Apa Itu Merek Jasa: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Merek Dagang

Apa Itu Merek Jasa? Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Merek Dagang – Merek jasa adalah identitas yang digunakan untuk membedakan layanan dari satu penyedia dengan penyedia lain. Dalam dunia bisnis modern, merek jasa sangat penting karena membantu pelanggan mengenali penyedia layanan yang terpercaya, berkualitas, dan profesional. Berbeda dengan merek barang, fokus merek jasa lebih pada pengalaman, kualitas layanan, dan reputasi. Contohnya layanan konsultasi hukum, layanan kebersihan, hingga marketplace digital semuanya menggunakan merek jasa sebagai identitas mereka.

Di era digital, terutama dengan banyaknya penyedia layanan online dan offline, merek jasa menjadi alat verifikasi penting bagi konsumen. Sebelum memilih layanan, masyarakat biasanya mencari reputasi, review, hingga legalitas merek. Merek jasa yang terdaftar di DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual) juga memberi perlindungan hukum bagi pemilik usaha agar tidak ditiru atau digunakan pihak lain tanpa izin.

Merek jasa juga memiliki peran strategis dalam pemasaran. Semakin kuat brand awareness sebuah merek, semakin besar peluang mendapatkan kepercayaan konsumen. Itulah sebabnya, banyak penyedia jasa mulai mendaftarkan merek resmi agar lebih profesional dan memiliki nilai komersial jangka panjang. Dengan merek jasa yang jelas dan legal, nilai usaha juga meningkat dan dapat digunakan sebagai aset bisnis.

Pengertian Merek Jasa

Merek jasa adalah tanda pengenal atau identitas yang digunakan untuk membedakan layanan yang ditawarkan oleh suatu perusahaan dengan layanan milik pihak lain. Berbeda dengan merek dagang yang melekat pada barang fisik, merek jasa berkaitan dengan layanan tidak berwujud seperti konsultasi, transportasi, perbankan, pendidikan, hingga layanan digital.

Merek jasa berfungsi sebagai alat pembeda di pasar, sehingga konsumen dapat dengan mudah mengenali reputasi, kualitas layanan, serta pihak penyedia jasa yang bertanggung jawab atas layanan tersebut. Dalam konteks hukum di Indonesia, merek jasa memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan merek dagang karena keduanya dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Perlindungan ini memberi hak eksklusif kepada pemilik merek untuk menggunakannya, mengelolanya, memberikan lisensi, hingga menggugat pihak lain yang menggunakan merek secara tidak sah. Oleh sebab itu, perusahaan penyedia jasa—baik skala UMKM hingga korporasi besar—perlu memahami pentingnya pendaftaran merek jasa sejak awal.

Beberapa karakteristik utama merek jasa meliputi:
• Berhubungan dengan layanan non-fisik.
• Lebih menekankan kualitas pelayanan dan reputasi.
• Tidak memiliki bentuk barang sehingga pengalaman pelanggan menjadi faktor utama pembeda.

Keberadaan merek jasa menjadi sangat penting di era digital seperti saat ini, ketika persaingan layanan semakin tinggi dan masyarakat semakin selektif dalam memilih penyedia jasa. Proses branding melalui merek jasa bukan hanya untuk perlindungan hukum, tetapi juga membangun kepercayaan dan citra profesional.

Dengan memiliki merek jasa yang unik, legal, dan terdaftar, pelaku usaha memiliki posisi kompetitif yang lebih kuat di pasar, termasuk dalam proses verifikasi marketplace, tender, kerja sama bisnis, dan ekspansi usaha.

Apa Contoh Merek Jasa?

Contoh merek jasa sangat banyak dan hampir mencakup seluruh sektor layanan yang digunakan masyarakat. Merek jasa dapat ditemukan pada bidang teknologi, pendidikan, transportasi, kesehatan, hingga layanan profesional seperti desain grafis dan hukum. Secara umum, merek jasa digunakan untuk memberikan identitas agar pelanggan dapat membedakan satu penyedia layanan dengan penyedia lainnya.

Berikut contoh merek jasa yang umum ditemui:
• Merek marketplace seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada
• Merek transportasi online seperti Gojek dan Grab
• Merek layanan pendidikan seperti Ruangguru
• Merek jasa kebersihan, kecantikan, pengiriman, perbankan, dan lainnya
• Merek konsultan hukum atau bisnis

Merek jasa bukan hanya nama brand besar. Pelaku UMKM yang bergerak di bidang layanan seperti laundry, salon kecantikan, barbershop, bengkel motor, jasa ekspedisi, hingga jasa desain pun sudah termasuk dalam kategori ini. Dengan adanya perlindungan merek, penyedia layanan dapat lebih percaya diri menjalankan bisnis tanpa takut ditiru atau dijiplak.

Pendaftaran merek jasa untuk bisnis layanan sangat direkomendasikan karena selain melindungi identitas, juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Di era kompetitif, memiliki merek resmi menjadi keunggulan tersendiri dalam menghadapi persaingan bisnis.

 

Apa Itu Merek Jasa: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Merek Dagang
Apa Itu Merek Jasa: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Merek Dagang

Apa yang Dimaksud Merek Jasa?

Merek jasa adalah tanda yang digunakan oleh penyedia layanan untuk membedakan jasanya dari layanan lain. Dalam peraturan hukum di Indonesia, merek jasa dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Identitas ini dapat berupa nama, logo, simbol, atau kombinasi keduanya. Tujuannya agar konsumen dapat mengenali reputasi layanan berdasarkan identitas yang konsisten.

Ciri-ciri merek jasa biasanya meliputi:
• Tidak berbentuk produk fisik
• Dihubungkan dengan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan
• Mengandung nama, simbol, atau tagline yang mudah diingat
• Digunakan untuk sektor layanan seperti pendidikan, transportasi, digital, keuangan, dan sebagainya

Merek jasa memainkan peran penting dalam pengakuan pasar. Ketika konsumen merasa puas dengan pelayanan, mereka akan mengingat merek tersebut dan kemungkinan besar merekomendasikannya kepada orang lain. Inilah yang menciptakan nilai merek (brand value) dan loyalitas pelanggan.

Dengan mendaftarkan merek jasa secara resmi, pemilik usaha dapat memperoleh perlindungan hukum dan hak eksklusif atas penggunaan mereknya. Perlindungan ini mencegah pemalsuan atau penggunaan tanpa izin yang berpotensi merugikan bisnis.

Apa Saja 10 Contoh Jasa?

Contoh jasa dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam. Hampir semua sektor yang tidak menghasilkan barang fisik termasuk kategori jasa. Perkembangan teknologi juga memperluas definisi jasa, terutama pada platform digital seperti fintech, edukasi online, dan layanan transportasi berbasis aplikasi.

Berikut 10 contoh jasa yang paling umum ditemui:
1. Jasa transportasi (Gojek, Grab, Bluebird)
2. Jasa perbankan dan keuangan
3. Jasa pendidikan dan training
4. Jasa kebersihan dan housekeeping
5. Jasa kesehatan dan klinik
6. Jasa konsultasi hukum dan bisnis
7. Jasa teknologi digital (hosting, aplikasi, platform)
8. Jasa logistik dan pengiriman
9. Jasa periklanan dan digital marketing
10. Jasa kecantikan seperti salon dan skincare treatment

Pengelompokan tersebut juga relevan dengan kelas merek di DJKI. Jika usaha jasa tidak memiliki merek resmi, maka sulit membangun kepercayaan publik. Konsumen modern lebih memilih penyedia layanan yang memiliki brand legal, jelas, dan mudah diidentifikasi.

Dengan memahami jenis jasa, pelaku usaha bisa menentukan kelas yang tepat sebelum mendaftarkan merek. Hal ini penting agar perlindungan merek yang diperoleh sesuai dengan bidang layanan bisnis.

Apa yang Dimaksud Merek?

Merek adalah identitas hukum yang digunakan sebagai pembeda antara satu produk atau jasa dengan produk atau jasa dari pihak lain. Dalam konteks bisnis, merek bukan sekadar nama, tetapi aset legal yang memiliki nilai ekonomi. Merek juga bisa berupa logo, simbol, warna, angka, huruf, suara, hingga kombinasi dari elemen-elemen tersebut.

Elemen penting dalam sebuah merek:
• Memiliki ciri khas
• Tidak menyesatkan konsumen
• Tidak menyerupai merek lain
• Memiliki fungsi pembeda yang jelas
• Mudah diingat dan mudah dikenali

Merek berfungsi sebagai representasi reputasi usaha. Jika pelanggan puas, mereka akan mengasosiasikan pengalaman positif tersebut dengan merek yang digunakan. Sebaliknya, ketika merek tidak dilindungi, risiko sengketa bisnis semakin tinggi.

Karena itu, pendaftaran merek menjadi langkah penting sebagai perlindungan hukum dan penguatan nilai bisnis. Di Indonesia, sertifikat merek memberikan hak eksklusif kepada pemilik untuk menggunakan, melisensikan, atau menuntut pihak yang menggunakan secara ilegal.

Apa Contoh Merek Dagang dan Merek Jasa?

Dalam dunia bisnis, merek terbagi menjadi dua kategori besar, yaitu merek dagang dan merek jasa. Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan identitas dan pembeda di pasar, namun objek perlindungannya berbeda. Merek dagang digunakan untuk produk fisik atau barang, sedangkan merek jasa digunakan untuk layanan yang tidak berupa bentuk fisik. Pemahaman perbedaan ini penting terutama bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan mereknya sesuai kelas yang berlaku di DJKI.

Berikut contoh merek dagang dan merek jasa berdasarkan penggunaannya:
1. Contoh Merek Dagang: Aqua, Indomie, Marlboro, Pepsodent, Samsung.
2. Contoh Merek Jasa: Gojek, Shopee, Tokopedia, BCA (banking service), Ruangguru.
3. Merek Hybrid (Barang + Jasa): Apple, Microsoft, Samsung Service Center (karena menyediakan barang dan layanan).

Perbedaan ini juga menentukan kelas merek yang harus didaftarkan. Pemilik usaha yang memproduksi produk fisik harus memilih kelas sesuai jenis barang (misalnya kelas 3 untuk kosmetik, kelas 30 untuk makanan), sedangkan pemilik usaha jasa harus memilih kelas yang sesuai jenis layanan (misalnya kelas 35 untuk retail/marketplace, kelas 41 untuk pendidikan). Dengan memahami contoh dan kategorinya, pelaku usaha dapat menghindari kesalahan saat pendaftaran merek.

Apa Saja Contoh Pemasaran Merek Jasa?

Pemasaran merek jasa memiliki pendekatan berbeda dibanding pemasaran merek dagang karena layanan tidak dapat dilihat, dipegang, atau diuji sebelum digunakan. Oleh karena itu strategi marketing lebih menekankan pada reputasi, kepercayaan, pengalaman pelanggan, dan nilai tambah. Merek jasa harus membangun kredibilitas melalui kualitas pelayanan, testimoni, dan branding yang konsisten.

Berikut beberapa contoh strategi pemasaran merek jasa:
• Branding melalui testimoni pelanggan dan rating online
• Penawaran layanan trial atau konsultasi gratis
• Membangun identitas melalui media sosial dan website
• Mengoptimalkan layanan customer service untuk pengalaman positif
• Memberikan garansi atau jaminan hasil untuk meningkatkan kepercayaan

Pemasaran jasa juga membutuhkan storytelling, profesionalitas, dan bukti sosial (social proof) agar konsumen yakin sebelum menggunakan layanan tersebut. Konsumen cenderung memilih penyedia jasa yang sudah memiliki merek resmi, reputasi baik, dan terbukti memberikan layanan berkualitas.
Dengan strategi pemasaran yang tepat, merek jasa dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperkuat posisi di pasar. Inilah alasan mengapa banyak penyedia layanan kini mendaftarkan merek mereka secara legal untuk memperkuat kepercayaan publik.

Contoh Produk Jasa Adalah?

Produk jasa berbeda dengan produk barang karena tidak berbentuk fisik. Produk jasa dinilai dari manfaat, pengalaman, kenyamanan, dan hasil yang diberikan kepada pelanggan. Karena sifatnya tidak bisa dilihat sebelum digunakan, kepercayaan menjadi faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian.

Berikut 10 contoh produk jasa yang umum ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Layanan transportasi seperti ojek online dan taksi
2. Layanan pendidikan seperti kursus dan training
3. Layanan kebersihan rumah dan perkantoran
4. Layanan kesehatan seperti klinik dan konsultasi dokter
5. Layanan pengiriman dan logistik
6. Layanan perbankan dan keuangan
7. Layanan kecantikan seperti salon, spa, hingga klinik estetika
8. Layanan digital seperti hosting dan pembuatan website
9. Layanan hukum seperti firma hukum atau notaris
10. Layanan konsultasi bisnis dan manajemen

Setiap penyedia jasa memiliki karakteristik dan kualitas berbeda, sehingga merek menjadi alat pembeda agar konsumen lebih mudah mengenali penyedia yang terpercaya. Itulah sebabnya banyak bisnis layanan kini mulai memahami pentingnya merek sebagai aset legal yang perlu dilindungi.

Apakah Coca-Cola Merupakan Merek Jasa?

Tidak, Coca-Cola bukan merek jasa, melainkan merek dagang karena produk utamanya adalah minuman yang berbentuk fisik. Coca-Cola merupakan salah satu contoh merek dagang global yang sudah terkenal di seluruh dunia dan didaftarkan dalam kategori barang, bukan layanan. Meski demikian, Coca-Cola juga bisa memiliki merek turunan (sub-brand) dan memperluas ke layanan tertentu seperti event sponsorship, restoran partner, atau layanan distribusi, namun identitas merek utamanya tetap dalam kategori barang.

Coca-Cola menjadi contoh bagaimana merek dagang dapat menciptakan loyalitas dan pengaruh besar melalui branding yang kuat. Meskipun hanya menjual minuman ringan, perusahaan ini berhasil memberikan nilai emosional dalam kampanyenya seperti kebersamaan, kebahagiaan, dan gaya hidup. Nilai mereknya bahkan jauh lebih besar dibanding biaya produksinya.

Meski bukan merek jasa, keberhasilan Coca-Cola memberi pelajaran bahwa kekuatan merek menentukan posisi bisnis di pasar. Merek yang terdaftar dan konsisten dalam branding memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam persaingan jangka panjang.

Apa perbedaan merek jasa dan merek dagang?

Perbedaan antara merek jasa dan merek dagang sering kali membingungkan bagi banyak pelaku usaha, terutama yang baru membangun brand. Secara garis besar, merek jasa digunakan untuk layanan, sedangkan merek dagang digunakan untuk produk fisik. Namun, keduanya tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan identitas, nilai pembeda, dan perlindungan hukum terhadap nama atau simbol yang digunakan dalam kegiatan usaha. Melalui merek, konsumen lebih mudah mengenali suatu usaha dan membedakan dengan kompetitor.

Berikut perbedaan mendasar yang sering dijadikan pedoman saat menentukan kategori merek:
• Merek dagang (trademark) digunakan untuk barang yang bisa dilihat, disentuh, dan diperdagangkan secara fisik seperti minuman, sepatu, atau kosmetik.
• Merek jasa (service mark) digunakan untuk bisnis yang menawarkan layanan, seperti pengiriman barang, pendidikan, atau jasa hukum.
• Secara administratif, pengelompokan kelas merek jasa dan merek dagang terlihat pada klasifikasi Nice Class 1–45 saat proses pendaftaran merek di DJKI.

Jika ditinjau dari sisi pemasaran, merek jasa lebih mengandalkan reputasi, ulasan, dan pengalaman pelanggan karena tidak ada bentuk fisik yang bisa dijadikan rujukan. Sedangkan merek dagang dapat mengandalkan bentuk fisik produk seperti kemasan, kualitas bahan, dan desain. Meski berbeda, keduanya tetap memerlukan strategi branding yang kuat agar mudah bersaing di pasar.

Jasa Pendaftaran Merek Jasa Pengalaman

Mengurus pendaftaran merek bukan hanya soal mengisi formulir dan mengupload dokumen. Proses ini membutuhkan ketelitian, analisis kelas yang tepat, pengecekan merek pembanding, hingga strategi branding agar pendaftaran tidak ditolak oleh DJKI. Di sinilah peran layanan profesional menjadi penting, terutama bagi pelaku usaha yang ingin memastikan mereknya aman secara hukum dan memiliki posisi kuat di pasar.

PERMATAMAS Indonesia hadir sebagai solusi bagi pemilik usaha yang ingin mendaftarkan merek dengan aman, cepat, dan tepat arah strategi hukumnya. Dengan pengalaman dalam menangani berbagai jenis pendaftaran merek jasa dan merek dagang dari berbagai kelas, Anda tidak perlu lagi khawatir salah langkah atau menghadapi penolakan karena kemiripan merek. Kami memahami aturan, prosedur, dan strategi yang diperlukan agar merek Anda mendapatkan perlindungan resmi.

Jika Anda sudah memiliki nama usaha, logo, atau bahkan ingin mencari nama yang layak dipatenkan, tim kami siap membantu dari tahap konsultasi hingga sertifikat resmi terbit. Lindungi identitas bisnis Anda sekarang—karena merek adalah aset berharga yang menentukan masa depan usaha Anda.
Hubungi kami di WhatsApp: 0857-7763-0555 untuk konsultasi gratis dan mulai proses pendaftaran merek Anda.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ (Pertanyaan Umum)

1. Apa itu merek jasa?
Merek jasa adalah identitas yang digunakan untuk membedakan layanan yang ditawarkan suatu perusahaan atau individu dari layanan pesaing lain.

2. Apakah merek jasa bisa didaftarkan di DJKI?
Ya. Merek jasa dapat didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk mendapatkan perlindungan hukum.

3. Berapa lama proses pendaftaran merek jasa?
Waktu proses rata-rata hingga sertifikat terbit sekitar 12 bulan, tergantung proses pemeriksaan DJKI.

4. Mengapa merek harus didaftarkan?
Pendaftaran merek memberikan perlindungan hukum agar nama usaha tidak disalahgunakan atau ditiru pihak lain.

5. Apa contoh bisnis yang menggunakan merek jasa?
Contoh umum meliputi layanan keuangan, ekspedisi, konsultan hukum, travel, dan pendidikan.

6. Apa bedanya merek jasa dan merek dagang?
Merek jasa untuk layanan, sedangkan merek dagang untuk produk fisik yang diperjualbelikan.

7. Apakah logo wajib saat mendaftarkan merek jasa?
Tidak wajib. Namun banyak pemohon mendaftar dalam bentuk kombinasi nama dan logo untuk perlindungan maksimal.

8. Apakah merek jasa bisa ditolak pendaftarannya?
Bisa, jika mirip dengan merek yang sudah terdaftar atau mengandung unsur yang tidak memenuhi syarat hukum.

9. Apakah satu merek jasa bisa digunakan untuk beberapa layanan?
Ya, selama semua jenis layanan tercakup dalam kelas yang didaftarkan.

10. Apakah PERMATAMAS bisa membantu pendaftaran merek jasa?
Ya. PERMATAMAS menyediakan layanan profesional pendaftaran merek dengan pendampingan hingga sertifikat terbit.

 

jasa pengurusan sertifikasi halal

Cara Cek HAKI Merek di Indonesia

Cara Cek HAKI Merek di Indonesia – Setiap pelaku usaha yang ingin melindungi merek dagang atau jasa wajib mengetahui cara cek HAKI merek sebelum mendaftarkan merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Proses pengecekan ini penting agar merek yang ingin digunakan belum dimiliki pihak lain, menghindari sengketa hukum, dan memastikan perlindungan hak eksklusif.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu HAKI, cara cek HAKI merek, tips pengecekan online, perbedaan merek dagang dan jasa, serta bagaimana PERMATAMAS dapat membantu proses pendaftaran dan validasi HAKI merek secara profesional.

Apa Itu HAKI Merek?

HAKI atau Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak hukum yang diberikan kepada individu atau badan usaha atas hasil karya intelektualnya. Dalam konteks merek, HAKI memberikan perlindungan eksklusif terhadap penggunaan merek dagang atau jasa.

Merek yang terdaftar di DJKI akan mendapatkan sertifikat HAKI, yang menjadi bukti kepemilikan resmi dan melindungi pemilik dari penggunaan merek oleh pihak lain tanpa izin. Perlindungan ini berlaku sesuai kelas barang atau jasa yang dipilih saat pendaftaran.

Selain sebagai alat perlindungan hukum, HAKI merek juga meningkatkan nilai bisnis karena memberikan legitimasi, membangun kepercayaan konsumen, dan memudahkan ekspansi bisnis.

Mengapa Perlu Cek HAKI Merek?

Sebelum mendaftarkan merek, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah cek HAKI merek. Hal ini penting karena:
1. Menghindari Konflik Hukum: Merek yang sudah didaftarkan di kelas yang sama tidak bisa digunakan lagi.
2. Menentukan Kelas yang Tepat: Setiap merek hanya berlaku untuk kelas tertentu. Pengecekan memastikan merek masuk kelas yang sesuai.
3. Mempercepat Proses Pendaftaran: Dengan mengetahui status merek, Anda bisa menyiapkan dokumen dan strategi pendaftaran lebih efisien.
4. Meningkatkan Kepercayaan Konsumen: Merek yang terdaftar resmi menunjukkan profesionalisme dan kualitas produk atau jasa.

Cara Cek HAKI Merek Online

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk cek HAKI merek secara cepat dan aman:

1. Melalui Website DJKI:
Akses portal resmi DJKI di https://www.dgip.go.id Masukkan nama merek yang ingin dicek, kemudian sistem akan menampilkan daftar merek yang sudah terdaftar beserta kelasnya.

2. Pengecekan Nama dan Kelas Merek:
Pastikan nama merek yang ingin didaftarkan tidak sama atau mirip dengan merek lain di kelas yang sama. Ini mengurangi risiko penolakan pendaftaran.

3. Konsultasi Profesional:
Gunakan layanan PERMATAMAS untuk pengecekan lebih detail, termasuk rekomendasi variasi nama, kelas yang tepat, dan strategi pendaftaran.

4. Pencatatan dan Dokumentasi:
Simpan hasil pengecekan sebagai bukti validasi sebelum mendaftar. Hal ini berguna jika terjadi perselisihan di kemudian hari.

Perbedaan HAKI Merek Dagang dan Jasa

Perbedaan menjadi aspek penting yang perlu dipahami sebelum mendaftarkan merek. HAKI merek dibagi menjadi dua kategori utama:

• Merek Dagang (Barang): Melindungi produk fisik yang dijual di pasaran, seperti sabun, kosmetik, makanan, minuman, pakaian, dan berbagai barang konsumen lainnya. Perlindungan ini memastikan pemilik merek memiliki hak eksklusif atas nama dan logo produk di kelas barang yang sama.

• Merek Jasa: Melindungi layanan atau aktivitas bisnis, termasuk jasa konsultasi, periklanan, restoran, perhotelan, layanan kesehatan, dan layanan profesional lainnya. Dengan perlindungan ini, pihak lain tidak dapat menggunakan merek serupa untuk layanan yang sama, menjaga reputasi dan eksklusivitas bisnis.

Memahami perbedaan kedua kategori tersebut membantu pemilik merek menentukan kelas yang tepat saat pendaftaran. Pemilihan kelas yang sesuai membuat perlindungan hukum lebih optimal, meminimalkan risiko sengketa, dan memastikan merek aman digunakan di pasar sesuai ketentuan DJKI.

 

Cara Cek HAKI Merek di Indonesia
Cara Cek HAKI Merek di Indonesia

Contoh Pengecekan HAKI Merek

Sebelum mendaftarkan merek, penting untuk melakukan pengecekan HAKI agar mengetahui status penggunaan nama merek di kelas tertentu. Contohnya:

• Jika ingin mendaftarkan merek sabun cuci piring, lakukan pengecekan HAKI untuk kelas 3, yang mencakup produk pembersih dan kosmetik.

• Jika ingin mendaftarkan merek untuk jasa konsultasi bisnis, cek HAKI pada kelas 35, yang meliputi

layanan manajemen bisnis dan periklanan.
Hasil pengecekan akan menampilkan informasi penting, seperti nama merek, pemilik, kelas, status aktif, dan tanggal berlaku. Dengan data ini, pemilik usaha dapat menentukan strategi pendaftaran, apakah memilih kelas lain, menyesuaikan nama merek, atau melanjutkan proses pendaftaran untuk perlindungan HAKI yang lebih optimal.

Jasa Daftar Merek Berdasarkan Kelas – PERMATAMAS

Melakukan pendaftaran HAKI merek sendiri sering memakan waktu dan berisiko jika dokumen kurang lengkap.

PERMATAMAS hadir sebagai solusi profesional untuk:
1. Konsultasi Penentuan Kelas: Tim PERMATAMAS membantu memilih kelas yang tepat sesuai produk atau jasa Anda.
2. Cek Ketersediaan Merek: Memastikan merek belum digunakan di kelas yang sama, mengurangi risiko penolakan.
3. Pendampingan Dokumen: Menyiapkan dokumen resmi seperti NIB, akta pendirian, formulir permohonan, dan surat kuasa.
4. Proses Pengajuan Resmi: Mengunggah dokumen ke DJKI dan memastikan seluruh persyaratan administratif dan teknis terpenuhi.
5. Monitoring & Update Status: Memantau status pendaftaran hingga sertifikat HAKI diterbitkan.

Dengan layanan ini, proses pendaftaran merek menjadi lebih cepat, aman, dan rapi, sudah pengalaman mengurus HAKI merek terbit melalui PERMATAMAS.

Pentinya Cek HAKI Sebelum Mendaftar

Melakukan cek HAKI merek sebelum mendaftar adalah langkah krusial untuk menghindari konflik hukum dan memastikan perlindungan merek sesuai kelas yang tepat.
• HAKI merek dagang melindungi produk fisik.
• HAKI merek jasa melindungi layanan atau aktivitas bisnis.
• Layanan profesional seperti PERMATAMAS membantu proses cek HAKI, pendaftaran, dan validasi dokumen agar proses lebih cepat dan aman.

Untuk memulai proses pendaftaran HAKI merek dengan cepat dan aman, hubungi PERMATAMAS sekarang

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu HAKI merek?
HAKI merek adalah hak hukum untuk melindungi merek dagang atau jasa agar tidak digunakan pihak lain tanpa izin.

2. Mengapa perlu cek HAKI merek?
Agar mengetahui status merek dan menghindari konflik hukum sebelum mendaftar.

3. Berapa jumlah kelas merek di Indonesia?
Terdapat 45 kelas: 1–34 untuk barang, 35–45 untuk jasa.

4. Bagaimana cara cek HAKI merek online?
Melalui portal DJKI di https://www.dgip.go.id atau dengan bantuan jasa profesional seperti PERMATAMAS.

5. Apa perbedaan HAKI merek dagang dan jasa?
Dagang melindungi produk fisik, jasa melindungi layanan atau aktivitas bisnis.

6. Apakah satu merek bisa didaftarkan di beberapa kelas?
Ya, satu merek bisa didaftarkan di beberapa kelas sesuai produk atau layanan berbeda.

7. Bagaimana PERMATAMAS membantu cek HAKI merek?
PERMATAMAS membantu pengecekan ketersediaan, pemilihan kelas, validasi dokumen, dan pendampingan pengajuan resmi.

8. Berapa lama proses pendaftaran HAKI merek?
Umumnya 6–12 bulan tergantung kelengkapan dokumen dan tidak adanya keberatan dari pihak lain.

9. Apakah cek HAKI merek wajib sebelum mendaftar?
Sangat dianjurkan agar menghindari risiko penolakan atau sengketa di kemudian hari.

10. Apakah pendaftaran HAKI merek berbeda untuk barang dan jasa?
Ya, dokumen dan prosedurnya berbeda sesuai kategori barang atau jasa yang didaftarkan.

jasa pengurusan sertifikasi halal

Apa Itu Merek Dagang

Apa Itu Merek Dagang – Merek dagang merupakan salah satu elemen penting dalam dunia bisnis modern karena berfungsi sebagai identitas yang melekat pada produk atau jasa. Dalam konteks hukum Indonesia, merek dagang tidak hanya dianggap sebagai simbol pemasaran, tetapi juga sebagai objek perlindungan hukum yang bernilai strategis. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, merek dagang diberikan kedudukan sebagai hak eksklusif yang hanya dapat digunakan oleh pemilik terdaftar untuk melindungi keberlangsungan usahanya dari tindakan peniruan atau penyalahgunaan. Dengan demikian, merek bukan hanya sekadar nama, tetapi aset hukum dengan nilai ekonomi.

Di era persaingan usaha yang semakin ketat, penggunaan merek dagang telah menjadi instrumen penting untuk menciptakan reputasi, membangun kepercayaan publik, serta meningkatkan daya saing. Perusahaan kecil hingga korporasi besar menyadari bahwa merek yang kuat dapat memengaruhi persepsi pasar dan keputusan konsumen. Oleh karena itu, pendaftaran merek bukan lagi langkah pilihan, tetapi kebutuhan. Pemilik usaha yang belum mendaftarkan mereknya dapat menghadapi risiko besar, seperti sengketa hukum, kehilangan identitas usaha, hingga larangan penggunaan nama usaha yang sudah lama dibangun.

Lebih jauh lagi, merek dagang memberikan manfaat jangka panjang karena status hak eksklusifnya dapat diperpanjang setiap 10 tahun. Artinya, suatu merek dapat menjadi investasi yang terus menghasilkan nilai ekonomi seiring meningkatnya popularitas produk atau jasa. Dalam praktik bisnis global, banyak merek yang bahkan lebih bernilai dibandingkan fisik atau aset perusahaan itu sendiri. Dengan memahami hal ini, pelaku usaha di Indonesia semakin dituntut untuk mengenali peran merek dagang sebagai komponen strategis yang bukan hanya melindungi identitas usaha tetapi juga meningkatkan kredibilitas dan peluang ekspansi pasar. Proses Merek Dagang Sekarang

Apa yang Dimaksud dengan Merek Dagang?

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016, merek dagang adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur tersebut yang digunakan dalam kegiatan perdagangan barang untuk membedakan dengan barang sejenis lainnya. Dengan kata lain, merek dagang berfungsi sebagai alat identifikasi agar konsumen dapat mengenali produk secara jelas dan membedakannya dari produk pesaing. Fungsi pembeda ini menjadi esensi utama merek karena tanpa unsur tersebut, suatu tanda tidak dapat dikategorikan sebagai merek dagang dan tidak memiliki kekuatan hukum.

Dalam penerapannya, merek dagang memiliki unsur legalitas yang harus dipahami pemilik bisnis. Pendaftaran merek dilakukan di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) agar pemiliknya memperoleh hak hukum penuh atas penggunaan merek.

Di tengah pemahaman tersebut, terdapat tiga karakter utama merek dagang yang harus diperhatikan:
• Harus bersifat unik atau memiliki daya pembeda.
• Tidak boleh menyerupai atau meniru merek pihak lain.
• Tidak bertentangan dengan moralitas, ketertiban umum, atau aturan perundang-undangan.

Pemahaman yang tepat mengenai definisi formal merek dagang menjadi penting terutama bagi pelaku usaha yang ingin menjaga keberlangsungan bisnisnya. Jika sebuah merek digunakan secara komersial tanpa pendaftaran resmi, pemilik usaha tidak memiliki kekuatan hukum ketika terjadi peniruan atau gugatan.

Oleh karena itu, banyak ahli hukum menekankan bahwa aspek perlindungan merek harus dilakukan sejak awal bisnis dimulai. Dengan demikian, merek tidak hanya menjadi label visual, tetapi juga aset hukum yang memberikan keamanan, legitimasi, dan nilai kompetitif dalam pasar perdagangan. Lindungi Merek Dagang Anda Sekarang

Apa Saja Contoh Merek Dagang?

Contoh merek dagang dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari karena hampir semua produk komersial yang beredar menggunakan identitas merek untuk membedakan diri dari pesaing. Produk makanan, minuman, pakaian, elektronik, dan kosmetik adalah kategori umum yang memakai merek dagang sebagai identitas bisnis.

Dalam dunia perdagangan, keberadaan merek membantu konsumen mengidentifikasi kualitas dan reputasi produk. Tanpa merek, konsumen akan mengalami kesulitan menentukan pilihan karena tidak ada pembeda antara produk asli dan tiruan.

Dalam pengelompokannya, contoh merek dagang dapat diklasifikasikan berdasarkan kategori penggunaan, seperti berikut:
1. Kategori merek produk makanan dan minuman seperti Indomie, Aqua, dan Coca-Cola.
2. Kategori merek produk teknologi atau elektronik seperti Samsung, Apple, dan Xiaomi.
3. Kategori produk fashion dan kecantikan seperti Adidas, Zara, dan Wardah.

Selain kategori di atas, contoh merek dagang juga dapat ditemukan pada produk digital dan platform teknologi seperti aplikasi media sosial, perangkat lunak, dan game. Bahkan saat ini, merek dalam bentuk suara, bentuk 3D, hingga animasi telah diakui sebagai bagian dari merek dagang non-tradisional. Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan merek terus mengikuti transformasi pasar dan teknologi.

Dengan pemahaman tersebut, semakin jelas bahwa merek dagang merupakan bagian integral dari kegiatan perdagangan di era modern.

 

Apa Itu Merek Dagang
Apa Itu Merek Dagang

Apa Definisi Merek Dagang?

Definisi merek dagang secara hukum diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa merek merupakan tanda yang memiliki fungsi pembeda dan digunakan dalam perdagangan barang atau jasa. Definisi ini menekankan dua aspek utama yaitu unsur visual yang dapat dikenali dan fungsi komersial sebagai pembeda.

Tanpa dua unsur tersebut, sebuah tanda tidak dapat dikategorikan sebagai merek dagang dan tidak memenuhi syarat untuk dilindungi secara hukum.

Definisi ini juga mencakup aspek unsur pembentuk merek yang dapat berupa:
• Tulisan berupa huruf, kata, atau angka.
• Gambar, simbol, atau bentuk visual lainnya.
• Kombinasi warna, unsur suara, atau bentuk tiga dimensi.

Pentingnya definisi merek dagang bukan hanya sebatas konsep hukum, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan strategis pemilik usaha dalam membangun identitas brand. Dengan definisi yang jelas, negara memberikan batasan dan standar agar setiap pelaku usaha memahami bagaimana mereknya diakui secara sah dalam kegiatan perdagangan.

Hal ini juga menjadi fondasi dalam mekanisme pendaftaran, sengketa merek, hingga perlindungan hukum terhadap tindakan pelanggaran atau pemalsuan. Pada akhirnya, definisi merek dagang berfungsi sebagai pijakan dasar bagi seluruh aktivitas legal dan komersial yang berkaitan dengan identitas produk atau jasa. Tanpa pemahaman yang benar, pelaku usaha dapat menghadapi risiko penolakan pendaftaran atau sengketa hukum di kemudian hari.

Oleh karena itu, memahami definisi merek dagang bukan hanya aspek teknis hukum, tetapi langkah krusial dalam memastikan merek menjadi aset bisnis yang terlindungi dan memiliki nilai jangka panjang. Klik Ajukan Merek Dagang Anda

Apa Perbedaan Merek Jasa dan Merek Dagang?

Merek jasa dan merek dagang sering dianggap sama, padahal dalam sistem hukum kekayaan intelektual keduanya memiliki fungsi dan ruang lingkup perlindungan yang berbeda. Merek dagang digunakan untuk melindungi identitas suatu produk berupa barang fisik, sementara merek jasa digunakan untuk melindungi identitas layanan yang ditawarkan oleh individu maupun badan usaha.

Perbedaan ini penting karena berdampak pada penentuan kelas pendaftaran merek di DJKI agar perlindungan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai tujuan penggunaan dalam perdagangan.
Dalam praktiknya, perbedaan tersebut dapat dilihat dari fungsi perlindungan hukum yang melekat pada masing-masing jenis merek. Secara garis besar, karakter pembeda antara keduanya mencakup aspek berikut:

• Merek dagang digunakan untuk melindungi barang fisik atau produk komersial yang diperdagangkan di pasar.
• Merek jasa melindungi layanan atau pelayanan yang diberikan kepada konsumen baik dalam bentuk online maupun offline.
• Keduanya tetap memiliki persamaan yaitu memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk mencegah pihak lain menggunakan merek yang sama atau menyerupai.

Perbedaan ini juga berdampak pada strategi bisnis dan branding pelaku usaha. Banyak perusahaan yang memiliki kedua jenis merek sekaligus karena mereka menjual produk sekaligus memberikan layanan pendukung. Contohnya, perusahaan teknologi yang menjual perangkat elektronik dengan merek dagang, sekaligus menawarkan layanan software berlangganan sebagai merek jasa. Dengan memahami perbedaan ini, pelaku usaha dapat menentukan jenis perlindungan yang tepat agar mereknya memiliki legalitas yang kuat, aman, dan selaras dengan model usaha. Klik Daftar Merek Jasa Anda

Apa Contoh Merek Dagang?

Merek dagang dapat ditemui dengan mudah dalam berbagai kategori produk yang digunakan masyarakat sehari-hari, mulai dari makanan, minuman, elektronik, hingga kosmetik. Hampir seluruh produk legal yang beredar memerlukan merek dagang agar dapat dikenal masyarakat dan membangun citra bisnis.

Keberadaan merek dagang bukan hanya untuk pemasaran, tetapi juga sebagai alat hukum untuk melindungi identitas usaha dari peniruan atau penggunaan tanpa izin pihak lain.

Secara umum, contoh merek dagang dapat diklasifikasikan berdasarkan kategori industri, seperti:
1. Kategori merek pada produk makanan dan minuman seperti Indomie, Sprite, dan Yakult yang menggambarkan identitas produk fisik yang dijual kepada konsumen.
2. Kategori merek pada produk teknologi atau elektronik seperti Samsung, Lenovo, dan Apple yang menunjukkan ciri khas melalui nama dan logo.
3. Kategori produk kecantikan, fashion, dan kebutuhan harian seperti Wardah, Nike, dan Pepsodent yang dikenal secara luas melalui distribusi pasar yang besar.

Selain produk fisik, beberapa bentuk merek dagang juga mulai berkembang mengikuti tren digital, seperti aplikasi, software, dan marketplace. Perusahaan seperti TikTok, Grab, dan Spotify adalah contoh produk digital yang tetap dikategorikan sebagai merek dagang karena digunakan dalam perdagangan.

Dengan pemahaman ini, terlihat bahwa pelindungan merek dagang mencakup berbagai bentuk produk modern dan tidak terbatas pada kategori barang tradisional.

Apa Saja 4 Jenis Merek Dagang?

Dalam sistem kekayaan intelektual, terdapat empat jenis merek dagang utama yang diakui secara hukum berdasarkan karakter pembentuk serta bagaimana konsumen mengenalinya. Penggolongan ini penting dipahami sebelum proses pendaftaran karena akan menentukan bagaimana merek diuji dalam pemeriksaan dan apakah memiliki daya pembeda yang kuat.

Semakin unik jenis merek, semakin besar peluang diterima dalam proses registrasi.
Empat jenis merek dagang tersebut dapat dijelaskan melalui contoh berikut:

1. Merek kata (wordmark) yaitu merek yang hanya terdiri dari tulisan atau kata seperti Google, Honda, atau BCA.
2. Merek logo (figurative mark) yaitu merek berupa simbol atau gambar tanpa tulisan seperti logo Nike atau logo Apple.
3. Merek kombinasi (combined mark) yaitu gabungan kata dan gambar seperti Starbucks, KFC, atau Shopee.

Selain tiga kategori di atas, terdapat juga bentuk merek non-tradisional seperti bentuk 3D, suara, hologram, atau animasi yang kini juga diterima sebagai bagian dari merek dagang modern. Bentuk seperti botol Coca-Cola atau jingle startup Netflix merupakan contoh penerapannya.

Dengan memahami empat jenis ini, pelaku usaha dapat memilih bentuk identitas merek yang sesuai dengan strategi branding sehingga merek memiliki kekuatan hukum sekaligus daya tarik komersial yang maksimal.

Apa Merek Dagang yang Paling Kuat?

Tidak semua merek memiliki kekuatan hukum yang sama. Dalam praktik penilaian merek, merek yang paling kuat adalah yang memiliki ciri khas tinggi, unik, tidak melanggar aturan, dan tidak menyerupai merek milik pihak lain.

Semakin sulit merek tersebut dipalsukan atau diprediksi, semakin tinggi tingkat perlindungan hukumnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 yang menekankan bahwa kekuatan merek sangat dipengaruhi tingkat pembeda dan orisinalitasnya.

Secara umum, kategori merek paling kuat dapat dibedakan menjadi:
1. Merek fantasi (fanciful mark) yaitu merek yang tidak memiliki makna sebelumnya, seperti Kodak atau Xerox.
2. Merek arbitrer (arbitrary mark) yaitu merek yang menggunakan kata umum tetapi tidak memiliki hubungan dengan produk, seperti Apple untuk produk teknologi.
3. Merek sugestif (suggestive mark) yaitu merek yang memberikan gambaran tidak langsung seperti Netflix atau Jaguar.

Selain faktor nama, kekuatan merek juga ditentukan oleh konsistensi penggunaan, strategi branding, perlindungan hukum, dan posisi pasar. Merek yang telah didaftarkan, dipromosikan secara profesional, dan digunakan dalam perdagangan secara aktif memiliki kedudukan hukum yang jauh lebih kuat dibandingkan merek yang hanya digunakan tanpa pendaftaran.

Dengan demikian, kekuatan merek bukan hanya ditentukan oleh kreativitas nama, tetapi juga komitmen pemiliknya dalam mengelola dan melindunginya secara legal. Legalkan Merek Anda Sekarang Juga

Merek Dagang Usaha Diisi Apa?

Saat mengajukan permohonan pendaftaran merek, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah: “Kolom merek usaha harus diisi apa?” Bagian ini sangat penting karena berisi identitas resmi merek yang akan mendapatkan perlindungan hukum. Pada umumnya, kolom tersebut harus diisi dengan nama merek yang ingin didaftarkan, baik berupa tulisan, logo, kombinasi keduanya, atau bentuk merek non-tradisional.

Isi yang dicantumkan harus sesuai dengan yang akan digunakan dalam perdagangan agar tidak menimbulkan pertentangan atau penolakan dalam pemeriksaan substantif.
Selain nama atau logo, kolom tersebut juga harus disesuaikan dengan jenis merek yang didaftarkan.

Secara umum pengisian deskripsi merek dilakukan dengan memperhatikan unsur penting berikut:
• Nama atau kata yang menjadi identitas utama merek, misalnya HOME AND KLIN dan PAICLEAN
• Jika merek berupa logo, maka deskripsi singkat tentang bentuk dan elemen visual perlu dicantumkan, seperti “logo huruf A dengan lingkaran emas”.
• Jika berupa kombinasi, maka penjelasan gabungan keduanya harus dimasukkan agar pemeriksa dapat mengidentifikasi bentuk perlindungan yang diminta pemohon.

Kesalahan dalam pengisian bagian ini sering kali menjadi penyebab terjadinya revisi atau bahkan penolakan permohonan karena merek dianggap tidak memiliki kejelasan atau tidak sesuai dengan dokumen pendukung.

Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan mengisi bagian ini secara tepat, rinci, dan sesuai format yang berlaku di DJKI. Dengan pengisian yang akurat, proses pemeriksaan akan lebih mudah dan peluang merek memperoleh sertifikat resmi menjadi jauh lebih besar. Pada titik ini, pemilik usaha juga perlu memastikan bahwa nama atau logo yang diisi belum digunakan pihak lain agar tidak menimbulkan sengketa di kemudian hari. Daftar Merek Anda Sebelum Ada Sengketa.

Jasa Pendaftaran Merek Dagang Berpengalaman – PERMATAMAS

Jika Anda ingin mendaftarkan merek dagang tetapi tidak memahami prosedur, persyaratan, atau potensi penolakannya, maka bekerja dengan penyedia layanan profesional adalah pilihan terbaik. PERMATAMAS hadir sebagai penyedia jasa pendaftaran merek yang berpengalaman dalam menangani berbagai kebutuhan perlindungan kekayaan intelektual, baik untuk UMKM, perusahaan besar, maupun pelaku bisnis digital.

Dengan dukungan tim legal berpengalaman, proses pendaftaran menjadi lebih cepat, tepat, dan minim risiko penolakan administratif maupun substantif.
PERMATAMAS memberikan pendampingan lengkap mulai dari pengecekan ketersediaan nama merek, persiapan dokumen, pengajuan resmi hingga pemantauan status permohonan sampai sertifikat terbit.

Dalam proses layanan, Anda akan mendapatkan keuntungan seperti:
• Konsultasi pemilihan nama merek berdasarkan kelas dan strategi branding usaha.
• Pemeriksaan merek melalui database DJKI untuk memastikan tidak ada merek yang sama atau mirip.
• Pendampingan legal hingga masa perlindungan berlaku selama 10 tahun dan dapat diperpanjang.

Dengan pengalaman mengurus pendaftaran merek dari berbagai sektor usaha dan wilayah, PERMATAMAS memahami setiap proses teknis serta kendala yang mungkin terjadi. Pendekatan layanan yang terstruktur, profesional, dan responsif menjadikan PERMATAMAS pilihan terpercaya bagi pelaku usaha yang memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap merek.

Melindungi merek sejak awal adalah langkah strategis untuk menjaga identitas usaha, menghindari sengketa, serta meningkatkan nilai komersial dan legalitas bisnis Anda.

Konsultasi Gratis

PERMATAMAS INDONESIA
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555

FAQ

1. Apa itu merek dagang?

Merek dagang adalah tanda berupa nama, logo, simbol, atau kombinasi yang digunakan untuk membedakan produk suatu pelaku usaha dengan yang lain.

2. Apa tujuan pendaftaran merek dagang?

Tujuannya untuk mendapatkan perlindungan hukum atas nama atau logo produk sehingga tidak dapat digunakan pihak lain tanpa izin.

3. Apa perbedaan merek dagang dan merek jasa?

Merek dagang digunakan untuk produk barang, sedangkan merek jasa digunakan untuk membedakan layanan atau pelayanan bisnis.

4. Berapa lama perlindungan merek dagang berlaku?

Merek terdaftar berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan dan dapat diperpanjang.

5. Apakah merek harus didaftarkan sebelum digunakan?

Tidak wajib, tetapi sangat disarankan agar tidak terjadi sengketa, penolakan, atau plagiasi di masa depan.

6. Apakah saya bisa mengecek apakah merek sudah digunakan?

Ya, pengecekan dapat dilakukan melalui sistem pencarian merek DJKI (Kemenkumham).

7. Berapa waktu proses pendaftaran merek dagang?

Proses normal mulai dari pendaftaran hingga diterbitkan sertifikat biasanya memakan waktu ±12–24 bulan, tergantung status pemeriksaan dan keberatan.

8. Apakah UMKM wajib mendaftarkan merek dagang?

Tidak wajib, tetapi sangat penting agar merek punya identitas hukum yang jelas dan terlindungi.

9. Apakah nama merek boleh sama tetapi beda kelas?

Tergantung, bisa terjadi penolakan jika dianggap memiliki persamaan pada pokoknya atau terkenal secara umum.

10. Apakah PERMATAMAS menyediakan layanan pendaftaran merek?

Ya. PERMATAMAS menyediakan layanan pendaftaran merek profesional, termasuk konsultasi, pemeriksaan merek, pendampingan dokumen, dan pengajuan resmi ke DJKI.

LEGALITAS KAMI

AKTA PENDIRIAN No.15
AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021
NPWP : 76.011.954.5-427.000
SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU
TDP : 102637007638
NIB : 0610210009793

KONTAK KAMI

Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.

No Telp : 021-89253417
No HP/WA : 0857-7763-0555

Copyright @ 2023 – Jasa Merek HKI – Support DokterWebsite.ID