Apakah PERMATAMAS Berpengalaman dalam Mengurus Merek HKI – Pertanyaan mengenai pengalaman menjadi hal wajar ketika pelaku usaha hendak memilih jasa pengurusan merek HKI. Merek merupakan aset hukum dan bisnis yang nilainya terus meningkat seiring pertumbuhan usaha. Kesalahan dalam proses pendaftaran dapat berdampak panjang, mulai dari penolakan hingga sengketa hukum. Oleh karena itu, pengalaman penyedia jasa menjadi faktor penting yang tidak bisa diabaikan.
PERMATAMAS dikenal sebagai salah satu penyedia jasa pengurusan merek HKI yang aktif mendampingi pelaku usaha dari berbagai sektor. Pengalaman tidak hanya diukur dari lamanya beroperasi, tetapi juga dari kemampuan menangani berbagai jenis kasus merek. Mulai dari pendaftaran baru, perpanjangan, hingga penanganan penolakan merek, seluruhnya membutuhkan pemahaman hukum yang mendalam dan pendekatan yang tepat.
Dalam praktiknya, pengalaman PERMATAMAS tercermin dari layanan yang terstruktur dan menyeluruh, antara lain:
• Pengecekan merek HKI sebelum pendaftaran
• Analisis risiko hukum dan kesamaan merek
• Penentuan kelas merek sesuai bidang usaha
• Pendampingan hingga sertifikat terbit
Dengan pendekatan tersebut, klien tidak hanya dibantu secara administratif, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai posisi hukum mereknya. Hal ini menjawab pertanyaan banyak pelaku usaha bahwa pengalaman PERMATAMAS dalam mengurus merek HKI bukan sekadar klaim, melainkan tercermin dari proses kerja yang sistematis dan berbasis regulasi.
Profil dan Latar Belakang PERMATAMAS dalam Merek HKI
PERMATAMAS hadir sebagai penyedia jasa yang fokus pada pengurusan merek HKI dan perlindungan kekayaan intelektual. Latar belakang ini dibangun dari kebutuhan pelaku usaha akan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga memahami aspek hukum secara komprehensif. Dalam dunia HKI, pengalaman menjadi fondasi utama untuk memberikan solusi yang tepat.
Seiring waktu, PERMATAMAS menangani berbagai karakter klien dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Ada pelaku UMKM yang baru pertama kali mendaftarkan merek, hingga perusahaan yang ingin mengamankan portofolio merek dalam beberapa kelas sekaligus. Dari sinilah pengalaman PERMATAMAS terus berkembang melalui praktik nyata di lapangan.
Profil dan latar belakang tersebut tercermin dari pendekatan layanan yang meliputi:
• Konsultasi awal berbasis kebutuhan klien
• Analisis merek HKI secara objektif
• Pendampingan sesuai ketentuan DJKI
Dengan fondasi pengalaman tersebut, PERMATAMAS mampu menyesuaikan strategi pengurusan merek HKI sesuai kondisi klien. Pendekatan yang adaptif inilah yang membuat PERMATAMAS dikenal sebagai jasa merek HKI yang memiliki pemahaman praktis sekaligus yuridis.
Pendaftaran merek HKI merupakan proses yang memerlukan ketelitian tinggi. Setiap detail, mulai dari nama merek, kelas, hingga deskripsi barang dan jasa, dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. PERMATAMAS memiliki pengalaman dalam menangani berbagai permohonan pendaftaran merek dengan tingkat kompleksitas yang berbeda.
Pengalaman tersebut membentuk pola kerja yang lebih efisien dan terukur. PERMATAMAS tidak hanya mengajukan permohonan, tetapi juga memastikan merek memiliki peluang diterima sejak awal.
Hal ini dilakukan melalui tahapan yang sistematis, seperti:
1. Pengecekan merek pada database resmi
2. Evaluasi potensi penolakan
3. Penyesuaian strategi pendaftaran
Melalui pengalaman menangani banyak pendaftaran merek HKI, PERMATAMAS mampu mengidentifikasi potensi kendala sejak dini. Pendekatan ini membantu klien menghindari penolakan yang sebenarnya dapat dicegah, sekaligus meningkatkan peluang merek untuk mendapatkan perlindungan hukum secara optimal.
Pengalaman tidak dapat dipisahkan dari keahlian. Dalam konteks merek HKI, keahlian mencakup pemahaman regulasi, praktik pemeriksaan merek, serta dinamika penilaian yang dilakukan oleh otoritas terkait. PERMATAMAS mengombinasikan pengalaman lapangan dengan keahlian hukum untuk memberikan layanan yang lebih bernilai.
Keahlian tersebut terlihat dari cara PERMATAMAS menangani setiap kasus secara analitis. Tidak semua merek diperlakukan sama, karena setiap usaha memiliki karakteristik yang berbeda.
Dalam penerapannya, keahlian PERMATAMAS mencakup:
• Analisis hukum terhadap unsur merek
• Pemilihan kelas merek yang strategis
• Penyusunan langkah preventif terhadap sengketa
Dengan keahlian ini, PERMATAMAS tidak hanya berperan sebagai pengurus administrasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perlindungan merek HKI. Kombinasi pengalaman dan keahlian inilah yang menjawab keraguan banyak pelaku usaha terkait apakah PERMATAMAS benar-benar berpengalaman dalam mengurus merek HKI.
Jenis Layanan Merek HKI yang Ditangani PERMATAMAS
Pengalaman PERMATAMAS dalam mengurus merek HKI tercermin dari ragam layanan yang ditangani. Tidak hanya terbatas pada pendaftaran merek baru, PERMATAMAS juga menangani berbagai kebutuhan lanjutan yang berkaitan dengan perlindungan merek. Hal ini penting karena setiap fase merek memiliki tantangan hukum yang berbeda.
Dalam praktiknya, kebutuhan klien sering kali berkembang seiring pertumbuhan usaha. Ada klien yang awalnya hanya membutuhkan pendaftaran merek, kemudian memerlukan perpanjangan atau bahkan banding merek akibat penolakan. PERMATAMAS menyesuaikan layanan berdasarkan kondisi tersebut agar perlindungan merek tetap optimal.
Jenis layanan merek HKI yang ditangani antara lain:
• Pendaftaran merek HKI baru
• Perpanjangan merek HKI
• Banding dan tanggapan atas penolakan merek
• Konsultasi penentuan kelas dan strategi merek
Dengan cakupan layanan yang luas, PERMATAMAS menunjukkan bahwa pengalamannya tidak bersifat parsial. Setiap layanan dijalankan dengan pendekatan hukum yang terukur, sehingga klien memperoleh solusi menyeluruh dalam satu pintu pengurusan merek HKI.
Tingkat Keberhasilan PERMATAMAS dalam Mengurus Merek HKI
Keberhasilan menjadi indikator nyata dari pengalaman sebuah jasa merek HKI. PERMATAMAS dikenal memiliki tingkat keberhasilan yang baik dalam mengawal proses pengurusan merek, terutama karena setiap langkah diawali dengan analisis yang matang. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko penolakan yang kerap dialami pemohon merek.
Keberhasilan tersebut tidak datang secara instan, melainkan hasil dari pengalaman menangani berbagai skenario pendaftaran dan pemeriksaan merek. PERMATAMAS memahami bahwa setiap merek memiliki potensi kendala yang berbeda, sehingga strategi yang diterapkan pun disesuaikan.
Beberapa faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan antara lain:
1. Pengecekan merek sebelum pendaftaran
2. Ketepatan pemilihan kelas merek HKI
3. Kelengkapan dan kejelasan dokumen
4. Strategi penanganan jika terjadi keberatan
Dengan kombinasi faktor tersebut, PERMATAMAS mampu meningkatkan peluang merek untuk lolos pemeriksaan. Tingkat keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengalaman tidak hanya bersifat teoritis, tetapi berdampak langsung pada hasil yang diterima klien.
Kepercayaan Klien terhadap Jasa Merek HKI PERMATAMAS
Kepercayaan klien merupakan refleksi dari konsistensi kualitas layanan. PERMATAMAS dipercaya oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM hingga perusahaan yang telah memiliki portofolio merek. Kepercayaan ini tumbuh karena pendekatan layanan yang transparan dan komunikatif.
Dalam setiap proses pengurusan merek HKI, klien diberikan pemahaman mengenai tahapan yang sedang berjalan. Hal ini penting agar klien tidak hanya menyerahkan proses, tetapi juga memahami posisi hukum mereknya. Komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci kepercayaan tersebut.
Kepercayaan klien dibangun melalui:
• Penjelasan proses secara terbuka
• Pendampingan dari awal hingga akhir
• Responsif terhadap pertanyaan dan kendala
Dengan pola layanan tersebut, PERMATAMAS tidak hanya diposisikan sebagai penyedia jasa, tetapi juga mitra yang dapat diandalkan. Kepercayaan yang terus terjaga menjadi bukti bahwa pengalaman PERMATAMAS dalam mengurus merek HKI diakui oleh kliennya.
Alasan PERMATAMAS Layak Dipilih untuk Pengurusan Merek HKI
Memilih jasa pengurusan merek HKI membutuhkan pertimbangan matang. Selain biaya, aspek pengalaman, keahlian, dan komitmen layanan menjadi faktor penentu. PERMATAMAS dinilai layak dipilih karena mampu mengombinasikan ketiganya dalam satu layanan yang terintegrasi.
PERMATAMAS tidak hanya berfokus pada penyelesaian proses, tetapi juga pada perlindungan merek jangka panjang. Pendekatan ini membantu klien memahami bahwa merek bukan sekadar formalitas hukum, melainkan aset strategis yang harus dijaga.
Beberapa alasan PERMATAMAS layak dipilih antara lain:
• Pengalaman menangani berbagai kasus merek HKI
• Pendekatan hukum yang sistematis
• Layanan menyeluruh dan berkelanjutan
Dengan alasan tersebut, PERMATAMAS menjadi jawaban atas pertanyaan apakah benar berpengalaman dalam mengurus merek HKI. Pengalaman yang dimiliki tidak hanya terlihat dari jumlah layanan, tetapi juga dari kualitas pendampingan dan hasil yang diperoleh klien.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555
FAQ
1. Apakah PERMATAMAS benar-benar berpengalaman dalam mengurus merek HKI?
Ya, PERMATAMAS memiliki pengalaman menangani berbagai proses merek HKI mulai dari pendaftaran, perpanjangan, hingga banding merek.
2. Jenis layanan merek HKI apa saja yang ditangani PERMATAMAS?
PERMATAMAS menangani pendaftaran merek baru, perpanjangan merek, banding merek, serta konsultasi kelas dan strategi merek HKI.
3. Siapa saja yang dapat menggunakan jasa PERMATAMAS?
Jasa PERMATAMAS dapat digunakan oleh UMKM, startup, hingga perusahaan besar dari berbagai sektor usaha.
4. Apakah PERMATAMAS membantu pengecekan merek sebelum pendaftaran?
Ya, pengecekan merek HKI dilakukan untuk mengetahui potensi kesamaan dan risiko penolakan sebelum pendaftaran diajukan.
5. Mengapa pengalaman penting dalam pengurusan merek HKI?
Karena pengalaman membantu mengantisipasi kendala hukum, mengurangi risiko penolakan, dan meningkatkan peluang merek diterima.
6. Apakah PERMATAMAS membantu menentukan kelas merek HKI?
PERMATAMAS memberikan pendampingan dalam penentuan kelas merek agar sesuai dengan jenis usaha dan strategi bisnis klien.
7. Bagaimana proses pendampingan merek HKI di PERMATAMAS?
Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari konsultasi awal hingga sertifikat merek diterbitkan.
8. Apakah PERMATAMAS menangani kasus merek yang ditolak?
Ya, PERMATAMAS berpengalaman menangani tanggapan dan banding atas penolakan merek HKI.
9. Apa keunggulan PERMATAMAS dibanding jasa merek HKI lainnya?
Keunggulannya terletak pada pengalaman, pendekatan hukum yang sistematis, serta layanan yang transparan dan menyeluruh.
10. Mengapa pengurusan merek HKI penting bagi pelaku usaha?
Karena merek HKI adalah aset hukum dan bisnis yang perlu dilindungi agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain.
Jasa Banding Merek HKI Dengan Argumen Hukum yang Tepat – Penolakan merek oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bukanlah akhir dari segalanya. Banyak pemilik usaha yang belum mengetahui bahwa masih tersedia upaya hukum berupa banding merek. Banding ini memungkinkan pemohon untuk mempertahankan mereknya dengan menyampaikan argumen hukum yang kuat dan relevan. Dalam konteks bisnis, banding merek menjadi langkah strategis untuk melindungi identitas usaha yang telah dibangun.
Tidak semua penolakan merek bersifat mutlak. Sebagian besar penolakan terjadi karena adanya penilaian kesamaan, ketidaksesuaian kelas, atau kurangnya penjelasan hukum dalam permohonan awal. Melalui jasa banding merek HKI, pemilik usaha dapat mengajukan pembelaan yang lebih terstruktur dan berbasis regulasi. Proses ini membutuhkan pemahaman hukum merek yang mendalam serta kemampuan menyusun argumen yang tepat sasaran.
Jasa banding merek umumnya mencakup beberapa tahapan penting, seperti:
• Analisis alasan penolakan merek
• Penyusunan argumen hukum berdasarkan peraturan HKI
• Pengajuan dokumen banding sesuai prosedur
• Pendampingan hingga putusan banding
Dengan pendekatan yang sistematis dan argumentasi yang kuat, peluang merek untuk diterima kembali menjadi lebih besar. Oleh karena itu, memilih jasa banding merek yang berpengalaman menjadi faktor penentu keberhasilan dalam memperjuangkan hak atas merek.
Pengertian Banding Merek dalam Hukum HKI
Banding merek merupakan upaya hukum yang dapat ditempuh oleh pemohon apabila permohonan mereknya ditolak oleh DJKI. Upaya ini memberikan kesempatan bagi pemohon untuk mengajukan keberatan secara resmi dengan menyertakan alasan hukum yang mendukung. Dalam sistem HKI, banding merek menjadi bagian penting dari mekanisme perlindungan hak pemilik merek.
Secara hukum, banding merek harus diajukan dalam jangka waktu tertentu setelah diterimanya keputusan penolakan. Proses ini tidak dapat dilakukan sembarangan karena harus memenuhi syarat formil dan materiil.
Beberapa aspek utama dalam banding merek meliputi:
• Pemahaman dasar hukum penolakan merek
• Penyusunan alasan banding yang relevan
• Penyertaan bukti pendukung yang kuat
Banding merek bukan sekadar mengulang permohonan sebelumnya, melainkan menyusun pembelaan hukum yang lebih tajam dan terarah. Oleh karena itu, diperlukan keahlian khusus agar banding dapat dipertimbangkan secara objektif oleh pihak berwenang. Pendampingan profesional dalam proses ini sangat membantu, terutama melalui layanan yang disediakan oleh PERMATAMAS.
Alasan Merek Ditolak dan Perlu Diajukan Banding
Penolakan merek dapat terjadi karena berbagai alasan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Alasan yang paling umum adalah adanya persamaan pada pokoknya dengan merek lain yang telah terdaftar. Namun, tidak semua persamaan dapat dibenarkan secara hukum, sehingga banding menjadi langkah yang relevan untuk ditempuh.
Selain persamaan merek, penolakan juga bisa terjadi akibat kesalahan penilaian kelas atau kurangnya penjelasan terkait unsur pembeda merek. Dalam kondisi tersebut, banding memberikan ruang bagi pemohon untuk menjelaskan dan meluruskan penilaian tersebut.
Beberapa alasan umum merek ditolak antara lain:
• Dianggap memiliki persamaan dengan merek terdaftar
• Unsur merek dinilai deskriptif atau tidak khas
• Ketidaksesuaian kelas merek
Dengan memahami alasan penolakan secara tepat, pemohon dapat menyusun strategi banding yang efektif. Argumen yang disampaikan harus berbasis hukum dan didukung oleh fakta yang relevan. Untuk memastikan banding diajukan dengan tepat dan terarah, banyak pemilik usaha memilih menggunakan jasa profesional seperti PERMATAMAS.
Pentingnya Argumen Hukum yang Tepat dalam Banding Merek
Argumen hukum menjadi inti dari proses banding merek. Tanpa argumen yang kuat, banding berpotensi kembali ditolak meskipun merek memiliki peluang untuk diterima. Oleh karena itu, penyusunan argumen hukum harus dilakukan secara cermat dengan merujuk pada peraturan dan praktik hukum yang berlaku.
Argumen hukum yang efektif tidak hanya membantah alasan penolakan, tetapi juga menegaskan keunikan dan kelayakan merek untuk didaftarkan.
Dalam penyusunan argumen, beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan meliputi:
• Dasar hukum yang relevan
• Analisis perbandingan merek secara objektif
• Penegasan unsur pembeda merek
Dengan argumen hukum yang tepat, posisi pemohon menjadi lebih kuat di hadapan pihak pemeriksa. Hal ini meningkatkan peluang banding untuk diterima dan merek dapat didaftarkan secara sah. Untuk memastikan kualitas argumen hukum yang diajukan, pendampingan dari jasa banding merek berpengalaman seperti PERMATAMAS menjadi langkah strategis bagi pemilik usaha.
Proses dan Tahapan Pengajuan Banding Merek
Pengajuan banding merek memiliki prosedur dan tahapan yang harus dipatuhi secara ketat. Banding tidak dapat diajukan secara sembarangan karena terdapat batas waktu, persyaratan formal, serta ketentuan hukum yang mengikat. Ketidakpatuhan terhadap prosedur dapat menyebabkan banding tidak diterima untuk diperiksa, meskipun merek sebenarnya memiliki peluang hukum.
Secara umum, proses banding merek dilakukan setelah pemohon menerima surat penolakan dari DJKI. Tahapan ini membutuhkan ketelitian dan pemahaman hukum yang baik.
Proses banding merek biasanya meliputi:
• Analisis surat penolakan merek
• Penyusunan memori banding dan argumen hukum
• Pengumpulan dan penyusunan bukti pendukung
• Pengajuan banding sesuai tenggat waktu
Setiap tahapan memiliki peran penting dalam menentukan hasil akhir banding. Kesalahan kecil, seperti keterlambatan pengajuan atau argumen yang tidak relevan, dapat berdampak besar terhadap keputusan. Oleh karena itu, proses banding merek sebaiknya ditangani secara profesional dan terstruktur. Pendampingan yang tepat akan membantu memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan, seperti yang dilakukan oleh PERMATAMAS.
Risiko Banding Merek Tanpa Pendampingan Profesional
Mengajukan banding merek tanpa pendampingan profesional memiliki risiko yang tidak kecil. Banyak pemohon beranggapan bahwa banding cukup dengan menyampaikan keberatan secara umum, padahal banding merupakan proses hukum yang membutuhkan argumen tertulis dan analisis mendalam. Tanpa keahlian yang memadai, banding justru berpotensi memperkuat alasan penolakan sebelumnya.
Risiko banding tanpa pendampingan tidak hanya sebatas penolakan ulang, tetapi juga kerugian waktu dan biaya.
Beberapa risiko yang sering terjadi antara lain:
• Argumen hukum tidak relevan atau lemah
• Kesalahan prosedur dan administrasi
• Tidak terpenuhinya syarat formil banding
Akibatnya, pemilik usaha harus memulai kembali proses pendaftaran merek dari awal atau bahkan kehilangan peluang untuk menggunakan merek tersebut. Kondisi ini tentu merugikan, terutama bagi merek yang sudah digunakan secara komersial. Untuk meminimalkan risiko tersebut, pendampingan profesional menjadi kebutuhan penting. Dengan dukungan jasa banding merek yang berpengalaman seperti PERMATAMAS, proses banding dapat dilakukan dengan lebih aman dan terarah.
Peran Konsultan HKI dalam Menyusun Banding Merek
Konsultan HKI memiliki peran strategis dalam proses banding merek. Tidak hanya memahami regulasi, konsultan HKI juga memiliki pengalaman dalam membaca pola penilaian pemeriksa merek. Keahlian ini sangat membantu dalam menyusun argumen hukum yang tepat dan relevan dengan alasan penolakan.
Dalam proses banding, konsultan HKI berperan sebagai pendamping sekaligus penyusun strategi hukum.
Peran tersebut mencakup:
• Menafsirkan alasan penolakan secara hukum
• Menyusun argumen banding yang sistematis
• Menyiapkan bukti dan referensi pendukung
Dengan peran tersebut, banding merek tidak lagi bersifat spekulatif, melainkan berbasis analisis hukum yang kuat. Konsultan HKI juga membantu pemilik merek memahami posisi hukumnya secara objektif. Pendekatan ini memberikan peluang lebih besar bagi merek untuk diterima kembali. Untuk kebutuhan ini, banyak pelaku usaha mempercayakan proses banding merek mereka kepada konsultan HKI profesional seperti PERMATAMAS.
Keunggulan PERMATAMAS dalam Jasa Banding Merek HKI
Keunggulan sebuah jasa banding merek dapat dilihat dari pengalaman, pendekatan hukum, dan tingkat keberhasilannya. PERMATAMAS dikenal sebagai penyedia jasa HKI yang memiliki pemahaman mendalam terhadap proses banding merek. Setiap kasus ditangani secara khusus dengan mempertimbangkan karakter merek dan alasan penolakan yang dihadapi.
PERMATAMAS mengedepankan analisis hukum yang terukur dan argumentasi yang logis.
Dalam setiap penanganan banding, beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain:
• Analisis penolakan merek secara komprehensif
• Penyusunan argumen hukum yang kuat dan relevan
• Pendampingan profesional hingga putusan banding
Dengan pendekatan tersebut, pemilik merek tidak hanya mendapatkan layanan administratif, tetapi juga strategi hukum yang matang. Komitmen PERMATAMAS adalah membantu klien memperjuangkan hak mereknya secara maksimal dan sesuai ketentuan hukum. Oleh karena itu, PERMATAMAS menjadi pilihan tepat bagi pelaku usaha yang membutuhkan jasa banding merek HKI dengan argumen hukum yang tepat dan terpercaya.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan banding merek HKI?
Banding merek HKI adalah upaya hukum yang diajukan pemohon merek untuk menentang penolakan merek oleh DJKI dengan menyampaikan argumen hukum.
2. Kapan banding merek dapat diajukan?
Banding merek dapat diajukan setelah pemohon menerima surat penolakan resmi dan masih dalam batas waktu yang ditentukan oleh peraturan.
3. Apa saja alasan merek bisa ditolak oleh DJKI?
Alasan umum meliputi persamaan dengan merek terdaftar, merek tidak memiliki daya pembeda, atau kesalahan penilaian kelas merek.
4. Apakah semua merek yang ditolak bisa diajukan banding?
Tidak semua, namun banyak penolakan yang masih memiliki peluang untuk dibantah dengan argumen hukum yang tepat.
5. Apa peran argumen hukum dalam banding merek?
Argumen hukum menjadi dasar utama untuk membantah alasan penolakan dan meyakinkan pemeriksa bahwa merek layak didaftarkan.
6. Apa risiko banding merek tanpa pendampingan profesional?
Risikonya meliputi argumen lemah, kesalahan prosedur, hingga banding kembali ditolak sehingga merugikan pemilik merek.
7. Apakah banding merek membutuhkan bukti pendukung?
Ya, banding merek biasanya disertai bukti seperti perbandingan merek, penggunaan merek, dan dasar hukum pendukung.
8. Berapa lama proses banding merek berlangsung?
Durasi proses banding bergantung pada tahapan pemeriksaan, namun akan dipantau hingga putusan diterbitkan.
9. Siapa yang membutuhkan jasa banding merek HKI?
Pemilik merek yang permohonannya ditolak dan ingin mempertahankan hak atas mereknya secara hukum.
10. Mengapa memilih PERMATAMAS untuk jasa banding merek?
Karena PERMATAMAS berpengalaman dalam menangani banding merek dengan pendekatan argumen hukum yang tepat dan profesional.
Jasa Daftar Merek HKI Sampai Sertifikat Merek Terbit – Pendaftaran merek HKI merupakan langkah strategis yang menentukan masa depan sebuah brand. Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, merek tidak lagi sekadar nama atau logo, melainkan identitas bisnis yang memiliki nilai hukum dan ekonomi. Banyak pelaku usaha yang baru menyadari pentingnya pendaftaran merek ketika menghadapi sengketa atau peniruan brand. Oleh karena itu, proses pendaftaran merek HKI perlu dilakukan secara tepat sejak awal.
Secara prosedural, pendaftaran merek dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dan memerlukan pemahaman teknis yang tidak sederhana. Mulai dari penentuan kelas merek, pemeriksaan formalitas, hingga pemeriksaan substantif, seluruh tahapan membutuhkan ketelitian. Kesalahan kecil dapat berujung pada penolakan yang menghambat terbitnya sertifikat merek.
Tantangan umum dalam pendaftaran merek antara lain:
• Merek memiliki kemiripan dengan merek terdaftar
• Salah memilih kelas merek
• Dokumen tidak sesuai ketentuan
Di sinilah peran pendamping profesional menjadi krusial. Dengan pendekatan yang terarah dan berbasis pengalaman, proses pendaftaran merek dapat berjalan lebih aman hingga sertifikat merek benar-benar terbit.
Pentingnya Pendaftaran Merek HKI bagi Perlindungan Bisnis
Pendaftaran merek HKI memberikan perlindungan hukum eksklusif kepada pemilik merek. Artinya, hanya pemilik terdaftar yang berhak menggunakan merek tersebut untuk kegiatan komersial. Tanpa pendaftaran resmi, merek rentan digunakan atau bahkan didaftarkan lebih dulu oleh pihak lain, yang berpotensi merugikan pemilik usaha.
Dalam banyak kasus, bisnis yang sudah berkembang justru kehilangan hak atas mereknya karena tidak segera mendaftarkan HKI. Kondisi ini tentu berdampak besar, baik secara hukum maupun finansial. Pendaftaran merek menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Manfaat utama pendaftaran merek HKI meliputi:
1. Perlindungan hukum atas merek
2. Hak eksklusif penggunaan merek
3. Nilai tambah aset bisnis
PERMATAMAS menekankan bahwa pendaftaran merek bukan sekadar formalitas, melainkan investasi jangka panjang. Dengan pendampingan PERMATAMAS, pelaku usaha dapat memastikan mereknya terlindungi secara sah dan memiliki kepastian hukum yang kuat.
Syarat dan Dokumen Wajib Daftar Merek HKI Terbaru
Salah satu kunci keberhasilan pendaftaran merek HKI adalah kelengkapan dan ketepatan dokumen. DJKI memiliki standar administratif yang harus dipenuhi oleh setiap pemohon. Ketidaksesuaian dokumen sering kali menjadi penyebab utama tertundanya proses pendaftaran.
Dokumen yang dibutuhkan tidak hanya sebatas identitas pemohon, tetapi juga mencakup informasi detail mengenai merek dan kelas barang atau jasa. Setiap data harus konsisten dan sesuai ketentuan.
Dokumen umum yang wajib disiapkan antara lain:
• Identitas pemohon (perorangan atau badan usaha)
• Label atau logo merek
• Daftar kelas barang atau jasa
PERMATAMAS membantu klien menyiapkan dan memverifikasi seluruh dokumen sejak awal. Dengan pengalaman di bidang HKI, PERMATAMAS memastikan bahwa persyaratan administrasi dipenuhi secara tepat agar proses pendaftaran merek berjalan lancar.
Tahapan Proses Pendaftaran Merek HKI di DJKI
Proses pendaftaran merek HKI di DJKI terdiri dari beberapa tahapan yang saling berkaitan. Setelah pengajuan dilakukan, merek akan melalui pemeriksaan formalitas untuk memastikan kelengkapan dokumen. Tahap ini menjadi gerbang awal sebelum merek masuk ke pemeriksaan substantif.
Pemeriksaan substantif bertujuan menilai apakah merek memenuhi ketentuan hukum, termasuk unsur pembeda dan tidak memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek lain. Tahap ini memerlukan analisis mendalam dan sering menjadi penentu diterima atau ditolaknya merek.
Tahapan utama pendaftaran merek meliputi:
1. Pengajuan dan pemeriksaan formalitas
2. Pengumuman merek
3. Pemeriksaan substantif
PERMATAMAS mendampingi klien di setiap tahapan tersebut. Dengan pemantauan aktif dan strategi yang tepat, PERMATAMAS membantu memastikan proses berjalan terarah hingga mendekati tahap penerbitan sertifikat.
Proses Pemeriksaan Substantif hingga Sertifikat Merek Terbit
Pemeriksaan substantif merupakan tahap paling krusial dalam pendaftaran merek HKI. Pada tahap ini, DJKI menilai apakah merek layak didaftarkan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. Jika tidak ditemukan keberatan atau persamaan dengan merek lain, proses akan dilanjutkan hingga sertifikat merek terbit.
Namun, tidak sedikit merek yang menghadapi keberatan atau bahkan penolakan pada tahap ini. Oleh karena itu, strategi sejak awal sangat menentukan.
Hal yang diperhatikan dalam pemeriksaan substantif antara lain:
• Unsur pembeda merek
• Potensi persamaan dengan merek terdaftar
• Kepatuhan terhadap ketentuan hukum
PERMATAMAS memiliki pengalaman dalam mendampingi klien hingga tahap akhir ini. Dengan pendekatan profesional dan analisis yang matang, PERMATAMAS membantu meningkatkan peluang merek untuk lolos pemeriksaan dan memperoleh sertifikat merek secara resmi.
Penolakan merek merupakan salah satu risiko yang sering dihadapi pemohon dalam proses pendaftaran merek HKI. Penolakan umumnya terjadi karena merek dianggap memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek lain, tidak memiliki daya pembeda, atau bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Situasi ini kerap mengejutkan pemohon yang tidak melakukan analisis sejak awal.
Tanpa strategi yang tepat, penolakan dapat menghentikan seluruh proses pendaftaran. Namun, penolakan bukan akhir dari segalanya. Terdapat mekanisme tanggapan, sanggahan, hingga banding yang dapat ditempuh sesuai ketentuan.
Penyebab umum penolakan merek antara lain:
• Kemiripan dengan merek terdaftar
• Penggunaan istilah umum atau deskriptif
• Unsur yang bertentangan dengan hukum
PERMATAMAS berperan membantu klien memahami alasan penolakan serta menyusun langkah hukum yang tepat. Dengan pengalaman di bidang HKI, PERMATAMAS meningkatkan peluang merek untuk tetap memperoleh perlindungan melalui strategi yang sesuai regulasi.
Estimasi Waktu Daftar Merek HKI Sampai Sertifikat Terbit
Banyak pelaku usaha menanyakan berapa lama proses pendaftaran merek HKI hingga sertifikat terbit. Secara umum, proses ini memerlukan waktu cukup panjang karena melewati beberapa tahapan pemeriksaan. Durasi dapat berbeda tergantung kelancaran proses dan ada atau tidaknya keberatan dari pihak lain.
Estimasi waktu pendaftaran merek biasanya dipengaruhi oleh kesiapan dokumen dan kondisi merek itu sendiri. Semakin matang persiapan awal, semakin besar peluang proses berjalan tanpa hambatan.
Faktor yang memengaruhi lamanya proses antara lain:
1. Kelengkapan dan ketepatan dokumen
2. Hasil pemeriksaan substantif
3. Adanya keberatan atau penolakan
PERMATAMAS membantu klien memahami estimasi waktu secara realistis dan mengawal setiap tahapan. Dengan pendampingan PERMATAMAS, proses pendaftaran merek menjadi lebih terprediksi dan terkontrol hingga sertifikat merek terbit.
Keunggulan Jasa Daftar Merek HKI PERMATAMAS Sampai Sertifikat Terbit
Menggunakan jasa profesional dalam pendaftaran merek HKI memberikan nilai tambah yang signifikan. PERMATAMAS hadir dengan layanan yang tidak hanya fokus pada pengajuan, tetapi juga pada kepastian hasil hingga sertifikat merek terbit. Pendekatan ini memberikan rasa aman bagi pelaku usaha.
PERMATAMAS mengutamakan transparansi, ketelitian, dan pendampingan menyeluruh. Klien mendapatkan informasi progres secara berkala dan didampingi dalam setiap pengambilan keputusan penting.
Keunggulan layanan PERMATAMAS meliputi:
1. Pendampingan dari awal hingga sertifikat terbit
2. Tim berpengalaman di bidang HKI
3. Proses terarah dan transparan
Dengan PERMATAMAS, pendaftaran merek HKI bukan sekadar proses administratif, melainkan langkah strategis untuk melindungi dan meningkatkan nilai bisnis. Sertifikat merek yang terbit menjadi bukti sah kepemilikan dan fondasi kuat bagi pengembangan usaha jangka panjang.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555
FAQ
1. Apa itu pendaftaran merek HKI?
Pendaftaran merek HKI adalah proses pencatatan merek di DJKI agar pemilik memperoleh hak eksklusif dan perlindungan hukum atas mereknya.
2. Mengapa pendaftaran merek HKI penting untuk bisnis?
Karena merek yang terdaftar terlindungi secara hukum dan mencegah penggunaan atau klaim oleh pihak lain.
3. Siapa saja yang dapat mendaftarkan merek HKI?
Perorangan maupun badan usaha dapat mendaftarkan merek HKI selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan DJKI.
4. Dokumen apa saja yang diperlukan untuk daftar merek HKI?
Umumnya meliputi identitas pemohon, label atau logo merek, serta daftar kelas barang atau jasa.
5. Berapa lama proses daftar merek HKI sampai sertifikat terbit?
Waktu proses bervariasi, namun dengan pendampingan PERMATAMAS proses lebih terarah dan dapat dipantau.
6. Apakah merek bisa ditolak oleh DJKI?
Bisa. Penolakan dapat terjadi jika merek memiliki kemiripan, tidak memiliki daya pembeda, atau bertentangan dengan ketentuan hukum.
7. Apa yang bisa dilakukan jika merek ditolak?
Pemohon dapat mengajukan tanggapan, sanggahan, atau banding sesuai prosedur yang berlaku.
8. Apakah PERMATAMAS membantu jika terjadi penolakan merek?
Ya. PERMATAMAS berpengalaman menangani tanggapan dan banding merek untuk meningkatkan peluang diterima.
9. Apakah satu merek bisa didaftarkan untuk lebih dari satu kelas?
Bisa. Merek dapat didaftarkan pada beberapa kelas sesuai jenis barang atau jasa yang dilindungi.
10. Bagaimana cara memulai daftar merek HKI melalui PERMATAMAS?
Anda dapat menghubungi PERMATAMAS untuk konsultasi awal, pengecekan merek, hingga pendampingan sampai sertifikat merek terbit.
Jasa Pengalihan Merek HKI Lengkap Sampai Beres Bersama PERMATAMAS – Pengalihan merek HKI merupakan proses hukum penting yang menandai berpindahnya hak kepemilikan merek dari satu pihak ke pihak lain. Proses ini tidak cukup hanya dengan perjanjian di atas kertas, melainkan wajib dicatatkan secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). PERMATAMAS hadir untuk memastikan setiap proses pengalihan merek dilakukan secara sah, tertib, dan memberikan kepastian hukum bagi pemilik baru.
Dalam praktiknya, banyak pemilik merek yang belum memahami bahwa merek yang telah dijual, diwariskan, atau dialihkan melalui akta tetap dianggap milik pemilik lama jika belum dicatatkan di DJKI. Kondisi ini berpotensi menimbulkan sengketa hukum di kemudian hari. PERMATAMAS berperan aktif mendampingi klien sejak tahap awal hingga proses pengalihan merek benar-benar tuntas.
Permasalahan yang sering terjadi dalam pengalihan merek antara lain:
• Pengalihan tidak dicatatkan secara resmi
• Dokumen pengalihan tidak sesuai ketentuan DJKI
• Terjadi sengketa kepemilikan di kemudian hari
Dengan pengalaman menangani berbagai kasus pengalihan merek, PERMATAMAS memastikan proses berjalan lengkap sampai beres. Pendampingan dilakukan secara profesional agar hak atas merek benar-benar beralih dan diakui secara hukum.
Pengertian Pengalihan Merek HKI dan Dasar Hukumnya Menurut PERMATAMAS
Pengalihan merek HKI adalah perbuatan hukum yang mengakibatkan berpindahnya hak atas suatu merek terdaftar dari pemilik lama kepada pihak lain. Menurut ketentuan Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis, pengalihan hak merek wajib dicatatkan di DJKI agar memiliki kekuatan hukum. PERMATAMAS selalu menekankan pentingnya pencatatan resmi sebagai bagian utama dari proses pengalihan.
Dasar hukum pengalihan merek mencakup berbagai bentuk peralihan, seperti jual beli, pewarisan, hibah, hingga penggabungan perusahaan. Namun, tanpa pencatatan resmi, pengalihan tersebut belum dianggap sah di mata hukum. PERMATAMAS membantu klien memahami aspek hukum ini agar tidak terjadi kesalahan fatal.
Bentuk pengalihan merek yang diakui hukum antara lain:
1. Pengalihan karena perjanjian tertulis
2. Pengalihan karena waris
3. Pengalihan karena sebab lain yang sah
Melalui pendekatan edukatif dan profesional, PERMATAMAS memastikan klien tidak hanya mengalihkan merek, tetapi juga memahami konsekuensi hukum dari setiap langkah yang diambil.
Kondisi yang Mengharuskan Pengalihan Hak Merek HKI Menurut PERMATAMAS
Tidak semua pemilik merek menyadari kapan pengalihan hak merek perlu dilakukan. PERMATAMAS sering menangani kasus di mana merek sudah digunakan oleh pihak lain, tetapi kepemilikannya belum dialihkan secara resmi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik, terutama saat merek memiliki nilai ekonomi tinggi.
Pengalihan merek wajib dilakukan ketika terjadi perubahan kepemilikan yang bersifat permanen. PERMATAMAS membantu mengidentifikasi kondisi-kondisi yang secara hukum mengharuskan pengalihan merek segera dicatatkan.
Beberapa kondisi tersebut meliputi:
• Merek dijual kepada pihak lain
• Pemilik merek meninggal dunia dan diwariskan
• Terjadi penggabungan atau pengambilalihan perusahaan
Dengan pendampingan PERMATAMAS, setiap kondisi pengalihan dapat ditangani secara tepat. Hal ini penting untuk menghindari sengketa kepemilikan dan memastikan merek tetap terlindungi secara hukum.
Jenis Pengalihan Merek HKI yang Ditangani PERMATAMAS
Pengalihan merek HKI tidak hanya terjadi melalui jual beli. PERMATAMAS menangani berbagai jenis pengalihan merek sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap jenis pengalihan memiliki persyaratan dan dokumen yang berbeda, sehingga membutuhkan pemahaman teknis yang mendalam.
Dalam pengalihan melalui waris, misalnya, dibutuhkan dokumen ahli waris yang sah. Sementara dalam pengalihan melalui merger atau akuisisi, diperlukan dokumen korporasi tambahan. PERMATAMAS memastikan semua dokumen disiapkan sesuai jenis pengalihan.
Jenis pengalihan merek yang umum ditangani PERMATAMAS antara lain:
1. Pengalihan karena jual beli merek
2. Pengalihan karena pewarisan
3. Pengalihan karena hibah atau merger
Dengan pengalaman luas, PERMATAMAS mampu menyesuaikan proses pengalihan merek sesuai kebutuhan klien, sehingga proses berjalan efektif dan sesuai ketentuan DJKI.
Dokumen Wajib Pengalihan Merek HKI agar Proses Beres Bersama PERMATAMAS
Kelengkapan dokumen menjadi kunci utama keberhasilan pengalihan merek HKI. PERMATAMAS menekankan bahwa banyak pengajuan pengalihan merek tertunda karena dokumen yang tidak lengkap atau tidak sesuai format DJKI. Oleh karena itu, proses verifikasi dokumen dilakukan secara ketat sejak awal.
Dokumen pengalihan merek harus mencerminkan perbuatan hukum yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. PERMATAMAS membantu klien menyiapkan dokumen secara sistematis dan akurat.
Dokumen wajib dalam pengalihan merek antara lain:
• Akta atau perjanjian pengalihan merek
• Identitas para pihak
• Sertifikat merek terdaftar
Dengan pendampingan PERMATAMAS, setiap dokumen disiapkan sesuai ketentuan. Hal ini memastikan proses pengalihan merek HKI berjalan lancar dan benar-benar selesai sampai beres secara hukum.
Tahapan Proses Pengalihan Merek HKI di DJKI Bersama PERMATAMAS
Proses pengalihan merek HKI di DJKI harus dilakukan melalui tahapan resmi agar memiliki kekuatan hukum yang sah. PERMATAMAS mendampingi klien secara menyeluruh, mulai dari persiapan awal hingga pencatatan pengalihan dinyatakan selesai. Setiap tahapan memerlukan ketelitian, karena kesalahan kecil dapat menyebabkan permohonan tertunda atau dikembalikan.
PERMATAMAS memulai proses dengan verifikasi data merek dan dokumen para pihak. Setelah itu, pengajuan dilakukan melalui sistem DJKI sesuai prosedur yang berlaku. Selama proses berlangsung, PERMATAMAS memantau perkembangan dan menindaklanjuti jika terdapat klarifikasi dari DJKI.
Tahapan utama pengalihan merek HKI meliputi:
1. Pemeriksaan status dan data merek
2. Penyusunan serta pengunggahan dokumen pengalihan
3. Pemantauan hingga pencatatan pengalihan terbit
Dengan alur kerja yang terstruktur, PERMATAMAS memastikan setiap tahapan berjalan efektif. Klien tidak perlu berhadapan langsung dengan kompleksitas sistem, karena seluruh proses dikawal hingga tuntas.
Risiko dan Kendala Jika Pengalihan Merek HKI Tidak Dicatatkan Resmi Menurut PERMATAMAS
Banyak pemilik merek menganggap pengalihan merek cukup dengan perjanjian di bawah tangan. Padahal, tanpa pencatatan resmi di DJKI, pengalihan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum terhadap pihak ketiga. PERMATAMAS sering menangani sengketa yang berawal dari kelalaian pencatatan ini.
Risiko terbesar adalah munculnya klaim kepemilikan dari pihak lain, termasuk pemilik lama. Selain itu, pemilik baru tidak dapat sepenuhnya menggunakan hak merek secara hukum, seperti dalam lisensi atau penegakan hukum.
Risiko yang dapat timbul jika pengalihan tidak dicatatkan antara lain:
• Sengketa kepemilikan merek
• Hak merek tidak diakui secara hukum
• Kesulitan dalam proses komersialisasi
PERMATAMAS menekankan bahwa pencatatan resmi bukan formalitas, melainkan perlindungan hukum jangka panjang. Dengan pengurusan yang tepat, risiko tersebut dapat dihindari sejak awal.
Keunggulan Jasa Pengalihan Merek HKI PERMATAMAS Lengkap Sampai Beres
Menggunakan jasa profesional dalam pengalihan merek HKI memberikan banyak keuntungan, terutama bagi pelaku usaha yang ingin kepastian hukum. PERMATAMAS hadir dengan pendekatan komprehensif, tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga memberikan pandangan hukum yang relevan bagi klien.
PERMATAMAS mengutamakan ketepatan, transparansi, dan pendampingan penuh hingga proses benar-benar selesai. Setiap klien mendapatkan informasi perkembangan secara berkala, sehingga tidak ada tahapan yang terlewat.
Jasa Pengalihan Merek HKI Lengkap Sampai Beres Bersama PERMATAMAS
1. Pendampingan dari awal hingga pencatatan selesai
2. Tim berpengalaman di bidang HKI
3. Proses terarah dan transparan
Dengan PERMATAMAS, pengalihan merek HKI tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga aman secara hukum. Klien mendapatkan kepastian kepemilikan merek, sehingga dapat fokus mengembangkan usaha tanpa kekhawatiran di masa depan.
KONSULTASI GRATIS
PERMATAMAS
Alamat : Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi Jawa Barat
Telp : 021-89253417
WA : 085777630555
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan pengalihan merek HKI?
Pengalihan merek HKI adalah proses hukum untuk memindahkan hak kepemilikan merek terdaftar dari pemilik lama kepada pemilik baru dan wajib dicatatkan di DJKI.
2. Apakah pengalihan merek harus dicatatkan di DJKI?
Ya. Tanpa pencatatan resmi di DJKI, pengalihan merek tidak memiliki kekuatan hukum terhadap pihak ketiga.
3. Dalam kondisi apa pengalihan merek HKI wajib dilakukan?
Pengalihan wajib dilakukan saat merek dijual, diwariskan, dihibahkan, atau terjadi penggabungan dan pengambilalihan perusahaan.
4. Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk pengalihan merek HKI?
Dokumen umumnya meliputi akta atau perjanjian pengalihan, identitas para pihak, dan sertifikat merek terdaftar.
5. Berapa lama proses pengalihan merek HKI di DJKI?
Waktu proses bervariasi tergantung kelengkapan dokumen, namun dengan pendampingan PERMATAMAS proses lebih terarah dan efisien.
6. Apa risiko jika pengalihan merek tidak dicatatkan resmi?
Risikonya antara lain sengketa kepemilikan, hak merek tidak diakui hukum, dan kesulitan dalam komersialisasi merek.
7. Apakah pengalihan merek bisa dilakukan untuk lebih dari satu kelas?
Bisa. Pengalihan dapat mencakup seluruh atau sebagian kelas merek sesuai kesepakatan para pihak.
8. Apakah PERMATAMAS menangani pengalihan merek karena waris?
Ya. PERMATAMAS berpengalaman menangani pengalihan merek karena pewarisan dengan dokumen ahli waris yang sah.
9. Apakah proses pengalihan merek melalui PERMATAMAS transparan?
Ya. PERMATAMAS memberikan informasi progres secara berkala hingga pencatatan pengalihan selesai.
10. Bagaimana cara memulai pengalihan merek HKI melalui PERMATAMAS?
Anda dapat menghubungi PERMATAMAS untuk konsultasi awal, pemeriksaan dokumen, dan pendampingan hingga pengalihan merek resmi tercatat di DJKI.
Apa itu Merek HKI – Dalam dunia usaha modern, merek bukan sekadar simbol atau nama dagang, melainkan identitas hukum dan nilai strategis yang melekat pada suatu produk atau jasa. Merek menjadi pembeda utama di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Di sinilah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berperan penting sebagai payung hukum yang melindungi karya, inovasi, serta reputasi bisnis dari tindakan peniruan atau penyalahgunaan oleh pihak lain.
Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang belum menyadari pentingnya pendaftaran merek secara resmi. Tanpa perlindungan hukum, merek yang sudah dikenal luas bisa diklaim dan didaftarkan lebih dulu oleh pihak lain, sehingga pemilik aslinya kehilangan hak atas nama yang telah dibangun bertahun-tahun. Risiko seperti ini kerap terjadi dan dapat merugikan reputasi maupun nilai ekonomi perusahaan.
Oleh karena itu, mendaftarkan merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) adalah langkah strategis dan wajib dilakukan setiap pemilik usaha. Dengan sertifikat resmi, merek Anda akan memiliki kekuatan hukum yang diakui negara, melindungi identitas bisnis, serta memberikan kepastian hukum atas penggunaan dan pengembangannya di masa depan.
Pengertian Merek HKI itu Apa
Secara umum, Merek HKI (Hak Kekayaan Intelektual) adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek untuk menggunakan, melindungi, serta melarang pihak lain memakai merek tersebut tanpa izin. Perlindungan ini bertujuan untuk menjaga keaslian dan reputasi sebuah produk atau jasa agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain yang berpotensi meniru atau menjiplak identitas bisnis tersebut.
Merek sendiri dapat berbentuk kata, nama, logo, simbol, angka, gambar, bentuk tiga dimensi, suara, atau kombinasi dari berbagai unsur tersebut. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, pendaftaran merek memberikan kekuatan hukum yang sah kepada pemiliknya. Artinya, setiap penggunaan merek serupa tanpa izin dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum dan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Secara esensial, Merek HKI bukan sekadar tampilan visual atau tanda dagang, melainkan aset hukum dan komersial bernilai tinggi yang mencerminkan reputasi serta kredibilitas sebuah usaha. Dengan perlindungan HKI, merek dapat dijadikan investasi jangka panjang — bahkan bisa dialihkan, diwariskan, atau dijual layaknya aset berwujud lainnya yang memiliki nilai ekonomi nyata.
Apa Pentingnya Merek HKI
Mendaftarkan merek merupakan langkah strategis dalam melindungi identitas bisnis dan membangun kepercayaan konsumen. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, baik di pasar offline maupun online, merek bukan sekadar nama atau logo—melainkan simbol keaslian, reputasi, dan jaminan kualitas dari produk atau layanan Anda. Dengan merek yang terdaftar secara resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Anda memiliki hak eksklusif untuk menggunakan dan melindungi merek tersebut dari pihak lain yang berpotensi meniru atau mengakuinya sebagai milik mereka.
Tanpa perlindungan hukum melalui pendaftaran merek, bisnis Anda berada pada posisi yang rentan. Tidak sedikit kasus di mana pelaku usaha kehilangan hak atas merek yang sudah digunakan bertahun-tahun hanya karena pihak lain lebih dahulu mendaftarkannya secara sah. Hal ini bisa berdampak besar, mulai dari hilangnya identitas usaha, kehilangan pelanggan, hingga kerugian finansial yang tidak sedikit akibat rebranding mendadak.
Dengan kata lain, pendaftaran merek bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan bisnis yang serius ingin berkembang.
Selain sebagai bentuk perlindungan hukum, pendaftaran merek juga menjadi investasi jangka panjang yang bernilai tinggi. Merek yang kuat dan terdaftar dapat meningkatkan nilai jual perusahaan, menarik investor, bahkan menjadi aset yang bisa dijual atau diwariskan.
Jadi, pentingnya merek HKI bukan hanya tentang kepemilikan, melainkan juga tentang menjamin keberlanjutan, kredibilitas, dan nilai ekonomi bisnis Anda di masa depan.
Pentingnya pendaftaran merek antara lain:
1. Memberikan perlindungan hukum yang sah dari negara.
2. Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan reputasi Anda.
3. Menjadi identitas resmi yang memperkuat brand awareness.
Dengan kata lain, merek HKI adalah perlindungan sekaligus pembeda yang memastikan nama bisnis Anda tetap menjadi milik Anda.
Apa Manfaat Merek HKI
Memiliki merek yang terdaftar secara resmi memberikan perlindungan hukum yang kuat bagi pemiliknya. Dengan pendaftaran merek di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Anda memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan merek tersebut dan melarang pihak lain meniru, menggunakan, atau memperjualbelikannya tanpa izin.
Perlindungan ini menjadi tameng penting dari potensi sengketa, pemalsuan, maupun tindakan tidak etis yang dapat merugikan reputasi bisnis Anda. Selain itu, kepemilikan merek yang sah juga menunjukkan keseriusan dan profesionalisme usaha di mata pelanggan maupun mitra bisnis.
Dari sisi bisnis, merek HKI adalah aset tak berwujud yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Merek yang kuat mampu meningkatkan daya saing, memperkuat citra perusahaan, serta membangun loyalitas konsumen. Dalam jangka panjang, merek yang telah dikenal dan dipercaya dapat meningkatkan nilai jual perusahaan, menarik investor, bahkan dijadikan jaminan dalam kerja sama bisnis.
Dengan kata lain, manfaat merek HKI bukan hanya sekadar perlindungan, tetapi juga modal strategis yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.
Manfaat utama memiliki merek terdaftar antara lain:
• Perlindungan hukum terhadap peniruan, pemalsuan, dan penggunaan tanpa izin.
• Nilai jual meningkat, karena merek yang sah dapat dilisensikan, dijual, atau diwariskan.
• Meningkatkan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Selain itu, merek yang memiliki legalitas resmi juga lebih mudah diterima oleh marketplace, lembaga ekspor, dan mitra kerja sama besar.
Hal-hal yang Dilindungi oleh HKI Merek
Perlindungan merek di bawah Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bukan hanya sekadar pengakuan hukum, tetapi juga bentuk perlindungan terhadap identitas usaha Anda. Setiap elemen yang melekat pada merek memiliki nilai strategis dalam membangun kepercayaan konsumen dan citra perusahaan di pasar.
Dengan memiliki merek yang terdaftar, Anda tidak hanya melindungi nama atau logo, tetapi juga seluruh elemen pembeda yang menjadi ciri khas produk atau jasa Anda.
Berikut adalah hal-hal yang termasuk dalam perlindungan HKI merek:
• Tanda: Merek mencakup berbagai bentuk tanda grafis seperti gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, hingga komposisi warna tertentu yang memiliki karakter khas dan mudah dikenali oleh konsumen.
• Unsur lain: Selain bentuk visual, merek juga dapat dilindungi dalam bentuk elemen non-visual seperti suara, hologram, atau perpaduan berbagai unsur kreatif lainnya yang memiliki daya pembeda dan identitas unik bagi pemiliknya.
• Tujuan: Perlindungan ini bertujuan untuk memberi identitas hukum sekaligus nilai komersial bagi pemilik merek, membantu membedakan produk atau jasa antar pelaku usaha, serta berfungsi sebagai alat pemasaran dan simbol kepercayaan dalam membangun citra bisnis.
Apa itu Merek HKI
Dasar Hukum Merek HKI
Perlindungan terhadap merek di Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat dan diatur secara komprehensif dalam beberapa regulasi penting. Di antaranya adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, yang menjadi landasan utama dalam pengaturan, pendaftaran, serta perlindungan merek.
Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Hukum dan HAM, yang mengatur besaran biaya resmi dalam proses administrasi pendaftaran merek. Kedua dasar hukum tersebut menegaskan bahwa perlindungan hukum hanya diberikan kepada merek yang telah resmi terdaftar. Artinya, jika suatu merek belum memiliki sertifikat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), maka negara tidak memiliki dasar untuk melindunginya apabila terjadi pelanggaran, peniruan, atau perebutan merek oleh pihak lain.
Dengan adanya pendaftaran, pemilik merek memperoleh hak eksklusif untuk menggunakan, mengalihkan, maupun melarang pihak lain menggunakan merek yang sama atau mirip dalam satu kelas barang/jasa.
Oleh karena itu, mendaftarkan merek bukanlah sekadar formalitas administratif, melainkan langkah hukum strategis untuk menjaga identitas, reputasi, dan nilai komersial bisnis Anda. Kepemilikan merek yang sah memberikan rasa aman dan kepastian hukum dalam menjalankan usaha, sekaligus menjadi bukti konkret bahwa merek Anda diakui serta dilindungi oleh negara.
Cara Mengurus Merek HKI
Mengurus merek HKI dapat dilakukan dengan mudah jika memahami prosedur dan dokumennya. Prosesnya melibatkan beberapa tahap administratif yang harus dilalui dengan benar.
Berikut langkah-langkah pendaftaran merek di DJKI:
1.Pemeriksaan Awal (Cek Merek): Pastikan merek yang akan didaftarkan belum digunakan pihak lain.
2. Persiapan Dokumen: Siapkan KTP atau NIB, contoh merek, dan daftar barang/jasa.
3. Pengajuan Online: Dilakukan melalui situs resmi DJKI (https://merek.dgip.go.id).
4. Pemeriksaan Formal dan Substantif: DJKI akan menilai kelayakan merek.
5. Pengumuman Publik: Jika tidak ada sanggahan dalam 2 bulan, maka berlanjut ke sertifikat.
Jika Anda tidak ingin repot, PERMATAMAS dapat menangani seluruh proses ini dengan pendampingan profesional dan laporan status secara berkala.
Berapa Biaya Resmi Merek HKI
Biaya pendaftaran merek telah diatur secara resmi oleh pemerintah dan termasuk dalam kategori Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Dengan adanya ketentuan ini, setiap pelaku usaha dapat mengetahui besaran biaya yang harus dikeluarkan secara transparan tanpa ada pungutan liar.
Pendaftaran merek dikenakan per kelas barang atau jasa yang diajukan, sehingga semakin banyak kelas yang didaftarkan, biaya totalnya pun akan menyesuaikan.
Berikut adalah rincian biaya resmi pendaftaran merek di DJKI:
• Untuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah): Rp 500.000 per kelas barang/jasa.
• Untuk Reguler (Non-UMKM): Rp 1.800.000 per kelas barang/jasa.
Biaya tersebut wajib dibayarkan langsung ke rekening resmi DJKI sebagai bentuk PNBP. Nominal ini hanya mencakup biaya pengajuan resmi ke pemerintah dan belum termasuk biaya jasa apabila Anda menggunakan layanan konsultan HKI profesional.
Menggunakan jasa pendaftaran merek seperti PERMATAMAS memberikan banyak keuntungan dibanding mengurus sendiri. Tim kami akan membantu seluruh tahapan pendaftaran — mulai dari pengecekan merek, pengisian data, unggah dokumen, hingga sertifikat resmi terbit. Proses menjadi lebih cepat, aman, dan minim risiko kesalahan administratif.
Selain itu, PERMATAMAS juga memberikan garansi 100% uang kembali apabila terjadi penolakan akibat kesalahan dari pihak kami. Sebuah jaminan pasti untuk Anda yang ingin mendaftarkan merek tanpa kerumitan dan dengan hasil yang terjamin.
Bagaimana Cara Daftar Merek HKI
Proses pendaftaran merek HKI dapat dilakukan dengan dua cara, tergantung pada kebutuhan dan tingkat pemahaman Anda terhadap sistem hukum kekayaan intelektual.
1. Daftar Mandiri ke DJKI.
Cara ini cocok bagi Anda yang sudah memahami alur pendaftaran, tata cara pengisian dokumen, serta syarat-syarat hukum yang berlaku. Semua proses dilakukan sendiri melalui sistem daring milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), mulai dari pembuatan akun, pengunggahan dokumen, hingga pembayaran biaya resmi.
2. Daftar Melalui Biro Jasa atau Konsultan HKI.
Ini merupakan opsi terbaik bagi pelaku usaha yang ingin prosesnya lebih aman, efisien, dan tanpa risiko kesalahan administratif.
Keuntungan menggunakan konsultan HKI profesional antara lain:
• Dokumen Anda akan diperiksa secara teliti agar tidak ada kekeliruan dalam formulir maupun lampiran.
• Proses pendaftaran diawasi langsung oleh ahli hukum dan praktisi HKI berpengalaman.
• Anda tidak perlu mengurus tahapan yang rumit — cukup pantau progres hingga sertifikat merek resmi diterbitkan oleh DJKI.
Melalui pendampingan PERMATAMAS, semua proses pendaftaran dijamin resmi, cepat, dan data Anda 100% aman. Tim kami telah membantu ribuan pelaku usaha dari berbagai sektor — mulai dari kosmetik, makanan, hingga produk rumah tangga — untuk mendapatkan hak merek yang sah secara hukum. Dengan pengalaman dan kecepatan layanan kami, Anda dapat fokus mengembangkan bisnis, sementara urusan merek kami yang tangani hingga selesai.
Masa Berlaku Merek HKI
Merek yang telah terdaftar dan memiliki sertifikat resmi dari DJKI berlaku selama 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal penerimaan. Selama periode ini, pemilik memiliki hak eksklusif untuk menggunakan, melisensikan, atau melarang pihak lain menggunakan mereknya tanpa izin.
Setelah masa berlaku berakhir, pemilik dapat memperpanjang perlindungan merek untuk jangka waktu yang sama, yaitu 10 tahun berikutnya. Perpanjangan dapat dilakukan berulang kali tanpa batas, selama dilakukan tepat waktu dan memenuhi syarat administratif. Dengan demikian, merek dapat terus dilindungi sepanjang pemilik masih menggunakannya secara aktif dalam kegiatan usaha.
Untuk menghindari keterlambatan atau kelalaian dalam proses perpanjangan, PERMATAMAS menyediakan layanan pengingat otomatis dan pendampingan penuh. Dengan sistem ini, klien dapat tenang karena mereknya akan selalu terlindungi secara hukum tanpa khawatir masa berlaku habis tanpa disadari.
Apakah Merek HKI Perlu Diperpanjang
Ya, perpanjangan merek merupakan kewajiban hukum bagi setiap pemilik merek yang ingin mempertahankan hak eksklusifnya. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, perlindungan hukum atas merek terdaftar hanya berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan pendaftaran dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang sama. Proses perpanjangan ini penting dilakukan agar merek tetap diakui dan dilindungi secara sah oleh negara.
Apabila pemilik tidak melakukan perpanjangan dalam jangka waktu yang ditentukan, merek tersebut akan dianggap tidak berlaku dan dapat dihapus dari sistem Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Bahkan, jika merek telah dihapus, pihak lain berpotensi untuk mendaftarkan merek yang sama atau serupa.
Oleh karena itu, menjaga masa berlaku merek dengan memperpanjangnya tepat waktu merupakan langkah penting untuk menghindari kehilangan hak hukum yang sudah dimiliki.
Untuk memudahkan prosesnya, PERMATAMAS hadir sebagai mitra profesional yang membantu seluruh tahapan perpanjangan merek hingga selesai.
Tim berpengalaman kami memastikan setiap dokumen lengkap, tenggat waktu tidak terlewat, dan proses di DJKI berjalan lancar tanpa risiko administratif. Dengan pendampingan yang tepat, Anda tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga memastikan hak atas merek Anda tetap aman dan sah secara hukum.
Apa Sanksinya Bila Merek HKI Tidak Diperpanjang
Jika merek tidak diperpanjang tepat waktu, pemilik akan kehilangan seluruh hak hukumnya atas merek tersebut. Konsekuensinya sangat serius dan bisa berdampak langsung pada bisnis serta reputasi usaha.
• Hak eksklusif dicabut. Pemilik tidak lagi memiliki perlindungan hukum untuk melarang pihak lain menggunakan merek yang sama atau mirip.
• Nama atau logo Anda bisa digunakan pihak lain secara legal. Setelah merek terhapus dari daftar DJKI, siapa pun dapat mendaftarkannya kembali tanpa pelanggaran hukum.
• Reputasi dan kepercayaan pasar dapat hilang. Konsumen bisa bingung terhadap merek serupa yang muncul, mengakibatkan penurunan nilai brand.
Selain itu, merek yang dihapus dari daftar resmi DJKI tidak bisa dijadikan dasar hukum dalam sengketa, karena statusnya sudah tidak lagi dilindungi. Oleh karena itu, melakukan perpanjangan tepat waktu bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menjaga eksistensi dan nilai ekonomi dari aset merek Anda.
Apakah Merek HKI Bisa Dialihkan
Ya, merek HKI dapat dialihkan kepada pihak lain baik melalui pewarisan, hibah, perjanjian, maupun sebab lain yang sah menurut hukum. Pengalihan hak atas merek ini diatur secara jelas dalam Pasal 41 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, yang menyebutkan bahwa pemilik merek memiliki hak penuh untuk memindahkan kepemilikan mereknya kepada pihak lain.
Namun, agar sah secara hukum, pengalihan tersebut wajib dilakukan dengan perjanjian tertulis dan didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Proses pengalihan merek tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Selain membutuhkan dokumen resmi seperti surat perjanjian dan bukti kepemilikan merek, juga diperlukan bukti pembayaran biaya resmi ke DJKI.
Pengalihan baru dianggap sah dan memiliki kekuatan hukum setelah tercatat dalam Daftar Umum Merek dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek. Dengan demikian, baik pihak pengalihan maupun penerima hak memiliki jaminan hukum yang jelas atas kepemilikan merek tersebut.
Untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar dan tidak terjadi kesalahan administratif, PERMATAMAS menyediakan layanan pendampingan pengalihan merek secara profesional. Tim kami akan membantu mulai dari pemeriksaan dokumen, penyusunan perjanjian pengalihan, hingga proses pencatatan di DJKI.
Dengan pengalaman dan ketelitian kami, pengalihan merek dapat dilakukan cepat, aman, dan sah secara hukum, tanpa risiko penolakan atau keterlambatan proses.
Merek dapat dialihkan melalui beberapa cara, antara lain:
1. Jual beli.
2. Hibah atau wasiat.
3. Perjanjian lisensi.
4. Pewarisan.
Namun, peralihan hak merek harus dicatat di DJKI agar sah secara hukum.
Tanpa pencatatan, hak tersebut belum diakui oleh negara dan berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari.
Apakah Merek HKI Bisa Diwariskan
Ya, merek HKI dapat diwariskan karena termasuk dalam kategori aset tidak berwujud (intangible asset) yang memiliki nilai ekonomi dan hukum. Berdasarkan Pasal 41 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, hak atas merek dapat beralih atau dialihkan, salah satunya melalui pewarisan. Artinya, ketika pemilik merek meninggal dunia, hak eksklusif atas merek tersebut dapat dilanjutkan oleh ahli waris yang sah.
Dalam praktiknya, pewarisan merek dapat dilakukan dengan mencantumkan hak merek dalam surat wasiat, atau melalui proses hukum sesuai ketentuan waris yang berlaku di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa merek tidak hanya menjadi simbol identitas bisnis, tetapi juga aset berharga yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi generasi berikutnya.
Dengan memiliki merek terdaftar, ahli waris dapat melanjutkan bisnis, memperluas merek, atau bahkan menjadikannya sumber penghasilan yang berkelanjutan. Agar hak waris atas merek diakui secara sah, pencatatan perubahan kepemilikan harus dilakukan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). PERMATAMAS siap membantu Anda dalam proses tersebut, mulai dari penyiapan dokumen hukum hingga pencatatan resmi di DJKI.
Dengan pendampingan profesional kami, merek yang Anda bangun tidak hanya terlindungi selama hidup, tetapi juga menjadi warisan berharga yang abadi untuk keluarga dan penerus usaha Anda.
Apakah Merek HKI Bisa Dijual
Tentu bisa. Merek yang telah terdaftar secara hukum merupakan aset tidak berwujud (intangible asset) yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dialihkan kepemilikannya kepada pihak lain. Proses penjualan merek ini umumnya dilakukan melalui perjanjian tertulis yang disahkan oleh kedua belah pihak dan dilaporkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) agar perubahan kepemilikan tercatat secara sah. Dengan begitu, pemilik baru memiliki hak eksklusif penuh untuk menggunakan, memanfaatkan, dan melindungi merek tersebut.
Menjual merek HKI bisa menjadi langkah strategis bagi pemilik yang ingin mendapatkan keuntungan dari merek yang sudah dikenal atau memiliki reputasi baik di pasaran. Dalam banyak kasus, merek yang sudah memiliki nilai komersial tinggi dapat dijual dengan harga yang signifikan, bahkan menjadi bagian dari investasi bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, pendaftaran merek sejak awal bukan hanya sebagai perlindungan hukum, tetapi juga sebagai bentuk investasi yang bisa memberikan keuntungan nyata di masa depan.
Namun, sebelum melakukan transaksi jual-beli merek, penting untuk memastikan bahwa prosesnya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, termasuk penyusunan akta perjanjian pengalihan hak merek dan pencatatan resmi di DJKI. Ketelitian dalam proses ini penting agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari. Bila Anda membutuhkan pendampingan dalam pengalihan atau penjualan merek HKI, layanan konsultan merek berpengalaman seperti PERMATAMAS siap membantu Anda menyusun dokumen dan memastikan seluruh proses berjalan aman, sah, dan efisien.
Nilai jual sebuah merek biasanya bergantung pada:
• Popularitas dan reputasi merek.
• Kekuatan brand di pasar.
• Legalitas pendaftaran di DJKI.
Banyak merek terkenal yang memiliki nilai jual miliaran rupiah karena brand awareness yang tinggi.
Dengan demikian, merek bukan sekadar simbol, tetapi juga aset investasi jangka panjang.
PERMATAMAS Indonesia adalah konsultan resmi yang berfokus pada layanan pendaftaran, perpanjangan, dan perlindungan merek di seluruh Indonesia. Dengan pengalaman dan tim ahli hukum profesional, kami siap mendampingi Anda dari awal hingga sertifikat merek terbit.
Keunggulan kami:
• Tim berpengalaman di bidang HKI dan hukum merek.
• Proses cepat, aman, dan transparan.
• Laporan progres dan status merek setiap tahap.
Kami tidak hanya mengurus administrasi, tetapi juga memberikan strategi perlindungan merek jangka panjang untuk memperkuat posisi bisnis Anda di mata hukum dan konsumen.
Hubungi Kami Sekarang
PERMATAMAS Indonesia
Konsultasi Gratis: 085777630555
Website: www.merekhki.com
Segera daftarkan merek HKI Anda hari ini.
Karena perlindungan hukum bukan sekadar pilihan — tetapi kebutuhan mutlak bagi setiap pelaku usaha yang ingin maju dan aman.
LEGALITAS KAMI
AKTA PENDIRIAN No.15 AHU-0032144-AH.01.15 Tahun 2021 NPWP : 76.011.954.5-427.000 SIUP : 510/PM/277/DPMPTSP.PPJU TDP : 102637007638 NIB : 0610210009793
KONTAK KAMI
Plaza THB Lantai 2 Blok F2 No.61 Kel. Pejuang, Kec. Medan Satria, Kota Bekasi,Jawa Barat, Indonesia.