Nama Merek:
Ketik nama merek yang ingin Anda cek. Sistem akan menampilkan daftar merek yang terdaftar dan kelasnya.
3. Cek Ketersediaan Kelas:
Pastikan merek Anda belum digunakan di kelas yang sama. Jika sudah ada merek serupa, pertimbangkan variasi nama atau kelas berbeda.
4. Konsultasi Profesional:
Untuk memastikan akurasi, gunakan layanan PERMATAMAS, yang akan membantu cek kelas, strategi pendaftaran, hingga proses legalitas selesai.

Cara Cek Kelas Merek Terbaru
Cara Cek Kelas Merek Terbaru

Perbedaan Kelas Merek Dagang dan Jasa

Kelas merek dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu barang (dagang) dan jasa.

1. Kelas Merek Dagang (Barang)

Kelas dagang meliputi semua produk fisik yang dijual di pasaran. Setiap barang memiliki kode kelas tertentu, misalnya:
• Kelas 3: Sabun, kosmetik, deterjen, parfum.
• Kelas 5: Obat-obatan dan suplemen kesehatan.
• Kelas 30: Makanan dan minuman, seperti kopi, teh, atau bumbu masakan.
Keuntungan dari pendaftaran kelas dagang adalah perlindungan hukum spesifik untuk barang yang didaftarkan, sehingga merek tidak bisa digunakan pihak lain untuk produk serupa di kelas yang sama.

2. Kelas Merek Jasa

Kelas jasa mencakup layanan yang ditawarkan oleh perusahaan atau individu, misalnya:
• Kelas 35: Konsultasi bisnis, manajemen usaha, dan periklanan.
• Kelas 41: Pendidikan, pelatihan, dan kursus.
• Kelas 43: Layanan restoran, kafe, dan perhotelan.
Perbedaan utama adalah bahwa merek jasa melindungi layanan dan aktivitas bisnis, bukan produk fisik. Oleh karena itu, pemilihan kelas jasa harus sesuai dengan lingkup layanan yang ditawarkan.

Contoh Kelas Merek

Berikut beberapa contoh kelas merek beserta produk atau jasa yang termasuk di dalamnya:
• Kelas 1: Bahan kimia industri, bahan untuk laboratorium, bahan penelitian.
• Kelas 2: Cat, vernis, bahan pelapis.
• Kelas 3: Sabun cuci, deterjen, parfum, kosmetik.
• Kelas 4: Minyak, lilin, pelumas industri.
• Kelas 5: Obat-obatan, vitamin, suplemen kesehatan.
• Kelas 35: Jasa konsultasi bisnis, periklanan, manajemen usaha.
• Kelas 41: Pendidikan, kursus, pelatihan, seminar.
• Kelas 43: Restoran, kafe, layanan perhotelan.
• Kelas 44: Layanan medis, klinik, kesehatan hewan.
• Kelas 45: Layanan hukum, keamanan, perlindungan individu.
Dengan mengetahui contoh kelas ini, pemilik usaha bisa lebih mudah menentukan kelas yang sesuai dengan produknya dan melakukan pengecekan merek sebelum pendaftaran.

Jasa Daftar Merek Berdasarkan Kelas – PERMATAMAS

Melakukan pendaftaran merek sendiri memang bisa, tetapi seringkali memakan waktu, ribet, dan berisiko dokumen ditolak jika tidak sesuai prosedur.
PERMATAMAS menawarkan layanan profesional untuk mendaftarkan merek HKI berdasarkan kelas, mulai dari barang hingga jasa.

Layanan yang diberikan meliputi:

1. Konsultasi Penentuan Kelas Merek:
Tim ahli PERMATAMAS membantu menentukan kelas yang tepat sesuai produk atau jasa Anda. Misalnya, sabun cuci termasuk kelas 3, sementara jasa konsultasi bisnis termasuk kelas 35.

2. Pengecekan Ketersediaan Merek:
Sebelum mendaftar, kami mengecek database DJKI untuk memastikan merek Anda belum digunakan di kelas yang sama, mengurangi risiko penolakan.

3. Persiapan Dokumen Lengkap:
Dokumen yang diperlukan mulai dari formulir permohonan, NIB, akta pendirian, hingga surat kuasa jika menggunakan jasa PERMATAMAS.

4. Pendampingan Pengajuan Resmi:
PERMATAMAS membantu mengunggah dokumen ke sistem DJKI, memastikan semua persyaratan teknis dan administratif terpenuhi.

5. Monitoring Proses Pendaftaran:
Setelah pengajuan, tim PERMATAMAS memantau status pendaftaran hingga sertifikat merek diterbitkan, sehingga pemilik merek bisa fokus menjalankan bisnis tanpa khawatir proses legalitas terhambat.

Dengan layanan ini, proses pendaftaran merek menjadi lebih cepat, rapi, dan aman. Sudah pengalaman dalam mengurus merek dagang dan jasa, yang sudah terbit melalui PERMATAMAS, termasuk merek di kelas 1 hingga kelas 45.

Pentingnya Memahami Kelas Merek

Memahami kelas merek adalah langkah penting sebelum mendaftar merek HKI. Setiap produk atau jasa harus sesuai dengan kelas yang berlaku agar mendapatkan perlindungan hukum.
• Kelas 1–34: Barang dan produk fisik
• Kelas 35–45: Jasa dan layanan

Contoh kelas seperti sabun cuci termasuk kelas 3, layanan konsultasi bisnis kelas 35, dan obat-obatan kelas 5. Dengan mengetahui kelas, pemilik merek bisa meminimalkan risiko penolakan dan sengketa.
PERMATAMAS siap membantu proses pendaftaran merek berdasarkan kelas, mulai dari konsultasi, pengecekan, pengajuan dokumen, hingga sertifikat resmi diterbitkan.

Jika Anda ingin proses pendaftaran lebih cepat, aman, dan rapi, hubungi PERMATAMAS sekarang juga.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ 10

1. Apa itu kelas merek?
Kelas merek adalah kategori pengelompokan barang atau jasa untuk mempermudah pendaftaran dan perlindungan hukum merek.

2. Berapa jumlah kelas merek di Indonesia?
Total ada 45 kelas, 1–34 untuk barang, dan 35–45 untuk jasa.

3. Bagaimana cara cek kelas merek yang sudah terdaftar?
Bisa dilakukan melalui situs resmi DJKI atau sistem pencarian online untuk mengetahui ketersediaan merek di kelas tertentu.

4. Apa perbedaan kelas merek dagang dan jasa?
Kelas barang melindungi produk fisik, sedangkan kelas jasa melindungi layanan atau aktivitas bisnis.

5. Contoh kelas merek untuk sabun cuci piring?
Sabun cuci piring termasuk kelas 3, yang meliputi produk pembersih dan kosmetik.

6. Apakah satu merek bisa didaftarkan di lebih dari satu kelas?
Ya, satu merek dapat didaftarkan di beberapa kelas jika digunakan untuk produk atau jasa berbeda.

7. Mengapa penting memilih kelas merek yang tepat?
Agar merek mendapatkan perlindungan hukum yang sesuai dengan jenis produk atau layanan yang ditawarkan.

8. Bagaimana PERMATAMAS membantu cek kelas merek?
PERMATAMAS menyediakan konsultasi, pengecekan ketersediaan merek, dan pendampingan pendaftaran sesuai kelas yang tepat.

9. Apakah pendaftaran kelas merek berbeda untuk barang dan jasa?
Ya, dokumen dan persyaratan pendaftaran bisa berbeda sesuai kategori barang atau jasa.

10. Berapa lama proses pendaftaran merek berdasarkan kelas?
Umumnya 6–12 bulan, tergantung kelengkapan dokumen dan tidak adanya keberatan atau konflik dengan merek lain.

 

jasa pengurusan sertifikasi halaljasa pengurusan sertifikasi halal

Apa Itu Merek Dagang

Apa Itu Merek Dagang – Merek dagang merupakan salah satu elemen penting dalam dunia bisnis modern karena berfungsi sebagai identitas yang melekat pada produk atau jasa. Dalam konteks hukum Indonesia, merek dagang tidak hanya dianggap sebagai simbol pemasaran, tetapi juga sebagai objek perlindungan hukum yang bernilai strategis. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, merek dagang diberikan kedudukan sebagai hak eksklusif yang hanya dapat digunakan oleh pemilik terdaftar untuk melindungi keberlangsungan usahanya dari tindakan peniruan atau penyalahgunaan. Dengan demikian, merek bukan hanya sekadar nama, tetapi aset hukum dengan nilai ekonomi.

Di era persaingan usaha yang semakin ketat, penggunaan merek dagang telah menjadi instrumen penting untuk menciptakan reputasi, membangun kepercayaan publik, serta meningkatkan daya saing. Perusahaan kecil hingga korporasi besar menyadari bahwa merek yang kuat dapat memengaruhi persepsi pasar dan keputusan konsumen. Oleh karena itu, pendaftaran merek bukan lagi langkah pilihan, tetapi kebutuhan. Pemilik usaha yang belum mendaftarkan mereknya dapat menghadapi risiko besar, seperti sengketa hukum, kehilangan identitas usaha, hingga larangan penggunaan nama usaha yang sudah lama dibangun.

Lebih jauh lagi, merek dagang memberikan manfaat jangka panjang karena status hak eksklusifnya dapat diperpanjang setiap 10 tahun. Artinya, suatu merek dapat menjadi investasi yang terus menghasilkan nilai ekonomi seiring meningkatnya popularitas produk atau jasa. Dalam praktik bisnis global, banyak merek yang bahkan lebih bernilai dibandingkan fisik atau aset perusahaan itu sendiri. Dengan memahami hal ini, pelaku usaha di Indonesia semakin dituntut untuk mengenali peran merek dagang sebagai komponen strategis yang bukan hanya melindungi identitas usaha tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan peluang ekspansi pasar. Proses Merek Dagang Sekarang

Apa yang Dimaksud dengan Merek Dagang?

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016, merek dagang adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur tersebut yang digunakan dalam kegiatan perdagangan barang untuk membedakan dengan barang sejenis lainnya. Dengan kata lain, merek dagang berfungsi sebagai alat identifikasi agar konsumen dapat mengenali produk secara jelas dan membedakannya dari produk pesaing. Fungsi pembeda ini menjadi esensi utama merek karena tanpa unsur tersebut, suatu tanda tidak dapat dikategorikan sebagai merek dagang dan tidak memiliki kekuatan hukum.

Dalam penerapannya, merek dagang memiliki unsur legalitas yang harus dipahami pemilik bisnis. Pendaftaran merek dilakukan di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) agar pemiliknya memperoleh hak hukum penuh atas penggunaan merek.

Di tengah pemahaman tersebut, terdapat tiga karakter utama merek dagang yang harus diperhatikan:
• Harus bersifat unik atau memiliki daya pembeda.
• Tidak boleh menyerupai atau meniru merek pihak lain.
• Tidak bertentangan dengan moralitas, ketertiban umum, atau aturan perundang-undangan.

Pemahaman yang tepat mengenai definisi formal merek dagang menjadi penting terutama bagi pelaku usaha yang ingin menjaga keberlangsungan bisnisnya. Jika sebuah merek digunakan secara komersial tanpa pendaftaran resmi, pemilik usaha tidak memiliki kekuatan hukum ketika terjadi peniruan atau gugatan.

Oleh karena itu, banyak ahli hukum menekankan bahwa aspek perlindungan merek harus dilakukan sejak awal bisnis dimulai. Dengan demikian, merek tidak hanya menjadi label visual, tetapi juga aset hukum yang memberikan keamanan, legitimasi, dan nilai kompetitif dalam pasar perdagangan. Lindungi Merek Dagang Anda Sekarang

Apa Saja Contoh Merek Dagang?

Contoh merek dagang dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari karena hampir semua produk komersial yang beredar menggunakan identitas merek untuk membedakan diri dari pesaing. Produk makanan, minuman, pakaian, elektronik, dan kosmetik adalah kategori umum yang memakai merek dagang sebagai identitas bisnis.

Dalam dunia perdagangan, keberadaan merek membantu konsumen mengidentifikasi kualitas dan reputasi produk. Tanpa merek, konsumen akan mengalami kesulitan menentukan pilihan karena tidak ada pembeda antara produk asli dan tiruan.

Dalam pengelompokannya, contoh merek dagang dapat diklasifikasikan berdasarkan kategori penggunaan, seperti berikut:
1. Kategori merek produk makanan dan minuman seperti Indomie, Aqua, dan Coca-Cola.
2. Kategori merek produk teknologi atau elektronik seperti Samsung, Apple, dan Xiaomi.
3. Kategori produk fashion dan kecantikan seperti Adidas, Zara, dan Wardah.

Selain kategori di atas, contoh merek dagang juga dapat ditemukan pada produk digital dan platform teknologi seperti aplikasi media sosial, perangkat lunak, dan game. Bahkan saat ini, merek dalam bentuk suara, bentuk 3D, hingga animasi telah diakui sebagai bagian dari merek dagang non-tradisional. Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan merek terus mengikuti transformasi pasar dan teknologi.

Dengan pemahaman tersebut, semakin jelas bahwa merek dagang merupakan bagian integral dari kegiatan perdagangan di era modern.

 

Apa Itu Merek Dagang
Apa Itu Merek Dagang

Apa Definisi Merek Dagang?

Definisi merek dagang secara hukum diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa merek merupakan tanda yang memiliki fungsi pembeda dan digunakan dalam perdagangan barang atau jasa. Definisi ini menekankan dua aspek utama yaitu unsur visual yang dapat dikenali dan fungsi komersial sebagai pembeda.

Tanpa dua unsur tersebut, sebuah tanda tidak dapat dikategorikan sebagai merek dagang dan tidak memenuhi syarat untuk dilindungi secara hukum.

Definisi ini juga mencakup aspek unsur pembentuk merek yang dapat berupa:
• Tulisan berupa huruf, kata, atau angka.
• Gambar, simbol, atau bentuk visual lainnya.
• Kombinasi warna, unsur suara, atau bentuk tiga dimensi.

Pentingnya definisi merek dagang bukan hanya sebatas konsep hukum, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan strategis pemilik usaha dalam membangun identitas brand. Dengan definisi yang jelas, negara memberikan batasan dan standar agar setiap pelaku usaha memahami bagaimana mereknya diakui secara sah dalam kegiatan perdagangan.

Hal ini juga menjadi fondasi dalam mekanisme pendaftaran, sengketa merek, hingga perlindungan hukum terhadap tindakan pelanggaran atau pemalsuan. Pada akhirnya, definisi merek dagang berfungsi sebagai pijakan dasar bagi seluruh aktivitas legal dan komersial yang berkaitan dengan identitas produk atau jasa. Tanpa pemahaman yang benar, pelaku usaha dapat menghadapi risiko penolakan pendaftaran atau sengketa hukum di kemudian hari.

Oleh karena itu, memahami definisi merek dagang bukan hanya aspek teknis hukum, tetapi langkah krusial dalam memastikan merek menjadi aset bisnis yang terlindungi dan memiliki nilai jangka panjang. Klik Ajukan Merek Dagang Anda

Apa Perbedaan Merek Jasa dan Merek Dagang?

Merek jasa dan merek dagang sering dianggap sama, padahal dalam sistem hukum kekayaan intelektual keduanya memiliki fungsi dan ruang lingkup perlindungan yang berbeda. Merek dagang digunakan untuk melindungi identitas suatu produk berupa barang fisik, sementara merek jasa digunakan untuk melindungi identitas layanan yang ditawarkan oleh individu maupun badan usaha.

Perbedaan ini penting karena berdampak pada penentuan kelas pendaftaran merek di DJKI agar perlindungan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai tujuan penggunaan dalam perdagangan.
Dalam praktiknya, perbedaan tersebut dapat dilihat dari fungsi perlindungan hukum yang melekat pada masing-masing jenis merek. Secara garis besar, karakter pembeda antara keduanya mencakup aspek berikut:

• Merek dagang digunakan untuk melindungi barang fisik atau produk komersial yang diperdagangkan di pasar.
• Merek jasa melindungi layanan atau pelayanan yang diberikan kepada konsumen baik dalam bentuk online maupun offline.
• Keduanya tetap memiliki persamaan yaitu memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk mencegah pihak lain menggunakan merek yang sama atau menyerupai.

Perbedaan ini juga berdampak pada strategi bisnis dan branding pelaku usaha. Banyak perusahaan yang memiliki kedua jenis merek sekaligus karena mereka menjual produk sekaligus memberikan layanan pendukung. Contohnya, perusahaan teknologi yang menjual perangkat elektronik dengan merek dagang, sekaligus menawarkan layanan software berlangganan sebagai merek jasa. Dengan memahami perbedaan ini, pelaku usaha dapat menentukan jenis perlindungan yang tepat agar mereknya memiliki legalitas yang kuat, aman, dan selaras dengan model usaha. Klik Daftar Merek Jasa Anda

Apa Contoh Merek Dagang?

Merek dagang dapat ditemui dengan mudah dalam berbagai kategori produk yang digunakan masyarakat sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, elektronik, hingga kosmetik. Hampir seluruh produk legal yang beredar memerlukan merek dagang agar dapat dikenal masyarakat dan membangun citra bisnis.

Keberadaan merek dagang bukan hanya untuk pemasaran, tetapi juga sebagai alat hukum untuk melindungi identitas usaha dari peniruan atau penggunaan tanpa izin pihak lain.

Secara umum, contoh merek dagang dapat diklasifikasikan berdasarkan kategori industri, seperti:
1. Kategori merek pada produk makanan dan minuman seperti Indomie, Sprite, dan Yakult yang menggambarkan identitas produk fisik yang dijual kepada konsumen.
2. Kategori merek pada produk teknologi atau elektronik seperti Samsung, Lenovo, dan Apple yang menunjukkan ciri khas melalui nama dan logo.
3. Kategori produk kecantikan, fashion, dan kebutuhan harian seperti Wardah, Nike, dan Pepsodent yang dikenal secara luas melalui distribusi pasar yang besar.

Selain produk fisik, beberapa bentuk merek dagang juga mulai berkembang mengikuti tren digital, seperti aplikasi, software, dan marketplace. Perusahaan seperti TikTok, Grab, dan Spotify adalah contoh produk digital yang tetap dikategorikan sebagai merek dagang karena digunakan dalam perdagangan.

Dengan pemahaman ini, terlihat bahwa pelindungan merek dagang mencakup berbagai bentuk produk modern dan tidak terbatas pada kategori barang tradisional.

Apa Saja 4 Jenis Merek Dagang?

Dalam sistem kekayaan intelektual, terdapat empat jenis merek dagang utama yang diakui secara hukum berdasarkan karakter pembentuk serta bagaimana konsumen mengenalinya. Penggolongan ini penting dipahami sebelum proses pendaftaran karena akan menentukan bagaimana merek diuji dalam pemeriksaan dan apakah memiliki daya pembeda yang kuat.

Semakin unik jenis merek, semakin besar peluang diterima dalam proses registrasi.
Empat jenis merek dagang tersebut dapat dijelaskan melalui contoh berikut:

1. Merek kata (wordmark) yaitu merek yang hanya terdiri dari tulisan atau kata seperti Google, Honda, atau BCA.
2. Merek logo (figurative mark) yaitu merek berupa simbol atau gambar tanpa tulisan seperti logo Nike atau logo Apple.
3. Merek kombinasi (combined mark) yaitu gabungan kata dan gambar seperti Starbucks, KFC, atau Shopee.

Selain tiga kategori di atas, terdapat juga bentuk merek non-tradisional seperti bentuk 3D, suara, hologram, atau animasi yang kini juga diterima sebagai bagian dari merek dagang modern. Bentuk seperti botol Coca-Cola atau jingle startup Netflix merupakan contoh penerapannya.

Dengan memahami empat jenis ini, pelaku usaha dapat memilih bentuk identitas merek yang sesuai dengan strategi branding sehingga merek memiliki kekuatan hukum sekaligus daya tarik komersial yang maksimal.

Apa Merek Dagang yang Paling Kuat?

Tidak semua merek memiliki kekuatan hukum yang sama. Dalam praktik penilaian merek, merek yang paling kuat adalah yang memiliki ciri khas tinggi, unik, tidak melanggar aturan, dan tidak menyerupai merek milik pihak lain.

Semakin sulit merek tersebut dipalsukan atau diprediksi, semakin tinggi tingkat perlindungan hukumnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 yang menekankan bahwa kekuatan merek sangat dipengaruhi tingkat pembeda dan orisinalitasnya.

Secara umum, kategori merek paling kuat dapat dibedakan menjadi:
1. Merek fantasi (fanciful mark) yaitu merek yang tidak memiliki makna sebelumnya, seperti Kodak atau Xerox.
2. Merek arbitrer (arbitrary mark) yaitu merek yang menggunakan kata umum tetapi tidak memiliki hubungan dengan produk, seperti Apple untuk produk teknologi.
3. Merek sugestif (suggestive mark) yaitu merek yang memberikan gambaran tidak langsung seperti Netflix atau Jaguar.

Selain faktor nama, kekuatan merek juga ditentukan oleh konsistensi penggunaan, strategi branding, perlindungan hukum, dan posisi pasar. Merek yang telah didaftarkan, dipromosikan secara profesional, dan digunakan dalam perdagangan secara aktif memiliki kedudukan hukum yang jauh lebih kuat dibandingkan merek yang hanya digunakan tanpa pendaftaran.

Dengan demikian, kekuatan merek bukan hanya ditentukan oleh kreativitas nama, tetapi juga komitmen pemiliknya dalam mengelola dan melindunginya secara legal. Legalkan Merek Anda Sekarang Juga

Merek Dagang Usaha Diisi Apa?

Saat mengajukan permohonan pendaftaran merek, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: “Kolom merek usaha harus diisi apa?” Bagian ini sangat penting karena berisi identitas resmi merek yang akan mendapatkan perlindungan hukum. Pada umumnya, kolom tersebut harus diisi dengan nama merek yang ingin didaftarkan, baik berupa tulisan, logo, kombinasi keduanya, atau bentuk merek non-tradisional.

Isi yang dicantumkan harus sesuai dengan yang akan digunakan dalam perdagangan agar tidak menimbulkan pertentangan atau penolakan dalam pemeriksaan substantif.
Selain nama atau logo, kolom tersebut juga harus disesuaikan dengan jenis merek yang didaftarkan.

Secara umum pengisian deskripsi merek dilakukan dengan memperhatikan unsur penting berikut:
• Nama atau kata yang menjadi identitas utama merek, misalnya HOME AND KLIN dan PAICLEAN
• Jika merek berupa logo, maka deskripsi singkat tentang bentuk dan elemen visual perlu dicantumkan, seperti “logo huruf A dengan lingkaran emas”.
• Jika berupa kombinasi, maka penjelasan gabungan keduanya harus dimasukkan agar pemeriksa dapat mengidentifikasi bentuk perlindungan yang diminta pemohon.

Kesalahan dalam pengisian bagian ini sering kali menjadi penyebab terjadinya revisi atau bahkan penolakan permohonan karena merek dianggap tidak memiliki kejelasan atau tidak sesuai dengan dokumen pendukung.

Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan mengisi bagian ini secara tepat, rinci, dan sesuai format yang berlaku di DJKI. Dengan pengisian yang akurat, proses pemeriksaan akan lebih mudah dan peluang merek memperoleh sertifikat resmi menjadi jauh lebih besar. Pada titik ini, pemilik usaha juga perlu memastikan bahwa nama atau logo yang diisi belum digunakan pihak lain agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari. Daftar Merek Anda Sebelum Ada Sengketa.

Jasa Pendaftaran Merek Dagang Berpengalaman – PERMATAMAS

Jika Anda ingin mendaftarkan merek dagang tetapi tidak memahami prosedur, persyaratan, atau potensi penolakannya, maka bekerja dengan penyedia layanan profesional adalah pilihan terbaik. PERMATAMAS hadir sebagai penyedia jasa pendaftaran merek yang berpengalaman dalam menangani berbagai kebutuhan perlindungan kekayaan intelektual, baik untuk UMKM, perusahaan besar, maupun pelaku bisnis digital.

Dengan dukungan tim legal berpengalaman, proses pendaftaran menjadi lebih cepat, tepat, dan minim risiko penolakan administratif maupun substantif.
PERMATAMAS memberikan pendampingan lengkap mulai dari pengecekan ketersediaan nama merek, persiapan dokumen, pengajuan resmi hingga pemantauan status permohonan sampai sertifikat terbit.

Dalam proses layanan, Anda akan mendapatkan keuntungan seperti:
• Konsultasi pemilihan nama merek berdasarkan kelas dan strategi branding usaha.
• Pemeriksaan merek melalui database DJKI untuk memastikan tidak ada merek yang sama atau mirip.
• Pendampingan legal hingga masa perlindungan berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

Dengan pengalaman mengurus pendaftaran merek dari berbagai sektor usaha dan wilayah, PERMATAMAS memahami setiap proses teknis serta kendala yang mungkin terjadi. Pendekatan layanan yang terstruktur, profesional, dan responsif menjadikan PERMATAMAS pilihan terpercaya bagi pelaku usaha yang memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap merek.

Melindungi merek sejak awal adalah langkah strategis untuk menjaga identitas usaha, menghindari sengketa, serta meningkatkan nilai komersial dan legalitas bisnis Anda.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu merek dagang?

Merek dagang adalah tanda berupa nama, logo, simbol, atau kombinasi yang digunakan untuk membedakan produk suatu pelaku usaha dengan yang lain.

2. Apa tujuan pendaftaran merek dagang?

Tujuannya untuk mendapatkan perlindungan hukum atas nama atau logo produk sehingga tidak dapat digunakan pihak lain tanpa izin.

3. Apa perbedaan merek dagang dan merek jasa?

Merek dagang digunakan untuk produk barang, sedangkan merek jasa digunakan untuk membedakan layanan atau pelayanan bisnis.

4. Berapa lama perlindungan merek dagang berlaku?

Merek terdaftar berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan dan dapat diperpanjang.

5. Apakah merek harus didaftarkan sebelum digunakan?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan agar tidak terjadi sengketa, penolakan, atau plagiasi di masa depan.

6. Apakah saya bisa mengecek apakah merek sudah digunakan?

Ya, pengecekan dapat dilakukan melalui sistem pencarian merek DJKI (Kemenkumham).

7. Berapa waktu proses pendaftaran merek dagang?

Proses normal mulai dari pendaftaran hingga diterbitkan sertifikat biasanya memakan waktu ±12–24 bulan, tergantung status pemeriksaan dan keberatan.

8. Apakah UMKM wajib mendaftarkan merek dagang?

Tidak wajib, tetapi sangat penting agar merek punya identitas hukum yang jelas dan terlindungi.

9. Apakah nama merek boleh sama tetapi beda kelas?

Tergantung, bisa terjadi penolakan jika dianggap memiliki persamaan pada pokoknya atau terkenal secara umum.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan layanan pendaftaran merek?

Ya. PERMATAMAS menyediakan layanan pendaftaran merek profesional, termasuk konsultasi, pemeriksaan merek, pendampingan dokumen, dan pengajuan resmi ke DJKI.

Penyebab Permohonan Pendaftaran Merek HKI Ditolak

Penyebab Permohonan Pendaftaran Merek HKI Ditolak – Mengajukan pendaftaran merek HKI adalah langkah penting untuk memastikan identitas bisnis terlindungi secara hukum. Namun dalam praktiknya, tidak semua permohonan yang diajukan langsung diterima oleh DJKI. Banyak pemohon yang mengalami penolakan karena kurang memahami aturan, prosedur, atau kriteria penilaian merek.

Penolakan ini bisa berakibat serius, seperti kehilangan hak prioritas, terhambatnya perizinan lanjutan, keterlambatan peluncuran produk, bahkan diambil alihnya merek oleh pihak lain yang lebih cepat mendaftarkan. Maka dari itu, memahami penyebab penolakan sejak awal sangat penting bagi pelaku usaha.
Di bawah ini adalah penyebab umum permohonan merek HKI ditolak beserta solusi pencegahannya.

Penyebab Penolakan Karena Kemiripan Dengan Merek Terdaftar

Penolakan paling sering terjadi karena merek dianggap memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek lain yang telah:
• Terdaftar terlebih dahulu
• Dalam proses permohonan
• Memiliki unsur visual, bunyi, atau arti yang mirip

Persamaan ini tidak harus identik 100%. Selama DJKI menilai bahwa merek dapat menimbulkan kebingungan di masyarakat, atau dianggap membonceng reputasi merek lain (brand riding), maka permohonan bisa ditolak.

Contoh jenis kemiripan yang sering dianggap pelanggaran:
• Nama yang hanya berbeda satu huruf
• Penyusunan kata yang mirip namun maksudnya sama
• Pelafalan serupa meski penulisan berbeda
• Logo atau bentuk grafis yang menyerupai

Contoh kasus umum:
Nama seperti merek PERMATAMAS, PERMATA MAS, atau PERMATAEMAS berpotensi dianggap mirip jika sudah ada merek kosmetik dengan nama sejenis di kelas yang sama.
Solusi pencegahan: selalu lakukan pengecekan merek (similarity checking) sebelum mendaftar.

Merek Bersifat Deskriptif, Generik, atau Nama Barang

Permohonan pendaftaran juga bisa ditolak jika nama merek dianggap terlalu umum atau menggambarkan fungsi barang. Merek seperti:
• Sabun Wangi
• Minyak Gosok
• Cokelat Manis
• Air Mineral

contohnya tidak bisa didaftarkan sebagai merek karena hanya menjelaskan sifat produk, bukan menjadi identitas komersial yang unik.
DJKI hanya menerima nama merek yang memiliki nilai pembeda (distinctiveness).

Beberapa contoh kata yang sering ditolak:
• Nama rasa (vanilla, strawberry, salted caramel)
• Jenis kategori barang (masker wajah, vitamin C serum)
• Kata yang menjelaskan manfaat (putih dalam 7 hari, anti noda)
Solusi pencegahan: gunakan nama yang unik, kreatif, dan tidak menggambarkan produk secara langsung.

Merek Mengandung Unsur yang Dilarang Secara Hukum

DJKI memiliki aturan bahwa merek yang mengandung unsur tertentu otomatis tidak dapat didaftarkan,

seperti:
• Simbol negara atau pemerintahan tanpa izin
• Lambang organisasi internasional
• Kata atau frasa yang bertentangan dengan moral, agama, atau kesusilaan
• Istilah medis, farmasi, atau administratif yang memiliki makna fungsi publik

Contoh kategori yang biasanya ditolak:
• Nama negara tanpa izin (misalnya: “Republik Indonesia” digunakan untuk produk komersial)
• Lambang polisi, TNI, atau organisasi resmi
• Kata yang mengandung unsur penyesatan publik seperti: “Dokter”, “BPOM”, “Halal Official”, “GMO FREE Certified”, padahal tidak ada lisensi resmi

Solusi pencegahan: pastikan merek tidak melanggar norma hukum, simbol resmi, atau aturan etika.

Penyebab Permohonan Pendaftaran Merek HKI Ditolak
Penyebab Permohonan Pendaftaran Merek HKI Ditolak

Dokumen Permohonan Tidak Lengkap atau Salah Kelas

Selain masalah substansi merek, penolakan juga sering terjadi karena kesalahan administrasi, seperti:
• Salah memilih kelas Nice Classification (kelas merek)
• Bukti penggunaan merek tidak sesuai format
• Dokumen tidak dilampirkan dengan benar atau tidak sah secara hukum
• Nama pemohon tidak sesuai dengan dokumen legal usaha
Kesalahan administratif ini dapat menyebabkan permohonan:
• Ditolak
• Dikembalikan untuk perbaikan
• Atau gugur karena lewat batas waktu perbaikan
Solusi: periksa kembali dokumen legal sebelum mengajukan permohonan dan pastikan format sesuai standar DJKI.

Merek Tidak Memiliki Daya Pembeda atau Berpotensi Menimbulkan Misleading

DJKI menilai merek bukan hanya soal nama, tetapi juga nilai pembeda dari pesaing.

Permohonan bisa ditolak jika merek dianggap:
• Terlalu sederhana (misalnya: satu huruf seperti “X”, “A”, tanpa desain unik)
• Menyesatkan konsumen dengan klaim palsu
• Menyiratkan hubungan dengan institusi atau merek besar padahal tidak ada hubungan resmi

Contoh yang berpotensi ditolak:
• Merek “Herbal BPOM”
• Nama “Samsung Quality”
• Merek “Presiden Brand”
Karena berpotensi membuat konsumen salah persepsi.

Jasa Pendampingan Jika Permohonan Ditolak

Jika permohonan merek Anda sudah terlanjur mendapatkan usulan penolakan atau putusan penolakan dari DJKI, masih ada beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh pemohon, di antaranya:

• Mengajukan banding ke Komisi Banding Merek (KBM)
• Mengajukan permohonan ulang dengan strategi yang lebih tepat
• Menyusun argumentasi hukum yang relevan berdasarkan regulasi serta pembanding merek yang tepat
• Melakukan revisi nama atau elemen merek apabila diperlukan

Namun, langkah-langkah tersebut memerlukan pemahaman mendalam mengenai regulasi HKI, struktur argumentasi hukum, serta analisis pembanding yang akurat. Jika tidak ditangani dengan benar, risiko penolakan kembali tetap tinggi.

Di sinilah peran pendampingan profesional sangat membantu. Dengan tim yang memahami alur hukum, teknis administratif, dan strategi branding legal, peluang permohonan diterima menjadi lebih besar dan proses dapat berjalan lebih cepat serta terarah.

Jika Anda ingin proses banding, perbaikan dokumen, atau pengajuan ulang berjalan lebih aman, terstruktur, dan memiliki peluang tinggi untuk berhasil — PERMATAMAS siap membantu Anda.

Butuh bantuan untuk cek merek, banding DJKI, atau daftar ulang?
👉 Konsultasi gratis melalui WhatsApp:
https://wa.me/6285777630555

FAQ

1. Apakah permohonan pendaftaran merek bisa ditolak?
Ya. DJKI dapat menolak permohonan jika merek dinilai memiliki kemiripan dengan merek terdaftar, deskriptif, mengandung unsur pelanggaran hukum, atau terdapat kesalahan dokumen administratif.

2. Apa penyebab paling umum ditolaknya pendaftaran merek HKI?
Penyebab paling umum adalah kemiripan dengan merek yang sudah terdaftar sebelumnya, baik dari segi bunyi, tampilan visual, arti, ataupun kelas barang/jasa yang sama.

3. Bagaimana langkah jika merek saya mendapat penolakan?
Pemohon dapat mengajukan banding ke Komisi Banding Merek, melakukan perbaikan nama, atau mengajukan ulang dengan strategi dan dokumen yang tepat.

4. Apakah banding pendaftaran merek dikenakan biaya?
Secara resmi, pengajuan banding tidak dikenakan biaya pemerintah (Rp 0). Namun biaya dapat timbul jika menggunakan layanan pendampingan profesional.

5. Apakah saya wajib menggunakan jasa profesional jika ditolak?
Tidak wajib. Namun menggunakan bantuan ahli seperti PERMATAMAS dapat meningkatkan peluang diterimanya banding atau pengajuan ulang karena argumentasi hukum dan analisis pembanding disusun lebih tepat.

6. Apakah saya bisa langsung daftar ulang tanpa banding?
Bisa, namun strategi harus diperbaiki agar tidak terjadi penolakan ulang. Analisis merek pembanding sangat penting sebelum daftar ulang.

7. Apakah PERMATAMAS bisa membantu banding merek atau daftar ulang?
Ya. PERMATAMAS menyediakan layanan konsultasi, perbaikan dokumen, banding resmi DJKI, dan pendampingan daftar ulang hingga sertifikat terbit.

👉 Konsultasi gratis via WhatsApp: https://wa.me/6285777630555

Langkah Daftar Merek HKI Online

Langkah Daftar Merek HKI Online – Memiliki merek terdaftar adalah langkah penting agar identitas bisnis memiliki perlindungan hukum. Di era digital saat ini, proses pendaftaran merek sudah semakin mudah karena dapat dilakukan secara online melalui sistem resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Namun, kurangnya pemahaman prosedur sering membuat pemohon melakukan kesalahan, menyebabkan permohonan ditolak atau tertunda. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai langkah daftar merek HKI online, syarat yang harus dipenuhi, biaya resmi, hingga rekomendasi jasa pendaftaran merek terpercaya.

Apa itu Merek HKI

Merek HKI adalah identitas berupa nama, logo, simbol, atau gabungan keduanya yang digunakan untuk membedakan produk atau jasa satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya. Merek bukan hanya sekadar label, tetapi menjadi representasi reputasi, kualitas, dan kepercayaan konsumen terhadap sebuah bisnis.

Dengan mendaftarkan merek ke DJKI, pemilik usaha mendapatkan perlindungan hukum atas mereknya, sehingga pihak lain tidak dapat menggunakan atau meniru merek tersebut tanpa izin. Bahkan, jika ada pihak yang melanggar, pemilik merek berhak mengambil langkah hukum seperti gugatan ganti rugi, penyitaan, atau pelaporan pidana.

Pendaftaran merek sangat penting dilakukan sedini mungkin, terutama untuk bisnis yang sedang berkembang atau berencana masuk marketplace. Dalam regulasi Indonesia, prinsip first to file berlaku — artinya, pihak yang pertama mendaftarkan merek adalah yang diakui sebagai pemilik sah, bukan pihak yang pertama menggunakan merek.

Syarat Daftar Merek HKI Online

Sebelum mengajukan permohonan, pemohon wajib mempersiapkan dokumen dan data berikut agar proses pendaftaran berjalan lancar:

1. Identitas Pemohon
Data pemilik merek harus jelas dan valid, baik pemohon perorangan maupun badan usaha:
1. Perorangan: KTP dan NPWP (jika ada).
2. Badan usaha (CV/PT): Akta pendirian, NPWP perusahaan, serta dokumen legalitas perusahaan seperti NIB atau SK pengesahan.

2. Informasi Detail Tentang Merek
Beberapa data teknis terkait merek wajib dipersiapkan:
1. Nama merek: Pastikan unik dan tidak menyerupai atau meniru merek lain.
2. Logo / Etiket merek: Format JPEG maksimal 2 MB.
3. Deskripsi produk/jasa: Jelaskan secara rinci penggunaan merek pada produk atau layanan.
4. Kelas merek: Pilih kelas sesuai kategori Nice Classification (tersedia total 45 kelas).

3. Dokumen Pendukung Tambahan
Beberapa dokumen tambahan yang diperlukan sesuai kondisi:
1. Surat pernyataan kepemilikan merek.
2. Surat kuasa, jika didaftarkan melalui konsultan HKI.
3. Surat UMK, jika mendaftar sebagai Usaha Mikro & Kecil untuk memperoleh tarif UMK.

Semua dokumen harus diunggah dalam kondisi jelas dan sesuai format agar tidak menjadi penyebab permohonan ditolak secara administratif.

 

Langkah Daftar Merek HKI Online
Langkah Daftar Merek HKI Online

Berikut Langkah Daftar Merek HKI Online

Proses pendaftaran merek HKI secara online dapat dilakukan melalui website DJKI. Berikut panduan langkah demi langkah yang diperbarui dan mudah dipahami:
1. Buat akun DJKI dan verifikasi
o Kunjungi website resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
o Lakukan registrasi akun dengan mengisi data diri dan email aktif, kemudian lakukan verifikasi.

2. Ajukan permohonan baru
o Login ke akun DJKI dan pilih menu untuk pendaftaran merek.
o Isi informasi pemohon dan data merek termasuk nama merek, logo, deskripsi, dan kelas merek.

3. Pesan kode billing
o Lakukan permintaan kode billing sebagai tagihan resmi biaya pendaftaran.
o Pembayaran dilakukan melalui kanal perbankan, ATM, teller, atau mobile banking.

4. Lakukan pembayaran sesuai biaya tagihan
o Pastikan pembayaran dilakukan sebelum masa berlaku kode billing berakhir agar permohonan tidak hangus.

5. Unggah dokumen persyaratan
o Unggah KTP, NPWP, surat pernyataan kepemilikan merek, logo merek, serta dokumen lainnya yang diperlukan.

6. Periksa data dan kirim permohonan
o Lakukan pengecekan akhir untuk memastikan data yang diisi sudah benar.
o Klik submit untuk mengirim permohonan resmi ke DJKI.

7. Pantau proses pemeriksaan
o Proses berlangsung melalui beberapa tahapan: pemeriksaan formalitas, pengumuman selama 2 bulan, pemeriksaan substantif, lalu penerbitan sertifikat.
o Durasi estimasi mulai dari 6 sampai 12 bulan.

Semua tahapan dapat dipantau melalui akun DJKI tanpa harus datang ke kantor secara langsung.

Biaya Daftar Merek HKI Online

Biaya pendaftaran merek sudah ditetapkan oleh pemerintah dan dapat dibayar secara digital melalui kode billing. Biayanya berbeda tergantung status pemohon apakah termasuk UMKM atau umum (reguler).

Secara umum, pendaftaran merek termasuk kategori biaya terjangkau mengingat perlindungan hukum yang diberikan sangat bernilai jangka panjang. Sertifikat merek berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang, sehingga sangat penting untuk menjaga aset bisnis melalui perlindungan atas merek.

Berikut daftar biaya resmi pendaftaran merek HKI online:
• UMKM : Rp 500.000 per kelas
• Reguler : Rp 1.800.000 per kelas

Biaya di atas tidak termasuk biaya jasa konsultan (opsional) apabila menggunakan layanan pihak ketiga.

Jasa Pengurusan Daftar Merek HKI Online

Tidak semua pelaku bisnis memiliki waktu atau pemahaman untuk mengurus pendaftaran merek secara mandiri. Banyak pemohon yang mengalami kendala seperti kesalahan pengisian, pemilihan kelas yang tidak tepat, dokumen kurang lengkap, hingga proses pendaftaran ditolak atau memerlukan perbaikan berkali-kali.

Di sinilah jasa konsultan HKI terpercaya sangat membantu.
PERMATAMAS hadir sebagai penyedia jasa pengurusan pendaftaran merek dengan tim ahli berlatar belakang hukum dan pengalaman panjang mengurus pendaftaran merek di seluruh Indonesia. Mulai dari pengecekan merek (search), analisis kelas, penyusunan dokumen, proses pendaftaran, monitoring status DJKI, hingga sertifikat keluar — semua ditangani secara profesional.

Keuntungan mengurus merek melalui PERMATAMAS:
• Analisis merek sebelum pendaftaran untuk menghindari potensi penolakan.
• Proses cepat karena ditangani tim profesional.
• Pemohon tidak perlu memikirkan administrasi dan teknis.
• Konsultasi gratis sampai tuntas.

Jika Anda ingin memastikan merek usaha terlindungi dan lolos pemeriksaan DJKI tanpa ribet, mengurus pendaftaran merek melalui PERMATAMAS adalah pilihan tepat.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu Merek HKI?

Merek HKI adalah identitas berupa logo, nama, simbol, atau kombinasi keduanya yang menjadi pembeda produk atau jasa suatu usaha dari usaha lain. Setelah terdaftar di DJKI, merek mendapatkan perlindungan hukum selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

2. Apa saja syarat daftar merek HKI online?

Syaratnya meliputi identitas pemilik (KTP/NPWP atau legalitas badan usaha), etiket/logo merek, deskripsi produk/jasa, pilihan kelas merek, serta dokumen pendukung seperti surat pernyataan kepemilikan atau surat kuasa jika dikuasakan ke konsultan.

3. Bagaimana langkah daftar merek HKI online secara resmi?

Prosesnya meliputi pembuatan akun DJKI, pengisian data permohonan baru, pemilihan kelas merek, pemesanan kode billing, pembayaran biaya, mengunggah dokumen persyaratan, lalu memantau proses melalui akun hingga sertifikat terbit.

4. Berapa biaya daftar merek HKI online?

Biayanya mengikuti ketetapan pemerintah:

  • UMKM: Rp 500.000 per kelas

  • Reguler: Rp 1.800.000 per kelas
    Biaya di luar jasa konsultan jika pemohon menggunakan pendamping profesional.

5. Bagaimana jika tidak punya waktu atau tidak paham proses daftar merek?

Pemohon dapat menggunakan jasa konsultan HKI profesional untuk memastikan pendaftaran berjalan lancar tanpa penolakan atau kesalahan teknis. PERMATAMAS dapat membantu mulai dari pengecekan merek, analisis kelas, pendaftaran, hingga sertifikat terbit.

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID