Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 18 untuk Tas, Kulit, dan Aksesorinya

Jasa Pendaftaran Merek HKI Kelas 18 untuk Tas, Kulit, dan Aksesorinya – Industri tas, produk kulit, dan aksesorinya terus menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kebutuhan gaya hidup dan fashion masyarakat. Persaingan tidak hanya terjadi pada kualitas bahan dan desain, tetapi juga pada kekuatan identitas merek HKI yang melekat pada produk. Di tengah maraknya produk serupa di pasaran, pendaftaran merek HKI menjadi langkah penting agar pelaku usaha memiliki perlindungan hukum yang jelas dan sah.

Banyak pelaku usaha tas dan produk kulit yang belum menyadari bahwa merek HKI adalah aset tidak berwujud yang nilainya dapat melebihi aset fisik. Tanpa pendaftaran resmi, merek yang sudah dikenal konsumen berisiko ditiru atau diklaim pihak lain. Kondisi inilah yang mendorong meningkatnya kebutuhan akan jasa daftar merek dan jasa pendaftaran merek yang memahami karakter industri fashion dan aksesoris secara mendalam.

Produk yang termasuk dalam Kelas 18 meliputi:
• Tas tangan dan tas punggung
• Dompet dan pouch
• Produk berbahan kulit atau imitasi kulit
• Koper dan travel bag
• Ikat pinggang dan sabuk
• Aksesoris berbahan kulit
• Tas kerja dan tas sekolah
• Case dan wadah berbahan kulit

PERMATAMAS hadir sebagai mitra pelaku usaha untuk membantu mengamankan merek HKI Kelas 18 secara profesional. Dengan pendekatan edukatif dan strategis, pendaftaran merek tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga fondasi penting dalam membangun bisnis tas dan produk kulit yang berkelanjutan.

Pengertian Merek HKI Kelas 18 untuk Tas, Kulit, dan Aksesorinya

Merek HKI Kelas 18 merupakan klasifikasi merek yang mencakup berbagai produk tas, barang dari kulit, serta aksesorinya. Kelas ini banyak digunakan oleh pelaku usaha di bidang fashion, kerajinan, hingga manufaktur yang memproduksi barang dengan nilai estetika dan fungsional tinggi. Oleh karena itu, ketepatan dalam mendaftarkan merek HKI pada kelas yang sesuai sangat menentukan kekuatan perlindungan hukum merek tersebut.

Dalam praktiknya, masih banyak pelaku usaha yang keliru dalam menentukan kelas merek HKI, sehingga perlindungan yang diperoleh menjadi tidak optimal. Kesalahan ini sering terjadi ketika pendaftaran dilakukan tanpa pemahaman yang cukup mengenai klasifikasi merek. Di sinilah peran jasa pengurusan merek dan jasa pembuatan merek menjadi penting untuk memastikan merek HKI didaftarkan sesuai jenis produk yang dipasarkan.

Ruang lingkup merek HKI Kelas 18 antara lain:
• Tas dan koper berbagai ukuran
• Barang berbahan kulit dan imitasi kulit
• Dompet dan aksesoris penyimpanan
• Sabuk dan ikat pinggang
• Produk travel berbahan kulit
• Case dan wadah aksesoris
• Tas fashion dan tas fungsional
• Aksesoris pendukung gaya hidup

PERMATAMAS melakukan analisis menyeluruh terhadap karakter produk dan model bisnis pemohon, sehingga merek HKI yang diajukan memiliki kesesuaian kelas, kekuatan hukum, dan daya saing yang optimal di pasar.

Pentingnya Pendaftaran Merek HKI bagi Usaha Tas dan Produk Kulit

Pendaftaran merek HKI memberikan hak eksklusif kepada pemilik usaha untuk menggunakan merek tersebut dalam kegiatan perdagangan. Bagi usaha tas dan produk kulit, perlindungan ini sangat penting karena tren desain dan model produk mudah ditiru. Tanpa perlindungan merek HKI, pelaku usaha berisiko kehilangan identitas bisnis yang telah dibangun melalui investasi waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Selain perlindungan hukum, merek HKI yang terdaftar juga meningkatkan kredibilitas usaha di mata konsumen dan mitra bisnis. Banyak distributor, marketplace, hingga mitra ekspor mensyaratkan legalitas merek sebagai bagian dari kerja sama. Oleh sebab itu, menggunakan jasa daftar merek sejak awal usaha berjalan merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Manfaat pendaftaran merek HKI antara lain:
• Perlindungan hukum secara nasional
• Hak eksklusif atas penggunaan merek
• Meningkatkan kepercayaan konsumen
• Menghindari peniruan dan sengketa
• Memperkuat identitas brand
• Menjadi aset bisnis bernilai ekonomi
• Mendukung ekspansi dan kerja sama
• Mempermudah lisensi merek

PERMATAMAS berkomitmen mendampingi pelaku usaha tas dan produk kulit melalui layanan jasa pendaftaran merek yang terstruktur dan transparan. Dengan merek HKI yang terlindungi, pelaku usaha dapat fokus pada inovasi produk dan pengembangan pasar tanpa khawatir terhadap risiko hukum di kemudian hari.

Risiko Bisnis Jika Merek HKI Kelas 18 Tidak Didaftarkan

Tidak mendaftarkan merek HKI Kelas 18 dapat menimbulkan dampak serius bagi pelaku usaha tas dan produk kulit. Dalam industri fashion, desain dan nama produk sangat mudah ditiru. Ketika merek HKI belum terdaftar, pelaku usaha tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk melarang pihak lain menggunakan nama atau identitas yang sama atau mirip. Kondisi ini sering kali baru disadari ketika produk tiruan sudah beredar luas di pasar.

Risiko lain muncul ketika pihak lain justru lebih dulu mendaftarkan merek HKI yang selama ini digunakan. Akibatnya, pemilik usaha harus menghentikan penggunaan merek tersebut, bahkan berpotensi menghadapi tuntutan hukum. Situasi seperti ini membuat banyak pelaku usaha akhirnya menyadari pentingnya menggunakan jasa pengurusan merek sejak awal untuk melindungi keberlangsungan bisnis.

Resiko utama jika merek HKI tidak didaftarkan antara lain:
• Kehilangan hak atas merek yang digunakan
• Potensi sengketa dan gugatan hukum
• Biaya tinggi untuk rebranding
• Menurunnya kepercayaan konsumen
• Kerugian pemasaran dan distribusi
• Terhambatnya ekspansi usaha
• Tidak dapat melisensikan merek
• Lemahnya posisi hukum bisnis

PERMATAMAS membantu pelaku usaha tas dan produk kulit menghindari risiko tersebut melalui strategi pendaftaran merek HKI yang tepat dan sesuai regulasi.

jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki
jasa pendaftaran merek hki, sanggah, banding merek hki

Proses dan Tahapan Pendaftaran Merek HKI Kelas 18

Pendaftaran merek HKI Kelas 18 dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dengan beberapa tahapan yang harus dipenuhi. Setiap tahapan memiliki ketentuan administratif dan substantif yang perlu diperhatikan secara cermat. Kesalahan kecil, seperti deskripsi produk yang tidak tepat, dapat berdampak pada penolakan permohonan.

Bagi pelaku usaha yang belum memahami prosedur HKI, proses ini sering kali dianggap rumit dan memakan waktu. Oleh karena itu, banyak pelaku usaha memilih menggunakan jasa pendaftaran merek agar seluruh tahapan berjalan lebih efektif dan terkontrol, tanpa mengganggu fokus utama pada operasional bisnis.

Tahapan pendaftaran merek HKI meliputi:
• Penelusuran dan analisis merek
• Penentuan kelas dan jenis produk
• Pengajuan permohonan ke DJKI
• Pemeriksaan formalitas
• Pengumuman merek
• Pemeriksaan substantif
• Penerbitan sertifikat merek
• Monitoring status merek

PERMATAMAS mendampingi pemohon di setiap tahapan dengan pendekatan edukatif dan transparan, sehingga proses pendaftaran merek HKI dapat dipahami dan dijalani dengan lebih tenang.

Keunggulan Menggunakan Jasa Profesional untuk Pendaftaran Merek HKI

Menggunakan jasa profesional dalam pendaftaran merek HKI memberikan banyak keuntungan, khususnya bagi pelaku usaha tas dan produk kulit yang bergerak di pasar kompetitif. Pendampingan profesional membantu memastikan bahwa merek HKI diajukan dengan strategi yang tepat, baik dari sisi administratif maupun hukum.

Selain menghemat waktu, jasa pembuatan merek dan jasa pengurusan merek juga memberikan analisis mendalam terkait potensi persamaan merek, kekuatan nama, dan risiko penolakan. Dengan pendekatan ini, pendaftaran merek HKI tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada perlindungan jangka panjang.

Keunggulan menggunakan jasa profesional antara lain:
• Analisis merek secara menyeluruh
• Mengurangi risiko penolakan
• Proses lebih terstruktur dan efisien
• Pendampingan hukum berkelanjutan
• Konsultasi sesuai kebutuhan bisnis
• Pengelolaan dokumen yang rapi
• Strategi pendaftaran yang tepat
• Monitoring hingga sertifikat terbit

PERMATAMAS hadir sebagai mitra terpercaya dalam layanan jasa pendaftaran merek HKI Kelas 18, membantu pelaku usaha melindungi identitas bisnis sekaligus memperkuat posisi merek di industri tas dan produk kulit.

Strategi Penguatan Merek HKI Kelas 18 Setelah Terdaftar

Setelah merek HKI Kelas 18 resmi terdaftar, pelaku usaha tas dan produk kulit memiliki fondasi hukum yang kuat untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Status merek terdaftar memberikan kepastian dalam penggunaan identitas usaha, baik dalam aktivitas pemasaran, distribusi, maupun kerja sama komersial. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan di tengah persaingan industri fashion dan aksesoris.

Merek HKI yang telah terdaftar juga berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Produk dengan identitas merek yang jelas cenderung dipersepsikan lebih profesional dan bernilai. Selain itu, merek HKI dapat dimanfaatkan sebagai aset bisnis yang mendukung ekspansi usaha, termasuk peluang lisensi dan kolaborasi dengan pihak lain.

Strategi penguatan merek HKI setelah terdaftar dapat dilakukan melalui:
• Konsistensi penggunaan merek pada seluruh produk
• Penempatan simbol merek terdaftar pada kemasan
• Penguatan identitas visual dan cerita brand
• Ekspansi pasar melalui kanal digital dan offline
• Pengembangan lini produk bermerek
• Pengawasan terhadap pelanggaran merek
• Pemanfaatan merek sebagai aset bisnis
• Persiapan kerja sama dan lisensi

PERMATAMAS mendorong pelaku usaha untuk memaksimalkan manfaat merek HKI yang telah terdaftar sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Konsultasi dan Pendampingan Pendaftaran Merek HKI Kelas 18

Memulai pendaftaran merek HKI sering kali menjadi tantangan bagi pelaku usaha, terutama yang baru pertama kali mengurus aspek legalitas. Konsultasi menjadi langkah awal yang penting untuk memahami kondisi merek, potensi risiko, serta strategi pendaftaran yang paling sesuai dengan karakter usaha tas dan produk kulit.

Melalui pendampingan profesional, pelaku usaha dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai tahapan, estimasi waktu, serta dokumen yang dibutuhkan. Pendekatan ini membantu meminimalkan kesalahan sejak awal dan memastikan merek HKI diajukan dengan strategi yang tepat dan aman secara hukum.

Manfaat konsultasi dan pendampingan pendaftaran merek HKI antara lain:
• Analisis kekuatan dan kelayakan merek
• Rekomendasi kelas dan deskripsi produk
• Penjelasan proses dan regulasi HKI
• Identifikasi potensi konflik merek
• Pendampingan administratif dan hukum
• Monitoring proses hingga sertifikat terbit
• Edukasi perlindungan merek jangka panjang
• Dukungan profesional berkelanjutan

PERMATAMAS menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran merek HKI Kelas 18 secara profesional dan transparan, membantu pelaku usaha tas, kulit, dan aksesorinya melindungi identitas bisnis sekaligus memperkuat posisi merek di pasar nasional.

KONSULTASI GRATIS

PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu Merek HKI Kelas 18?
Merek HKI Kelas 18 adalah klasifikasi merek yang mencakup produk tas, barang dari kulit, imitasi kulit, koper, dompet, ikat pinggang, dan berbagai aksesorinya.

2. Mengapa produk tas dan kulit harus didaftarkan mereknya?
Pendaftaran merek memberikan perlindungan hukum, mencegah peniruan, serta meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.

3. Siapa saja yang dapat mengajukan pendaftaran merek Kelas 18?
Pendaftaran dapat diajukan oleh perorangan, UMKM, CV, maupun PT yang memiliki dan menggunakan merek tersebut secara legal.

4. Berapa lama proses pendaftaran merek HKI Kelas 18?
Proses pendaftaran merek umumnya memerlukan waktu sekitar 12–24 bulan hingga sertifikat resmi diterbitkan oleh DJKI.

5. Apakah merek harus sudah digunakan sebelum didaftarkan?
Merek dapat didaftarkan meskipun belum digunakan secara luas, selama tidak meniru atau memiliki persamaan dengan merek lain yang telah terdaftar.

6. Apa risiko jika tidak mendaftarkan merek tas dan aksesoris?
Tanpa pendaftaran, merek berisiko ditiru pihak lain dan pemilik usaha tidak memiliki dasar hukum untuk mengajukan keberatan atau gugatan.

7. Apakah satu merek bisa digunakan untuk lebih dari satu produk?
Bisa, selama produk tersebut masih berada dalam kelas yang sama atau didaftarkan pada kelas tambahan yang relevan.

8. Apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran merek?
Dokumen umumnya meliputi identitas pemohon, label merek, dan daftar jenis barang atau produk yang dilindungi.

9. Apakah pendaftaran merek Kelas 18 bisa dilakukan secara online?
Ya, pendaftaran merek dilakukan melalui sistem resmi online Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

10. Mengapa menggunakan jasa PERMATAMAS untuk pendaftaran merek HKI?
PERMATAMAS memberikan pendampingan profesional, analisis risiko merek, serta proses yang transparan hingga sertifikat merek resmi terbit.

jasa pengurusan sertifikasi halaljasa pengurusan sertifikasi halal

Cara Daftar Merek Kelas 35 Toko Online

Cara Daftar Merek Kelas 35 Toko Online – Mendaftarkan merek bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan wajib bagi pemilik toko online yang ingin membangun brand jangka panjang. Apalagi di era marketplace seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada yang kini semakin ketat dalam hal regulasi brand protection.

Banyak penjual yang baru menyadari pentingnya pendaftaran merek setelah toko mereka mengalami peringatan, diblokir, atau gagal mengajukan status official store karena tidak memiliki legalitas merek.
Di Indonesia, urusan pendaftaran merek ditangani oleh DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) sebagai lembaga resmi yang mengatur dan memproses perlindungan hak merek. (DJKI). Salah satu kategori yang paling relevan untuk toko online adalah Kelas 35, yang mencakup jasa pemasaran, penjualan online, manajemen toko digital, hingga layanan e-commerce.

Dengan mendaftarkan merek di kelas ini, pemilik toko online bukan hanya memperkuat identitas usahanya, tetapi juga memperoleh perlindungan hukum yang memberi hak eksklusif atas nama dan logo brand.

Banyak pelaku usaha masih bingung bagaimana proses pendaftaran merek dilakukan—mulai dari syarat, biaya, tahapan, hingga estimasi waktu terbit sertifikat. Artikel ini disusun sebagai panduan lengkap, ringkas, dan mudah dipahami bagi pemilik toko online yang ingin menjaga brand dan mengembangkan usaha ke level yang lebih profesional.

Apa Itu Merek Kelas 35 untuk Toko Online?

Sebelum mulai daftar merek, Anda perlu memahami apa yang dimaksud dengan Kelas 35. Dalam sistem klasifikasi merek internasional (Nice Classification), setiap produk atau jasa memiliki kategori tertentu. Kelas 35 adalah kategori jasa yang mencakup aktivitas penjualan, pemasaran, dan layanan toko daring (online store).

Untuk pemilik toko online, kelas ini penting karena mencakup:
• Layanan penjualan produk secara e-commerce
• Manajemen toko online
• Layanan promosi dan periklanan digital
• Layanan marketplace store
• Retail online melalui platform seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, Lazada, atau Website pribadi

Jika Anda mendaftarkan merek hanya di kelas produk (misalnya kelas 3 untuk kosmetik, atau kelas 30 untuk makanan), maka perlindungan merek hanya berlaku untuk produknya, bukan aktivitas toko onlinenya. Karena itu, kelas 35 disebut kelas strategis untuk pemilik toko online.

Dengan memiliki merek kelas 35, Anda mendapatkan hak eksklusif untuk menggunakan nama atau logo tersebut dalam konteks penjualan online. Artinya, orang lain yang mencoba menggunakan nama serupa dapat dikenakan keberatan atau banding hukum.

Manfaat Daftar Merek Kelas 35 untuk Toko Online

Mendaftarkan merek memiliki banyak keuntungan bagi pelaku usaha online. Beberapa manfaat utamanya antara lain:
• Perlindungan hukum atas nama toko di marketplace
• Meningkatkan kepercayaan pembeli dan brand awareness
• Memenuhi persyaratan marketplace untuk verifikasi toko resmi
• Mencegah kompetitor memakai nama serupa
• Meningkatkan nilai bisnis (brand equity)
• Dapat dijadikan aset legal yang bisa dijual atau diwariskan

Banyak pemilik bisnis tidak menyadari bahwa merek terdaftar bisa bernilai tinggi. Beberapa brand UMKM bahkan dapat dijual dengan harga miliaran hanya karena merek mereka telah memiliki sertifikat resmi.

Biaya Daftar Merek Kelas 35 Toko Online

Untuk mendaftarkan merek secara resmi di DJKI, terdapat biaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Biaya ini tidak sama untuk semua pemohon, melainkan dibedakan berdasarkan jenis usaha.

Jika pemohon termasuk kategori UMKM yang terdaftar di OSS, maka biaya resminya akan lebih murah dibandingkan pemohon kategori Non-UMKM seperti perusahaan besar atau badan usaha yang belum memiliki legalitas UMKM.

Berikut daftar biaya resmi dari DJKI yang berlaku untuk satu kelas merek:
• UMKM: Rp 500.000
• Non-UMKM: Rp 1.800.000

Besaran biaya tersebut berlaku untuk satu kelas merek dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai regulasi pemerintah atau pembaruan sistem DJKI. Karena itu, sebelum mendaftar, sebaiknya pemohon memastikan tarif terbaru melalui laman resmi DJKI atau konsultasi dengan pihak yang berpengalaman.

Selain biaya resmi pemerintah, dalam praktiknya banyak pemilik merek memilih menggunakan jasa konsultan hukum merek atau agen profesional. Jika menggunakan layanan profesional, akan ada biaya tambahan seperti:
• Pemeriksaan dan analisis merek (brand checking)
• Pengelolaan dokumen persyaratan
• Pengajuan ke sistem DJKI
• Pemantauan tahapan pemeriksaan hingga sertifikat terbit

Bagi pemilik toko online, terutama seller aktif di Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, atau marketplace lainnya, penggunaan jasa ahli sering kali dianggap lebih menguntungkan. Alasannya, proses pendaftaran merek memerlukan ketelitian mulai dari penentuan kelas, pengisian formulir, hingga unggahan dokumen. Kesalahan kecil saja, seperti salah menentukan kelas atau dokumen kurang lengkap, dapat membuat permohonan ditolak atau harus diperbaiki.

Dengan memahami struktur biaya dan pilihan layanan, pemilik toko online dapat menentukan strategi terbaik sesuai kebutuhan bisnis maupun anggaran.

Syarat Daftar Merek Kelas 35 untuk Toko Online

Sebelum mengajukan permohonan pendaftaran merek, penting untuk memahami syarat administrasi yang diperlukan, terutama jika bisnis Anda berada di ranah digital seperti toko online Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop, ataupun marketplace lainnya. Merek yang didaftarkan harus masuk ke kelas 35, yaitu kategori jasa pemasaran, retail, dan perdagangan online.
Dalam proses pengajuan, terdapat dua jenis pemohon: perorangan dan badan usaha (perusahaan). Keduanya diperbolehkan mendaftar, namun persyaratan dokumen yang diperlukan berbeda.

Jika Mendaftar atas Nama Perorangan, Dokumennya:
1. Fotokopi KTP pemohon
2. Nama merek dan logo (opsional namun sangat dianjurkan agar identitas visual merek lebih kuat)
3. Nomor HP dan email aktif (digunakan untuk akses akun DJKI dan menerima notifikasi resmi)
4. Contoh tanda tangan digital atau scan basah
Dokumen ini cukup sederhana dan cocok bagi pelaku usaha UMKM, seller online pemula, atau yang belum memiliki badan usaha.

Jika Mendaftar atas Nama Perusahaan/Badan Usaha, Dokumen yang Dibutuhkan:
1. Fotokopi KTP direktur atau pemegang wewenang
2. Nama merek dan logo
3. Nomor HP dan email resmi
4. Contoh tanda tangan
5. Nomor Induk Berusaha (NIB) atau dokumen legalitas lainnya

Mendaftar atas nama perusahaan lebih disarankan jika bisnis sudah berjalan, memiliki aset, brand building, atau rencana ekspansi dalam jangka panjang, karena kepemilikan merek akan melekat pada badan usaha.

Selain memenuhi persyaratan dokumen, sangat dianjurkan untuk melakukan brand checking terlebih dahulu. Brand checking membantu memastikan bahwa merek Anda belum digunakan atau mirip dengan merek lain sehingga memperbesar peluang diterima.
Dengan memenuhi semua persyaratan ini sejak awal, proses pendaftaran merek akan berjalan lebih cepat, mudah, dan minim risiko penolakan.

 

Cara Daftar Merek Kelas 35 Toko Online
Cara Daftar Merek Kelas 35 Toko Online

Tahapan Cara Daftar Merek Kelas 35 Toko Online

Untuk mendaftarkan merek di DJKI, terutama untuk kategori kelas 35 yang digunakan oleh pelaku bisnis online seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan marketplace lainnya, ada beberapa tahapan penting yang harus dilakukan. Proses ini bisa dilakukan secara mandiri maupun menggunakan layanan pendampingan konsultan profesional. Berikut langkah-langkahnya:

1. Cek Ketersediaan Merek (Brand Checking)
Langkah pertama dan paling krusial adalah memastikan merek yang ingin Anda daftarkan belum digunakan atau didaftarkan pihak lain. Pemeriksaan dilakukan melalui database resmi DJKI. Jika ada merek yang mirip, fonetiknya sama, atau masuk kategori dominan visual, maka peluang penolakan akan tinggi.

2. Siapkan Dokumen Persyaratan
Dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP (untuk pemohon perorangan), NPWP, dan surat pernyataan kepemilikan merek. Jika pemohon berupa badan usaha, diperlukan legalitas perusahaan seperti NIB atau Akta Pendirian.

3. Buat Akun di Situs DJKI
Anda perlu registrasi melalui situs resmi DJKI untuk mengakses fitur pendaftaran merek secara online.

4. Isi Formulir Permohonan
Pada tahap ini, Anda diminta mengisi nama merek, bentuk merek (kata, logo atau kombinasi), serta memilih kelas. Karena fokus pada bisnis online, pastikan memilih kelas 35.

5. Upload Dokumen
Semua dokumen harus diunggah dengan format yang sesuai dan jelas agar tidak mengalami penolakan saat verifikasi administrasi.

6. Pembayaran Biaya Resmi
Setelah permohonan di-submit, sistem akan menerbitkan SPB (Surat Pemberitahuan Pembayaran), dan Anda wajib membayarnya sebelum batas waktu yang ditentukan.

7. Proses Pemeriksaan dan Sertifikat
Jika semua tahap sudah benar, Anda tinggal menunggu pemeriksaan substantif hingga sertifikat resmi merek diterbitkan.

Berapa Lama Proses Daftar Merek Kelas 35?

Proses pendaftaran merek kelas 35 memiliki beberapa tahapan resmi yang sudah diatur oleh DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual). Meskipun form pendaftaran dan pengunggahan dokumen dapat dilakukan secara online, bukan berarti sertifikat terbit secara instan. Sebaliknya, prosesnya memerlukan waktu cukup panjang karena mencakup pemeriksaan formalitas, pengumuman, hingga pemeriksaan substantif.

Secara umum, berikut estimasi waktu proses pendaftaran merek kelas 35:
• Bukti Pendaftaran: 1 Hari Kerja
• Estimasi Sertifikat Terbit: ± 1 Tahun

Bukti pendaftaran berupa dokumen resmi dari DJKI yang menunjukkan bahwa merek sudah terdaftar di sistem. Dokumen ini sangat penting karena sudah dapat digunakan sebagai bukti legal bahwa merek sedang dalam proses perlindungan hukum. Bahkan, marketplace seperti Shopee Mall, TikTok Shop, atau Tokopedia Official Store umumnya menerima dokumen ini untuk keperluan verifikasi brand official.

Proses selanjutnya masuk ke tahap pemeriksaan administratif dan substantif. Pada fase ini, pihak DJKI akan memastikan apakah merek yang didaftarkan memenuhi kriteria perlindungan, tidak mengandung unsur persamaan atau kemiripan dengan merek sebelumnya, serta tidak melanggar aturan hukum.

Kendala yang Sering Terjadi Saat Daftar Merek

Mendaftarkan merek ke DJKI tampak sederhana karena dilakukan secara online, namun kenyataannya masih banyak pemohon yang mengalami hambatan dalam prosesnya. Sebagian pelaku usaha—terutama yang baru pertama kali mendaftar—menganggap prosesnya sekadar unggah dokumen lalu menunggu sertifikat, padahal ada tahapan administrasi dan pemeriksaan substantif yang sangat menentukan hasil akhir. Kesalahan kecil di awal bisa berdampak pada penolakan permanen yang akhirnya membuat pemohon harus mengulang pendaftaran dan kehilangan biaya serta waktu.

Beberapa kendala yang paling sering terjadi dalam proses pendaftaran merek meliputi:
• Salah upload dokumen
• Syarat tidak lengkap
• Tidak membayar SPB tepat waktu
• Salah menentukan kelas merek

Kesalahan upload dokumen biasanya terjadi karena format file tidak sesuai, ukuran dokumen terlalu besar, atau pemohon salah memilih jenis dokumen yang diunggah. Padahal, sistem DJKI cukup ketat dan jika dokumen tidak sesuai standar, pengajuan bisa tertunda dan memerlukan perbaikan. Selain itu, banyak pemohon tidak menyertakan dokumen pendukung seperti tanda tangan digital, logo versi final, atau bukti UMKM jika ingin mendapatkan tarif lebih murah.

Masalah yang cukup fatal adalah tidak melakukan pembayaran Surat Perintah Bayar (SPB) tepat waktu. SPB memiliki batas waktu, dan bila dilewati, sistem akan membatalkan permohonan secara otomatis sehingga pemohon harus mengulang dari awal. Namun dari semua kendala, kesalahan menentukan kelas merek adalah yang paling sering menyebabkan penolakan formal maupun substantif.

Banyak yang tidak memahami bahwa pemilihan kelas harus sesuai dengan jenis kegiatan usaha, bukan sekadar nama produk.

Jasa Pendaftaran Merek Kelas 35 untuk Toko Online

Jika Anda ingin proses lebih aman, cepat, dan tidak ribet, menggunakan layanan profesional adalah pilihan terbaik. PERMATAMAS telah berpengalaman membantu pemilik toko online hingga brand UMKM hingga corporate dalam proses pendaftaran merek resmi DJKI.

Kami membantu:
• Pemeriksaan Merek (Brand Checking)
• Konsultasi pemilihan kelas yang tepat
• Pendaftaran dan pemantauan proses
• Update status sampai sertifikat terbit

Dengan pengalaman menangani merek untuk toko online dan marketplace resmi, Anda bisa fokus pada penjualan—urusan legal merek kami bantu sampai selesai.

Mendaftarkan merek kelas 35 adalah langkah penting bagi pemilik toko online untuk melindungi brand dan meningkatkan kredibilitas usaha. Prosedur pendaftaran memang terlihat teknis, namun dengan panduan yang tepat semuanya dapat dilakukan dengan mudah. Semakin cepat merek didaftarkan, semakin besar peluang nama brand Anda aman dan terlindungi secara hukum.

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat
WhatsApp: 0857-7763-0555
Telp Kantor: 021-89253417

FAQ (10 Pertanyaan & Jawaban)

1. Apa itu merek kelas 35 untuk toko online?
Merek kelas 35 adalah kategori merek yang digunakan untuk aktivitas jasa pemasaran, penjualan, distribusi, termasuk toko online marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan lainnya.

2. Apakah penjual Shopee Mall wajib memiliki merek kelas 35?
Ya. Shopee Mall mensyaratkan pemilik toko memiliki bukti pendaftaran merek (Sertifikat atau Status “Published”) agar bisa bergabung atau diperpanjang statusnya.

3. Berapa biaya resmi daftar merek kelas 35?
Biaya resmi DJKI adalah Rp 500.000 untuk UMKM dan Rp 1.800.000 untuk Non-UMKM (perusahaan atau usaha besar).

4. Apakah logo wajib saat daftar merek?
Tidak wajib, tapi sangat disarankan. Logo membantu membedakan identitas merek secara visual dan melindungi brand dari peniruan.

5. Berapa lama proses pendaftaran merek sampai sertifikat terbit?
Prosesnya membutuhkan waktu sekitar 12 bulan hingga sertifikat terbit. Namun, bukti pendaftaran resmi biasanya keluar dalam 1 hari kerja.

6. Apakah proses daftar merek bisa dilakukan sendiri?
Bisa. Namun banyak pemilik toko online memilih menggunakan jasa ahli agar lebih cepat, aman, dan tidak salah memilih kelas atau mengunggah dokumen.

7. Apakah nama merek boleh sama dengan merek lain?
Tidak. Jika merek sudah digunakan dan masih aktif dalam kelas yang sama (terutama kelas 35), peluang untuk ditolak sangat besar.

8. Apa penyebab paling umum penolakan pendaftaran merek?
Beberapa penyebab umum antara lain: salah kelas, nama terlalu umum, dokumen tidak lengkap, atau pembayaran tidak dilakukan sesuai waktu.

9. Apakah sertifikat merek berlaku selamanya?
Tidak. Sertifikat merek berlaku 10 tahun dan dapat diperpanjang sebelum masa berlakunya habis.

10. Apakah merek toko online berlaku untuk semua marketplace?
Ya. Sertifikat merek HKI berlaku secara nasional dan bisa digunakan untuk kebutuhan verifikasi di berbagai platform marketplace.

jasa pengurusan sertifikasi halal
jasa pengurusan sertifikasi halal

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID